[Freelance] You’re Too Far part 8

Super Junior Fanfiction

 

AUTHOR : ACHIE AMAR

CAST : SOJIE, SUPER JUNIOR, etc.

=====================================================

 

 

Sojie POV

 

 

Aku berjalan mengikuti Kyu oppa dan masuk ke dalam sebuah rumah yang bisa dibilang cukup besar. Halaman dan garasi yang luas, pintu kayu yang besar. Ah sudahlah, cukup kita bilang bahwa ini rumah yang sangat besar.

“Kau bisa memasak kan? Kalau begitu masak untukku” katanya sambil berjalan masuk ke dalam rumah. Aku masih celingak celinguk saja. Aku tau keadaan mood Kyu oppa yang buruk, entah kenapa. Jadi dari tadi aku hanya diam sejak dia menarikku pergi.

Kyu oppa duduk di kursi meja pinggir dapur, terlihat seperti meja bar. Aku langsung tau apa yang di maksud Kyu oppa, ah dia ingin aku memasak.

“Masak di sini oppa?”

“Ne, aku ingin lihat apa kau benar benar bisa memasak” katanya

“Ne” kataku lalu mulai mengubrak abrik isi kulkas.

 

 

Jujur saja, aku sudah mulai terbiasa memasak walaupun masih sangat baru belajar. Tapi aku susah konsentrasi gara gara Kyu oppa melihatku begitu. Ah jinjja. Apa apaan sih dia?

“Oppa! Kau tunggu saja!” kataku kesal

“Wae? Kau sebenarnya tidak bisa memasak? Atau kau mau memasukkan obat pelet?” tanyanya dengan wajah mengesalkan.

“Aniyo! Aku tidak bisa dilihatin begitu!”

“Kalau begitu biar aku membantumu” katanya sambil turun dari kursinya.

“Andwae! Shirro!” kataku kesal. Tapi entah apa yang ada di otak Kyu oppa, wajahnya langsung berubah seperti evil lagi.

“Kenapa tidak? Kau bahkan memasak bersama Henry?!” katanya.

Apa Kyu oppa cemburu? Aku bukan tipe orang yang mudah geer, dan aku selalu melawan perasaan geerku agar aku tidak akan melambung tinggi.

“Kenapa? Oppa cemburu?!”

“Mwo?!”

“Kalau tidak, jangan ganggu aku seperti ini Kyuhyun-ssi! Kau mempermainkan perasaanku!” kataku kesal, lalu tanpa sadar air mataku sudah turun. Aigoo, aku kenapa? Yang jelas hatiku sangat sakit dan aku seperti berpijak di atas sebuah tumpukan beling.

“Mwo? Apa kau bodoh?!” jawabnya dengan wajah heran.

“Kau mempermainkanku Kyuhyun-ssi. Aku lelah menyukaimu… Aku belajar masak juga karena kau suka perempuan yang bisa memasak kan? Aku tidak tau lagi harus apa” kataku semakin terisak.

“Mwo? Bisa memasak? Ah… Ne…” kata Kyu oppa tergagap. Aku menundukkan kepalaku dan membalikkan badanku. Aku kembali melanjutkan memotong daging sambil terus menahan tangisku agar tidak berkelanjutan. Aku tidak tau kenapa, bahkan memanggilnya Kyu oppa secara langsung pun aku sudah tidak sanggup.

 

“Uljima…” tiba tiba Kyu oppa memegang pundakku dengan kedua tangannya. Aku terdiam dan membeku.

“Uljima” bisiknya lagi. Lalu dia pergi.

 

Entah aku harus merasakan apa. Yang jelas aku semakin kacau. Untuk apa dia begini kepadaku kalau dia menyukai Gaemi?

 

 

****

Aku duduk di bawah sedangkan Kyu oppa duduk di sofa asik dengan game-nya.

“Oppa, ini makanannya sudah dingin” kataku melirik makanan yang dari tadi hanya di diamkan saja oleh Kyu oppa

“Hmm” kata Kyu oppa yang sedang asyik main game. Aish! Ngeselin banget sih?!

 

“Tingtong! Tingtong! Tingtong!” suara bel yang berturut turut memaksaku untuk membukanya. Aku melirik jam, jam setengah 10 malam? Siapa coba tamu Kyu oppa jam segini?

 

“HOAAAA! ADA KAAAAU!” teriak Gaemi saat melihatku yang membuka pintu.

“HUAAA LO NGAPAIN DI SINI?! HAYO NGAKU LO!” ganti sekarang Imma yang ribut. Astaga mereka berdua.

“Kalian ngapain disini?!”

“Woaaah, kayanya kita ganggu nih Ma” kata Gaemi sambil senyum senyum ngeselin. Ih gak tau apa kalo dari tadi aku kesiksa?!

“Masuklah, ada makanan di dalam” kataku datar

“Kami juga bawa banyak makanan dan minuman!” kata Imma sambil mengangkat plastik keresek. Astaga mereka niat? Tanpa basa basi lagi mereka berdua sudah rusuh masuk ke dalam. Dan dari dalam terdengar suara kesal Kyu oppa yang diganggu bermainnya.

 

 

Dari tadi aku hanya bisa diam melihat kelakuan pasangan bodoh ini sambil menonton DVD, mereka ikut aku duduk di bawah sambil memakan cemilan dan benar saja, Kyu oppa tidak menyentuh sama sekali makanan yang aku masak susah payah tadi. Jahat sekali dia.

Dia bahkan tidak memperdulikanku yang terus menyindirnya tentang aku yang sudah memasak susah payah seharian ini. Dan aku masih harus memasak buat dia. Dia hanya tertawa kecil dengan wajah abstrak dan membuatku merasa semakin kesal.

 

Aku menengok ke belakang, dan melihat Kyu oppa yang ketiduran di sofa dalam keadaan tengkurap. Omo, dia lucu sekali kalau sedang tidur begitu. Memang tidak salah aku mencintainya. Ah tuhkan, sebenarnya mauku itu apa sih?

 

“Eaaaaa, ketauan lagi mantengin” kata Imma dalam bahasa Indonesia.

“Apasih” kataku kesal

“Kamu itu suka dia kan?” tanya Gaemi berbisik.

“Hm? Hahahaha apasih” kataku

“Ya! Aku bisa melihat dari matamu. Kami juga tau kok kamu sedih karena makanan makanan yang tadi kami makan itu tidak dimakan olehnya” kata Gaemi lagi

“Kau menyukai orang yang salah Sojie-ya, kalau kau memang mau mendapatkannya, kau harus bersakit sakit dahulu. Tapi bersakit sakitnya pasti akan sangat lama” kata Imma lagi. Ya itu memang benar

“hah lihat, matamu itu bisa bicara Sojie. Kau sangat lelah kan? Kalau kau mencintainya kau tidak boleh berhenti” kata Gaemi lagi.

“Dan aku sarankan padamu, jangan sampai Kyuhyun tau apa yang ada di otakmu. Itu, bahasa matamu, hilangkanlah” kata Imma. Hah? Bagaimana caranya coba?

“Ah ya sudah, Kyuhyun sudah tidur. Kita pulang saja. Hm, kau mau ikut?” tanya Gaemi padaku.

“Ah, aniyo, nanti saja gampang” kataku karena aku melihat keadaan rumah yang sangat berantakan.

“Yasudah, kami pulang dulu ya” tanpa basa basi lagi, mereka langsung berdiri dan keluar sendiri. Aku melihat sampah sampah yang ditinggalkan mereka. Ah, ini benar benar menyusahkan. Kalau saja aku tidak kasihan pada Kyu oppa, pasti aku sudah ikut pulang bersama mereka.

 

 

Aku berniat mengambil sampah di sebelah sofa, dan aku jongkok tepat didepan wajah Kyu oppa. Aku diam melihatnya. Tanpa sadar aku sudah duduk dan menatap wajahnya.

Aku mengambil hapeku yang tiba tiba bergetar.

 

 

From : Henry Mochi

 

Taruhan tetap berjalan

 

 

Aku diam menatap sms itu. Di kirim 2 jam yang lalu. Sekarang sudah jam 12. Memang payah kalau aku tidak melanjutkan taruhan itu. Aku melihat ke wajah Kyu oppa lagi. Aku tidak mau melewatkan malam ini, aku ingin melihatnya terus sampai waktu habis. Mungkin memang hanya ini yang bisa kulakukan, melihatnya dan tidak akan berani menyentuhnya.

 

 

To : Henry Mochi

 

You win :) See you tomorrow

 

 

 

Henry POV

 

 

Aku memakan semua makanan yang tersisa sampai perutku terasa sangat sakit. Haera noona dari tadi hanya duduk didepanku dan menatapku dengan wajah heran.

“Jadi, kau taruhan dengan Sojie?” tanya Haera noona

“Hmm” kataku sambil tersenyum dan meminum air putih.

“You like her, or more?” aku tersedak saat itu juga saat mendengar pertanyaan Haera noona

“Noona, munsuriya?” tanyaku bingung

“Kau tidak usah mengelak Henry-ya. You don’t have to be appo terus terusan. Kau harus menjalankan semuanya sesuai takdir, kalau kau mencoba merubahnya, kau sendiri yang sakit” kata Haera noona lagi.

“Hahaha. Sudah terlanjur noona. Lagipula, melihatnya senang, aku pasti juga senang” kataku lalu berdiri berniat pergi supaya tidak ada pertanyaan pertanyaan selanjutnya.

“Terserah padamu, tapi kusarankan untuk berhenti” katanya. Aku membalikkan badanku dan tersenyum lebar.

“terima kasih banyak noona untuk hari ini! Makanannya enak sekali! Anyeong!” Kataku lalu berjalan dengan pikiran penuh dengan apa yang dikatakan Haera noona. Aniyo, aku bingung dengan semuanya. Apa aku harus berhenti mencoba membantu hubungan mereka? Apa aku harus berjuang untuk diriku sendiri?

Atau…

Aku menocba keduanya?

Membantu mendekatkan mereka, dan memanfaatkan waktu yang ada untuk membuat diriku sendiri bahagia. Apa begitu?

 

 

Kyuhyun POV

 

 

Aku tertidur? Ah lelahnya tertidur di sofa begini. Aku mengulet dan membalikkan badanku. Astaga! Sojie? Dia tertidur duduk di depanku dengan keadaan meringkuk. Apa dia tidak capek?

 

Aku bangun dan mencoba membangunkannya.

“Sojie? Sojie-ya” kataku sambil menggoyangkan badannya. Ah dia tidak terbangun juga. Hah aku harus apa? Kasihan dia. Dari tadi aku mengerjainya terus.

 

Hah, terpaksa…

 

 

Sojie POV

 

 

“Dimana aku?!” kataku syok sendiri mendapati aku berada di tempat yang aku tidak tau sama sekali ini di mana. Aku ada di sebuah kamar dan aku tidak tau ini dimana. Aku mencoba mengingat ingat. Ah, semalam aku sepertinya terakhir… sedang melihat Kyu oppa? Ah apa aku tertidur? Lalu bagaimana aku bisa ada di… Apa Kyu oppa membawaku ke sini? Ah tidak mungkin.

 

Aku meneliti seisi kamar dengan mataku sampai aku menemukan sebuah meja yang berisi banyak foto foto. Aku berdiri dan menghampiri meja itu. Ah, ini pasti kaka Kyu oppa, dan ini Kyu oppa. Ini eomma ada appanya Kyu oppa. Wah banyak sekali fotonya. Ah ini pasti Kyu oppa saat masih kecil. Ah lucunya! Hihihi

 

Setelah selesai melihat lihat, aku bisa memastikan bahwa aku berada di kamar kaka Kyu oppa, Cho Ah Ra. Aku tidak tau bagaimana aku bisa ada di sini, ah mungkin semalam aku tidak sadar terbangun dan ke sini? Ah mollayo.

 

Aku keluar dari kamar dan membawa tasku. Tidak ada siapa siapa. Aku berasa di rumahku sendiri. Atau berasa seperti penyelundup?

 

“Drrrtttt drrrtttt” aku mendengar suara getaran hape. Aku menengok dan melihat hapeku tergeletak di meja tv.

“Ah aku meninggalkannya?” kataku sambil melihat layar. Henry?

 

“Waeyo mochi?” tanyaku begitu mengangkat telfonnya.

“Yeoboseyo perempuan yang kalah sebelum berperang”

“Ya, jangan begitu. Keadaan yang memaksa” kataku sambil tersenyum sendiri

“Teganya kau” kata Henry dengan suara kecewa

“Hahaha mianhaeyo. This is all because of your hyung”

“Kwaenchana. Odiya?”

“Kyuhyun’s house”

“Ah ternyata benar dugaanku. Kalau begitu kau keluar sekarang. Kau harus membayar taruhanmu”

“Neo odiya?”

“Outside hahaha” aku langsung memutus sambungan telfon dan keluar rumah. Aduh apa tidak apa apa aku keluar dari sini tanpa pamitan?

Ah Kyu oppa juga pasti sudah pergi. Biarkanlah.

 

 

Aku membuka pintu mobil Henry dan mendapatinya memasang muka kesal. Bukannya merasa tidak enak, yang ada aku malah ketawa.

“Aaaah kwiyoptaaa!” kataku sambil mencubit pipinya.

“Ah kau” katanya, lalu tiba tiba wajahnya memerah.

“Ya, Henry-ah? Waeyo? Wajahmu memerah! Hahahahahaha!” aku semakin tertawa keras. Henry tertawa kecil lalu menjalankan mobilnya.

“Lihat ya, kau boleh tertawa sekarang, tapi mulai hari ini kau akan tersiksa”

“Hah? Kenapa?”

“Hahahaha kau akan tau sesuatu yang sangat berat”

 

 

****

“Ya kau sudah cukup bagus. Ayo lanjutkan lagi” kata org berjidat besar yang memiliki suara dewa itu. Aku menatap Henry yang masih terus sibuk memainkan pianonya. Padahal aku sudah selesai bernyanyi.

YAH ini dia! Keanehan Henry. Dia membawaku ke rumah seorang musisi yang katanya, adalah penyanyi legenda di Korea. Padahal aku saja tidak bisa mengingat namanya. Memang sih suaranya sangat bagus, dan dia bisa mengajarkan menyanyi dengan sangat baik. Teknik yang dia ajarkan sangat mudah dimengerti dan dipraktikkan.

 

“Kenapa kau menyuruhku belajar menyanyi sih?” tanyaku pada Henry sambil duduk di kursi piano, di sebelahnya, saat laki laki jidat besar itu pergi meninggalkan ruangan.

“Hm, Kyuhyun menyukai wanita bersuara bagus” kata dia sambil terus memainkan piano. Aku tertegun sesaat. Apa aku begitu terlihat menyukai Kyu oppa?

Aku hendak mengelak saat ia tiba tiba mengganti lagu yang ia mainkan. Jarinya bermain lincah di atas tuts tuts piano. Seketika aku langsung merinding. Aku melihat wajah Henry yang sangat menikmati suara yang keluar dari piano itu. Aku tersenyum melihatnya. Tiba tiba laki laki berjidat besar itu masuk merusak suasana. Ah jinjja.

 

“Yak ayo kita lanjutkan” katanya. Henry tersenyum pada orang itu dan mulai memainkan sebuah lagu. Aku bisa mengenali lagu ini dengan cepat. Hah, Grenade Bruno Mars. Tanpa aba aba, aku langsung menyanyikan lagu itu. Aku mengamati liriknya. Sangat dalam…

 

I would go through all this pain

Take a bullet straight through my brain

Yes I would die for you baby, but you won’t do the same…

 

Aku seperti menyanyi untuk diriku sendiri. Hahaha

 

 

****

“Kau mau makan apa?” tanya Henry sambil membuka buka buku menu.

“Aku mau ice cream aja” kataku

“Gak makan?”

“Kenyang” kataku sambil tersenyum

“Kenyang apa? Aku bersamamu seharian Sojie, don’t lie”

“Hm, tapi aku tidak nafsu makan” kataku jujur

“Yasudah kalau begitu, bagaimana kalau kita taruhan lagi?”

“Taruhan?”

“Yup. Kalau aku menang, aku tidak akan membantumu lagi”

“Membantuku?”

“Ya! Hm, sebenarnya, aku ini selama ini terus membantumu dalam sesuatu. Tapi…” Henry terdiam dan tidak melanjutkan kalimatnya.

“But… what?”

“Hm… sebenarnya membantumu itu butuh perjuangan yang besar. Jadi kalau kau menghilangkan kesempatan ini, kau sendiri yang akan rugi” katanya sambil tersenyum lebar. Apa? Membantu apa?

Aku mulai menyadari sesuatu. Apa dia sedang berusaha membuatku disukai Kyu oppa? Ya itu jelas berat, orang Kyu oppa kaya batu gitu.

“Aku bisa berjuang sendiri kok” kataku meyakinkan.

“Bilang aja takut kalah, makanya ngalah sebelum berperang lagi. Iya kan?” Henry mencibir meremehkan

“Mwo? Kau ini mengesalkan. Ya sudah, makan apa kita? Pesan yang banyak! Tapi kau yang bayar!” kataku kesal. Henry hanya tertawa dan mengangguk. Lalu dia memesan makanannya.

 

 

Hasil dari taruhan ini benar benar menentukan nasibku. Apa aku akan kalah, atau menang?

 

 

****

 

4 hari kemudian…

 

 

Aku membuka pintu apartemenku dan sangat syok saat mendapati Kyu oppa sudah duduk di meja makan menatapku dengan wajah kesal.

“Ah, Kyu oppa. Kau… Kenapa bisa masuk?”

“Kau kenapa senang sekali menghilang dariku?” tanyanya sambil berdiri dan menghampiriku.

“Ah, mianhaeyo. Aku tidak bermaksud menghilang… aku hanya…” kalimatku terputus saat tiba tiba Kyu oppa memelukku erat.

“Kau, sekarang siapa yang memainkan perasaan?” aku bisa merasakan detak jantungku yang tidak terkontrol saat aku mendengar suaranya yang berat berbisik di telingaku. Aku bisa merasakan tubuhnya yang hangat. Sesuatu yang bahkan tidak pernah berani kuimpikan.

“Ah oppa. Kau kenapa?” kataku pelan masih bisa merasakan tanganku sendiri yang gemetar.

“Kau kemana saja?” katanya lembut lalu melepaskan pelukannya, tapi masih memegang pundakku dan menatap mataku. Aku langsung mengalihkan pandanganku saking gugupnya.

“Ah, aku…” aku tidak mungkin bilang kalau aku belajar bernyanyi.

“Ah, aku kan masih belajar memasak” kataku sambil tersenyum dan menunduk.

“Kau bohong. Jangan menyembunyikan matamu” kata Kyu oppa sambil mengangkat daguku. Memaksaku untuk melihat matanya.

“Ah, itu… Aku hanya…” kataku terbata masih mencoba mengalihkan pandanganku.

“Gugup? Nan arayo” kata Kyu oppa tersenyum sangat manis. Astaga, ini bisa membunuhku saking bahagianya.

Kyu oppa menarik tanganku dan mengajakku duduk di sofa ruang tv.

“Aku mau menonton drama bersamamu” katanya sambil menyalakan tv dan memencet mencet channel tv.

 

Astaga. Aku memegang dadaku sendiri. Detak jantungku masih berdegup sangat kencang. Kyu oppa sebenarnya kenapa? Dia benar benar membuatku bingung.

 

Ya, memang sudah 4 hari aku tidak bertemu dengannya karena sibuk belajar menyanyi. Henry tidak setiap hari menemaniku tapi dia pasti datang dan menemani di akhir akhir. Belajar menyanyi kilat ini sangat membantuku. Aku juga mau melanjutkannya karena Henry bilang Kyu oppa menyukai wanita bersuara indah. Suaraku tidak bagus, tapi paling tidak aku bisa menyanyi sekarang.

Bagaimana tidak? Seharian aku belajar menyanyi, mendengarkan tekniknya, menonton berbagai macam video konser orang bersuara indah yang tekniknya harus kucontoh. Ini gila. Dan yang membuatku gila itu adalah namja di sebelahku ini.

Aku menengok dan melihat Kyu oppa serius menonton drama. Entah mengapa aku sangat mengharapkan hari ini tidak akan pernah berakhir.

 

Kyu oppa sadar aku melihatnya. Ia tersenyum sangat manis padaku, lalu mengelus rambutku. Dan kembali menonton drama.

 

Aku hanya diam menatapnya. Mungkin aku terlihat bodoh sekarang. Karena aku sangat berharap, waktu, berhentilah…

18 thoughts on “[Freelance] You’re Too Far part 8

  1. seruuuu… lanjut lanjut..
    tiap bc ff ni slalu aj bikin aq menghayal ttg kyuppa.. aaaaarrrrrgghhhh aq jg pgen ky sojie.. >,<

  2. wahhh keren banget…. kyuppa dasar lemot deh #plak…. hahaha
    Enak bgt jadi si sojie jadi pengen , yah walaupun kadang2 kasian juga sih….#XD
    So sweet bgt….. ditunggu ya lanjutannya!!! Hwaiting!!

  3. Req donk part 7’a d publish lg, tp yg ud bnr… [:
    Lesian jg mochi oppa! Ksih jodo laen aj de..

    Skrg babykyu jd lemoth jg! Bagus bsgus, ngimbangin sojie ^.^
    Kpn sih mreka bsa maju jd couple?! Nikah lgsg klo prlu ga usah pcrn dlu..

  4. iiih seru… ya ampuuun kyuhyun, cepetan jadian napa! kalo suka ya tembak, dr pd nnt diambil org lain! lanjut…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s