Why I Like You [part 1]

            {Kyura Moment} Why I Like You (Kyuhyun’s P.O.V)

Author : syipoh and elftodie
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hyora, Lee Donghae, Eun Hyuk
Rate : All ages
Genre : comedy, romance, marriedlife, family, friendship.

Annyeong~ Yeorobun~.. Kekeke. Di sini author aneh bin sakit jiwa, murid sinto gendeng dan wiro sableng akan berusaha menghibur anda semua dengan Kyuhyun dan Hyora sebagai korban utama. #plaakkk
Udah, daripada gilanya makin menjadi mending langsung aja kita mulai ceritanya. Dan inget ini cuma Kyuhyun P.O.V loh..

****

“Kya!! Kyuhyun!! Oppa!!” teriak yeoja-yeoja itu. Kenapa masih banyak yang meneriaku? Apa mereka tidak tahu kalau aku ini sudah menikah? Aku mendecak kesal melihat mereka yang masih berteriak memanggil namaku.
Yah, memang kuakui kalau wajahku tampan. Buktinya, lihat saja para yeoja itu memanggil namaku seperti orang gila dan menatapku seolah ingin memangsaku. Untuk yang satu ini aku cukup begidik ngeri.

Aku sedikit heran dengan Hyora yang tidak terkena masalah sama sekali oleh fans-fansku. Aku sempat bertanya pada Boram kenapa tidak ada yang berani menyerang Hyora? Jawabannya adalah karena meskipun dia lemot begitu dia kalau marah mengerikan.
Memang sih, yeoja itu kalau marah cukup mengerikan. Apalagi kalau aku menyisakan sayuran yang kumakan. Keke. Aku suka sekali melihatnya marah. Dia terlihat lebih err cantik. Aigoo. Apa yang barusan kukatakan? Aku pasti sudah gila.

“Jangmyeon~..”panggil seseorang. Aku sudah hapal betul suara ini. Suara istriku, Lee Hyora. Ah, ani Cho Hyora. Duh, kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan begitu mendengar suaranya. Fokus, Kyuhyun! Fokus!
“Ne?”ucapku datar.
“Emm.. Nanti sepulang kuliah aku mau ke rumah sebentar boleh? Aku kangen pada Donghae oppa dan appa. Aku janji sebelum jam makan malam aku sudah di rumah.”pintanya. aku berpikir sebentar.
“Ani. Tidak boleh.”jawabku. nampak raut kekecewaan di wajahnya. Senyumku pun terkembang.
“Kau tidak boleh pergi kalau tidak bersamaku. Masa aku membiarkanmu pergi sendirian?” Astaga! Apa yang baru saja aku katakan? Itu, benar-benar bukan diriku. Aku menepuk-nepuk mulutku sendiri. Kenapa sih sekarang mulutku sering lepas kontrol?
“Ne?”Dia tampak terlihat kaget.
“A.. Ani.. Nanti biar aku mengantarmu ke sana. Apa kata Donghae hyung dan abeonim kalau aku membiarkanmu pergi sendirian ke rumah mereka.”jawabku.
“Oh.. Geurom. Nanti aku selesai kuliah jam ½ 3. Kau?”
“Aku juga jam segitu. Baiklah. Aku tunggu kau di tempat parkir saja ya?”ucapku.
“Ne..”
Dia pun berjalan melewatiku. Dapat kulihat teman-temannya memanggilnya dan Hyora tersenyum. Manis sekali. Aish, apa sih yang aku pikirkan? Aku harus segera masuk kelas kalau tidak otakku bisa rusak permanen karena memikirkan dia terus.

—–

“Kyuhyun~ah… Kenapa dari tadi kau tersenyum terus?”ucap Sungmin hyung. Huh? Aku tersenyum terus?
“Andwae. Aku tidak tersenyum terus.”ucapku.
“Bohong. Dari tadi kau tersenyum terus. Iya kan, Jaejin?”ucap Sungmin hyung.
“Betul. Masa kau tidak sadar sih? Sepanjang pelajaran kau tersenyum terus.”bisik Jaejin.
Sekarang memang kami masih dalam kelas dan di depan profesor sedang menjelaskan mata kuliahnya. Aku melirik ke Sungmin hyung.
“Memang aku tersenyum terus ya?”tanyaku pelan. Aku tidak sadar apa yang kulakukan dari tadi. Aku hanya melamun sepanjang pelajaran dan herannya kenapa wajah Hyora yang selalu muncul di benakku?
“Cish.. Bahkan kau sendiri tidak sadar. Kau sudah seperi orang gila karena tersenyum terus dari tadi tahu.”bentak Sungmin hyung pelan. Takut terdengar oleh dosen kami.
“Ah, biar kutebak. Pasti karena Hyora, kan?”goda Jaejin. Belum sempat aku menjawab Junsu sudah langsung memotongnya.
“Hei, apa Hyora hebat di ranjang? Apa dia masih rapat? Huh?”goda Junsu sambil menaikkan kedua alisnya.
PLETAK! PLETAK! Kupukul kedua kepala temanku yang mesum ini. Sungmin hyung cekikan sementar Jaejin dan Junsu merintih kesakitan tapi tidak berani membalasku karena aku menatap mereka dengan tatapan membunuh super tinggi. Siapa suruh mengganggu kehormatan seorang Cho Kyuhyun, mati kalian semua.
Teng! Teng! Teng! Bel berbunyi. Akhirnya, pelajaran selesai juga. Segera kumasukkan bukuku yang bahkan kubuka saja tidak ke dalam tas. Aku segera berlari ke luar kelas tanpa mempedulikan teriakan teman-temanku. Apa peduliku? Yang paling penting sekarang adalah aku bertemu Hyora. Sial! Kenapa aku jadi tiba-tiba senang begini?

——

Hyora masuk ke dalam mobil tak lama setelah aku sampai di tempat parkir dan membukakan kunci mobil. Rupanya dia sudah datang duluan. Kami pun segera melesat pergi ke rumahnya.

“Annyeong, oppa!”ucap Hyora riang. Dia pun langsung di sambut pelukan oleh Donghae hyung.
“Siapa Donghae?”ucap seseorang yang ternyata adalah Eunhyuk alias si monyet gunung. Ck. Sedang apa dia disini?
“Eunhyuk oppa?”ucap Hyora bingung.
“Eh, ada Hyora dan Kyuhyun!”teriak Eunhyuk hyung. Dasar monyet gunung. Hobi sekali berteriak-teriak sih? Aku dan Hyora segera masuk ke dalam rumah Hyora. Hmm.. Masih sama seperti waktu pertama kali aku datang kemari. Ah, mengingat itu aku jadi tersenyum sendiri.

“Ya, Kyuhyun~ah..”panggil Eunhyuk hyung berbisik dan menarik-narik bajuku.
“Apa, hyung?”ucapku sebal.
“Hei, bagaimana kehidupan pengantin baru kalian? Kalian pasti melakukannya tiap malam kan? Kekeke.”ucapnya mesum.
PLETAK! Kupukul kepalanya yang berotak sangat super yadong ini dengan keras.
“Appo!”teriaknya. Donghae hyung dan Hyora yang melihat kami hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Jangankan meniduri Hyora, menciumnya saja aku belum pernah. Huh? Hebat kan aku? Masih bisa menahan diri. Tidur dengan yeoja yang sudah menjadi milikmu tapi tidak bisa menyentuhnya? Aku bahkan pernah berpikir, apa aku ini normal karena aku tidak pernah menyentuhnya.

Jujur, aku sedikit khawatir aku akan menyakitinya kalau aku bertindak semauku. Lagian kami menikah kan karena dia kalah taruhan.
Dapat kulihat Hyora sedang memasak di dapur sementara Donghae dan Eunhyuk hyung sedang duduk di depan laptop. Mata mereka tak mau lepas dari laptop di hadapan mereka. Aku mengintip sedikit. Astaga! Mereka sedang menonton yadong! Siang-siang pula. Ah, aku jadi ingin nonton juga. =,=”
Daripada aku melihat mereka yang menonton yadong seperti pasangan homo begitu, aku pun berjalan ke arah Hyora.
“Sedang masak apa kau?”bisikku di telinganya.
“Aigoo.. Jangmyeon~.. Kau mengagetkanku. Aku sedang memasak sup kimchi.”ucap Hyora yang sedang mengaduk isi panci.
Tanpa sadar, tanganku bergerak sendiri. Merengkuh pinggangnya dari belakang dan mendekapnya erat. Rasanya sangat nyaman. Hyora tampak terkejut tapi dia tidak berbuat apa-apa. Dia masih terus memasak dan aku masih memeluknya dari belakang.
Aku menundukkan kepalaku dan menyandarkan daguku di pundaknya. Mencium aroma lavender (kaya obat nyamuk, dong? #plaakk *author ganggu aja*). Menenangkan. Aku hendak menutup mataku, ingin menghirup aromanya lebih banyak lagi. Tapi,
“EHEM EHEM!”dehem beberapa orang.
Aku dan Hyora sontak membalikkan tubuh kami. Dan terlihatlah abeonim, Donghae dan Eunhyuk hyung. Hyora segera melepaskan tanganku yang masih melingkar di pinggangnya. Dapat kulihat Hyora menunduk dan semburat merah keluar dari pipinya. Ah, jangan tunjukkan wajah itu di depanku. Aku jadi ingin menci- astaga! Apa yang aku pikirkan? Donghae dan Eunhyuk hyung tertawa cekikikan.
“Ap-pa sudah pulang?”tanya Hyora tergagap.
“Eo”ucapnya. lalu kemudian appa Hyora tersenyum penuh arti. “Kalau kalian seperti tadi terus, appa pasti akan cepat punya cucu.”goda appa Hyora.
Aish! Sekarang nampaknya bukan hanya Hyora yang malu karena tingkahku tadi. Tapi, aku juga merasakan wajahku memanas. Donghae dan Eunhyuk hyung malah tertawa makin keras. Awas saja, kubunuh kalian!
Kami tidak jadi pulang sebelum makan malam karena appa Hyora menginginkan Hyora dan aku untuk makan malam bersama mereka. Eunhyuk hyung pun ikut makan di sini. Dasar, kalau soal makanan dia selalu saja ada.
“Hyora~ya. Makananmu enak sekali.”ucap Eunhyuk hyung dengan mulut penuh.
“Pelan-pelan, Hyuk. Makananmu ke mana-mana.”ucap Donghae hyung lalu melap mulut Eunhyuk hyung dengan tisu. Aigoo.. Dua orang ini lama-lama seperti homo betulan. =.=
Hyora makan dalam diam. Ia menundukkan kepalanya, mungkin masih malu dengan kejadian tadi. Tangan kiriku tanpa ku komando berjalan sendiri ke arah tangan kiri Hyora dan menggenggamnya erat. Dia tampak terkejut. Tapi, detik berikutnya dia melanjutkan makanannya yang sempat terhenti.
“Ah, sendokku jatuh.”ucap Eunhyuk hyung.
Aku masih memakan makananku dengan tenang dan menggenggam tangan Hyora yang hangat. Aku tidak sadar kalau Eunhyuk hyung sedang mengambil sendoknya yang jatuh.
Tiba-tiba terdengar suara tawa cekikan dari bawah meja. Donghae hyung yang bingung melihat pasangan homonya ini pun segera melihat apa yang terjadi di bawah sana. Dan kemudian dia ikut tertawa cekikan bersama Eunhyuk hyung. Apa yang begitu lucu sih?
Donghae dan Eunhyuk hyung pun kembali duduk di tempat duduknya, masih dengan cekikan seperti orang gila.
“Kenapa kalian tertawa seperti orang gila begitu?”ucap appa Hyora sambil meletakkan sendoknya, dia sudah selesai makan. Aku pun juga sudah menyelesaikan makanku. Tangan kiriku terasa berkeringat karena menggenggam tangan Hyora terus sehingga kuganti dengan tangan kananku. Ah, rasanya masih hangat.
“Appa, pasangan baru ini sepertinya sudah tidak sabar ingin pulang ke rumah. Sejak tadi mereka berpegangan tangan terus. Kekeke.”ucap Donghae hyung diikuti tawa Eunhyuk hyung. Aku pun segera melepas pengangan tanganku ke Hyora. Appa Hyora hanya geleng-geleng kepala saja sambil tersenyum. Kulihat wajah Hyora yang kembali memerah. Ah, betapa inginnya aku menyentuh pipinya yang memerah itu. Astaga! Pikiranku sudah mulai kacau lagi.
Aku mulai berpikir. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba menjalar di tubuhku. Rasanya seperti getaran listrik elektrostatis. Terasa kuat dan tak mau lepas.
Ada sesuatu dalam diri Hyora yang membuatku tertarik dengannya, seperti saat aku melihatnya pertama kali. Yang keluar dari mulutku bukan ajakan untuk bertanding game, melainkan melamarnya.
Tubuhku pun mulai bergerak tanpa menghiraukan perintah otakku. Selalu bergerak dengan sendirinya kalau menyangkut gadis ini. Ini pertama kalinya dalam hidupku aku merasakan hal seperti ini. Rasanya berbeda dengan ketika aku memenangkan lomba game online atau olimpiade matematika sekalipun.
Yeoja ini. Selalu bisa membuatku menginginkan untuk melindunginya. Berada di sisinya, menjaganya. Dia memang cantik. Sangat cantik bahkan, kuakui itu. Tapi, dia berbeda. Berbeda dari semua yeoja yang mengejarku.
Dia terlihat kuat di luar meskipun sebenarnya dia rapuh. Dia selalu tenang dalam menghadapi masalah, terutama diriku ini. Dia tahu apa yang kuinginkan tanpa memberitahunya, seolah dia bisa membaca hatiku.
Yeoja ini, selalu marah-marah padaku tapi dia tidak pernah mengeluh kalau aku tidak memakan sayuran yang ada di masakannya. Dia bahkan memakan sayuran yang tidak kumakan itu.
Yeoja ini… Yeoja yang sudah berhasil membolak-balikkan duniaku dengan senyumannya. Yeoja yang selalu membuatku ingin menyentuhnya. Yeoja yang membuatku membuat pikiranku kacau dan mengacaukan sistem kerja sayarafku. Yeoja yang membuatku sesaat melupakan cara untuk bernafas. Yeoja ini, istriku. Lee Hyora. Sebenarnya apa yang terjadi dengan diriku?

—–

“Itu artinya kau sedang jatuh cinta.”jawab Donghae hyung datar saat aku menjelaskan semua perasaanku yang tiba-tiba kepada yeodongsaeng-nya itu.
“Betul kata Donghae. Lagian ada apa tiba-tiba kau bertanya seperti itu? Kau jatuh cinta kepada yeoja lain?”selidik Eunhyuk hyung. Donghae hyung langsung menatapku tajam.
“Aish, hyung! Hentikan pikiran burukmu itu. Aku tidak jatuh cinta kepada yeoja lain.”jawabku.
“Lalu dengan siapa? Awas kau kalau berani menyakiti adik perempuanku. Kubuat tubuhmu tidak berbentuk.”ancam Donghae hyung.
“Hyora~ya. Istriku.”ucapku pelan. Mereka tampak terkejut, namun segera tertawa keras saat mendengar kalimat yang keluar dari mulutku.
“Ya! Tidak lucu, hyung!”teriakku kesal.
“Ahaha. Habis kau ini aneh. Kau kan sudah menikah dengan Hyora. Kenapa baru sekarang jatuh cinta dengannya?”ucap Donghae hyung diikuti anggukan Eunhyuk hyung. Aku menggarukkan kepalaku yang tidak gatal.
“Aku sendiri tidak mengerti, hyung.” Kali ini mereka menghentikan tawa mereka setelah mendengar nada serius dari ucapanku. “Jujur, sebenarnya waktu datang ke rumahmu, Hyung. Aku dan Hyora bahkan belum berpacaran. Aku melamarnya saat aku melihat wajahnya pertama kali..”ucapku.
“Lanjutkan..”ucap Donghae hyung datar. Tapi memperhatikan setiap ucapanku dengan seksama.
“Aku tidak tahu apa yang ada di pikiranku saat itu. Memang kami sudah kenal 3 bulan sebelumnya, itu juga saat kami sedang bertanding game online. Dari obrolan yang biasa kami lakukan aku merasa cocok dengannya dan aku ingin bertemu dengannya. Aku mencarinya lewat laptopku dan ketika aku tahu aku berada di tempat yang sama dengannya aku langsung menemuinya. Dan yah, aku melamarnya begitu saja.”jelasku panjang lebar.
“Lalu dia langsung menerimamu?”tanya Eunhyuk hyung.
“Tidak. Dia bahkan menolakku mentah-mentah. Aku mengejarnya terus hingga akhirnya ia mengatakan iya padaku.” Oke. Aku tidak menceritakan kepada Donghae dan Eunhyuk hyung tentang taruhan kami berdua. Aku rasa itu tidak penting sekarang, karena yang lebih penting sekarang adalah kalau aku menyadari perasaanku. Aku telah jatuh cinta. Aku jatuh cinta kepada istriku, Lee Hyora.
“Lalu apakah kau sudah pernah mengatakan kalau kau mencintainya?”tanya Donghae hyung.
“Mwo? Cinta? Emangnya perlu ya, hyung?”jawabku polos.
PLETAK! PLETAK! Donghae dan Eunhyuk hyung menjitak kepalaku keras. Aigoo.. Bisa bodoh aku kalau begini?
“Ya! Kau ini bagaimana? Payah sekali!”ucap Eunhyuk hyung.
“Wanita itu paling senang jika seorang lelaki mengucapkan kata cinta padanya.”jelas Donghae hyung. Aku mengangguk-anggukan kepalaku mengerti.
“Jadi, apa yang harus kulakukan, hyung?”tanyaku. Kulihat mulut mereka menganga lebar dan kemudian mendesah panjang.
“Kau ini.. Benar-benar babo soal cinta, Kyuhyun~ah.. Payah sekali kau.”ucap Eunhyuk hyung sambil menggelengkan kepalanya.
“Ckckck. Bisa-bisanya Hyora mendapatkan namja sepertimu?”tambah Donghae hyung.
“Lalu apa yang harus kulakukan, hyung?”tanyaku.
“Kau harus bilang kalau kau cinta padanya. Wanita paling suka dengan bunga. Kau datang menghampirinya dan berikan bunga padanya lalu katakan ‘saranghae’. Aku yakin Hyora akan kelepek-kelepek mendengar ucapanmu.”ucap Donghae hyung menerawang sambil tersenyum seperti orang gila.
“Kau gila hyung. Itu sangat menjijikkan dan bukan gayaku.”ucapku sambil menunjukkan ekspresi ingin muntahku.
“Bagaimana kalau kau mengajak Hyora menonton film dewasa dan langsung mempraktekkannya. Wanita lebih suka tindakan nyata daripada omongan gombal. Keke. Kau tahu kenapa Juliet rela pura-pura mati demi romeo? Langsung kau kecup bibir Hyora dan kau katakan karena Juliet sangat mencintai Romeo. Begitu pula denganku, saranghae~ Juliet..”ucap Eunhyuk hyung dengan wajah mesumnya itu.
PLETAK! PLETAK! Dua jitakan mendarat di kepala Eunhyuk hyung. Satu hadiah dariku dan satunya lagi dari Donghae hyung.
“Cukup aku yang kau racuni, Hyuk~ah! Tak perlu mengajak adikku juga.”seru Donghae hyung. Aku hanya tertawa cekikan melihat Eunhyuk hyung yang mengaduh kesakitan.
“Ah, aku pusing melihat kalian berdua. Bagaimana aku bisa mengatakannya dengan benar kalau kalian merecokiku dengan cara yang aneh seperti itu.”ucapku.
“Hmmm… Kalau begitu gunakan caramu sendiri, Kyuhyun~ah.. Yeoja itu suka kalau namjanya menjadi diri sendiri. Tidak usah macam-macam.”nasehat Donghae hyung. Aku menganggukkan kepalaku maklum. Hmm.. Jadi, itu yang yeoja suka.. Tapi, masalahnya aku tidak tahu apa yang harus kulakukan? Aku bukan tipe orang yang mudah mengatakan kata ‘saranghae’ setiap saat.

—-

Aku sedang duduk di kafe ini. Kafe tempat pertama aku bertemu dengannya. Tapi, sekarang aku sedang tidak bersama Hyora. Aku bersama teman-teman dekatku, menikmati makan siang bersama. Mumpung sedang jalan.
“Kyuhyun~ah. Akhir-akhir ini kau jadi jarang bermain bersama kami. Kau sibuk sekali bersama istrimu itu, huh?”goda Junsu.
“Aish. Apa sih yang ada di otakmu itu. Benar-benar seperti Eunhyuk hyung. Kalau kau ingin benar-benar tahu apa yang kulakukan, kau menikah saja. Biar tidak penasaran.”decakku kesal sambil menoyor kepalanya.
“Aigoo.. Kyuhyun sudah besar sekarang.”ucap Sungmin hyung diikuti tawa yang lainnya. Kenapa sih mereka suka sekali menggodaku? =,=
“Eh, apa yang namja itu lakukan?”tanyaku tiba-tiba saat menangkap objek di luar kafe.
Ada seorang namja sedang memegang kertas karton besar bertuliskan nama seorang yeoja, aku rasa. Dan detik berikutnya dia membalikkan kertas di hadapannya dan tertulis jelas angka 143.
“Woah.. Ada yang sedang menyatakan cinta rupanya?”ucap Jaejin.
“”Huh? Menyatakan cinta? Kenapa dia malah menulis angka 143. Bukan saranghae?”ucapku tak mengerti.
“Kau tidak tahu?”ucap Sungmin hyung, memandangiku dengan tatapan tak percaya. Aku menggelengkan kepalaku.
“Itu merupakan cara lain untuk mengatakan ‘saranghae’. 143 itu berarti I Love You. Kalau kau ingin penjelasan lengkapnya bisa kau cari di internet. Kalau tidak salah itu berhubungan dengan rumus matematika.”jelas Junsu.
Sepertinya aku sudah menemukan cara untuk mengatakan cintaku kepada yeoja babo itu. Ini memang tidak seromantis seperti yang diajarkan oleh Donghae hyung. Atau blak-blakkan seperti yang diajarkan Eunhyuk hyung. Tapi, setidaknya ini adalah caraku untuk mengungkapkan perasaanku.

—–

Aku mencoret-coretkan pensil di atas kertas. Sekarang aku sedang berada di kamar belajar kami. Soal seperti apa ya yang harus kuberikan padanya? Hmm.. Bagaimana kalau logaritma. Aku mulai mengutak-utik angka dan beginilah hasilnya.
Nilai dari (x1.x2)-1 yang memenuhi persamaan log (64√(24&2^((x^2-40x) ) )) = 0
Hmm.. Lumayan juga soal buatanku ini, tidak percuma aku ikut olimpiade matematika. Tapi, masalahnya apa yeoja babo itu bisa mengerjakannya? Aku mencoret-coret kertas tadi dan mulai membuat soal lagi. Kali ini program linear saja. Ini lebih gampang.
Nilai minimum dari 50x+43 untuk x dan y yang memenuhi x ≥ 0, y ≥ 0, x+2y ≤ 6, 3x+y≥ 8 adalah…

Aku tersenyum puas melihat hasil karyaku ini. Tapi, apakah Hyora bisa mengerjakannya? Aku ragu pada yeoja itu. Yah, meskipun kemampuan menggambarnya aku akui bagus sekali. Aku tidak yakin dengan kemampuan matematikanya.
Berkali-kali ia memintaku untuk mengajarinya matematika karena dia selalu mendapat nilai buruk di mata kuliah itu. Aku pun melirik ke arah kertas yang berisi soal tadi. Aku akhirnya menambahkan satu soal lagi untuknya.

Hitunglah 224-81!
Ahaha.. Aku rasa di soal yang ini setidaknya dia tidak akan salah. Aku melipat kertas tadi dan menaruhnya di dalam laci meja belajarku.
Tunggulah Hyora.. Aku akan merecoki otakmu dengan perasaanku kepadamu. Memang ini mungkin tidak seperti yang kau bayangkan sebelumnya. Aku tidak bisa seromantis Donghae hyung atau blak-blakan seperti Eunhyuk hyung. Tapi, dengan diriku yang seperti ini…
Aku sendiri tidak tahu apa itu cinta. Yang aku tahu saat bersama dengan orang yang kita cinta, hati kita terasa nyaman. Ingin menyentuhnya, menjaganya, dan melindunginya. Terasa rindu walaupun baru saja semenit bertemu sekalipun. Tapi, bukankah itu anehnya cinta? Tidak ada alasan untuk mencintai seseorang karena cinta tak butuh alasan.

*****

Nyahaha. Akhirnya, di kirim juga ke wonderfanfic setelah bertempur habis-habisan di senampetani alias SNMPTN. Gomawo buat semua reader baik yang komen maupun yang nggak. Saya dan esa eonni juga minta maaf kalau selama kalian baca ff kyura ini tingkat kejiwaan kalian menjadi labil dan sering tertawa sendiri. #plaaakk.

 

 

19 thoughts on “Why I Like You [part 1]

  1. wah..
    romantis de c kyu.
    tp q msh khawatir ma hyora.
    abis dy lemot bgt.
    hehehe.
    lanjut!!
    SNMPTN kan ud slse,
    jd bsa update lebih cpet dong??
    ud g sbr bca lnjtan’y..

  2. Hahaha,, saiia benar-benar jadi labil setelah baca ini…:)

    disini si kyu kurang iblis ya?? So sweet bnged malah,, ya biarpun kyu babo sama yg nama’y percintaann.. Huhu gemes,, cium kyuu :*

  3. ahahhha lucu banget kyuhyun mau nyatain cintanya. pake soal matematika nya.
    hm kira hyora punya persaan sama kaya kyu ga ya? kayanya punya deh . hahha
    ini ada lanjutanya kan?

  4. lanjuut lanjutt ahha kren nih

    pkoknya klo cast utamanya KYUHYUN Pasti seruuuu cz ada sadis2nya gitu/plakk

  5. aaaa aku suka fic-nya thor! yah kyu… nyampe mau say ‘I Love You’ aja pake rumus, kekeke. jangan-jangan ngelamarnya juga pake rumus? #abaikan
    lanjutin thor ^^

  6. Wah author sama dong kita ikut SNMPTN wkwk emg aku kalo baca FF kyura, apalagi kyuhyun pov suka ketawa2 sendiri T_T ditunggu lanjutannya ya semoga kali ini otak hyura cpt nangkep pas kyu nyatain cinta. Wahahaha

  7. wah kyu kreatif dee.. :D
    emang si evilku yang satu ini bener2 unik, gak salah pilih dee
    *digetok hyora*

    di tunggu lanjutannya thor..

  8. author ada2 aja unik pemikiran y ngebuat kyu nyatain cinta y pake rumus, emang bener2 beda deh kyu. . . .
    Ini lanjutan/ selingan ff KyuRa yg judul y aku lupa tp ada MARRIED n with game gt ya?

  9. Ya elah narsis amat babykyu! Ckckckckck~ emank ca’em sih! ^_~
    Yd nikah koq msh gengsi sih ngakuin feeling?!
    Mka’a babykyu jng mcm2 ama hyora! Ratu iblis tuh! Kaia kamu! :P

    Hohohohoho~ ada otak yadong’a dkit! Hahahhahaha~ *seneng*
    Seru de klo ud ada EunHae couple!!
    Aq setuju! Cepet pny baby donk ^-^

    LANJUUTT!!!

  10. aduhh..baca ff yg ini, hatiku deg2an deh…#abaikansajasayamemanglebayyy..

    gimana thor hasil SNMPTN nya?smoga memuaskan :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s