[Freelance] True Love part 5

Title               : True Love Part 5

 

Author           : Eunhaekyu

 

Main Cast       : Super Junior Lee Donghae, Choi Hye ri, FT Island Choi Jong Hun

 

Support Cast  : Super Junior Eunhyuk, SNSD Jessica, Park Yunha, Member Super Junior

 

Genre             : Romance, Love, Friendship, Commedy

 

A.N                 : annyeong reader. Gomawo udah mau baca sampai part ini. Ah iya aku juga post FF ini di blog pribadiku.

Kyueunhaebiased.wordpress.com kunjungi blog kuu juga yaaa. Hehehehehehe promosi dikit…

 

Donghae’s POV

       “YAK, FISHY. Uhuk .. uhuk… lepas…kan peluk….kanmu Babo. A-aaku … tidak bis…saa nafas… uhuk uhuk” aku memeluknya dengan sangat erat. Erat sekali. Hatiku tenang dan damai. Akhirnya aku bisa membuat jantungku berdetak dengan benar. Aku sudah bisa menjangkau sumber kehidupanku dan ini sungguh melegakan. Kau tahu rasanya saat berjauhan dengannya? Kau seperti sedang sakau yang harus segera mendapatkan dopping agar kau kembali bisa menjalani hidupmu dengan benar.

 

“Jeongmal bogosshippeo Jaggi. Aku benar – benar merindukanmu. Kau tahu,aku bahkan tidak bisa berkonsentrasi saat aku di China“ aku melepaskan pelukanku dan menatapnya dengan lembut. Aigoo tiga bulan tidak bertemu dengannya sepertinya dia bertambah cantik saja. Pantas sekali banyak namja yang mendekatinya. Aiissshhh kalau aku ingat kejadian tadi membuat emosiku memuncak lagi.

“Jeongmall? Kau merindukanku? Aku sama sekali tidak mempercayaimu. Mana mungkin kau merindukanku kalau disana saja sudah ada Jessica yang menemanimu“ dia mengalihkan pandangannya padaku dan jelas sekali dia sedang marah padaku. Apa dia cemburu pada Jessica? Aku kan tidak ada hubungan apa – apa dengan Jessica.

 

“Jaggi, apa maksud kata – katamu tadi? Tentu saja aku merindukanmu. Aku merindukanmu sampai – sampai aku tidak bisa fokus pada setiap pekerjaanku dan aku tidak ada hubungan apapun dengan Jessica Jaggi. Aku dan dia hanya berteman dekat saja. Aku hanya mencintaimu dan menyayangimu. Dihatiku hanya terukir namamu seorang Jaggiya. Hanya ada Choi Hye ri di hati Lee Donghae“. Aku memegang kedua pipinya agar dia menatapku. Agar dia tahu kalau mataku ini hanya bisa melihatnya. Bukan yoeja lain. Bagaimana mungkin aku bisa melihat yoeja lain kalau di mataku saja hanya ada wajahnya saja. Dia yang aku inginkan melebihi apapun di dunia ini.

“Kau hanya sedang merayuku Lee Donghae. Jangan harap aku bisa termakan rayuanmu lagi. Kau fikir aku ini bodoh? Kau begitu mesra dengan Jessica tapi kau bilang hanya berteman dengannya? Aigoo Lee Donghae sudah cukup kau mempermainkanku. Pergilah pada Jessica kalau kau memang mencintainya“

 

Dia menepis tanganku yang sedang memegang pipinya dengan kasar. Astaga apa yang dikatakan Hye ri? Ngelantur sekali dia ini. Mana mungkin aku jatuh cinta pada Jessica? Apa dia masih belum tahu juga kalau aku hanya mencintai dia seorang.

 

“MWO? Jaggi,aku sama sekali tidak mencintai Jessica. Aku hanya mencintaimu. Mana mungkin aku mencintainya kalau seluruh cintaku sudah terfokus padamu. Kau salah faham Jaggi. Kau pasti melihat berita itu kan? Itu semua sama sekali tidak seperti yang kau bayangkan“. Aku kembali menggenggam tangannya. Dia berusaha melepaskan tanganku namun aku menggenggamnya semakin kuat. Aku tidak bisa kalau aku kehilangan yoeja ini. Aku tidak tahu bagaimana aku harus melanjutkan hidupku kalau sampai yoeja ini tidak ada dalam pelukanku.

 

Dia membuang mukanya dan tidak mau menatapku. Aku membelai rambutnya yang panjang itu dengan tangan kananku karena tangan kiriku masih menggenggam erat tangannya. Kemudian aku menyandarkan kepalaku di pundaknya.

 

“Aku tidak bisa kalau harus berpisah denganmu Hye ri. Kau sumber kehidupanku. Karena kau lah jantungku masih berdetak sampai saat ini. Kau tahu? Bahkan aku seperti mayat hidup saat kau bilang ingin berpisah denganku. Apalagi kalau kau sampai benar – benar memutuskanku. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada hidupku“

 

Hye ri’s POV

“Aku tidak bisa kalau harus berpisah denganmu Hye ri. Kau sumber kehidupanku. Karena kau lah jantungku masih berdetak sampai saat ini. Kau tahu? Bahkan aku seperti mayat hidup saat kau bilang ingin berpisah denganku. Apalagi kalau kau sampai benar – benar memutuskanku. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada hidupku“

 

’DEEGGGG’ sekujur tubuhku langsung membeku saat mendengar kata – katanya barusan. Tubuhku seakan kaku. Aku merasakan sesuatu yang menetes di pipiku dan lenganku. OMO aku menangis. Apa benar aku sebegitu berharganya bagi dia? Hanya dengan mendengar kata – katanya seakan – akan kemarahanku tiga bulan yang lalu langsung lenyap. Aku tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi. Apa karena aku begitu mencintai namja bodoh ini.

 

“Pertahananmu itu lemah sekali Hye ri“ batinku. Aku masih belum bisa berkata apapun pada namja ini. Lidahku kelu untuk mengeluarkan suara. Yang bisa ku lakukan hanyalah menangis.

 

“Jaggiya. Kenapa kau menangis? Uljima.. jangan menangis Jaggi. Aku tidak bisa kalau harus melihat yoejachinguku yang amat aku cintai ini menangis. Please forgive me. I know i’m wrong. Would you forgive me honey?” dia mengangkat kepalanya yang tadi menyandar pada bahuku. Dia menghapus air mataku dan memegang kedua pipiku.

 

“kau menang Lee Donghae. pertahananku memang lemah sekali. Aku….. aku…… aku hanya cemburu saja melihatmu begitu mesra dengan Jessica. Sedangkan saat itu kau sama sekali tidak memberi kabar padaku. Hal itu eehhhmmm….. membuatku semakin frustasi“ setelah mengatakan hal itu aku mengalihkan pandanganku darinya. Aku malu sekali. Aku yakin pipiku pasti sudah memerah karena malu.

 

Dia mengembalikan posisi kepalaku kembali sehingga aku kami kembali bertatap muka. Dia tersenyum dengan sangat maniiisss dan terlihat sekali kalau dia bahagia mendengar kata – kataku tadi. Dia mendekatkan wajahku ke wajahnya. Kini jarak kami hanya beberapa cm saja. Mukaku seperti memanas dan aliran darahku seperti mengalir dengan begitu cepat. OMO apa dia akan menciumku? Aku memejamkan kedua mataku dan sepertinya dia juga melakukan hal yang sama. Sedetik kemudian bibirnya sudah menempel pada bibirku.

 

Dia melumat bibir ku dengan lembut. Aku pun membalas ciumannya. Aku melingkarkan kedua tangaku di lehernya dan tangannya masih setia memegang kedua pipiku. Aku sungguh menikmati ciuman pertamaku ini. Aku memang pernah berpacaran sebelumnya namun aku baru pertama kami ini melakukan ciuman.

 

“Saranghae Jaggiya. Jeongmal saranghamnida. Jangan pernah lagi mengatakan kalau kau ingin berpisah denganku“ Dia melepaskan ciumannya kemudian kembali memelukku sambil berbisik. Tentu saja aku membalas memeluknya.

 

“Naddo Hae~ya. Ne aku tidak akan pernah meninggalkanmu“

 

Author’s POV

Donghae mengemudikan mobilnya menuju dorm. Di dorm sudah sangat ramai. Para member sedang berkumpul karena memang mereka sudah lama tidak berkumpul bersama. Di dorm juga ada Yunha yang sedang duduk manis disamping Yesung yang sedang menggendong Ddangkoma.

 

“Donghae~ya kau kemana saja? Aku merindukanmu Hae~ya. Kita sudah lama tidak bertemu tapi kau malah tidak cepat – cepat pulang. Kau tidak merindukanku?“ Eunhyuk berlari kearah Donghae kemudian memeluknya. Hye ri yang ada di dekat Donghae langsung menjauh dan tidak mau mengganggu adegan mesra EunHae couple ini.

 

“Yunha~ya mianhae. Aku menghilang akhir – akhir ini. Joengmal mianhae“ Hye ri mendekat pada Yunha dan meminta maaf padanya. Namun Yunha tetap cuek dan malah asyik bermain dengan Ddangkoma. Yunha marah

sekali pada sahabatnya itu.

 

“Yunha~ya. Kau marah padaku? Mianhae Yunha. Jeongmal mianhae. I’m really – really sorry. Please forgive me. I promise, when I go somewhere I will not repeat that again. But yet please, give me your apology?” Hye ri mengucapkan permintaan maafnya dengan sedikit memohon.

 

Yunha yang sudah menahan tawanya sudah tidak sanggup lagi berakting. Dia memang tidak bisa marah pada sahabatnya itu. Akkhirnya dia tertawa dan memeluk sahabatnya itu.

 

“YAK, Hye Ri Babo. Kau tahu sendiri aku tidak betah kalau marah padamu. Sudahlah aku memaafkanmu. Tapi jangan diulangi lagi. Kami benar – benar khawatir padamu. Aku bahkan sampai merepotkan oppadeul untuk mencari tahu keberadaanmu. Memangnya kau dimana selama ini, hah?“

 

“Jinjjayo? Waaaaaaaaa gomawo Yunha~ya. Mianhae oppadeul. Aku sudah merepotkan kalian. Jeongmal mianhae. Lagi pula aku tidak akan seperti ini kalau bukan karena ulah si ikan itu“ Hye ri melirik Donghae tajam. Kontan saja Donghae yang sedang ber EunHae ria langsung mengakhirinya.

 

“Kau masih marah padaku Jaggi? Bukannya tadi kau sudah memaafkanku? Aiissshhhh kau ini suka sekali emosi Jaggi. Apa aku perlu menciummu lagi supaya kau memaafkanku?“ Donghae berbicara sangat keras namun dengan mimik wajah innocentnya. Langsung saja Hye ri menjitaknya dengan keras.

 

’PLLEEETAAAKK’ jitakan keras mendarat dengan sempurna di kepala Donghae. “YAK, apa yang kau katakan, hah? Aiissshhh kau ini. Siapa yang berciuman“

 

“aigoo kau juga pelupa Jaggi. Beberapa waktu lalu kita kan berci………“ belum sempat Donghae menyelesaikan kata – katanya Hye Ri sudah membungkam mulut Donghae dengan tangannya.

 

“OMO OMO Hae~ya. ternyata kau sudah berciuman dengan Hye ri? Aiiissshhh kalian sudah baikan ternyata?“ Leeteuk menghampiri Donghae kemudian merangku lundaknya.

 

“YAK, Lee Donghae? kau menghianatiku? Kau jahat sekali Hae~ya. kalau begitu aku juga mau ciuman denganmu Hae“ Eunhyuk berkata sambil merangkul Donghae dan hendak menciumnya namun dengan kilat Hye ri menarik Donghae untuk mendekat dengannya dan memeluknya dari samping.

 

“YAK, LEE HYUK JAE. Jangan pernah menyentuh namjachinguku. Arasso! Carilah pacar sendiri. Kau ini membuatku cemburu saja. Jangan dekati Lee Donghae-ku lagi“ Hye ri memeluk Donghae dengan erat sekali dan hal ini membuat semua member tertawa. Donghae yang saat itu senang dengan perlakuan Hye ri juga membalas memeluk Hye ri.

 

***

Hye ri menceritakan kejadian beberapa waktu lalu pada semuanya. Bahkan masalah kecelakaannya pun dia ceritakan. Karena sepertinya tidak ada gunanya juga berbohong. Hye ri menceritakan seluruh kejadian dengan lengkap tanpa ada yang disembunyikan. Bahkan mengenai Choi Jong Hun.

 

Setelah menceritakannya Donghae memeluk Hye ri sangat erat dan meminta maaf padanya. Donghae merasa bersalah karena hampir saja membuat yoeja yang dicintainya meninggal. Namun disisi lain Donghae merasa cemburu karena saat Hye ri sedang dalam keadaan kritis Jong Hun lah yang ada disampingnya. Bukan dirinya.

***

Hari sudah sangat larut. Hye ri pulang diantar oleh Donghae karena Donghae khawatir terjadi sesuatu padanya. Dia melarang Hye ri mengendarai mobil sendiri. Akhirnya dengan terpaksa Hye ri meninggalkan mercy nya di dorm.

 

Hye ri’s POV

Kini aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumahku. Aku terpaksa meninggalkan mobilku di dorm karena Donghae melarangku mengemudikan mobilku sendiri. Aiisshh dia terlalu khawatir sekali. Aku kan juga bisa sendiri.

 

“Hae~ya. Aku besok harus kuliah. Kalau mobilku di dorm bagaimana aku ke kampus? Ferarri ku sedang di perbaiki dan AUDI ku juga masih aku service. Aku sudah tidak ada mobil lain Hae“ aku memandangnya yang sedang mengemudikan mobil. Meskipun dia tidak begitu pintar mengemudikan mobil namun dia terlihat tampan saat menyetir.

 

“tenang saja Jaggi. Kan masih ada aku. Apa kau tidak menganggapku Jaggi? Kan masih ada aku yang bisa mengantarmu. Kau jahat sekali tidak menganggapku Jaggi“ Donghae sedikit cemberut karena perkataanku. Aissshh cepat sekali mengambek sih. Beginikah susahnya kalau berpacaran dengan namja yang seperti dia. Suka sekali ngambek dan nangis.

 

“Bukan begitu yoebo“ aiisssshhh aku menggunakan kata menjijikkan itu. Tak apalah setidaknya dengan begitu dia tidak akan ngambek lagi. “aku kan tidak tahu kalau kau mau mengantarku. Apakah besok kau tidak ada jadwal yoebo?“ lagi – lagi aku menggunakan kata – kata menjijikkan itu lagi. Tenag Hye ri tenang, ini semua demi namja Babo itu.

 

“Kau memanggilku ’yoebo’ Jaggi? Aiisshhh senangnya diriku. Ne Jaggi. Aku tidakk ada jadwal sampai tiga hari kedepan. Jadi selama tiga hari aku bisa menemanimu“ dia sudah kembali ceria seperti sedia kala. Senyumnya mengembang dan tampak sekali kalau dia bahagia. Padahal hanya dengan kata – kata yoebo saja. Namjachingu-ku aneh sekali.

 

“geurae? Kalau begitu selama tiga hari kau harus menemaniku setiap hari. Ini sebagai hukuman saat kau di China kemarin“ kataku dengan sedikit bersungut. Padahal aku ingin tersenyum namun aku masih terlalu gengsi untuk blak – blak an terhadap perasaanku padanya.

 

“Ne Jaggi. Aku akan menemanimu kemanapun kau mau selama tiga hari berturut – turut“ dia mengelus pipiku sebentar kemudian kembali terfokus pada jalanan. Aigooo aku benar – benar jatuh cinta pada namja ini. Dia benar. Aku pun tak bisa kalau harus berpisah dengannya. Jangankan berpisah, berjauhan sebentar saja sudah membuatku sesak nafas dan rasanya susah sekali memompa jantungku agar terus berdetak. Tapi saat didekatnya jantungku kembali normal dan paru – paruku juga serasa berfungsi kembali dengan baik. Beginikah rasanya cinta mati pada seseorang?

 

       Jong Hun’s POV

Hari ini aku mendatanginya ke kampus. Sejak kejadian dua hari yang lalu dia seperti menghindariku. Bukannya sseperti tapi dia memang sudah menghindariku. Aku mengirimnya sebuah pesan namun tak satupun pesanku yang dibalas. Aku mencoba untuk menghubunginya namun dia tak mau mengangkat telpon dariku. Aiiissshhh apa dia mau menyiksaku, hah? Apa dia tidak tahu kalau hatiku sakit sekali dia memperlakukanku seperti ini. Aku tahu aku salah tapi mengapa harus menghindariku? Aku tidak bisa kalau harus berjauhan dengan yoeja yang aku cintai.

 

Aku menunggunya di parkiran dekat pohon maple. Aku tahu dia selalu memarkir mobil nya di tempat ini. Aku menunggunya sambil bersandar pada pohon itu. Saat aku memperhatikan pintu gerbang aku memerhatikan ada mobil AUDI hitam memasuki gerbang dan berhenti di dekat pintu gerbang. Dari dalam mobil ada seorang yoeja yang keluar dengan membawa setumpuk buku di tangannya. Aku memerhatikan yoeja itu dengan seksama dan aku menyadari sesuatu kalau yoeja itu adalah Hye ri.

 

“diantar siapa dia? Apakah appa nya sudah pulang? Tapi bukankah AUDI nya berwarna putih?” aku beranjak dari tempatku dan berjalan mendekatinya. Namun belum sempat berjalan jauh ada seorang namja yang juga keluar dari AUDI hitam itu. Aku menghentikan langkahku dan kembali memperhatikan mereka. Namja itu berjalan mendekati Hye ri kemudian mengecup keningnya sekilas. Dia juga mengacak – acak rambut Hye ri pelan kemudian memeluknya. Setelah itu melambaikan tangannya dan kembali masuk ke AUDI hitam tersebut.

 

Tubuhku menegang. Seperti ada gejolak yang aneh di tubuhku. Darahku seakan memanas dan tanpa sadar aku mengepalkan kedua tanganku. Aku cemburu melihat kemesraan Hye ri dengan namja itu. Apa namja itu yang membuat Hye ri stress beberapa waktu lalu sampai membuatnya hampir kehilangan nyawanya? Dan aku sepertinya pernah melihat namja tadi. Wajahnya sepertinya familiar sekali.

 

Donghae’s POV

Perasaanku sedang berbunga – bunga saat ini. Kalian tahu kenapa? Tentu saja karena yoejachinguku ini. 3 hari ini kami sudah seperti pasangan normal lainnya. Kencan, mengantar jemput ke kampus dan jalan – jalan bersama. Ahhh senang sekali rasanya. Saat bersamanya waktu seperti berjalan sangat cepat sekali sampai aku tak menyadarinya. Meskipun hanya tiga hari setidaknya aku sudah berusaha membahagiakannya dan menebus kesalahanku waktu itu. Mianhae Jaggi, aku memang bukan namja yang bisa selalu ada untukmu. Tapi aku berani pastikan bahwa cintaku dan hatiku akan selalu ada untukmu. Hanya untukmu.

 

Hari ini seperti biasanya aku mengantarnya ke kampus. Aku masuk ke gerbang Kyunghae kemudian berhenti di depan sebuah taman universitas itu. Dia keluar dari mobilku. Namun sedetik kemudian aku juga mengikutinya keluar. Aku merindukannya lagi. Padahal baru sedetik yang lalu dia turun dari mobil ku. Bahkan aku masih bisa melihat nya karena dia masih sibuk menata buku – bukunya di depan mobilku. Tapi aku sudah merindukannya. Aiissshhh yoeja ini sudah memporak porandakan hatiku saja.

 

“Jaggi… tunggu sebentar“ aku melepas sabuk pengaman kemudian keluar dari AUDI putihku. Aku berjalan mendekatinya kemeudian langsung mengecupnya sekilas. “aku merindukanmu Jaggi“ setelah itu aku mengacak – acak rambutnya pelan.

 

“Yak, Lee Donghae. baru sedetik yang lalu aku turun dari mobil. Aku bahkan belum menghilang dari pandanganmu itu. Tapi kau sudah merindukanku? Aiissshhh kau aneh sekali. Apa jadinya kalau aku sampai pergi selama satu minggu“

 

“MWO? Kau mau kemana Jaggi? Andwae! Kau tak boleh kemana – mana. Kau harus tetap berada pada jarak pandangku supaya aku terus bisa melihatmu. Memangnya kau mau kemana Jaggi? Kau tega sekali meninggalkanku disini sendiri. Apa kau tak tahu kalau aku bakalan tersiksa setengah mati kalau sampai kau jauh dariku“ mataku sudah hampir berkaca – kaca. Kalian pasti tahu kalau aku itu cengeng sekali. Apalagi kalau berhubungan dengan hal ini.

 

“Aiisssshhhh. YAK YAK. Jangan menangis seperti itu. Kau itu cengeng sekali Hae. Aku ditunjuk oleh Kim Seonsaengnim untuk menjadi salah satu duta seni dari sini. Sebenarnya Kyuhyun oppa yang ditunjuk tapi karena Kyuhyun oppa sibuk jadi Kim Seonsaengnim menunjukku“ dia memberiku penjelasan panjang lebar namun tidak membuatku tenang juga. Aiissshhh satu minggu itu lama sekali. Bagaimana kalau aku merindukannya?

 

“MWO? Jadi Kyuhyun yang sebenarnya menjadi duta Seni? Aiissshhh itu salah kalian karena kalian mempunyai IQ yang tinggi. Tunggu sebentar. Kau tadi memanggil Kyuhyun dengan sebutan OPPA? YAK Jaggi. Dia ini lebih muda dariku tapi kau malah memanggilnya oppa, sedangkan aku namjachingumu kau tidak memanggilku oppa“

 

“Aissshhh kau ini pencemburu sekali Hae. Karena sebutan saja kau sampai menangis seperti ini. Ara ara, aku masuk kelas dulu. Bye“ dia melambaikan tangannya padaku kemudian beranjak meninggalkanku. Aku dengan langkah lunglai kembali memasuki AUDI ku dan meninggalkan Universitas itu.

 

Hye ri’s POV

Aisshhh cengeng sekali dia. Bagaimana mungkin seorang namja bisa cengeng seperti itu. Seperti yoeja saja. Apa dosaku di masa lalu begitu besar sampai aku mendapatkan seorang namja yang cengeng seperti dia. Aigoo malang sekali nasibku ini. Tapiii tak apalah. Setidaknya namjachinguku seorang member boyband terkenal. Hahahahaha. Jahat sekali aku ini. Aku juga mulai merindukannya. Padahal baru beberapa menit yang lalu kami berpisah. Aiisshhh Lee Donghae Babo itu.

 

“Hye ri~ya. tunggu sebentar. Aku ingin berbicara denganmu. Please give me time for speaking.“ aku mendengar seorang namja berteriak padaku. Aku kenal suara ini. Pasti namja itu lagi. Mau apa dia ke kampusku? Aiisshhh membuat mood ku jelek saja. Padahal masih pagi begini. Aku sedang malas berbicara dengannya. Jadi aku pura – pura tidak mendengar dan terus berjalan tanpa menghiraukannya. Aku masih kesal dengan kejadian di rumah sakit waktu itu. Kurang ajar sekali namja itu padaku.

 

“Hye ri~ya please. Berhenti sebentar atau aku akan melakukan hal itu lagi padamu di depan umum“ langkah kakiku terhenti seketika. Aiisshh jadi sekarang dia juga mulai bisa mengancamku? Semakin membuatku sebal saja padanya. Aiisshh Eottokhae?

 

“Waeyo?“ akhirnya aku menoleh dan berbicara padanya dengan sangat malas. Mood ku berubah menjadi jelek sekarang ini. “kau ingin bicara apa padaku. Cepat katakan, aku sedang sibuk“

 

“aku…. aku…. aku tidak akan meminta maaf padamu tentang kejadian di rumah sakit wakti itu. Aku melakukannya karena aku mencintaimu. Aku menyesal karena dulu telah meninggalkanmu. Tapi Hye ri aku mohon padamu. Kembalilah padaku. Aku sungguh – sungguh mencintaimu“ kata – katanya barusan sungguh membuatku speeachless. Dadaku serasa sesak. Bukan, bukan karena aku masih mengharapkannya. Namun karena aku malah semakin membencinya. Dia seenaknya sekali padaku. Mencampakanku dengan wanita lain, menciumku sembarangan dan sekarang memintaku untuk kembali padanya. Apa dia fikir aku ini mainan? Seenaknya saja mempermainkanku.

 

“MWO? Kembali padamu? Setelah kau berbuat hal menjengkelkan seperti itu kau masih mau memintaku kembali padamu? Aigoo kau hebat sekali Jong Hun~ssi. Atau lebih tepatnya tidak tahu malu. Apa kau tak sadar perlakuanmu itu sudah membuatku sakit hati, hah? Tapi maaf saja tuan. Aku tidak mau kembali padamu. Permisi saya sedang sibuk“ aku membalikkan tu buhku dan beranjak meninggalkannya. Namun tangannya yang kekar itu mencengkram bahuku dengan kuat dan menahanku untuk pergi.

 

“Waeyo? Aku tahu kau masih mencitaiku Hye ri~ya. Kau tidak akan bisa hidup tanpaku. Jadi mengapa kau tidak mau kembali padaku? Apa karena namja tadi? Namja cengeng seperti itu tadi pilihanmu? Apa karena dia member boyband terkenal jadi kau lebih memilihnya daripada aku? Kau naif sekali Hye ri“

 

’PLAKKK’ aku menamparnya dengan sangat keras. Berani sekali dia menjelek – jelekkan Lee Donghae dan aku? Kini aku semakin bersyukur berpisah dengannya. Setidaknya Lee Donghae lebih baik dari dirinya.

 

“Jaga bicara anda Kim Jong Hun~ssi. Anda tidak berhak mengatakan hal itu karena anda tidak tahu apa – apa mengenai kami. Kini aku merasa beruntung bisa berpisah dengan anda dulu karena dengan begitu aku bisa mendapatkan seorang namja yang benar – benar tulus mencintaiku“ aku menyentakkan tangannya yang sedang ada di bahuku dengan kuat. Kemudian aku berjalan meninggalkannya. Aiisshhh cengkramannya kuat sekali. Bahuku terasa ngilu sekarang. Sepertinya aku harus check up lagi nanti. Aku akan minta surat rekomendasi agar aku bisa check up ditempat lain.

 

TBC

5 thoughts on “[Freelance] True Love part 5

  1. udah ada tanda2 bakal ada konflik nih, jong hun mau beraksi. . .
    Makin seru. . . .
    Aku kok ngebayangin jong hun tu jonghun ft islaod ya n author tu kyk y ada yg salah dah pas POV jonghun dia bilang mobil hae hitam n bapak y chaeri tu putih Tapi kok pas POV y hae, hae y bilang mobil y putih. . . .
    Tu ja sih. . .
    Lanjut, d tunggu ya. . .

  2. ya ampuuun donghae so sweet banget si? Jadi terharuuu… :)
    jadi bener2 mau jadi hyeri deh :)

    hadeuh jonghun kok gitu banget si? Udah tau hyeri pacaran ma donghae, malah dijelek2kan lagi. Enak aja ngatain donghaeku. Huh…

    Makin seru aja ceritanya. Lanjuuut ah… :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s