[Freelance] Our First Moment

 

SEUL RIN’S POV

Entah berapa kalinya aku meminta

Entah berapa kalinya aku menangis

Tapi ini adalah final

Final kesedihan dan kemuramanku

Final dari segala kelembutan yang kupunya

Jika kalian merenggutnya dariku

Walau aku tak mungkin mendapatkanya lagi

Sebagai balasanya adalah kalian

Kalian akan kurenggut

Bukan hanya dari keluarga yang menyayangi kalian

Tapi dari kehidupan yang melenakan ini

 

Aku melangkah dengan cepat. Amarahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku sudah siap menancapkan pisau yang ada ditanganku ini ada semua orang yang terlibat oleh perkara ini. Aku sudah terlalu lelah meminta dan memohon, aku sudah terlalu lelah menangis, bahkan hingga seseorang yang kupertaruhkan itu benar-benar tidak ada.

“ini tidak adil, appa ! bukankah ia sudah mempertaruhkan segalanya ? kenapa kalian tetap tidak memperbolehkan-nya bertemu tatap dengan orang itu ? kalian egois !”

PLAK !!

“apa maksudmu ?! kau ingin membela gadis lemah itu ? membiarkan-nya bertemu dengan laki-laki itu adalah malapetaka ! walaupun gadis itu sampai mengorbankan dirinya, kami tidak mungkin melepas orang itu semudah itu !”

Aku terpaku di depan rumah mewah itu. Apa maksud dari pembicaraan itu ? siapa yang ditampar ? hatiku benar-benar sakit mendengarnya.

Tanpa berpikir panjang ku terobos pintu besar itu, tidak terkunci. Bagus, membuatku lebih mudah memasuki rumah neraka ini.

“kau—“

“ada apa ?! kalian sudah membohongiku, dan sebagai balasanya aku tidak akan tinggal diam. Aku kesini bukan untuk mengambil jasad appa yang sudah kalian entah kemanakan. Aku akan membunuh kalian satu per satu. Dengan pisau ini, aku benar-benar akan membunuh kalian !!”

Kataku berapi-api, sejurus kemudian aku berlari kencang kearah dua orang suami-istri yang menatapku dengan setengah kaget.

DOOR !!

Belum sempat pisauku menancap, sudah kurasakan sesuatu yang amat panas, menusuk, dan amat menyakitkan tertancap di bagian tubuhku yang tak bisa kujabarkan dimana. Aku jatuh tertelungkup, aku masih bisa mendengar sebuah suara yang memanggil, lalu tenggelam dalam tawa.

Darah menggenang, seketika itu juga aku mengerang, entah aku kehabisan napas atau kehilangan banyak darah, kupejamkan mataku, dan aku tak mengingat apa-apa lagi setelahnya.

***

KYUHYUN’S POV

DOOR !!

Aku yang berada di belakang appa dan umma hanya bisa terpaku melihat gadis malang itu jatuh dengan tubuh menelungkup diatas tanah. Umma, appa, dan para mafia lainya tertawa senang.

“hey !”

Kuberanikan diri memanggilnya, tapi itu sia-sia karena tawa orang tua itu membahana, dan membuat suaraku tak terdengar. Kulihat genangan darah menghiasi tanah itu. Tawa semakin keras terdengar, entah kenapa kurasakan sakit di dadaku. Sesak hingga kurasa tak ada oksigen lagi yang bisa kuhirup.

“kyu, ayo masuk. Biarkan ia menjadi mayat semalaman. Nanti biar umma yang memanggil security untuk membuang jasadnya.”

Aku diam, membiarkan orang-orang di sekelilingku menghilang dengan sendirinya. Aku terpaku melihat gadis itu diam tak bergerak. Di tanganya masih tergenggam pisau yang sempat membuatku bergidik. Aku tahu jika ada sesuatu atau seseorang yang sangat mengancam keberadaan orangtuaku, maka aku yang akan dijadikan korban-nya.

Maka saat gadis mungil ini datang dengan perkataan yang berapi-api aku sempat bergidik ngeri. Aku takut umma dan appa membiarkan-nya membunuhku. Tapi nyatanya.. aku membiarkan-nya tertembak seperti ini. Sungguh, ini baru pertama kalinya aku melihat para mafia itu membunuh. Sebelumnya jika mereka ingin membunuh atau menyiksa seseorang, aku tak mungkin dilibatkan. Tapi ini, tapi gadis ini, aku sungguh tak tega melihatnya begini.

Kupencet tombol speed dial, 1 untuk yesung yang aneh.

“hyung, cepat ke rumahku. Ani ani, cepat ke rumah orangtuaku…. Keadaanya darurat, tolong.”

Aku memonyongkan bibirku sesaat mendengar yesung hyung yang takut dengan lingkungan tempat aku dilahirkan ini. Tapi memang menyeramkan berada dalam lingkungan ini, maka dari itu jika aku pulang, aku tidak mungkin menginap 3 hari lebih. Aku benar-benar tidak kuat dengan suara tembakan, suara tawa yang mengerikan, bahkan suara erangan orang-orang yang tidak kukenal.

Aku menyentuh rambut gadis itu dengan hati-hati. Kuraih tangan-nya yang lemas dan kugantungkan di pundakku. Dengan gerakan cepat kubangunkan tubuh lemah itu sambil memapahnya. Kupapah keluar dengan hati-hati. Tidak ada rasa takut saat itu, karena kuyakin tidak ada seorang pun yang akan keluar setelah ini. Aku tahu di dalam pasti sedang mengadakan pesta, dan dapat dipastikan lagi akan banyak orang tergeletak di sembarang tempat.

“aish.. tanganmu yang tertembak ! omo! Pasti bajuku sudah penuh dengan darahmu ! bodoh, seharusnya jika kau ingin membunuh para mafia itu, kau bilang saja padaku, aku akan membantumu dengan senang hati, tak perlu membawa pisau yang tak berguna itu, kita hanya tinggal mencampurkan obat mati kedalam bir-bir mereka, kujamin semua akan mati. Kau sih.. bodoh.”

“hey, kyuhyun bbabo !! kenapa kau berbicara dengan orang yang berdarah-darah begitu ? jangan bilang kau ikut gila dengan menembak gadis malang ini ! aish.. aku mau pulang !!”

Aku mendongak, menatap yesung hyung dengan mata berbinar. Aku beranjak dari dudukku, dan kembali memapah gadis ini. Yesung hyung mendekatiku dengan tatapan ngeri bercampur bingung, lalu ia mengekor di belakangku sambil terus melihat gadis yang sedang kupapah.

“hyung bodoh ! kenapa kau hanya melihat saja ? tidak adakah rasa ingin membantu?”

Yesung hyung terkekeh mendengar amukanku. Walaupun telah kusindir, ia tetap melenggang tanpa dosa, lalu ia mem bukakan pintu mobil, kurebahkan gadis itu dengan sangat hati-hati.  Mengusap rambutnya pelan, seketika itu juga kurasakan sakit yang amat sangat menusuk di tangan kananku. Tangan yang sama dengan tangan gadis yang tertembak itu.

Aku tak mengerti, tapi tususkan itu membuat tanganku seakan kram sesaat. Rasanya benar-benar menyakitkan. Yesung hyung menegurku agar cepat masuk, ternyata ia benar-benar tidak suka berlama-lama di lingkungan rumah mafia ini.

“kenapa dia bisa begitu ? benar kau tembak ?”

Tanya yesung hyung saat mobil sudah berada di jalan besar yang sedikit ramai.

“kau ingat dengan seorang lelaki yang ditangkap beberapa hari lalu? Hh.. itulah ayahnya. Ayahnya ditangkap karena punya banyak hutang dengan keluargaku. Gadis ini tidak rela melihat ayahnya yang terus disiksa, sampai-sampai ia hampir mengorbankan segalanya. Tapi ternyata para mafia itu tidak menerima tubuh gadis ini, entah kenapa. Dan malah membunuh ayahnya. Gadis ini shock dan ingin membunuh kami, yang terlibat dalam pembunuhan ayahnya. Saat ia datang, aku sedang mempermasalahkan masalahnya, aku tahu orangtuaku tak adil, tidak mempertemukan-nya dengan ayahnya, lalu ia datang sambil membawa pisau, dan berkata seperti itu. Aku sempat ngeri menatap matanya yang berapi-api. Lalu ia berlari kearah kami dengan todongan pisau yang terlihat sangat tajam, belum sempat ia menancakapkan pisaunya, seorang mafia yang memang bertugas menjaga kami menembakkan pelurunya tepat di tangan gadis ini. Dan.. jadilah ia begini. Sudah jelas ? jadi kumohon kau ingin mengantarkan aku dan dia ke rumah sakit. Entah kenapa aku merasa kasihan padanya.”

“kyu, satu yang kuambil dari masalah berdarah ini.”

Perkataan yesung hyung membuatku menatapnya bingung. Ia hanya tersenyum, lalu menoleh menatapku juga.

“kau jatuh cinta pada gadis ini.”

Mataku terbelalak mendengar ucapan hyung anehku ini.

“maksudmu ? kau itu aneh, benar-benar aneh, hyung ! bukanya merasa simpati atau apalah, tapi kau malah menuduhku jatuh cinta pada gadis malang ini. Micheoseo !”

“hey, aku belum pernah mendengar kau berbicara banyak sebelum ini kecuali masalah jerawat yang tumbuh tiba-tiba di wajahmu ! mau mengelak apa lagi ?”

Aku terdiam. Bukan karena merasa terpojok oleh perkataan yesung hyung. Tapi ini lebih kepada perasaanku yang memang tak menentu. Aku seperti dapat merasakan sesuatu yang membuatnya sakit saat aku menyentuhnya. Aku dapat berbicara banyak tanpa mengeluh karena objeknya adalah dia. Tapi masa begitu dibilang jatuh cinta ? hello… kalau hanya merasa simpati, bagaimana ?

“hey, kaun melamunkan gadis ini ya ?”

Lamunanku buyar saat itu juga. Yesung hyung terkekeh, membuat bibirku mengerucut. Aku sebal jika berhasil ia pojokkan.

“yaa, apapun itu, jangan pernah membiacarakanya pada member yang lain, terlebih pada ddangkoma-mu yang pasrah sekali jika kau ngomong panjang lebar.”

“kenapa aku tak boleh menceritakanya pada ddangkoma ?”

“yesung hyung-ku yang bodoh dan aneh.. semua orang tau jika kau bercerita dengan ddangkoma, kau tak segan-segan mengeluarkan suara keras, dan satu lagi yang fatal, kau pasti berbicara apa saja yang terjadi di hari itu. Entah sepele maupun tidak, dan aku tidak mau saat kau bercerita dengan ddangkoma, masalah yang ini pun ikut kau ceritakan.”

“hhahaha… tak perlu kuceritakan semua pun akan tahu. Kau mungkin tidak tahu atau lupa kyuhyun-ku yang bodoh, ada recorder di mobilku. Kau kan tahu aku suka berbicara bahkan bernyanyi sendiri. Dan satu lagi yang fatal, sejak tadi recorderku tak kumatikan. Hahaha”

Aku melotot menatap yesung hyung yang sedang tertawa puas. Mataku berkeliaran mencari benda kecil tak bernyawa yang telah menjadi saksiku itu.

“dan sekarang kau malah mencarinya, kau benar-benar jatuh cinta padanya, kyu ! hahaha”

Aku menarik nafas panjang, lalu menatapnya dengan tatapan tajamku. Seketika itu juga yesung hyung terdiam, dan bersenandung kecil, matanya terfokus kearah jalan. Satu tanganya memencet tombol disamping setir-nya. Ternyata disitu tempat recorder sialan itu berada.

Aku menghembuskan nafas kasar.

“kau benar-benar cari neraka, hyung..!”

***

“kyu, kau tak lupa mengikat tanganya yang terkena tembakan itu, kan ?”

Tanya yesung hyung saat mobil sudah berada di depan ruang gawat darurat. Aku hanya mengangguk, saat ini aku sangat cemas, dan aku tak tahu kenapa aku bisa sangat mencemaskan-nya. Sekelompok suster berpakaian putih-putih sudah mengerubungi pintu belakang, aku turun dan ikut menyertai gadis malang itu masuk kedalam ruang gawat darurat. Sementara itu, yesung hyung melajukan mobilnya, mencari tempat parkir.

“silahkan anda tunggu disini. Biarkan kami yang menangani-nya.”

Langkahku terhenti karena ucapan seorang suster yang ikut menangani gadis itu. Setengah mengintip kedalam ruangan serba putih itu, aku benar-benar cemas dengan keadaanya. Padahal nama saja aku tak tahu, apa benar ini yang namanya jatuh cinta ?

“hey, tak perlu secemas itu. Duduklah dulu, percayakan sepenuhnya ada mereka.”

Aku mengerucutkan bibirku mendengar sindiran yesung hyung yang sudah duduk di bangku di depan tembok bertuliskan ‘ruang tunggu’. Aku mendesah, lalu ikut duduk dengan kepala menunduk menatap lantai rumah sakit yang bersih. Kedua tanganku menumpu kepalaku yang menunduk.

Tiba-tiba aku merasa tangan kananku tertusuk, aku mengerang pelan, menggigit bibir bawahku agar tidak terlalu banyak mengeluarkan suara. Kutatap tangan kananku, masih utuh, mulus, dan tidak terjadi apa-apa. Aku menoleh kearah yesung hyung, ternyata ia sudah tidur.

“ah.!”

Aku mengerang lagi, sekarang lebih keras karena yesung hyung terbangun, dan menatapku bingung. Aku mencengkram tangan kananku sekeras mungkin, berusaha menghilangkan rasa sakit yang mendera.

“hey, tanganmu kenapa ?”

Aku meringis mendengar pertanyaanya, lalu menggeleng lemah. Yesung hyung memeriksa keadaan tanganku. Lalu ia berdecak, sambil menggelengkan kepalanya.

“tangan gadis yang terkena tembakan itu dimana ?”

Aku mengernyit tidak tahu. Aku mencoba mengingat-ngingat. Dan bingo, tangan kanan.

“tangan kanan, memang kenapa ? ada kaitan-nya dengan apa yang kualami ?”

Sekarang gantian yesung hyung yang menatapku dengan tatapan aneh. Tatapan orang bingung, bercampur kaget, dan tidak percaya. Aku mengguncangkan pundaknya, dan rasa sakit itu hilang mendadak. Aku menghela nafas, lalu menyandarkan badanku di kursi yang sebenarnya tidak empuk itu.

“kau punya suatu ikatan dengan gadis itu, ya ? semacam ikatan batin, eh ?”

Aku terdiam, terpaku mendengar perkataan sekaligus pertanyaan yesung hyung. Lalu kupejamkan mataku, kubiarkan pertanyaanya menggantung. Aku tidak ingin memusingkan kepalaku dengan hal-hal yang cukup mengagetkan hari ini. Untung rumah sakit ini tidak terlalu ramai, jadi tidak mengharuskan kami memakai alat penyamaran, dan itu membuatku sedikit lega.

***

“ehm, chogi.. ah, pasien bernama park seul rin . kami mencari kerabatnya,..”

Aku yang baru saja terbangun dari tidur mengerjapkan mataku. Di depanku sudah berdiri seorang suster yang menanyakan kerabat dari seorang pasien bernama seul rin.

Ku gelengkan kepalaku dengan cepat, aku memang tak punya kerabat bernama park seul rin. Sejurus kemudian aku memejamkan mataku lagi. Kurasakan helaan nafas dari suster dihadapanku ini, tapi tak kupedulikan. Aku mengantuk, dan aku tidak mau ada satu orang pun yang menggangguku. Apa itu tidak terlihat jelas dari wajahku yang suntuk ini ? lagipula siapa nama gadis itu ? operasi itu lama juga ya ternyata..

BUKK !

Aku mengerang, sesuatu yang keras menghantam kepalaku. Tanganku sudah melayang hendak memukul si pelaku, tapi gerakanku di hentikan oleh sebuah tangan yang aku tak tahu punya siapa.

“gadis malang-mu itu namanya park seul rin, bbabo !!”

Aku mengerjapkan mataku berkali-kali. Tepat di depan mukaku sudah terpampang muka jelek yesung hyung. Matanya merah, sepertinya ia juga kurang tidur, sama sepertiku. Tapi kenapa ia bisa mengenali park seul rin ?

“kenapa kau bisa tahu, hyung ?”

“tidak usah dibahas sekarang ! gadis-mu itu kesakitan di dalam sana, kau tidak mau menjenguknya ?”

Aku mengerucutkan bibirku, tai benar juga apa yang ia katakan. Buat apa mempermasalahkanya sekarang ? toh yang terpenting sekarang adalah keselamatan gadis bernama park seul rin itu.

Aku menepis tangan yesung hyung yang masih menggenggam tanganku. Lalu kuraikan sedikit penampilanku yang sedikit acak-acakan karena posisi tidur yang tidak nyaman. Setelah kurasa beres, kubuka kenop pintu itu dan kulongokkan kepalaku, mengecek keadaan ruangan serba putih itu dengan seksama. Kulihat ia sedang diinfus. Wajahnya sedikit pucat, matanya terpejam, ada bekas air mata disana. Kudekati ia, dan kuusap airmatanya dengan jempolku dengan gerakan yang amat sangat lembut. Ia diam, membuatku dapat menatapnya dengan leluasa.

Wajahnya mungil, sama seperti postur tubuhnya. Bulu matanya lentik, mencerminkan bahwa ia punya tatapan mata yang menyejukkan, lesung pipinya terlihat jelas, membuatnya terlihat sangat cantik. Bibirnya pink pucat, aku bersumpah dirinya kini cantik melebihi siapapun di dunia ini.

Kuusap pipinya lembut, tak berniat untuk mengganggunya barang sedikit pun. Lalu kugenggam tangan kirinya, berusaha menyalurkan beberapa energi yang kupunya. Aku ingin saat ia membuka matanya, aku adalah orang yang pertama kali ia lihat.

Tiba-tiba tangan kirinya yang berada dalam genggamanku bergerak pelan. Aku terkejut, menatapnya dengan penuh harap bahwa ia sudah sadar dari tidur panjangnya yang bak putri tidur.

Matanya mengerjap pelan, lalu sejurus kemudian ia mengerang, mencengkram tanganku dengan keras, membuatku terkejut setengah mati. Ia menhentakkan kakinya, menggigit bibirnya kuat-kuat. Aku tahu apa yang ia rasakan karena sesuatu yang menusuk itu kembali menyerang tangan kananku. Apa benarikatan batin itu ada ?

Matanya mengeluarkan airmata, membasahi lesung pipinya. Bibirnya kembali merah karena gigitanya, aku tak tahu harus apa. Yang ada dalam pikiranku hanyalah bagaimana caranya menenangkan gadis ini. Kubiarkan tangan kananku terus berada dalam cengkaramanya, kuarahkan tangan kiriku ke kepalanya, mengusap lembut rambut hitamnya. Tangan kiriku nyaris bergetar karena sesuatu yang menusuk itu benar-benar terasa menyakitkan sekarang. Tapi kuusahakan bahwa tubuhku tetap tegap. Kupencet sebuah tombol yang kuyakini sebagai alat darurat memanggil dokter.

Benar saja, tak berapa lama dokter dengan para susternya memasuki ruangan dengan tergopoh-gopoh, aku diam tak berkutik. Rasa menusuk itu sudah hilang tiba-tiba. Cengkaraman dari gadis ini pun sudah tidak kurasakan. Bahkan gadis ini terlihat seperti sedang tidur walau peluh menghiasi dahinya.

Kutatap yesung hyung yang menyembulkan kepalanya kedalam ruangan dengan bingung. Setelah mengerti keadaan-nya yesung hyung hanya menggelengkan kepalanya, lalu menghilang dari balik pintu. Dokter dan para suster itu mengecek keadaan gadis ini dengan seksama. Lalu merka sama-sama mengangguk, lalu menatapku dengan bersamaan. Aku membalas tatapan mereka dengan tatapan bingung sekaligus innocent.

“dia mungkin hanya mimpi. Kusarankan kau menjaganya sampai ia benar-benar merasa pulih. Terimakasih, annyeong .”

Aku hanya bisa membungkukkan badanku. Sejurus kemudian kutatap seul rin yang sedang tertidur dalam damai. Tak ingin mengganggunya dengan sentuhan-sentuhan yang dapat membuatnya terbangun dan mengerang hingga mencengkram tanganku, aku melangkahkan kakiku keluar kamar. Kulihat yesung hyung sedang menelpon seseorang yang kuyakini leeteuk hyung.

Ini sudah pagi, berarti sudah lebih dari 6 jam aku menemaninya di rumah sakit. Yesung hyung menatapku dengan mata sayunya yang terlihat kurang tidur. Aku mengedikkan bahuku, lalu menyandarkan badanku dengan kasar disampingnya.

“aku sudah ijin dengan leeteuk hyung. Sekarang aku harus pulang, oke ?”

“kau pulang ? lalu aku bagaimana ? kau tega meninggalkanku sendirian disini, hyung ?”

“ck, memang ada apa ? toh disini bukan hutan liar yang dapat membahayakan keselamatanmu. Kau hanya tinggal menunggui gadismu dengan sabar. Aku tahu kau mencemaskan-nya, jangan sampai karena merasa kau menghilang dari lingkunganya, membuatnya mati seketika. Hahaha”

Aku menatap hyung aneh itu dengan tatapan tajamku. Aku tak suka mendengarnya menghina seul rin lemah. Dikiranya aku adalah antibiotik bagi gadis itu ? mana mungkin dengan kepulanganku dapat membuatnya mati seketika ? hahaha, bodoh !

“sudahlah.. tunggui saja, aku kasihan juga padanya. Terlihat bahwa ia sangat menderita dengan tembakan keluargamu. Kau harus tanggung jawab, kyu. Fighting ! aku pulang dulu, annyeong !”

Aku mendelik menatap yesung hyung yang sudah berjalan dan melambaikan tangan-nya. Aku mendesah, lalu menatapnya sekali lagi. Ia sedang menutupi sebagian mukanya dengan masker hitam, lalu topi yang langsung ia kenakan begitu menyampai ambang pintu keluar. Ternyata walau dalam keadaan genting sekalipun ia tetap menjaga profesionalitasnya sebagai artis, hahaha..

***

“hari ini hari pertama aku bertemu denganmu, mungkin begitu juga denganmu. Penilaianku tentangmu.. sejauh ini kau bodoh, ceroboh, cantik, dan sesuatu yang sangat tak ingin kukatakan, kau.. lemah. Tapi aku berjanji, dikarenakan kelemahanmu ini, aku akan menjadi penjagamu. Bagaimana ? kau menyetujuinya, kan ? oya, bagaimana penilaianmu tentangku ? aku ini kan tampan, perhatian, baik, apa lagi ya ?ah, satu lagi ! aku ini—“

“sangat cerewet.”

Aku terlonjak mendengar sebuah suara selain suara ku. Aku mengerucutkan bibirku melihat gadis ini sudah sadar tanpa erangan yang membuat jantungku hampir copot.

“hey, kau sudah benar-benar sadar ?”

Tanyaku mengalihkan pembicaraan. Ia hanya mengangguk, lalu menarik jemarinya yang sedang berada dalam genggamanku. Aku sedikit salah tingkah karena-nya. Kenapa aku bisa tidak sadar ya, sudah menggenggam tanganya begitu lama ? terlebih saat ia sudah sadar begini ! ck, cho kyuhyun yang tampan tapi sedikit bodoh.. -,-

Keadaan hening seketika. Aku tak tahu hendak berbicara apa. Sepertinya ia juga tidak sedang mencari topik yang hangat untuk dibicarakan. Lalu harus apa ? tuhan, tolong aku !!!

“mengapa kau disini ? kau tidak ada acara ?”

Aku sedikit kaget bercampur senang mendengarnya berbicara. Lebih tepatnya bertanya dengan suara paraunya. Aku sedikit menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

“aku.. aku kan menjagamu, kau tidak ingat kejadian..—“

“ya ya, aku mengingatnya. Ternyata kau adalah anak dari mereka.”

Aku menunduk, tak kuat menatapnya. Aku tahu dia pasti sangat murka melihatku disini. Dia pasti punya dendam kesumat denganku, walau sebenarnya aku tak tahu apa-apa, tapi dia bilang dia akan membunuh semua yang bersangkutan dalam pembunuhan ayahnya. Aku kan anak dari gembong mafia itu, tidak mungkin ia melepasku begitu saja, bukan ?

“ternyata aku salah memilih..”

Gumamnya pelan, walau begitu aku dapat mendengarnya walau sama-samar. Aku mendongak, menatap wajahnya yang terlihat lebih segar.

“maksudmu ? kau memilih apa ?”

Ia tersenyum ceria, benar-benar tersenyum. Dan itu benar-benar membuatku terpaku, bukan seperti sebelumnya yang mengerikan dan tidak menyenangkan, aku terpaku kali ini karena wajahnya yang memang menyenangkan. Matanya yang besar membuatku senang menatapnya lama, lesung pipinya yang membuatnya makin terlihat cantik, dan suara paraunya yang terdengar.. eerr, seksi ?

“aku kan, sparkyu ! kkkkk~”

Seketika itu juga aku meloncat dari kursiku. Ia menatapku dengan mata berbinar-binar, seperti seorang fans yang hendak menerkam idola-nya. Aku menggelengkan kepalaku, mencoba menyadarkan diriku bahwa ini bukan khayalan atau mimpi belaka.

Ia tetap tersenyum, malah sekarang ia mengeluarkan ponselnya untuk memotoku. Aish, pasti wajahku sangat tidak berbentuk saat ini ! dia sparkyu ? fans ku ? jadi jika aku benar-benar jatuh cinta padanya, aku akan jatuh cinta pada fansku sendiri ? hahaha, itu sangat lucu, cho kyuhyun !

“kenapa kau diam ? kau tak suka ya, punya fans sepertiku ?”

Aku gelagapan mendengar pertanyaanya. Ditambah dengan wajah sendu-nya yang membuatku tidak tega melihatnya. Aku mengerang pelan, lalu duduk kembali di kursi yang sedari tadi menganggur. Kuberanikan diriku menatapnya langsung. Oh tuhan, rasanya jantungku benar-benar akan copot !

“jadi kau sparkyu ? ha ha ha.. menyenangkan sekali bertemu fans dengan moment yang sangat tidak diduga. Bagaimana perasaanmu ?”

Aku memulai perbincangan dengan sedikit nyaman, dan aku mencoba membuat segala bentuk atmosfer yang terjadi nyaman seperti keinginanku. Yang dikepalaku sekarang adalah, menggali bagaimana kehidupanya. Entah untuk apa, aku hanya benar-benar penasaran.

“tertawamu terdengar garing. Ini memang tertawamu yang sebenarnya atau malah sandiwara ? disini kan tidak ada kamera, aku juga tidak membawa handycam kok, kamu tidak perlu berlagak bahwa aku ini seorang fans yang harus di beri service. Anggap saja aku orang biasa, yang tidak mengenalmu. Maka kamu akan bersikap biasa padaku. bisa ?”

Jujur, ucapanya sangat mengena di hatiku. Ucapan yang berentet tapi tidak terdengar ribet. Aku mengangguk cepat. Entah kenapa aku menjadi sangat nyaman dengan hanya mendengar suara dan melihat wajahnya.

“oke, kenalkan, aku cho kyuhyun. Magnae super junior yang sangat tampan, dan juga mempesona. Bagaimana ? sudah seperti memperkenalkan diri dengan orang biasa ?”

“tidak tidak, perkenalkanlah dirimu tanpa membawa embel-embel super junior. Anggap saja aku pun tak tahu apa super junior itu.”

Aku mengernyit mendengar permintaanya. Tapi sekali lagi, entah kenapa aku mengangguk dan menurutinya. Ada apa denganku ini ?

“annyeong miss, kenalkan namaku cho kyuhyun, aku suka bermain game, dan aku tidak suka sayuran.”

“hahaha.. ya ya, aku tahu game sudah mendarah daging padamu.”

Aku menggaruk kepalaku lagi. Aku benar-benar merasa mati sekarang, aku tak tahu apa perasaan ini, tapi saat melihatnya tersenyum, tertawa, bahkan meremehkanku, aku merasa ada sebuah energi besar yang mengalir kedalam tubuhku dan itu membuatku bersemangat.

“jadi.. bagaimana perasaanmu bertemu denganku, park seul rin ?”

Aku berhasil membuatnya diam dan terpaku. Rona merah di pipinya muncul dan itu membuatku tergelak. Ia memalingkan muka, dan mengerucutkan bibirnya. Aih, aku suka itu !

“sudah puas menertawakanku, cho kyuhyun ?”

Tanyanya dengan nada sinis yang makin membuatku tergelak. Aku memang mengakui wajahnya yang imut dan cantik, tapi aku benar-benar tidak mengakui bahwa ia bisa galak dan menyeramkan.

“aish. Jangan menertawakanku, cho kyuhyun !!!!”

Aku seketika diam menatap mukanya yang memerah. Aku menutup mulutku agar tak terdengar suara-suara yang bisa membuatnya marah seperti ini.

Dia mendesah berat , lalu memalingkan mukanya berlawanan padaku, lalu menutup sebagian tubuhnya dengan selimut. Omona~ beginikah caranya saat merajuk ? tidak ingin melihat wajah tampanku ? aigoo~ imutnya gadis ini.

“jadi saat ini kau sedang merajuk ? hahaha.. bodoh sekali cara merajukmu ?”

“biar ! kesan pertama bertemu denganmu. Me.nya.kit.kan.”

Aku terdiam cukup lama. Entah karena ia benar-benar merajuk atau memang karena perkataan-nya yang terdengar sangat menyakitkan. Sebegitu me.nya.kit.kan-nya kah ?

Aku  melangkahkan kakiku memutari ranjangnya. Aku mengintip wajahnya yang sedikit dibenamkan ke bantal yang terlihat empuk itu. Ternyata ia tidur. Semudah itukah membuatnya tidur ? hanya membiarkan-nya merajuk, lalu selesai. Ia akan tidur seperti bayi. Ckckck.. park seul rin. Bodoh.

***

“makan yang banyak sayang, kau butuh banyak karbohidrat utnuk memulihkan tubuhmu.”

Ia membelalakkan matanya dan membuatku tergelak. Matanya itu sudah besar, tak perlu ia membesarkan matanya lagi jika hanya ingin membuatku mengerti bahwa ia kaget.

“aku tak ingin dikeroyok sparkyu yang lain.”

Katanya sambil memakan kimchi yang kubelikan di kantin rumah sakit ini. Aku hanya tergelak mendengar jawabanya.

“ye.. aku kan hanya mencoba memperlakukanmu seperti orang biasa.”

Ia kembali membelalakkan matanya, membuatku tertawa lagi.

“kalau begitu aku akan berhenti menjadi sparkyu !”

“eh ? buat apa ? kenapa ? kau tak menyukaiku lagi, ya ? yasudah, setelah ini aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan sayang lagi, deh.. janji !”

Kataku dengan nada cemas campur bingung. Kenapa sangat terlihat mudah untuknya mengutarakan sesuatu seperti itu ?

“bukan seperti itu. Katamu kan kau memanggil sayang hanya untuk orang biasa ? jadi kupikir jika aku menjadi orang biasa, kau akan benar-benar memanggilku dengan sebutan sayang.”

Dia… aish, dengan mulut penuh yang menggemaskan, mata besarnya yang tak malu jika bertemu tatap denganku, dan satu lagi yang membuatku terpana melihatnya ! ia benar-benar seseorang yang gampang mengutarakan sesuatu yang ia inginkan maupun rasakan.

“kenapa diam saja ? aku terlalu membuatmu terpesona, ya ?”

Haaaaahhh ??????? tuduhan macam apa itu ?  bukankah seharusnya aku yang mengatakan-nya itu padanya ? kenapa jadi aku yang menjadi korban ?

“seenaknya saja kau bicara, ada noda di pipimu tuh ! makanya kalau berbicara biarkan makananmu habis kau telan, jangan berbicara dengan mulut yang penuh. Dasar gadis bodoh..”

“jika aku gadis yang bodoh karena berbicara dengan mulut penuh, maka kau laki-laki bodoh yang mengelak dari kenyataan kau memperhatikanku sampai-sampai kau belum menyentuh makananmu sama sekali. Jadi.. siapa yang lebih bodoh ? aku mengakui bahwa aku berbicara dengan mulut penuh, tapi kau tak mengakui bahwa kau sedari tadi memperhatikanku ? cho kyuhyun yang bodoh..”

Aku menelan makananku dengan cepat. Secepat matanya yang terus mengikuti gerakanku. Cho kyuhyun tampan yang bodoh ! benar-benar bodoh sekarang !

***

“kyu..”

Aku mendongak menatapnya. Ia menatapku dengan tatapan seperti hendak mengeluarkan sesuatu. Apa ia ingin muntah ?

“kau ingin muntah?”

“anii.. aku ingin ke kamar mandi..”

Aku terhenyak mendengar permintaanya. Dia ingin ke kamar mandi, lalu ?????

“lalu ???”

“bodoh, aku tak bisa memegang infusku sendirian, kau mau kan, membantu ku ? jebal..”

Aku mengernyit heran. Yang benar saja ? ke kamar mandi berdua dengan lawan jenis ? oh my god ! bahkan dengan umma saja tidak pernah ! tapi dengan gadis ini ? astaga, kyuhyun !! kau bodoh jika ingin membantunya.

“ya.. ya.. aku akan membantumu, tapi aku akan menutup mataku.”

Kataku sambil memegangi infusnya. Ia turun dari ranjang, masih dengan papahanku. Aku takut sewaktu-waktu ia bisa terjatuh atau malah terpeleset dan membuatnya semakin parah.

“kyu, jangan menutup matamu..”

Katanya saat ia sudah berada dalam kamar mandi, dan aku amsih di ambang pintu. Aku benar-benar ingin membenturkan kepalaku ke tembok sekarang juga. Kenapa bisa gadis ini sebodoh itu ? ia memperbolehkanku menatapnya saat ia sedang melakukan aktivitas di kamar mandi ? gila, ya, benar. Dia gila.. bukan bodoh.

“k-k.. kau.. tak takut sesuatu terjadi pada kita ?”

“ya karena itu, aku takut sesuatu terjadi kita, makanya jangan menutup matamu.”

Jawabnya tak sabaran. Aku semakin dibuatnya tak mengerti. Sekarang aku sudah berada dalam kamar mandi bersamanya. Sungguh, jantungku benar-benar akan melompat keluar jika ia mengurungku lebih lama di dalam sini!

“maksudmu ?”

“aku tidak ingin kau jatuh atau terpeleset karena menutup matamu. Jika saja kau terpeleset, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib tanganku setelah ini. Jadi, untuk cho kyuhyun yang bodoh dan lambat berpikir, jangan menutup matamu. Mengerti ?”

Sekarang, aku. Cho kyuhyun yang tampan dan benar-benar bodoh, akan jatuh melayang kemanapun angin membawaku. Aku seperti di hempaskan dari langit tertinggi dan dibiarkan jatuh dimanapun kusuka. Tapi sayangnya kini aku jatuh kedalam lubang tidak menyenangkan. Betapa bodohnya aku, sampai-sampai tak memikirkan hal se-sepele itu. Aku kira dia memang gadis gila yang membiarkan seorang laki-laki melihat tubuhnya dengan mudah. Cho kyuhyun. Bodoh.

***

“kyuhyuuun !! jangan bersembunyi, kami tahu kau ada disini..”

“kemarilah uri magnae, aku sudah kangen tak melihatmu seharian..”

“kyuhyun ! jangan marahi aku, aku tak sengaja menceritakanya pada ddangkoma..”

“kami ingin tahu siapa gadis-mu, kyunnie.”

Aku terhenyak lama. Sekarang posisiku membelakangi seul rin. Dan ini sudah 10 menit aku menemaninya dalam kamar mandi. Tirai ditutup, jelas. Dan aku benar-benar bosan menunggunya yang tak kunjung selesai. Dan sekarang, kurasa sebuah hawa yang tidak menyenangkan datang. Sepertinya.. si aneh itu sudah bercerita panjang lebar dengan ddangkoma-nya. Dan itu artinya akan ada malapetaka disini. Hyung-hyung ku pasti akan meledekku habis-habis an. Sekali lagi, kau bodoh sekali cho kyuhyun.

“ssst.. mungkin dia sedang di kamar mandi..”

“mwo ? bersama gadis itu ? dia kan juga menghilang !”

“aish.. diamlah, aku sedang berusaha menguping !!”

Matilah aku. Matilah aku. Siapapun itu, aku yakin si ikan itu sedang menguping kedalam sini, dan jika tidak ada jawaban atau tanda-tanda kehidupan dari sini, aku yakin siwon hyung tidak akan segan-segan untuk mendobraknya. Dan itu artinya aku harus menciptakan atmosfer di dalam kamar mandi.. bersama seul rin ? aduh, gadis itu sebenarnya sedang apa sih ???

“seul rin, sudah belum ?”

Aku bertanya dengan suara yang agak dikeras-keraskan. Aku lebih memilih si ikan itu menguping dan semua tahu, daripada siwon hyung mendobrak kamar mandi ini.

ya, ternyata ia benar-benar bersama gadis itu !”

“apa benar ? micheoseo ! aku ingin dengar !”

“ssst !! jangan sampai ketahuan !”

Aku menarik nafas dalam. Aku harus bersikap biasa. Bersikaplah biasa, cho kyuhyun.

“sebentar lagi, kyu.. aku sudah berusaha mengeluarkan-nya.. tapi tetap saja susah..”

Apaaaaaa ??? jawaban macam apa itu ? dia sepertinya tahu aku sedang bersandiwara. Haha.. baguslah park seul rin ! kau membantuku..

“aish.. cepatlah.. aku sudah lelah.”

“kau kira aku tidak ? daritadi kan aku yang berusaha, kau kan hanya tinggal diam. Tunggulah sebentar lagi..”

Hahahaha.. jawaban bagus, seul rin ! aku terdiam, membiarkan-nya berkonsentrasi dengan sesuatu yang membuat kami harus terkurung lama disini.

“aaaaaahh.. akhirnya,”

Aku sedikit kaget mendengar-nya. Apa memang selalu seperti itu jika ia sudah berhasil mengeluarkan kotoran-nya ? -,-

“sudah, kan ? puas ?”

“yaaak ! jangan bergerak-gerak ! aku jadi susah, kyu !”

Uups, aku hampir lupa jika aku yang membawa infusnya.

“haha.. mianhae, tak sengaja..”

“huaaaa.. kyuuu !! angkat lebih tinggi ! darahnya keluar !!”

“apaaaa??? Darahnya keluar ? ya ya, sudah ?”

“hiks hiks hiks..”

Aku terpaku sebentar. Ia menangis. Ini bukan bagian dari sandiwara, kan ? kusingkapkan tirai yang menghalangi kami. Kulihat ia terduduk dengan wajah menunduk, tak berani melihat tangan kanan-nya yang masih terhubung selang infus.

“masih keluar ?”

Katanya dengan suara parau. Aku jadi tidak tega melihatnya. Aku jongkok dihadapanya, tak lupa setelah menyantolkan infus di shower yang tinggi. Ku raih tangan kanan-nay dengan hati-hati. Terlihat sedikit darah turun, aih.. itu pasti gara-gara aku terlalu merendahkan infusnya !

“tinggal sedikit lagi, kok.. ayolah, aku akan memanggil dokter.”

“tapi aku takut, jangan ulangi lagi, kyu..”

“yaksok. Sudah tenang ? ayo kita keluar.”

Belum sampai aku memapahnya, pintu berhasil terbuka dan…

“KYUUUUHYUUUUUUUUUUUNN!!!!!”

***

“ia tidak apa-apa.  Jangan sampai kau ulangi lagi, ya.. permisi.”

Kata seorang suster dengan senyum ramah. Aku membungkukkan badanku, diikuti oleh semua member yang berkumpul. Aku mendesah lega, lalu menatapnya dengan penuh permohonan maaf. Ia memalingkan wajahnya dariku, dan menarik selimutnya. Sekarang benar-benar menutupi seluruh tubuhnya. Kenapa lagi, dia ? merajuk tingkat tinggi ?

“hey, kyu ! kau benar-benar tak menyentuhnya-kan ?”

Tanya eunhyuk dengan setengah berbisik.

“tentu saja tidak, bodoh ! kau kira aku se-setan apa, hah ?”

“ssssssstttt !! kau tahu ini rumah sakit, kan kyuhyun ? jangan-jangan sedari tadi kau berbicara dengan nada seperti ini ?”

“iya, memang kenapa ?”

“CHO KYUHYUN. BODOH.”

***

PREVIEW-KYUHYUN’S POV

Jadi itulah.. our first moment. Sangat diluar dugaan, menghebohkan, membuat jantungku hampir copot, dan penuh dengan pertanyaan. Bahkan aku belum tahu apa-apa tentang kehidupanya !

Yang aku tahu, hanyalah..

Ia seorang park seul rin yang bodoh, ceroboh, cantik, pintar membuatku terjatuh dari puncak paling atas, gampang merajuk, takut pada darah, dia sparKYU, dan satu lagi..

Dia bukan gadis biasa.

PREVIEW-SEUL RIN’S POV

Our first moment. Aku hanya bisa tertawa jika mengingatnya. Aku yang terobsesi ingin membunuh keluarganya, aku yang seorang sparKYU, dan aku yang sebenarnya mulai menyukainya.

ia orang yang luar biasa. Luar biasa bodoh, luar biasa narsis, luar biasa baik, dan satu lagi..

dia luar biasa tampan.

 

[END OF OUR FIRST MOMENT] keep RCL—– J

 

 

6 thoughts on “[Freelance] Our First Moment

  1. Jahat bgt sih!
    Kyu jg diem ajj! ~_~ Baong!! Mn ga sopan lg blg ecung oppa aneh *mskpn bnr*..
    Sungie oppa jg sama ajj, bkn’a bntuin mlh liat doank! Heuh~

    Klo aq sih ksian ama ddangkoma’a..
    Hahahahahaha~ sabar y kyu ngadepin ecung oppa yg rada abnormal! ^.^V
    WAKWAW.. Hajar ajj kyu!

    COOL! Ikatan batin’a kuat bgt! =0
    Kyu babo y! Nama’a ajj gtw! Beuh..

    Kyu bnr2 tersepona ama seul rin :) Daebak!

    Itu sih otak kyu ajj yg ngeres! Bnr2 de.. itu pas dkmr mnd seru! LANJUT!
    msh gantung! Msh ga jls..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s