[Freelance] My Lovely Doctor

Title                  : My lovely dr

Author      : Lee Haeyeon

Main cast  : Lee Jinki , Lee Haeyeon

Rating       : PG-13

PS            : annyeong ^^ ini FF pertamaku, mian kalo banyak kekurangan. Dan kalo ada yang ngerasa FF ku ini mirip sama cerita komik, aku ga plagiat kok, tapi ini emang terinspirasi dari komik tersebut. Happy reading …

My lovely dr.

Rumah sakit fakultas kedokteran seoul university, rumah sakit yang kualitasnya terbaik. Ada banyak dokter muda elit yang hebat untuk masa depn dunia kedokteran.

Seorang gadis meringis kesakitan sambil memegangi pipi kanan nya berjalan menuju rumah sakit fakultas kedokteran seoul university.

Lee haeyeon POV

“ugh … sudah kuduga! , jam prakteknya sudah selesai. Harusnya aku tak datang.” Runtuk ku kesal sambil terus mengelus elus pipi kanan ku.

“ ada apa ?” tiba tiba di sebelah ku berdiri seorang namja . tinggi menjulang dengan kulit yang seputih susu dan matanya yang sipit. Apa dia mahasiswa disini???

“ kamu nggak apa apa ? “ Tanya nya.

Tampan sekali! Rasa sakitku sesaat hilang.

“ maaf… ini bukan salahmu. Gigiku sakit…” ujar ku sambil memegangi mulut ku. Gawat ! pasti dia akan mentertawakanku. Dan benar saja, dia tersenyum.

“ kenapa ?” dia bertanya lagi padaku.

“ hahaha tak perlu malu, aku dokter gigi disini loh.”

Sungguh manis sekali ketika ia tersenyum. Matanya yang sipit tertutupi, kulitnya seputih susu dan agrh… mengapa harus bertemu dokter yang seperti dia… >////<.

———————————————————————————————

Dia membawa ku ke ruang prakteknya, aku sedikit gugup sehingga hanya menunduk mengikuti langkah kakinya. Sesampainya di ruangannya ia langsung menyipkan alat alat yang sepertinya baru saja ia bereskan. Tak lupa ia kenakan jas putih yang  merupakan ciri khas dari seorang dokter. Ya tuhan ia semakin sempurna di hadapan ku. Aku berbaring di kursi periksa. Ia memakai sarung tangan dan masker untuk menutupi mulutnya.

“ siapa nama mu? “ ia bertanya membuyarkan lamunanku

“ lee haeyeon imnida… “ ucap ku gugup

“ coba buka mulutmu aaaaaa ” aku mengikuti perintahnya . dia terlihat serius mengotak atik gigiku.

“ hmm haeyeon sshi, gigi yang ini harus dicabut.”  Hah ?  tunggu dulu aku belum siap. Bagai mana ini, dia sudah siap dengan alat nya. Tidak… jangan…

“ dokter sakiiiiit “ pekik ku. Hiks hiks aku mulai meringis

“ hahaha aku belum melakukan apa pun kau sudah berteriak, aku hanya mengoleskan obat penahan rasa sakit.” Dia kembali tersenyum.

Tubuhku menegang. Aku benar benar takut. Jujur saja aku alergi dokter gigi sejak kecil. Bau nya, suara alat alat itu. Aku benci. Dokter gigi adalah kelemahan ku.

Tapi dokter gigi yang ini, sepertinya aku tidak merasa alergi padanya. Dia begitu baik dan lembut. Tanpa aku sadari dia mengelus puncak kepala ku.

“ gigi yang sakit, belum boleh dicabut. Karena akan berakibat fatal. Misalnya saraf saraf yang ada di gigimu bisa putus dan bisa menyebabkan kematian.” Ia menjelaskan padaku.

“ maka dari itu aku mengoleskan obat agar rasa sakitnya menghilang. Dan kau bisa kembali lagi kalau gigi mu sudah tidak sakit dan aku akan mencabutnya.” Dia tersenyum . sungguh kelembutannya membuat ku ingin menangis.

———————————————————————————————

3 hari kemudian…

Oh, ternyata namanya dr. Lee Jinki. Dan baru aku sadari ternya dokter jinki adalah dokter gigi anak anak. Aku melihat ada 2 orang anak yang juga mengantri bersama ku. Seorang lelaki dan seorang lagi perempuan. Mereka sama sekali tidak tampak ketakutan. Berbeda sekali dengan ku. Dulu, waktu aku kecil setiap umma mengantarku ke dokter gigi aku akan menagis sejadi jadinya hingga dokternya tak mau memeriksaku karena aku berteriak teriak bahkan pernah suatu ketika aku menampar dokter tersebut. Haha lucu juga kalau di ingat.

“ kakak juga mau bertemu dokter rabbit ya?? “ Tanya anak lelaki yang kini sudah berdiri di depanku.

“ dokter rabbit ? maksud mu dokter jinki? Hmm iya. Kau juga ingin bertemu dengan nya? ‘ anak itu mengangguk sambil tersenyum. Lalu ia masuk ke ruangan dokter jinki setelah dipanggil oleh suster.

Selanjutnya giliranku…

“ lee haeyeon sshi “ terdengar suara suster yang ku duga adalah suster yang membantu pekerjaan dokter jinki sehari harinya. Dia begitu cantik. Apa mungkin mereka punya hubungan? Ah kenapa aku berpikir yang bukan bukan. Aku melihat sekilas ken name tag nya. Kim Haejin. Oh itu namanya…

“ wow siapa ya teman rabbit selanjutnya? Rabbit sudah menunggu dari tadi loh.” *Siiing  …  hening seketika dokter jinki terdiam begitu pula aku. Kami saling berpandang dan terlihat jelas dokter jinki menjadi salah tingkah. Haha dia terlihat manis sekali. Ekspresinya lucu.

Akhirnya gigi sial itu telah dicabut dari gusiku. Dokter jinki melakukannya dengan baik. Aku tak merasakan apa apa selain debaran yang membuat hatiku terasa cenat cenut.

“ sudah jangan terus terus menertawai ku.” Ujarnya setelah selesai mencabut gigi ku.

“ anak anak takut pada dokter gigi sih, jadinya aku mencari cara agar mereka tidak takut pada ku. Dan aku rasa boneka tangan kelinci ini sangat ampuh.” Ucapnya bangga sambil menggerak gerakkan boneka tangan kelincinya. Debaran itu makin terasa. Bagaimana ini? Aku semakin ingin tau lebih banyak tentang dokter jinki.

———————————————————————————————

Jinki POV

Hari minggu adalah hari liburku untuk praktek. Setelah selama 6 hari aku hanya berada di ruang praktek. Aku berjalan menuju parkiran mobil ku namun aku terhenti di depan sebuah butik, aku pandangi jaket kulit berwana merah maroon yang aku rasa sangat cocok untuk ku. Namun saat aku hendak memasuki butik tersebut ada seorang pria berlari dan tak sengaja menyikut wajah seorang wanita hingga ia terjatuh. Sepertinya aku mengenal wanita itu. Dia meringis sambit menutup mulutnya. Kurang ajar pria itu berlari tanpa menghiraukan wanita yang baru saja di sikutnya tadi.setelah jarak kami makin dekat aku semakin yakin aku mengenalnya.

“ haeyeon sshi ? tahan dengan ini “ aku menjulurkan sapu tangan ku padanya agar darah dari mulutnya tidak mengalir terus. Sepertinya gusi tempat gigi nya yang dicabut kemarin robek.

Aku mengajaknya masuk ke mobilku. Dia menangis dalam diam. Mungkin akibat gusinya sobek dia tak bisa mengeluarkan suara namun air matanya terus mengalir.

“ maaf…” aku bisa mendengar suaranya yang sebenarnya tidak begitu jelas karena ia bicara sambil menangis dan menahan sakit.

“ tak masalah, bertahanlah rumah ku sudah dekat. “ ujar ku menenangkannya.

———————————————————————————————

Lee haeyeon POV

“ ayo buka mulutmu” ucap dokter jinki.

“ aku malu “ sambil terisak aku terus menutup mulutku dengan sapu tangan dokter jinki. Ia tersenyum lalu mengangkat dagu ku menarik pelan kearah bawah agar mulut ku terbuka. Cenat cenut di dada ku makin terasa.

“ kalau kau malu tutup saja matamu” aku menutup mata ku. Dokter jinki aku maluuu >////<

“ darah nya sudah berhenti, jangan banyak bergerak dulu “ ia berjalan kearah dapur mencuci tangan nya yang sepertinya terkena darah dari mulutku.

“ gomawo dokter jinki, maaf merepotkan mu.”

“ hmm keluarga dokter kemana? “ entah mengapa aku bertanya hal seperti itu, rasanya sedikit canggung hanya berdua di rumah sebesar ini.

“ aku tinggal sendiri “ huft… ternyata

“ ayo ku antar pulang “ dia memakai kembali jaketnya yang tadi ia buka. Dan sial gerimis ternyata, aku terkejut menatap matanya. Mengapa ia menjadi murung seketika.

“ heayeon maaf, aku tidak bisa mengantarmu pulang. Kau pulang sendiri ya” ia menyerahkan payung padaku dan masuk ke dalam rumahnya lalu menutup pintunya dengan kasar. Ugh kenapa dia tiba tiba seperti itu? Sungguh aku makin ingin tau banyak hal tentang dokter jinki.

———————————————————————————————

Hari ini aku menyempatkan mampir ke RS seoul university sepulang sekolah. Yah aku masih siswi smu kelas 3. Dan aku makin rajin belajar akhir akhir ini. Karena aku ingin menjadi seperti dokter jinki. Aku akan berusaha masuk fakultas kedokteran seoul university setelah lulus nanti. Supaya aku bisa bertemu dokter jinki setiap hari. J

“annyeong dokter “ aku menyapanya saat ia keluar dari ruang prakteknya. Ia tampak terkejut.

“ dokter terima kasih ya untuk yang waktu itu, maaf aku telah merepotkanmu.” Aku menyerahkan sebuah boneka tangan kelinci padanya. Ia tampak bingung. Dan wajahnya makin terlihat menggemaskan. Hehe

“ kalau rabbit sendirian kan kasian, dia pasti kesepian. Makannya aku buatkan teman untuknya. “ dokter jinki tersenyum.

“ tapiiii, kau kurang berbakat membuatnya, lihatlah kupingnya panjang sebelah.” Dia tertawa.

“ jahat, padahal aku susah payah membuatnya.” Ugh… aku sedikit kesal.

“ aku berbohong. Terimaksih ya haeyeon” deg!! Cenat cenut itu datang lagi.

“ dokter rabbit, apa itu pasangan rabbit ? wah …” seorang anak perempuan menghampiri dokter jinki.

“ nah, lihat sekarang rabbit sudah punya pasangan. Apa kau mau bermain bersama dengan rabbit dan pasangan nya??? “

“ mauuu …” ujar anak kecil itu girang.

Hahahahahaha aku tertawa lepas.

“ mau sampai kapan kau tertawa hah? “

“ maaf kan aku dokter, tau kau sangat lucu dan aku suka “ deg ya tuhan apa yang aku lakukan. Aku baru saja mengucapkannya. Agrh… aku hanya menunduk tak berani menatapnya.

Kami berjalan menuju kantin rumah sakit. Banyak pasang mata yang melihat kearah ku. Aku benar benar risih. Apa mungkin suster suster itu cemburu padaku?? Kenapa dia menatap kearah ku seperti itu??

“hmm  dokter sepertinya sangat menyukai anak kecil ya? Apa dokter punya adik? ” aku memecah keheningan diantara kami.

“ aku punya seorang adik laki-laki, tapi dia sudah meninggal. Kecelakaan saat hujan bersama kedua orang tuaku. Waktu itu aku baru saja lulus dari smu. Aku tidak membenci hujan. Hanya saja hujan selalu mengingatkanku akan hal itu. “

Aku hanya membisu. Pantas saja waktu itu ia tak bisa mengantarku pulang. Dokter jinki. Aku bisa melihat kehampaan dimatanya. Sama seperti saat itu.

“ hmm mulai besok kau periksa dengan dokter jonghyun saja ya, dia dokter gigi umum. Jadi dia sepertinya lebih ahli dari ku.“

Aku terkejut, bagai mana mungkin aku harus periksa pada dokter lain. Aku bersumpah tak akan ke dokter gigi mana pun selain dokter jinki. Aku tak mau.

“ dokter jinki maaf, dokter minho memerlukan bantuan anda “ seorang suster mengganggu kami. Ugrh… menyebalkan. Dokter jinki bangkit dan berjalan meninggalkan ku tanpa sepatah katapun. Jahat…

———————————————————————————————

Sudah sebulan semenjak hari itu. Aku tak semangat sama sekali di sekolah. Aku pun mulai mengurungkan niat untuk masuk fakultas kedokteran. Tapi hari ini aku tak bisa menahan rasa rinduku lagi. Aku harus bertemu dengan nya sungguh harus bertemu.

Bulan desember, salju hari ini lumayan lebat dari pada hari kemarin. Tapi sama sekali tak mengurangi semangatku untuk bertemu dokter jinki.

Pasien dokter jinki sangat banyak sehingga aku memutuskan untuk menunggunya. 2 jam sudah namun ia sama sekali tak keluar dari ruangannya. Bahkan suster yang bernama kim heajin terus melotot kearah ku. Ugh… akhirnya aku putuskan untuk menunggu di luar saja.

Hampir 1 jam aku menunggu, badanku hampir beku karena begitu dingin.dan rumah sakit sudah mulai sepi.Namun semua tak sia sia. Akhirnya aku melihat dokter jinki.

“ dokter jinki” aku menarik lengannya dia menoleh kearah ku

“ aku sakit… “ aku memelas.

“ bukannya aku sudah katakana padamu untuk menemui dokter jonghyun, dia lebih ahli dari ku.”

“ aku tidak mau” rengek ku.

“ lepaskan tanganku “ dia menarik tangannya. Dan berjalan pergi. Aku menumpahkan air mataku dan berteriak memanggilnya

“ dokter kau tau? Bukan hanya gigiku yang sakit tapi ini juga sakit.” Aku memegangi dada ku.

“ sakit sekali saat kau menyuruhku periksa ke dokter lain. Aku tak bisa. Karena hanya dokter yang bisa mengobatinya. Hiks hiks “ aku mulai terisak menangis. Dia membalikkan badannya

“ kau tau kan dokter, aku … aku… aku menyukai dokter”

Dia berjalan kembali ke arahku dan memelukku erat. Aku menangis dipelukannya.

“berhentilah menangis, aku minta maaf”.

———————————————————————————————

Jinki POV

“ kau tau kan dokter, aku … aku… aku menyukai dokter”

Ya tuhan apa yang aku lakukan pada gadis ini, aku berjalan kembali kearahnya. Ku peluk ia erat.

“berhentilah menangis, aku minta maaf”. Aku tak ingin menyakitinya. Aku selau berfikir bahwa seberapa besar aku menyayangi seseorang, suatu saat orang itu akan meninggalkan ku. Sama seperti keluargaku. Tapi gadis ini…

“ dokter, aku mohon jangan menyuruhku untuk berobat pada dokter yang lain. “ dia memohon padaku. Aku mempererat pelukanku.

“ maaf… haeyeon, aku juga sakit. Aku kesepian tanpamu. Aku tak tau sejak kapan. Tapi aku juga menyukaimu. “ dia tersenyum oh tuhan. Aku menyayanginya.

Ku angkat dagunya ke atas. Butir butir salju jatuh di wajahnya. Kuhapus satu persatu dengan bibir ku, di keningnya, di kelopak matanya, di pipinya. Dan terakhir di bibirnya…

END

Sekian dan terimakasih buat yang udah mau baca…

Komen komen ya… makasih ^^v

18 thoughts on “[Freelance] My Lovely Doctor

  1. Sweeeatt, tapi agak buru-buru kalo menurut aku.. Knapa jinki tkut di tinggalin ma orang yg disyang ga dijelasin.. Mian chingu, just my opinion..

    Overall jinki jdi dokter?? Psti dia bkal jd dokter pling imut, kyoo.. ;)

    • Orang yang jinki sayang itu orang tua adenya
      Udah di jelasin kok, orang tua adenya meninggal kecelakaan.
      hehe makasih saran nya. Saya juga ngerasa ceritanya terlalu kecepetan.
      Makasih udah baca ^^

  2. Oh iya ini nih yg jdi pnsaranQ sLama ini,,,,Knp yah rata2 d bLog ini FFx kbnyakan Pemain utama i2 adLh KYUHYUN OPPA???? WAEYOOOO???

  3. wuah rammeee!! Mau dong mau. . Jd pasien.y dr jinki *bow*
    jinki pasti jd dokter terimut dan GA KALAH imut sm ank” kecil yg jd pasien.y xp hahai

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s