Love in The End of Time [part 2]

By               : Amy Lee

Staring by :

©     Shim Changmin

©    ChoiJIYoung

©     U-know Yunho

©    XiahJunsu

©    CharlotteLee

Genre           : Romance

Categories    : Love, Friendship, DBSK, Chapters

NB     : Readers, maaf ya baru bisa ngepost yg part 2nya sekarang..cuz datanya sempet hilang di laptop trus baru ketemu kemarin. hahahah… cekidot!

 

©©©

 

      “Hatimu yang akan merasakan apa itu cinta.Kalau tidak begitu,kau akan terus saja tersiksa dengan perasaanmu sendiri.Kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan kalau begitu.Kalau kau tetap seperti itu.Tidak peduli di luar,tapi dalam hatimu,kau sangat ingin berkenalan dan menjadi pacarnya kan?”

©©©

 

Musim Dingin,Desember,London,Inggris

Salju turun dengan lebatnya di kota ini di malam natal. Aku (Changmin) berjalan menyusuri jalanan kota yang mulai sepi karena ini adalah malam natal, jadi siapa yang rela ada di jalanan ini, menyusuri kota tanpa tau arah, dan melewatkan acara malam natal yang hangat di ruang keluarga rumah ditambah dengan pohon natal yang berkelap-kelip?

Lampu-lampu pinggir jalan begitu terang menyinari jalanan yang nyaris tertutup oleh salju. Tulisan ‘Merry Christmas’ tertempel di setiap pintu toko yang sudah mulai tutup di pukul 7.30 pm. Ya, siapa yang rela menjaga toko di tengah suhu yang mencapai 0o dan melewatkan acara hangat malam natal bersama keluarga?

Bagiku, tidak ada yang istimewa di malam natal ini. Kecuali sebuah senyuman yang bisa membuatku kembali semangat. Tapi, sayangnya senyuman itu kini tidak lagi menjadi milikku.

Aku berhenti di depan sebuah toko. Aku menengadah untuk membaca nama tokonya.

 

“Ini adalah satu-satunya toko yang buka di malam natal, jadi kalau kau ingin membeli sesuatu, cepatlah! Karena toko ini hanya buka hinggal pukul delapan nanti!”ucap seseorang di sebelahku, lalu ia memasuki toko itu

 

Membeli sesuatu? Untuk siapa? Sedangkan aku di sini hidup bersama teman-teman yang mungkin saat ini sudah merayakan malam natal bersama kekasihnya masing-masing!   Pikirku dalam hati

 

Aku meninggalkan toko itu, menuju bangku di tengah taman kota yang sudah diselimuti salju.

Aku mengambil segenggam salju dan perlahan mulai mencair di kepalan tanganku. Lalu, melemparnya ke tengah taman dengan marah.

“Charlotte, kali ini ketakutan itu kembali menguasaiku! Aku tidak bisa menghancurkannya. Aku kalah! Aku…aku…”

Aku menendang tumpukan salju yang menyelimuti taman itu hingga saljunya bertebaran.

Aku meninggalkan taman itu menuju sudutkotalainnya. Entah berapa lama aku sudah mengelilingi kota dengan berjalan kaki.

Akhirnya, aku benar benar berhenti di depan seorang gadis yang terus memainkan biolanya di tengah guyuran salju. Aku menikmati permainan biolanya.

Menyayat hatiku yang sudah tersayat sebelumnya. Ia sepertinya tidak terganggu olehku yang memperhatikannya terus.

Suara gesekan biola itu terus saja menyayat hatiku. Dan akhirnya, aku benar-benar menangis. Suara biola itu seakan menggambarkan perasaanku saat ini.

Anak itu selesai memainkan biolanya. Ia menatapku heran sambil memperhatikanku berkali-kali dari ujung sepatu sampai ke ujung kepala.

Aku meletakkan selembar uang 2 Pounds ke dalam kaleng yang ada di hadapannya.

 

“Apa kau tidak kedinginan?”tanyaku tanpa disadari saat melihat wajahnya yang pucat. Entah karena kedinginan atau memang dasarnya

“Aku tidak pernah merasa kedinginan,”jawabnya ketus

“Apa kau tidak merayakan malam natal seperti orang-orang lain?”

“Kenapa kau bertanya, sedangkan kau saja ada di sini? Di sudut kota dan memperhatikan permainan biolaku, tidak bersama keluargamu!”jawabnya marah

Aku tidak bisa menjawabnya

”Kau tinggal di mana?”akhirnya aku bertanya

“Apa peduliku? Kau siapa? Kenapa tanya-tanya di mana aku tinggal?”

Aku terdiam,”Baiklah. Aku tidak akan bertanya apapun lagi! Selamat natal!”

 

©©©

      Aku kembali ke apartemenku setelah sekian jam mengelilingiLondon.

Sebuah pohon natal yang sudah terhias berdiri di sudut ruang nonton di apartemenku. Aku bahkan tidak tahu siapa yang meletakkannya. Saat aku pergi tadi, tidak ada sesuatu yang berbau natal di dalam apartemen ini. Siapa yang membuatkannya untukku?

Merry christmas, Changmin!”ucap Yunho hyung, Yoochun hyung, dan Junsu hyung bersamaan saat aku mendekati pohon itu

Aku mendesah,”Untuk apa kalian membuatkannya untukku? Bersusah payah berusaha untukku yang pada akhirnya kalian tahu aku sama sekali tidak tertarik dengan natal,”

“Natal itu indah,”ucap Junsu hyung

“Cukup sebutkan satu keinginanmu, maka kau akan mendapatkannya esok pagi. Santa Clause akan memberikannya untukmu,”imbuh Yoochun

“Oh,ya? Kalau begitu…”aku berpikir,”Aku ingin Cherry kembali ke sini,”

“Changmin!”Yunho hyung memperingatiku (lagi)

“Kau tidak boleh mengingatnya! Biarkan ia tenang di surga, jangan ungkit-ungkit atau sebut namanya, itu akan membuatnya tersiksa, kalau kau masih menyebutnya dan ingin ia kembali hidup lagi!”ucapku menirukan ucapannya yang selalu ia ucapkan saat aku menyebut nama Cherry

“Kau itu kenapa sih? Seperti tidak ada wanita lain di bumi ini. Kau pikir bumi itu hanya untuk pacarmu itu?!”

“Yunho hyung, kau sudah tinggal bersamaku sejak setahun lalu. Dan, caramu Junsu hyung, untuk pindah ke sini dengan tujuan untuk melupakanku pada Cherry itu sama sekali tidak berhasil!”

Aku membanting pintu kamarku, lalu melemparkan jaketku, kemudian menghempaskan tubuhku ke atas kasur.

 

 

“Kau tidak perlu seperti itu pada teman-temanmu. Mereka hanya ingin yang terbaik untukmu,”ucapnya padaku

“Aku ingin kau selalu ada di setiap aku membutuhkanmu. Itu saja,”

“Aku sudah bilang, aku akan selalu ada saat kau butuhkan. Sekarang, kau hanya perlu berusaha untuk melupakan semuanya tentang kita. Kalau tidak seperti itu, kau akan selalu seperti ini, Changmin!”ia juga ikut memperingatiku sekarang

“Lalu, kau hanya duduk di hadapanku dan memperingatiku seperti itu? Tanpa ada membantuku sedikitpun?”

“Changmin, aku ingin membantumu! Tapi, aku tidak bisa,”

“Kalau begitu, kenapa kau tidak ikut-ikutan seperti Yunho hyung? Memarahiku saat kubilang kalau aku inginkan kau kembali?!”kataku marah

“Changmin,”

“Apa?!Kau tidak bisa melakukan apapun kan? Karena itu kau hanya diam dan hanya menyebutkan namaku kan? Sudahlah,Cher! Kalau kau tidak bisa membantuku, pergi saja! Jangan pernah datangi aku lagi! Aku tidak butuh kau!”

“Changmin…”ucapnya dengan wajah tertekuk

 

“Changmin, kau harus percaya, aku akan melakukan sesuatu yang akan membantumu!”

Ia pergi.

 

Meninggalkanku di sini.

©©©

 

Musim semi,Februari,London,Inggris

Seorang yeoja masuk ke kelasku hari ini. Ia adalah siswi baru. Ia duduk di sebelahku pagi ini.

Wajahnya seperti orang Asia. Bermata sipit, kulit putih, dan rambut kecoklatan dan bergelombang. Sepertinya memang ditata seperti itu.

Aku tidak menyapanya. Sama sekali tidak tertarik untuk bercakap-cakap dengannya. Tidak seperti dia. Ia sepertinya ingin berkenalan atau bercakap-cakap denganku.

“Kau dari Asia juga, ya?”tanyanya

“Kenapa?”tanyaku ketus tanpa beralih dari buku catatanku

Ia tidak menjawab

 

Sesuatu di dalam hatiku, mengatakan kalau aku harus meminta maaf padanya. Aku tidak tahu mengapa.

“Mmm…maaf, ya! Maksudku, kenapa kau ingin tahu asalku?”tanyaku ramah

Ia tersenyum,”Tidak. Aku hanya ingin tahu saja. Kau seperti orang Asia,”

“Iya. Aku dari Korea Selatan. Kau sendiri?”

“Aku juga dari Korea, Seoul tepatnya,”

Aku mengangguk, lalu kembali meneruskan catatanku.

 

Saat jam makan siang, Yunho hyung menanyaiku mengenai yeoja yang ada di sebelahku tadi. Ia tampaknya begitu heran melihat tingkahku yang mau berbicara lagi dengan orang yang sama setelah mengacuhkan orang itu. Junsu hyung hanya menjadi pendengar yang baik siang itu karena kami berbeda kelas.

“Kau tau namanya tidak?”tanya Yunho hyung lagi

Aku mengangkat bahu,”Mana aku tahu. Apa peduliku? Siapa dia? Siapa pun dia aku tidak peduli,”

Junsu hyung mencibir

Joo Won datang menghampiri kami. Ia adalah teman baik kami sejak kami berada di kota ini. Ia adalah seorang indo, tapi wajahnya lebih mirip orang Korea umumnya.

“Ada apa ini? Kenapa kau mencibir, Junsu?”tanyanya

Junsu hyung melirikku

“Apa?Ha?!”tantangku

“Eittsss, ini musim semi, Changmin. Kau harus bahagia! Banyak bunga yang mekar di musim ini!”

“Bunga? Sejak kapan kau suka bunga?”tanyaku sedikit mengejeknya, karena biasanya Joo Won adalah namja yang cuek, apalagi masalah bunga.

Yeoja yang sekelas denganku tadi berjalan memasuki kantin bersama seseorang. Ia sempat melirikku, lalu tersenyum padaku.

“Chery,”ucapku spontan

Seperti biasa, Yunho hyung langsung menasehatiku. Tapi, sebelum ceramahnya dimulai, aku sudah memotongnya.

“Maaf! Aku tau kau tidak suka menyebutnya, tapi…”aku tidak melanjutkan kalimatku

“Dia benar,”

Aku melirik Junsu hyung yang tiba-tiba sependapat denganku hari ini,

Yeoja itu memang mirip sama…”ia hanya mengarahkan kepalanya ke arahku

 

      ©©©

 

Apa benar musim semi itu musim terindah bagi setiap orang? Tanyaku dalam hati

 

“Musim semi memang musim terindah di setiap tahunnya,”ucap seseorang di belakangku

Aku langsung terlonjak kaget saat ada orang yang mengetahui pikiranku. Aku menoleh ke belakang. Yeoja tadi.

“Da…dari mana kau tahu itu?”

Ia duduk di hadapanku dengan tatapan tajam yang lembut,

“Tidak ada bunga yang mekar seindah di musim semi. Udaranya juga sejuk. Kau bisa rasakan itu di luar sana,”

Aku membuang pandanganku

 

“Namamu Changmin kah?”tanyanya

“Kenapa?”tanyaku kembali ketus

“AkuChoiJiYoungatau kau panggil saja aku Cheji,”

“Pentingkah itu bagiku?”tanyaku ketus sambil menatapnya sinis,lalu meninggalkannya di sudut perpustakaan sekolah itu

©©©

      “Annyeong! Semoga kau senang dengan harimu pagi ini, Changmin!”

Aku menatap yeoja itu dengan sinis dan tidak suka tanpa membalas ucapannya

“Ya,ya,ya,”ucapnya kemudian sambil menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri,”Kau pasti akan menjawab apa pedulikukan?”

Aku terkekeh,”Kalau kau sudah tau, kenapa kau menyapaku?!”

“Dasar kau!”umpatnya

“Apa?!”tantangku

Ia hanya cengar-cengir di hadapanku sambil melipat kedua tangannya di dada

Aku kembali melanjutkan mengerjakan tugasku. Ia kembali duduk di sebelahku.

“Kenapa kau duduk di sini?”

“Aku?”ia balik bertanya,”Memangnya ayahmu yang punya sekolah ini? Tidak kan? Ya, suka-suka aku dong, mau duduk di mana! Kau itu kenapa selalu bersikap tidak suka padaku?”

Aku hanya mendengus pelan. Tidak berniat untuk melawannya. Aku saja sampai bertanya dalam hati kenapa aku bisa tidak menjawab kata-katanya.

 

 

*Cheji POVV*

Dia sangat tampan. Tapi sayangnya sikapnya selalu begitu. Tidak suka terhadapku. Tapi, aku yakin, sesuatu di dalam hati atau pikirannya lah yang membuatnya bersikap seperti itu. Sebuah ketakutan mungkin.

Yang jelas, ia sangat menyita waktu dan perhatianku saat aku masuk kemarin. Ia sangat berbeda dari teman-temannya.

Entah halusinasi atau apa, aku melihat seorang yeoja berdiri di sebelahnya sambil memperhatikan apa yang dikerjakannya. Yeoja itu sangat cantik. Ia berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada dan melihat dengan teliti apa yang dikerjakan namja ini.

Yeoja itu menoleh padaku. Aku tidak bisa berpaling dari wajahnya yang seperti malaikat itu. Kagum. Kagum karena gerakannya tidak diketahui Changmin. Ia tersenyum padaku.

 

Aku mengedipkan mataku karena mataku terasa perih. Saat aku kembali memperhatikan yeoja yang ada di sebelah Changmin, yeoja itu sudah tidak ada di sana. Hanya seeekor kupu-kupu putih yang terbang di sekitar Changmin, lalu kupu-kupu itu keluar melalui jendela di sebelahku.

Aku menyadari, sesuatu yang keras membentur pelipis kiriku.

“Aduh!”pekikku

Changmin menoleh padaku, lalu menatapku heran

Aku meraba pelipisku. Hanya terasa pedih. Lalu, mataku terhenti pada sebuah kotak berwarna putih dengan pita putih di atasnya. Aku meraih kotak kecil itu.

Hanya sebuah tisu yang terlipat dan penuh dengan tinta.

Aku membuka lipatan-lipatan tisu itu.

 

Tolong,temui aku di belakang sekolah ini sebelum kau pulang. Ada yang ingin aku bicarakan. Kumohon!.ASAP!Trims

 

Hatiku serasa mengikuti perintah dari surat itu.

 

“Heh, kerjakan tugasmu!”Changmin membentakku

“Ha? Apa?”tanyaku tersadar

“Kerjakan tugasmu! Kau itu kenapa? Mengkhayal apa kau?”tanyanya ketus

“Mengkhayal?”tanyaku heran

“Apa yang sedang kau pegang?”

Aku menatap kedua tanganku yang sepertinya sedang memegang sesuatu. Tapi tidak ada benda yang kupegang.

Aku menggerakkan kedua tanganku,”Tidak ada. Hanya… hanya… Ah, kenapa kau peduli?!”

Aku mengerjakan seluruh tugasku sambil berpikir tentang apa yang baru kualami. Seperti mimpi yang nyata.

Aku menoleh ke arah jendela di sebelahku, setelah tugasku selesai. Kupu-kupu putih itu masih disekitarnya. Kupu-kupu itu terbang sambil melihat ke arahku.

“Aku akan menemuimu,”

“Apa?! Kau akan menemui siapa?”tanya Changmin

Aku menoleh kembali pada Changmin,”Ah, tidak. Tidak. Aku hanya latihan untuk kelas teater,”ucapku gelagapan

©©©

      Di belakang sekolah ini hanyala hutan pinus. Hanya ada sebuah rerumputan hijau. Aku tidak melihat apapun. *bayangin aja sekolahnya Bella Swan di Twilight*

Dan… aku sadar. Kalau tadi itu hanyalah halusinasiku belaka. Tidak ada yang akan menemuiku di sini.

“Ini kan awal musim semi, mana ada orang yang di sini!”ujarku seraya meyakinkan diriku, lalu berbalik menuju parkiran

“Tidak,”ucap seseorang yang membuatku menghentikan langkah,”Aku di sini. Kau tadi tidak bermimpi. Itu benar!”

Aku berbalik

 

Yeoja tadi berdiri berhadapan denganku. Ia tersenyum padaku. Senyum malaikat, menurutku.

“Akulah yang ingin bicara denganmu,”ucapnya dengan tatapan tajam yang lembut

“Si…siapa kau?”tanyaku

“Aku… kau panggil aku Lee saja,”

“A… apa yang ingin kau bicarakan?”tanyaku. Pusat koordinasiku mulai menyuruhku untuk pergi dari sini. Bulu kudukku mulai meremang.

 

Mungkin karena angin musim semi!    Tepisku dalam hati

“Apa kau suka pada Changmin?”

“A…a…tidak,”

“Jangan bohong,”ucapnya sambil mendekatiku

“Ja…jangan mendekat!”perintahku. Dan ia berhenti di sana. Tiga meter di depanku.

“Baiklah. Aku tidak akan mendekat,”ucapnya,”Tapi, tolong jawab pertanyaanku,”

Aku mengerjap beberapa kali, lalu menutup kedua kelopak mataku,”Ya. Aku menyukainya,”

Ia tersenyum padaku. Lagi-lagi menunjukkan senyum malaikatnya.

“Aku hanya ingin bilang, tolong dan tolong buatlah ia kembali tersenyum. Aku ingin sekali melihatnya tersenyum, walaupun bukan untukku. Ia hanya didera ketakutan akan kehilangan orang yang dicintainya. Itu saja. Kalau kau mengenalnya dengan baik, ia adalah anak yang hangat. Dia sangat menyayangi orang yang ada di dekatnya,”

“Kenapa tidak kau lakukan saja sendiri? Tadi kau bilang, walaupun bukan untukku?”tanyaku

Ia tersenyum lemah,”Aku tidak bisa melakukannya. Hanya kau yang bisa melakukannya saat ini,”

“Kenapa tadi kau bilang walaupun bukan untukku? Apa maksudnya?”tuntutku

“Aku adalah pacarnya,”

“Pacar?!”tanyaku sedikit dengan perasaan kecewa,”Kau kan pacarnya, kenapa tidak kau saja yang melakukannya? Tadi kan kau ada di dekatnya?”

“Sudah kubilang aku tidak bisa melakukannya. Ia tidak menyadari aku didekatnya tadi,”

“Ba…bagaimana…”

 

Seluruh tubuhku mendadak dingin. Jantungku seakan berhenti memompa darah. Aku baru menyadarinya.

Menyadari tubuhnya yang tembus pandang dan seluruh pakaiannya yang berwarna putih dan bau bunga yang kurasakan dari tadi.

“Kau…kau…”ucapku terputus

Ia tersenyum,”Ya. Kami berbeda alam. Sebelum aku meninggal dulu, aku sempat berjanji padanya, kalau aku akan selalu ada di dekatnya saat ia membutuhkanku. Aku sudah melakukannya. Dan kemarin, ia bilang aku tidak bisa melakukan apapun untuk membuatnya keluar dari ketakutannya. Dan aku ingin ia keluar dari ketakutannya itu,”

Aku meremas kedua tanganku,”A…apa maumu?!”

“Ji young, tolong buatlah dia tersenyum dan keluar untuk selamanya dari ketakutannya ini!”

Aku menggeleng,”Tidak. Tidak mungkin ada hantu siang-siang seperti ini. Ini pasti halusinasiku saja!”ucapku sambil meninggalkan tempat itu

Selangkah aku berjalan, yeoja itu ada di sana. Tepat di hadapanku. Menghentikan langkahku.

“Kau tidak bermimpi atau berhalusinasi!”sanggahnya,”Bukankah tadi kau bilang kalau Changmin itu bersikap dingin padamu pasti karena sesuatu hal di hati atau pikirannya kan? Nah, itulah masalahnya. Ia hanya takut kehilangan,”

“Jangan ganggu aku!”perintahku

“Aku tidak mengganggumu!”elaknya,”Aku hanya ingin kau membantuku dan juga Changmin. Mungkin juga dengan itu kau bisa berpacaran dengannya. Bukankah itu yang kau inginkan?”

Aku tidak bisa menjawabnya lagi

“Hatimu yang akan merasakan apa itu cinta. Kalau tidak begitu, kau akan terus saja tersiksa dengan perasaanmu sendiri. Kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan kalau begitu. Kalau kau tetap seperti itu. Tidak peduli di luar, tapi dalam hatimu, kau sangat ingin berkenalan dan menjadi pacarnya kan?”

“Lalu, bagaimana denganmu?”

“Aku?”tanyanya sambil terkekeh,”Apa kau tidak lihat? Tubuhku yang ditembus cahaya matahari ini? Hanya kau saat ini yang bisa melihatku. Aku rela kau bersamanya. Asalkan dia tersenyum seperti dulu lagi. Bahagia dan menikmati hidupnya. Dan dengan begitu, aku tidak akan pernah lagi datang padanya dan mendengarkan isi hatinya. Setelah kalian bersama dan bahagia, aku akan pergi dengan tenang dan damai. Cukup sekali ini kau membantuku!”

Aku mendesah. Setidaknya hatiku tersentuh dengan ucapannya. Makhluk apapun yeoja ini, yang penting ucapannya berhasil dengan sukses. Sangat sukses. Sangat sukses membuatku terenyuh dan hatiku meringis.

“Baiklah. Aku akan menolongmu,”

“Terima kasih!”ucapnya padaku

 

Aku mengangkat telunjuk kananku,”Tapi, kalau aku ada masalah, kau harus rela membantuku?!”

“Oke, oke! Aku akan membantumu sampai kau berhasil!”
Aku tersenyum, lalu beranjak menuju parkiran dan meninggalkan makhluk itu di tempatnya.

 

©©©

Sorry datanya baru ketemu kemarin :D jdi baru dilanjut sekarang deh part 2nya, semoga masih inget yaa yg part 1nya! ^^ Komen ya readers! Kamsa! ^^

 

 

One thought on “Love in The End of Time [part 2]

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s