[Freelance] Memoirs Of Love part 1

(Freelance) Memoirs of Love (Part 1:We Meet Again)

Author : Annisa Rahmawati

Genre : Love, Romance, Friendship

Catagories : All ages, fanfiction, chapters

Cast : Suzy , Taecyon, Choi Minho

Selamat membaca, jangan lupa kasih komentarnya

Aku teringat saat-saat indah
Kau hadir di depanku
Ada fantasi sesaat
Laksana raga polos yang indah

Di dalam siksaan kesedihan yang tiada harapan
Terusik oleh imajinasi yang mengganggu
Terngiang-ngiang suaramu yang lembut di telingaku
Aku masih bermimpi melihat wajahmu yang manis

Bertahun-tahun telah berlalu
Badai dan bencana silih berganti
Membuyarkan kenangan masa lalu
Aku pun melupakan suaramu yang lembut
Juga bayangan dirimu

Di dalam kehidupan yang berliku-liku
Umurku pun bergulir secara perlahan
Tiada orang yang peduli, tiada naluri bersyair
Tiada air mata, tiada kehidupan dan tiada cinta

Jika sekarang aku mulai sadar
Saat ini muncul dirimu di hadapanku
Laksana fantasi sesaat
Laksana raga polos yang indah

Hatiku melompat-lompat
Demi dia segalanya tersadarkan kembali
Ada orang yang peduli, ada naluri untuk bersyair
Ada kehidupan, ada air mata juga ada cinta

Puskhin, Kuingat Saat Indah itu

Semasa kecil dulu, aku tidak mengerti apa yang dinamakan cinta. Aku hanya mengira, cinta bisa melebihi segalanya. Ketika itu aku belumlah mengerti di dunia ini masih ada kekuatan lain, yaitu takdir. Kita tidak bisa melakukan apapun untuk mengubahnya, dan hanya bisa menerimanya.

Sewaktu aku mendengar lagu “I Love You More Than I Can Say”, aku sama sekali tidak tahu, suatu hari aku akan mengalami semua hal yang digambarkan dalam lagu itu.

Aku pertama kali bertemu dengannya di Donggu International School, dan dia meninggalkanku setelah malam inagurasi….

Saat aku pertama kali bertemu dengannya hari itu. Aku sudah beberapa kali mendusta di batinku.

Mulutku berkata ‘Senyumanya tidak berarti, Perlakuannya juga biasa-biasa saja’. Padahal di batinku, aku terus mengingatnya ‘Senyumnya manis sekali, perlakuannya padaku apalagi’.

Jujur, dari lubuk hati yang paling dalam, aku ingin sekali mengulang waktu yang singkat itu, kalau bisa aku hanya ingin masuk ke lorong waktu dan menceritakan semua padanya, bahwa aku sangat mencintainya.

“Kau kenapa?”. Sahabat karibku menyadari perubahan sikapku akhir-akhir ini.

“Aku hanya sedang mengingat, saat malam inagurasi di sekolahku dulu”. Aku tertunduk lemas di bangku taman sekolah.

Yah, aku masih ingat itu semua. Dia yang selalu menjagaku, dia selalu memperhatikanku, dan dia seperti guardian angel untukku.

“Yang kau ingat, malam inagurasi itu atau orang yang ada di inagurasi itu”. Jia meledekku.

“Ahh, kau selalu meledekku”. Mukaku memerah saat di ledek Jia.

“Lalu, kenapa kau pindah dari sekolah itu?”. Sepertinya Jia ingin mengetahui lebih dalam tentang aku dan guardian angelku.

“Dia sudah duluan meninggalkanku, dia pergi ke Prancis untuk melanjutkan sekolah disana, jadi lebih baik aku juga pindah dari sekolah itu, aku hanya ingin keluar dari elegi tentang dirinya”. Aku mendusta.

Sebenarnya alasanku pindah dari sekolah itu bukan karena ingin keluar dari elegi tentang dirinya, tetapi karena aku terus mengingatnya dan aku hampir 2 tahun sakit akan dirinya.

Seseorang yang aku kenal di masa lalu kembali datang ke hidupku, tapi dia bukan guardian angelku melainkan first loveku.

“Suzy, kau pindah ke sekolah ini?”. Minho baru menyadari kepindahanku.

Dasar Minho dari dulu tidak pernah berubah selalu saja cuek, padahal kan aku sudah pindah dari 2 minggu yang lalu.

“Iya”. Jawabku singkat.

Aku bingung tentang diriku saat ini, aku hanya bisa berbicara panjang-lebar di depan guardian angelku, padahal Minho pernah mengisi ruang hati ku yang paling dalam, meskipun kami tidak pacaran.

“Oh ya, kau masih ingat wajahmu saat sd, setiap hari kau dikuncir dua atau dikepang kuda”. Minho menertawakanku.

Kenapa kau mengingatkanku lagi dengan masa lalu,aku sudah lelah dengan semua kisah-kisahku di masa lalu.

“Aku juga ingat, saat kau memintaku untuk menjadi pacarmu di hari ulang tahunku”. Aku membongkar rahasia Minho.

Liat saja, jika kau terus meledekku, aku akan membongkar rahasiamu satu-persatu.

Semua orang yang ada di kelas itu heboh dengan kisah lamaku dengan Minho. Aku sih tidak masalah, karena aku menolaknya saat itu.

‘Cie, cie, Minho-Suzy pernah pacaran yah dulu’. Hah? Pacaran, iuh ngeliat mukanya aja sudah kesal duluan.Sebenarnya, aku dan Minho DULU memang dekat, tapi semua berubah saat Minho tidak mengakuiku sebagai sahabat, dan menjelek-jelekkan aku terus.

Mudah-mudahan ini pertanda baik untukku. Aku sudah melupakan dia di otakku, yah walaupun tidak di hatiku.

“Kau sedang apa?”. Minho datang mendekatiku.

Aku tau ini taktik Minho untuk mendekatiku lagi.

“Tidak lihat, aku sedang latihan piano. Kau telah merusak latihanku”. Aku marah pada Minho dan berjalan keluar ruangan musik.

“Tunggu, kenapa kau selalu menjauhiku? Memangnya ada yang salah padaku?”. Minho meminta penjelasan padaku.

Mau tau jawabannya, kau itu selalu menjelekanku di depan teman-temanmu. Dan sikapmu telah membuat hatiku sakit.

“Tanya saja pada dirimu sendiri”. Aku meninggalkan Minho, yang masih memikirkan apa kesalahannya di masa lalu.

Hari ini sekolah datar-datar saja, tidak ada gossip, atau hal baru yang membuat heboh satu sekolah. Aku lupa, aku belum menulis diary ku yang kemarin. Kemana diary ku, kalau hilang bisa gawat, itu satu-satunya hal yang paling berharga, kenanganku dengan guardian angelku.

‘Suzy, cepat ke mading sekolah’. Sms dari Jia membuatku panik, pasti copy-an diary ku sudah ada disana.

“Siapa yang menaruh ini disini?”. Aku melihat ke sekelilingku yang mengaku tidak menaruhnya disana.

Ok, sekarang aku tahu. Siapa lagi kalau bukan Choi Minho. Kenapa kau selalu mengusik hidupku, saat tk hingga sekarang.

“Kau kan yang menaruh ini semua di mading?”. Aku bertanya serius.

“Iya, aku yang menaruhnya. Jadi kau galak padaku akhir-akhir ini gara-gara guardian angelmu kanbukan karena aku?”. Minho berkata tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Aku langsung menangis disana, bukan karena Minho memajangnya di mading. Tapi karena dia sudah membuatku masuk kembali ke dalam elegi guardian angelku.

“Kenapa kau menangis?”. Minho mengusap air mataku.

Tidak usah pura-pura iba, Choi Minho.

“Suzy, besok kau sama Minho liburan musim dingin ke Prancis, sebelum kamu wisuda. Nanti Ibu dan Ayah menyusul bersama keluarga Minho”. Ibuku memberitahu.

Prancis. Aha, aku ingin sekali kesana, bukan karena Eiffel Tower yang terkenal, tapi ini semua karena guardian angelku. Aku sudah kangen berat dengannya. Eits, tapi tunggu dulu, kenapa Minho diajak? Berarti besok aku hanya berdua dengan Minho, aaaaaa tidakkkkk.

“Aku tidak mau, aku tidak mau Minho ikut”. Aku menumpahkan kekesalanku pada Ibuku.

“Minho itu kan sudah seperti keluarga kita, lagian dia kan teman kamu dari tk”. Ibuku menenangkan.

Bukan itu masalahnya, aku tidak mau hari-hari ku di Prancis terganggu olehnya. Aku hanya ingin mencari guardian angelku yang hilang.

Aku dan Minho sudah ada di dalam pesawat. Bagaimana ini aku phobia ketinggian, dan kenapa orang yang ada disebelahku malah Choi Minho.

‘Ladies and Gentleman, bla..bla..bla..bla..’. Pilot mengumumkan bahwa pesawat ini akan take off.

1,2,3. Ku tutup mataku, ku cengkram tangan Minho, dan mencoba menghilangkan rasa takutku.

“Udah dong pegangannya sakit tau”. Minho melepaskan tanganku dari tangannya.

“Iya, iya maaf”. Aku meminta maaf.

Kalau bukan karena phobia ketinggianku yang melebihi normal, aku ogah megang tangannya.

“Dingin, dingin sekali disini”. Wajahku mulai memerah karena kedinginan.

“Pakai jaketku”. Minho memakaikan jaketnya untukku.

Minho yang sekarang sudah banyak berubah, tidak cuek lagi, selalu menjagaku, dan yang penting dia sudah tidak menjelek-jelekanku di depan teman-temannya. Sepertinya,guardian angelku sudah mulai beralih ke Choi Minho.

“Gomawo”. Aku menatap wajah Minho yang sedang tersenyum manis.

Jujur, kau dan guardian angelku masih ada di dalam hatiku yang paling dalam. Walaupun kau berlaku jelek, kau ini sahabat masa kecilku, cinta pertamaku, cinta monyetku, dan kau juga sudah memberi warna pada diary ku.

“Boleh aku bertanya sesuatu?”. Minho berkata serius.

Aku hanya menganggukan kepalaku.

“Siapa guardian angelmu saat ini?”. Aku kaget mendengar pertanyaan Minho.

Untuk saat ini memang Taecyon, tidak menjadi guardian angelku. Guardian angelku saat ini adalah dirinya. Tapi, apakah aku harus jujur padanya?.

“Taecyon”. Aku melontarkan jawaban, semata-mata karena Minho sudah berbuat baik padaku.

“Ayo, ikut aku cepat”. Minho menarik tanganku keras sekali dan membawaku berlari.

“Kita ada dimana?”. Aku kaget dibawa Minho ke suatu ruangan yang gelap dan hanya ada lightstick disitu.

Aku memang menderita rabun malam. Jadi, aku tidak bisa keluar malam jika tidak ada cahaya.

“Kita ada di konsernya guardian angelmu!”. Minho membisikanku.

Taecyon, konser? Apakah dia sudah menjadi pianis terkenal sekarang. Aku sangat ingin bertemu dengannya.

“Lihat, dia muncul”. Minho memberitahuku.

Taecyon, sudah lama kita tidak bertemu. Kira-kira sudah 3 tahun lebih. Apakah kau rindu padaku?.

‘Untuk seseorang yang pernah menjadi putri di inagural sekolahku dulu, aku ingin mempersembahkan lagu untukmu, Fly Me to The Moon’. Taecyon berkata, dan semua penonton disana bersorak.

Fly me to the Moon
And let me play among the stars
Let me see what spring is like on Jupiter and Mars
In other word hold my hand
In other word darling kiss me

Taecyon berhenti sesaat….

“Untuk seseorang yang memiliki no tiket 387, aku akan menjemputmu. Kau adalah seseorang yang beruntung”.

Taecyon berjalan menuju arah tempat dudukku, jantungku berdetak tidak karuan. Aku sangat merindukan Taecyon.

“Ikut aku bermain di depan”. Taecyon meraih tanganku dengan lembut, aku rindu pegangan tangannya.

Apakah Taecyon menyadari bahwa diriku adalah seseorang yang sangat ia lindungi dulu, apakah yang dia lakukan ini hanya akting agar fansnya bahagia?.

“Siapa namamu?”. Taecyon bertanya padaku.

Kenapa dia tidak ingat diriku?Apakah aku tidak berarti baginya sehingga dia sudah melupakanku?.

“Baiklah, jika kau tidak mau menyebutkan dirimu. Aku akan memanggilmu, Alice. Alice in Wonderland”. Setelah itu dia langsung melanjutkan lagu Fly Me to the Moon, yang terhenti sesaat.

Fill my heart with song
And let me sing for ever more
You are all I long
And long I worship and adore
In other word hold my hand
In other word I love you….

“Aku hanya melakukan ini, sebagai setting dari konser ini”. Dia memelukku sambil membisikanku.

Aku melepaskan pelukan yang tidak tulus itu. Aku berlari menuju tempat dudukku dan mengajak Minho pergi dari tempat itu.

Mungkin saat ini ada kekuatan lain selain cinta, yaitu takdir. Takdir telah membawaku untuk menjauhi Taecyon atau sebaliknya.

“Kenapa kau tidak berhenti menangis dari tadi, semua orang melihat ke arah kita”. Minho menenangkanku.

“Boleh aku menangis di pundakmu?”. Aku berkata sambil menangis.

“Jangankan pundak, dada juga boleh”. Minho tertawa melihat kelakuanku.

Aku menangis tepat di dada Minho, Aku tidak menyangka liburan musim dinginku lebih banyak dihabiskan bersama Minho dari pada Taecyon yang melupakanku.

“Minho, maafkan aku karena selama ini aku sangat cuek padamu”. Aku meminta maaf pada Minho.

“Hahaha, jadi sekarang aku yang menjadi guardian angelmu kan?”. Dia mencubit hidungku.

Aku tidak menjawab pertanyaannya, gengsi sekali kalau aku menjawab ‘iya’. 5 detik kemudian, kembang api menyala di sekitar menara Eiffel. Tahun baru hari ini, memang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, aku meminta maaf pada Minho, dan bisa menghabiskan malam ini dengan salju.

“Jujur aku sangat menyukaimu, saat kita pertama kali bertemu. Saat aku menciummu pertama kali, di saat kau tidur di rumahku saat kecil”. Mungkin Minho menganggap aku sedang tertidur di dada nya, padahal aku hanya menahan dingin yang merasuki tubuhku.

Minho, kau jahat sekali. Kau sudah merebut first kiss ku secara tidak langsung. Sejujurnya, aku juga sangat menyukaimu.
Tapi…… Taecyon masih ada di relung hati terdalamku.

To Be Continue

7 thoughts on “[Freelance] Memoirs Of Love part 1

  1. ah ya ampun.. mengaharukan banget… taecyeon masih ada di relung hatiku.. oh my.. wkwk.. update soon, author~!!^_^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s