[Freelance] Sleeping With Kim Heechul

Title: “Sleeping With Kim Heechul”

 

Author: Soshiiica

 

Main Cast:

Im Yoo Jin

Kim Heechul Super Junior

 

Minor Cast:

Lee Teuk Super Junior <as Jung Soo>

Lee Sungmin Super Junior

Jessica SNSD

 

Cameo: Sulli f(x)

Eunhyuk Suju <as Hyuk Jae>

 

Rating: PG -12

 

Genre: Romance, Comedy

 

Disclaim: udah pernah dipublish di blog http://kpopfanfictionandyou.wordpress.com

 

—————————————————–

 

Ini kali pertama bikin ep-ep dengan cast utamanya Heechul. Mian kalo menyakiti hati para petals berhubung aye biasa bikin ep-ep bercast Donghae ato Kyu. Kekekekeke

Have fun reading! ^^

 

—————————————————–

 

“mworaguyooo?!!!!” kupelototi Jung Soo saenim dengan mulut menganga.

“gak bisa, gak bisa!! Saenim gak boleh keluar dari sini!!!” aku membanting meja dengan tanganku walaupun itu gak akan mungkin membuat dia tetap bertahan di kantor ini.

 

“yak. Inikah sikapmu sama seorang boss?! Lagian aku sudah tidak kuat berada di kantor ini.” Namja muda itu merenung menatap langit dari jendela besar di samping meja kerjanya.

 

“tapi….. kau terima saja di depak dari kantor ini?? Kau sudah bekerja dari umurmu belasan tahun, kenapa kau mau saja di phk?!! Kau ini calon CEO!!”

 

“Yoo jin-ah.. pewaris utama sudah besar dan dia baru saja pulang dari Swiss. Gak mungkin aku bisa jadi CEO, aku cuma sepupu jauhnya. Kau tenang saja, berhubung kau juga sudah bekerja sebagai sekretarisku bertahun-tahun, kau juga tidak akan di depak kok. Kau akan bekerja dengan anak itu.” mendengar perkataan Jung Soo, mataku semakin bulat saja.

 

“MICHYEOOO?!!! Aku gak mau kerja dengan dia!!!”

 

“YAK! Kau dengarkan aku sekali ini saja, oke?! Kau harus terus bekerja disini, hanya kau yang semua orang percaya di kantor ini, arraji?!!” Jung Soo tiba-tiba bangkit dari kursi besarnya dan keluar dari ruangannya.

 

“tapi saenim….” Tanpa menungguku menyelesaikan bicaraku, dia pergi begitu saja.

 

Andwae, aku gak mau kerja sama anak baru!

 

*******

 

Hai. Aku Im Yoo Jin. Umurku 28 tahun.

Aku bekerja di perusahaan Kim Corporation sebagai sekretaris presiden direktur bernama Park Jung Soo selama 7 tahun.

 

Jung Soo sebenarnya bukan pewaris perusahaan hotel ini, dia cuma sepupu jauh dari pewaris yang sesungguhnya. Entah siapa namanya, aku belum pernah mendengarnya ataupun melihatnya.

Sekarang ini adalah tahun ke 12 Jung Soo bekerja disini, tapi entah kenapa tiba-tiba presiden direktur mem-PHK Jung Soo. Katanya, pewaris yang sebenarnya itu sudah kembali dari tempat dia belajar, di Swiss, dan hendak melanjutkan usaha besar milik kakeknya ini.

 

Aku tidak setuju, tentu saja. Jung Soo yang selama ini bekerja keras, mati-matian agar Kim Corporation tidak bangkrut. Karenanya juga Hotel Kim yang berbintang lima berhasil berdiri di negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, dan Perancis. Semua karena Jung Soo. Tapi begitu pewaris itu datang, orang yang tidak pernah bekerja dan merasakan susahnya mengusahakan sebuah hotel, Jung Soo harus mengalah padanya. Sungguh tidak adil! Tapi dasar Jung Soo, namja yang begitu lemah lembut dan baik hati, dia mau begitu saja disuruh pergi dari tempat dia bekerja keras. Apa dia jadi bodoh karena begitu baik???

Aish, pusing sekali!

 

***********

 

Heechul POV

“Haraboji!!!!” aku berlari kecil ke tempat harabojiku duduk sambil menonton TV.

“omo! Uri Heechul sudah dataaang!!!” Haraboji tiba-tiba memelukku dnegan badan gendutnya itu.

 

“yaa.. haraboji… sesaak…” aku meronta dari pelukan Haraboji kemudian menoleh pada seorang yeoja yang juga berdiri di belakang haraboji.

 

“Kim Hee Jin!!!” aku juga menerjang kakakku itu.

 

“yak! Panggil aku noona!! Seenaknya saja!” Heejin merengut tapi sesaat kemudian senyum jahilnya muncul dan akhirnya dia mengacak rambut pirangku dengan gemas.

 

“kau semakin tinggi!”

 

“dan noona semakin pendek!!”

 

“YAAAK!!!” Heejin menjitak kepalaku tapi kemudian Haraboji memukul kami.

 

“sudah besar masih saja bertengkar. Kenapa sih kalian gak  bisa akrab layaknya saudara yang gak bertemu selama bertahun-tahun?!!”

 

“mian” jawab aku dan Heejin bersama-sama.

 

Tapi kemudian aku mengelilingi ruang tamu sebesar satu rumah ini dengan mataku.

 

“dimana halmoni?” tanyaku dan Heejin membalas dengan muka cueknya.

 

“halmoni lagi ke Hawaii. Mengurus surat ijin perhotelan disana.”

 

“ah? Buat apa? Bukannya kita bisa langsung bangun hotel saja??” serentak haraboji dan noona melotot ke arahku.

 

“yak! Apa sih yang kau lihat sewaktu kuliah di Swiss?!!!”

 

“hmmm… yeoja-yeoja cantik dengan tubuh huruf S.” kataku ringan. Tiba-tiba remot TV membentur kepalaku.

 

“yaaa Haraboji! Sakiiiit……” aku merengek sambil menatap kesal haraboji.

 

“percuma kau belajar di Swiss! Membuang uang saja!” Haraboji menghela nafas, begitu juga dengan Heejin. Akhirnya kami bertiga tenggelam dalam diam, sampai topic yang aku benci memecahkan keheningan.

 

“Jung Soo sudah pergi dari kantor, saatnya kau menggantikannya.” Haraboji menatapku dengan bijaksana. Kali ini aku yang menghela nafas. Sejak aku kecil, apa yang kudengar adalah warisan, warisan, dan warisan, kantor, kantor, dan kantor, hotel, hotel, dan hotel. Apa gak ada lagi yang lebih membosankan dari ini???

 

“aku rasa aku belum siap, haraboji..”

 

“lihat itu haraboji? Dia itu gak berguna!” cerca Heejin sambil melirik kesal padaku.

 

“kau seharusnya bisa menghargai haraboji, halmoni, atau bahkan Jung Soo, yang sudah menyiapkan semuanya untukmu. Tapi kelakukanmu sekarang, cuma bersenang-senang, main cewek, dan mabuk-mabukkan. Apa kau tidak membayangkan perasaan kami??!” kutundukkan kepalaku, menghindari tatapan tajam Heejin yang paling mengerikan.

 

“Heejin-ah… sudahlah…” haraboji mengelus pundak Heejin kemudian menyuruhnya untuk masuk ke kamarnya.

 

Ketika ruangan cuma bersisa aku dan haraboji, kamipun mulai membicarakan tentang masa depanku.

 

“maafkan kami semua, Heechul. Kami telah memaksamu untuk melakukan apa yang tidak kau suka. Tapi… kau dengarkan kata kakakmu juga, dia benar. Kami semua tidak ingin menyiksamu, kami telah mempersiapkan semuanya untukmu, agar masa depanmu lebih baik dibandingkan sewaktu aku dan ayahmu bekerja dengan mati-matian. Kami tidak ingin penyiksaan yang lalu terulang pada dirimu.

Kau liriklah Jung Soo, yang rela bekerja belasan tahun demi dirimu yang sedang kuliah saat itu. dia kita anggap bukan siapa-siapa karena dia cuma sepupu jauhmu, tapi yang dia lakukan untukmu, sangatlah luar biasa. Orang lain tidak akan mungkin mau melepaskan jabatannya yang sudah setinggi itu begitu saja. Kakek harap kau bisa pertimbangkan itu semua.” Haraboji berdiri dari sofanya kemudian masuk ke kamarnya di lantai tiga.

 

Aku sendirian disini, memikirkan kata-kata kakek.

 

Bukannya aku tidak mau bekerja, tapi ini bukan pekerjaan yang aku inginkan. Aku punya tampang yang cukup tampan, aku dari dulu ingin sekali menjadi model atau actor. Tapi tentu saja, semua menentangku.

 

Aku hidup dengan tekanan, walaupun aku terus bersenang-senang dan menghamburkan uang di Swiss. Kau bilang saja itu adalah… pembalasan. Karena keluargaku sendiri menyiksaku.

See? Aku tidak suka kerja kantoran, titik.

 

*************

 

Yoojin POV –dua hari kemudian-

Aku mengintip ruangan Jung Soo saenim, dia tidak ada. Beneran nih, dia sudah keluar?

Kuhela nafasku kemudian berjalan ke meja kerjaku yang berada persis di depan ruang kerja Jung Soo.

“hey, Yoojin!” suara yang kukenal memanggilku.

 

“omo. Hai Jess!” sapaku pada seorang yeoja cantik yang lebih muda dariku. Dia Jessica, salah satu boss besar di perusahaan ini. Walaupun dia masih muda, dia sangat pintar, dan tentu saja cantik. Dia memegang hampir ¾ saham dan kerjanya mengurusi Hak Tanah dan Bangunan.

 

“mana Jung Soo? Sudah keluar?” aku mendelik heran padanya, bagaimana dia bisa semudah itu bicara kata Keluar?

 

“ngg..” jawabku lemah.

 

“I’m sorry to hear that, I did.’t mean to hurt you or him. I just don’t really understand to speak Korean more..” Jess menampangkan wajah menyesalnya. Yap, dia memang pindahan dari amerika. Makanya ucapannya bisa dibilang kasar untuk ucapan orang Korea.

 

“What about Heechul? Did he already arrived here?”

 

“who’s Heechul?” tanyaku dan Jess memandangku tidak percaya.

 

“your new boss!!” aku mengernyit karena suara Jess yang melengking.

 

“ohoho.. I never hear something about my new boss. sorry..”

 

“Heechul is my bestfriend, since we’re still in kindergarten.” Akupun mengangguk.

 

“I miss him, so long that we couldn’t even phone each other.:: aku merindukannya, kami bahkan tidak saling menelpon untuk waktu yang sangat lama.”

 

“jinjja?”

 

“mm!” Jess mengangguk pasti.

 

Tok Tok Tok

 

Aku dan Jess menatap pintu ruanganku yang diketuk. Sesaat kemudian seorang namja masuk. Dia Sungmin, salah satu boss juga.

 

“Jess, Heechul’s here.” Katanya yang sontak membuat aku dan Jess berpandangan. Bedanya Jess dengan senyuman dan aku dengan amarah. Haruskah dia datang secepat ini???

 

**********

 

Heechul POV

Satu kata tentang kantor ini, dekil.

Walaupun semua pegawainya membungkuk dalam-dalam padaku, tapi tempat aku akan bekerja ini sungguh sangat tidak layak. Lihat saja lantainya, dindingnya, liftnya, bahkan mejanya. Semua kotor dan penuh debu. Bagaimana mereka bisa bekerja seperti ini???

“tuan Heechul… ini ruangan anda. Sekretaris anda ada di dalam, namanya Im Yoo Jin. Saya rasa tuan Jung Soo sudah menaruh data sekretaris anda di meja anda.” Seorang pria tegap menjelaskan semuanya, kalau gak salah dia asisten appaku.

 

“komawo.”

 

“ne…”

 

Sedetik kemudian, aku melangkah memasuki ruangan besar itu. Wow, ternyata ruangan ini jauh lebih bersih daripada satu gedung tadi. Ngomong-ngomong, ruangan ini mencakup satu ruangan lainnya, itu adalah kantorku. Ruangan yang mengelilinginya adalah tempat sekretarisku. *ingetin aja tuh kantornya Kim Tak Gu di Bread, Love, and Dream*

 

Tunggu, katanya sekretarisku cuma satu, itu kenapa ada tiga??

 

“omona!! Kim Hee Chul!!!!” tiba-tiba salah satu dari mereka menerjangku.

 

“yak yak yak. Nuga?!!!” jeritku pada yeoja pirang yang tiba-tiba memelukku. Dalam sekejap yeoja itu melepaskan pelukannya, menatapku bingung , kemudian memperkenalkan dirinya.

 

“Jessica Jung. Kau lupaaa?!!!” dia menggoncang bahuku, demikian juga memoriku yang berguncang.

 

Omo. Dia kan teman TK-ku!

 

“JESSICA JUUUNG!!!!” aku melompat ke udara  kemudian sambil mengampit tangannya, kami berputar-putar bahagia. Tapi tentu saja tidak lama, karena aku akhirnya sadar kalau empat pasang mata menatap kami layaknya melihat orang gila.

 

“tunggu. Jadiiii….. yang mana sekretarisku?” tanyaku kepada dua orang itu.

Tidak lama, yang cewek menghela nafas kemudian menjawab, “aku.”

 

***********

 

“ini adalah data penurunan ekonomi tahun 2009 periode jangkauan 3 bulan. Yang ini data kenaikan ekonomi tahun 2009 periode jangkauan 6 bulan. Artinya, kenaikan tahun 2009 lebih kecil dibandingkan penurunan. Di tahun 2010…..” gadis bernama Im Yoojin itu cantik juga.

 

Bicaranya juga pintar. Dia punya tubuh yang mungil, dia lebih pendek dariku. Pipinya agak chubby tapi matanya sangat besar, hidungnya runcing dan mancung, serta bibirnya merah dan tebal.

Dia agak termasuk tipeku, lihat saja, dia mengikat rambut hitam ikalnya dengan rapi di atas, menunjukkan tengkuknya yang halus dan jenjang. Aaahhh… senangnya punya sekretaris secantik ini.

Tapi sayang…. Tubuhnya tidak membentuk ‘S’ line. Tidak berdada dan tidak berpinggul. Sangat disayangkan…

“… saenim? Heechul saenim!!”

 

“ah ne????” aku tersadar dari lamunanku.

 

“jangan membayangkan yang lain selama aku menjelaskan tentang perusahaan, ini sangat penting.” Matanya menyipit, membuatku agak begidik sekaligus kesal.

 

“hyaa! Itu terserah padaku, memperhatikan atau tidak. Aku adalah bossmu, kau jangan seenaknya menyuruhku untuk ini dan itu!!” aku membentaknya dan Yoojin agak syok. Mungkin Jung Soo si baik hati itu tidak pernah mengajarkan kesopanan pada yang lebih tinggi tingkatnya. Ish.

 

“mwo?!!! Kau masuk disini saja belakangan, kau itu hoobaeku, HOOBAE!!!” kali ini aku yang syok mendengar gadis itu marah.

 

“jaga mulutmu!”

 

“kau yang jaga mulutmu!!”

 

“oke. Aku akan memecatmu!”

 

“tidak bisa, aku menjalin kontrak dengan haraboji, bukan denganmu. Kau yang jangan seenaknya!!” Yoojin kini membanting mejaku, rautnya jauh lebih mengerikan daripada hantu manapun yang pernah kulihat.

 

“ini, kau pelajari semuanya. Rapat akan diadakan besok, sebaiknya kau sudah mengenal kantor ini lewat buku-buku ini. Kalau tidak, kau mati saja.” Yoojin menaruh bertumpuk-tumpuk buku di mejaku dengan kasar.

 

“aku tidak mau.” Tantangku.

Tiba-tiba Yoojin mendelik padaku, bisa kulihat kilatan api di matanya.

 

“kau mau mati ah???” geramnya.

 

“pokoknya aku tidak mau. Dengar itu, dada rata??” aku terkekeh bangga.

 

“NEEEOOOO!!!!!!!” secepat kilat Yoojin menarik kerahku, membuat kursi putarku menghadapnya 180 derajat.

 

“heh, pirang!! *kalo basa inggrisnya pirang itu blonde, artinya pirang bego* jangan sampai aku melemparmu dari jendela itu!!” aku memamerkan smirk evilku kemudian mengibaskan tangannya dari kerahku.

 

“kau tidak akan berani melakukan itu. hmmm… aku mau ke diskotik malam ini, telpon gadis-gadis cantik dari klab sebelah itu, aku ingin bertemu dengan mereka. Arraso?” dan dengan mudahnya aku berjalan melewati Yoojin, sambil bersiul pula.

 

“YAAK KIM HEECHUL!!!!” dia memekik sangat keras tapi aku tetap berjalan santai keluar kantor.

 

********

 

“yeah babeee…!” aku berteriak pada gadis yang sedang bergoyang di panggung di depanku. Untunglah si Yoojin itu masih menelpon gadis-gadis cantik, kalau tidak mati saja aku di Korea ini, sungguh membosankan.

 

“oppa~ kissue…” kali ini yeoja di sebelahku merayuku dengan tangannya mengelus bibirku. Aku tersenyum kemudian langsung saja kukecup bibirnya.

 

*********

 

Yoojin POV

“Yoojin?” aku memalingkan wajahku dari computer di depanku ke arah suara dari balik pintu ruanganku.

 

“omo. Sungmin saenim! Ada apa?” aku seketika menjadi gugup melihatnya. Ya, aku sedikit menyukainya. Dia sangat tampan dan berkarisma, sungguh tipeku.

 

“besok pagi, Haraboji akan datang, dia mau menengok Heechul.” Sungmin tersenyum sangat manis. Ahh kyeopta!

 

“a-ah… ne… arrasoyo…”

 

“kau sedang apa?” sekarang Sungmin mendekatiku, melirik ke layar komputerku.

 

“Heechul tidak mau mengerjakannya, terpaksa aku yang kerjakan. Besok kan ada rapat…”

 

“ya ampun, sungguh tidak menyenangkan jadi kau..” Sungmin melotot melihat banyaknya tugas yang harus aku ketik.

 

“hahaha.. aku sih biasa saja…” aku tertawa dengan eye smileku, membuat Sungmin agak ternganga melihatku.

 

“jarang sekali ada orang sepertimu jaman sekarang…” Sungmin menepuk kepalaku dengan senyuman kemudian dia berjalan keluar. Tanpa kusadari, rona pipiku semakin memerah.

 

*******

 

Ah, tampaknya aku tertidur. Aku mengerjapkan mataku berulang kali kemudian menatap jam dinding yang tertampang di dinding. Omona! Sudah pagi! Tugasku kan belum selesai!!

Buru-buru ku nyalakan kembali komputerku dan memeriksa semua data-data grafis opening hotel baru di Australia. Eh, tapi tunggu. Kenapa sudah selesai? Aku mengklik data yang benar kok. Data-data ini sudah rapi dan siap untuk dijadikan presentasi. Padahal aku begitu yakin kalau aku belum menyelesaikannya.

Wah, ada pesan di bawahnya.

 

P.S: To Yoojin. Mian kalau mengagetkanmu tentang tugas-tugas yang terselesaikan ini. Aku adalah pahlawan rahasiamu. Kekeke. Aku tidak tega melihatmu ketiduran seperti itu, makanya aku mengerjakan semuanya untukmu. Tidak usah mencari tau siapa aku, berterima kasih saja padaku. Arraso?

 

-secret power ranger-

 

Aku melamun membaca pesan itu. walaupun sebagian hatiku senang, tapi tanda tanya besar ada di kepalaku. Siapa secret power ranger ini? Seraya memindahkan data itu ke USB, kuingat-ingat kembali siapa yang masih ada di kantor ini kemarin malam. Omo. Sungmin saenim! Jangan bilang dia yang……

 

“hihihihhihi. Pasti dia, Sungmiin sajangnim yang membantuku. Iya kaaan?!! Huhuhhhuhuhu aku bisa gila nih. Hihihihihihihi senangnya hati i…….” BRUUUUUK!

 

“awww….” Aku meringkuk kesakitan di lantai, tampaknya aku tersandung sesuatu ketika sedang menari-nari bahagia. Kuelus kakiku sambil melihat apa yang membuatku tersandung.

 

“KYAAAA! HEECHUL SAENIIIIIM!!!!!!”

 

<<<<<<<REPLAY<<<<<<<

 

Author POV

“aku mau pulang.” Heechul bangkit dari sofa diskotik itu dengan terhuyung-huyung. Supirnya ada disampingnya, memapah bahunya.

 

“oppa~ hati-hati di jalan yah… besok kembali lagi…..” gadis berpakaian mini itu melambaikan tangannya pada Heechul kemudian membiarkan dia pergi.

 

“ahjussi… bawa aku ke kantor lagi….” Tiba-tiba Heechul menggumam di tengah mabuknya.

 

“mwo? Sajangnim…. Anda terlalu mabuk, sebaiknya anda pulang ke rumah….”

 

“andawae…. Nanti noona dan haraboji mengamuk padaku karena pergi ke diskotik. Pokoknya bawa aku kembali ke kantor! Mungkin… hik…. Yoojin masih bekerja….”

 

**********

 

“itu…. yoojin…” Heechul dengan sempoyongan berjalan ke arah Yoojin yang sedang tertidur pulas di mejanya.

 

“Yoojin….” BRUUK.

 

Tiba-tiba Heechul ambruk di lantai karena kepalanya sudah tidak kuat menahan mabuknya.

 

>>>>>PLAY>>>>>>>

 

Yoojin POV

 

Jadi aku yang harus menggotongnya ke sofanya?

 

Aku memandang Heechul yang tak sadarkan diri dengan tatapan ragu. Badannya itu walaupun kurus kering tapi tingginya nggak kira-kira. Paling gak aku cuma bisa membawanya sampai 5 cm saja. Ah, ya sudahlah.

 

KRIIIING KRIIIIIING

 

Aduuh, siapa sih telpon-telpon, bikin repot saja.

 

“yobseo?” ujarku setelah mengangkat gagang telpon di meja kerjaku.

 

“ini asisten Kim.” sejenak kuputar otakku. Oh, dia sekretarisnya harboji.

 

“oh ne. ada apa ya?”

 

“tolong siapkan kantor, haraboji akan sampai disana menjenguk Heechul dalam waktu 5 menit.”

Ah. Sial, menjenguk Heechul?! lihat saja dia, bau alkoholnya sangat menyengat dan haraboji akan melihatnya dalam keadaan pingsan seperti ini?! Aish jinjjaro!!

 

“ne, algaessimnida..” segera kututup telpon saat suara tuuut terdengar. Banyak yang harus aku lakukan, dan waktunya cuma 5 menit!!

 

“Sulli, tolong siapkan pekerja lantai 1, 2, dan 3, kumpulkan di lobby, sajangnim akan berkunjung hari ini.” Suruhku pada bawahanku, Sulli lewat telpon.

 

“dan jangan lupa kumpulkan pekerja lantai 4, 5, 6, 7, dan 8 di lantai 3, serta pekerja lantai 9, 10, 11, dan 12 di penthouse (lantai paling atas). Segera.” Buru-buru kututup telpon setelah suruhanku selesai.

 

Berikutnya, kerapihan kantor.

“Hyuk Jae, suruh sekretaris Lee dan sekretaris Park menyortir data di lemari lantai 10 sampai 11, aku akan menyortir semua data di lantai 12. Semua harus rapi, sajangnim sebentar lagi akan sampai disini.” Terdengar jawaban Huk Jae dan tugas kerapihan selesai.

 

Berikutnya, dia.

 

Kuhembuskan nafasku melihat Heechul yang masih di lantai. Bukannya bekerja, malah mabuk-mabukkan dan main cewek. Andai saja aku haraboji, kukirim dia ke panti jompo. Mengesalkan sekali!

 

“ya Heechul! palli ireona!! Haraboji akan datang!!” kutampar pipinya dengan lembut, walaupun karena dia tidak kunjung bangun, aku ubah menjadi pukulan di kepalanya.

 

“YAK HEECHUUUULL!!!!” ugh, tidak bergerak. Kalau dia gak bangun juga, tamatlah riwayatku karena tidak bisa menjaga Heechul dengan baik.

 

Tidak ada pilihan lain, sebaiknya kusembunyikan dulu di kantornya.

 

Kupapah dia di bahuku, walaupun tubuhku yang kalah besar ini hampir roboh berulang kali. Tapi aku harus cepat!

 

“Yoojin sunbae,, haraboji sudah di lobby.” Terdengar suara Sulli di walkie talkieku.

 

AIGOO! Benar-benar gawat!

 

Kupercepat langkahku sehingga telihat membabi buta, tapi sesampainya di ruangan Heechul langsung saja kubanting dia di sofanya. Matanya mulai berkerut, tampaknya dia akan bangun. Bagus!

 

“Heechul-a! ireonna! Haraboji akan datang!” teriakku.

 

“nggg?” dia memelototkan matanya yang sebenarnya masih sayu.

 

“haaa….raa….bo…jiiii?” katanya lemas.

 

“NE!! Cepat bangun!!!!” tepat setelah aku mengiyakan, Heechul langsung duduk seperti habis disetrum.

Ugh, bau alkoholnya benar-benar menyengat. Kalau haraboji menciumnya, matilah aku.

 

“tunggu disini.” Aku berlari keluar dan mengambil parfumku, kemudian dalam 3 langkah besar aku menghampinrinya dan menyemprotkan sebanyak-banyaknya ke kemejanya yang lusuh itu.

 

“yak… apa ini??”

 

“diam saja, ini supaya kau tidak bau alcohol.”

 

BUK.

 

Bunyi pintu dibanting mengangetkan aku dan Heechul. kutengokkan kepalaku dengan perlahan.

 

“sajangnim…..” segera kubungkukkan badanku sepenuhnya ke arah lelaki paruh baya yang gendut itu.

 

“haraboji!” Heechul berteriak girang. Walaupun aku tau itu cuma akting.

 

“YAK KIM HEECHUL!!!” tiba-tiba suara wanita menggelegar di ruangan itu. seketika senyum Heechul surut.

 

“Kim Heejin!” Heechul menunjuk yeoja cantik itu dengan syok.

 

“NEO JINJJA!!!!” tiba-tiba Heejin mendatangi Heechul dengan kecepatan penuh dan menarik kerah bajunya dengan kasar.

 

“KAU PERGI KE DISKOTIK KAN?!!! JAWAB YANG JUJUR!!!!!” baik aku dan Heechul, keringat dingin kami sama-sama mengalir.

 

“a… aniiii….”

 

“JAWAB YANG JUJUUUR!!!!!” Heechul melirik ku takut. Aku cuma bisa mengangguk, menyuruhnya berkata jujur.

 

“ne….” akhirnya Heechul mengaku dengan suara super lemah.

 

“NEO!!!! Aku sudah bilang hentikan kebiasaan gilamu itu, kau pulang kesini untuk bekerja, bukan bermain lagi!!! Aku sudah memblokir semua diskotik di Korea Selatan, jadi kalau kau berani menyentuhkan kakimu itu kesitu, aku pasti tau!! Kau jangan pernah sembunyi-sembunyi pergi untuk mabuk-mabukkan!! Aigoo, lihat dirimu, bau parfum wanita. Aku gila membayangkan apa yang kau lakukan disana!!” Heejin dengan garang memaki Heechul, dia semakin ciut dari sudut pandangku. Sementara aku, malah merasa bersalah. Bau parfum wanita itukan… dari aku.

 

“sekarang mana dompetmu?!!” kali ini Heechul bingung, begitu juga aku.

 

“bu-buat apa……?”

 

“SUDAH CEPAT BERIKAN!!” sekali hardikan, Heechulpun langsung mengeluarkan dompetnya.

 

“semua uangmu kusita, kartu ATM-mu kublokir, semua mobilmu kujual, kau tidak  boleh tinggal di rumah kami dan villa-villamu akan kurubuhkan. Kau cuma akan kuberi 20.000 won, sementara gajimu bekerja di kantor ini cuma 50.000 won per bulan. Kalau kau tidak masuk kerja sehari saja karena keluyuran, kau tidak akan mendapat gaji. Aku tidak peduli kau mau tinggal dimana atau makan apa. Yang aku ingin tau adalah, kau sudah menjadi CEO yang bermartabat di kantor ini. Arraso?!!” Heechul menganga mendengar Heejin mengatakan hukumannya. Aku juga, menurutku itu sangatlah kejam. (pasalnya, 20.000 won kayak 10.000 disini, cuma bisa beli snack dll. Uang kamar atau kost aja minimal 70.000 won per bulannya)

 

“noona! Apa kau mau adikmu ini mati…??” Heechul mengeluarkan puppy eyesnya, namun Heejin cuma memandangnya datar.

 

“haraboji! Jebaaaal……” kali ini Heechul meminta tolong pada kakeknya. Tapi Haraboji cuma mengangguk.

 

“mulai hari ini semua akan berlaku. Ini, 20.000 won. Sudah, kami pulang. sampai jumpa, Yoojin.” Aku membungkuk dan rombongan mngerikan itupun pulang.

 

Ketika ruangan Heechul kosong, kupandangi Heechul dengan iba. Dia sudah rubuh ke sofanya dengan sangat lemas, benar-benar bencana.

 

“aigoo… hidup ini begitu sulit….” Gumamnya. Matanya mulai basah ketika dia balik memandangku.

 

“sabarlah, Heechul…”

Kali ini bisa kulihat setitik air mata jatuh ke pipinya yang mulus.

 

“bagaimana aku bisa hidup…..” kutundukkan kepalaku, tidak bisa melihatnya sedih seperti itu.

 

“bagaimana aku bisa hidup… tanpa cewek-cewek?” langsung kutegakkan kepalaku memandangnya dengan bingung.

 

“masa sih aku harus keluar negri buat pergi ke klab malam????”

 

“AISSH. KIM HEECHUL!”

 

**************

 

Kulirik jam dinding, sudah jam setengah delapan malam. Rapat direksi akan segera dimulai. Tapi.. melirik Heechul yang baru saja terkena sial hari ini, mana mungkin dia mau ikut rapat. Atau kucoba bilang saja? Mungkin dia sudah dapat pencerahan untuk bekerja?

 

TOK TOK TOK

 

“masuk.” Suruh Heechul. tapi aku tidak masuk, aku emngintip dari balik pintu dengan takut.

 

“Heechul-ah…..” panggilku pada Heechul yang dari tadi tidak bergeming di sofanya, melamun menatap lantai.

 

“mwo?”

 

“itu… rapat direksi…. Akan segera dimulai…” Heechul kemudian menatapku dengan matanya yang sayu. Tapi sedetik kemudian, entah gila atau apa, dia tiba-tiba tersenyum lebar.

 

“ag kau, kemarilah!” Heechul melambaikan tangannya, menyuruhku duduk di sebelahnya.

 

Akupun dengan ragu duduk di bagian paling ujung, jauh dari tempat Heechul duduk.

 

“Yoojin-ah…. Kau tau kan kalau kau itu berhati malaikat, seperti wajahmu?” aku menganga melihatnya. Ada apa lagi ini?

 

Tiba-tiba heechul menyeret tubuhnya mendekatiku dengan tangannya mengelus pipiku. Kutelan ludahku takut. “bagaimana kalau wajahmu ini jadi keriput karena menolak permintaanku ini? Oh atau kalau menolak permintaanku, aku tidak akan ikut rapat hari ini.” Baiklah itu pilihan yang cukup buruk, tapi apa permintaannya?

 

“katakan saja apa maumu.” Heechul tersenyum dengan sangat manis, tapi hatiku tidak tergerak. Aku tau itu aktingnya lagi.

 

“kalau kau menolakku, kau akan melihat mayatku disini besok.” GLEK. A-apa maksudnya???

 

“sudah cepat katakan saja!!” kemudian Heechul mendekatkan bibirnya ke telingaku, dan dengan tangannya mengelus pinggangku, dia berbisik, “biarkan aku tinggal di rumahmu..”

 

********

 

Heechul POV

Tidak ada pilihan lain. Jam segini, Jess pasti sudah pulang, Sungmin juga. Otomatis aku tidak bisa numpang di rumah mereka. Aish, repot banget hidup ini!

 

Tapi tiba-tiba Yoojin mengetuk pintu ruanganku, dan seperti dia mengetuk otakku, aku tersadar. Cuma dia. Iya, cuma dia! Aku bisa tinggal di rumahnya!! Assa, otak pintar ini benar-benar tidak ada tandingannya!

 

********

 

“MWORAGUUU?!!!” Yoojin melompat dari pelukanku.

 

“ti-tinggal di rumahku?!!! Kau gila atau apaaa?!!!!”

 

“jebaaaal…. Atau aku akan bunuh diri malam ini juga….” Terlihat Yoojin berpikir keras dengan mata melototnya.

 

“k-kau..! aku bisa gila!!”

 

“dan jangan lupa, aku akan ikut rapat direksi kalau kau mengizinkan aku tinggal di rumahmu.”

 

“Kim Heechul!!!!!!!!”

 

**************

 

“i-ini rumahmu???” kutatap Yoojin tidak percaya. Lihat saja kondisinya, dia tinggal di kost-kostan sempit dan kumal, seremnya minta ampun. Belum lagi, lihat, kamarnya cuma satu, ruang tvnya sempit, gak ada ruang makan, cuma dapur saja. Kau bahkan gak akan bisa main petak umpet disini, pasti akan terlihat terus saking sempitnya tempat ini.

 

“sudah jangan banyak komentar, masih bagus kuizinkan tinggal disini!” Yoojin melirikku kesal kemudian membanting tasnya ke lantai dan pergi ke kamarnya.

 

Tampak dia mengobrak-abrik isi lemari.

 

“mm… ini bajuku yang paling besar dan ini celana…. Sudah lupakan.” Kusipitkan mataku melihat celana laki-laki itu.

 

“celana siapa ini??” tanyaku pura-pura bego.

 

“aish! Jangan bayak tanya!!” Yoojin melemparkan baju-baju itu ke mukaku. Langsung saja kubuka bajuku dan memakai kaus kecil yang menurutnya paling besar itu.

 

“karena kamarnya cuma sa…. KYAAAA!!!!” Yoojin menjerit histeris ketika melihatku yang manis ini sedang topless.

 

“GILAAA KAUUU!” dan Yoojin melesat pergi dari kamar. Aku tertawa melihatnya, setidaknya dia cewek yang lucu.

 

Seusai memakai kaus yang nyatanya memperlihatkan perutku itu karena sempit, sekarang giliran aku memakai celana. Aku kembali curiga melihatnya. Apa dia sudah punya pacar?? Kenapa dia punya celana laki-laki di rumahnya???

 

Kemudian kutemukan sesuatu di dalamnya, tulisan nama. Ku dekatkan celana pendek itu agar terbaca jelas. Namanya……… PARK JUNG SOO’S.

 

Aku terdiam beberapa saat melihat tulisan itu. Tapi tiga detik kemudian aku berteriak sambil menunjukkan celana itu kepada Yoojin yang sedang membereskan dapur.

 

“JANGAN BILANG JUNG SOO PACARMU!!!” dan secepat kilat Yoojin menengok dengan matanya yang bulat sempurna ke arahku.

 

“KAUUUU!!!!!” Yoojin menunjuk wajahku dengan garang.

 

**********

 

“jadi kau pacarnya Jung Soo???” aku menggoda Yoojin yang sekarang sedang makan semangka.

 

“diam.”

 

“ayolah,, mengaku saja… kenapa kau bisa punya celana pendeknya Jung Soo disini? Kau pasti pernah tinggal dengannya kaaaan???”

 

“aku bilang diam!”

 

“aish, kau ini. Aku tau kenapa kau kesal padaku sekarang. Pasti karena kau jadi tidak bisa bekerja bersama Jung Soo kan??? Iya kaan???” Yoojin mengeraskan pegangannya pada semangkanya, mendakan kemarahannya yang semakin menjadi-jadi.

 

Tapi… melihatnya marah, cantik juga. Eh lihat sekarang, dia mengikat rambutnya lagi! Dengan kaus ketatnya dan celana pendeknya itu……. kenapa aku begini berdebar melihatnyaaa???

 

“tutup mulutmu dan makan semangkamu!” tiba-tiba Yoojin menjejalkan beberapa potong semangka ke mulutku.

 

“ngg—kau.. mmmm!!!” aku marah tak jelas karena penuhnya mulutku

 

TING TONG… TING TONG…..

 

“tunggu disni.” Yoojin dengan lincah membuka pintu. Aku mengikutinya dari belakang, pingin tau siapa yang datang.

 

“Yoojin-ah…” tamu itu menyapanya dengan lembut.

 

“OMO. PARK JUNG SOO!!!!” serentak aku dan Yoojin menjerit kaget.

 

“Kau?!” Jung Soo menunjuk mukaku gak kalah kaget.

 

“kenapa dia ada disini?!!” kami berdua bertanya pada Yoojin. Yoojin tiba-tiba mengkeret.

 

“dia……..”

 

TBC

18 thoughts on “[Freelance] Sleeping With Kim Heechul

  1. eh,
    beneran yoojin pacarnya om jung soo???

    suka sama karakter heechul disini
    kocak,…
    part lanjutannya kapan????

  2. Kyaaaaa………..!! Itu bener gk?bener gk? -_-a(apanyasih) hehehehee(chul) hahahaha(ngeng) (?) Ayoo..lnjutin,penasaran… Jungsoo itu siapanya Yoojin

  3. eeeeeaaaaaaa, udh lama banget gak baca yg cast nya bang heechul, kangen wkw, seru thor, wah jungsoo yoojin mencurigakan sekali ckck, jadi penasaran sama lanjutannya ditunggu thor kkkk~

  4. iya nih jarang2 ada ff yg cast y heechul. . .
    Seru, aku dapet bgt feel y heechul dgn jiwa pemberontak y. . .
    Tu yoo jin beneran pacar y jungsoo? Udah jungsoo ma aku ja deh. . . .
    Lanjut. . .

  5. Iyyaaaaaaaa……..
    bosen tau baca FF KYU / donghae muluuuuuuuuuu !!!!!

    LUV U Heechull///…………….
    tp gak bener khan Hoo Jin pacar Jung Soo…………

    • Iyayah, FF disini hampir semuanya Kyu! Wkwkwkwk kebanyakan fans disini nih.. Keke komawo udah baca ya chingu.. :D

  6. akhir.y ad yg cast.y ichul!! ><

    wuah rammeee. . . . Chingu daebak!! Ih dasar. . Pas abis d omelin kka.y dikira c ichul mikirin ap, eh trnyata mlh mikrin'n pub sm ce" -__-

  7. Yaaaaa~ kim heechul dirimu kocak sekali difanfic ini ><
    ngakak baca fanfic ini, kasian yoojin punya bos kaya heechul.. ckckck

    chingu aurhor, author chingu (?) ditunggu part 2nya~ jangan lama2 ya~ :)

  8. wah keren ini..
    Heechul kerjaannya di Swiss cuma maen sama cewek ??
    Mending yg ke swiss aku !!!#plakk
    si Yoo Jin pacarnya Kadir ???

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s