[Freelance] You’re Too Far part 5

Super Junior Fanfiction

 

AUTHOR : ACHIE AMAR

CAST : SOJIE, SUPER JUNIOR, etc.

=====================================================

 

 

Sojie POV

 

 

Aku sedang sibuk memotong motong kimbab saat tiba tiba aku ingat bahwa sekarang sudah jam setengah 12 siang. Ah sial, aku harus segera sampai di SM!

Aku sampai dan langsung mencari cari Kyu oppa, aku memang tidak tau nomer hapenya, karena dia memang tidak pernah memberi tau nomernya padaku. Jadi, saat aku melihat perempuan bernama Park Gaemi itu, aku terpaksa bertanya padanya.

“Chosonghamnida, apa kau melihat Kyu oppa?” tanyaku mencoba ramah. Padahal rasanya ingin sekali kutarik kunciran rambutnya itu.

“Mwo? Bukankah kau fans Kyu oppa yang kemarin?” tanya perempuan itu dengan wajah meremehkan. Hah aku harus apa sekarang? Apa dia mengira aku sasaeng fans?

“Aku bukan sasaeng, aku membawakan titipannya” kataku akhirnya.

“Ooh. Apa kau kira aku percaya?” tanyanya dengan nada sinis.

“Mwo?” aku hanya tertawa kecil. Ah aku baru sadar, dalam keadaan berbicara padanya begini, aku pasti terlihat jelek sekali. Dia sangat tinggi dan badannya sangat bagus.

“Kau tidak perlu melindungiku dari sasaeng ini Gaemi-ah,” tiba tiba Kyu oppa muncul dari belakang. “sasaeng yang ini sudah punya ijin menjadi sasaeng-ku” kata Kyu oppa.

“Mwo?” tanya si Gaemi bingung.

“Haha, iya dia fansku, tapi aku kenal dia” kata Kyu oppa. Hah, bisa bisanya Kyu oppa tertawa ceria pada perempuan ini. Sedangkan padaku?!

“Sojie kajja” kata Kyu oppa yang langsung menarikku ke dalam dan meninggalkan Gaemi di belakang. HAHAHA RASAKAN KAU PEREMPUAN KACAMATA KUDA!

 

 

Aku memberikan kotak bekal berisi kimbab buatanku pada Kyu oppa saat kami sudah duduk di ruangan yang seperti studio musik kecil.

“Apa kau membuat ini?” tanyanya dengan nada dingin. Hah aku mau menjadi Gaemi saat ini juga!

“Ne” kataku. Lalu tanpa ragu Kyu oppa memakan kimbab itu. Wajahnya datar saat memakannya. Aku tidak tau apakah rasanya enak atau tidak, karena buru buru tadi, aku tidak sempat mencicipinya.

“Kau pertama kali membuatnya”

“Itu pertanyaan atau pernyataan?” tanyaku bingung

“Pernyataan” katanya sambil terus memakan kimbab itu dan membolak balik sebuah kertas.

“apa kau sedang membuat lagu?” tanyaku semangat.

“Hmm” Kyu oppa hanya menggumam karena mulutnya penuh makanan. Astaga, dia cepat sekali memakan kimbab itu. Apa kimbab itu sangat enak atau dia sangat kelaparan?

“Ah, sudah habis. Terima kasih. Aku harus pergi” katanya sambil berdiri dan keluar meninggalkan ruangan ini dengan mulut masih penuh kimbab.

“Apa apaan dia? Meninggalkanku begitu saja bahkan tidak bertanya apa aku sudah makan atau belum?” gumamku pada diriku sendiri.

 

“Tring tring tring tring” dengan sukses hapeku membuyarkan lamunanku.

“Yeoboseyo?” jawabku sambil membuka pintu dengan tangan kiriku yang membawa tas berisi 2 kotak bekal. Yang satu sudah kosong, yang satu punyaku, tapi belum kumakan sama sekali.

“Kau di SM?”

“Nuguseyo?” tanyaku bingung.

“This is me, Henry”

“How do you know?! Dan nomor siapa ini?”

“I know everything about you. Ini nomor kantor. Odiyeyo?”

“Hmm, molla. Tapi aku sekarang sedang menuju ke lobby. Wae?”

“Apa kau sudah makan siang?” tanyanya. Ah andai saja Kyu oppa seperti Henry!

“Belum”

“Makanlah denganku” katanya

“Ah, okay. And, Henry, I have something for you. You can eat this for lunch. Bagaimana?” tanyaku mengingat makanan yang tadinya buatku itu, ah aku benar benar tidak nafsu makan.

“jinjja? Okay, aku akan ke lobby sekarang”

“Okay” kataku sambil menutup telfon, bertepatan sampainya aku di lobby. Tidak ada 2 menit, Henry sudah muncul di depanku.

“Kita makan di ruang dance saja bagaimana? Habis ini aku akan latihan dance” katanya saat tiba di depanku.

“Okay” kataku sambil tersenyum dan mengikutinya dari belakang.

 

 

“So, you make kimbab for the first time?” tanya Henry saat kami sudah duduk di lantai ruang dance. Tidak ada siapa siapa di sini selain aku dan Henry.

“Yup. Tadi aku buat dua kotak. Satunya lagi sudah dimakan sampai habis oleh Kyu oppa” kataku

“Oooh… Lalu, kau makan apa?” tanya Henry sambil membuka kotak bekal dariku.

“Hm, gampang nanti” kataku sambil tersenyum. Henry hanya diam dan mengambil sepotong kimbab. Memasukkannya ke dalam mulut dan… wajahnya berubah memerah. Lalu ia seketika berlari keluar. Aku yakin itu tidak pedas!

Henry masuk lagi dan berjalan cepat ke arahku dengan mata melotot. Aku bingung setengah mati.

“kau belum mencobanya?!” tanya Henry lalu duduk di depanku dan meneguk air putih dari botol minumnya.

“What’s wrong?” aku lalu mengambil sepotong kimbab buatanku dan… okay aku tidak tau dimana tong sampah dan terpaksa menelannya.

“You know now why I ran?” tanyanya dengan wajah bodoh. Aku rasanya ingin menangis, AKU MENARUH APA DI DALAM KIMBAB ITU HINGGA RASANYA BISA SEPERTI ITUUUU?!

“Aku memasukkan apa ya?” tanyaku lalu merebut botol minum Henry dan meneguk isinya sampai habis. Sumpah, kimbab itu asin sekali.

“Kau yakin Kyuhyun hyung memakannya sampai habis?” tanya Henry membuatku sadar. Astaga! Pantas saja Kyu oppa tidak berkomentar apa apa, dan langsung cepat cepat menghabiskan kimbab itu dan pergi tanpa mengucapkan apa apa!

“Yakin…” jawabku lemas

“How can…” Henry menggumam sambil berdiri lalu mengambil hapenya di meja.

 

“Gaemi-ah, where are you?” Gaemi!!!! Perempuan itu kenapa selalu muncul di mana mana. God!

Tiba tiba pintu terbuka dan muncul yeoja itu “Here” kata yeoja itu pada Henry.

“What’s that?” tanya Henry sambil menutup telfonnya dan menghampiri Gaemi.

“Howaaa, pizza!”

“I know you haven’t eat yet” katanya sambil tertawa. Dia menoleh ke arahku.

“Neo?!” tanyanya kaget.

“Ah, right. This is my friend, Sojie. Sojie, this is the youngest choreographer here, Park Gae Mi. Dia koreo dari jepang yang sekarang bekerja di SM” kata Henry memperkenalkan kami berdua satu sama lain. Formalitas, aku berdiri dan membungkuk ke arahnya.

“Ah, jadi kau teman Henry?” tanya Gaemi. Wajahnya tidak sedingin tadi.

“Ne” kataku

“I think, ketiga dari kita akan lebih nyaman kalau bicara dnegan bahasa inggris” kata Henry lalu mengambil kantong plastik berisi pizza dari tangan Gaemi.

“Kau tidak keberatan kan kalau kita memakan pizza ini bertiga?” tanya Henry sambil duduk di depanku.

“It’s okay” kata Gaemi sambil tersenyum.

“Siapa namamu tadi?” Tanya Gaemi padaku.

“Sojie imnida” kataku

“Ya, sudah kubilang, aku yakin kalian berdua akan lebih nyaman kalau bicara dengan bahasa inggris” kata Henry sambil mengambil Pizzanya

“Wae?” tanyaku bingung

“Gaemi ini dari jepang, dan, ah, kau bisa bahasa Indonesia kan Gaemi?!”

“Yup. Why?”

“Hah serius?! Aku dari Indonesia!” kataku dengan bahasa Indonesia.

“Waaah! Akhirnya aku menemukan teman berbahasa Indonesia! Apa kau orang Indonesia? Tidak terlihat seperti itu” dia tertawa senang. Teman? Apa iya? Aku hanya tersenyum ramah. Yah, aku berharap dia tidak seperti yang aku fikirkan. Dan kita bisa bersaing secara sehat. Ya kan?

“Ahaha pasti kau bingung. Iya, ayahku orang korea amerika, dan ibuku orang jepang Indonesia” Ooooh jadi begitu. Pantas dia sangat cantik. Percampuran yang banyak, membuat dia terlihat sempurna.

“Stop bicara dengan bahasa yang tidak aku mengerti” kata Henry dnegan wajah kesal.

“ini apa?” Gaemi langsung mengambil kimbabku dan memakannya

“NOOOOO!!!” teriakku bersamaan dengan Henry yang mulutnya masih penuh pizza. Wajah Gaemi datar. Ia langsung menelan kimbab itu tanpa basa basi.

“Aku rasa aku hampir keracunan. Ini benar benar tidak beracun kan?” tanyanya sambil mengambil sepotong pizza. Aku rasa untuk menetralisir rasa kimbab sampah itu.

“Aniyooo” jawabku memelas. Dan dengan tidak tau malu mengambil pizza Gaemi dan memakannya.

“Ah, jangan bilang, kalau ini adalah titipan yang di maksud Kyuhyun?” tanya Gaemi dengan wajah kaget.

“Iya tadi Kyuhyun hyung memakan satu kotak kimbab itu!” kata henry lalu mengambil sepotong pizza lagi. Aku hanya mengunyah pizzaku dengan sedih.

“Wah, kalau kau benar benar fansnya, kau telah gagal mendapatkan perhatiannya” katanya dengan nada lesu. Hah?

“Maksudmu?”

“Dia itu sangat suka kalau perempuan itu pintar memasak. Ahiya, kalau kau mau, kau bisa belajar masak dengan tetanggaku. Mau?” Gaemi membantuku?!

“Tidak usah memaksakan diri Sojie…” Henry berkata dengan nada tegas.

“Ah tidak tidak” kataku meyakinkan Henry “Aku mau!” kataku semangat pada Gaemi. Gaemi tersenyum lalu mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

“ini kartu namaku,” katanya sambil memberikan sebuah kartu. Aku membaca kartu itu. “Ada alamatku kan? Nah disebelah rumahku, kau bisa melihat rumah berpagar putih, kau bilang saja kau temanku. Nanti biar aku yang beri tau dia kalau kau mau belajar memasak” kata Gaemi. Ah, apa dia benar benar baik? Pantas saja Kyu oppa bisa tersenyum semanis itu padanya. Ah aku benar benar sudah tidak mau berfikir tentang hal itu lagi. Yang penting sekarang adalah, aku bisa memasak!

Henry hanya melihatku dengan tatapan yang… ah aku tidak mengerti. Aku hanya tersenyum padanya. Mianhae henry-aah.

 

 

****

“Mwo?! 1 minggu jago memasak?!” teriak yeoja yang aku lupa namanya itu. Yeoja ini adalah yeoja muda cantik tetangga Gaemi. Dan pagi ini aku sudah ada di rumahnya bersama dengan Gaemi.

“Sojie, jangan 1 minggu kenapa? Emang kamu kira belajar masak itu secepet itu?” tanya Gaemi dengan bahasa Indonesia. Membuat yeoja tadi bingung.

“Lalu, kira kira berapa lama?” tanyaku bingung.

“Haera onni, bagaimana kalau dua minggu? Dia akan disini dari pagi sampai sore. Tentu bayarannya juga seimbang” kata Gaemi. Ha, berarti aku minta transfer uang lagi sama kakaku di Indonesia? Matilah aku.

“Hm, kalau 2 minggu aku oke!” kata yeoja yang setelah kuingat bernama Jung Hae Ra itu.

“Nah gitu dong onni. Kalau gitu, kita mulai hari ini saja ya?” tanyaku semangat.

 

Dan hari masak memasakpun dimulai.

 

 

****

“Apa Henry tidak enek setiap hari makan makanan darimu?” tanya Haera onni padaku yang sedang menutup kotak bekal.

“Haha, aku tidak tau onni. Abis dia rela menjemputku setiap hari begitu, mana tega aku membiarkan dia latihan tanpa makanan dariku?” tanyaku.

“Tapi kan, makanan darimu yah, mungkin hari ini yang udah lumayanlah. Tapi yang kemarin kemarin itu kan…”

“Huahahaha iya onni. Onni harusnya liat gimana mukanya kalau makan makanan dariku. Pasrah aja dia. Katanya setiap hari better, apalagi dia selalu bandingin sama kimbab yang dulu itu. Kimbab suram” kataku lesu

“Hahaha. Dasar anak itu. Umurnya sudah 25 tahun, kelakuannya masih saja begitu”

“Haha, yasudah onni, abis jam makan siang aku kembali lagi, dan ajarkan aku bagaimana cara memotong bawang yang super cepat itu ya!” kataku sambil melangkah keluar.

“Sudah kubilang, itu hanya koki handal yang bisa!” aku hanya tertawa mendengar jawaban Haera onni.

 

Saat sampai didepan, aku melihat ada mobil sedan putih. Wah sepertinya itu tamu Haera onni. Mianhae onni, aku tidak bisa menemani.

 

 

 

 

Kyuhyun POV

 

 

Apa apaan perempuan itu? Aku tidak tau apa yang sekarang benar benar menusuk di dadaku ini.

 

Sudah satu minggu dia tidak menyapaku dan setiap aku mencoba menghampirinya ke apartemennya dia selalu tidak ada. Dan setiap hari pula aku melihatnya menghampiri namja yang sangat kukenal itu dengan sekotak makanan di tangannya.

Aku saja mau muntah makan makanan darinya. Tapi entah saat itu apa yang menahan mulutku untuk tidak memakinya dan tidak membuang makanan darinya.

Dan setelah perjunganku memakan makanan makanan itu, dia malah melupakanku begitu saja? Sial.

 

Aku hanya bisa melihatnya masuk ke dalam ruang dance. Dan tanpa kusadari, ternyata dari tadi ada yang memperhatikanku. Gaemi.

 

“Ya, babo” katanya padaku. Aku menoleh dan mendapati Gaemi sedang tersenyum padaku. Aku hanya tersenyum masam karena moodku sedang kacau.

“Ikut aku makan siang bersama Changmin yuk” kata Gaemi yang langsung menarikku tanpa menunggu jawabanku. Aku hanya mengikutinya sampai ke mobilnya. Dan dia membawa mobil sampai ke sebuah restoran masakan khas korea yang aku datangi bersama Sojie waktu itu. Ah, membuatku semakin tidak mood.

“Apa Changmin sudah di dalam?” tanyaku sambil mengikutinya masuk.

“Ne” katanya. Dia berbicara sebentar dengan pelayan. Aku tetap tidak konsen dengan semua yang ada di sekitarku. Pikiranku hanya tertuju ke dalam ruang dance itu. Sial.

 

 

“HYUNNIIIIIEEE!” Changmin berlari memelukku saat aku sudah sampai di dalam sebuah tempat yang bisa dibilang tertutup dan private. Ah Shim Chang Min. Selalu begitu.

“Yaa! Aku sedang tidak mood” kataku.

“Mwo?! Gaemi-ah, kau apakan Hyunnie-ku?!” tanya Changmin dan langsung duduk lagi di sebelah Gaemi. Aku duduk di depan mereka. Gaemi hanya tertawa.

 

Selama makan, Changmin dan Gaemi mengobrol dengan sangat semangat dan mereka mencoba menarikku masuk ke dalam keasikan mereka. Tapi aku sudah enek duluan dengan topik yang mereka bicarakan.

“Apa kau sedang dekat dengan seorang perempuan? Makanya kau jadi jarang menghubungiku. Ya kan?! Mengakulah Changmin-ah!” Gaemi memukul bahu Changmin.

“Aniyooo! Aku hanya takut nanti kekasihmu memukuliku. Badannya sangat besar” jawab Changmin

“Mwo?! Dia itu berhati lembut!” jawab Gaemi sambil memasukkan makan ke dalam mulutnya.

“Siapa namanya? Choi Im Ma?” tanya Changmin.

“Imma (jidat)” kataku.

“Kau mengatakan Imma seperti imma jidat” kata Gaemi datar karena mulutnya penuh makanan.

“Memang maksudku jidat” jawabku santai lalu meneguk air putihku.

“Ya! Kau! Awas kau! Changmin-ah, kau tau tidak bahwa Cho Kyu Hyun sedang jatuh cinta?!” aku langsung syok saat Gaemi berkata begitu dan menghentikan makanku.

“Mwo?! Nugu yeoja itu?!” tanya Changmin dengan wajah semangat.

“Mollaaa. Hanya dia yang tau. Ah tapi kurasa teman kita ini tidak tau apa itu cinta” kata Gaemi sambil tertawa lalu Changmin menyusul tertawa. Ah sial. Apa sih maksud mereka?!

“Kyuhyun-ah, kau suka yeoja yang pintar masak kan?” tanya Gaemi sambil tersenyum sangat senang. Apa apaan sih dia?

“Mwo? Aku yang suka wanita yang pintar memasak” jawab Changmin.

“Jinjja?!” wajah Gaemi terlihat panik.

“Wae?” tanyaku

“Ah… Ahaha. Aniyooo. Hm, ituu, ah lalu kau suka wanita yang bagaimana?”

“Dia suka wanita berkaki panjang dan pintar menyanyi” jawab Changmin sok tau.

“Aaaah. Arayo. Hahaha. Naneun noumu babo” kata Gaemi dengan tawa garingnya.

“Waeyo Gaemi-ah?” tanyaku lagi.

“Kwaenchanaaaa” katanya. Lalu ia mulai memulai topik baru. Ah dasar aneh.

 

 

 

****

Entah apa yang menggerakkan kakiku sampai ke dalam apartemen ini lagi. Sudah jam 7 malam dan dia belum ada di rumah juga?! Aku menutup dan mengunci apartemen Sojie lagi.

Aku beralih ke pintu apartemen Henry. Mengetuknya beberapa kali, memencet belnya beberapa kali, tapi tetap tidak ada yang keluar. Sudah jelas sekarang. Mereka pasti sedang bersama. Tanpa sadar tembok di sebelahku sudah menjadi sasaran empuk emosiku. Tapi malah aku sendiri yang merasakan nyeri di tanganku saat aku selesai memukul tembok itu. Ah benar benar hari yang buruk.

 

“Yeoboseyo?” jawabku saat melihat nomer rumah Jung Haera, pacar Eteuk hyung menelfonku.

“KYUHYUNAAAAH!” teriak suara laki laki dari sebrang. Aku menjauhkan telfon itu.

“Ya! Siapa ini?!”

“Ini aku, babo! Apa kau secepat itu melupakan hyungmu?!”

“Ah, hyung. Maaf maaf. HAH?! HYUNG?! Kau sudah di korea lagi?!”

“Neee, aku baru saja sampai tadi siang. Kau dimana? Ayo makan malam bersamaku. Member lain sedang sibuk, kau tidak boleh menolakku!” katanya.

“haha ne hyung. Ayo. Kita bertemu dimana?”

“Di tempat biasa saja. Okay? See you jagiya!” Eteuk hyung menutup telfonnya.

 

Waktu yang pas saat ini ada hyungku yang satu itu. Aku harus meninggalkan tempat ini secepatnya sebelum aku mengamuk melihat mereka berdua datang.

 

 

 

Sojie POV

 

 

“Howaaaa, ada apa kau tiba tiba mengajakku makan malam begini?” tanyaku pada Henry.

“Gak ada apa apa. Cuma pengen makan malam bersamamu saja” katanya sambil tersenyum menunjukkan pipi mochinya.

“Wah, jinjjaaaa gomawo. Mani mogooo!” kataku sambil melahap sushi yang sudah ada didepanku. Saat sampai memang sushi sushi ini sudah siap.

 

Aku melihat Henry yang makan sambil terus bercerita tentang pengalamannya hari ini. Aku langsung sadar bahwa dia memang sangat baik padaku. Dia menjemputku setiap pulang dari rumah Haera onni. Namjaraso.

Ah iya, ternyata Haera onni itu kekasih Eteuk oppa! Aku tadi sempat bertemu sebentar dengan Eteuk oppa. Tapi dia langsung pergi. Ah padahal aku sangat senang bisa bertemu uri leader!

 

Tiba tiba hape Henry berbunyi dan dia mengangkatnya. Dia bicara dengan bahasa mandarin dan wajahnya berubah seketika. Ia menutup telfonnya.

“Sojie, ada kabar buruk dari orang tuaku. Aku harus ke rumah sakit karena saudaraku yang baru saja datang dari taiwan, kecelakaan. Aku harus pergi sekarang. Kau bisa pulang sendiri kan?” Henry menjelaskan padaku dengan wajah panik. Aku hanya mengangguk karena mulutku penuh dengan makanan. Lalu tanpa basa basi Henry langsung berlari keluar dari restoran.

 

Haaah, makan malam sendiri lagi.

 

 

 

****

Aku sampai di rumah sekitar jam sepuluh malam karena aku memang sengaja lama makan di restoran tadi untuk mencoba menebak nebak resep berbagai makanan. Yang ada bukannya semua resep kudapatkan, perutku malah rasanya mau meledak.

 

Dan sekarang, sekitar jam 12an saat aku baru saja tertidur, aku terbangun karena mendengar suara pintu dibanting.

Jantungku berdegup sangat kencang.

MALING?!

Tanpa pikir panjang aku langsung keluar kamar. Dan aku mendapati seorang namja menyenderkan tubuhnya ke tembok sambil melihatku dengan wajah sangat merah dan tatapan ingin membunuhku. Astaga! Kyu oppa?!

 

“Kyu oppa! Waeyo?! Kau bagaimana bisa masuk?!” dia hanya diam. Aku menghampirinya dengan degup jantung tak beraturan. Jujur saja, aku sangat takut sekarang. Takut terjadi sesuatu dengannya, dan takut dia melakukan suatu hal yang tidak tidak.

“Neo… Kemana saja…” tanyanya terputus putus. Ah dia sangat bau alkohol! Astaga, apa dia sedang mabuk?!

“Oppa, kau kenapa oppa?” aku rasanya ingin menangis sekarang. Aku tidak pernah menghadapi orang mabuk begini.

Aku terpaksa menariknya dan memapah Kyu oppa yang sempoyongan ke dalam kamarku, karena hanya ada satu kamar di apartemenku ini.

Aku menidurkannya di kasurku. Aku harus apa sekarang? Aku tidak mungkin membuka bajunya yang memang berbau alkohol itu seperti di film film, karena aku juga tidak mau hal hal selanjutnya yang terjadi di film film itu malah kualami. TIDAAAK! Aku berfikir apa sih?!

Ah, Henry! Dia pasti bisa membantuku! Apa dia sudah pulang?!

Aku membalikkan badanku berniat untuk ke apartemen Henry saat tiba tiba tangan Kyu oppa menarikku hingga aku terduduk disebelahnya.

“Gajimaaaa” katanya dengan suara merengek. Omo! Aku tidak pernah mendengar Kyu oppa seperti ini. Dan dia bilang apa? Gajima?! Aku tidak boleh pergi? AH MIMPI APA AKU?!

“Oppa, aku harus menghampiri Henry agar dia bisa membantuku mengurusimu opp…” katalimatku terputus saat tiba tiba Kyu oppa benar benar menarikku dan memaksaku tiduran di sebelahnya. Jantungku berdegup semakin tidak beraturan.

Tiba tiba Kyu oppa menaru tangannya di sebelah kiri leherku dan dia mengangkat kepalanya, dan sekarang wajahnya tepat berada di atas wajahku. Omo! Ottokhae?!

“Neo! Kau kenapa bersama laki laki lain teruuus?! Waeyooo?! Kalau kau suka padaku, kau harus hanya melihatkuuuuu! Arasso? Arassoooo?!” Kyu oppa pasti ngelantur. Siapa sih yang di maksud Kyu oppa? Apa dia melihatku sebagai orang lain?

Hatiku langsung terasa sakit saat menyadari bahwa tidak mungkin dia melihatku sebagai aku. Pasti Gaemi. Ya. Aku tau dari Haera onni, ternyata Gaemi punya pacar. Aku rasanya ingin menangis sekarang ini. Keadaan yang kacau.

Kyu oppa yang jarak wajahnya tidak kurang dari sepuluh centi dari wajahku, kata kata Kyu oppa yang hanya bisa membuat pikiranku kacau, badannya yang berbau alkohol, dan…

Perlahan lahan wajah Kyu oppa terus mendekat. Dia memejamkan matanya dan tiba tiba aku sudah bisa merasakan hembusan nafasnya di leherku. Dan…

 

 

-TBC

14 thoughts on “[Freelance] You’re Too Far part 5

  1. Woaaa, pgi-pgi dah pub neh ff…

    Mochi sadar low dy suka ma soojie,, tpi gmn tuh si soojie kyanya dah cinta mampus ma si kyuu.. Dah ma kyu za ya thor, lbih dpet feelnya gtu loh… Hehehe

  2. Lanjuuuuuuuuutttt, pnasaran akuuuut.. Author motong di saat yg tidak tepat… *dijitak author*

    heh, trnyta aku first.. Xixixixi :D

  3. lanjutt…wahh motongnya pas bener nih…
    pas lagi seu-serunya….
    kyu oppa jangan gengsian donk…heheu^^

  4. Daaaaaaaaannnn,,, huatchim huatchim… ga jadi de.. wakwaw..
    Trs ajj slh paham ni mah!! CAPE DE~
    Inget umur kyukyukyu..

    Ikh~ geli de teukipa blg jagita ke babykyu..
    Maling maling maling.. hahhahahaha~ ska bca bguan iini.

  5. yaaah lg pnsrn2nya mlh TBC! elaah.. itu kyu mau ngapain, awas aja kalo dy apa2in soeji, kan kasian soejinya! onnie… lanjut ya…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s