Different Love-Part9

Image and video hosting by TinyPic

Cast:

Kim Ki bum – Lee Hyuk Jae [Super Junior]

Choi Eunyoung – Kim Rae Ra – Han Je Mi – Choi In Hyeong [OCs]

Saat aku membuka pintu rumah, hampir saja aku berteriak karena begitu kaget, aku melihat senyum manis pagi ini…

“pagi…” Kibum menyapaku, aku tersenyum dan menjawabnya “Pagi juga…”

“Ayo…” ajaknya menarik tanganku. Ommo!! Kenapa dia jadi seperti ini.

Aku belum saja bertanya kenapa dia disini, dia sudah menarikku kedalam mobilnya.

“Em…”

“Mulai sekarang, panggil Kibum saja… seperti Hyukjae dan In Hyeong…” ujarnya, ah, dia mengerti maksudku

“Apa tak apa-apa? Kau kan atasanku?” tanyaku, Kibum menggeleng.

“Kau kan akan menjadi istriku…” jawabnya. Mwo? Dia menyetujui hubunganku dengannya?

“Kibum-ah…kenapa kau semudah itu mengiyakan?” tanyaku pelan, Kibum melihatku dan kembali tersenyum.

“Karena aku terlalu mencintainya…” jawabnya, jadi karena terlalu mencintai Eunyoung yah?

Lalu aku?

Apa aku hanya menjadi pabrik pembuatan anak? Apa aku hanya penghasil kebahagiaan?

Apa kau bisa menerimaku Kibum?

“Dan kau…” Kibum bertanya, aku menggeleng.

“Hm? Maksudmu?” tanyanya tak mengerti.

“Aku…” “Ah, aku tahu, kau dilarang Eunyoung menceritakannya kan?” lanjutnya, dia tahu? Tunggu… Eunyoung hanya bilang kalau aku tak perlu menceritakannya, bukan melarangku…

Dan Kibum… dia tak tahu kalau Eunyoung terkena penyakit?

“Mian…” ucapku sangat pelan.

Setelah sampai dikantor, aku melihat In Hyeong sudah didepan ruangan Hyukjae.

“Annyeong…” sapa Kibum pada In Hyeong. “Oppa…lama sekali kau menjemput Raera…” tanyanya.

“Apa kalian sarapan bersama?” tanyanya, aku menggeleng.

“Aniyo…” jawab Kibum, lalu berjalan menuju ruangannya, In Hyeong tersenyum padaku melihatku berjalan dibelakang Kibum

‘’ ‘’ ‘’ ‘’ ‘’

“Raera… bisa temani aku?” Tanya Kibum saat diperjalanan pulang. Aku melihatnya.

“Kemana?” tanyaku balik.

“Kerumah Kimi…” jawabnya, dia menunggu jawaban dariku.

Kerumah Kimi? Itu berarti aku kerumah Jemi… aku mengangguk.

“Benarkah? Gumawo Raera…” ujarnya senang, aku kembali mengangguk.

“Kimi itu anak yang lucu… dia sangat pintar…” ujarku. Kibum mengangguk.

“Sepertinya dia menurun sifat ayahnya…” ujar Kibum, tersenyum melihatku.

“Mwo? Hahaha…iya dia memang mirip sepertimu…” ujarku tertawa, Kibum ikut tertawa.

Aku sampai didepan rumah Jemi. Rumah yang cukup sederhana.

Aku melihat Kimi didepan rumahnya dan langsung berlari memeluk Kibum yang memang sudah berada di luar mobil.

Mereka terlihat bercengkrama, bahagia sekali.

Aku mengambil tasku dan bersiap turun.

Tapi saat aku ingin membuka pintu mobil, aku melihat Jemi keluar dari dalam rumahnya.

Ah… tak mengindahkan sekali jika tiba-tiba aku bersama mereka.

Jemi, Kibum dan Kimi… mereka keluarga yang cocok… tapi kenapa Eunyoung masih ingin menjodohkanku? Aish!! Aku tak pernah mengerti…

Aku melihat mereka dari kejauhan… kenapa tiba-tiba jadi suntuk sendiri?

Aish!!! Rasanya ingin pulang saja… untuk apa disini? Mereka sudah lengkap… jika ditambah aku? Ck!! Itu tak akan indah lagi.

Aku memasang headsetku ditelinga.

Kunyalakan music keras-keras agar mengurangi rasa suntukku.

“GLEK!” tiba-tiba pintu mobil terbuka, aku melihat Kibum diluar mobil.

Dia membuka headsetku, eh? Aku melihatnya.

“Ayo turun…” ajaknya, aku menggeleng.

“Ayo turun… untuk apa didalam mobil?” tanyanya, aku menggeleng.

“Aku sedikit pusing… aku tunggu disini saja…” jawabku.

“Kau pusing? Kita pulang sekarang?” ujarnya, aku menggeleng cepat. Kenapa dia jadi cepat mengambil keputusan?

“Aniyo… aku baik-baik saja… em.. maksudku… aku hanya sedikit pusing… tak usah pulang, kau selesaikan saja dulu dengan Kimi…” ujarku, Kibum perlahan meletakkan telapak tangannya di keningku. DEG!! Rasanya jantungku berhenti…

“Kau tak panas… ayo masuk saja.. dimobil akan lebih suntuk sendirian…” ajaknya, lalu menarik tanganku pelan. Lagi-lagi aku mengikuti kemauan Kibum.

Aku dan Kibum masuk kedalam rumah Jemi. Rumahnya rapi… dan wangi.

“Annyeong Raera…” sapa Jemi, aku membalas salamnya dan tersenyum.

Kibum mengajakku duduk disebelah Kimi duduk.

“Annyeong…” sapa Kimi padaku, aku membalasnya dan tersenyum lalu kucubit gemas pipinya.

“Wajah Noona pucat…” ujarnya, ah? Benarkah? Perasaanku biasa saja… atau aku terlalu gugup?

“Hm? Jinjja? Hanya sedikit pusing…” jawabku pelan.

“Oh… noona, ingin kupijit kepalamu?” tawarnya, astaga!! Anak ini baik sekali… aku menggeleng.

“Ya! Ayolah… kau belum pernah merasakan pijitan Kimi kan?” tawar Kibum, aku melihat Kibum dan Kimi bergantian, lalu mengangguk.

Kimi terlihat senang, dia berdiri dan bergati duduk di sandarang sofa.

“Aku ambilkan minum yah…” tawar Jemi lalu beranjak kedapur.

Kimi mulai memijit kepalaku. Dia memijitnya dengan sangat lembut, dan membuatku sedikit geli.

“Iya kan?” Tanya Kibum duduk disebelahku, eh’? kapan dia bergeser kesebelahku? Aku mengangguk.

Ah.. seperti ini ya rasanya menjadi Jemi… dikelilingi namja lucu dan menggemaskan.

Apakah nanti aku dan Kibum akan seperti ini?

“Enak Noona?” Tanya Kimi, aku mengangguk.

“Ne. sangat enak Kimi… kau belajar darimana?” tanyaku. Kimi tertawa kecil.

“Ini adalah keahlianku…tak ada yang mengajari…” ujarnya, aku dan Kibum tertawa mendengar jawaban Kimi.

“Ini adalah turun temurun dari Appaku… dia juga sangat jago memijat…” ucapnya, aku melihat Kibum dan menaikkan alisku.

“Itu benar… pijitanku juga sangat enak…” ujarnya sedikit menyombongkan diri, aku tersenyum melihat tingkah Kibum dan Kimi.

“Yobseo…” aku melihat Kibum yang sedang mengangkat telepon.

“…”

“Kiri sedikit Kimi…” ujarku, “Ah.. ne… ini…” ujarnya lalu memindah pijatannya.

“Ah…iya… sebentar…” ujar Kibum, lalu memberikan ponselnya padaku.

Aku mengambil ponselnya dan meletakkan ditelingaku.

“Yobseo…” suaraku.

“Raera…Eunyoung Unnie… tolong cepat pulang…” suara In Hyeong terdengar cemas.

“Hm? Wae? Tolong jelaskan lagi…” ujarku tak mengerti.

“Raera… cepatlah kerumah sakit..Eunyoung Unnie pendarahan!!” ujarnya,

“Mwo? Ne. aku kesana…” ujarku lalu menutup teleponnya.

“Wae?” Tanya Kibum. Aku menenangkan diriku. Aku berfikir bagaimana cara memberitahu Kibum, sedangkan, dia belum mengetahui keadaan Eunyoung sebenarnya.

In Hyeong POV

Aku sampai didepan rumah.

“Tak masuk?” tanyaku pada Hyukjae, dia menggeleng.

“Sepertinya tidak jagi…” jawabnya.

Aku mengangguk dan bersiap keluar mobilnya.

“Aku masuk…” ujarku, dia mengangguk dan menciumku.

aku mencium pipinya, tapi tiba-tiba Hyuk meniup leherku pelan. Aish!! Jangan bilang dia akan mencium leherku lagi.

Aku mendorong tubuh Hyukjae.

“Sebenarnya kau kenapa?” tanyaku sedikit ketus.

“Tak bolehkah? Sedikit saja…” ujarnya, aku menggeleng pasti.

“Aku tak mau Hyuk!!” ujarku lalu keluar mobilnya.

Aku masuk kedalam rumah tanpa pamit pada Hyukjae, aku sedikit kesal padanya.

“Annyeong…” sapaku saat masuk kedalam rumah.

Rumah terlihat sepi… kemana Eunyoung Unnie.

Aku menuju kekamar Eunyoung Unnie.

“Unnie?” aku mendekati Eunyoung Unnie yang terduduk dipojok kamarnya.

Eunyoung Unnie melihatku, astaga!! Eunyoung Unnie terlihat menangis.

“Tolong panggilkan dokter…” Eunyoung Unnie merintih memegangi bagian perutnya, aku berlari keluar kamar Eunyoung Unnie.

Aku menghampiri Hyukjae yang masih didepan rumah.

“Hyuk…tolong… Eunyoung Unnie…” aku panic, sangat panik, Hyukjae turun dari mobil dan mencoba menenangkanku.

“In Hyeong, tenanglah… jangan gugup…” Hyukjae memegangku erat dan menenangkanku.

“Jangan panik…” ujarnya lagi. Aku menghela nafasku.

“Tolong panggilkan Dokter… Eunyoung Unnie kesakitan…” ujarku sedikit tenang. Hyukjae mengangguk dan langsung masuk kedalam rumah.

Sedang Hyukjae menelpon dokter, aku kembali ketempat Eunyoung Unnie…

“Unnie… bertahanlah…” ujarku, aku membawa Eunyoung Unnie ketempat tidurnya.

“BRUK!!!” Eunyoung Unnie tak sadarkan diri sebelum sampai ketempat tidurnya, aku masih bisa menahan tubuhnya, tapi kepalanya sedikit terbentur meja kecil disebelah tempat tidurnya.

“Hyuk!! Tolong aku…” aku sedikit berteriak memanggil Hyukjae, tak berapa lama, Hyukjae datang dan langsung membantuku meletakkan tubuh Eunyoung Unnie di tempat tidurnya.

Aku melihat kening Eunyoung Unnie berdarah.

“Hyuk.. keningnya…” aku mencari kotak pertolongan pertama.

Setelah aku mendapatkannya, aku mengobati bagian kening Eunyoung unnie yang terluka.

“Sudah menelpon dokternya?” tanyaku, Hyukjae menggeleng.

“Ya!! Aku menyuruhmu menelpon dokter Hyuk!! Apa yang kau lakukan!!” aku makin gugup karena Hyukjae belum menelpon dokter.

“Aku hanya menelpon ambulans…” ujarnya, aku melihatnya.

“Kenapa tak menelpon dokter biasa saja?” tanyaku

“In Hyeong… jika menelpon dokter, tak bisa darurat, tapi jika menelpon ambulans mereka bisa cepat datang kesini… tenanglah…” Hyukjae merangkulku dan mencoba menenangkanku.

Sepuluh menit, ambulans datang, itu waktu yang mampu membuatku sangat khawatir pada kondisi Eunyoung Unnie.

^^^^^

Aku menutup teleponku, dokter belum juga keluar, dan itu makin membuat suasana hatiku tak bisa tenang.

“Tenanglah…” Hyukjae menghampiriku dan merangkulku hangat.

“Aku takut Hyuk…” desahku pelan, “Aku disini… semua akan baik-baik saja…” Hyukjae mengelus kepalaku dan menciumnya

Dokter keluar dari ruangan Eunyoung Unnie, aku langsung menghampirinya.

“Dok…”

“Tumornya cepat membesar, dan… otomatis harus diangkat In Hyeong…”

Diangkat?

Tubuhku tak seimbang, Hyukjae memegangiku agar tak jatuh.

Eunyoung Unnie… bukankah dia sudah berusaha sembuh? Harusnya sembuh? Bukan bertambah parah?

“Kibum harus diberitahu ini In Hyeong… dia masih suami Eunyoung dan berhak mengetahui ini…”

Aku menggeleng, aku tak mungkin memberitahu Kibum… Eunyoung Unnie tak memperbolehkanku memberitahu Kibum kan?

“Setidaknya minggu depan Eunyoung sudah harus melakukan operasi…” ujar dokter Jung. Minggu depan? Hyukjae memegangiku makin erat, agar aku tak jatuh.

“Aku bisa bertemu dengan Eunyoung Unnie?” tanyaku, Dokter Jung mengangguk.

“Jangan terlalu berisik…keadaannya masih sedikit labil…” aku mengangguk dan masuk kedalam ruangan Eunyoung Unnie.

Aku melihat Eunyoung Unnie terbaring. Wajahnya sedikit lebih baikan dari sebelumnya. Aku berjalan mendekat ketempat tidur Eunyoung Unnie. Aku berdiri disebelahnya tertidur.

“Apa keinginanku terlalu muluk? Aku hanya ingin Unnie sembuh Hyuk…” kataku pelan, aku tersenyum tapi air mataku menetes perlahan

Hyukjae yang berdiri dibelakangku hanya bisa mengusap punggungku.

“Eunyoung…” aku mendengar suara Kibum Oppa, aku menoleh melihat pintu yang terbuka, disana ada Kibum dan Raera.

Kibum Oppa menghampiri kami, aku tahu dia sangat sedih… tunggu! Apa Raera menceritakan ini?

Aku melihat Raera yang berada dibelakang Kibum Oppa.

Dia melihatku dan menunduk, jangan bilang Raera menceritakan semuanya…

“Apa kata Dokter?” Tanya Kibum Oppa,

“Eunyoung Unnie kelelahan saja…” ucapku pelan, “Jagi… ini aku, bangunlah…” Kibum Oppa mendekat ke Eunyoung Unnie.

“Oppa…Dokter bilang, keadaan Eunyoung Unnie masih sedikit labil…biarkan dia istirahat…” saranku, Kibum melihatku

“Sekarang sudah bisa menceritakan pada Oppa?” tanyanya.

Aku terdiam. Kenapa harus disaat seperti ini? “In Hyeong… ceritakan pada Oppa…” Kibum Oppa menarik tanganku memaksaku untuk menceritakannya. Aku masih sibuk berfikir apa yang harus kukatakan pada Kibum Oppa, tapi Hyuk menahan tangan Kibum Oppa untuk menarik tanganku.

“Kibum…tak bisakah kau menahan dirimu!!” Hyuk melepaskan tanganku dari tarikan tangan Kibum Oppa.

“Kibum…” aku mendengar suara Eunyoung unnie, aku melihat Eunyoung Unnie membuka matanya dan melihat kami semua.

“Eunyoung… kau baik-baik saja?” Kibum Oppa menyentuh wajah Eunyoung Unnie, sangat menyayanginya yah? Itu terlihat kental sekali Oppa… kenapa kalian harus berpisah dengan cara seperti ini?

Raera… tadi Kibum Oppa bersama Raera kan? Kemana dia? Aku tak melihatnya di ruangan Eunyoung Unnie.

Aku berjalan keluar ruangan Eunyoung Unnie. Aku mencari sosok Raera. Tak kutemukan.

Atau dia sedang kekamar kecil?

>>>>>

Aku melihatnya menangis… tapi kenapa?

Atau…Raera sudah mulai mencintai Kibum Oppa?

“Kenapa menangis?” aku masuk kedalam kamar kecil dan menghampirinya. Raera menghapus air matanya dengan cepat.

“In Hyeong… aniyo… tanganku tadi terjepit pintu… agak sedikit sakit dan membuatku menangis…” ujarnya sembari tertawa kecil. Benarkah? Tapi kenapa aku melihat dia begitu sedih?

“Oh… kau tak ingin menjenguk Eunyoung Unnie… dia sudah sadar…” ucapku, lalu keluar dari ruangan itu.

Raera mengikutiku dari belakang.

“Jangan katakan pada siapapun tentang tadi yah…” ucapnya pelan, aku berhenti.

Aku membalikkan tubuhku melihat Raera.

“Kau… melaksanakannya lebih dari tugasmu?” tanyaku menyipitkan mataku. Raera menelan ludahnya, dia terlihat sedikit gugup.

“In Hyeong…” “Jangan bicara apapun lagi… jawab saja…” ujarku pelan, Raera melihatku dan mengangguk pelan.

Aku menghela nafas, lalu berbalik arah.

“Baiklah…” kataku pelan, lalu berjalan lagi. Raera mencintai Kibum Oppa?

Ini yang kutakutkan… dan ini yang terjadi…

Kenapa harus seperti ini?

Semua akan baik-baik saja… aku yakin semua akan baik-baik saja…

Aku membuka pintu kamar Eunyoung Unnie, kulihat Kibum Oppa masih berbincang dengan Eunyoung Unnie.

Aku dan Raera masuk ke dalam ruang rawat Eunyoung Unnie, aku menghampiri Hyuk yang duduk disofa.

“Seperti baru menangis…” ujar Hyukjae melihat Raera.

“Ne. memang Hyuk…” ujarku pelan.

“Mianhe…” ujarnya pelan, aku melihatnya, “Mwo?” tanyaku

“Tadi…aku tak bisa mengontrol diriku…” sesalnya, aku tersenyum kecil dan menggenggam pelan tangannya.

“Ne. gumawo…” ujarku, Hyukjae melihatku bingung.

“Gumawo… karena sampai sekarang kau menjadi milikku, meskipun kau tahu aku seperti itu…” ujarku.

“Aku berjanji aku akan berubah Hyuk…” ucapku pelan, Hyukjae tersenyum.

“Aku percaya…” ujarnya.

^^^^^

Aku pulang untuk ganti baju, dan membawa beberapa bajuku untuk ganti. Karena Eunyoung Unnie belum diijinkan dokter untuk pulang, kemungkinan aku akan menginap disana.

“Kring…kring…”

Telepon rumah berbunyi,aku mengangkatnya.

“Yobseo…” suaraku.

“Yobseo… In Hyeong-ah.. bagaimana keadaan Eunyoung? Aku dapat kabar, Eunyoung masih dirumah sakit.” Jemi… ini suara Jemi.

“Unnie sudah baikan… hanya saja, kondisinya sedikit drop, jadi dia harus menjalani perawatan di rumah sakit… Jemi… kau tahu sesuatu tentang Eunyoung Unnie?” tanyaku.

“Ne… Eunyoung menceritakan semuanya padaku In Hyeong…boleh aku menjenguknya?” tanyanya

“Tentu saja boleh… bawalah Kimi…” saranku.

“Ne. tapi Kimi tak bisa lama-lama dirumah sakit In Hyeong… dia tak begitu suka aroma Rumah Sakit.”

“Oh… begitu yah… nanti aku yang akan mengajak Kimi jalan-jalan jika kau mengobrol dengan Eunyoung Unnie…” saranku,

“Ne. Gumawo In Hyeong… annyeong…” ujarnya

“Annyeong…” aku menutup teleponku.

Aku berjalan menuju kamarku dan masuk kekamar mandi.

Sekitar lima belas menit, aku selesai mandi.

Ah… rasanya segar sekali…

“JEGLEK!!” ommo!! Aku melihat pintu kamarku terbuka, siapa yang masuk? Astaga!! Bodoh!! Aku sendiri dirumah, dan aku tak mengunci pintu kamarku tadi!!!

Aku berjalan cepat menuju kepintu kamarku, tapi handukku lebih dulu terjun bebas. Astaga!! Ini membuatku makin gugup.

Aku melihat seseorang memasukan kepalanya ke kamarku. Ah!! Molla!! Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat…aku melihatnya, kepala namja!! Kya!!! Apa yang harus kulakukan!!! Aku malu!!!

Hyukjae POV

aku naik kekamar In Hyeong, mungkin saja dia sudah selesai.

“JEGLEK!!” aku membuka pintunya, aku memasukkan kepalaku kedalam kamar In Hyeong, Ommo!! Aku tertegun dengan pemandangan yang kusaksikan sekarang…

Aku melihatnya…

Dia…dia hanya mengenakan bra dan celana dalamnya…

Tubuh In Hyeong… ah!! Bagaimana tak horny melihat In Hyeong seperti itu. Aku menelan ludah dan melihat wajah In Hyeong.

Kenapa dia menutup wajahnya…

Aku masuk kedalam kamarnya. Kakiku bergetar saat aku menuju kedekatnya. Entah kenapa… tapi, mungkin ini pertama kalinya aku melihat In Hyeong seperti ini, jadi…

“Pergi kau!!! Aku sudah mempunyai kekasih!!!” teriaknya, eh? Kekasihmu disini In Hyeong…

Ah… rasanya mataku tak ingin berpaling dari tubuhnya yang.. ck, ini sangat susah dijelaskan…

Aku menahan pandanganku agar tak melihatnya, tapi itu terlalu indah… tubuh In Hyeong terlalu indah untuk tak dipandang.

Aku menggigit bibir bawahku, aku melihat dadanya, walaupun masih tertutup bra berwarna hitamnya… kenapa begitu indah?

Dan, tubuhnya begitu menggodaku…

Apa yang harus kulakukan? Bisakah sekarang aku menariknya ke tempat tidur dan melakukannya?

Aku menggerakkan tanganku menyentuh pinggangnya, aniyo!! Aku menghentikannya…

Huft!! Kujauhkan fikiranku, dan kuambil handuk In Hyeong yang terjatuh di lantai.

Kulilitkan di tubuhnya.

“Ini aku… jangan takut…” ucapku pelan, menutupi tubuh In Hyeong dengan handuknya.

Aku mengelilingi tubuh In Hyeong, saat aku menutup tubuhnya dengan handuknya.

Aku melihat tattoo indah, di pinggang belakangnya. Tattoo salib perpaduan warna ungu dan biru itu… sangat indah di tubuh In Hyeong…

“Aku Hyukjae… tak perlu takut in Hyeong…” ucapku lagi berdiri di belakangnya.

Aku membalikkan tubuhku membelakangi In Hyeong yang sudah terbalut handuk.

 

To be continued…

 

Hya!! masih adakah yang merindukan ff ini?? maaf kalau lama sekali ^^

20 thoughts on “Different Love-Part9

  1. Masi..hehe..
    Sambunganny jgn lama2 lg thor.. Ud gk sbr kelanjtanny gmana.. Akhrnya kibum m sapa? Eun yong, raera ato jemi?

  2. masihh…………… tapi author kau jahat sekaliii…
    terlalu lama aku menunggunyaa……
    bisakah kau berbaik hati…
    don’t be too long…………….

  3. masiiiiiiih~
    ini ff terlama yang aku tungguin kelanjutannya T_______T
    jangan lama” dong thor.
    (╥﹏╥)
    ff selanjutnya ada NC nya ya? XD

  4. Kyaaaaaaa kangeeeeen ama nie ff, aisss author tega bangeeet bkin qta rindu setengah mati neh ama nie ff *lebe gila* hahahhaa~~~
    Aisss ceritany makin makin seruuuu~~
    Aisss reader egois msh ngarep kibum jemi kimi msh bsa b’kumpul neh, hehehe~~~
    Smg author bsa ngabulin keinginan reader egois yg atu ini, hehehe
    Part selanjutny jangan lamaaaaa ya author *chu*

  5. ah, lg seru2’y dah tbc….
    aku nunggu kelanjutan nih ff tp publish’y lama banget…
    penasaran, cerita’y gak bs d’tebak..
    penuh misteri..

  6. masiiihhh…. ayooo lanjuuuttt….
    jangan lama lama ya lanjutannya….
    pnasaran ni,,,
    ahhh kibum ma eunyoung aja… kasian eunyoung’y…
    ato ma jemi jg gpp…
    lanjut lanjut

  7. Masihhhhhhhhh…
    updatenya lama bangeet chingu..
    kok aq dsni makin kesel dgn kibum ya?hhe
    penasaran gmn akhirnya, sypa yg bakal bareng kibum..
    hyukjaeeeeeee, ga sopan masuk2 kamar cewek walaupun kamar pacar!!
    aishh, dasar yafongg :p

  8. masihhhhh banget ><..
    lanjutannya jangan lama-lama dong u,u
    tapi tetep nungguin kok hehe :D author fighting !!

  9. hyaa
    astaga hyuk, you are so manly
    mau punya calon suami kaya hyukkkk
    kekeke~

    hmm aku penasaran ttg apa yg diceritain raera ke kibum
    kenapa kibum bisa ikut ke rumah sakit?
    trus enyoung cerita apa sm kibum?
    trus itu antara raera-inhyeong-hyukjae ada apa?

    ayo dong cepet part 10 nyaaaa
    mau tau kelanjutan dr hyukjae sm inhyeong
    kekeke~

  10. Ikh~ sebel deh! Jd pd genit gini sih! Kibum oppa lg! Ih~ sebel!!!
    Hyukiepa tuh emank pling sneng y popo d leher… weleh weleh
    Bener2 ga tega aq liat eunyeong! =(
    dy byk bgt berkorban demi kbahagiaan kibum oppa! :”(

    WOW! Hyukiepa liat in hyeong naked? Wah wah wah.. ati2 tuh!

    Pko’a kibum oppa hrs tw tt tumor’a eunyeong!
    Ksian eunyeong!!

  11. ak selalu nunggu FF ini ><
    yaaah TBC lagi lagi seru2nya bagian Hyuk! #plak
    thor sambungannya jgn lama2 ya XD
    ak makin ngefans nih sama FFnya kkk~

  12. annyeong ^^
    ngebut baca FF ini dr part 1.
    mianhae bru komen di part ini..
    hmmm, FF ini bikin penasaran, critanya menarikk
    gmna klo jd drama ajaaa?? :) akuu sukaaaaa bgt
    jng lama2 yaa thor next partnyaaa… fighting :D

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s