[Freelance] You’re Too Far part 6

Super Junior Fanfiction

 

AUTHOR : ACHIE AMAR

CAST : SOJIE, SUPER JUNIOR, etc.

=====================================================

 

 

Sojie POV

 

 

Perlahan lahan wajah Kyu oppa terus mendekat. Dia memejamkan matanya dan tiba tiba aku sudah bisa merasakan hembusan nafasnya di leherku. Dan… aku mendengar suara dengkuran kecil.

 

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!

Aku sudah hampir mati saat aku berfikir dia akan melakukan aneh aneh terhadapku, padahal dia memikirkan yeoja lain. Tapi untungnya dia tertidur. Astaga.

Jantungku masih berdegup tidak beraturan. Huh haaaaah.

 

Aku pelan pelan mendorong Kyu oppa dan membetulkan posisi tidurnya.

Dia menggeliat dan kembali tertidur. Tanpa sadar aku terus memerhatikan wajahnya. Wajahnya yang sangat polos sangat berbeda dengan dia yang biasa. Aku tersenyum pada diriku sendiri. Betapa bodohnya aku bisa menyukai namja seperti ini.

 

Aku dilemma sekarang. Bisa melihat wajahnya seperti ini, tapi dia dalam keadaan memikirkan yeoja lain? Kenapa dia begitu bodoh sampai dia bisa ada di sini? Kenapa dia tidak ke rumah Gaemi? Hah sudahlah.

 

Aku berjalan keluar kamar dan memilih untuk tidur di sofa malam ini.

 

 

****

Aku mengetuk pintu apartemen Henry berkali kali dan tetap saja tidak ada tanda tanda kehidupan dari dalam. Aku mengambil hapeku dan mengetik sms menanyakan keberadaannya sambil berjalan ke apartemenku. 2menit kemudian sudah ada balasan

 

From : Henry Lau

 

Aku masih di rumah sakit, tapi aku pulang siang ini. Makan siang bersama ya! hari ini kan minggu J

 

 

Ahiya. Ini hari minggu! Ah aku harus menghubungi siapa? Aku tidak tau bagaimana memperlakukan orang yang habis mabuk. Ah tidak mungkin kan aku menghubungi Gaemi? Menghubungi yeoja yang dipikirkan oleh Kyu oppa sampai dia bisa mabuk begitu?! SHIROOO!

 

Aku tanpa sadar membanting hapeku ke atas meja makan dan disaat yang bersamaan pintu kamarku terbuka. Jantungku kembali berdegup cepat saat sadar kalau Kyu oppa sudah bangun.

Ia keluar dan memegang kepalanya.

“Kenapa aku di sini?” tanyanya

“Ah, aku juga tidak tau oppa” kataku gugup

“Kau… Ini kan kamarmu?” Kyu oppa duduk didepanku sambil menunjuk kamarku. Matanya masih mengerjap ngerjap. Sangat lucu.

“Ne oppa. AH! Kau jangan khawatir! Aku tidak tidur bersamamu kok!” APA YANG AKU KATAKAAAAN?!

“Ne?!”

“Ah, maksudku… itu… aku tidur di sofa” kataku menjelaskan

“Kenapa malah kau tidur di sofa?!” MWO?!

“Ne?!”

“Ya itu kan kamarmu! Babo!”

“Ha?!”

“Ah sudahlah” katanya lalu menelungkupkan wajahnya di meja. Apa yang harus aku lakukan?!

“Oppa, kau ingin sarapan apa?” saat mendengar kata sarapan, Kyu oppa langsung mendongakkan wajahnya panik.

“Ah… Hahaha. Aku pulang saja” ah dia pasti teringat masalah kimbab itu.

“Tidak oppa, kau tidak usah khawatir lagi. Aku sudah bisa masak” kataku lesu. Lalu berdiri mengambil sandwich yang kubuat semalam, niatnya untuk sarapanku. Aku memasukkannya ke microwave.

“Kau, sudah bisa memasak?” aku hanya mengangguk

“Kenapa waktu itu kau menghabiskan kimbabnya?” tanyaku bingung.

“Ehm… Aku lapar” katanya. Aku diam menghadap ke microwave sampai terdengar bunyi “TING”

Aku lalu langsung memberikan sandwich itu pada Kyu oppa. “Cobalah, dagingnya aku yang membuat” kataku. Kyu oppa terlihat ragu, tapi akhirnya mengambil dan menggigitnya.

Kyu oppa memakannya secara perlahan, lalu aku membuatkannya segelas susu hangat.

“Kau, kenapa tidak mengganti bajuku?” tanya Kyu oppa penuh makanan di mulutnya

“MWO?!”

“Ya kan biasanya yeoja itu begitu, kalau laki laki mabuk, dia akan menggantikan kemeja yang di pakai laki laki itu sebelum laki laki itu jatuh tertidur” kata Kyu oppa santai. APA DIA TIDAK TAU BAHWA SEKARANG AKU HAMPIR MATI LEMAS?!

“Ah, haha aku tidak pernah mengurusi orang mabuk” kataku datar, lalu memberikan segelas susu padanya. Kyu oppa diam. Aku juga diam. Suasana awkward.

 

“Oppa… Apa kau sedang menyukai seorang perempuan?” tanyaku tanpa sadar

“Uhuk uhuk” Kyu oppa terbatuk dan langsung minum. Entah apa yang membuat aku tidak bisa menahan rasa penasaran ini.

“Dan dia, malah bersama namja lain?” tanyaku lagi. Ah aku benar benar ingin menangis saat ia tersenyum.

“Ne. Kau kasihan padaku? Pasti semalam aku bicara sesuatu. Apa aku menyebutkan nama yeoja itu?” tanyanya dengan wajah lembut. Apa apaan dia?! Mau curhat?!

“Aniyo” kataku lesu.

“Ah. Baiklah aku pulang” dia langsung dingin lagi. HA! APA DIA MEMPERMAINKANKU?! Dan dia benar benar keluar dari apartemenku tanpa mengucapkan sepatah kata terimakasih atau apaaa kek gitu!

 

Ah, babo. Sojie babo. Kenapa aku bisa menyukai dan mencintai laki laki seperti dia? WAE? Tanpa sadar air mataku menetes.

 

 

 

Henry POV

 

 

Aku berniat memencet bel apartemen Sojie saat aku sadar pintunya terbuka sedikit. Aku membukanya dan aku bisa melihat Sojie duduk di meja makan dan dia menaruh kepalanya di atas meja menghadap kiri. Aku duduk disebelah kirinya dan saat itu juga aku sadar dia sedang menangis. Dia menutup matanya dan air mata terus mengalir dari matanya. Wajahnya datar, seperti tertidur. Apa dia benar benar tidur? Dia bahkan tidak menyadari kedatanganku.

Entah apa yang membuatku merasa tertusuk melihatnya menangis seperti itu.

Aku terus terdiam melihatnya. Melihat air mata yang tak henti mengalir dari matanya yang tertutup.

Tanpa sadar tanganku sudah menghapus air matanya. Dan saat itu juga ia membuka matanya.

“Henry?!” ia terlihat sangat kaget dan langsung menghapus air matanya. Aku hanya tersenyum sedih.

“Kau kenapa?” tanyaku masih lemas. Entah apa yang membuatku selemas ini. Aku sangat tidak bisa melihatnya menangis seperti itu.

“Aniyo. Kwaenchana. Kapan kamu datang? Kenapa aku tidak sadar ya?” dia lalu berdiri berjalan ke meja dapur. Tapi dia tidak melakukan apa apa. Hanya diam menghadap tembok.

Aku berdiri dan berjalan ke arahnya. Ia berniat mengambil gelas, tapi aku keburu menahannya dan menariknya kepelukanku. Aku memeluknya dalam. Aku tidak tau, aku benar benar tidak tau apa yang harus kulakukan untuk menenangkannya. Aku bahkan tidak tau dia kenapa.

Sojie diam di dalam pelukanku. Dan tiba tiba tangisannya meledak. Dia sebenarnya kenapa?

“Sojie, what’s wrong with you?” tanyaku panik, masih terus memeluknya. Yang tadinya dia masih tegang, kini dia memelukku dan terus menangis.

“I’m okay. But, I really need your hug now. Tolong diam sebentar” kata Sojie terbata bata. Aku terus memeluknya dan mengelus punggungnya.

 

Ia melepaskan pelukanku, kepalanya terus menunduk. “Gomawo henry” katanya, lalu ia masuk ke kamar mandi.

Aku kembali duduk di meja makan saat aku menyadari ada sebuah dompet di balik pintu masuk apartemen. Aku langsung mengambilnya dan betapa terkejutnya aku saat melihat foto yang bertengger di dompet itu.

Foto polaroid Kyuhyun hyung bersama Sojie?! Kapan foto ini di ambil?! Aku melihat kartu identitasnya, ya benar, ini dompet Kyuhyun hyung. Ah lebih baik aku menyim…

“Brak” pintu terbuka secara tiba tiba hingga menabrak kepalaku.

“AAAAH!” teriakku reflek.

“Henry?” Kyuhyun hyung? Penampilannya sangat kacau. Hah, dia pasti ingin mengambil dompetnya.

Wajahnya sangat sinis. Tanpa basa basi Kyuhyun hyung mengambil dompet yang baru saja kututup dan masih ada di tanganku, dan langsung pergi lagi. Bau alkohol tercium jelas saat ia masuk.

OH MY GOD!

 

“Kenapa Henry?!” Sojie keluar dari kamar mandi dengan wajah panik, bekas air mata sudah tak terlihat di wajahnya, hanya matanya yang masih merah.

Jantungku masih berdegup sangat cepat.

“Apa Kyuhyun hyung melakukan sesuatu padamu?” tanyaku terus terang. Mungkin wajahku sudah sangat panik saat ini. Aku tidak peduli.

“What? Ah… what do you mean?” tanya Sojie bingung, tapi tak dapat menyembunyikan kepanikannya.

Aku langsung berjalan cepat masuk ke kamar Sojie.

“Henry, kenapa kamu…” kata kata Sojie terputus saat dia melihatku mencium bantal dan selimutnya. Bau alkohol. Sama seperti bau Kyuhyun hyung tadi.

“Apa yang dia lakukan Sojie?” entah apa yang kupikirkan, tapi aku sangat takut terjadi sesuatu dengan Sojie.

“Ah, tidak seperti yang kau pikirkan! Aku serius!”

“Lalu kenapa kau menangis?!” teriakku tanpa sadar. Emosiku tak terkontrol.

“Itu urusan lain” jawabnya dngan suara parau.

“Kenapa dia bisa kesini? Apa yang kau lakukan dengannya? Apa sebenarnya hubunganmu dengan Kyuhyun hyung?” GOD! AKU TIDAK TAU KENAPA HATIKU SANGAT SAKIT SEKARANG INI!

“Henry, apa kau tidak percaya padaku?” matanya mulai berlinang air mata. Astaga apa aku membuatnya menangis. Aku reflek langsung memeluknya.

“Sorry. I’m really sorry. You have to tell me everything. Supaya aku tidak berfikir yang bukan bukan” kataku. Lalu aku melepaskan pelukanku, menghapus air matanya dan menariknya untuk duduk di kasur. Aku menggeret bangku meja rias dan duduk di depannya. Aku diam dan menunggunya berbicara sesuatu.

“Henry, I love him…” DEG! Itulah yang kurasakan. Aku diam terpaku melihatnya.

“… But I think, he love another woman. Gaemi. That girl, she’s so perfect. Dan mereka sangat dekat. Dan aku rasa Kyu oppa menyukainya…” Sojie menarik nafasnya dalam.

“Semalam dia datang dalam keadaan mabuk. Aku tidak tau bagaimana dia bisa masuk. Yang jelas setelah itu yang bisa aku pikirkan hanya membawanya ke kamarku dan mencari pertolongan. Orang yang pertama kupikirkan adalah kau, tapi saat aku mau memanggilmu, dia menarikku dan bicara sesuatu. Dia seperti melihatku bukan sebagai aku, dia marah, dia bilang kenapa aku harus bersama laki laki lain. Aku semakin kacau saat dia mengakui dia sedang menyukai seorang perempuan tadi pagi, dan perempuan itu malah bersama laki laki lain. Mungkin dia sudah tau hubungan Gaemi dengan pacarnya…” Ah, aku mengerti sekarang.

 

Aku hanya diam dan memikirkan semuanya. Kyuhyun hyung menyukai seorang wanita, yang bersama laki laki lain. Kyuhyun hyung sudah tau sejak lama kalau Gaemi punya kekasih, Imma hyung. Jadi tidak mungkin itu Gaemi. Dan foto di dompet itu… Apa mungkin Kyuhyun hyung memang marah pada Sojie? Dan dia menyukai Sojie? Dan laki laki lain itu… aku?

 

“Sojie, apa kau benar benar mencintainya? Sejak kapan?” tanyaku berat. Aku tidak tau sekarang harus merasakan apa. Kacau.

“Sudah lama. Tapi semakin berkembang setelah aku mengenalnya. Dan semakin sakit setelah aku lebih jauh mengenalnya” katanya

 

Aku terdiam mencerna semua kalimat yang terucap dari bibirnya.

 

“Aku akan membantumu…” kataku.

“Mwo?!”

“Sudahlah, aku pergi dulu sebentar, nanti jam 12 aku jemput lalu kita makan siang” kataku lalu pergi meninggalkan dia yang bingung.

 

Aku harus pergi dari hadapannya. Aku tidak bisa terus didepannya atau aku akan menarik ucapanku lagi. Ya. Hanya itu yang bisa kuperbuat untuknya. Aku tidak mau melihatnya menangis lagi seperti tadi, dia harus bahagia. Walaupun bukan bersamaku.

Sudah kuakui, aku pasti menyukainya. Karena walaupun aku mengelak ribuan kali, aku tetap ingin terus bersamanya. Tapi kenyataan berkata lain. Dan aku tidak mau egois, aku ingin dia bahagia. Melihatnya bahagia, aku pasti bisa bahagia.

 

Aku membanting pintu mobilku. Aku masih gelisah.

Aku memencet sederet nomer di hapeku. Tersambung.

“Yeoboseyo? Hyung!” teriakku saat telfon terangkat

“YA! kenapa semangat sekali?! Wae?!” jawab orang itu.

“Ah, aku mau minta bantuanmu Hyung”

“Bantuan apa?”

“Hm, temani aku ke tempat army” kataku

“Mwo?! Mau apa?”

“Ayolah, ajak yang lain juga. Sudah lama kita tidak menjenguk Sungmin hyung, Siwon hyung, Eunhyuk hyung, dan Shindong hyung kaaan?”

“Itu kau, baru saja kemarin aku dari sana!”

“Mwo?!”

“Ah yasudah kau mau kapan?”

“Hari ini”

“Mwo?!”

“Nanti jam 2 siang ketemu di SM saja ya. Anyeong!” aku langsung menutup telfon. Ah semoga dia benar benar mau menemaniku. Aku tidak mengerti masalah army. Nanti aku yang ada malah disangka teroris.

 

****

“Kau makan ini” kataku sambil memberikan es krim coklat pada Sojie. Dia hanya mengangguk dan memakannya. Sangat pasrah. Membuatku tersenyum sendiri.

“Ah, kau mau kemana nanti malam?” tanyaku

“Hm, molla. Kayanya mau menghabiskan waktu sendiri. Hahaha. Kenapa?”

“Aniyo” kataku sambil tersenyum. Ah aku teringat janjiku dengan Heechul hyung.

“Ah, apa kau mau pergi ke suatu tempat? Aku akan mengantarmu”

“Apa kau mau pergi?” tanyanya terdengar kecewa

“Aku juga tak mau pergi rasanya, ingin menemanimu. Tapi ini untukmu juga. Jadi aku harus pergi”

“Untukku?”

“Yup!” aku tersenyum. Walaupun kenyataannya hatiku ingin bilang ‘ini aku sedang bunuh diri pelan pelan’. Wajahnya terlihat bingung.

“Ahaha. Ya sudah, kau mau kemana sekarang?”

“Hm, aku di sini saja. Nanti aku pulang sendiri.”

“Are you okay with that?”

“Yup. See you mochi!” kata Sojie sambil melambaikan tangan dan tersenyum ceria, padahal aku belum bangun dari tempat dudukku. Aku hanya mengacak acak rabutnya dan berdiri.

“See you!” aku tersenyum dan pergi meninggalkannya duduk di bangku taman itu sendirian. Sedih melihat kenyataan bahwa memang bukan aku yang dipikirkannya. Tapi aku tidak mau melihatnya sedih. Lebih baik hanya satu orang yang sedih di sini, dari pada ketiganya tersiksa melawan perasaannya masing masing.

 

Aku mencari kontak Gaemi, lalu mengiriminya sms. Cukup panjang. Karena aku mau semuanya jelas.

 

To : Gae Mi Park

 

I have to say it now, to the point: Kyuhyun hyung menyukai Sojie. Sojie juga. Tapi spt biasa, EvilKyu. Malu mengakuinya. Aku tidak tau apa apa soal Kyu hyung. Kau harus membantuku menyatukan mereka. Aku tidak mau melihat Sojie menangis lagi, Terserah kau bagaimana caranya. Aku akan bertanya pada sungmin hyung soal kepribadian Kyu hyung yang lebih jauh sekarang. Atur dan beri tau aku rencanamu. Ini demi sahabatmu juga

 

 

Aku tidak tau ini akan berhasil atau tidak. Yang jelas, aku mau melihat gadis yang aku cintai, tersenyum bahagia.

 

Aku masuk ke dalam mobil, lalu melihat Sojie dari jauh. Dia memang perempuan aneh, tidak memiliki kelebihan, tapi bisa membuat orang orang jatuh cinta dengan mudahnya.

 

 

****

“HOWAAAA RAMAI SEKALIIII!” teriakku saat melihat ternyata Heechul hyung bersama Donghae hyung dan Kangin hyung.

“Eteuk hyung dan Kibum akan menyusul ke sana” kata Donghae hyung

“Wah bagus bagus” kataku sambil tertawa senang.

“Jadi naik mobil siapa? Lebih enak satu mobil saja” tanya Kangin hyung

“Kau saja! Bensinku sudah mau habis!” kata Heechul hyung padaku.

“Hahaha ayok” kataku pada mereka.

 

 

Sesampainya di sana, ternyata sangat pas jam istirahat. Tapi hanya ada waktu 30 menit. Jadi setelah 15 menit mengobrol dengan 4 hyung dengan seragam tentara mereka itu, aku menarik Sungmin hyung.

“Hyung, ada hal penting yang ingin ku tanyakan”

 

Sungmin hyung pasrah, dan kami duduk berdua berpisah dnegan yang lain. Walaupun mereka melihat dengan aneh, aku tetap saja bodo amat. Aku menceritakan semua yang kutau tentang Kyuhyun hyung dan Sojie dari awal Sojie datang ke korea.

 

“Mwo?! Sojie?! Namanya Sojie?!” tanya Sungmin hyung syok.

“Wae?!” tanyaku bingung.

“Ah, jadi, dia datang?”

“Maksudmu hyung?”

“Ah begini…

 

 

 

– Flashback

 

 

Sungmin POV

 

 

“Siapa itu?” tanyaku pada Kyuhyun yang sedang melihat foto seorang yeoja.

“HYUNG! Kenapa kau lihat lihat?!” Kyuhyun terlihat sangat kaget.

“HUAHAHAHA! Ah jadi kau begitu sekarang? Sudah melupakanku?”

“Aniyo hyung. Aiiishh” Kyuhyun beniat meninggalkanku kembali ke kamar, tapi aku menariknya lagi duduk di sebelahku.

“Paling tidak kau harus cerita” kataku. Seperti biasa, dia sangat jinak denganku. Dia duduk dan mengeluarkan sesuatu dari dalam bajunya.

“Kalung?” tanyaku bingung. Kyuhyun hanya diam dan mencopot kalung itu. Bandulnya sebuah cincin.

“Ini memang kalung, atau cincin?” tanyaku bingung.

“Cincin. Aku tidak mau memakainya, terlalu nyentrik”

“Dari siap…” kata kataku terputus saat melihat sebuah ukiran di dalam cincin itu. SojieAK? Lalu Kyuhyun mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan sebuah kertas. Aku menerima kertas itu dan melihatnya sekilas.

“Ah, surat yang waktu di sushow singapore? Dan ini dari dia juga?” kataku sambil mengangkat cincin emas tadi.

“Cincin itu, dititipkan pada Henry” kata Kyuhyun

“Aaaah, dia teman Henry?” aku mulai menangkap maksud omongannya.

“Bukan, dia bertemu Henry dan menitipkannya” ternyata aku salah.

“Wah kau beruntung punya fans seperti ini. Tapi bukankah ini sesuatu yang biasa? Ah itu tadi yang di hapemu, foto dia?” tanyaku panjang lebar.

“Iya. Ah, memang sudah biasa hyung, tapi tidak tau apa yang membuat yang satu ini beda. Seperti ada keseriusan dalam setiap omongannya. Aku bahkan tidak tau kenapa, aku terus memantau twitternya setiap hari”

“Wah, kan sudah 5 bulan lebih sejak sushow Singapore! Kau terus memantau?!”

“Ya. Bahkan dia sering mention aku. Tapi aku tidak mau membalas. Aku ingin lihat perjuangannya”

“Wah, kau aneh”

“Aku bahkan menyimpan foto foto aneh yang suka dia upload”

“Mwo?! Kenapa? aApa kau menyukainya?”

“Hyung! Neo Michyoso?!?! Aku bahkan tidak tau dia”

“Tapi kau aneh…” kataku datar. Kyuhyun hanya mengambil cincin dan suratnya lalu pergi meninggalkanku yang kebingungan.

 

 

– End of flashback

 

 

Henry POV

 

“Ah… Jadi sudah sejak lama?” tanyaku

“Iya. Bahkan beberapa minggu sebelum aku wamil, aku masih melihat dia terus memantau twitter dan blog yeoja itu. Sepertinya dia benar benar menunggu kedatangan yeoja itu” jawab Sungmin hyung

“Tapi kenapa dia begitu dingin pada Sojie?” tanyaku bingung.

“Yah seperti yang tadi kuceritakan, pasti dia ingin melihat perjuangan Sojie”

“Lalu bagaimana meluluhkan hatinya?”

“Mollayo. Mungkin dia hanya akan menyesal di kemudian hari saat Sojie benar benar berhenti” kata Sungmin hyung

“Ah, apa dia cemburuan?” tanyaku

“Mollayo. Tapi kalau kudengar dari ceritamu, sepertinya iya.” kata Sungmin hyung.

 

 

Aku memikirkan semua ucapan Sungmin hyung. Kepalaku semakin pusing.

Aku sudah tau semua, dan aku memang tidak pantas mengganggu hubungan mereka. Aku harus menyatukan mereka. Harus…

 

 

-TBC

15 thoughts on “[Freelance] You’re Too Far part 6

  1. aisshhh…
    mochi baik hatiii…
    aku relakan kyuppa ama sojie ~~
    gantian henry jadinya ama aku… #plak

    eh eh emang kyuhyun aslinya jinak ama sungmin yaa?

  2. Bwahaahaha, part neh bkin aku saraf.. Dri tdi senyum2 trus..

    Ayo mochi sayang, bkin kyu yeobo cemburu… *mata keranjang*

  3. kyaaaa henry baik bgt! kangin, aku kangen sm kangin oppa…. ayo henry semoga berhasil ya! lanjut onnie…

  4. henry oppa baik banget. . .
    makasi oppa :)
    ah. .kyu oppa payah ih. . .jangan cuek cuek dong. .salah paham kan jadinya. .
    sojienya juga. . .kyu oppa tu sukanya sama kamu
    lanjut lanjut

  5. ternyata henry baik mau nyatuhn si evilKyu yg dodol n lemot ma soeji yg lemot jg, kyu-soe pasangan aneh! Kyu y gengsi n soeji y lemah ma tanda2 kyu huh tp seneng! Aku kira henry d sinh bakal egois, ayo mochi go go !

  6. Huwahh…krn terlalu penasaran makanya aku kesini… Sbenarnya aku pertama baca nih ff d’ffi dan kata authornya ff ini sempat d’post d’blog lain…
    Nah..aku cari2 deh…eh…ternyata dapet…
    Asikkk…. D’sini udh sampe part 10…klo d’ ffi msih part 5…sbenarnya aku mau simpan(?) tpi karena terlalu penasaran makanya aku mutusin bakal baca…keke

    Huwahh….ribet banget sih kisah percintaannya…
    Hendry sabar aja yah…
    Aku terlanjur jatuh cinta sm Kyu…tapi kamu adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki.. :D *ngerasadirinyasojie* #plak
    Oke kayaknya sy terlalu bacot…maap sy nyampah…*bow

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s