[Freelance] You’re Too Far part 10

Super Junior Fanfiction

 

AUTHOR : ACHIE AMAR

CAST : SOJIE, SUPER JUNIOR, etc.

=====================================================

 

 

Henry POV

 

Aku merasa waktu berlalu sangat cepat. Di depanku Sojie terduduk dan bersender di kursi dengan lemas sambil menunggu waktu check in.

“Kau mau makan sesuatu?” tanyaku pada Sojie yang masih diam saja. Ia mulai celingak celinguk melihat ke tempat restoran dan toko roti.

“Ah aku beli roti saja. Sebentar ya mochi” kata Sojie padaku lalu ia berdiri dan pergi ke toko roti di ujung sana. Aku terdiam melihat tingkahnya. Ia benar benar bukan Sojie yang aku kenal.

Aku melihat jam tanganku menunjukkan pukul 7 30. Kyuhyun hyung pasti belum membacanya. Aku mengambil hapeku cepat dan menekan call saat menemukan nama Kyuhyun hyung di contact.

“Yeoboseyo?” sahut suara di sebrang.

“Apa kau tidak akan menghentikannya?” kataku dengan nada kesal dan kecewa. Yah, aku sangat kecewa padanya. Aku memberikan surat itu lebih dulu dari waktu yang diminta oleh Sojie, karena aku mau ia menghentikan Sojie! Bukan diam saja!

“Apa maksudmu?” tanya Kyuhyun hyung bingung.

“Kau belum membacanya? Sekarang sudah jam setengah 8. Kau akan terlambat dan hanya bisa menyesal” kataku yakin bahwa ia belum membaca suratnya.

“Apa?” aku tidak dapat menjawab lagi karena aku melihat Sojie sudah datang mendekat.

“Baca, dan kau akan mengerti” aku segera mematikan telfon.

 

Aku tersenyum pada Sojie yang memakan rotinya di sebelahku.

“Kau benar benar akan membiarkan aku come back tanpa ada kau sebagai penonton?” tanyaku pada Sojie. Ia tertawa kecil dan memukul bahuku.

“Berlebihan. Stop saying about that Henry-ah, kamu hanya membuatku merasa bersalah” kata Sojie dengan mimik lucu. Dia masih saja berusaha menyembunyikan perasaannya. Sojie diam lagi dan melihat ke roti yang ia pegang. Mengamatinya tanpa menggigitnya lagi.

“Kenapa tak kau makan?”

“Lihat, bentuknya jadi love” Sojie menghadapkan roti bundarnya yang secara tak sengaja ia gigit dan berubah bentuknya menjadi bentuk love.

“Lalu?” tanyaku bingung. Sojie membelah dua rotinya hingga love shape itu berubah jadi setengah hati.

“Kau mau?” tanyanya sambil menyodorkan rotinya padaku.

“Makanlah, aku tau kau tidak makan dengan benar akhir akhir ini” kataku sambil mendorong tangannya. Ia menggigit roti itu dengan wajah datar. Kakinya bergoyang goyang terus.

“Ah, aku harus masuk” kata Sojie sambil berdiri dan menaruh rotinya yang belum habis.

“Ah, jadi, apa ini terakhir kalinya aku akan melihatmu?” tanyaku reflek. Jujur, hatiku seperti tersayat sayat.

“Of course no! I’ll come back here in a month, aku kan tetap mau melihatmu come back! Berikan jadwalmu minggu depan, dan aku akan datang” Sojie mengangkat tangannya dan membentuk huruf V dengan kedua jarinya. Aku tersenyum dan memeluknya. Ia membalas pelukanku. Tapi beberapa detik kemudian aku bisa merasakan tubuhnya bergetar hebat.

“Berikan surat itu pada Kyu oppa setelah aku pergi ya” kata Sojie dengan wajah yang basah. Aku menghapus air matanya dan mengangguk.

“Ne” jawabku sambil tersenyum. Sojie menarik kopernya dan melambaikan tangannya. Ia lalu berjalan memunggungiku.

 

Aku mengambil hapeku dan mengirimkan sebuah sms pengakuan pada Kyuhyun hyung. Mungkin ini telat, tapi paling tidak, Kyuhyun hyung harus tau semuanya. Masih ada setengah setengah jam sebelum dia take off.

 

“AGASSHI!” aku mendengar sebuah teriakan dan beberapa orang berkumpul di dalam ruangan di balik kaca. Aku bisa melihat dengan jelas siapa yang tergeletak di lantai itu. SOJIE!

 

Aku berlari masuk ke dalam. Bahkan satpam tidak menahanku.

Aku mendekatinya dan melihat hidungnya berdarah. Astaga Sojie-ah!

 

 

 

****

“Bagaimana keadaannya dokter?” tanyaku pada dokter yang baru saja selesai memeriksa Sojie.

“Keadaannya cukup buruk. Lebih baik ia di rawat beberapa hari di sini. Tekanan darahnya sangat…” dokter itu terus bicara dengan bahasa ilmiah korea yang aku tidak mengerti.

“Mwo?” tanyaku bingung.

“Dokter biar aku yang jelaskan, aku tau dia” kata suster di sebelahnya.

“Ah, arasso. Aku harus pergi” kata Dokter itu sambil membungkukkan badannya. Aku hanya membalas membungkukkan badanku.

“Henry, perempuan yang bersamamu itu, dia sakit lumayan parah dan harus tinggal disini beberapa hari” kata suster itu. Ah suster itu masih sangat muda, pantas saja dia tau aku.

“Ah ne ne, kamsahamnida” kataku. Lalu aku masuk ke dalam kamar Sojie. Dan suster itu mengikutiku.

“Kau kenapa mengikutiku?” tanyaku bingung

“Maaf Henry-ssi, aku mau menaruh obat di dalam, bukan mengikutimu” kata suster itu. Aish malunya aku!

“Tolong minumi dia obat ini setelah dia sadar” kata suster itu sambil tersenyum. Aku membalas senyumnya hambar.

 

 

Aku merasa hapeku bergetar. Aku membaca sms dari Kyuhyun hyung.

“Kau benar, aku menyesal”. Aku terdiam membacanya.

 

Gadis di depanku ini memang diciptakan untuk melengkapi hidupnya. Melengkapi hidup Cho Kyuhyun. Bukan hidupku.

 

 

 

****

Kyuhyun POV

 

 

 

From : Henry Lau

 

 

Selamat hyung, tuhan memberimu kesempatan sekali lagi. Walaupun sangat sakit rasanya melihatnya terbaring lemah seperti ini.

 

 

Mwo? Apa maksud Henry? Aku lemas saat membacanya. Apa yang sebenarnya terjadi?

 

 

To : Henry Lau

 

 

Apa maksudmu?

 

 

 

 

 

From : Henry Lau

 

 

Rumah sakit kamar 802

 

 

 

Entah apa lagi yang aku dapat lakukan selain berlari dan pergi ke sana. Aku sudah tidak dapat mencerna apa apa, semua hal yang kuterima, itu pasti benar.

 

 

 

****

Aku menatap Sojie terus dan memegang tangannya yang ditusuk jarum infus. Astaga kenapa jadi begini? Tanpa sadar tanganku bergetar, dan detak jantungku berdegup sangat cepat.

“Jangan larut dulu dalam pikiranmu” kata Henry padaku. Nadanya sangat sinis.

“Apa maksudmu?”

“Kenapa kau sangat keras kepala? Apa kau tak tau bahwa permainanmu menyakiti orang lain?” ah aku memang pantas di maki maki. Aku hanya tersenyum hambar. Aku duduk di sebelah Sojie dan mengelus kepalanya. Aku tidak peduli dengan apa yang akan Henry pikirkan, yang aku pikirkan sekarang adalah keadaan Sojie.

 

“Aku lebih baik pergi. Tolong jaga dia. Kuharap penyesalanmu tadi sudah cukup membuatmu kapok hyung” kata Henry lalu ia pergi meninggalkan ruangan. Aku masih terus menatap wajah pucat Sojie dan tidak berpaling walau hanya 1 detikpun.

 

 

“Mianhae” bisikku lalu mengecup keningnya. Aku berharap ia akan sadar secepatnya.

 

 

 

****

Sojie POV

 

 

“Ah…” aku memegang kepalaku yang terasa sangat pusing. Dimana ini? Aku mengamati ruangan ini dan menemukan seorang namja tertidur lelap di sofa. Jam berapa ini? Ini dimana?

 

Aku mengamati keadaan dan tulisan yang tertera di sekitarku. Ah, aku masih di korea?

 

Aku diam mengamati namja yang tertidur itu. Jantungku berdegup sangat cepat saat aku benar benar jelas melihat wajah namja itu. Kyu oppa? Apa yang dia lakukan di sini? Pasti Henry yang membuatnya ada di sini.

 

Sebenarnya apa yang terjadi?

 

“Kau sudah sadar?” sebuah suara mengagetkanku. Seorang suster masuk membawa kotak peralatan rumah sakit. Aku hanya tersenyum. Suster itu memeriksaku dan mengganti infusku.

 

“Ah suster, kenapa aku di sini bersama namja itu?” tanyaku sambil menunjuk Kyu oppa yang tertidur.

“Ah? Oh semalam kau di antar oleh Henry Lau. Kau mengenalnya kan? Tapi sepertinya yang menjagamu semalaman Cho Kyuhyun. Wah kau sangat beruntung agasshi” kata suster itu.

“Mwo? Haha tidak seberutung itu suster” kataku lemas. Walaupun Kyu oppa tertidur di depanku seperti ini, aku tetap percaya bahwa ini hanya kegeeranku saja. Dia memang baik padaku, tapi yah, hanya itu.

 

Suster itu tertawa. “Mwo? Apa diperebutkan oleh 2 namja tampan dan terkenal tidak beruntung?” kata suster itu, lalu dia tertawa terbahak bahak.

“Suster tolong berhenti berbicara tidak tidak” sahut orang yang tadi masih tertidur itu, Kyu oppa. Suster itu hanya tertawa lalu pergi meninggalkan ruangan. Tapi ia masih saja tertawa.

 

Lain denganku yang sudah tidak tau harus berbuat apa. Ah apa aku harus pura pura tidur lagi?

“Bagaimana keadaanmu? Sudah merasa enakan?” tanya Kyu oppa lalu duduk di kasur, di sebelahku. Tangan kanannya mengangkat tanganku dan mengelusnya lembut. Aku reflek menariknya.

“Wae?” tanya Kyu oppa bingung melihat tanganku.

“Ah aniyo oppa” kataku sambil tertawa kecil. Lalu memejamkan mataku lagi. Hah dia membuat kepalaku semakin pusing.

“Kenapa kau begitu bodoh Sojie-ah?” tanya Kyu oppa sambil mengelus kepalaku. Lalu ia memegang lembut pipiku. Astaga oppa, kau kenapa…

 

“Ah! Oppa, kau sudah membaca surat itu?!” tanyaku kaget saat aku teringat akan surat itu.

“Hm” kata kyu oppa dengan mata berbinar binar dan mengangguk. Lain denganku yang melotot. Astaga mau kutaruh mana mukaku. Aku membalikkan badanku ke arah samping kiri agar ia tidak dapat melihat wajahku.

 

“Ya, kau kenapa menghadap sana? Kau tidak mau tau jawabanku?” tanya Kyu oppa sambil memegang pundakku memaksaku membalikkan badanku.

“Oppa aku malu. Kau pergi saja” kataku pada Kyu oppa saking aku sudah tidak tau mau berkata apa.

“Hahaha kau ini” tiba tiba aku merasakan ada yang menindihku. Aku menoleh dan melihat wajah Kyu oppa di atas lenganku dan tangannya memegang tangan kiriku dan memainkan jariku. Posisinya seperti memelukku dari belakang.

“Oppa… kau…”

“Kenapa? Iya kan? Kau akan tanya aku kenapa kan?” tanya Kyu oppa memutus kalimatku.

“Sembuhlah dulu, baru akan memberi taumu kenapa” kata Kyu oppa padaku lalu ia bangun dan meninggalkanku sendiri terdiam di kasur. Astaga apa ada yang error di otaknya?

 

 

****

3 hari kemudian…

“Hoaaaa! Mana Cho Kyuhyun?!” teriak orang yang tiba tiba masuk ke dalam kamar rawatku dan dengan rusuhnya berlari dan duduk di sofa. Choi Imma. Astaga kelakuannya.

“Imma! Jangan begitu! Sojie masih sakit! Babo!” teriak Gaemi. Aku hanya tertawa melihat kelakuannya.

“Sojie-ah, kau mau yang mana? Buah atau ayam goreng sambel?!” kata Gaemi yang tanpa basa basi langsung menyodorkan dua kantong plastik.

“Mwo?! AYAM GOREEENG!!” Teriakku semangat.

“Hah jinjja, kenapa dia malah mau makanan itu dari kau! Sojie-ah, kau harus tetap memakan buahnya!” kata Imma sambil berdiri dan menarik plastik berisi buah yang dipegang Gaemi dan menyodorkannya padaku.

“hahahaha tenang saja, aku pecinta buah!” kataku pada Imma dan dia langsung tertawa senang.

“Kau belum makan siang kan? Ya sudah makan ini!”

 

 

Aku memakan ayam gorengku sambil mengobrol dan tertawa tawa bersama Imma dan Gaemi sampai tiba tiba Kyu oppa masuk.

“Ya! Kenapa ada kalian?!” tanya Kyu oppa bingung.

“KYUHYUN-SSIIIIII! KAPAN KAU MAU NGILER DIRUMAHKU LAGIIIII?!” teriak Imma sambil loncat dan berlari memeluk Kyu oppa.

“HUAHAHAHAHAHAHA” Aku tertawa terbahak bahak melihat wajah Kyu oppa.

 

“Sojie-ah jangan tertawa begitu!” kata Kyu oppa lalu menghampiriku cepat dan meninggalkan Imma yang berubah menjadi wajah kecewa. Aku masih saja tertawa.

“Imma-ya, diamlah. Sojie ini masih sakit” kata Kyu oppa pada Imma dengan nada tegas. Aku jadi semakin bingung dengan tingkahnya. Kyu oppa duduk disebelahku seperti biasa dan melihat ke kotak makananku.

“Makan apa?” tanyanya lembut.

“Ini dibawakan Gaemi” kataku masih bisa merasakan detak jantungku yang berdegup seperti suara drum band di istana negara saat 17 agustus. Astaga astaga tuhan tolong aku!! AAAAA MAYDAY!

“Aduh, Imma, ayo pergi, suasana sudah pribadi” kata Gaemi menarik Imma meninggalkan kamar. Hah suasana semakin panas. Aku menaruh kotak makananku dan mengambil majalah. Kyu oppa mengelus kepalaku dan tertawa kecil. Hrrrrrrr aku tau wajahku pasti merah sekali saat ini. Kenapa sih dia beberapa hari ini. Sudah 3 hari aku disini dan 3 hari juga dia berlaku seperti malaikat. Ah tuhaaan, tolong kuatkan hatiku untuk tidak berharap.

 

 

Sudah satu jam aku terdiam bengong menatap majalahku. Sebenarnya tidak bengong, karena dari tadi aku sibuk nyemil buah buahan dan mengintip Kyu oppa yang sibuk dengan game-nya.

Suster yang selalu melayaniku 3 hari ini masuk dan membawa sebuah sandwich yang aku minta.

“Hah kau enak ya sudah boleh makan semua yang kau mau” kata suster itu.

“Haha iya suster” kataku sambil tertawa dan mengambil Sandwich itu langsung. Hah walaupun ini rumah sakit, tapi makanan disini seperti restoran, enak enak sekali.

“Ya sudah aku keluar dulu ya” kata suster muda itu ceria lalu meninggalkan ruangan. Kyu oppa teralih dari gamenya.

 

“Wah, dari tadi kau tidak berhenti makan” kata Kyu oppa kembali duduk diseblahku dan melihat sandwichku. Aku menggigit sandwich itu sambil terus melihat Kyu oppa. Kyu oppa balas melihatku lalu mencubit hidungku.

“Ommo moyo?!” kataku kesal sambil berteriak dengan mulut penuh sandwich. Kyu oppa hanya tertawa lalu kembali melihatku makan sampai sandwichku habis.

 

Aku lama lama tidak kuat diperlakukan seperti ini. Sebenarnya mau dia apa sih? Aku meminum air putih sangat banyak saking kesalnya.

“Oppa besok aku sudah boleh pulang, jadi aku mau langsung beli tiket ke Jakarta” kataku terus terang.

“Mwo?” tanya Kyu oppa kaget.

“Ya aku mau tinggal dimana? Aku akan minta tolong Henry. Dia juga sangat tidak bertanggung jawab, dia tidak pernah menjengukku” kataku kesal.

“Apa aku tidak cukup?” tanya Kyu oppa dengan nada sinis.

“Apa?”

“Apa yang kau mau itu hanya Henry? Apa kau benar benar sudah tidak mau melihatku lagi?”

“Maksudmu?”

“Sudahlah” kata Kyu oppa lalu mengelus pipiku lembut. Aku menampik tangannya kasar.

“Oppa kau ini apa apaan? Bisakah kau stop mempermainkanku?!” kataku jengkel dan menahan tangisanku. Emosiku sudah tak tertahan lagi.

 

“Oppa, aku tidak bisa diperlakukan seperti ini. Semakin kau memberiku harapan, semakin aku sakit hati oppa. Apa kau pikir aku akan sembuh jika kau memperlakukanku dengan sangat baik begini? Tenang saja oppa, aku akan secepatnya pergi dari sini. Tenang saja, aku sudah berjanji tidak akan mengganggumu!” kataku kesal dan tanpa sadar air mataku sudah menetes dengan sangat deras.

 

“Ya kau ini sangat bodoh. Jangan lanjutkan” kata Kyu oppa sambil menghapus air mataku. Lagi lagi aku menampik tangannya secara reflek. Tapi dengan cepat Kyu oppa menangkap tanganku. Ia menunduk dan mendekati wajahku.

“Kenapa kau harus menangis?” tanya Kyu oppa.

“Mwo?” aku berusaha menarik tanganku tapi Kyu oppa menarik tanganku lalu menggenggamnya erat dan ia semakin tajam menatapku.

“Kenapa kau bodoh sekali? Aku menyuruhmu untuk berhenti berjuang. Apa kau mengerti?” tanya Kyu oppa lagi

“Ne. Kau sudah lelah denganku oppa. Keurochyo? Oppa wae…” tiba tiba Kyu oppa menempelkan bibirnya ke bibirku. Ia menciumku. Ia… benar benar menciumku. Membuatku benar benar tidak bisa berkutik lagi. Aku bisa merasakan tanganku yang mendingin dan gemetar.

Kyu oppa melepaskan genggamannya dan memegang wajahku, lalu melepaskan ciumannya. Aku membelalakkan mataku tak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan.

“Opp…”

“Shhttt… apa kau sudah mengerti sekarang?” tanya Kyu oppa dengan wajahnya yang masih berjarak 5 centi meter dari wajahku. Aku masih diam tidak mengerti.

“Aku menyuruhmu berhenti, karena aku sudah mencintaimu. Kau sebenarnya tidak perlu berjuang dari awal, karena dari awal aku sudah mencintaimu. Sekarang aku tanya padamu, siapa yang bilang aku suka perempuan yang bisa memasak?”

“Gaemi…”

“Dia lupa, Changmin yang suka perempuan pintar memasak. Sekarang aku tanya lagi, apa pernah aku menyuruhmu untuk belajar bernyanyi dan menjadi orang lain untukku?”

“Aniyo…”

“Lalu kenapa kau tetap tidak mengerti?”

“Bukankah kau suka Gaemi?”

“Dia sahabatku, kau salah paham Sojie. Kau salah paham. Semuanya kau salah. Yang benar adalah ini, aku mencintaimu. Dan kumohon, jangan jadi orang bodoh lagi” kata Kyu oppa lembut. Dan tiba tiba mendekatkan wajahnya lagi. Ia menciumku sekali lagi dengan lembut.

 

Aku memejamkan mataku dan berusaha menyadari semuanya. Berusaha menyadari diriku sendiri bahwa selama ini aku salah paham. Apa ini nyata?

 

Tuhan apa aku bermimpi…?

 

 

-TBC-

25 thoughts on “[Freelance] You’re Too Far part 10

  1. Hahahahahaha kirain tamat … Lanjut thor !!!tp agak aneh aja seting nya pas SJ udah pd wamil, jd ngebayangin nantinya kalo bnr2 udah mulai msk wamil kangen deh gw sm SJ hiks

  2. Waaahhh kirain udh tamat….
    Sumpah disini saya demen bgt sama imma soalnya kocak abis hhehhehe…
    Lanjutkan tho, udh nggak sabar nih pengen liat kelanjutannya hhehhehe

  3. enak nya jadi sojie =)
    mau juga donk di cium kyuhyun xD
    part selanjutnya jeballll
    penasaran tingkat tinggi nihhh!!!!

  4. demi apa msh ada ulangannya? dikira udh tamat! aaaah seru bgt, mkn seruuu.. mn ffnya sering di post lg jd gak ush nunggu lama2… onnie lanjut lg ya…

  5. Yes yes yes~ ahir’a jadi jg! Alhamdulillah,,,, =]
    Hmm,, ksian jg henry oppa! Ksih jodoh de!!

    Hohohoho~ klo nyebut ayam goreng ntr tiba2 onew dtg lg!!
    Jng ampe de kyu ngiler lg! Ugh~

  6. Astaga….
    aku loncat bacanya, untung ngerti hahaha

    daebak, tp udh mau ending ya?
    go go go chingu~
    next part ditunggu….

  7. Hadoohhh..
    ff ini berhasil membuat qu telat tidor..
    huaaahhhh…
    penasaran thor…
    besok langsung lanjutin yak.. *kedipkedipmata*

  8. Waah enak yah jadi sojie, aku jg mw dong di cium ma kyu oppa *koma sebulan dikeroyok sparkyu* thor mian baru bisa komen d part ini, abisnya ngebut aku bacanya hehe :D thor lanjut yah HWAITING!!!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s