[Freelance] Milk For You [part 2]

Author: elfishy
Main cast: Lee Donghae, Irene (Kim Euna)
Support cast: Super Junior members, Serista, Regina, Ahjussi, Ajumma
Rating: PG-13
Genre: Romance
Warning: Ini cerita tentang oppa-dongsaeng. Jadi, perbedaan umur cewek dan cowoknya itu beda jauh banget (10 tahun) dan ceweknya non-korea, meski punya nama korea ^_^
Ps: Aku pernah ngirim cerita ini ke http://kpopfanfic.blogspot.com/  Jadi, kalo kalian nemu ff yang sama, ini MILIKKU. No plagiarism. Thanks for all comments before^_^ I love it so much! Have you any idea? Tell me! Maybe I can use it to my story. Hahaha…Love you guys… <3

(Irene’s POV)

 

Aku terbangun agak siang hari ini. Tapi aku tak peduli. Mimpiku benar-benar aneh namun menarik perhatianku. Kembali terbayang mimpi yang sangat jelas itu.

Aku sedang berada di tempat ibadahku, dan di sana ada super Junior. Aku ingin bertemu dengan Donghae, namun ia tampak menolak. Siwon-lah yang mau berbicara ramah padaku, seakan kami adalah teman baik. Aku menatap Donghae untuk yang terakhir kalinya dan berbalik, hendak pergi. Tapi tiba-tiba aku sudah berada di sekolah, di lantai tiga, menuju kelasku. Dan di tengah koridor, teman-temanku mengerumuni sesuatu; seorang bayi yang masih telanjang. Aku tidak peduli dan langsung masuk ke kelas.”Ini bayi siapa?”teman-teman berseru kebingungan. “Irene! Cepat kemari! Hanya kau saja yang bisa menggendongnya!” panggil temanku. Aku segera keluar dan menggendong bayi itu. Dan tiba-tiba, bayi itu sudah memakai baju biru! “Ini bayi siapa?” tanya akhirnya. Dan tiba-tiba terdengar suara… “Itu bayi kita!” aku segera menoleh dan mendapati Donghae sedang berdiri di ujung koridor, tersenyum hangat padaku ia berjalan pelan dan bergumam, “Itu bayi kita…”, ia semakin dekat padaku…

“Irene!!!!!!!!!” seseorang menjerit di telingaku. Sungguh, rasanya sakit bukan main. Serista mendengus menatapku.

“Eonni ini kenapa, sih? Sudah puluhan kali kami panggil, Eonni diam saja!” seru Regina.

Aku meringis, “Waeyo?”

“Kim Ajumma dan suaminya ada urusan yang sangat penting. Ia menitipkan anaknya pada kita. Juga penginapan ini,” jelas Serista.

“Mereka baru saja berangkat dan putri kecil itu sedang mandi. Sebaiknya kita segera membersihkan rumah!” lanjut Regina.

Aku terpaku untuk beberapa saat. Dengan cepat mataku melirik jam dinding. Eomo! Sudah jam 9 pagi! Aku teringat kembali akan rencana besarku. Aku melakukan kebiasaan pagi sesaat; berdoa, menegak segelas air putih dan berlari cepat ke alntai bawah, menuju dapur.

Aku membuka kulkas dengan cepat dan menemukan dua botol susu di sana. Salah satunya ditempeli pesan dengan tulisan: ”Kau ingin susu lagi? Kau bebas mengambil satu botol ini, Euna”. Ah! Itu pesan dari Kim Ajumma. Baik sekali wanita itu; bahkan berani menitipkan penginapan dan anaknya pada penyewa rumah ini.

”Eonni!” seru Jung Hee semangat. Rambutnya masih basah namun ia sudah berpakaian rapi. ”Ayo kita bermain di luar! Sudah lama sekali aku tidak kemana-mana!” ia menarik tanganku.

”Ah, ah… Jam ggan man! Aku harus mengantar benda ini dulu…” balasku seraya mengacungkan botol susu itu.

Jung Hee melonjak gembira, ”Yay! Susu! Minuman kesukaanku! Ayo, ayo…! Aku temani!” ia menarik tanganku lagi, keluar dari rumah. ”Mau kemana?”

Aku meringis dan menunjuk rumah sebelah. Jung Hee melonjak lagi dan menarik tanganku. Tampaknya karena tanganku berat, ia segera melepasku dan berlari sendiri ke rumah sebelah. Namun dengan bodohnya, ia tidak bisa menghentikan lajunya sehingga menabrak pintu depan.

”Oyu!” ia berseru. Ia terduduk lemas dan memijat kepalanya. Matanya mulai berair.

Aku menghampirinya dengan segera, ”Jung Hee! Aigoo… gwaenchanaseyo? Lihat keningmu! Merah sekali!” aku mengusap keningnya.

Ia mengangguk, ”Narang gwaenchana niga…” bisiknya dengan suara gemetar, ”Aku tidak boleh menangis, kan? Ayo, ketuk pintunya…” ujarnya, masih dengan mata berair. Sungguh jahat diriku, aku malah tersenyum menahan tawa. Wajahnya benar-benar lucu!

Aku mengeluarkan secarik kertas kuning yang sudah kusut. Kertas itu sudah kusiapkan sejak tadi malam dan aku masukkan ke dalam kantung piamaku. Aku menempelkan kertas itu pada botol susu dan meletakkannya di dekat pintu.

Tepat ketika aku bangkit berdiri, pintu terbuka! Damn! Aku dalam keadaan kacau sekarang!!! Aku masih memakai piama, memakai sepatu sandal dengan asal-asalan, rambut ikalku berantakan—sampai-sampai aku terlihat seperti singa, dan masih ada garis putih di dekat bibirku; bekas air liurku >.< Kupikir karena daerah ini terletak di sudut kota dan teramat sepi, aku bisa bebas keluar dalam keadaan apa saja. Tapi aku sedang berdiri di depan penginapan Suju sekarang!!!!!!!

Oh… Tuhan berkati… yang keluar adalah seorang wanita setengah baya dan berwajah ramah. Ia tersenyum menatap kami, ”Nuguseyo?” tanyanya. Sesaat ia menatap Jung Hee dan tersenyum super lebar, ”Jung Hee yeppeuda~! Ada apa, manis?” serunya. Tampaknya ia sudah mengenal Jung Hee.

Jung Hee tersenyum kecil, ”Aku jatuh,“ jawabnya. Ia menunjukkan keningnya. Aku meringis dan wanita itu tertawa sambil mengelus kepala Jung Hee.

”Maaf telah mengganggu, Nyonya… Jung Hee kabur tadi dan ia terjatuh. Tampaknya kepalanya telah ’mengetuk’ pintu rumah ini. Sebaiknya kami pergi sekarang, sampai jumpa!” aku membungkuk dan berbalik.

”Ye…” jawabnya. Beberapa detik kemudia ia memanggil lagi, ”Ya! Apa susu ini milikmu?”

DEG!

Aku berbalik dan meringis, ”Ani… susu itu sudah ada sejak Jung Hee jatuh tadi…”

Ia mengangguk, ”Ah… arasseo…”

 

(Donghae’s POV)

Pintu tertutup dan kami segera menoleh. Kami bersepuluh sedang menonton TV ketika terdengar bunyi tubrukan di pintu. Dan yang menanganinya adalah Nam Ajumma, istri dari Jung Ahjussi. Dan kini ia sudah masuk kembali setelah sesaat terdengar percakapan di luar.

Kami semua menyadari sesuatu yang berbeda; Nam Ajumma membawa sebotol susu!

”Susu lagi?” gumam Heechul dengan senyum renyahnya.

“Ne… dan ada pesannya. Tapi kertasnya sudah kusut…” balas Nam Ajumma. Kami bersepuluh serta Jung ahjussi berkumpul menatap susu itu, seakan botol susu itu adalah tumpukan emas.

Pesan itu ditulis dengan tulisan rapi seperti kemarin dan tetap dalam bahasa Inggris.

Milk is reach of Protein.

Make your day fun and full of strength.

Have a nice day!

(^_^)

   “Keren! Susu lagi! Dengan merek yang sama! Masih dalam keadaan disegel! Lengkap dengan pesan penyemangat pula! Sayang, susu ini datang terlambat!” seru Yesung.

”Jangan-jangan pengirimnya alien?” ujar Kyuhyun tiba-tiba. Yang lain menoleh dan menatapnya dengan pandangan kau-lucu-sekali-bodoh. Kyuhyun angkat bahu, ”Aku hanya bercanda.”

”Oh ya, siapa yang mengetuk pintu tadi?” tanyaku mengingatkan.

”Ah ya! Jung Hee, anak pemilik penginapan sebelah. Ia menabrak pintu kita. Dan kemudian datang seseorang yang masih memakai piyama memohon maaf. Bukan masalah. Kurasa, anak itu adalah penyewa baru di penginapan sebelah.”

”Wanita? Atau pria?” tanya Leeteuk.

”Umurnya?” tambah Eunhyuk.

”Orang Korea?” lanjutku.

”Wanita. Masih remaja. Tubuhnya agak berisi… dan kurasa ia bukan orang Korea. Matanya agak bulat berwarna coklat, memakai behel, berambut ikal, terlihat ramah dan lucu. Tampaknya ia orang Asia, tapi entah darimana, agak terlihat aura orang Barat. Entahlah… Yang pasti suaranya agak berat.”

”Mungkin tidak, orang itu yang memberikan susu ini?” tanyaku.

”Aku sempat berpikir begitu. Tapi tampaknya tidak…”

Yang lain mendesah kecewa, ”Seperti apa orang yang memberikan susu ini?” gumam Sungmin.

Aku terdiam dan menatap kertas itu. Tulisan yang rapi dan pesannya bagus. Kurasa, pengirimnya pastilah orang yang amat baik. Baru saja aku akan berjalan kembali ke ruang santai, terdengar jeritan dari rumah sebelah.

”REGINA!!! ARGHH!!!”

Ya ampun! Suara siapa itu? Kencang sekali!

Tunggu…

Aku mendadak gila atau apa? Tapi rasanya aku pernah mendengar suara itu… Dimana? Kapan? Deja vu? Entahlah…

 

13 thoughts on “[Freelance] Milk For You [part 2]

  1. mkin pnasarn.?
    Tpi msh rda bingung jga.
    Blum dpt nangkp jln critax,tpi isix aq udah bsa ngrti .
    Jln critax gmn.

    • wkwkwk.. aku juga bingung sih XD ini ttg cewek yg tinggal di samping penginapan suju. dia pengen deket sama donghae, tp melalui susu (minuman kesukaan donghae).. kalo soal mimpi dia *nujuk ke atas* itu cuma tambahan doang.. wkwkwkwk.. ga ada hubungannya sama ceritanya.. mianhae >.< but thanks a lot :)

    • wuah.. kalo gitu, search aja part 1-nya :) semoga bisa dimengerti ^_^ wkwk.. okidoki.. I’ll write as fast as horse (?) wkwk.. gomawo :)

    • Wkwkwkwk… TBC apaan ya? #dodol huehehehehe.. okidoki… nanti aku panjangin… yang teriak adalah… wuahh… tunggu ya, di part 3 ^_^ thanks a lot for reading :) baca terus yah… gomawo *hugkiss

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s