[Freelance] Forget Me Now

Title                      : Forget Me Now

Author                  : Amy Lee

Categories          : Fanfiction, Super Junior, SHINee, SNSD

Genre                   : Love, Romance, Friendship

Cast                      :

-Tiffany SNSD     -Choi Siwon        -Lee Jin Ki            -Choi Sooyoung                -Kim Taeyeon

-Another Cast

PS                          :Author Amy Lee balik lagi dg cerita2 melow dramanya! :D *evil laugh* ga tau kenapa jd excited bgt bikin cerita ini. Oke…. Cekidot readers!

©©©

*Tiffany POV*

Mungkin ini adalah cerita-serita biasa yang selalu menghampiri anak-anak remaja seusiaku. Tentang perasaan cinta yang datang untuk pertama kalinya dalam hidup. Tentang mereka yang baru mengerti apa itu cinta. Tentang mereka yang baru belajar mencintai. Dan tentang kepedihan dibalik semuanya.

Kurasa ini adalah kisah cinta biasa yang hampir selalu terjadi.

Awalnya kau dicintai, kalian sama-sama mencintai, lalu masalah mulai datang, kau mulai menangis menyesal, dan pada akhirnya kau ditinggalkan.

Lalu setelah itu, sebuah cinta lain datang padamu. Dan kau mulai membuka hatimu untuk cinta tersebut. Mulai melupakan cinta pertamamu berharap cinta selanjutnya ini akan lebih baik. Memulai mencintai orang itu dari awal.

Bagi mereka mungkin mudah saja jatuh cinta pada setiap namja yang baru mereka temui atau namja yang menyatakan cinta padanya, lalu mereka dengan mudahnya menerima cinta tersebut. Tetapi bagaimana jika namja yang mencintaimu itu adalah teman, bahkan sahabatmu sendiri? Apa kau akan mudah saja menerimanya? Bagaimana dengan ikatan pertemanan yang telah sejak lama kalian bangun? Atau akan dibiarkan begitu saja saat kalian sama-sama mencintai, lalu kalian biarkan rapuh dan akhirnya runtuh saat ikatan cinta itu putus?

Aku hanya berharap, aku bisa mengulang segalanya lagi dari awal. Saat aku belum mengenal cinta. Saat aku bisa bebas berteman dengan siapa saja, baik yeoja maupun namja, tanpa adanya perasaan canggung. Saat aku bisa mengejek sepuasnya teman-temanku tanpa adanya perasaan malu bersikap seperti anak-anak. Saat aku bisa memakinya lalu tertawa tanpa perasaan bersalah. Dan saat aku masih bisa dekat dengannya.

 

Apa semua itu bisa kembali terjadi? Atau cukup sampai di sini?

©©©

*Siwon POV*

Aku bukanlah anak kecil lagi saat ini. Aku juga bukan remaja awal lagi saat ini.

 

Awal kedewasaan, dimana aku harus bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk.  Awal kedewasaan yang mengharuskanku bisa memecahkan masalahku sendiri. Awal kedewasaan yang mengharuskanku untuk tetap tegar dan tetap berada di dalam ‘jalur’ kehidupanku. Tidak terpengaruh oleh masa lalu dan harus tetap menatap masa depanku yang akan datang.

 

Masalah awalnya adalah kabut masa laluku yang kembali menyelimuti permukaan atmosfer kehidupanku. Membawa kelembapan yang menyesakkan dada. Menutupi matahari masa depanku. Membuatku merasa bersalah atas kejadian di masa lalu.

Apakah semua ini bisa kembali terjadi? Apakah cinta itu bisa terulang kembali? Cinta yang setelah sekian lama kau lupakan karena kau sudah menemukan cinta lainnya. Aku tidak tahu.

Mengapa setiap orang selalu mudah jatuh dan masuk ke dalam perangkap cinta itu? Kenapa setiap orang menjadi lemah saat mereka harus berhadapan dengan yang dinamakan cinta?

©©©

*Jinki POV*

Setidaknya aku hanya berharap ia bisa melihatku.

 

Berbaliklah padaku.

 

Aku tahu ia tidak bisa ‘melihatku’. Tetapi aku yakin ia tahu apa yang kurasakan.

Kenapa ia begitu tenang menghadapi segalanya? Apa semuanya begitu mudah baginya?

 

Tidak. Kuyakin tidak. Aku tahu ia sulit sekali melupakan namja itu. Tetapi mengapa ia sama sekali tidak melihat ke belakang. Melihat padaku yang selalu memperhatikannya? Apa aku tidak bisa masuk ke dunianya? Apa aku tidak bisa tersenyum bersamanya?

Kenapa cinta bisa meruntuhkan ikatan persahabatan dengan begitu mudahnya? Mengapa aku tidak bisa lagi bersenda gurau seperti dulu dengannya? Apa karena ia sudah ‘tahu’? Bukankah itu baik? Ia tahu bahwa aku mencintainya. Kenapa ia tidak bisa berteman denganku lagi???

©©©

               “Yak-! Jin Ki-a!”

Sooyoung memukul meja belajarku dengan keras

“Waeyo?”tanyaku

Sooyoung berdecak kesal, lalu menggeleng pelan

“Apa kau memikirkan Tiffany?”

 

Kenapa ia bisa tahu?

“Oh, ayolah! Kau tahu, tugas ini harus kita kumpulkan besok pada Profesor Kim! Jangan memikirkan Fany terus! Setelah tugas ini selesai, kau bisa memikirkannya sepuasnya!”

Aku mendengus pelan,”Baiklah,”

©©©

*Tiffany POV*

“Tiffany Hwang!”keluh Taeyeon

Aku mulai memperhatikan ‘petuah’ yang akan diucapkan oleh sahabatku ini lagi.

“Kau tahu, Jin Ki itu mencintaimu! Sudahlah! Jangan berpura-pura tidak tahu. Jangan berpura-pura menutup mata dan telingamu padahal kau mendengarnya dengan jelas! Kau jangan terbawa gengsi! Tidak ada gengsi dalam urusan cinta, Tiff!”

Aku mendengus kencang,”Taeyeon-a,kau tahu kan aku tidak akan pernah serius dalam menjalani sebuah hubungan selama aku masih mengingatnya!”

“Ya,Tuhan!!!”keluh Taeyeon,”Sampai kapan kau akan mengingat namja itu dalam hidupmu? Toh kau lihat, ia sudah melupakanmu! Mana pernah ia sekarang meneleponmu? Mengirimimu pesan saja tidak pernah lagi! Itu masa lalu, Fany!”

“Lalu,aku harus apa?! Mendatangi Jin Ki dan berkata ‘Jinki-a,saranghae’. Taeyeon, jangan berpura-pura tidak tahu siapa aku. Aku bukan kau. Kita berbeda. Aku…”

“Aku tahu kau tidak mudah untuk jatuh cinta,”potong Taeyeon. Ia kemudian mengambil posisi duduk di hadapanku.

Ia menatapku serius, lalu menunjuk ke arah jantungku.

“Hatimu tidak akan berbohong siapa yang harus kaucintai saat ini,”ucapnya penuh makna, lalu kembali berdiri

“Aku mau pulang dulu,”pamitnya,”Susah sekali berbicara dengan orang yang sok jaga imej sepertimu. Sampai jumpa besok!”
BLAMMMM

Taeyeon menutup pintu apartemenku dengan kencang.

 

Hhhhmmmffftttt!! Apa yang harus kulakukan?

 

Aigo-!!! Tidak mungkin! No way!

 

“Fany-a, kau tahu, Jin Ki selalu mendengar ceritaku dengan serius jika aku bercerita tentangmu! Ia juga sering bertanya tentangmu. Hahahaha…kupikir ia memang jatuh cinta padamu!”ujar Sooyoung sambil bergurau siang itu

 

“Ya ampun,tiffany! Apa yang kau lakukan?”omel Taeyeon,”Kau sama sekali tidak berbicara satu katapun pada Jin Ki saat kalian sekelompok tadi?! Oh,God! Kau itu memang bodoh atau hanya berpura-pura,sih?! Harusnya kau bisa bercerita banyak padanya!”

 

               “Fany,Fany,Tiffany! Ayolah! Lupakan Siwon! Lupakan namja pabo itu! Lupakan yang bernama Choi Siwon jelek itu! Hidupmu bisa-bisa rusak jika terus-terusan mengingat namja itu!”

 

               “Jjagiya, saranghae! Tetaplah di sini sampai aku kembali. Jika kau tidak bisa menunggu sampai aku kembali, tetaplah tunggu aku. Setelah aku kembali, aku akan menuruti apa yang kauinginkan. Apapun. Jika kau ingin aku pergi lagi, aku akan menurutinya…”

 

Please baby baby baby

You’re always on my mind

But i’m afraid to let you see

Every single little thing you do to me

 

Aku tersentak kaget saat mendengar dering ponselku.

Nomor siapa ini????

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo…Mm Fany-a,”

 

Aku menahan nafasku saat mendengar suara siapa yang ada di telepon ini.

“Fany-a, apa kau sibuk siang ini?”tanyanya

Sibuk??Tidak. Aku tidak sibuk.

“Fany-a,”ucapnya

“Ah, Jin Ki-a,”balasku,”Mmm…kurasa tidak.Waeyo?”

“Mmm…”gumamnya. Kenapa dia? Sudah berani meneleponku tapi tidak berani bicara.

“Ada apa?”

“Bisa temui aku di taman?”

“Nde?!”pekikku tanpa sadar,”Eh, anu… taman mana?”
“Dekat sungai Han. Aku sudah di sini. Kau bisa ke sini tidak?”
“Hmm…”gumamku

 

“Sampai kapan kau akan mengingat namja itu dalam hidupmu? Toh kau lihat, ia sudah melupakanmu! Mana pernah ia sekarang meneleponmu? Mengirimimu pesan saja tidak pernah lagi! Itu masa lalu, Fany!”

 

Oke. Kim Taeyeon, kau menang saat inI!

“Baiklah. MAaf jika aku membuatmu menunggu. Aku akan ke sana,”

“Gwenchanayo. Aku akan menunggu sampai kau datang,”
Aku tersenyum ,”Bye,”

 

Omo-! Apa yang kupikirkan?! Tidak! Tidak!

 

Aku akan menunggumu sampai kau datang

 

Aku kembali tersenyum. Aah! Jin Ki-a!!!!

©©©

*Taeyeon POV*

“What?!”pekikku

“Waeyo?!”tanya Sooyoung panic mendengar pekikanku

Aku menunjuk layar laptopku yang menampilkan  profil twitter Siwon.

“Finally, back to Korea! T, wait me! I will meet you when I arrive in Korea,”baca Sooyoung

“T?”ucapnya, sepertinya untuk dirinya sendiri,”T. Huruf awal nama Tiffany Hwang”

 

Untuk beberapa saat, kami saling bertatapan serius.

“andwe!”pekikku bersamaan dengan Sooyoung

“kajja!”ajak Sooyoung sambil menarik tanganku keluar dari apartemenku

 

Sepuluh menit kemudian, kami sampai di depan apartemen Tiffany. Berkali-kali Sooyoung memencet tombol bel. Tidak ada jawaban.

“Aigo-! Ke mana anak ini?!”keluhku sambil menggaruk pelan kepalaku

“Omo-! Jin Ki!”pekik Sooyoung

“Waeyo?”tanyaku

“Jin Ki bilang tadi ia akan mengajak Tiffany ke Han river! Mereka pasti di sana sekarang!”

Aku membelalakkan mataku,”Aish! Kenapa kau tidak bilang?!”

“Ayo!”

 

Ini tidak boleh terjadi! Tidak. Tidak selama Tiffany hampir melupakan seorang Choi Siwon! Tiffany harus ‘benar-benar’ melupakan namja itu. Ia tidak boleh lagi mengingat masa lalu itu. She must forget him! Forever!

 

“Mianhae!”ucapku terburu-buru pada orang yang baru saja tertabrak olehku

©©©

*Siwon POV*

“Mau ke mana?”tanya eomma saat melihatku keluar rumah

“Ke rumah teman,umma! Tidak akan lama. Aku pasti pulang sebelum makan malam,”

Umma tersenyum,”Hati-hati. Kau baru sampai di Seoul,”

“Ne,”

 

Aku memacu mobilku perlahan menuju sebuah kawasan apartemen. Aku masih sangat hafal letak apartemen ini. Selama tiga tahun aku selalu mengingat-ingatnya. Tanpa sedikitpun melupakan detail dari daerahnya.

Kini, semua pertanyaanku sudah terjawab. Apakah semua ini bisa kembali terjadi? Apakah cinta itu bisa terulang kembali? Ya. Jawabannya Ya. Semuanya bisa terulang kembali dan kembali terjadi.

Aku yakin, Tiffany bukanlah orang yang mudah untuk jatuh cinta. Dan aku yakin ia masih mengingatku! Tidak melupakanku sama sekali. Sunny juga bilang begitu! Hahaha… bagaimanapun saat ini aku harus berterima kasih pada Sunny yang selalu memberikan kabar tentang Tiffany.

 

…kupikir namja yang bernama Lee Jin Ki itu menyukai Tiffany…”

 

               Aah, namja itu!

 

Bagaimana kalau namja itu berhasil mendapatkan Tiffany? Bagaimana jika seandainya Fany menerima namja itu? Dan bagaimana kalau… Ah, ani! Tidak. Ia tidak seperti itu.

 

“…sejauh yang kutahu, Tiffany tidak memberikan respon serius pada namja itu. Kau tahu kan, Fany itu orangnya seperti apa?”

               “Tidak mudah jatuh cinta?”

              “Yep. Kurasa Fany masih mengingatmu dan berharap kau kembali. Jadi, cepatlah kembali pabo! Sebelum Jin Ki merebut Fany!”

              

Aku tersenyum kecil setelah mengingat kembali percakapan terakhirku dengan Sunny, salah satu teman dekat Tiffany yang selalu bersedia kucerca dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai Tiffany.

 

Sebaiknya aku masuk saja. Sedikit sureprise untuknya!

“Aah,”ucapku sedikit meringis saat seseorang menginjak kakiku, lalu menubrukku

Yeoja itu??

“Mianhae!”ucap yeoja berambut kecoklatan itu tanpa menatapku. Ia terus mengikuti langkah temannya yang menarik lengannya.

“Taeyeon?”

Aku mengerjap berkali-kali untuk memastikan yang kulihat itu benar-benar Taeyeon, sahabat Tiffany.

Ya. Itu memang Taeyeon.

Tapi….kenapa ia terburu-buru seperti itu?

Atau….jangan jangan…

 

Aku langsung berlari menyusul Taeyeon. Ia terlihat masuk ke dalam sebuah sedan hitam. Sebaiknya kuikuti!

 

Lima menit kemudian, sedan hitam itu berhenti di tempat parkir.

“Han river?”ulangku setelah melihat keadaan sekelilingku

Pandanganku kembali teralih pada Taeyeon yang keluar bersama temannya yang tadi. Mereka sepertinya tampak terburu-buru. Ada apa ini?! Apa ini ada hubungannya dengan Tiffany?Jika tidak, mengapa perasaanku menjadi tidak enak?

Mataku menangkap bayangan ponselku.

“Taeyeon-a!”seruku di telepon setelah Taeyeon mengangkat teleponku. Dari dalam sini, aku masih bisa melihat Taeyeon yang sedang mencari-cari seseorang di luar sana sambil menempelkan ponselnya di telinga.

“Mm…”gumam Taeyeon

“Nuguya?”suara teman Taeyeon itu terdengar jelas di telepon. Kenapa nadanya berubah panic?

“Oppa, kau di mana?”tanya Taeyeon. Ia masih terlihat mencari-cari seseorang. Dan teman yeojanya itu juga ikut-ikutan seperti orang tersesat yang sedang mencari arah.

“Aku?”ulangku,”aah, aku di rumah. Kau di mana?”

Tidak. Jika aku mengatakan yang sebenarnya, aku tidak akan mendapatkan jawaban!

“Anu…di mall,”jawabnya

Bohong! Jelas-jelas ia di kawasan han river!

“Hmm…apa Tiffany di apartemennya saat ini?”

“Itu Fany!”seru temannya

Taeyeon menoleh ke arah yang ditunjuk temannya itu. Setelah itu, hanya terdengar suara nada sambung terputus.

Kulihat Taeyeon dan temannya itu berlari menuju salah satu sudut taman.

Apa yang mereka lihat?

 

Tiffany!

Aku berlari menyusul Taeyeon. Mereka masih terlihat berlari menemui seseorang.

Aku mempercepat lariku dan ikut berhenti ketika Taeyeon berhenti.

 

*Tiffany POV*

“Apa kau mau jadi yeojachinguku,Tiffany?”

Aku terdiam. Dan perlahan senyuman yang dari tadi terkembang di wajahku memudar.

Apa yang harus kulakukan?! Apa yang harus kujawab?!

Tidak. Tidak.

 

“Stephanie!”

Aku melihat Taeyeon dan Sooyoung berlari ke arahku. Kemudian ia berhenti dan mengatur nafasnya.

“Waeyo?”tanyaku

Taeyeong menggeleng. Aku beralih menatap Sooyoung. Ia tersenyum sambil mengatur nafasnya.

Kenapa mereka terlihat habis olahraga??Ini kan masih jam 2 siang? Kenapa berlarian seperti itu?

Anio…

 

“Apa yang terjadi?!”tanyaku sambil berdiri

Dari sudut mataku kulihat Jin Ki ikut berdiri.

“Apa yang terjadi?”ulang Jinki

Taeyeon menggeleng,”Tidak. Tidak apa-apa. Maaf aku mengganggu kalian,”

Sooyoung mengangguk membenarkan,”Tidak apa-apa. Kami hanya memastikan kau baik-baik saja,”

“Aku…baik-baik…saja?”ulangku

Sooyoung tersenyum meyakinkan,”Tadi kami ke apartemenmu, lalu kami tidak menemukanmu. Kupikir kau diculik atau apanya. Tapi…tapi….”

“Setelah berkeliling, kami menemukanmu di sini,”lanjut Taeyeon

Tidak mungkin. Pasti ada apa-apanya!

“Kami pulang dulu!”ucap Sooyoung

Ia kemudian menarik tangan Taeyeon menjauh. Aku masih menatap punggung mereka dengan pandangan bertanya-tanya.

“Tiffany-a,”

Aku menggeleng,”Chakkaman,”

“Fany-a, apa kau…”

“Andwe! Kalian bohong!”pekikku

 

“Sampai kapan kau akan mengingat namja itu dalam hidupmu? Toh kau lihat, ia sudah melupakanmu! Mana pernah ia sekarang meneleponmu? Mengirimimu pesan saja tidak pernah lagi! Itu masa lalu, Fany!”

“Fany,Fany,Tiffany! Ayolah! Lupakan Siwon! Lupakan namja pabo itu! Lupakan yang bernama Choi Siwon jelek itu! Hidupmu bisa-bisa rusak jika terus-terusan mengingat namja itu!”

“Ya,Tuhan!!!”keluh Taeyeon,”Sampai kapan kau akan mengingat namja itu dalam hidupmu? Toh kau lihat, ia sudah melupakanmu! Mana pernah ia sekarang meneleponmu? Mengirimimu pesan saja tidak pernah lagi! Itu masa lalu, Fany!”

               “Lalu,aku harus apa?! Mendatangi Jin Ki dan berkata ‘Jinki-a,saranghae’. Taeyeon, jangan berpura-pura tidak tahu siapa aku. Aku bukan kau. Kita berbeda. Aku…”

               “Aku tahu kau tidak mudah untuk jatuh cinta,”potong Taeyeon. Ia kemudian mengambil posisi duduk di hadapanku.

               Ia menatapku serius, lalu menunjuk ke arah jantungku.

               “Hatimu tidak akan berbohong siapa yang harus kaucintai saat ini,”ucapnya penuh makna, lalu kembali berdiri

               “Aku mau pulang dulu,”pamitnya,”Susah sekali berbicara dengan orang yang sok jaga imej sepertimu. Sampai jumpa besok!”
BLAMMM

               Taeyeon menutup pintu apartemenku dengan kencang.

 

Taeyeon tidak akan terlihat seperti tadi jika tidak ada masalah awalnya! Dan masalah yang bisa membuatnya seperti itu adalah…

 

“Oppa,”ucapku

“Stephanie!”

©©©

*Jinki POV*

Setelah Taeyeon dan Sooyoung berbalik lalu meninggalkan kami, aku kembali menatap Tiffany.

Ia masih terlihat berfikir. Apa yang dipikirkannya?

 

“Tiffany-a,”ucapku

Ia menggeleng. Matanya masih menatap punggung Taeyeon dan Sooyoung yang makin menjauh,”Chakkaman,”

“Fany-a, apa kau…”lanjutku

“Andwe! Kalian bohong!”ucapnya dengan nada dingin

“Apa?!”ulangku, namun terlambat. Ia sudah berlari menyusul Taeyeon dan Sooyoung.

Aku mengerenyitkan kening. Apa maksudnya ini??

 

Kulihat Sooyoung dan Taeyeon berhenti dan berdiri terpaku di tempatnya. Tiffany berhasil menyusul mereka dan ia menyeruak diantara teman-temannya itu.

Sepersekian detik kemudian, sikap tubuh Tiffany berubah. Sama seperti yang terjadi pada Taeyeon dan Sooyoung.

Aku mendekat ke arah mereka

“oppa,”desis Tiffany

“Stephanie!”seru seseorang

Aku menoleh ke sumber suara.

 

Seorang namja yang memakai kemeja putih bergaris-garis dan celana panjang hitam tersenyum pada Tiffany. Senyum itu…

 

“Oh God!”desis Taeyeon

 

Senyum itu bukanlah senyuman biasa! Itu biasanya senyuman yang ditujukan pada…

Apa namja itu yang bernama Choi Siwon??

 

Aku menoleh pada Tiffany. Ia menatap namja itu dengan pandangan kosong. Sama sekali tidak berkata apapun selain ‘oppa’ tadi.

“Annyeong,oppa!”sapa Sooyoung sambil melambai

Kulihat Tiffany mengerjap berkali-kali lalu menunduk menghindari tatapan namja itu.

“hai! Senang bertemu dengan kalian!”sapa namja itu lalu mendekat

“Lakukan apa yang seharusnya kau lakukan saat ini!”desis Taeyeon padaku sebelum namja itu berdiri tepat di hadapan Tiffany

“Apa?”tanyaku tidak mengerti

“Oppa,”ucap Taeyeon sebelum  namja itu sempat menyentuh Tiffany. Sepertinya mereka memang sudah lama tidak bertemu

“Ya?”ujar Siwon tersenyum pada Taeyeon. Ia menatapku sekilas.

“Hmm…”gumam Taeyeon,”Dia teman baru kami. Onew, ini Siwon oppa, dan oppa, ini Lee Jin Ki,”

Aku tersenyum pada namja itu dan mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan. Namun, kulihat namja itu menegang.

Kulirik Tiffany sekilas. Ia mengangkat wajahnya lagi. Dan… kenapa ia menangis?

 

“Oppa, mianhae,”ucapnya,”Dulu, sebelum kau pergi kau pernah memintaku untuk menunggumu. Dan setelah kau kembali, kau akan menuruti apa yang kuinginkan,”

Siwon beralih menatap was-was Tiffany,”Ya,” Ia mengangguk pelan. Aku bisa menangkap raut kekecewaan dari wajahnya. Sepertinya ia bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Sesuatu yang buruk, mungkin?

“Aku ingin kau menuruti keinginanku sekali ini saja,”lanjut Tiffany

Siwon merengkuh wajah Tiffany dan memaksa Tiffany menatapnya,”Apapun itu,”

Tidak! Aku tidak boleh marah! Tidak.

Aish-! Kenapa aku jadi ingin memukul namja itu?!

 

“Lupakan aku,”ucap Tiffany

©©©

*Taeyeon POV*

“Oppa, mianhae,”ucap Tiffany,”Dulu, sebelum kau pergi kau pernah memintaku untuk menunggumu. Dan setelah kau kembali, kau akan menuruti apa yang kuinginkan,”

Ya. Aku ingat itu. Tiffany pernah bercerita padaku tentang hal ini. Sesaat sebelum ia ‘menutup dirinya’ untuk laki-laki.

Siwon oppa beralih menatap was-was Tiffany,”Ya,”

“Aku ingin kau menuruti keinginanku sekali ini saja,”lanjut Tiffany

Siwon oppa merengkuh wajah Tiffany dan memaksa Tiffany menatapnya,”Apapun itu,”

Aku bisa melihat Tiffany mencoba menghindar dari tatapan mata Siwon. Yaah, aku tahu perasaan anak itu sekarang. Karena selama masa ‘panceklik’nya ia sering bercerita padaku sambil menangis. Apa yang akan dikatakannya?

Bagaimana dengan Jin Ki? Apa ia sudah mengatakan perasaannya?

Kuharap, Tiffany bisa memilih yang terbaik untuknya saat ini. Yaah.

 

“Lupakan aku,”ucap Tiffany singkat

 

Bahkan terlalu singkat untuk membuatku percaya apa yang baru saja dikatakannya. ‘Lupakan aku’. Dua kata yang sebenarnya begitu mudah diucapkan siapapun, tetapi tidak untuk Tiffany yang akan mengatakannya pada Siwon. Tetapi itu terjadi. Yaa…

Siwon melepaskan tangannya dari wajah Tiffany. Kini, ia menggenggam tangan Tiffany.

“Aku akan menurutinya,”ucapnya,”Yaa. Mianhae aku membuatmu menunggu sampai saat ini. Jebal, mianhae! Aku akan melupakan masa lalu itu. Tetapi tidak melupakanmu sepenuhnya,”

 

Aku melirik Jin Ki yang berdiri membeku di sampingku. Ia menatap kejadian itu tanpa berkedip. Seakan takut sekali saja berkedip akan melewatkan setengah dari kejadian ini.

 

Tiffany memeluk Siwon.

Yaah, aku tahu hal ini pasti sulit untuk seorang Stephanie Hwang.

Fany melepaskan pelukannya dan menatapku –atau  Jin Ki?

 

Siwon oppa beralih menatap Jin Ki. Ia tersenyum pada Jin Ki.

“Kuharap kau menjaganya dengan baik. Jangan pernah lakukan apa yang pernah kulakukan,”nasihat Siwon oppa

Jin Ki mengangguk sekali,lalu menatap Tiffany.

“Apa itu jawaban atas pertanyaanku tadi?”

Tiffany mengangguk

 

Siwon oppa menarik tangan Jin Ki dan Tiffany bersamaan. Ia menyatukan tangan mereka dalam genggamannya.

“Aku akan bahagia melihatmu bahagia, Fany-a,”

Tiffany mengangguk,”Mianhae,”

Siwon tersenyum kecil, lalu mengelus pelan rambut Tiffany.

Haaah! Kuyakin Jin Ki sudah mendidih saat ini! :D

 

“Aku…sebaiknya aku kembali. Hope you’ll happy, Stephanie!”

Siwon berbalik dan meninggalkan sepasang anak manusia ini *ya iyalah anak manusia (author ganggu)*.

“Mianhae,”desis Tiffany lagi

Setelah bayangan Siwon menghilang diantara pengunjung lainnya, Jinki memeluk Tiffany.

 

“Yaah!”ucapku,”Sebaiknya kita pulang juga,Sooyoung-a!Kajja! Perutku lapar lagi setelah melihat kejadian ini. Kajja!”
“Ya. Serasa berpuasa setahun setelah ini,”imbuh Sooyoung

“Bye!”ucapku bersamaan dengan Sooyoung

©©©

Bagus ga readers?? Yang mau komen silahkan, yg tidak juga nggak. Author ga maksa untuk komen di FF kali ini.Hehehe…. sampai jumpa di lain FF!!! Thanks for reading!^^ oiiyaaa….visit my blog yaaa www.saranghaemee.blogspot.com !^^

10 thoughts on “[Freelance] Forget Me Now

  1. waaaah akhirnya, tiffany milih jinki. sabar ya siwon ya…
    bisnya sapa suruh ngilang gada kabar*plak, digampar siwon*

    bagus kok ceritanya, bikin ikut tegang kaya fanny. hehehe *saking menghayatinya ^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s