[Freelance] Separation

Tittle: Separation

Author: Kang Hyun Rim

Main Cast: Lee Donghae, Park Chaeri (OC)

Support Cast: Son Dong Woon

Rating: PG 13

Genre: Romance

Waring: FF ini aneh dan banyak typo jadi kalo gak suka FF ya maaf aku baru belajar :D

Ps: FF ini pernah aku post di blog ku :D http://dreamlandoffanfiction.wordpress.com/

Disclaimer: Donghae punya emak bapaknya tapi FF ini murni punyaku sendiri!

Let’s check this out! :D

****

 

 

TAIPEI

 

Donghae menarikan jarinya di permukaan jendela yang mengembun. Menuliskan nama seseorang lalu menghapusnya kembai. Terus seperti itu hingga tak ada lagi celah yang tersisa untuknya menulis lagi. Donghae meniup nafasnya hingga uap itu kembali memenuhi jendela dan dia mulai menulis kembali.

Zhou Mi menepuk bahunya pelan, membuyarkan lamunan Donghae, “makan dulu. Sudah jam makan siang sekarang” ujarnya lembut. Donghae menggeleng, “aku tidak lapar, ge” ujarnya lemah. Zhou Mi menghela nafas. Menyerah untuk memaksa lelaki berambut blonde itu untuk makan. Matanya ikut menerawang ke balik jendela. Dimana hujan masih membasahi segala hal di sekitar dorm mereka.

Zhou Mi meremas bahu Donghae pelan sebelum ikut bergabung bersama member lain untuk mendiskusikan menu makan siang mereka. Donghae menghela nafas, lalu kembali asik dengan aktivitasnya.

Sudah beberapa minggu terakhir dia seperti ini. asik dengan dunianya sendiri meski disekitarnya dunia berputar penuh hangar bingar. Dia sudah lupa bagaimana caranya tertawa semenjak dia dengan bodohnya membuat Chaeri pergi dari sisinya.

“annyeong!” suara Jungri terdengar ke seantero dorm, Eunhyuk dan Henry yang tadinya sedang ribut menentukan menu makan siang langsung diam dan jelas-jelas menampakkan wajah tidak suka. Henry tiba-tiba merebut kertas yang berisi beberapa menu pilihan member lain dari tangan Zhoumi, “sudah biar aku saja yang beli” dia lalu melirik Eunhyuk, “ge, mau ikut?”

Eunhyuk mengangguk lalu bangkit dari sofa, “kami pergi dulu” ujarnya singkat lalu bersama Henry berjalan melewati Jungri yang membawa dua kantung plastik besar ditangannya. Jungri mengernyit, mereka berdua jelas-jelas tidak suka dengan kehadirannya. Tapi kenapa?

Zhou Mi berdehem mencoba mencairkan suasana setelah Henry dan Eunhyuk menghilang dibalik pintu, “wah makanan” serunya lalu menghampiri Jungri diikuti Ryeowook. Mereka berdua lalu membantu Jungri membawa plastik-plastik besar itu ke dapur.

Sedangkan Kyuhyun, Sungmin, dan SIwon tidak memberikan reaksi apapun. Mereka bertiga memang tidak berminat masuk ke dalam lingkaran kehidupan asmara Donghae. Mereka tidak mau menghukum siapa yang salah dan siapa yang benar disini. Tidak membela Donghae atas semua yang dia lakukan namun tidak menyalahkannya juga.

Berbeda dengan Eunhyuk dan Henry. Dua lelaki itu memang menjauh dari Donghae semenjak Chaeri meninggalkan mereka ke Jerman. Untuk masalah Eunhyuk, Donghae tidak bisa melakukan apapun. Dia sendiri syok saat tau Seokyung memiliki perasaan lebih untuknya. Padahal selama ini yang dia tau hanya Seokyung sahabatnya. Donghae tak pernah sekalipun memiliki perasaan khusus untuk sahabatnya itu.

Seandainya saja dia tau dari awal. Dia tidak perlu kehilangan dua sosok yang berarti bagi hidupnya. Seokyung tidak pernah lagi mau menemui atau menghubungi-nya dan Eunhyuk menjauhi Donghae. tentu saja, dia pasti sakit hati karna Seokyung lebih memilih menghabiskan waktunya secara sia-sia dengan Donghae.

Henry, dia dan Chaeri memang sudah dekat bahkan semenjak Henry menjadi trainee. Hanya sahabat biasa, namun bagi Henry gadis itu berarti besar karna dial ah orang pertama yang mengajak Henry berbicara. Tidak salah juga jika Henry ikut menjauhi Donghae. siapa yang tidak sakit saat sahabatmu pergi karna sesuatu yang dia sebut ‘kebahagiaan’ justru berbalik menyakitinya?

“hae-ya. makan dulu ya? kata Zhou Mi kamu belum makan apa-apa sejak semalam” suara Jungri lagi-lagi membuyarkan lamunan Donghae. pria itu dengan amat sangat terpaksa menarik kedua sudut bibirnya dan mencoba membentuk sebuah senyuman meski terkesan menyedihkan.

Biar bagaimanapun di sudut hatinya yang paling dalam Donghae tidak bisa berhenti menyalahkan Jungri. Karna dia yang memaksa mengucapkan kata-kata itu di rumah sakit semuanya jadi hancur seperti ini. kalau saja wanita yang berdiri disampingnya ini tidak depresi karena Joon Kyeong menggugatnya cerai, Donghae pasti sudah menendangnya jauh-jauh.

Tapi karena kondisi Jungri, Donghae tidak bisa melakukan apapun selain membiarkan Jungri berkeliaran disisinya dan menghancurkan hidupnya. Termask Donghae harus kehilangan orang yang dia cintai, Park Chaeri.

“aku tidak lapar Jungri-ya” jawab Donghae pelan. Dia lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke kamarnya, “aku mau tidur. Tolong jangan ada yang ganggu. Aku lelah sekali”

“donghae-ya jangan lupa rapikan pakaianmu! Besok kita harus ke Thailand!” teriak Sungmin yang hanya dibalas oleh anggukan lemah dari Donghae sebelum pria itu menutup pintu kamarnya.

*****

HEIDELBERG

Chaeri berjalan perlahan ke depan jendela. Menatap tetes demi tetes air hujan yang menuruni jendela kamarnya. Matanya menatap kosong pada pemandangan jalan di depannya. Dan entah kenapa pikirannya malah kembali melayang ke masa itu. saat dia,masih dengan bahagia-nya berjalan di sisi Donghae di tengah hujan deras yang mengguyur kota Seoul.

Dia sempat merasakan kebahagiaan itu. saat dimana dia merasa Donghae miliknya, hanya miliknya. Selalu merasa pria itu juga merasakan hal yang sama. Tapi nyatanya, semua berkebalikan.

Ternyata selama ini hanya dia lah yang mencintai. Selama ini hanya dia yang bahagia dengan hubungan ini. menyakitkan saat tau itu semua. Dia sampai tidak bisa tinggal lebih lama untuk menanyakan kebenaran itu pada Donghae. Di sini -di hatinya- rasanya sungguh sesak.

Chaeri tersentak kaget saat seseorang menepuk bahunya pelan. Gadis mungil itu memutar tubuhnya dan mendapati Hyo Jin sedang tersenyum lebar dengan dua tangan di sembunyikan di balik punggungnya, “tebak aku punya apa!” sahutnya ceria.

“poster Super Junior lagi?” jawab Chaeri asal. Hyo Jin menggeleng, “lebih spektakuler dari itu”

“ah~ foto-foto topless mereka?” Hyo Jin tertawa keras mendengar jawaban Chaeri, “aku tidak se mesum itu, tau”

Chaeri tampak berfikir lagi sebelum akhirnya menyerah, “sudah ah aku lelah. Aku mau tidur ya eonni” ujarnya lalu berbalik menuju kamarnya.

Jung Hyo Jin adalah teman satu flat Chaeri. Gadis itu merupakan salah satu dari sekian banyak ELF. Dia memiliki semua koleksi tentang Super Junior lengkap tanpa kurang satu benda pun.

Dulu Chaeri pikir dengan pindah ke sini dia tidak akan lagi mendengar atau melihat tentang Super Junior lagi. Tapi ternyata dia salah, Hyo Jin justru lebih parah dari fans-fans yang sering dia lihat di depan gedung SM.

Kadang yang bisa Chaeri lakukan saat Hyo Jin mulai membicarakan tentang Super Junior hanya satu. Menghindar. Seperti yang dia lakukan tadi. Mungkin terlihat tidak sopan tapi itu lebih baik dari pada Chaeri menceritakan semuanya pada Hyo Jin. Menceritakan bahwa dia dekat dengan Super Junior karna dia, Park Chaeri adalah sepupu dari Park Jung Soo dan –mungkin- kekasih dari Lee Donghae.

“Chaeri-ya tunggu!” Hyo Jin menahan pergelangan tangan Chaeri, “baiklah akan langsung aku tunjukkan” gadis itu menarik tangannya dan memperlihatkan dua kertas berbentuk persegi panjang ke depan wajah Chaeri, “taraaa” .

“igeo mwoya?”

“tiket K-POP Wave di Thailand. Kau mau kan temani aku kesana. Nanti bukan hanya aku yang bisa bertemu dengan Super Junior. tapi kau juga bisa bertemu dengan B2ST!”

“he? Serius? Eonni mau mengajakku?”

“tentu. Ayolah Chaeri-ya ku mohon. Appa akan menarik tiketnya jika aku tidak menemukan teman untuk pergi ke sana. Kau mau ya?”

Mereka pasti datang. Super Junior pasti datang kan? apakah Chaeri sanggup melihat pria itu di atas panggung, di tempat yang membuat sosoknya makin bercahaya itu?Tapi ini bukanlah ide yang buruk juga. Setidaknya Chaeri tahu perkembangan sosok orang yang dia cintai dan sosok kakak terbaik yang pernah dia miliki tanpa ada satu orang pun yang menyadari kehadiran Chaeri

“baiklah aku ikut”

Hyo Jin tersenyum lebar lalu memeluk tubuh Chaeri erat, “gomawo”

****

BANGKOK

Teriakan ELF menggema di udara saat Super Junior baru saja memulai lankah mereka keluar dari pintu kedatangan. Leeteuk sudah memulai aksinya untuk tersenyum menyapa fans-fans mereka yang menanti di sisi kanan dan kiri. Donghae menarik napas lalu menarik kedua sudut bibirnya untuk tersenyum kecil.

Dia masih belum bisa memperbaiki mood-nya karna selama di pesawat tadi Jungri duduk disebelahnya. Wanita itu sibuk berbicara mengenai hal yang menurut Donghae tidak penting sama sekali. Tentang kehidupan Jungri setelah hubungannya dan Donghae berakhir.

Donghae ingin sekali bilang bahwa kehidupan Jungri bukan lagi urusannya. Hubungan mereka berakhir pun bukan Donghae yang meninginkannya. Jika saja Donghae bisa bersifat kejam kepada wanita dia pasti akan mengatakan jika inilah hukum karma bagi Jungri –bagi seorang wanita penghianat tepatnya.

Tapi sayang sejak kecil Donghae sudah di didik untuk menghargai wanita dan tidak melukai perasaannya sedikitpun. Dan akibat bagi dirinya saat ini adalah dia harus kehilangan kekasihnya karna berusaha menghargai perasaan wanita seperti Jungri. Menyedihkan

“perhatikan jalanmu!” bisik Eunhyuk saat pria itu berjalan melewati Donghae, pria berambut blonde itu lalu mengangkat wajahnya yang tanpa dia sadari tertunduk. Fans-fans itu berteriak makin kencang saat Donghae akhirnya menunjukkan wajahnya dan tersenyum manis.

Dia menebarkan seluruh pandangannya sampai akhirnya mata coklat itu terbelalak lebar saat mendapati seorang gadis berdiri di barisan paling belakang bersama seorang temannya yang sedang berteriak-teriak memanggil idola-nya. Mungkin tidak ada yang percaya jika Donghae bisa menemukannya diantara kerumunan ini apalagi gadis itu menggunakan topi rajutan dan kaca mata berwarna hitam yang membuatnya sulit untuk dikenali. Tapi dia yakin sekali gadis itu Park Chaeri, matahari kehidupan seorang Lee Donghae

“wah ramai!” decak Hyo Jin kagum saat dia dan Chaeri baru saja melangkahkan kaki mereka keluar dari pintu kedatangan. Chaeri menganggukan kepalanya.

Suasana bandara saat ini memang penuh oleh ratusan atau mungkin ribuan gadis yang sedang menunggu idola mereka masing-masing. Di sisi kanan mereka Hyo Jin dan Chaeri dapat melihat rombongan gadis yang membawa pernak-pernik milik 2PM sedang heboh menyambut idola mereka yang baru saja keluar. Sedangkan di sisi kirinya terdapat rombongan VIP yang sudah mulai bubar. Sepertinya Big Bang baru sudah meninggalkan bandara.

Chaeri tersentak kaget saat Hyo Jin menarik tangannya kea rah rombongan yang penuh olehwarna biru safir, “ku mohon ini satu-satunya kesempatan bagiku untuk melihat mereka secara jelas” ujar Hyo Jin sebelum sempat Chaeri melayangkan protesnya. Gadis itu menarik napas lalu membuangnya kasar sebelum akhirnya mengangguk. Hyo Jin memang pintar merajuk. Tak kan ada orang yang bisa menolak permintaannya termasuk Chaeri.

Gadis berambut kecoklatan itu lalu mengambil topi rajutan dan kaca mata hitamnya. Ya, dengan begini tak kan ada yang menyadari kehadirannya. Leeteuk tidak akan tau Chaeri disini dan memaksa gadis itu menemuinya. Tidak dia belum sanggup melihat salah satu dari adik kesayangan Leeteuk.

Teriakan itu membahana saat perlahan Leeteuk keluar dari pintu keberangkatan. Di saat rombongan itu berdesak-desakkan maju ke depan untuk melihat idola mereka Chaeri malah melangkahkan kakinya mundur perlahan. Dia tidak mau salah satu dari mereka menyadari kehadiran Chaeri meski sebenarnya dia ingin bergabung bersama para fans itu untuk melihat seperti apa sosok Donghae kini secara langsung bukan dari foto yang dia dapat di fanbase atau yang dikirimkan oleh Henry.

Perlahan, Chaeri menjijitkan tubuhnya setelah beberapa member berlalu akhirnya Chaeri bisa melihat pria itu dengan senyuman cerah terlukis di wajahnya yang menandakan pria itu baik-baik saja. Dan dia bisa merasakan jika dunia-nya kembali beputar

****

      *K-pop Wave’s concert*

Chaeri dan Hyo Jin berteriak heboh setiap salah satu artis itu melakukan perfom mereka. Hyo Jin sibuk dengan kamera-nya sedangkan Chaeri hanya menontonnya dengan tenang berusaha menikmati semua penampilan terbaik yang diberikan oleh mereka tanpa berniat mengabadikannya.

Wajah Chaeri berbinar cerah saat B2ST keluar dari back stage dan muncul di panggung yang besar itu. dia tidak berhenti meneriakkan satu persatu nama member B2ST samapi membuat Hyo Jin mengerutkan keningnya. Dia pikir selama ini Chaeri adalah gadis yang hanya perduli pada buku atau temman-teman sebangsanya. Tapi ternyata gadis itu memiliki jiwa fan girl juga, sama seperti dirinya.

Dan saat Super Junior melakukan perfom mereka giliran Hyo Jin yang heboh. Dia mengangkat lima light stick yang dia miliki tidak lupa dengan ikut menyanyikan semua lagu yang dibawakan dengan suara mega dahsyat. Chaeri sampai harus sedikit menjauhkan wajahnya karna teriakan Hyo Jin yang bisa saja membuatnya tuli.

Handphone Chaeri bergetar saat dia dan Hyo Jin baru saja menikmati penampilan Miss A. dia merogoh tas hitam miliknya dan mengangkat telfon itu tanpa mengecek terlebih dahulu siapa yang menelfonnya

“hallo?”

“Ya! kenapa tidak bilang kalau kau ada disini hah?!” suara bentakan Leeteuk langsung terdengar nyaring. Chaeri menjauhkan handphone-nya lalu melihat ID si penelfon, Soo Oppa

Chaeri mengutuk dalam hati kalau dia tau yang menelfon itu kakaknya yang cerwet pasti Chaeri tidak akan mengangkat telfon-nya, “kok oppa tau? emang aku keliatan ya?”

“aku sih gak liat! Tapi tadi Kyuhyun yang bilang. Untung saja anak itu matanya jeli. Aku jadi tau kan adikku yang cengeng itu ada disini. Sudah lah cepat temui oppa di sini ya. Sudah lama oppa tidak melihatmu nanti Sungmin akan menjemputmu di pintu backstage”

Chaeri menarik napas, “dia… ada disana juga? Aku tidak mau kesana ya oppa”

“tidak. Kamu harus kesini Chaeri-ya. Kalau kamunya menghindar terus bagaimana masalah ini mau selesai. kalian bisa membicarakan ini baik-baik kan?”

“tapi aku takut oppa. Aku belum siap”

Leeteuk mencoba sabar menghadapi kekeras kepalaan adik sepupunya ini, “sudahlah aku tidak mau tau. kalau kamu tidak datang dalam lima menit. Aku yang akan menarikmu dari sana, arra?” Leeteuk langsung mematikan telfon-nya sebelum Chaeri sempat membantah.

Chaeri mengacak poni-nya. Kadang Leeteuk itu keterlaluan. Meskipun ia berniat baik hanya saja dia terlalu memaksakan kehendak dan kadang tidak memperhatikan kondisinya. Tau dia takkan bisa membantah perintah Leeteuk, Chaeri bangkit dari kursinya lalu berjalan meninggalkan bangku penonton setelah sebelumnya pamit pada Hyo Jin untuk pulang.

“Chaeri-ya!” Sungmin menyambut kedatangan Chaeri dengan pelukan kecil. Setelah beberapa detik, pria itu melepaskan pelukannya lalu mengacak poni Chaeri, “bogoshiposso. Sudah berapa lama kita tidak bertemu euh? Rasanya kamu banyak berubah. jadi semakin cantik”

Chaeri tertawa, “oppa bisa saja! Jangan merayuku terus, nanti kalau Yumi eonni tau bagaimana?”

“dia tidak akan cemburu pada anak kecil, Chaeri-ya” Sungmin tertawa puas setelah Chaeri mengerucutkan bibirnya, “sudahlah ayo!”

Chaeri dan Sungmin tampak asik dengan obrolan mereka. Sesekali terlihat Sungmin yang tertawa puas karna berhasil membuat Chaeri menggembungkan pipinya atau mengerucutkan bibirnya. Anak itu memang menggemaskan saat dia sedang marah.

“Chaeri-ya!” kompak Chaeri dan Sungmin menolehkan kepala mereka dan mendapati seorang pria berbadan jangkung berdiri di belakang mereka dengan senyum lebarnya, “Dong Woon-ah!” seru Chaeri ceria sedangkan Sungmin hanya tersenyum padanya.

Chaeri memutar tubuhnya menghadap Sungmin, “oppa, boleh ya aku kesana nya sama Dongwoon aja? aku sudah lama tidak ketemu dia” ujarnya lengkap dengan puppy eyes andalannya.

Sungmin tersenyum dan lagi-lagi mengacak poni Chaeri, “baiklah. Dong Woon-ah titip adikku ya” seru Sungmin yang dibalas anggukan oleh Dong Woon, “aku pergi dulu. Bye”

Dong Woon merupakan sahabat Chaeri saat mereka menduduki Junior High School. Waktu itu Dong Woon merupakan anak yang lemah. Dia jadi tidak dapat membalas orang-orang yang mencemoohnya hanya karna Dong Woon memiliki wajah yang berbeda dengan orang Korea kebanyakan. Chaeri yang memang tidak pernah suka jika ada orang yang mem-bully itu langsung memberla Dong Woon. Dia bahkan mengikuti Dong Woon kemanapun –kecuali kamar mandi tentunya- agar anak-anak itu tidak lagi mengganggu Dong Woon.

Mereka jadi terlalu mengenal satu sama lain. Menceritakan semua rahasia diri mereka satu sama lain. Chaeri tidak pernah menutupi tentang kehidupannya pada Dong Woon begitupun sebaliknya. Dong Woon lah satu-satunya orang yang tau Chaeri merajut kasih bersama Donghae. Pria jangkung ini lah yang kerap memberikan tips menjadi kekasih yang baik untuk Chaeri.

Dan sekarang hanya pria ini lah orang yang tahu benar masalahnya dan Donghae kini. Chaeri menceritakan semuanya termasuk yang tidak dia ceritakan pada orang lain. Karna dia percaya Dong Woon akan memberikan solusi terbaik tanpa memaksanya untuk menemui Donghae lalu menuntaskan masalah mereka seperti apa yang Leeteuk lakukan.

“Lalu, apa yang harus ku lakukan?” tanya Chaeri mengakhiri curahan hatinya. Dia meminta pendapat Dong Woon tentang bagaimana jika dia bertemu Donghae di ruang ganti Super Junior. saat ini mereka berdua sedang duduk di lantai koridor yang sepi. Mereka sengaja memilih tempat ini karna tak ada tempat aman lain termasuk ruang tunggu B2ST. Yoseob terlalu berbahaya menurut Dong Woon.

“menemuinya tentu saja. Jung Soo hyung benar. Kamu tidak mungkin menghindar terus, kan?”

“tapi aku tidak bisa Woonie. Aku belum mau kehilangan dia”

“aku tau. mungkin kamu pikir perpisahan itu jalan yang terburuk dan semua orang pasti tidak mau merasakannya. Tapi tanpa merasakan kehilangan kita tidak akan tau seberapa berharganya orang itu. kalau memang pada akhirnya kalian berpisah. Ya sudah, mungkin ini cara Tuhan untuk menyampaikan pada kalian bahwa kalian saling membutuhkan satu sama lain”

“ada banyak cara Tuhan untuk menyatukan umat-Nya. Mungkin ada beberapa pasangan yang mulus menemui kebahagiaannya tapi ada juga yang harus menemui perpisahan terlebih dahulu sebelum akhirnya benar-benar hidup dalam kebahagiaan. Jika cara Tuhan memang dengan memisahkan kalian dulu ya kita hanya bisa menerimanya. Toh jika Dia mengijinkan akan ada banyak jalan untuk kalian bersama lagi kan?”

Dong Woon mengakhiri cermah panjangnya dengan senyuman manis yang dia miliki, “sudahlah kau harus bisa berpikir positive belum tentu kan Donghae akan meminta berpisah denganmu jika kalian bertemu nanti. Kau harus bisa jadi Park Chaeri yang selalu semangat, arra?”

Chaeri mengangguk lalu memeluk erat tubuh Dong Woon, “terima kasih kau sungguh sahabat terbaik yang pernah ku miliki”

“Chaeri-ya!” Henry tiba-tiba saja sudah menghambur kepelukaan Chaeri saat gadis itu baru saja membuka pintu ruang tunggu Super Junior, “aku merindukanmu” ujarnya lagi seraya mengeratkan pelukannya.

Chaeri menepuk pelan punggung Henry, “me too. Sudah ya, aku sesak”

Henry melepaskan pelukannya lalu tertawa riang, “aku fikir aku tak kan melihatmu lagi disini. Ah kau semakin menggemaskan!” Henry mencubit kedua pipi chubby Chaeri sebelum akhirnya Leeteuk melempar pulpen ditangannya ke dahi Henry, “sakit hyung!” ringis bocah China itu.

Leeteuk tidak mempedulikan Henry dan berjalan mendekati Chaeri dengan ekspresi menyeramkannya, “kau! Kenapa tidak bilang mau kesini, hah?!” ujarnya dengan penekanan di setiap kata.

“tidak sempat, ini mendadak oppa”

“ya setidaknya kasih kabar atau gimana gitu. Chaejin kirim e-mail gak dibales. Aku tolfen gak di angkat. Bikin orang cemas aja sih!”

“kemarin aku sibuk. Sudahlah oppa, kenapa marah-marah terus sih? Aku udah besar! Udah bisa jaga diri sendiri”

“kamu tuh gak tau seberapa khawatirnya kami disini! Aku tau masalah kamu berat. Kamu punya aku, Chaejin, Ahra, bahkan Dong Woon untuk membagi masalah kamu kan. jangan dipendam sendiri! kamu membuat orang-orang disekitarmu khawatir, tahu?”

Chaeri menghela nafas, dia kesal pada Leeteuk semua yang pria itu ucapkan benar. Chaeri memang tidak pernah berniat sedikitpun untuk membagi masalahnya dengan siapapun memendam dan berusaha menyelesaikan semuanya atas usahanya sendiri, “maafkan aku oppa” lirihnya

“sudahlah aku menyuruhmu kesini bukan untuk menceramahimu. Duduklah banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu”

Ruang tunggu ini sekarang kosong. Member Super Junior memiliki urusan masing-masing yang –katanya- sangat penting. Chaeri memutar pulpen bosan, kalau saja Leeteuk tidak memaksa Chaeri untuk tetap tinggal pasti gadis itu sekarang sudah bermain bersama Dong Woon dan member B2ST lainnya. Pria arab itu tadi yang meminta Chaeri ke ruang tunggu B2ST untuk bermain katanya.

Sebenarnya bukan masalah besar bagi Chaeri toh itulah hal yang paling diimpikannya sejak B2ST debut. Sudah berulang kali Chaeri meminta bahkan merengek pada Dong Woon untuk mempertemukan Chaeri dengan mereka. Tapi pria Arab itu selalu menolak dengan alasan dia belum mau dibunuh Leeteuk karna sudah membawa adiknya ke sarang serigala berwajah tampan. Aneh? Memang itu lah Son Dong Woon. Si Prince of Arabian yang bodoh. Tidak pernah berubah.

Chaeri mengangkat kepalany saat seseorang membuka pintu. Senyum tadi sempat terkembang langsung hilang saat tau siapa yang berdiri di ambang pintu. Alih-alih untuk berdiri dan menyambut orang itu, bernafas saja sangat sulit bagi Chaeri.

Akhirnya dia datang. Seseorang yang selama ini Chaeri hindari kini ada di depan matanya. Sudah berapa lama Chaeri tidak melihat wajah itu? sudah berapa lama dia tidak bisa merasakan sentuhan lembut tangan itu? rasanya jantung Chaeri meluap-luap dan membuat gadis itu ingin memeluk sosok itu kembali. Memeluk Lee Donghae.

“Chaeri-ya” lirih Donghae yang hanya terdengar seperti sebuah gumaman. Dia sendiri tidak menyangka gadis itu ada di sini. Gadis ini akhirnya muncul dihadapan Donghae setelah sekian lama menghilang begitu saja seperti angin. Rasa kesal bercampur senang bercampur aduk di dalam hati pria blonde itu.

Awalnya dia mungkin kesal pada member Super Junior yang sudah menjebaknya untuk datang ke ruang tunggu ini. tapi sisi lain dirinya merasa senang karna akhirnya penantiannya berbuah manis. Tanpa dicari, gadis itu justru sedang duduk dihadapannya kini.

“ah maaf aku harus pergi. Ada urusan yang lebih penting” Chaeri berucap dengan gagap. Dia mengambil tas tangannya lalu bergerak keluar ruangan. Dia belum siap. Meskipun hatinya terus mensugestikan ucapan Dong Woon bahwa mereka belum tentu berpisah tapi tetap saja, seperti ada sesuatu dalam dirinya yang memaksa Chaeri menghindar terlebih dahulu.

“kenapa pergi?” Donghae menahan lengan Chaeri, “kenapa menghindariku terus?”

“oppa… lepas”

“aku tau aku salah. Semua yang kamu dengar tidak sama dengan kenyataan Chaeri-ya. aku bisa menjelaskan semuanya”

“aku tau oppa orang yang baik. Oppa selalu menolong dan memberikan perhatian lebih pada wanita lain di luar sana. Aku sudah mengerti posisi oppa yang sulit. Tapi kenapa hanya aku yang mencoba mengerti? Oppa melarangku begini dan begitu. Melarangku bermain bersama sahabat-sahabat lelaki ku. Tapi oppa bisa berduaan dengan wanita lain tanpa memperdulikanku sama sekali”

“aku lelah percaya pada oppa jika oppa tidak pernah percaya padaku. Selalu mencurigaiku selingkuh dibelakangmu tapi kau? Kau malah dengan santainya menebar scandal dengan artis lain. Rasanya sungguh kejam. Aku rasa aku tidak sanggup lagi oppa. Lebih baik… kita berpisah”

****

Girl, what should I do baby


I can’t I can’t do anything

You’re my everything I  I need you in my life girl


Ajigeun heeojil sigani anya jogeum deo isseo

belum saatnya kita berpisah, tinggalah lebih lama

 

Neol utge haejul saram nappunin geo moreugenni

Tahukah kamu aku satu-satunya orang yang dapat membuatmu tersenyum?


Nal utge haejul saramdo yeoksi neo hanappuniya

dan hanya kau lah orang yang dapat membuatku tersenyum

 

Donghae menggelengkan kepalanya dan menahan tubuh Chaeri dengan memeluknya, “jangan ku mohon. aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku tidak akan bisa merasakan kebahagiaan lagi jika kau pergi. Bukankah kita pernah berjanji untuk bahagia bersama?”

“kebahagiaanmu bisa kau raih meski aku tidak ada disampingmu. Kau masih punya Super Junior dan ELF yang pasti akan selalu membuatmu tersenyum. Yang jelas itu bukan aku”

“tidak. Semua yang ku katakan di rumah sakit itu tidak benar. Aku hanya mencintaimu Park Chaeri, bukang Yoon Jung Ri. Berikan ku kesempatan satu kali lagi untuk membuktikan bahwa aku mencintaimu. Ku mohon”

“maaf oppa. Tapi aku tidak bisa menerimanya lagi. Terlalu menyakitkan. Selamat tinggal”

Gadis itu lalu pergi dari hadapan Donghae. tangannya merogoh tasnya lalu meraih Handphone miliknya dan mendekatkan ke telingannya, “yeobseyo Dong Woon-ah

 

Simjangi teojinda ne mami deullinda

Hatiku bergejolak, aku dapat merasakan apa yang kau rasakan

 

Amureochi anha tteollin nae moksori

Suaraku yang bergetar, airmataku yang jatuh ini bukanlah apa-apa


Nunmuri heureunda anin cheok gamchunda

Aku mencoba menyembunyikan semuanya


Ijeneun neowa na modu kkeutnatjanha

Sekarang semuanya sudah berakhir

Donghae kehilangan kekuatannya untuk berdiri tegak. tubuh tegapnya ambruk seketika. Pria itu memandang nanar pintu coklat yang telah menutup dan menghilangkan sosok Chaeri dari jarak pandangnya, dari kehidupannya. Gadis itu benar-benar pergi. Menutup seluruh lembaran kisah cinta mereka dan membuangnya dari otak kecilnya. Semua kisah negri dongeng itu berakhir dan hanya menyisakan Donghae yang terpuruk dalam dunianya sendiri. semuanya telah usai

Love is over neowaui yaksokdo

Cinta kita sudah berakhir, begitupun janji kita berdua


Love is over hamkkehan sigando

Cinta kita telah berakhir begitupun saat-saat kita bersama dahulu


Love jiwojin geol amuri bulleodo

Tidak peduli seberapa banyakpun aku mencari sesuatu yang telah terhapus

 

Chaeri menyadarkan tubuhnya yang perlahan merosot di balik pintu coklat yang baru saja dia tutup. Dengan seluruh tenaga yang dia miliki Chaeri membekap mulutnya agar suara isakkannya yang menyayat hati tidak dapat Donghae dengar. Dia tidak percaya dia lah  yang mengakhiri hubungan ini. Park Chaeri lah yang meminta Lee Donghae untuk mengakhiri kisah cinta mereka berdua.

 

Tak ada jalan bagi Chaeri untuk kembali. Dia tidak bisa menarik ulang kata-katanya. Mungkin dikehidupan sekarang Chaeri tidak berjodoh dengan Donghae tapi dikehidupan mendatang Chaeri bersumpah dia akan menjaga DOnghae, tak akan melepaskan pria itu dari sisinya. Dan untuk kali ini, yang bisa Chaeri terima dari semua yang terjadi hanyalah. Semuanya telah berakhir. Benar-benar berakhir.

 

Biwodun mameun neol gidarigo itjanha (neo eobsi mwol hae mwol hae)

Hatiku yang hampa menunggumu (apa yang bisa ku lakukan tanpamu?)


Jiwojin jarin nal meolli gara hajanha (neo eobsi mwol hae mwol hae)

Sesuatu yang telah terhapus itu menyadarkanku untuk pergi menjauh (apa yang bisa ku lakukan tanpamu?)


Gidaryeo bwado neon ijen bol su eobtjanha

Tak perduli seberapa banyak aku menanti, aku takkan bisa melihatmu lagi


Jiul sudo eobtjanha babo gateun harudo

Aku bahkan tak dapat menghapus hari yang konyol ini


Kkeuchi eobtjanha

Ini bukanlah akhir dari segalanya

 

 

Meomchul su eomneun nae mam Break Down

Hatiku tak dapat berhenti


Gajil su eomneun neoui mam Break Down

Hatimu yang tak dapat ku miliki


Ijeuryeo haebwado nun gamado

Meski aku mencoba melupakannya dan menutup mataku


Meomchul su eomneun nae mam Break Down

Hatiku tak dapat dihentikan

 

 

Eoje masin sullo sseurarin sogeul japgo nuneul tteo

Aku bangun dan masih merasakan akibat alcohol semalam


Kkaeeonan sunganbuteo dangyeonhan deut nal goerophyeo

Saat aku bangun semuanya seakan sama dan ini menyiksaku


Injeonghal su eomneun ibyeol neol saranghan sunganeul da jitbarphyeo beoseonago sipeun geol

Perpisahan yang tak bisa ku terima. Saat-saat aku mencintaimu, aku hanya mau melupkannya lalu melepaskan semuanya

 

 

Love is over neowaui yaksokdo

Cinta kita sudah berakhir, begitupun janji kita berdua


Love is over hamkkehan sigando

Cinta kita telah berakhir begitupun saat-saat kita bersama dahulu


Love jiwojin geol amuri bulleodo

Cinta kita telah berakhir begitupun saat-saat kita bersama dahulu

 

 

Biwodun mameun neol gidarigo itjanha (neo eobsi mwol hae mwol hae)

Hatiku yang hampa menunggumu (apa yang bisa ku lakukan tanpamu?)

Jiwojin jarin nal meolli gara hajanha (neo eobsi mwol hae mwol hae)

Sesuatu yang telah terhapus itu menyadarkanku untuk pergi menjauh (apa yang bisa ku lakukan tanpamu?)


Gidaryeo bwado neon ijen bol su eobtjanha

Tak perduli seberapa banyak aku menanti, aku takkan bisa melihatmu lagi


Jiul sudo eobtjanha babo gateun harudo

Aku bahkan tak dapat menghapus hari yang konyol ini


Kkeuchi eobtjanha

Ini bukanlah akhir dari segalanya

 

 

Meomchul su eomneun nae mam Break Down

Hatiku tak dapat berhenti


Gajil su eomneun neoui mam Break Down

Hatimu yang tak dapat ku miliki


Ijeuryeo haebwado nun gamado

Meski aku mencoba melupakannya dan menutup mataku


Meomchul su eomneun nae mam Break Down

Hatiku tak dapat dihentikan

 

 

Nae gwitgareul jigyeopdorok maemdoneun neoui moksori

Suaramu yang terus berputar ditelingaku itu sangat menggangguku


Bokjaphan dosiui soeumdo samkil su eomneun Melody

Bahkan hingar-bingar kota tak dapat menutupinya


Neowaui siganeun eoneusae barameul tago jeo meolli

Sebelum aku tahu perpisahan ini, segalanya berlalu seperti angin


Son daheul su eobseul mankeum naragatji Our Memory

Dan sekarang kenangan kita melayang jauh ke tempat yang tak dapat ku raih

 

 

Biwodun mameun neol gidarigo itjanha (neo eobsi mwol hae mwol hae)

Hatiku yang hampa menunggumu (apa yang bisa ku lakukan tanpamu?)


Jiwojin jarin nal meolli gara hajanha (neo eobsi mwol hae mwol hae)

Sesuatu yang telah terhapus itu menyadarkanku untuk pergi menjauh (apa yang bisa ku lakukan tanpamu?)

 

 


Neol bonaen mameun nal gidarige hajanha

Tak perduli seberapa banyak aku menanti, aku takkan bisa melihatmu lagi

Ijen al su itjanha babo gateun harudo

Aku bahkan tak dapat menghapus hari yang konyol ini


Kkeuchi eobtjanha

Ini bukanlah akhir dari segalanya

 

 

Meomchul su eomneun nae mam Break Down

Hatiku tak dapat berhenti


Gajil su eomneun neoui mam Break Down

Hatimu yang tak dapat ku miliki


Ijeuryeo haebwado nun gamado

Meski aku mencoba melupakannya dan menutup mataku


Meomchul su eomneun nae mam Break Down

Hatiku tak dapat berhenti

 

 

 

****

TAIPEI

 

Seminggu berlalu semenjak Chaeri memutuskan hubungan mereka yang juga berarti sudah seminggu Donghae berpura-pura hidup. Dia tertawa, bercanda, dan bersikap seperti Donghae yang biasanya tapi itu semua hanya untuk menutupi luka di hatinya yang sudah tertoreh dalam. sejak seminggu lalu Donghae merasa dia telah mati. Dia tidak dapat merasakan lagi yang namanya bahagia. Dia tertawa, tapi dia bahkan tidak sadar dia melakukan itu. rasanya berbeda dengan saat dia tertawa dahulu. Tidak ada bahagia yang terselip di dalamnya. Semuanya hambar.

Semua yang terjadi dantara dirinya dan Chaeri selama ini terasa berlalu seperti mimpi begitu indah dan memabukan. Hingga kini, saatnya dia bangun dan menjalankan kehidupan nyatanya tanpa Chaeri. Dulu, dia pikir dia bisa baik-baik saja, menjalankan kehidupannya seperti saat dia belum mengenal Chaeri. Namun nyatanya, ini semua terlalu menyakitkan. Perpisahan itu terlalu menyesakkan.

“Rasanya aneh ya?” Eunhyuk tiba-tiba sudah duduk disampingnya. Donghae memutar kepalanya dan memandang sahabatnya itu dengan alis berkerut, “ku pikir menjadi kamu itu menyenangkan. Tapi ternyata tidak”

“Dulu aku iri padamu karna Seokyung lebih memilih bersamamu. Ku pikir kamu terlalu sempurna dan memiliki segalanya. Tapi, aku kecewa karna ternyata aku pernah merasa iri pada seorang pecundang sepertimu”

“apa maksudmu?”

“kau pecundang. Kau harusnya tau jika hubungan yang kita jalani dengan wanita itu tidak akan selamanya berakhir bahagia. Suatu hari nanti kita pasti akan menemukan akhir kisah kita. Entah itu karna ajal atau kerikil-kerikil kecil yang membuat kita goyah. Saat itu pasti tiba dan kita tidak bisa terus terpuruk kan? kita harus melanjutkan hidup kita, Hae-ya”

“aku tau. hanya saja, bukan perpisahan seperti ini yang ku inginkan. Aku tidak bisa jika Chaeri membenciku”

“kalau begitu, harusnya dari awal kau bisa bertindak tegas pada Jungri”

“dia pernah menjadi orang yang sangat berarti di hidupku. Kau tau kan, Aku tidak bisa menolak apapun yang diminta oleh orang-orang yang berarti bagiku? Begitupun Junri, aku tidak bisa menolaknya”

“itulah kesalahanmu. Kau terlalu baik, mungkin banyak orang yang menyukai sifatmu ini. tapi kau harus memiliki batasan Hae-ya”

“entahlah, jujur saja aku ingin meminta Jungri menjauh dari kehidupanku hanya saja aku tidak tau harus bagaimana mengatakannya. Bagaimana caranya agar aku tidak menyakiti hatinya. Aku bingung”

“kalau kau seperti ini, aku akan tambah sakit hati Hae-ya” suara Jungri tiba-tiba menginterupsi percakapan Eunhyuk dan Donghae. wanita itu sudah berdiri di belakang mereka dengan sebuah kertas ditangannya, “aku jadi merasa aku lah si nenek penyihir jahat di kisah kalian berdua yang menyebabkan kalian berpisah seperti saat ini”

“ini. ambilah” Jungri menyerahkan kertas yang sedari tadi ada ditangannya, “aku juga sudah menuliskan alamatnya di sana”

Donghae menerima kertas itu lalu membacanya sebentar, matanya terbelalak lebar setelah tau itu adalah sebuah tiket penerbangan ke Jerman, “ini?”

“susul dia dan jelaskan semuanya. Aku sudah meminta ijin pada Seunghwan oppa dan kau hanya memiliki waktu satu hari Donghae-ya. manfaatkan baik-baik”

“kau serius?”

“eum, sudah sana siap-siap. Kau tidak punya banyak waktu, ingat?”

Donghae mengangguk lalu memeluk Jungri singkat, kau sahabat terbaikku. Terimakasih” ujarnya lalu dengan langkah cepat berlari ke kamarnya dan memasukan bajunya ke dalam koper secara asal. Dia terlalu senang, setidaknya aka nada harapan bagi Donghae agar Chaeri tidak membencinya, ya itu saja sudah cukup.

“berubah pikiran? Ku pikir kau akan memanfaatkan keadaan untuk mendapatkannya kembali” ucap Eunhyuk setelah Donghae menghilang dibalik pintu kamar. jungri yang dijadikan objek pertanyaan tertawa pelan

“aku tidak buta Hyukkie. Aku tau dia tidak bahagia bersamaku. Satu-satunya orang yang bisa membuatnya bahagia hanya Park Chaeri, bukan Yoon Jungri”

HEIDELBERG

Chaeri baru saja pulang dari kuliah saat Herrn Mitten –pemilik apartement- menahan langkahnya di depan pintu utama. Pria berumur setengah abad itu mengakan jika tadi ada seorang pria yang mencari Chaeri dan sekarag sedang menunggunya di bangku taman.

Dan disinilah Chaeri sekarang dia mencari pria yang menurut Herrn Mitten mencarinya di taman dekat gedung apartement nya. Dan kaki Chaeri rasanya lemas seketika saat melihat siluet seseorang di sebuah bangku.

Pria itu, Lee Donghae? untuk apa dia kemari?

Chaeri baru saja berniat pergi dari taman itu naamun seseorang telah memeluk punggungnya terlebih dahulu. Chaeri berusaha berontak agar pria itu melepaskannya meski sesungguhnya Chaeri mengharap yang sebaliknya, dia tidak mau kehilangan hangat tubuh ini.

“ku mohon, untuk kali ini saja berikan kesempatan bagiku untuk menjelaskan semuanya” tak ada jawaban dari Chaeri namun Donghae tau gadis itu menunggu kelanjutan ucapannya.

“aku tau aku salah, aku tidak pernah bisa menolak permintaan orang lain. Termasuk permintaan Jungri untuk menjadikanku sebagai ‘selingkuhan’ nya agar proses perceraian itu lebih cepat selesai. ku pikir tak ada salahnya aku membantunya, dia temanku dan aku tidak mungkin membiarkan temanku menderita”

“tapi aku salah. Aku malah sudah membuat orang yang ku cintai menderita. Dulu aku pikir wanita akan menyukai pria yang baik dibanding dengan pria yang ‘nakal’. Tapi mungkin jalan yang aku pilih salah. Aku memang bisa membahagiakan orang lain, tapi tidak dengan kekasihku sendiri”

“aku tidak akan memaksamu untuk kembali menjadi kekasihku. Aku hanya mau meluruskan semua masalahnya agar kau tidak membenciku. Jika setelah ini kau mau pergi dari kehidupanku aku akan menerima semuanya. Semua akibat dari perbuatan yang ku lakukan selama ini” Donghae melepaskan pelukannya lalu memutar tubuh Chaeri hingga menghadap dirinya.

Donghar tersenyum lalu dengan ibu jarinya dia menghapus air mata Chaeri yang entah sejak kapan mengalir membanjiri wajah bulatnya, “berjanjilah padaku untuk hidup lebih baik. Selamat tinggal” Donghae membalikan tubuhnya dan berjalan perlahan menjauhi Chaeri. sebenarnya dia hanya merasa dia tidak sanggup melihat wajah Chaeri lebih lama lagi karna dia yakin dia bisa goyah lagi nanti. Dan dia tidak mau menyiksa Chaeri dengan menahannya di sisi Donghae.

“bagaimana aku bisa hidup dengan baik kalau oppa pergi!” Chaeri berteriak membuat Donghae menghentikan langkahnya, “oppa datang dan pergi seenaknya. Membuat duniaku indah dan lalu menghancurkannya hingga berpuing-puing”

“oppa pikir aku akan lebih bahagia jika oppa pergi? Lalu kenapa oppa kesini jika oppa malah pergi lagi?! Aku bukan mainan oppa! Aku memiliki hati dan perasaan! Oppa tau, aku sangat senang setelah tau oppa ada di sini. Ku pikir oppa akan mencobanya, mencoba membuat hubungan kita seperti semula. Tapi aku salah, oppa ternyata tak lebih dari seorang pengecut!”

Tubuh Chaeri ambruk sektika. Air matanya mengalir deras dan untuk kali ini Chaeri tidak mau menahannya lagi. Biar Donghe tau seberapa menderitanya dia selama ini karna pria itu. tidak peduli Donghae akan menganggapnya gadis cengeng, yang dia tau hanya hatinya telalu sakit karna perlakuan Donghae.

Tiba-tiba Donghae mengangkat dagunya dan mencium bibirnya lembut. Mengalirkan sebuah kehangatan yang entah bagaimana caranya mampu membuat dia tenang seketika. Pria itu menangkupkan tangannya di wajah Chaeri yang basah dan Chaeri membalas memeluk pinggang Donghae.

Donghae melepaskan ciumannya setelah beberapa lama. Dia menatap dalam mata Chaeri yang perlahan terbuka. Senyum terkembang di bibir Donghae karna akhirnya bisa melihat wajah damai Chaeri setelah sekian lama, “aku tau aku bukanlah pria yang pantas mendampingimu. Mungkin aku tidak tau malu. Tapi aku mau kamu tau, aku mencintaimu”

“kita akan memulai semuanya dari awal. Menulis ulang kisah kita tanpa ada penghalang. Aku mau kau bahagia bersamaku. Aku berjanji akan melakukan segalanya untuk itu meskipun aku harus kehilangan nyawaku. Aku rela asalkan aku tidak kehilanganmu wajah bahagiamu”

“aku juga mencintaimu oppa. Kita mulai semuanya dari awal, hanya kau dan aku. selamanya”

****

Terkadang, kita selalu menganggap perpisahan adalah akhir dari segalanya tanpa pernah menyadari akan ada kisah baru lagi yang menanti kita. Kisah yang jauh lebih indah dari pada kisah kita sebelumnya.

THE END

Thanks yang udah mau baca apalagi udah ninggalin komen :D komen kalian berarti banget loh buat aku yang baru belajar nulis ini :D

~Kang Hyun Rim~

 

 

 

 

 

4 thoughts on “[Freelance] Separation

  1. Sedih bgt! Tp ada beberapa bagian yg aku kurang ngerti author ini kalo menurut aku lebih cocok jd afterstory hhe ceritanya baguuuuus kok. Ditunggu karya selanjutnya :D

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s