[Freelance] Last Message part 1

Title                 : Last Message -1-

Author                        : Amy Lee

Categories      : Family, All Ages, Love, Super Junior, B1A4, Chapters

Genre              : Romance, Melow Story

Cast                 :

-Lee Hae Youn

-Lee Dong Hae

-Jinyoung B1A4

-Kim Heechul

-Another Cast.

NB                   : Judulnya mungkin nggak nyambung sama cerita akhirnya. authornya juga bingung mikirin judulnya apa. hehehehe…. kata-katanya agak lebay! ^^ n sad story :D

©©©

            “Donghae, eomma minta kau menjaga adikmu dengan baik. Jangan sia-siakan dia. Turuti apa yang dia inginkan. Dan… Jaga dia agar tidak sakit,”

            Donghae eomonim mengelus kepala anak laki-lakinya itu sambil tersenyum. Air matanya mengalir di pipinya. Donghae segera menghapus air mata itu.

            “Eomma menyayangimu, Donghae-ya,”

            “Eomma! Eomma! Eomma! Sadarlah! Bangun, eomma!”

            Donghae terus mengguncang tubuh eomoninya yang tidak bergerak lagi. Ia terus menangis dan memanggil nama ibunya.

            Baru saja dua hari yang lalu ia kehilangan ayahnya, sekarang Tuhan telah mengambil nyawa satu-satunya orang yang dicintainya di dunia ini.

 

Burrial Ceremony…

            “Oppa,”

            Donghae menatap wajah tirus Lee Hae Youn, adiknya yang duduk di kursi roda. Wajah Hae Youn tampak sangat pucat.

            “Ya?”

            Hae Youn tersenyum dan mengusap pipi oppanya untuk menghapus air mata yang baru saja mengalir di pipi Lee Dong Hae.

            “Sarangheyo,”ucapnya

            Donghae tersenyum,”Na do,”

            Dua kakak beradik itu saling berpelukan di tengah makam yang mulai sepi ditinggal pelayat yang ikut melihat acara pemakaman ibu dari Dong Hae dan Hae Youn.

            Beberapa pelayat menatap dua saudara yang sedang berpelukan erat itu dengan tatapan iba. Dua saudara yang kini hanya hidup berdua di dunia ini. Tanpa orang tua mereka lagi.

            “Kajja! jangan terlalu lama di udara luar. Kau bisa sakit,”ucap Donghae sambil mendorong kursi roda adiknya itu

            “Oppa,”ucap Hae Youn,”Chakkaman,”

            Donghae menghentikan jalannya,”ada apa?”

            “Bolehkah aku melihat makam aboji sebentar?”

            Donghae tersenyum. Dan memutar kursi roda adiknya itu menuju salah satu makam.

 

            “Appa, jeongmal sarangheyo! Bogoshippo,”desis Hae Youn

            Tanpa diketahui Hae Youn, Donghae kembali meneteskan air matanya. Ia tidak kuasa membendung airmatanya melihat dan mendengar sendiri apa yang dikatakan oleh adiknya itu.

            “Ayo pulang,oppa!

            “Ne,”

©©©

__3month later__

*Hae Youn POV*

“Oppa,”ucapku,”Ireona! Kau harus sekolah hari ini,”

Aku mendorong pelan bahu Donghae oppa yang terlelap di samping tempat  tidurku karena aku (lagi). Yaa, aku merasa menjadi beban saja bagi oppa. Setiap kali penyakitku kambuh, ia selalu merawatku dan tertidur entah jam berapa malam tadi gara-gara mengurusiku.

Apa Tuhan tidak menyayangi Donghae oppa? Kenapa tetap membiarkan aku hidup sedangkan aku hanya menjadi beban berat bagi oppa? Kenapa oppa selalu peduli padaku? Sebenarnya ia tidak perlu merawatku sebegitu baiknya. Aku bisa mengurusi diriku sendiri. Setidaknya ia bisa membiarkanku mati dan setelahnya, ia bisa bebas hidup dan mengejar cita-citanya.

Apa eomma yang menitipkanku pada oppa? Kalau begitu, kenapa eomma tidak minta pada Tuhan agar dicabut nyawaku? Agar aku bisa bertemu eomma dan appa di surga sana. Tidak di dunia ini. Hidup berdua dengan Donghae oppa yang jelas-jelas kesusahan merawatku.

Setiap hari,oppa harus berangkat ke sekolah terlambat. Lalu pulang terburu-buru, kemudian memasak untukku, dan setiap sekali dua minggu bolos dari sekolah hanya untuk mengantarku ke dokter. Uuughhh‼ Aku benci hidupku! Kenapa aku selalu menjadi beban bagi orang lain?

 

“Oppa,”ucapku sekali lagi

Kali ini, Donghae oppa mengangat wajahnya. Kulihat matanya masih memerah dan ada lingkaran hitam di sekitar matanya.

“Kau terlambat tidur lagi,”komentarku,”Harusnya kau bisa tidur lebih awal! Aku bisa megambil obatku sendiri kemarin malam,”

Donghae oppa tersenyum. Senyuman tulus yang selama ini selalu ia tunjukkan padaku.

“Berhenti menyesali hidupmu!,”ucapnya,”Oh, aku harus pergi ke sekolah hari ini!”

Ia bangkit dari duduknya dan keluar dari kamarku.

 

Lima belas menit kemudian, Donghae oppa sudah kembali ke kamarku lagi. Kali ini,  ia sudah mengenakan pakaian seragam sekolahnya. Ia membawa nampan berisi sarapanku.

“Jangan ke mana-mana! Aku akan kembali dari sekolah lebih awal hari ini. Kita akan ke dokter hari ini. Arachi?”

Aku mengangguk pelan. Kan, lagi-lagi aku membuatnya berkorban waktu belajarnya di sekolah.

“Aku berangkat dulu! Istirahat saja di rumah, Younie! Sarangheyo!”

Kenapa ia selalu bersikap baik padaku? Jelas-jelas hidupku hanya tinggal sebulan lagi! Apa susahnya membiarkanku mati saja! Aku tidak butuh dokter dan obat-obatannya lagi!

©©©

*Donghae POV*

Huaaahh…. untung tidak terlambat!

 

“Hyung!”

Aku berbalik dan melihat Jinyoung berlari ke arahku. Ada apa ini?
“Hyung, kau akan ikut audisi menyanyi kan?”tanyanya sambil menunjukkan sebuah pamflet padaku

“SM Audition?”ulangku

Jinyoung mengangguk,”Kurasa kau pasti akan lolos dengan mudah! Kau kan bisa bernyanyi, menari, dan…. wajahmu sangat tampan,hyung!”
Aku terkekeh mendengar lelucon Jinyoung barusan

 

Jinyoung menatapku heran,”Kau akan ikut kan?”

Kali ini, aku menatapnya serius. Lalu, kemudian pandnaganku kembali pada pamflet itu.

“Hari minggu?”

Jinyoung mengangguk

Aku berpikir sekali lagi.

Minggu. Hari minggu ini….

“Sebaiknya aku bawa saja paflet ini dulu. Kau tidak keberatan kan?”

Jinyoung menggeleng. Namun, kelihatannya ia sedang berpikir tentang sesuatu.

“Ah, hari ini kau akan menemani Hae Youn ke rumah sakit kan?”

Aku mengangguk.

“Boleh aku ikut?”

“Heh, bagaimana dengan jam sekolahmu, pabo? Aku tidak mau kau dimarahi ibumu hanya karena mengikutiku ke rumah sakit,”

“Yaaah,”keluhnya,”Ayolah! Ibuku pasti mengizinkan kok! Ibu kan sudah kenal Hae Youn. Lagian, kapan lagi aku berbuat baik pada kalian?”

“Oke. tapi, jangan salahkan aku jika ibumu marah padamu nanti?”

Jinyoung mengangguk,”Iya,iya”

 

Aku memutuskan pulang saat jam istirahat kedua. Untunglah Kim seonsaengnim mengizinkanku pulang. Setidaknya Kim saenim mau mengerti keadaan Hae Youn.

Saat aku tiba di rumah, Hae Youn sedang tertidur. Syukurlah ia menghabiskan sarapannya tadi. Tidak seperti kemarin.

Huuaahh! Yeoja pabo! Kadang-kadang kau bodoh sekali. Ingin cepat-cepat mati. Tidakkah kau ingin melihat oppamu ini sukses sebagai artis?

Tidak tega aku membangunkannya. Lebih baik membuat makan siang dulu untuknya. Baru setelah itu pergi. Jinyoung sepertinya belum sampai di sini.

 

Setengah jam kemudian, aku kembali ke kamar Hae Youn. Ia masih tampak tertidur pulas.

“Hae Youn,”ujarku membangunkannya,”Hae Youn, bangunlah! kau harus makan. Sebentar lagi kita ke rumah sakit. Hae Youn,”

Hae Youn membuka matanya kemudian menguap lebar.

“Aku masih ngantuk!”rengeknya

“Andwe. Makan, lalu bersiap ke rumah sakit!”

Hae Youn tampak cemberut.

 

“Aduh!”pekiknya setelah aku mencubit hidungnya

“Pabo, kau tidak ingin sembuh,huh? Ayo makan! Chef Donghae sudah susah-susah membuatkan makanan untukmu, tetapi kau malah mau menyia-nyiakan masakanku!”

Hae Youn membuka mulutnya lebar-lebar, dan aku menyuapinya sesendok nasi yang dibuat khusus untuknya.

©©©

*Jinyoung POV*

Saat aku memasuki rumah ini, keadaannya sepi. Seperti tidak ada penghuni. Tapi aku yakin Donghae oppa sudah di rumah dan Hae Youn ada di sini.

Aku melangkah menaiki tangga dan menuju salah satu kamar di lantai dua.

Untunglah eomma sedang berbaik hati mengizinkanku pergi bersama donghae hyung.

Kulihat Donghae hyung sedang menyuapi Hae Youn yang duduk di ranjangnya. Ini kamar Hae Youn. Banyak terdapat buku-buku di sini. Tentu saja! Hae Youn dulunya adalah anak yang rajin membaca dan pintar. Tetapi ia harus putus sekolah sejak dua tahun yang lalu setelah penyakitnya itu datang.

Sayang sekali anak seperti dia harus menderita leukemia akut. Donghae hyung sering bolos karena harus mengurusi adik satu-satunya ini. Apalagi sejak ahjumma meninggal. Aku jadi kasian pada mereka.

 

“Hyung,”ucapku lalu masuk ke kamar Hae Youn

Hae Youn menatapku. Dan pandangan kami bertemu. Ia masih cantik seperti terakhir kali ia sekolah.

“Eomma membuatkan kimchi jjigae untukmu,”

“Apa ada untukku?”Tanya Hae Youn antusias. Hahahah… ia ternyata masih menjadi penggemar berat kimchi jjigae.

“Sayangnya tidak,”ucapku sambil menggeleng,”Kau kan tidak boleh makan kimchi!”

“Yaaaahhh,”keluhnya

 

“Ayo,makan lagi! Suapan terakhir!”ucap Donghae oppa sambil memainkan sendok yang hendak disuapkan ke mulut Hae Youn

“Aaaaaaaaa,”

“Ammmm,”ucapku bersamaan dengan Hae Youn saat sendok berisi suapan terakhir nasi aan siang Hae Youn masuk ke mulutnya

“Mashita!”ucap Hae Youn sambil mengacungkan jempolnya

“Hanya satu jempolkah?”Tanya Donghae hyung dengan sedikit ekspresi kecewa di wajahnya

“Mmmm….”gumam Hae Youn. Ia kemudian menarik kedua jempol tanganku

“Empat jempol!”ucapnya

Kami tertawa bersama-sama.

 

Ia masih seperti dulu. Ceria dan tegar. Bahkan saat di pemakaman ibunya kemarin, ia tidak terlihat menangis sama sekali, padahal sebenarnya ia kecewa dan sedih. Hae Youn tetap saja menjadi Hae Youn yang kucintai! Sampai kapanpun!

Kalau saja aku berani mengatakannya padamu…

©©©

*Auhtor POV*

Dokter Kim menggeleng pelan setelah melihat hasil pemeriksaan Hae Youn. Ia sudah menangani Hae Youn sejak dua tahun yang lalu. Ia sudah tahu bagaimana perkembangan sel kanker yang ada di tubuh Hae Youn dari waktu ke waktu.

“Bagaimana dokter?”Tanya Donghae dengan wajah penuh harap pada dokter Kim. Ia sebenarnya sangat berharap adiknya bisa sembuh seperti semula. Berharap adiknya bisa kembali seperti sediakala sehingga mereka bisa bermain bersama dan tertawa bersama. Dan ia sangat berharap adiknya bisa hidup dengan tenang dan tidak lagi merasa sakit.

“Tidak banyak berubah, Donghae,”jawab dokter Kim,”sejujurnya, malah semakin parah,”

Donghae menatap nanar dokter Kim.

“Apa itu berarti… tidak ada harapan hidup lagi?”

 

Kim Heechul menatap Donghae kasihan. Ia kasihan melihat nasib dua saudara yang hidup sebatang kara ini. Ia sebenarnya bisa saja mengangkat dua kakak beradik ini menjadi anak angkatnya jika mereka mau. Tapi, sayangnya tidak.

Heechul sangat kasihan melihat Hae Youn. Anak itu sebenarnya bisa saja sembuh dengan cangkok sum-sum tulang belakang. Namun, sayangnya belum ada yang cocok dengan sum-sum tulang belakangnya. Dan Donghae, selalu melarang dokter Kim untuk melakukan segala jenis operasi untuk adiknya, dengan alasan “Kenapa harus operasi sementara jalan lain masih banyak?”

 

“Tentu. tentu ada, Donghae!”sanggah Dokter Kim,”Hanya… sangat kecil,”

Donghae tertunduk lemas. Kali ini, ia benar-benar merasa putus asa.

“Apa… operasi itu masih bisa?”tanyanya akhirnya. Walaupun hatinya 100% menolak operasi, namun keadaan adiknya lah yang membuatnya menanyakan hal itu.

Sementara itu, di luar ruangan dokter Kim, Hae Youn duduk diam di kursi rodanya. Sementara Jinyoung berjalan mondar-mandir di sekitarnya. Sesekali, Jinyoung mendekatkan telinganya ke arah pintu untuk mendengar apa yang sedang dibicarakan dokter Kim dan Donghae.

Sekali lagi, ia mendekatkan telinganya untuk menguping.

“Belum ada sum-sum tulang belakang yang cocok. Kita harus mencari pendonor yang cocok dengan Hae Youn dalam waktu tiga minggu ini,”

“Sum-sum tulang belakang?”pikir Jinyoung

“Heh, namja pabo!”ucap Hae Youn dengan tampang sangarnya,”Kau bisa tidak duduk tenang saja menunggu? Apa kau memiliki bisul di bokongmu?”

Jinyoun mengdekatkan telunjuknya ke bibir yang dibuat seperti kerucut,”sssssttt!”

“Heh, ayo ke sini! tidak boleh menguping pembicaraan orang!”perintah Hae Youn

Jinyoung tidak mendengar suara apa-apa lagi dari dalam. Ia terus mencoba menggali informasi yang mungkin ‘berguna’.

Lalu, tiba-tiba saja terdengar bunyi pintu yang dibuka.

Jinyoung langsung berdiri tegap dan berpura-pura berjalan di sekitar Hae Youn. Hae Youn terkikik melihat semburat merah di wajah Jinyoung. Donghae mentap heran Jinyoung, sedangkan dokter Kim hanya tersenyum.

“Nah, Hae Youn, kau harus rajin minum obatmu,ya?”

Hae Youn mengangguk dan tersenyum pada dokter baik hati itu.

©©©

*Jinyoun POV*

Hae Youn akan dioperasi. Ya. Aku yakin!

Sepulang dari rumah sakit, Donghae hyung mengajak kami ke taman. Masih pukul 3 sore. Dan hari sangat cerah saat ini.

“Hyung, apa aku boleh bertanya?”tanyaku sedikit berbisik setelah Hae Youn menjalankan kursi rodanya duluan di depan kami

“Apa? Kau menguping apa tadi?”tanyanya sedikit ketus

“Yaah! Jangan marah dulu,hyung! Aku cuma ingin bertanya tentang golongan darah Hae Youn,”

Donghae hyung melirikku,lalu terkikik

“apa yang akan kau lakukan seandainya kau tahu Hae Youn berdarah apa?”

“mmm…”gumamku. Aku akan mendonorkan sum-sum tulang berlakangku!

“Apa?”tagih Donghae hyung

“Mencarikan pendonor,”jawabku asal. Dan itu adalah aku!

Donghae hyung terkekeh,”Golongan darahnya A. Cukup sulit untuk ditemukan orang yang bergologan darah sama dengannya. Kalaupun ada, belum tentu mau atau cocok menjadi pendonor,”

“Oh,”

 

Golongan darahku A. Bukan tidak mungkin selnya cocok dengan sel Hae Youn! Ya. Aku akan ikut bahagia seandainya ia bahagia!

“Sepertinya aku tahu orangnya,”ucapku

©©©

*Hae Youn POV*

Oppa sudah bangun sejak pagi tadi. Tidak biasanya ia bangun sepagi itu di hari minggu. Biasanya ia baru bangun jam sepuluh pagi.

Aku mencoba berdiri dari tempat tidurku. Bosan juga rasanya! Aku sebenarnya selalu bangun lebih awal setiap paginya. Dan sering pula setiap pagi aku melihat Donghae oppa tertidur di samping tempat tidurku. Kadang sambil duduk atau kadang-kadang tertidur di atas lantai begitu saja tanpa selimut.

Hmmmppphh… kasihan!

 

Shit! Jangan sekarang!

 

Aku beruntung bisa memegangi meja belajarku sebelum aku jatuh ke lantai karena aku merasa pusing seperti ini. Aku meraba luang hidungku. Darah lagi!

Aku kembali berdiri sebelum Donghae oppa tahu aku sakit lagi dan merusak acaranya minggu ini. Sekers aku mencoba untuk tidak menimbulkan suara, maka sekeras itu pula suara yang kutimbulkan karena aku berhasil menjatuhkan buku-buku yang sudah tersusun rapi di meja belajar.

Dan, my guardian angel, Donghae oppa datang tepat waktu.

Ia sudah mengenakan kemeja biru dengan rapi.

“Hae Youn!”ucapnya panik dan segera membopongku menuju tempat tidur

Tuhan, kenapa tidak sekarang saja waktunya?

 

Darah segar yang mengalir dari hidungku menetes di kemeja biru oppa.

 

Lagi-lagi aku merusak dandanannya!

 

“tunggu di sini! Jangan ke mana-mana!”perintah donghae oppa sebelum melesat keluar kamarku

“Chak…”desisku namun terlambat karena oppa sudah tidak di kamarku lagi. Aku mengambil kertas yang jatuh dari saku celananya barusan.

“SM Audition?”bacaku,”Semoga berhasil oppa!”desisku

 

Aku menjatuhkan kembali kertas yang ternyata sebuah pamflet itu saat kudengar derap langkah oppa yang cepat.

Ia membawakan sewadah air es dan sebuah lap. Lalu, dengan cekatan –karena terbiasa- ia menaruh lap yang membungkus sepotong es batu itu ke atas hidungku.

“Sudah kubilang jangan bergerak terlalu banyak….”

“Ya,ya,ya!”potongku sebelum ia berceramah panjang lebar di sini. Aku memegangi lap itu dengan salah satu tanganku.

Donghae oppa menatapku dengan tatapan kasihannya.

Aku benci hal ini!

 

“Pergilah!”ucapku

“Nde?Pergi?Pergi ke mana?”tanyanya berpura-pura tidak tahu

Aku tersenyum kecil,”Pergilah! Ikuti audisinya! Aku sudah tidak apa-apa. Masa dpeanmu jauh lebih penting daripada mengurusiku di sini…”

Donghae oppa menempelkan telunjuknya ke bibirku. Menyuruhku diam.

“Kaulah yang terpenting bagiku saat ini,”ucapnya

Aku menggeleng pelan,”Aku ingin melihatmu menjadi artis sebelum aku…”

“Oke, Younie!”ucapnya kembali memotong kalimatku,”Aku akan pergi. Tapi, dengan siapa kau akan tinggal?”

“Sendiri,”jawabku enteng

“No,no,no!”

“Aku kan sudah biasa,”

“Pergilah,hyung! Biar Younie tinggal denganku!”ucap sebuah suara

Huuaaah‼ Namja pabo itu! Lebih baik aku tidur seharian ini daripada tinggal dengannya!

“Kau yakin Jinyoung-a?”Tanya Donghae

Pabo saram itu mengangguk yakin,”Aku akan menjaga Younie dengan baik,”

            Hyaaa…. Younie? Sejak kapan ia mulai memanggilku dengan panggilan itu? Uugh! Dasar sok dekat! Shireo!
©©©

Title                 : Last Message -2-

Author                        : Amy Lee

Categories      : Family, All Ages, Love, Super Junior, B1A4, Chapters

Genre              : Romance, Melow Story

Cast                 :

-Lee Hae Youn

-Lee Dong Hae

-Jinyoung B1A4

-Kim Heechul

-Another Cast.

NB                   : Authornya ga tegaan sama readers yg ngebaca FF ini. So, yg harusnya jadi 2 part aja, author panjangin jadi 3 part + after storynya,ya?? Agak lebay sih katakatanya! ^^ n sad story. Jangan nangis,ya??? *pede amat!* Enjoy the story!^^

©©©

*Author POV*

“Apa yang akan kita lakukan hari ini?”Tanya Jinyoung pada Hae Youn yang sedang cemberut di tempat tidurnya

“Terserah,”jawab Hae Youn ketus

Jinyoung mulai berpikir tentang apa yang akan ia lakukan bersama Hae Youn hari inii sementara Donghae pergi mengikuti audisi pencarian bakat itu.

“Kau mau main ke rumahku tidak? Eomma sedang tidak sibuk hari ini,”

Hae Youn tetap diam tidak  menanggapi pertanyaan Jinyoung

“Heh, yeoja pabo! Kau dengar aku tidak?Huh?”

Hae Youn menatap Jinyoung dengan tatapan kalau-aku-dengar-kenapa

“Eomma pasti mau membuatkanmu makanan. Daripada di rumah ini terus. Mau,ya?”bujuk Jinyoung

*Hae Youn POV*

“Heh, yeoja pabo! Kau dengar aku tidak? Huh?”

 

Gyaaa… berani-beraninya dia memanggilku yeoja pabo! Kau itu yang pabo! Jelas-jelas akulah yang lebih pintar darimu, malah sekarang memanggilku pabo!

 

“Eomma pasti mau membuatkanmu makanan. Daripada di rumah ini terus. Mau,ya?”

Ahjumma memiliki restoran kimchi di rumahnya yang buka setiap hari kerja. Sedangkan sekarang, hari libur. Mungkin aku bisa mencoba kimchi jjigae favoritku di sana.

Aku mengangguk dan Jinyoung tersenyum lebar.

 

Ia terus menatapku dengan senyumannya itu. Lalu, tangannya mengacak-acak rambutku.

Masih banyakkah orang lain yang mencintaiku di dunia ini? Kalau nanti aku mati, apakah mereka akan ikut bersedih? Atau malah tertawa? Dan Jinyoung, apa ia akan bersedih?

“Ayo!”perintah Jinyoung

Aku menatapnya dengan tatapan tidakkah-kau-tahu-aku-butuh-kursi-roda

Ia masih saja menatapku dengan senyumannya itu. Sebenarnya tidak masalah jika ia terus menatapku seperti itu, kalau saja jantungku tidak berdetak seperti ini. Apa aku juga menderita penyakit jantung?

“Yaaak! Pabo saram!”omelku,”Mana kursi rodaku?”

Jinyoung tertawa. Lalu berbalik mengambil kursi rodaku.

“Maaf, aku lupa,”ucapnya

“Otak udangmu itu harusnya sudah dibuang ke laut,”

“Kalau aku membuang otakku, bagaimana aku bisa memikirkanmu lagi?”

Heh? Memikirkanku? Ada-ada saja dia!

Tapi, bagaimana kalau ia memang memikirkanku? Apa ia mencintaku? :p

Aish-! Hae Youn! Sadarlah! Tidak mungkin ada namja yang mencintaimu selain Donghae oppa!

 

“Kau memikirkanku,ya?”tebaknya setelah mengunci pintu rumah

Nde?! Tidak salah? Enak saja aku memikirkan namja pabo sepertimu! Otak udang!”

Jinyoung terkekeh,”Aku malah senang kalau kau mengaku saja kau memikirkanku!”

Hyaaa… bisa gila aku jika terus-terusan bersama otak udang ini!

©©©

*Jinyoung POV*

“Hae Youn? Waah, sudah lama kau tidak kemari,sayang!”ucap eomma sambil mengelus kepala Hae Youn pelan,”Kemana oppamu?”

“Hyung pergi mengikuti audisi yang kemarin kuberitahu itu,”jawabku

“Ah, begitu,”gumam eomma,”O,ya Hae Youn, kau sudah sarapan?”

Hae Youn mengangguk

“Bagaimana dengan sedikit camilan di jam segini?”tawar eomma

“Aku mau kimchi jjigae, ahjumma,”ujar Hae Youn,”Aku ingin sekali memakannya. Kemarin saat Jinyoung membawanya, aku tidak dikasih,”

Eomma tersenyum,”Sedikit saja,ya?”

Hae Youn mengangguk

“Baiklah,”ucap eomma,”Jinyoung, kau bawa Hae Youn ke atas,ya? Tunggu masakannya di sana,”

Nde?!”ulangku,”Bagaimana caranya? Aku tiak mau menggendong yeoja pabo ini!”

“Yaaak! Berani-beraninya kau memanggilnya seperti itu!”omel eomma,”Sudah, bawa saja sana! Atau kau tidak mendapat jatah makan siang?”

“Ne,”jawabku

“Aku bisa jalan sendiri kok,”ujar Hae Youn saat sampai di tangga rumah

“Eh, sudah! Kau tidak perlu jalan! Aku bisa kok,”

“Tidak usah,”bantah Hae Youn,”Aku kan lebih berat darimu otak udang,”

Aku menatanya dengan tatapan tidak yakin. Apa ia benar-benar bisa menaiki anak tangga dengan selamat? Bagaimana kalau dia jatuh nanti? Bisa-bisa aku yang dibakar Donghae hyung!

Saat menaiki anak tangga yang ketiga, sebelum terjadi yang tidak-tidak, aku segera meraih tangan Hae Youn dan menggendongnya menuju lantai dua. Ia hanya diam saja. Kaget mungkin?

Hehehehe… kena kau! Kau menyukaiku kan?

 

“Turunkan aku!”perintahnya setelah sampai di ruang keluarga

Aku tetap menggendong Hae Youn sampai di dekat sofa.

“Kau mau ke mana?”tanyanya saat aku berjalan menuju kamarku

“Mengambil bantal. Kau tidak akan tahan duduk tertalu lama bukan?”

Hae Youn mengangguk, lalu ia kembali sibuk dengan memperhatikan seluruh ruangan di lantai dua rumahku ini.

“Ini. Kau bisa tidur di sofa,”ucapku sambil menyerahkan bantalku itu

“Bau,”komentanya saat mengambil bantalku, namun ia tetap saja meletakkan kepala di atas bantal setelah itu

“Itu bau obat guna-guna,”

“Terserah apa katamu,”balasnya. Aku menoleh padanya. Ia sudah memejamkan matanya. Semudah itukah baginya untuk tidur?

Sepuluh menit kemudian, eomma naik dengan nampan yang terisi penuh dengan berbagai masakan. Terutama kimchijjigae.

“Hae Youn, bangun! Eomma datang,”perintahku

Hae Youn langsung duduk dan melihat eomma menaruh masakannya ke atas meja

“Kenapa kau membiarkan Hae Youn tidur di sini? Kenapa tidak kau bawa dia ke kamar nunamu?”omel eomma dengan tatapan ‘kejam’nya padaku

“Tidak apa-apa, ahjumma. Aku hanya tidur sebentar kok,”

Aku tersenyum kecil mendengar pembelaan Hae Youn. Ia ternyata tidak terlalu kejam.

“Ayo makan!”ajak eomma

©©©

*Donghae POV*

Apa apa dokter Kim menelepon?

Aku menekan tombol hijau pada ponselku,”Yobosseyo?”

“Donghae, aku punya kabar bagus untukmu dan Hae Youn!”

“Ah, jincha?”

“Ne. Ada seorang pendonor yang selnya cocok dengan sel sum-sum tulang belakang adikmu!”

Ya Tuhan! Apa itu benar?

“Kita bisa melakukan operasi minggu depan kalau begitu. Apa Hae Youn sudah setuju?”

Aku terdiam beberapa saat. Hae Youn belum tahu tentang rencanaku ini. Tapi kurasa, ia pasti setuju.

“Soal itu, aku akan tanyakan pada Hae Youn dulu,dok,”

“Baiklah! Hubungi aku secepatnya kalau begitu,ya?”

“Joayo,”

“Selamat malam Donghae!”

“Malam dok!”

Yaa, seentar lagi Hae Youn sembuh! Aku harus cepat-cepat memberitahunya! Ia pasti senang!

“Hyung!”

Aku berbalik. Jinyoung? Bukankah dia tadi pagi berjanji menemani Hae Youn? Lalu, kenapa sekarang malah berkeliaran seperti ini? Aah, mau cari mati dia!
“Yaak-! Mana adikku? Kau meninggalkannya di rumah sendirian? Kau mau cari mati hah?!”

Sepertinya Jinyoung baru saja pulang dari suatu tempat.

“Eits! Jangan marah dulu,hyung!”ucapnya

“Beraninya kau meninggalkan adikku sendirian di rumah! Bagaimana kalau penyakitnya kambuh?! Kau mau tanggung jawab kalau dia…”

“Yaakk! Lee Dong Hae-ssi! Dengarkan aku dulu!”

Aku menatap anak ini dengan tatapan heran,”Dari mana kau?”

“Dari… dari… dari supermarket!”jawabnya,”Adikmu di rumahku. Eomma, appa, dan nunaku ada di rumah! Tidak usah takut! Aku baru saja pergi sebentar ini,”

“Oh,” Syukurlah tidak terjadi pembunuhan malam ini! Hahah…

 

“O,ya kau senang sekali sepertinya. Diterima?”

Aku mengangguk,”Itu juga! Dan kau tahu? Ada satu berita lagi!”
“Apa?”Tanya Jinyoun cuek

“Ada pendonor yang selnya cocok dengan sel Hae Youn! Dia akan dioperasi minggu depan!”
“Benarkah?”

Aku menatap Jinyoung yang tampak keheranan juga. Kenapa dengan ekspresinya kali ini? Tidakkah dia senang?

Aku mengangguk,”Tentu!”

©©©

*Author POV*

“Oppa, apa aku boleh ikut bersamamu?”Tanya Hae Youn pagi itu saat ia melihat Donghae sudah berpakaian rapi kembali

Donghae menatap ragu adiknya

“Oppa,”rengek Hae Youn,”Aku bisa duduk menunggumu di bangku penonton. Lagian, peserta yang lain pasti membawa keluarganya. Kau mau dikira tidak punya keluarga oleh juri jika ditanya?”

Donghae berjongkok di hadapan adiknya,”Aku tidak bisa membiarkanmu begitu saja tanpa pengawasan,”

“Bagaimana kalau aku ikut?”

Aku menoleh ke arah pintu. Jinyoung muncul dengan senyuman malaikatnya.

Donghae menatap Hae Youn meminta pendapat

Hae Youn mengangguk,”Daripada aku tidak menontonmu. Lebih baik menonton bersama otak udang ini,”

“Yaak! Tidakkah kau mau memanggilku Jinyoung oppa?”

Donghae terkikik mendengar perdebatan kecil yang selalu terjadi jika Jinyoung dan Haeyoun bertemu. Ia sangat yakin kedua orang ini pasti nantinya akan jatuh cinta.

“Sudahlah! Ayo!”

©©©

            Donghae tampil dengan membawakan lagu Beautiful. sementara di bangku penonton, Hae Youn dan Jinyoung menyaksikan penampilan Donghae sambil tertawa bersama.

“Jinyoung-a!”ucap Hae Youn

Jinyoung masih saja tertawa sambil berteriak menyebutkan nama Donghae

“Jinyoung-a…”

 

*Jinyoung POV*

“Woaaa‼! Penamilan Donghae hyung hebat sekali! Iya,kan?”

“Hae Youn?”

Aku terus mencari-cari sosok Donghae hyung yang sudah turun panggung satu menit yang lalu sambil meminta pendapat Hae Youn.

“Heh,yeoja pabo! Kau dengar…”

 

Hae Youn?

Bisa-bisanya tertidur di sini! Huh!

“Hei!”

Aku mengangkat bahunya dan mulai menyadari satu hal.

Hae Youn tidak tidur! Darah segar mengalir dari hidungnya. Dan ia pingsan.

“Younie!”pekikuk”Younie-a! Sadarlah! Younie!”

 

“Jinyoung-a!”

Donghae hyung menepuk bahuku. Namun, ia segera menyadari Younie pingsan.

“Astaga!”pekiknya tertahan

“Bawa ke rumah sakit sekarang!”

Jelas-jelas aku akan membawanya ke rumah sakit!

Aku mengangkat Younie yang hidungnya masih terus saja mengeluarkan darah. Banyak dari penonton menaruh perhatian pada kami.

Kudegar Donghae hyung sedang menelepon seseorang. Dokter Kim mungkin.

 

Sepuluh menit kemudian kami sampai di rumah sakit. Para perawat langsung membawa Younie ke ruang IGD. Beberapa saat kemudian dokter Kim menghampiri kami.

“Kenapa bisa begini?”Tanya dokter Kim. Kulihat ada sedikit ketakutan di wajahnya.

“Tadi… tadi Younie kuajak menontonku menyayi,”jawab Donghae hyung ketakutan

“Aish-! Harusnya kau bairkan dia istirahat di rumah, Donghae,”kata Dokter Kim,”Semoga bisa tertolong! O,ya suster Nam, hubungi pendonornya sekarang! Operasinya dimajukan!”

“Baik, dok!”jawab suster Nam. Ia segera berjalan ke meja resepsionis yang terletak di ujung koridor rumah sakit ini

“Kita bedoa saja!”ucap Dokter Kim

Donghae hyung mengangguk

Aku terus berjalan mondar-mandir di sekitar ruang tunggu. Donghae hyung masih mengenakan pakaian yang ia pakai tadi. Aku terus menimang-nimang ponselku.

Ponselku akhirny bordering. Aku sudah tahu siapa yang menelepon.

“Hyung, aku mau ke toilet sebentar,”ucapku

Sementara berlari menuju toilet, aku mengangkat telepon ini.

©©©

*Author POV*

Donghae terus menangis di samping tubuh adiknya yang tengah tertidur. Ia menyesali apa yang sudah ia lakukan tadi pagi. Mengizinkan adiknya melihat penampilannya padahal jelas-jelas kondisi adiknya yang semakin memburuk.

“Oppa,”

Donghae mengangkat wajahnya dan melihat Haeyoun menatapnya lemah

“Ya?”Tanya Donghae berusaha menyembunyikan suara paraunya akibat menangis

Hae Youn mengangkat tangannya dan menghapus airmata yang mengalir di pipi oppanya.

“Jangan menangis,”ucapnya lemah

Donghae tersenyum. namun, air matanya tidak bisa dihentikan.

 

“Lusa aku akan di operasi,”ucap Hae Youn,”Aku ingin bertemu dengan pendonornya,oppa,”

Donghae memejamkan matanya. Lalu, pandangannya beralih pada Jinyoung yang sedang tertidur di sofa. Anak itu pasti kelelahan. Sekarang baru jam 2 pagi. Dan sejak sampai di rumah sakit ini,Jinyoung sama sekali belum tidur.

“Jinyoung? Apa dia sakit?”

Donghae menatap adiknya,”Dia sangat lelah. Aku tidak tega membangunkannya,sayang. Kau tidur lagi,ya? Operasimu besok sore. Pasti akan menjadi operasi yang sangat melelahkan,”

Hae Youn menggeleng,”Aku tidak mau. Aku ingin bersamamu,oppa. Aku takut,”

Donghae mengelus pelan kepala adiknya,”Aku ada di sini. Tidak usah takut,”

“Ani…,”desis Hae Youn,”Siapa pendonornya?”

Donghae menggeleng,”Entahlah. Dokter Kim merahasiakannya. Kau akan tahu setelah operasimu, Younie,”

©©©

 

Title                 : Last Message -3-

Author                        : Amy Lee

Categories      : Family, All Ages, Love, Super Junior, B1A4, Chapters

Genre              : Romance, Melow Story

Cast                 :

-Lee Hae Youn

-Lee Dong Hae

-Jinyoung B1A4

-Kim Heechul

-Another Cast.

NB                   : Ini dia PART 3 nya!Enjoy the story n comment please! Jangan lupa main ke blognya author,yaaa‼ http://www.saranghaemee.blogspot.com

©©©

*Jinyoung POV*

“Jin Young-a! Bangun!”

Aku membuka mataku perlahan dan melihat cahaya matahari menyeruak masuk melalui tirai jendela. Donghae hyung menatapku.

“Mwo?”tanyaku

“Aku akan pergi mencari sarapan. Jaga Younie! Ia baru saja tidur lagi dari jam 4 pagi ini,”

“Ne,”jawabku bermalas-malasan lalu duduk.

Setelah Donghae hyung pergi, aku mendekat ke Younie dan duduk di samping ranjangnya.

Ia terlihat semakin pucat. ditambah lagi semburat kebiru-biruan di sekitar matanya.

“Kau tetap saja cantik di mataku,”desisiku, lalu menyibakkan beberapa helai rambutnya

“Aku dengar apa yang kau bicarakan dengan Donghae hyung malam tadi,” aku menarik nafas agar air mataku tidak meleleh,”Andai kau tahu orang itu adalah aku,”

“Mungkin setelah ini kita tidak akan bertemu lagi. Kuharap kau bisa hidup dan memulai hidup barumu tanpa namja pabo dan si otak udah ini. Hah, aku memang namja paling pabo di dunia ini. Aku hanya berani mengatakannya saat kau berada di dunia mimpi.

“Sarangheyo, Younie. Bagiku kau tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya saat kau belum menderita penyakit tak tau diri ini. Tetapi, kumohon, kau jangan berpura-pura sembuh di depan oppamu. Aku tahu ia mencintaimu. Ia menyayangimu bahkan lebih mementingkanmu dari apapun. Kau yang terpenting baginya.

“Kumohon, kembalilah seperti semula. Kumohon kau tetap berjuang untuk hidup jika operasinya berhasil. Oppamu sangat membutuhkanmu untuk hidup. Berhentilah untuk beranggapan kau hanya menyusahkannya saja. Kau tidak menyusahkan siapapun.

“Kau malah membantuku. Membantuku menemukan cinta terakhirku. Kalau saja dari dulu kukatakan padamu, pasti kau bisa menjadi yeojachinguku. Dan kita akan bahagia selamanya,”

Aku tersenyum dan kurasakan mataku semakin panas

“Tersenyumlah untukku dan oppamu. Hiduplah untuk Donghae. Dan jadilah adik yang baik baginya. Aku mencintaimu,”

Aku mengecup bibir Younie cepat. Ia tidak terbangun. Sepertinya tidurnya sangat nyenyak.

Yaah, tidurlah yang cukup hari ini. Karena hari ini, kau akan memulai hidup barumu.

 

*Donghae POV*

Untunglah ada kantin yang dekat di rumah sakit ini. jadi, tidak perlu jauh-jauh keluar.

Saat aku kembali, aku melihat Jinyoung sedang menatap Younie dengan penuh perasaan. Aku tidak bisa mendengar apa yang dikatakannya.

Ia menggenggam tangan Younie dan seekali tampak tersenyum sambil menghapus air matanya.

Ada apa dengan anak itu?

Hahah… kena kalian berdua!

 

Aku membuka pintu kamar tanpa suara untuk mendengar lebih jelas apa yang dikatakan Jinyoung pada Younie.

“Tersenyumlah untukku dan oppamu. Hiduplah untuk Donghae. Dan jadilah adik yang baik baginya. Aku mencintaimu,”

Lalu, Jinyoung mencium Younie yang masih tertidur. Younie menggeliat pelan.

Omona-! Ternyata aku terlalu cepat kembali! Haruskah aku kembali keluar? Ya. Sepertinya harus!

Aku berbalik dan keluar dari pintu.

 

Yaah, aku senang Jinyoung bisa berkata seperti itu pada Younie. Sayangnya…

 

“Selamat pagi, Donghae!”sapa Dokter Kim ramah

“Pagi,dokter,”balasku sambil tersenyum

“Kenapa kau di luar? Apa yang terjadi pada Hae Youn?”

“Anu..”Aku menggaruk pelipisku sambil memikirkan alasan yang tepat

“Ada apa?”tanya Dokter Kim semakin tidak sabar

“Anu… Hae Youn… mmm… aku hanya memberikan waktu untuk mereka berdua,dok,”

“Mereka berdua?”

Aku mengangguk,”Maksudku untuk Hae Youn dan Jin Young,”

“Ah, begitu,”ucap Dokter Kim lalu mengahampiriku dan duduk di sebelahku

“Suster Nam, sebentar lagi saja kita memeriksa Hae Youn. Nanti akan kupanggil kau lagi,”

 

Dokter Kim menepuk bahuku pelan

Aku menoleh padanya

“Apa Hae Youn tahu siapa yang menjadi pendonornya?”
Aku menggeleng,”Jinyoung tidak mengizinkanku untuk memberitahu Hae Youn,”

“Apa ia tadi bertanya tentang si pendonor?”

Aku mengangguk,”Aku hanya menjawab seseorang saja,”

“Apa kalian sudah saling kenal sebelumnya?”

“Siapa?”

“Jung Jin Young-ssi dan kalian?”

Aku mengangguk,”Ibunya Jinyoung sering membuatkan makanan untuk kami. Ia juga sering membantuku merawat Hae Youn saat aku sedang sibuk ujian,”

“Bagaimana dengan Jinyoung-ssi dengan Hae Youn?”
“Mmm…”gumamku,”Kurasa Jinyoung mencintai Hae Youn,”

Dokter kim mengangguk pelan,”Itulah pengorbanan cinta,bukan?”
Aku terkekeh. Ternyata dokter Kim juga mengerti.

“Seandainya sel tulang belakangku cocok dengan Hae Youn, mungkin aku akan membiarkan Jinyoung hidup bersama Hae Youn,”jawabku

©©©

*Hae Youn POV*

Sore ini, lima belas menit lagi, aku akan dioperasi. Kuharap operasinya berjalan lancar. Dan aku bisa hidup tanpa penyakit ini lagi.

Kuharap aku bisa bertemu dengan si pendonornya. Ia pastilah seseorang yang baik hati. Kuhgarap ia bisa mendengar ucapan terima kasihku saat ini.

 

“Oppa,”

“Ya?”

Donghae oppa menatapku dengan tatapan ingin tahu

“Jinyoung pabo mana?”

“Jin…jinyoung…”ucapnya terbata

Nah, hilang lagi kan si otaku dang itu?! Huh! Dasar! Padahal aku ingin meminta doa dan semangat darinya! Dasar otak udang! Sampai kapanpun ya tetap otak udang!

“Dia pulang ke rumah,”jawab oppa akhirnya

 

“Kau bohong!”tebakku

Dan oppa langsung terlihat salah tingkah. Ia pasti bohong! Aku tahu. Dan aku sudah hafal sekali bagaimana sikap oppa ketika ia bohong.

“Tidak,”elaknya,”Lagipula, kenapa aku harus berbohong?”

Uugh! Aktingmu bagus sekali!

 

“Sudah siap, Hae Youn-ssi?”tanya dokter Kim

Aku mengangguk cepat. Sangat siap malahan!

Dokter Kim menetapa Donghae oppa yang mendorong kursi rodaku. Mereka saling bertatapan tanpa suara. Mata mereka seperti mengatakan sesuatu. Tapi apa?

Kenapa aku sangat ingin bertemu dengan Jinyoung saat ini??? Ah, sudahlah! Nanti setelah operasi, jika itu berhasil, aku pasti punya banyak waktu bersamanya! Hahahah… Jinyoung! Sampai ketemu, otak udang!

©©©

*Donghae POV*

Tuhan, selamatkanlah adikku!

Jinyoung-a, kuharap kau bisa bertemu dengan Hae Youn di ruang operasi. Sampai kapanpun, aku akan tetap berterima kasih banyak padamu dan keluargamu. Terima kasih pada orangtuamu yang merelakan anak laki-lakinya berkorban untuk adikku. Dan terima kasih pada ahjumma dan ahjussi karena sudah berbuat baik pada kami. Aku berjanji akan menjaga mereka dan membantu mereka setiap saat.

 

Hae Youn, setelah operasi nanti, kau mungkin akan memiliki dua hal yang tidak kau ketahui. Yang pertama, kau tidak mengetahui siapa pendonor sum-sum tulang belakang itu. Dan yang kedua, di dalam dirimu itu, kuyakin ada Jinyoung. Kalian akan tetap bersama sampai kapanpun. Aku tahu kau mencintai Jinyoung, dan alasan itulah yang dipakai Jinyoung untuk membantumu. Kau harus merubah sikapku jika nanti Jinyoung juga hidup bersamamu.

 

Aku berdoa, semoga appa dan eomma bisa melihatmu saat ini. Appa dan eomma, tolong berodalah untuk kesembuhan anak kalian ini. Mintalah pada Tuhan agar ia bisa hidup bersamaku selamanya. Biarkan aku membahagiakan Younie terlebih dahulu di dunia ini. Aku ingin melihatnya tersenyum, eomma, appa!”

©©©

Gimana readers?????? Sedih ggak?? #plakk! Authornya lg terobsesi ama cerita yg sedih-sedih nih! kekekeke…. komen yaa???

Abis tu, mainlah ke blog author,yaa??? Sebagaian cerita author Amy Lee yg pernah di post di WFF, ada di www.saranghaemee.blogspot.com that’s my own blog! ^^ *promossiiii‼*

 

Title                 : Last Message –After Story-

Author                        : Amy Lee

Categories      : Family, All Ages, Love, Super Junior, B1A4, Chapters

Genre              : Romance, Melow Story

Cast                 :

-Lee Hae Youn                        -Lee Dong Hae

-Jinyoung B1A4           -Baro B1A4

-Kim Heechul

-Another Cast.

©©©

3month later…

*Hae Youn POV*

“Jangan lupa kau harus ke rumah sakit hari ini!”

“Ne. Aku ingat semua jadwalnya! Sudahlah,oppa! Aku bukan anak kecil lagi!”

“Oke. Oke. Aku akan datang ke rumah sakit untuk melihat hasil akhirnya,”

“Oke. Bye!”

Aku menutup flap ponselku dan segera menuju halte bus terdekat.

Hari ini adalah hari terakhir pemeriksaan setelah operasi pencangkokkan. Minggu lalu, Dokter Kim bilang perkembangannya cukup bagus dan mendekati sempurna. Sel-sel kankernya sudah tidak ada lagi. Dan hari adalah hari penentunya. Semoga aku sembuh 100%…

 

Aku menaiki bus pertama yang datang. Tidak penuh memang. Syukurlah tidak perlu berdesak-desakan seperti minggu lalu. Tanpa Hae oppa, aku tidak bisa pergi jauh-jauh selain ke rumah sakit atau ke kantor managemen oppa.

O,ya Hae oppa sudah menjadi penyanyi besar saat ini! Ia tergabung dalam boyband Super Junior. Kau tahu? Mereka semua sangat keren! Juga tampan! Tidak ada yang lebih tampan dari oppaku! Hahahaha……

Aku duduk di samping seorang namja yang tengah asyik mendengarkan music melalui headphonenya. Sebenarnya aku bisa memilih bangku yang masih kosong, namun aku tetap mengambil resiko terkecil jika nanti bus penuh saat aku tiba di halte dekat rumah sakit.

 

Namja itu memandangiku sekilas, lalu memperhatikan pemandangan pagi kota Seoul yang tidak terlalu padat.

Dari sudut mataku, kulihat namja itu melepas headphonenya dan kembali memperhatikanku. Uugh! ada apa sih? Ada yang salah dengan wajahku?

 

“Kau Lee Hae Youn kan?”tanyanya

Heh, dari mana dia tahu namaku? Siapa dia?

“Maaf, nuguseyo?”

Namja itu tersenyum,”Kau bisa panggil aku Baro,”

“Baro?”ulangku,”Namamu aneh,”ucapku tanpa sadar

Ia tertawa kecil,”Yaa, sedikit aneh memang,”

 

“Maaf,”ucapku kemudian menyesali apa yang sudah kukatakan

“Kau kenal Jinyoung? Jung Jin Young?”

Heh? Jinyoung? Oiiaa! Aku belum bertemu dengannya sejak selesai operasi! Kenapa oppa tidak mengingatkanku pada Jinyoung,ya? Ke mana anak itu? Si otak udang itu tidak pernah lagi muncul setelah aku dioperasi. Menghilang ke manakah dia? Lenyap di telan lautan setelah membuang otak udangnya?

Aku mengangguk,”Kau…temannya?”

Baro mengangguk,”Sayangnya…”

Bus berhenti di depan halte dekat rumah sakit.

“Maaf, aku harus turun! Bangapseumnida, Baro-ssi!”

Baro tersenyum dan melambai padaku.

 

Aku kembali berjalan menuju rumah sakit ini.

Yaak-! Tadi itu temannya otak udang! Kenapa aku sampai lupa?! Aish! Harusnya aku bisa menanyai kabarnya tadi! Haaaahh! Pabo!

 

“Hae Youn-ssi!”panggil seseorang

“Dokter Kim?”

Dokter Kim menghampiriku,”Bagaimana kabarmu?”

“Aku baik-baik saja,dok. Bahkan aku merasa jauh lebih baik sejak dioperasi,”

“Baguslah kalau begitu. Aku juga ikut senang!”

Aku ikut tersenyum bersama Dokter Kim.

Kami melangkah menuju ruangan Dokter Kim yang terletak di lantai dua rumah sakit ini. Dokter Kim terus bercerita mengenai perkembangan kesehatanku sejak setelah dioperasi. Menurutnya itu adalah perkembangan yang sangat signifikan.

“O,ya oppamu tidak ikut hari ini?”

Aku mendengus pelan,”Ia ada jadwal manggung pagi ini. Mungkin sebentar lagi akan sampai,”

“Aku ikut senang oppamu bisa sukses menjadi penyanyi,”

Aku tersenyum,”Ya,”

“Lalu, dengan siapa kau tinggal jika oppamu tidak pulang?”

“Hmm… kadang-kadang ahjumma Jung sering datang ke rumah dan aku juga sering menginap di rumahnya. Kadang-kadang anak pertamanya menginap di rumah. Jadi, tidak terlalu bosan. O,ya aku akan melanjutkan sekolah di Amerika,Dok!”

“Chukkaheyo, Hae Youn!”ucap Dokter Kim,”Datanglah ke rumahku. Istriku pasti akan senang jika kau berkunjung. Bawa oppamu sekalian!”

Pintu ruangan dokter Kim terbuka dan Hae oppa masuk dengan senyuman seperti biasa.

“Sepertinya aku ketinggalan cerita nih!”candanya

“Tidak,kok”balasku

Perhatian dokter Kim kembali terarah padaku,”Kapan kau akan berangkat ke Amerika, Hae Youn?”

“Mungkin minggu depan,”

“Ternyata kau sudah cerita,ya?”

Dokter Kim tersenyum pada Hae oppa,”Aku ikut bangga kalian bisa sukses seperti sekarang ini.Dan Hae Youn, kau harus kembali ke Korea dengan sukses,ya?”

Aku mengangguk,”Janji, dok!”

 

Setelah itu, pembicaraan kami kembali ke pokok awalnya. Tentang perkembangan kesehatanku. Dokter Kim mengeluarkan beberapa hasil CT scan terakhirku dan hasil-hasil CT scan sebelum operasi. Menurutnya, -seperti yang sudah dikatakan tadi-, perkembangannya sangat bagus. Sel-sel kankernya sudah tidak ada lagi. 100% hialng dari tubuhku.

“Dokter, apa aku boleh bertanya?”tanyaku akhirnya

 

Aku benar-benar penasaran dengan si pendonor itu. Terakhir kalinya, Hae oppa bilang orangnya meninggal. Aku turut berduka, bagaimanapun saat ini salah satu bagian tubuh orang itu ada di tubuhku. Jadi, setidaknya aku harus tahu namanya saja. Tidak perlu sampai keluarganya.

“Kau mau bertanya apa, Hae Youn?”

“Tentang si pendonor,”jawabku perlahan

 

Baik Donghae oppa dan dokter Kim sama-sama menegang. Ada apa ini?

 

*Donghae POV*

“Kau mau bertanya apa, Hae Youn?”Tanya Dokter Kim sambil tersenyum pada Hae Youn. AKu juga menatapnya sambil tersenyum. Penasaran dengan apa yang akan ditanyakannya.

“Tentang si pendonor,”jawab Hae Youn sambil tertunduk

 

Aku langsung menatap Dokter Kim tidak percaya.

 

Bagaimana ini? Apakah aku harus memberitahunya saat ini? Secepat ini? Padahal janjiku dulu akan memberitahu Hae Youn saat ulang tahun ‘si pendonor’.

“hmm…”gumamku,”Kau… benar ingin tahu?”

Hae Youn mengangguk,”Setidaknya namanya saja,”

Aku kembali menatap Dokter Kim meminta pendapatnya

Dokter Kim berdiri dari kursi kerjanya dan berjalan menuju jendela di ruang kerjanya.

Apa Hae Youn akan menangis? Apa aku tega merusak hari kebahagiaannya?

“Namanya Jung…”ucapku

“Jung Jin Young,”sambung Dokter Kim

 

Kulirik Hae Youn. Ia terlihat sedang memikirkan sesuatu. Apa ia tahu? tapi, nama itu sangat banyak di dunia ini!

“Jangan katakan kalau Jung Jin Young itu….”ucapnya terbata sambil menatapku kosong

 

Aku memejamkan mataku dan mengangguk pelan

©©©

1 week later…

*Hae Youn POV*

Aku menaruh sebuklet bunga melati di atas makamnya.

Angin pelan musim semi menerpa wajahku dan menerbangkan rambutku.

“Terima kasih,”ucapkan,”Jeongmal gomawohabnida,”

Aku mengusap pelan nisan itu.

“Sepertinya aku berhutang cerita padamu,”ujarku kemudian,”Aku akan ke Amerika sore ini. Aku akan melanjutkan sekolahku di sana. O,ya sekarang kau boleh memanggilku Otak Udang atau yeoja pabo sesuka hatimu. Saat aku sampai di Amerika nanti, aku akan menjadi siswa tingkat 1 SMU. Tidak sepertimu. Kau harusnya lulus tahun ini,kan?

“Apa kau bisa membantuku?”desisku,”Ajari aku untuk bisa sepertimu,”

Aku menghapus air mataku yang mulai meleleh

“Jinyoung-a, kita akan selalu bersama bukan?”

Aku mengangguk,”Ya. Tentu! Salah satu sel tubuhmu ada di dalam tubuhku saat ini. Kita akan selalu bersama. Percayalah! Aku akan menjaga setiap sel tubuhku. Karena itu, aku akan selalu mengingatmu. Saranghae, Jinyoung-a! Tetaplah menjadi Jinyoung pabo-ku. Si otak udangku. Jangan sampai ada yang memanggilmu seperti itu di sana. Kau milikku! Hanya aku yang boleh memanggilmu seperti itu! Ya? Janji kan?”

Aku tersenyum menatap makam Jin Young,”Aku harus pergi. Donghae oppa pasti sudah menungguku! Sampai ketemu… mungkin 7 tahun lagi aku akan kembali ke sini. Sarangheyo, otak udang!”

 

Pada akhirnya, kau akan tetap menjadi pemenang di hatiku. Kau tetap namja pabo bagiku. rela menukar hidupnya hanya untukku.Otakmu memang tidak pernah berubah. Tapi, aku janji akan menemuimu lagi setelah semuanya selesai. Aku akan buktikan kalau aku bukanlah yeoja pabo yang selama ini kau katakan. Aku akan kembali saat aku sudah menjadi dokter. Aku akan mengobati orang-orang sepertiku dulu. Ya. Aku akan jadi dokter! Sampai ketemu, Jin Young!

©©©

            “Oppa, aku berangkat dulu,”ucapku

Donghae oppa mengusap kepalaku pelan,”Hati-hati di sana! Jaga dirimu! Jangan sampai kau…”

“Ya,ya,ya! Aku tahu!”potongku sebelum oppaku berubah menjadi kandidat calon presiden Korea di bandara ini

“Hae Youn, jangan sungkan jika kau butuh sesuatu! Telepon saja aku dan aku akan mengirimkan kebutuhanmu!”ucap istri dokter Kim yang juga datang ke bandara sore ini. Tidak hanya istrinya sih, dokter Kim juga datang. Ternyata istrinya adalah keturunan Amerika dan merupakan direktur di perusahaan ayahnya.

Aku mengangguk dan tersenyum,”Aku pergi dulu! Annyeong!”

“Younie! Ini, ada sesuatu,”ucap oppa sembari menyerahkan sebuah kotak kecil

“Tumben?”ejekku

“Haah, sudah sana!”oppa mendorong bahuku pelan,”Aku akan merindukanmu! Belajar yang rajin, younie!”

©©©

To : Nae Yeoja pabo, Hae Youn

From : Your Prince, Jinyoung, si otak udang

            Annyeong,pabo! Apa kabar? Sudah sembuh kan? O,ya kau jangan menangisiku,ya? Aku akan senang kalau kau juga ikut senang! :p

            Mungkin saat kau membaca suratku ini, kau tidak akan melihatku lagi. Jadi, ingat aku terus,ya?! Oke, kau pasti bertanya-tanya kenapa aku jadi sok romantis seperti ini, itu karena kau ingin kau tahu kalau aku akan terus mencintaimu! Jeongmal sarangheyo! Saranghabnida, Younie!

            Sudahlah, aku sudah capek menulis untukmu. Hahahah…. Kalau kau rindu padaku, cukup datangi kamarku dan menginaplah di sana. Setelah itu, rasa rindumu pasti terobati. Aku jamin! Bye-bye, nae sarang Hae Youn! Poppo from Jin Young! :p

©©©

Kau tidak akan mengetahui apa yang kau miliki, setelah kau kehilangan hal itu.

Kau akan menyadari siapa orang yang kau cintai setelah ia pergi.

Mulailah untuk peduli pada hal disekitarmu…..

Mulailah peduli pada orang-orang yang mencintaimu, buatlah ia bahagia bersamamu,

Sebelum ia pergi…..

 

END

Last Message by Amy Lee

 

Komen yaaaa readers??????‼‼! Hehehehe… makasih udah baca dari part 1 n buat komennya dari part 1 sampai after storynya…^^ Jeongmal kamsahabnida!^^ visit my blog too http://www.saranghaemee.blogspot.com

 

8 thoughts on “[Freelance] Last Message part 1

  1. Daebak,thor^^
    Smpe sedih bacany.. Cba brakhr bhagia.. TT__TT
    Ah,aniyo,mrk bhagia koq..
    Aiaa, author asik bgt deh dri part 1-3 bhkn aftr story jg udh lngsng publish jd bkin ga penasaran,hehe.
    Like it.. ^^b

    • itu ga tau authornya… -,-!! kirain udah satu-satu dikirim, eh taunya langsung jadi satu ajja….hehehehe…. -,-!! sory ya kalo kepanjangan n ga bikin penasaran!^^

  2. pengen nangis thor…
    itu cerita nya menyedihkan…

    FOR AUTHOR: AUTHOR, BUAT CERITA MELLOW NYA YANG TRAGIS YAA !
    BIAR BIKIN AKU NANGIS …

    FROM: KimHyeRi

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s