[Freelance] Little Sweet Carols part 4

Title                : Little Sweet Carols

Author             : Afi

Main Cast       : Jang WooYoung {2PM}, Cho Kyuhyun {Super Junior}, Lee Hyuk Jae/ Eunhyuk {Super Junior},Jung Ji Rin {yg kemarin itu loh J }, dan Jung Angel

Support Cast   : Member 2PM, Member Super Junior, artis dari JYPent dan SMent

Rating             : 15++

Genre              : romance and friendship

Part 4

 

KyuHyun PoV

 

”kau Jung Ji Rin kan ?”tanyaku sekali lagi pada gadis yang masih berdiri kaku didepanku

 

”ne… long time no see oppa”

“Aigo ~ chakeman. EunHyuk hyung ! ppalli ! Aku benar, dia memang orang yang kita kenal” seruku sambil menarik tangan Eunhyuk hyung

 

Gadis ini masih berdiri didepanku, ia terlihat jauh lebih cantik sekali. Tidak seperti 6 tahun yang lalu, caranya berdiri sudah sangat berbeda. Cara berpakaiannya jauh lebih feminine dan rambutnya… rambut coklatnya sudah panjang dan terurai indah menutupi punggungnya. Sepertinya LA benar benar mengubahnya, aku menggeleng pelan saat Ji Rin terlihat risih dengan pandanganku

 

”Jung Ji Rin”sapa EunHyuk hyung yang sudah berdiri disebelahku

 

”ne, oppa annyonghaseyo. Sudah lama tidak berjumpa denganmu”

 

”ah joengmal” seru EunHyuk hyung yang langsung menarik tubuh mungil Ji Rin kepelukannya ”kau banyak berubah, yak kenapa kau tidak bilang bilang akan pergi ke LA dan membuka bisnis sebesar ini ! Dan lagi kenapa dandananmu seperti ini” gerutu Eunhyuk Hyung

 

”ne mianhae, aku hanya ingin mewujudkan mimpiku dan mimpi Mi Yeonnie. Oppa apa kabar ? kau baik baik saja kan ?”tanyanya

 

”aku baik baik saja, waktu benar benar bisa mengobatiku rasa shock ku. Dan kulihat waktu juga bisa mengubah cara bicaramu padaku”

 

”ne.. ahm oppa mianhae, mungkin lain kali aku akan mengunjungi kalian. Aku harus pergi sekarang. Aku harus pulang”ujarnya tiba tiba

 

”ahm~ Ji Rin sshi. Mau ku antar ?” ujarku menawarkan bantuan

 

”anio.. gwenchana aku bawa mobil sendiri. Aku permisi”jawabnya dan langsung beranjak meninggalkan tempat kami berdiri

 

”dia masih sama seperti dulu, tetap mandiri” puji Eunhyuk hyung membuatku mengangguk setuju

 

”dia juga masih cantik seperti dulu, aku menyukai sikapnya itu”

 

”yak~ ada apa ini ? kenapa tiba tiba kau menyampaikan perasaanmu ? jangan jangan kau….”

 

”anio ! yak hyung jangan menduga yang macam macam.ppali, kita ke member yang lain”ujarku sedikit gugup membuatnya tertawa dan berjalan didepanku

 

Baru melangkah sebentar kuingat satu hal. Aish babo. Kenapa aku tidak minta tolong Ji Rin untuk masalah Eunhyuk hyung. Rasanya otakku tidak berfungsi tadi saat melihat gadis itu. Kenapa aku jadi tidak tenang begini. Ash, mungkin karna sudah lama tak bertemu makanya seperti ini.

 

***

 

Matahari mulai menunjukkan cahayanya. Aku membuka kedua mataku perlahan, langit langit putih mulai menyapaku. Aku beranjak berdiri dan langsung berjalan keluar kamar. Huam~ masih ngantuk. Aku berbalik dan melihat sosok Eunhyuk hyung yang sedang bersiap siap didepan televisi. Hyung mau kemana ? pagi buta seperti ini ? ia mengambil kunci mobil dan langsung melihatku sambil tersenyum’

 

”mau ketempat Mi yeon ? sepagi ini ?”tanyaku membuatnya mengangguk kecil dan menepuk pundakku pelan

 

Kenapa sih dia tidak berubah juga, aku langsung beranjak ke kamar mandi dan menyikat gigiku. Kupakai jaket tebalku dan langsung beranjak mengikuti langkah Eunhyuk Hyung yang sudah cukup jauh. Aku menghela nafas sebentar dan langsung menajalankan mobilku keluar dari parkiran apartemen. Mobilku melajau perlahan menuju tempat yang di tuju EunHyuk Hyung.

 

Kuhentikan mobilku di parkiran. Tepat dibelakang mobil Eunhyuk Hyung. Ku langkahkan kakiku menaiki tangga yang cukup tinggi, makam Mi yeon memang cukup jauh. Ia dimakamkan di makam keluarga, tepat disebelah Ayahnya. Dan untuk menuju kesana. Kita harus menaiki tangga yang cukup panjang ini. Aku langsung berjalan mengikuti tangga hingga ku lihat seorang pria yang sedang duduk didepan makan berwarna putih

 

”kenapa kau selalu mengikutiku Kyuhyun ah” gerutu Eunhyuk hyung yang baru saja meletakkan sebuket bunga di makam Mi yeon

 

”anio… aku hanya ingin datang kesini”

 

”kalian…”seru seseorang membuatku berbalik dan melihat sosok gadis yang sudah berdiri dengan membawa sebuket bunga mawar ditangannya ”sedang apa disini ?”

 

”Ji rin ah, kami hanya sedang… melihat makam Mi yeonnie”jawabku membuatnya mengangguk pelan dan memberikan sebuket bunga yang ada ditangannya itu

 

Aku menunggu didepan mobilku, sepertinya mereka berdua masih bernostalgia diatas. Ku hela nafas panjang saat ku lihat EunHyuk hyung dan Ji Rin sudah beranjak menuruni tangga. Aku menoleh kekanan dan kiri dan tidak melihat ada mobil lain selain mobilku dan Eunhyuk hyung. Mungkin Ji Rin hanya diantar tadi.

 

”kalau begitu, aku permisi dulu”

 

”Ji rin ah, ku antar ya ?”Ujarku

 

”anio… aku harus segera kekantor Kyuhyun sshi”

 

”gwenchana aku akan mengantarmu, itupun kalau kau mengijinkan”
”apa tidak merepotkan ?”

 

”anio… tentu saja tidak sama sekali”jawabku membuatnya mengangguk pelan dan langsung masuk ke mobilku

 

Aku tersenyum sepanjang perjalanan, mendengar ceritanya selama di LA membuatku takjub dan salut mendengar semua perjuangannya di negara asing itu. Sudah lama tidak mendengar celotehannya, walaupun 6 tahun yang lalu aku tidak melihatnya seperti seorang yang layak untuk disayang. Entah kenapa kepergiannya yang tiba tiba, membuatku merasa sangat sangat merindukannya

 

“Kenapa oppa diam saja ? Maaf aku terlalu banyak bicara ya ?”

 

“Anioo… Bukan begitu. Hanya saja aku salut dengan perjuangan kerasmu slama ini. Oh ya sebenarnya aku ingin membicarakan sesuatu denganmu”

 

“Apa oppa ? Katakan saja. Dari tadi hanya aku yang bicara”

 

“Ini masalah Eunhyuk hyung, dia belum pulih betul Ji Rin ah” ujarku membuatnya terdiam sejenak dan mengubah ekspresimukanya dengan wajah khawatir

 

“Ah ya, aku bisa melihatnya dari tatapan Eunhyuk sshi tadi. Apa saja yang dia lakukan ? Dia tidak melakukan hal yang aneh aneh kan ?”Tanyanya membuatku sedikit terdiam “sepertinya aku salah ya, aku anggap dia baik baik saja”

 

“Maafkan aku Ji Rin, sudah lama ini aku dan hyung mencoba mengembalikan Eunhyuk hyung seperti dulu lagi. Memang tidak ada yang berubah dengan kami, hanya saja… Hyung selalu merasa Mi Yeon seolah olah ada bersama kami, tepatnya ada disampingnya”

 

“Aku tahu… Baiklah. Nanti aku akan coba bicara dengannya. Oppa tenang saja”ujarnya sambil menepuk pundakku “serahkan pada Jung Ji Rin”

 

“Gomawo Ji Rin ah, aku tahu kau pasti bisa membantu”

 

Kuhentikan mobilku tepat disebuah gedung mewah. Aku langsung beranjak keluar mobil dan langsung membukakan pintu mobil untuk Ji Rin. Dia hanya tersenyum dan beranjak keluar dari mobilku.

 

”cah… gomawo sudah mengantarku sampai sini oppa”ujarnya membuatku mengangguk kecil ”kalau begitu, oppa hati hati ya”

 

”ahm Ji Rin ah !” seruku dan langsung menahan tangannya

 

”ne ?”

 

”ahm~ begini. kalau kau tidak sibuk… nanti malam, nanti malam akan ada showcase Super Junior K.R.Y. kau.. kau bisa datang kan ?”

 

”oh ne… of course. Aku pasti datang, asal oppa sediakan satu tiket untukku”

 

”tentu… ya sudah, aku pulang dulu. Selamat bekerja”ujarku dan langsung mencium pipinya dengan lembut “semangat !”

 

Ia hanya terlihat sangat terkejut melihat sikapku, well aku pun tidak tahu kenapa. Tapi rasanya aku ingin mewujudkan perasaanku dengan tindakkanku ini. Aku melambaikan pelan, membuatnya beranjak memasuki kantornya. Akupun langsung duduk di mobilku, omo~ kenapa rasanya… aku seperti sedikit gelisah jika berada dengannya. Tapi … aku semakin gelisah kalau berpisah seperti.

 

Yak Kyuhyun ah ! apa yang terjadi denganmu. Aku menggeleng pelan dan langsung menjalankan mobilku meninggalkan tempat itu. Apapun yang sudah terjadi aku senang, aku senang dia berjanji datang saat konserku nanti.

 

***

 

Ji Rin PoV

 

Kulangkahkan kakiku memasuki ruang utama, aku berbalik perlahan dan memandangi mobil silver yang sudah melaju cepat meninggalkan lobby utama. Aku menghela nafas berat dan menepuk nepuk kedua pipiku. Yak ~ apa yang baru terjadi ? Aku sungguh kaget bisa bertemu dia setelah mengantar angel kembali ke LA. Mereka ada dimakam Mi Yeon, dan tadi Kyuhyun oppa mencium pipiku ? apa ini kenyataan ? yak ! kenapa aku ini kenapa ? kenapa perasaanku tidak tenang seperti ini

 

”kau terlalu senang ya ?”ujar seseorang membuatku menoleh perlahan dan melihat sosok WooYoung ssi yang berjalan mendekatiku ”kenapa denganmu ? kau seperti orang lain ”

 

”mwo ? maksudmu ?”gerutuku membuatnya mendengus pelan. Jangan jangan dia… dia lihat Kyuhyun oppa menciumku  ”ini semua bukan urusanmu” jawabku dan langsung mendorong pundaknya sambil berjalan menuju ruanganku

 

”kenapa kau selalu bersikap seperti itu padaku” serunya dan langsung menarik tubuhku lebih dekat dengannya

 

Jantungku berdetak sangat cepat saat matanya menatap lekat kedua mataku, rasanya waktu terasa terhenti. Aku tidak bisa memalingkan pandanganku, ini terlalu dekat. Belum lagi tangannya menggenggam kuat pergelangan tanganku, bahkan aku serasa tidak bisa bergerak sekarang. Omo~ eottohke

 

”yak~ lepaskan aku WooYoung sshi !”seruku dan mencoba melepaskan pergelangan tanganku dari genggaman tangannya

 

”kenapa kau bisa melakukannya saat bersama nya ? kenapa sikapmu jauh berbeda saat bersamaku ?”tanyanya membuatku terdiam… kenapa ? kenapa rasanya wajahnya seperti ingin menangis

 

”Woo..WooYoung sshi”ujarku perlahan dan mencoba menyentuh wajahnya

 

”ke..kenapa ? kenapa aku seperti ini”katanya tiba tiba dan langsung melepaskan genggaman tanganku ”kau membuatku gila”

 

”WooYoung sshi”

 

”berhenti memanggilku Ji Rin ah” gerutunya tiba tiba membuatku terdiam ”bagaimanapun kau adalah perempuan Ji Rin ah, kau hanya bisa melukaiku saja. Kau.. kau sangat menyebalkan” ujarnya dan langsung berlari meninggalkanku yang masih berdiri kaku memandangi kepergiannya

 

Kenapa ? kenapa rasanya ada yang aneh pada diriku. Aku langsung berbalik dan menekan tombol lift. Auch, sakit sekali. Aku menunduk perlahan dan melihat sepatuku. Hari ini sepatuku sungguh tidak nyaman. Kekecilan. Kakiku sampai lecet dibuatnya. Dan rasanya sakit sekali

 

Aku langsung masuk dan menekan angka 6. pintu lift terbuka dilantai 6, aku berjalan perlahan memasuki ruanganku. Manajer Lee yang langsung menghampiriku sambil membawakan laptop dan tasku. Aku menghempaskan tubuhku dikursiku yang nyaman dan langsung menutup mataku perlahan. Eottohke~

 

”Manajer Lee”

 

”iya nona ?”

 

”tolong jangan ganggu aku sampai schedule nanti” perintahku

 

”baik nona, kalau begitu saya permisi dulu”

 

Brak~ terdengar suara pintu yang sudah tertutup. Dengan tak kusadari tiba tiba air mataku mengalir deras menuruni pipiku. Ke..kenapa aku menangis ? Apa aku menangis karna kakiku yang sakit ini ? Anio… Bukan karna itu. kenapa aku melukai orang yang sudah begitu baik padaku ? kenapa ? kenapa aku melakukan ini. Perasaan apa ini ? seperti ada yang kosong didalam sini. Apa yang terjadi padaku ? apa mungkin aku menyukai WooYoung sshi ?

 

Anio aku… aku tidak mungkin menyukainya. Ini sudah gila. Ini salah … yang kusukai bukan dia. Dia hanya orang yang membantuku dan selalu memotivasiku. Dia hanya sahabatku. Seharusnya aku lebih menyukai KyuHyun sshi kan ? iya kan ? kenapa ? sebenarnya apa yang terjadi denganmu Ji Rin ah ? sebenarnya apa yang sudah terjadi denganku ?

 

Aku.. aku memang tidak pernah berfikir untuk menyukainya. Tapi bagaimana jika Jang WooYoung menyukai orang lain… aku lebih tidak pernah membayangkan kalau WooYoung sshi menyukai orang lain. Jang WooYoung sshi yang tidak ada disebelahku lagi, untuk membantuku, mengejekku, dan memotivasiku. Aku…. sebenarnya apa yang sudah kulakukan selama ini ? sebenarnya bagaimana perasaanku ? kenapa aku tidak bisa menjawab pertanyaan JunHo sshi saat itu. Siapa kah Jang Wooyoung untukku ?

 

”maaf nona”ujar seseorang yang baru membuka pintu ruang kerjaku. Aku langsung menghapus air mataku dan berbalik

 

”yes Manajer Lee”jawabku dengan senyuman

 

”kita harus ke studio, setelah itu kita ada rapat dengan direksi umum” jelas Manajer Lee

 

”oh Arasso, sampaikan pada Manajer Jang untuk mengambil alih rapat terlebih dahulu”

 

Aku langsung mengambil tas dan ponselku beranjak keluar dari ruanganku. Sejujurnya aku belum siap untuk ke studio. Tapi kau harus profesional Ji Rin ah ! kau harus profesional. Manajer Lee membuka pintu studio untukku. Kulangkahkan kakiku perlahan dan tersenyum kecil pada JunSu sshi yang berdiri sambil memperhatikan seseorang yang sedang melakukan syuting iklan.

 

Aku mengulurkan tanganku dan menepuk pundak JunSu sshi. Ia menoleh dan tersenyum padaku. Aku menoleh perlahan dan melihat sosok WooYoung sshi dan seorang gadis cantik TaeYeon shi yang sedang beradu acting didepan kamera. Aku mencubit lenganku sendiri saat melihat keduanya yang berakting mesra didepan kamera. Wae ? apa yang kurasakan ini. Rasanya dadaku panas sekali, seperti sesuatu ingin meluap keluar.

 

”cut !”

 

”sepertinya mereka sudah selesai”ujar Junsu sshi

 

”ne.. bagaimana menurutmu ?”Jawabku singkat

 

”mereka sangat serasi, iyakan ? aku berharap dia bisa secepatnya meresmikan hubungan mereka”

 

”mwo ?”tanyaku yang sedikit kaget mendengar pernyataan JunSu sshi

 

”oh, Ji Rin ah kau ada disini”

 

”ne, Taecyeon sshi. Kau sudah selesai syuting. Aktingmu sangat bagus”

 

“anio… WooYoung sshi yang sudah bekerja sangat keras”

 

”ne… kau hebat WooYoung sshi”pujiku sambil tersenyum

 

“terima kasih direktur Jung”jawabnya membuatku terdiam mendengar setiap kata yang keluar dari mulutnya

 

Aku mengalihkan pandanganku, kenapa ? rasanya sakit sekali. Sesak, sudah bernafas. Kenapa ? bagaimana ini ?

 

”ah WooYoung ah, kau hebat”puji seseorang
”oh Taeyeon ah. Gomawo, ku juga hebat. Kupikir aku sudah salah alur tadi”
”anio…”
”oh ya, kita kesana. Kau pasti lelah menggunakan hak tinggi. Kita bicara disana saja”

 

Benar kata JunSu sshi mereka berdua sangat serasi. Taeyeon shi juga terlihat sangat cantik dengan gaun putih yang membalut tubuhnya, sangat cocok dengan jas putih yang dipakai oleh WooYoung sshi. Aku… Seandainya aku yang memakai gaun itu, apa aku terlihat serasi dengan WooYoung sshi ?

 

Kugelengkan kepalaku perlahan dan mengalihkan pandanganku dari mereka berdua. Apa ? Apa yang kupikirkan ? Ada apa denganku. Aku menepuk bahu JunSu sshi yang masih berdiri disebelahku. Aku menunduk sopan dan langsung beranjak meninggalkan ruangan itu.

 

Langkahku terhenti saat kurasakan denyut hebat di kedua kakiku. Auch. Ini sangat sakit. Aku tidak bisa berjalan.

 

“Nona ada apa ?”Tanya Manajer Lee membuatku menggeleng pelan

 

“Aku mau keruanganku dulu, manajer Lee silahkan ke ruang rapat duluan”

 

“Baiklah nona, saya permisi”

 

Aku mengangguk pelan dan membiarkan Manajer Lee berjalan terlebih dahulu. Aku menghela nafasku pelan dan mencoba berjalan perlahan. Aduh. Ini sakit sekali, rasanya aku benar benar tidak bisa melangkah. Apa lagi ruanganku sangat sangat jauh dari sini.

 

“Ji Rin sshi” seru seseorang dari belakang. Aku menoleh dan terlihat WooYoung sshi yang sudah berada dibelakangku

 

Anio… Dia tidak boleh melihatku kesakitan seperti ini. Aku harus segera pergi dari sini

 

“Jung Ji Rin chakeman !” Panggilnya lagi, justru sekarang ia sudah menahan tanganku

 

“Apa ?”Tanyaku dan langsung menepis genggaman tangannya

 

“Biar kulihat kakimu”ujarnya singkat membuatku sedikit kesal dan langsung menarik kakiku menjauhinya

 

“Tak perlu, kau tak usah memperdulikanku. Urus saja Taeyeon shi. Dia lebih lelah memakai sepatu hak dibandingkan aku. Kau tak usah memperdulikanku” gerutuku panjang lebar

 

“Kau kenapa ? Cemburu ?”

 

“Aku cemburu ? Ash jinjja. Kau…kau sendiri ? Memarahiku pagi tadi. Apa itu bukan cemburu namanya ?”

 

“Yak ! Aku bertanya duluan, jadi kau harus menjawabnya dulu”

 

“Tidak mau ! Untuk apa aku menurutimu, kau yang jawab duluan !”

 

“Lupakan ! Aku juga tidak butuh jawabanmu”

 

“Baiklah, kembali bekerja !”Perintahku membuatnya langsung berbalik

 

Aku menghentakkan kakiku kesal dan langsung berbalik menuju ruanganku. Menyebalkan. Kesal ! Kenapa kau tidak bilang, iya aku cemburu. Ash ! Kau bisa membuatku darah tinggi WooYoung ah. Ash jinjja ! Menyebalkan. Aku menghentikan langkahku lagi dan menunduk pelan. Rasanya kaku sekali.

 

“Ji Rin ah ! Awas !” Teriak seseorang

 

Aku menoleh kearah belakangku dan melihat WooYoung sshi yang berlari kearahku. Ia mengulurkan tangannya dan langsung memeluk sambil mendorong tubuh mungilku. Aku merasa tubuhku ringan. Dan… Aku membuka kedua mataku dan melihat sosok WooYoung sshi yang terbaring lemah.

 

Pandanganku langsung mengarah pada kepingan sebuah pot bunga besar yang sudah berantakan di lantai. Tubuhku mulai gemetar saat melihat darah yang ada ditanganku. Aku berbalik dan melihat WooYoung sshi yang masih tersenyum padaku

 

“Kau baik baik saja kan ?”Tanyanya membuat air mataku mulai jatuh membasahi wajahnya

 

“Kau ! Bodoh kau kenapa senekat ini ? Kau bisa mati ! Kau bodoh, kenapa kau melakukan ini ?”

 

“Karna… Karna aku mencintaimu” jawabnya sambil membelai pipiku. Tangannya tersungkur lemah sekarang, kedua matanya mulai tertutup

 

“WooYoung sshi, WooYoung sshi. Yak ! Kenapa kalian diam saja ? Panggil ambulans !” Teriakku seperti orang gila ” WooYoung sshi !”

 

“Ji Rin ah !”Seru JunHo sshi yang sudah ada disampingku

 

Aku hanya bisa menangis, semua gara gara aku. Sampai ada sesuatu yang terjadi dengan WooYoung sshi aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Aku… Aku benar benar bodoh. Aku hanya menangis terus menerus. JunHo sshi membantuku berjalan hingga ke mobil. Ku lihat Taecyeon dan JunSu sshi yang membawa WooYoung sshi langsung menaiki ambulance

 

Kepalaku terasa kosong, berputar. Aku pusing. Denyut jantungku bergerak sangat sangat cepat. Rasanya tubuhku lemas, bahkan kakikupun sudah tidak terasa sakit lagi. Tubuhku seperti mati rasa. Yang bisa kurasakan hanya, tangan JunHo sshi yang terus menenangkanku.

 

***

 

WooYoung PoV

 

“Ji Rin awas !”Seruku kencang dan segera berlari mendekat kearah Ji Rin, ku dorong tubuhnya dan ku rasakan sesuatu yang keras menghantam pundak dan kepalaku. Pandanganku rabun, berat membuka mataku, sulit untuk membukanya.

 

“Kau baik baik saja kan ?”Tanyaku membuat air matanya mulai jatuh membasahi wajahku

 

“Kau ! Bodoh kau kenapa senekat ini ? Kau bisa mati ! Kau bodoh, kenapa kau melakukan ini ?”

 

“Karna… Karna aku mencintaimu” jawabku sambil membelai pipiku. Tanganku sudah terasa lemah sekarang, rasanya kedua mataku mulai tertutup

 

“WooYoung sshi ! WooYoung sshi ! ”suara itu makin lama tidak terdengar lagi ditelingaku, suara itu seperti suara isak tangis seseorang. Aku mencoba terus membuka mataku hingga pandanganku benar benar merabun sempurna “WooYoung sshi ! Bagaimana ini !”

 

“WooYoung ah” seru suara Taecyeon hyung aku mencoba menggerakkan tubuhku “cepat angkat dia”

 

Apa yang akan terjadi padaku sekarang ? Apa aku tidak bisa membuka mataku lagi ? Gelap sekali. Terdengar suara ambulance yang mulai menyapa telingaku. Apa yang akan terjadi denganku. Tapi daripada itu. Mana ? Ji Rin ada dimana ? Apa dia benar benar baik baik saja .

 

Aku membuka mataku perlahan. Sepi… Tidak ada suara apapun. Ku tolehkan pandanganku kearah kiri dan kanan. Gelap. Apa ini sudah malam. Auch kepalaku sakit. Aku menutup mataku sebentar dan membukanya lagi. Sakit, sepertinya kejadian tadi bukan mimpi ya. Aku haus, ada siapa disini.

 

“Permisi…”Ujarku perlahan

 

“WooYoung sshi” jawab Ji Rin yang langsung duduk disebelahku

 

“Ji…Ji Rin ah”

 

“Anio… Jangan duduk tetaplah tiduran”

 

“Tidak.. Aku harus duduk”

 

“Tidur saja” bentaknya dan langsung menahan tubuhku

 

“Apa sih ? Aku ini pasien. Kenapa kau masih membentakku”

 

“Kau bodoh ! Bodoh. Sangat bodoh” gerutunya

 

Kurasakan gemetar ditangannya. Ia menunduk dan tidak memperlihatkan wajahnya. Aku menghela nafas perlahan dan mengulurkan tanganku menggenggam tangannya. Jangan menangis. Aku tidak mau melihatmu menangis, kuulurkan tanganku perlahn menyentuh pipinya yang sudah basah

 

“Jangan menangis, kau kan kuat” ujarku membuatnya memandangku dengan pandangan bingung

 

“Kau memang laki laki paling menyebalkan WooYoung sshi” ujarnya sambil mengeretak giginya

 

“Aku…aku sangat cemburu tadi pagi, itu… Itu karna aku sangat mencintaimu. Dan kau ?” Tanyaku membuat wajahnya makin menunduk dan mengalihkan pandangannya

 

“Kau…”

 

“Apa kau cemburu ?”

 

“Aku… Aku … Aku memang cemburu, hanya saja-”

 

Aku langsung tersenyum dan menarik tubuh Ji Rin ke dalam pelukanku. Aku mempererat pelukanku. Isak tangisnya masih terdengar ditelingaku. Bukan Ji Rin namanya kalau tidak memberontak, ia terus mencoba melepaskan pelukanku. Rasanya ingin mati, aku senang mendengar jawabannya

 

“Jangan senang dulu, aku sangat membencimu WooYoung sshi. Kau bodoh dan nekat, aku sangat membencimu”

 

“Kalau begitu memberontaklah sampai kau bisa keluar dari pelukanku, kan kau membenciku. Apa kau tidak suka ?”

 

“Itu… Bukannya tidak suka”

 

“Jadi ?”

 

“Lebih baik kau diam sebelum kupukul kepalamu” ancamnya membuatku tertawa

 

Ia masih berbaring dipelukanku. Aku merasa sangat senang sekarang. Walaupun harus berbaring dirumah sakit dan kepala diperban seperti ini. Dasar perempuan aneh, dia sangat gengsi untuk menyampaikan perasaannya. Walaupun aku merasakan hal yang berbeda saat mata kami berdua bertemu.

 

“Berhenti melihatku seperti itu” gerutunya saat ia sudah kembali duduk disampingku

 

“Kakimu sudah tidak apa apa ? Tadi juga tidak ada yang terluka kan ?” Tanyaku membuatny menggeleng pelan

 

“JunHo sshi sudah mengobati kakiku tadi, aish aku sungguh menyesal memakai sepatu itu. Dan aku tidak terluka sama sekali”

 

“JunHo sshi ? Yang mengobatimu ?”Tanyaku yang langsung beranjak duduk “ash sakit”

 

“Yak ! Kau ! Apa yang kau lakukan ? Tidur saja”

 

“Anio… Gwenchana. Apa JunHo sshi yang mengobati kakimu ?”Tanyaku lagi sambil memegang kepalaku

 

“Ne… Yak WooYoung sshi. Dia hanya mengobati kakiku, jangan cemburu seperti itu”

 

“Huah menyebalkan sekali tidak bisa berguna bagimu”gerutuku membuatnya tertawa kecil “apa yang lucu ?”

 

“Kau memang bodoh ! Kau sangat sangat berguna untukku, lebih dari siapapun”ujarnya sambil menempelkan dahinya pada dahiku

 

Aku tersenyum kecil dan menyambut jemari Ji Rin yang sudah mulai menggenggam tanganku. Brak. Tiba tiba pintu terbuka. Ji Rin langsung menjauh dariku. Akupun langsung menoleh kearah pintu masuk. Terlihat beberapa pria memasuki ruang rawatku.

 

“Yo WooYoung ah, bagaimana keadaanmu ?” Sapa TaecYeon hyung yang baru berdiri di belakang Ji Rin

 

“Luar biasa hyung”

 

“Ji Rin ah, manajer Jang menunggumu di luar”ujar JunSu hyung

 

“Oh ne… WooYoung sshi aku keluar dulu ya”

 

“Jadi apa katanya ?” Tanya JunHo yang langsung duduk disebelahku dengan tatapan mengejekku

 

“Tidak ada”

 

“Hei ! Jangan berbohong hyung”ujar Chansung membuatku tersenyum malu

 

“Lebih daripada itu, apa benar kau sudah baik baik saja ha ? Kau taukan masih ada beberapa-”

 

“Hyung beri dia waktu untuk libur, apa kau tidak lihat keadaannya”

 

“Taecyeon hyung benar, kenapa kau tidak melihat sisi lemah WooYoung hyung ?” Tambah JunHo menyetujui kata kata TaecYeon hyung

 

“Anio… MinJae hyung, aku sudah sembuh kok. Aku akan baik baik saja. Aku akan kembali melakukan aktivitas iklan VC besok”

 

“Seenaknya saja, kau masih belum pulih WooYoung sshi” gerutu Ji Rin yang baru memasuki ruanganku bersama Jin Young hyung

 

“Oh hyung, annyong haseyo. Annyong haseyo nona Ji Rin” ujar kami serempak. Didepan Jin Young hyung, kami harus memperlakukan Ji Rin sebagai atasan kami

 

“Tidak ada yang memperbolehkanmu keluar dari rumah sakit, bukan begitu Mr. Park ?”

 

“Ne… Dengan berat hati WooYoung ah. Ruang latihan akan dikunci khusus kau yang tidak boleh memakainya. Schedulemu akan ditunda dan sebagian digantikan sampai kau pulih”

 

“Tapi hyung-”

 

“Tidak ada mobil, uang, atau apapun. Kau hanya boleh dirumah dan tidak boleh pergi kemanapun. Arasso ?”

 

“Wae ? Aku pasti akan bosan”

 

“Ini untuk kebaikanmu, kalau begitu aku permisi dulu. MinJae sshi. Bisa ikut aku dulu”

 

MinJae hyung langsung mengikuti langkah Jin Young hyung yang sudah keluar dari kamarku. Aku menoleh kearah Ji Rin yang sudah tertawa bersama JunSu hyung didepanku.

 

“Bukan Ji Rin namanya kalau tidak membuatmu kesal. Iya kan ?” Ledeknya membuatku mendengus kesal

 

“Kau bukan membuatnya kesal Ji Rin ah. Kau sudah membuat WooYoungie kehilangan jiwanya”

 

“Junsu hyung benar, kau membuatku mati perlahan. Aku bisa mati karna bosan di dorm sendirian”

 

“Mianhae, tapi kau harus istirahat”

 

“Berapa kali ku bilang aku-”

 

“Ya saudara saudara sekalian, waktu sudah menunjukkan larut malam. Jadi sebaiknya kita mengantar direktur Jung pulang, dan membiarkan pasien kita beristirahat. Cah WooYoungie, selamat malam. Mimpi yang indah” jelas Taecyeon hyung yang sudah menyelimuti tubuhku

 

“Tapi-”

 

“Selamat malam !” Seru mereka yang langsung berjalan keluar dan menutup pintu kamarku

 

Aku berdecak pelan dan langsung berbaring ditempat tidurku. Menyebalkan sekali. Tidak bisa latihan, tidak bisa pergi dan hanya dirumah saja ? Mana mungkin. Aku bisa mati bosan dirumah. Grek. Tiba tiba pintu kamar ku terbuka. Aku langsung menutup mataku dan langsung menarik selimutku lebih tinggi

 

Siapa yang datang. Tek tek. Dari suara langkah sepatu ini. Sepertinya perempuan, aku terus menutup mataku hingga ku rasakan sesuatu mengenai dahiku. Perlahan aku membuka mataku, terlihat Ji Rin yang menunduk sambil mencium keningku dengan mata yang tertutup. Aku pun kembali menutup mataku sekarang

 

“Selamat tidur, oppa” ujar gadis itu dan langsung meninggalkan tempatku berbaring

 

* To Be Continued *

 

4 thoughts on “[Freelance] Little Sweet Carols part 4

  1. asik pas banget pas kyu uda mulai suka sama ji rin, wooyoung sama ji rin jadian. aku maunya wooyoung sama ji rin aja-_-

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s