Mafia’s Princess [part 1]

author         : ifaaaa
Genre          : Romance, Action
Cast             : Cho Kyuhyun , Nichkhun , Song Victoria , (OC) Cho Ha-Ra
Length         : Part 1-?

Diclaimer    : This Fanfict is mine, also all of the story is mine except kyuhyun,khuntoria and other cast are belong to them self. Don’t take my ff without my permission.

Pernah dipost di : ahnjunkyong.wordpress.com

NO SILENT READER !

Nichkhun’s pov.

BRUUUK
“omooo~ buku-buku ku??”
“ah, mianhae aku tidak sengaja menabrakmu. gwenchana?”
yeoja itu berdiri sambil mengambil buku-bukunya yang berserakan ditanah.
“tidak apa-apa. bukunya tidak ada yang lecet, hanya sediki kotor” ucapnya sambil berdiri dan merapikan buku-bukunya.
“aku menanyakan keadaanmu. bukan buku-bukumu”
“kau menanyakan keadaanku? haha tentu saja aku baik-baik saja. yang jatuh itukan buku-ku bukan aku” dia tertawa kecil. Manisnya yeoja ini…
aku melirik kearah jam tanganku. ah ya aku masih ada urusan.
“baiklah aku pergi dulu. maaf atas kejadian tadi” ucapku lalu berbalik menuju ke mobilku.
“cha..chankamman !!”
aku berbalik lagi kearahnya.
“wae?”
“bisa kau beri aku tumpangan? aku sedang terburu-buru. boleh ya?” dia tersenyum sambil menggosok-gosokkan kedua tangannya. sepertinya ia kedinginan.
“memang kau mau kemana?” tanyaku.
“ke apartementku.”
“ah ya, apartementmu dimana?”
“kau mau mengantarku?”
dia ini bagaimana sih? ditanya malah balik bertanya. Aneh.
“Ne. aku mau mengantarmu. tapi.. apartementmu tidak jauh dari sini kan?”
dia hanya mengangguk.
aku membuka pintu mobil dan menyuruh gadis itu masuk kemobil.

***

aku baru tahu bahwa cinta itu begitu sederhana.

“kamsahamnida ..” ucapnya setelah kami sampai didepan apartementnya.
“ur welcome” jawabku singkat.
“siapa namamu?” tanyaku saat ia membuka pintu mobil.

“Song Victoria” ucapnya sambil menyunggingkan senyum lebarnya. Senyum yang membutakan, hemmm.
“Nichkhun Horvejkul imnida..” aku membalas senyumnya.
dia menutup pintu mobil dan…
“Gamsahamnida Nichkhun-sshi”
DEG.
aneh sekali? dia hanya menyebutkan namaku tapi dia juga telah sukses membuat jantungku berdebar-debar. apakah ini yang dinamakan Love At The First Sight?
***
Cinta?
kemarin aku berfikir bahwa cinta itu sederhana, tapi aku rasa aku salah. Cinta itu sulit.
Ya. Cinta membuatku sulit bernafas, Cinta membuatku sulit untuk menjalani rutinitas hari ku karena aku membutuhkan cinta itu hadir untuk menyejukkan mataku. mempermudah nafasku.

sejak kemarin. sejak aku bertemu dan mengantar gadis itu pulang, saat itulah aku menyadari bahwa aku telah mempunyai satu kebutuhan baru. Kepentingan baru yaitu… Song Victoria.
***
aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan, biasanya pagi-pagi seperti ini dia pergi ke perpustakaan.
ah iya ! belakangan ini aku sering memperhatikannya dari jauh. menghapal kegiatan sehari-hari nya.

aku sampai di perpustakaan dan memutuskan untuk masuk kedalam. untuk pertama kalinya dalam hidupku aku memasuki sebuah perpustakaan. bahkan saat aku masih SMA aku sama sekali tidak pernah memasuki perpustakaan sekolahku. Malas membaca? Tepat sekali hahaha.
Dia sedang duduk di salah satu bangku. Membaca buku.
“annyeong..” sapaku lalu duduk disebelahnya.
dia menoleh.
“neo? ni..ni..” ucapnya mengingat-ingat namaku. haha ekspresinya lucu sekali.
“Nichkhun” ucapku membenarkan ucapannya.
“haha ah iya, kau namja yang mengantarku pulang kan? sedang apa kau disini? kau suka membaca juga?” dia melemparkanku bertubi-tubi pertanyaan.
aku tertawa pelan.
“Ne. aku kesini hanya untuk menemuimu”
“menemuiku? untuk apa?” tanyanya dengan wajah polosnya.
“Hanya ingin menemuimu saja. Memangnya tidak boleh?”
“Tentu saja boleh! emm.. bagaimana kalau sekarang kita berteman Nichkhun-sshi?”
“baiklah. Panggil aku Nichkhun saja”
“ah yaaa, Nichkhun-ah”
****
kami keluar dari perpustakaan setelah cukup lama mengobrol di perpustakaan tadi. “Mau kuantar pulang?” tanyaku.
Dia tersenyum kecil dan mengangguk.
“boleh saja. Kau mau mengantarku pulang?” tanyanya sambil tersenyum lagi. kenapa ia suka sekali tersenyum sih? does she knows? when i see her smile it makes me want to kiss her cheeks! she’s so pretty.
“kenapa? kenapa kau memandangiku seperti itu?” tanyanya.
ah aku baru sadar bahwa sedari tadi aku memandangi wajahnya. haha.
****
kami sudah hampir sampai di apartementnya, hanya tinggal melewati beberapa ruas jalan lagi.
“Nichkhun-ah, kenapa jam tanganmu berkelip-kelip? ” tanyanya.
aku menoleh ke arah jam tangan yang sedang aku pakai. Benar. Jam tanganku berkelip-kelip.
GAWAT!!!
aku mengerem mobilku secara tiba-tiba, membuat suara decitan ban yang cukup keras.
“wae?” tanyanya.
“mianhae Victoria, kau turun disini saja ya?” ucapku hati-hati. Takut ia marah.
“kenapa? kita sebentar lagi sampai Nichkhun-aah” jawabnya.
“tapi aku ada urusan penting ! Kau turun sekarang ya!! jebaaaal!”
dia memandangku sinis. pasti dia marah padaku.
“baiklah”Victoria turun dari mobil. Tidak tersenyum dan bahkan tidak mengucapkan kata ‘annyeong’ sekalipun.

ah iya iya, aku tahu pasti dia marah padaku.

aku menjalankan mobilku kembali, kali ini dengan kecepatan maksimal.

ya, jadi jam tanganku tadi berkelap-kelip karena memberi tanda padaku bahwa kyuhyun dan junho -sahabatku mengisyaratkan sedang ada bahaya.

eummm kalian pasti bingung ya? biar aku jelaskan saja!

aku ini seorang Mafia. Mafia kelas besar. aku,kyuhyun dan Junho bersahabat sejak kecil. Keluarga kami begitu dekat. kelurgaku, keluarga Junho dan kyuhyun sangat akrab. Bahkan sudah seperti saudara kandung. itu yang membuat kami kompak dan saling bekerja sama, termasuk dalam hal pekerjaan.

pekerjaan? sepertinya aku menjadi mafia bukan karna tuntutan pekerjaan. Aku seseorang yang sangat kaya raya. orang tuaku mempunya banyak perusahaan di berbagai negara. Eomma ku yang mengurusinya karena appaku sudah lama meninggal. profesiku sebagai Mafia berkaitan erat dengan appaku.

Jadi, appaku mempunyai emmm musuh yang bernama Cho Kang Woo. Dia bukan ayah kyuhyun, hanya kebetulan marga kyuhyun dan orang itu sama.

Cho Kang Woo bisa dibilang musuh besar keluargaku. dan appaku meninggal karena laki-laki brengsek itu.. cho kang woo.

appaku juga dulunya seorang mafia. dan sekarang aku yang mewarisi keturunannya.

seharusnya aku melakukan balas dendam, seharusnya aku membunuh Cho Kang Woo sejak dulu. Tapi aku tidak melakukannya karena alasan..

Cho Hara. Anak tunggal Cho kang woo *widiiih author eksis /abaikan*

Cho Hara juga sahabatku. Hara juga yeoja yang dicintai kyuhyun mati-matian.

Cho Hara sangat menyayangi appanya. Ia sangat menghormati appanya. dan ia tak akan membiarkan appanya terluka sedikit pun. sebusuk apapun kelakuan appanya, anak itu tetap mencintai appanya.

itulah penyebab aku tidak membunuh Cho Kang Woo, aku tidak ingin menyakiti sahabatku.

orang tua kyuhyun dan junho menyuruh mereka membantuku. dan nyawa ku, kyuhyun dan junho diincar oleh Cho Kang Woo beserta anak buahnya. selama ini kami hanya menghabisi nyawa anak buah Cho Kang Woo saja. Kami tidak pernah melukai Cho Kang Woo sedikitpun.

konsekuensinya, Hara ada di pihak kami. Hara ikut melidungi aku,kyuhyun dan Junho. tapi di sisi lain ia juga melindungi ayahnya. Rumit bukan? *readers ga bingung kan? hehehe*

oh ya, kembali pada topik tentang jam tanganku tadi. Ya, jadi jam tanganku ini merupakan salah satu teknologi yang sangat canggih. yang memiliki jam seperti ini hanya aku,kyuhyun dan junho. Jam ini seperti semacam CCTV berukuran kecil. Jika tombol jika tombol berwarna merah pada jam ini ditekan, makan muncul seperti layar transparan dari jam tangan tersebut. Layar itu memperlihatkan kegiatan yang sedang dilakukan oleh kyuhyun maupun junho, begitupun sebaliknya. mereka bisa mengetahui kegiatan ku. Ini sangat membantu kami dalam menjalakan tugas kami sebagai mafia. Jika ingin mengisyaratkan ada bahaya, kami hanya tinggal menekan tombol disebelah tombol merah tadi. maka jam yang diberi isyarat akan berkelap-kelip mengisyaratkan ada bahaya.

 

@ kyuhyun’s house.

 

“hosh..hosh.. kyu, ada bahaya apa? Kenapa kau memanggilku kesini?” tanyaku. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan. Mencari bocah itu.

“Nichkhun-ah. Kau sudah datang?” akhirnya bocah itu muncul juga. Ia duduk di Sofa sambil memegang PSPnya.

“hey! Katakan ada bahaya apa?”

“bahaya? Hahahaha! Aku tadi penasaran saja apa yang sedang kau lakukan, lalu aku melihatmu sedang berduaan dengan seorang yeoja. Hmm lalu aku berpikir sepertinya menyenangkan jika aku menjahilimu disituasi yang tepat seperti itu. “

MWO?

dasar bocah tengil !

“mwo? hhhhhh.. dasar kau cho kyuhyun! pasti Victoria marah padaku aish! ini semua gara-gara kau!” umpatku kesal dan mengambil paksa PSP kyuhyun dari tangannya.

“mau kau apakan ‘anakku’?” ucap kyuhyun getir.

“hanya melemparnya saja.”

“m..mwo?”

aku ancang-ancang mengangkat tanganku. Bersiap melemparkan ‘anak’ kyuhyun.

“STOP NICHKHUN-AH!!”

aku hanya tersenyum samar. Sedetik kemudian, sebelum aku melempar PSP-nya kyuhyun menahan tanganku. Aku berusaha memberontak dan kemudian aku menginjak kakinya dan ….

“HUWAAAU!!” kyuhyun menjerit dramatis(?)

“bahahahahaha!” tawaku meledak saat itu juga. Kyuhyun menatapku nanar sambil terus mengelus kakinya yang kuinjak. Mampus!

Prok..Prok..Prok

ha? siapa itu yang bertepuk tangan?

aku dan kyuhyun refleks menoleh dan.. ternyata Junho.

“menggelikan sekali, kalian itu mafia! bertengkarlah dengan gaya yang keren! jangan seperti anak kecil.” Junho menatap kami dengan tatapan ‘aku jadi ilfil-_-’ lalu ia duduk disofa.

“Diam kau Lee Junho! mau apa kau kesini?”

tanya kyuhyun.

Junho menghela napas lalu mengeluarkan sebuah remote dari sakunya.

“kau punya remote tv baru dan mau memamerkannya pada kami hah?” kyuhyun bertanya lagi.

“ck! Bodoh! ini bukan remote tv!” sergah Junho

 

***

Author’s pov

 

Junho memencet beberapa tombol diremote itu. Seperti kode.

dan sesaat kemudian sebuah layar transparan muncul dihadapan mereka.

“hah???” teriak kyuhyun dan nichkhun bersamaan.

Junho terkekeh pelan.

“transbook. Teknologi baru!” ucap Junho datar.

“seperti sebuah macbook atau iPad. Tapi dalam bentuk transparan. Keren kan?” Junho membanggakan dirinya.

“dari appa-mu junho?” tanya nichkhun.

“tentu! seperti biasa, eksperimen dengan beberapa profesor ahli komputer.”

“sama sekali tidak keren! kalau ada PSP versi transparan maka itu baru keren.” kyuhyun berkata dengan entengnya.

“terserah! dasar game-kyu! eh ya, lihat ini!” junho menekan-nekan layar transparan yang touch screen itu.

Nichkhun dan kyuhyun menatap serius layar tersebut.

“anak buah baru Cho Kang-Woo. Sepertinya sedang berusaha mengincarmu kyuhyun..”

“m..mwo? aku? kenapa hanya mengincarku?” protes kyuhyun tidak terima.

“faktor muka kyu.. mungkin orang itu mengincar yang paling jelek diantara kita bertiga hahahaha” Nichkhun terbahak-bahak.

“NEO!!”

“hey sudah-sudah! Dengar dulu, ini cukup bahaya bagi kita.” junho tidak termakan oleh candaan Nichkhun.

“kemaren asistenku memergokinya sedang membututi noonamu kyu, aku sudah menyuruh beberapa bawahanku untuk menyerangnya tapi ia berhasil kabur.” lanjut Junho.

“siapa namanya?” tanya kyuhyun.

“aku belum tahu. Kita perlu menyelidikinya”

“harus. Kita harus meyelidikinya” lanjut Nichkhun.

“awas saja kalau dia berani menyentuh ahra noona!” ancam kyuhyun.

***

 

Victoria berjalan keluar dari gedung kampus dengan setumpuk buku-buku yang ia bawa.

“gotcha!”

“aigoo Ha-Ra ! kau mengagetkanku saja!” Victoria menabok bahu Hara.

Hara terkekeh pelan.

“Vic onnie, kau ada waktu besok?”

“ada. Wae?”

“besok aku ke apartemen onnie ya?”

“Ne! kebetulan sekali besok aku tidak ada kegiatan.”

Hara mengangguk kemudian berlalu dari hadapan Victoria.

Victoria berjalan lalu berhenti di halte bus. Cuaca hari ini dingin sekali, Victoria merapatkan jaket kulitnya.

“kedinganan nona Song?”

Victoria menoleh. Ternyata namja itu, namja yang beberapa hari lalu mengantarnya pulang tapi menurunkannya ditengah jalan.

“hai Nichkhun.” sapa victoria singkat.

Nichkhun berdiri disamping victoria.

“kau marah? mianhae soal kejadian itu. aku..aku ada urusan penting waktu itu.”

“urusan?” tanya Victoria sediikit penasaran.

“emm.. ya. dan aku tidak bisa memberitahumu. Mau kuantar pulang?”

“boleh saja. Tapi kau tidak akan menurunkan ku ditengah jalan lagi kan?” Victoria mengangkat jari telunjuknya.

“hahaha. Aku tidak akan menurunkanmu ditengah jalan lagi. Sungguh”

Victoria mengangguk dan berjalan ke arah mobil Nichkhun.

“tunggu!” Nichkhun menarik tangan Victoria.

Victoria menoleh.

“apa lagi?”

“kau memaafkanku kan?” tanya Nichkhun.

“haha tentu saja aku memaafkanmu!” ucapnya sambil menyunggingkan seuntas senyuman.

 

@ Victoria’s apartement.

 

“bunga?” Victoria memungut buket bunga yang tergeletak di depan pintu apartementnya.

Bunga dari siapa? Pikirnya.

Drrtt… drtt…

Victoria mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.

“yoboseyo?”

“kau sudah terima bunganya?”

“hah? ne. nugu?”

“nichkhun. Memangnya siapa lagi?”

“oh.kau–”

“tunggu, lima menit lagi aku sampai.”

klik. Telepon ditutup. Victoria menatap kearah ponselnya dengan tatapan bingung. Ia mengedikkan bahunya dan menutup pintu apartemen.

Baru saja sepuluh detik yang lalu ia menutup pintu, tiba- tiba seseorang mengetuk pintu apartemennya.

“aish!” ia mendengus kesal dan membuka pintunya kembali.

“Nichkhun?kau bilang kau akan datang lima menit lagi!”

nichkhun tersenyum ramah.

“lebih cepat lebih baik. boleh aku masuk?”

“oh. Tentu saja.” Victoria meminggirkan badannya membiarkan Nichkhun masuk.

 

Sekarang victoria dan Nichkhun sedang duduk di balkon apartemen Victoria. Victoria menggosokan kedua tangannya, seperti yang biasa ia lakukan. Kedinginan.

“kau tinggal disini sendirian?” tanya Nichkhun sambil menyesap cappucino yang tadi dibuatkan oleh Victoria.

“Ne. “

“orang tuamu?”

“mereka ada dirumahnya,”

“kenapa kau tidak tinggal bersama mereka?”

Victoria menghela napas berat.ia menatap Nichkhun sangsi.

“ini privasi sebenarnya. Tapi aku percaya padamu. Jadi yaa.. aku bisa menceritakan nya padamu.”

Nichkhun menautkan kedua alisnya. Bingung .

“aku… aku melarikan diri dari rumah. Keluargaku bukan orang kaya, kami sederhana. Tapi..”

“tapi?” Nichkhun begitu antusias mendengar cerita Victoria.

“tapi aku kehilangan kasih sayang mereka. Mereka mebiarkanku hidup seperti patung dirumah. Aku tidak diberikan fasilitas apapun, ya aku memang disekolahkan, aku makan aku diberi uang saku tapi aku.. tidak diberi perhatian.”

“lalu kau memutuskan untuk pergi?”

“Ya.”

“Sudah berapa lama kau minggat dari rumah?” tanya Nichkhun.

“hampir dua tahun.”

“MWO?????” nichkhun terkejut setengah mati.

“memangnya mereka tidak berusaha mencarimu? Lalu bagaimana bisa kau hidup tanpa asuhan orang tua selama hampir dua tahun ini?” Nichkhun bertanya lagi.

“sudah kubilang, mereka tidak memperdulikanku. Sepertinya orang tuaku memang mengikhlaskanku pergi dan tidak mencariku. Aku dulu sempat tinggal ahjumma ku di Busan. Lalu aku mendapatkan beasiswa ke di universitas Seoul sehingga aku harus pindah kesini.”

“jadi , ahjumma mu yang membiayai hidupmu?”

“bisa dibilang begitu. Tapi aku sekarang juga bekerja Nichkhun-aah.”

“bekerja sebagai?”

Victoria terkekeh pelan. Lalu menjawab. “guru bagi teman-temanku.”

“hah?”

“haah, Nichkhun—ah kau masih belum mengerti? Aku ini seorang g-u-r-u!”

“oh yaya. Kau benar-benar gadis yang unik.”

Nichkhun menatap mata Victoria. Ada sesuatu didalam gadis ini yang membuatnya langsung… jatuh cinta sejak pertama mereka bertemu.

“victoria?”

“ya?”

Nichkhun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia bingung bagaimana caranya untuk menyampaikan isi hatinya pada Victoria.

“errrr… kau, mau jadi kekasihku tidak?”

TBC!

 

Hahaaa nanggung banget ya?

Huaaah! Akhirnya bisa nyelesaiin part 1nya jugaa *sujud syukur *

ini ff sebenernya udah lama bersarang(?) di imajinasiku dan akhirnya bisa aku tuangkan(?) juga kebentuk tulisan *halah * sebenarnya mau aku tulis dari dulu, tapi berhubung kemaren-kemaren aku UJIAN NASIONAL jadinya baru sempet diketik deh ._.v

lanjutannya minggu depan ya.. dan author usahain buat publish secepatnya.

GOMAWO! DON’T FORGET TO COMMENT IN HERE!

 

 

 

 

8 thoughts on “Mafia’s Princess [part 1]

  1. hallo hallo#ala Ft.island#
    aku reader bru nihh…
    slam knal..

    nickhun n kyu lucu bgt!!
    hha
    victoria juga polos sgt?!
    suka m critanya,,mudah dimengerti cz kta”nya simple..

    di tunggu next part.a..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s