[Freelance] Neorago part 2

Tittle:Neorago sequel-part 2[viehyun]

Author : Viehyun♥

Cast : eunhyuk, Lee Jieun

Support Cast: cho kyuhyun, choi hyun soo,  ryeowook, kim Gein

Rating :13

Genre : Romance and friendship

Type: continue

 

Annyeong kali ini, partnya khusus bwt pasangan JiHyuk, gg papa kan? *maksa*. Tpi gg bakal ninggalin benang merah cerita ini kok, langsung ja yach….^^

Jieun POV.

Aku memeluk erat kedua temanku di ruang ganti. Tak kusangka air mata yang lama kubendung kini telah menjebol kelopak mataku. Air mata itu terus mengalir deras, membasahi pipiku yang sudah berwarna kemerahan.

“sudah jangan menangis lagi!” ujar hyun soo sambil mengelap air mataku dengan tangannya.

“kau juga!” jawabku lirih pada temanku itu.

“kita pasti bisa, biarlah anjing menggong kapilah berlalu, oke!” ucap manager menyemangati.

“FIGHTING!” teriak kami berempat.

——–

——–

Hari ini benar-benar macet sehingga Perjalanan menuju drom cukup memakan waktu yang lama . ku pandangi pepohonan yang berjajar rapih di pinggir jalan, meski tak begitu jelas, karena mataku yang masih menampung sisa-sisa air mataku.

DRTRTRDRT

Hpku bergetar di dalam tasku, getarannya cukup lama berarti ada telfon yang masuk.

“ne, oppa!” ucapku pada sang penelfon.

“Genchana?” tanya eunhyuk panic.

“ne, aku baik-baik saja!” jawabku lesu.

“aissh, kenapa suara mu lesu seperti itu!” jawab eunhyuk semakin panic.

“aissh, sudah ku bilang aku baik-baik saja!” teriakku menyakinkannya, meski teriakan itu ku paksakan dengan suara yang masih parau. Dulu ketika aku sakit dan mengaku bahwa aku benar-benar tidak enak badan, eunhyuk malah datang ke dromku dan membuat keadaan semakin kacau karena tingkahnya yang kelewat panic, dan aku tidak mau mengulangi kejadian itu. Selain itu pasti sekarang dia juga sangat lelah, dan mana mungkin aku memintanya untuk memperhatikanku.

“ara, ara!’ jawabnya mengalah.

“kenapa oppa menelfon, bukannya sekarang sedang ada konser di busan?” tanyaku bingung.

“ne? aissh, apa tidak boleh namjachingumu ini menelfon ketika aku sedang kerja?” jawabnya balik bertanya.

“boleh, boleh!” jawabku.

“kau benar-benar baik-baik sajakan? Ku dengar saat kau performenc tadi , ada yang menyemprotkan cuka pada kalian?” tanyanya mengintrogasi.

“ne, tapi aku baik-baik saja, Hyun soo dan Gein pun baik-baik saja!” jawabku sambil tersenyum mengingat bahagianya aku ini memiliki namjachingu yang sangat perhatian.

“aigoo, apa orang yang menyemprotkan cuka itu gila!” gerutu eunhyuk ketika mendengar ceritaku.

“arraso… kau dimana sekarang?”lanjut eunhyuk.

“aku di mobil, disini sangat macet!” jawabku sambil sedikit menggerutu dengan situasi yang sedang ku hadapi di jalan ini.

“ah, jeongmal mianhae, jagiya ! aku harus ke panggung sekarang!’ ucap eunhyuk .

“ne,!” jawabku, setelah itu tak terdengar lagi suara eunhyuk di ujung sana.

Ku simpan lagi Hpku di dalam tas, karena kini mobil di belakangku sudah mengkalson agar mobilku ikut melaju ,meski hanya sedikit.

Eunhyuk POV

Kubasuh mukaku yang sudah teramat mengantuk. Acara di busan ini memang sampai tengah malam. Hyung dan donsaengku pun sudah terlihat sangat letih, dan terlihat mereka benar-benar ingin menutupkan mata mereka.

“hah, tinggal dua lagu lagikan!” ucap kyuhyun sambil menyenderkan tubuhnya di kursi.

“ne!” jawab heechul sambil menutup mukanya dengan handuk basah.

“kyuhyun-ah, apa kau sudah telfon hyun soo?” tanya leeteuk cemas.

“ne, dia bilang, dia tidak apa-apa!” jawab kyuhyun sambil menegakkan badannya.

“apa ini tidak akan apa-apa kalau kita biarkan terus seperti ini?” tanya donghae menatap kyuhyun.

“entahlah, aku sudah kehabisan akal untuk menghadapi orang-orang sialan itu!’ gerutu kyuhyun sambil memelintir handuk yang dia pegang.

“YA, kau jangan putus asa seperti itu!” teriak leeteuk.

“aku tau hyung, tapi bagaimana?” tanya kyuhyun frustasi.

“sudah, kita bahas lagi nanti! Kita harus naik panggung sekarang!” ucapku pada para sahabatku itu. Jujur aku juga sudah bingung menghadapi orang gila itu, mereka terus memojokan Jieun dan teman-temannya. Mereka bilang mereka adalah fans kami yang setia, tapi kenapa mereka membuat idolanya ini stress dan tidak bahagia. Gerutuku dalam hati sebelum menaiki panggung.

Jieun POV

Tok tok tok.

Seseorang mengetuk pintu kamarku, ketika ku buka itu adalah Gein dengan bantal dan selimut yang ada di pelukannya.

“aku tidak bisa tidur!” ucapnya sambil menggembungkan pipinya.

“apa boleh aku tidur disini?” lanjutnya sambil tersenyum padaku.

“tentu!” jawabku sambil mempersilahkannya masuk ke kamarku.

“sebenarnya aku juga tidak bisa tidur!” lanjutku sambil duduk di ujung kasurku.

“hah, hari ini benar-benar membuatku syok!” ujar Gein sambil menenggelamkan wajahnya ke dalam bantal.

“apa cinta kita ini, dosa?” tanyaku sambilmerebahkan tubuhku di atas kasur.

“entahlah, apa seorang artis tidak boleh jatuh cinta lagi pada artis lain?” tanya Gein yang ikut merebahkan tubuhnya di sampingku.

“aku bingung, apa yang harus kita pilih karir atau cinta?” tanyaku lagi pada temanku itu.

“….” Gein terdiam tak menjawab pertanyaanku. Mungkin dia juga sangat kebingungan, aku tau dia sangat menyukai ryeowook, begitu pula aku pada eunhyuk. Kini kami hanya terdiam dengan pertanyaan yang terus muncul di benakku. Sampai akhirnya kami berdua tertidur.

———-

———-

“Jieun-ah, ada telfon!” teriak Gein ketika aku sedang mandi.

“siapa yang telfon?” tanyaku berteriak.

“Eunhyuk sanbe!” teriak Gein.

“YA, kau dengar tidak!” teriak Gein memastikan apa aku mendengarnya atau tidak kerena aku tidak menjawabnya.

“arra, sebentar lagi, angkat saja telfonnya!” suruhku, karena saat ini keadaanku sangat tanggung.

“nih!” ujar Gein ketika aku keluar dari kamar mandi dengan memberikan telfonku yang masih terhubung dengan eunhyuk.

“ne, oppa!” jawabku pada eunhyuk yang masih menungguku di ujung sana.

“apa kau ada jadwal hari ini?” tanyanya padaku.

“ne, ada! Memang kenapa?” jawabku balik bertanya.

“jadwal apa?” tanyanya, sedikit terdengar nada kesal di suaranya.

“aku harus datang di acara radio swasta!” jawabku ringan.

“aissh, ku kira kau kosong hari ini, padahal aku ingin mengajakmu berjalan-jalan!” jawabnya lemas.

“mianhae oppa!” jawabku sedikit merasa bersalah.

“ne, tidak apa-apa!kapan kau pulang dari acara radio itu?” tanya lagi.

“mungkin sore, sekitar jam 6!” jawabku sedikit berfikir.

“selama itukah?” tanya eunhyuk.

“anni, setelah dari acara radio aku juga masih ada acara di salah satu TV!” jawabku sambil tersenyum berseri-seri, apa eunhyuk benar-benar ingin jalan-jalan denganku.

“oh, arraso!” jawab eunhyuk sambil menutup telfonnya tiba-tiba.

“aissh, kenapa menutup telfon tiba-tiba!” gerutuku saat telfonku dengan eunhyuk terputus.

“apa dia benar-benar ingin bertemu denganku, atau Cuma basa-basi saja!” gerutuku kesal.

“ada apa?” tanya hyun soo yang baru sampai di drom kami.

“ne? tidak ada!” jawabku dengan wajah masih di tekuk.

“ya, cepat ganti bajumu, kita bisa telat!” teriak Gein yang baru datang dari dapur. Memang setelah eunhyuk telfon aku malah mematung memandangi HPku, dengan masih menggunakan handuk.

“arraso1” jawabku lesu.

“kenapa dengan dia?” terdengar Hyunsoo berbisik pada Gein.

“entahlah!” jawab Gein ikut berbisik.

Segera aku ganti baju dengan cepat. Ku tata rambutku dan mengikatnya dengan rapih. Kuhampiri teman satu grupku itu yang sedang menikmati sarapan mereka. Setelah kami selesai sarapan, kami segera menuju radio swasta yang menjadi tujuan pertama kami semua hari ini. Di radio semuanya berjalan lancer, tak ada lagi targedi yang terjadi seperti kemarin. Aku masih bersyukur, karena para klayen kami ini tidak membatalkan kontrak yang kami tanda tangani sebulan yang lalu. Dan aku juga sangat bersyukur masih ada yang mendukung dan memberi semangat pada kami untuk menghadapi masalah ini. Sangat banyak nasihat dan saran dari para fans kami dan fans suju yang pro pada kami, dan hal itu membuatku semakin semangat menghadapi masalah ini.

———

———

Ku ganti bajuku dengan baju show kami, sesampainya di ruang makeup gedung tv ini. Ku lihat jam tanganku, jarum pendek menunjukkan angka 2. Kenapa eunhyuk tidak menelfonku hari ini, padahal iya selalu menelfonku dengan runtin mungkin bisa dibilang dia bisa menelfonku lima kali sehari. Apa dia juga sibuk? Tapi dia bilangkan hari ini dia tidak ada jadwal? Tanyaku dalam hati.

“Jieun-ssi, ayo kau harus di makeup sekarang!” ujar  managerku.

“ne!’ jawabku menghampirinya.

Kami semua naik panggung dengan senyum yang mengembang di bibir kami, terdengar sorak sorai dari para penonton, aku cuku terharu dengan suasana ini karena masih ada penggemar yang menginginkan performens  kami .

Soundtrack

(numpang lewat author, buat  reader banyangin aja yach kalau 2SM nyanyi ma narinya kayak 4minute pas nyanyi lagu HUH, moga tau! TARIKK MANG)

Aku menari dengan semangat, dan bernyanyi penuh dengan energy. Sungguh bahagianya rasa menakjubkan berdiri di panggung seperti ini kembali ku rasakan.

BBUUK.

Suara itu terdengar sangat nyaring dari arah hyunsoo, segera ku palingkan wajahku pada hyun soo. Begitu pula dengan Gein yang ada disampingku. Aku dan Gein segera berlari ke arah hyun soo, ketika aku melihat hyun soo tersungkur ke lantai panggung, terdengar teriakan dari penonton yang menyadari kejadian itu. Hyun soo tersungkur karena ada seseorang yang melemparkan batu kearah punggunya ketika dia sedang menari memunggungi penonton. Terlihat hyun soo langsung pingsan di tempat itu. Semua kru TV yang ada segera menghampiri hyun soo yang terkulai lemah dilantai. Aku sudah tidak memperdulikan music yang masih mengalun dan kalian tahu acara ini adalah acara live yang pasti tidak bisa menngcut adegan ini, segera ku peluk temanku itu erat, dia tidak sadar meski sudah ku tepuki pelan pipinya. Gein sangat frustasi dengan kejadian ini, ini adalah kejadian terparah  semenjak banyaknya penyerangan terhadap kami. Tiga orang kru TV itu mengangkat hyunsoo keluar dari panggung, bisa kurasakan tubuhku ikut bergetar hebat, melihat keadaan temanku yang begitu tragis. Security segera menangkap yeoja yang melempar hyunsoo dengan batu, apa orang itu gila, Dia melempar hyun soo dengan batu sebesar bola tenis. Ingin sekali ku bunuh orang itu, kesabaran kami juga ada batasnya. Pekik ku dalam hati sambil menatap geram yeoja itu dari kejauhan.

——–

——–

“bagaimana keadaan hyun soo?” tanya kyuhyun panic saat masuk di ruang tunggu UGD.

“apa kau baik-baik saja?” terdengar suara yang tak kalah panic dari ryeowook, yang bertanya pada Gein.

“ne, oppa!” jawab Gein dengan senyum lirihnya.

“ini sudah anarkis kurasa!” ujar leeteuk yang duduk di samping kyuhyun.

“eotteoke, oppa?” tanyaku pada eunhyuk yang baru saja duduk disampingku dan merangkul tubuhku.

“tenanglah, semuanya akan baik-baik saja!” jawab eunhyuk memelukku.

“ini, benar tidak lucu!” ujarku sambil meneteskan air mataku.

“kita harus menindak lanjuti kasus ini kepolisi!” ucap eunhyuk sambil menatap kearah manager 2SM dan manager grupnya.

“pasti!” ucap manager dengan nyakin.

Kulihat dokter keluar dari ruang UGD dimana hyun soo ada di dalamnya. Kyuhyun dan member super junior ikut menghambur kea rah dokter itu.

“bagaimana keadaannya?” tanya kyuhyun panic.

“dia hanya shock saja, jadi dia pingsan. Sedangkan luka akibat lemparan batu itu hanya memar !” ucap dokter itu menengakan kyuhyun.

Ku hembuskan nafasku lega mendengar ucapan dokter itu. Terlihat senyum di muka kyuhyun. Tak lama orang tua dan kakak hyun soo datang. Dokterpun kembali menjelaskan keadaan hyun soo pada ajjushi dan abojji.

——–

——–

Aku meminum secangkir kopi yang ku pesan. Setelah mengetahui keadaan hyun soo, eunhyuk mengjakku untuk pergi kekantin rumah sakit ini.

“apa kau sudah membaik?” tanya eunhyuk sambil memandangiku lekat-lekat.

“ne, oppa, gomawo!” jawabku sambil tersenyum padanya.

“hem..!” senyum eunhyuk terkembang mendengar jawabanku, dia menglus rambutku lembut.

——-

——-

“sebenarnya hari ini, ada yang ingin aku tunjukan padamu!” ujar eunhyuk tiba-tiba saat kami sudah sampai di drom.

“mwo?” tanyaku bingung. Eunhyuk segera menarikku keluar dari mobilnya dan mengajakku ke taman di dekat drom kami ini.

“kau siap?” tanya eunhyuk saat kami sudah sampai di depan taman itu, tak bias ataman itu sangat gelapa seperti ini.

“ne?” jawabku tak mengerti. Dan

JRENG JRENG….

Semua lampu di taman itu menyala dan aku sangat terkejut ketika aku melihat taman itu dihias oleh lampu-lampu yang sangat indah dan berwarna-warni. Dan aku semakin terkejut ketika melihat kolam yang ada di tengah taman itu. Berjajar sangat rapih lilin-lilin yang membentuk namaku dan eunhyuk dan tidak lupa lilin-lilin yang membentuk hati di antara nama kami. Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku tak percaya.

“kau suka?” tanya eunhyuk sambil tersenyum memperlihatkan gusi merahnya.

Aku hanya mengangguk karena tak bisa mengatakan apapun.

“maaf, mungkin waktunya tidak tepat, ketika hyun soo terluka seperti ini, aku malau membuat kejutan padamu!” lanjut eunhyuk tertunduk.

“anni, oppa aku sangat suka, dan untuk hyun soo pasti dia juga akan baik-baik saja karena dia sangat kuat kan?” ucapku sambil menggandeng lengannya.

“benarkah?” tanyanya memandang ke arahku.

“hem.. karena dia itu teman baikku, jadi aku tahu dia pasti bisa melewati hal ini!” jawabku menyakinkan eunhyuk.

“em..!” tiba-tiba eunhyuk memutar tubuhku menghadap kearahnya. Dan dia menjajarkan wajahnya dengan wajahku.

“mau apa?” tanyaku sambil mengedip-ngedipkan mataku. Ku telan ludahku ketika wajahnya semakin mendekati wajahku.

“saranghae!” bisiknya di depan wajahku, bisa kurasakan hembusan nafasnya menyapu mukaku yang pasti sudah merah merona. Dan Cup, dia mencium bibirku kilat.

OMO aku mematung di tempat itu, sedangkan eunhyuk melenggang meninggalkanku yang masih tak bergerak.

“YA, APA YANG KAU LAKUKAN!” teriakku ketika aku bisa mencerna situasi ini.

Terdengar tawa eunhyuk jahil, ku kejar eunhyuk yang sudah sedikit jauh dariku.

PLETAK. Kupukul keplanya pelan.

“aissh, sakit!” ucapnya mengelus kepalanya yang baru saja ku pukul.

“kenapa kau tidak tanya aku dulu?” ujarku mengerutu padanya.

“apa hal seperti itu harus kutanya dulu, baru aku melakukannya?” tanya eunhyuk kesal.

“aku kan malu, ini adalah kali pertamanya untukku!” jawabku sambil menutup mukaku.

“aissh, kau ini!” jawab eunhyuk sambil mengacak-acak rambutku.

DRTRTDRTDRT

Hpku bergetar hebat di saku celanaku, tercantum disana nama Gein.

“yeoboseo?” tanyaku pada gein.

“kau dimana?” tanya Gein panic.

“ada apa?” jawabku tak kalah paniknya dengan Gein.

“hyun soo, terjadi sesuatu dengan hyun soo!” jawab Gein tergesa-gesa.

“mwoya?” tanyaku panic.

-TBC-

Part 2 end, penasaran-penasaran sama ff ini, tunggu kelanjutanya di part 3.. (aku dah nepatin janji yah cihyuk, hehehe moga suka ), jangan lupa komen yach reader… gomawo^^

 

 

 

 

7 thoughts on “[Freelance] Neorago part 2

  1. kelewatan banget sich itu orang2??
    pengen gw bejek bejek rasanya..
    2 SM Hwaiting!! lanjutannya di tunggu ya..
    Gomawo~

  2. kyaa !! hyun soo ! hyukie and jieun yg lagi bermesraan koq diganggu ?
    Tpi penasaran juga apa yang akan terjadi pada hyun soo. Cedera punggung ???
    Lanjutin ya author ! Kalo gak dilanjutin, kugorok kau pake pisau seraph(?)

  3. Hyun soo knp? wae wae wae? =x=
    Nappeun bgt sih tu orang! Sompret~ :P
    Knp sasaran’a hyun soo trs?! Knp jg hrs 2SM? Sebel de… (~_~)

    Lanjuutttt!!

    Mslh’a di part ini seru, bkin deg-degan! Ksih mslh yg lbh besar lg! Biar feel’a dpt *otak jahat* hahahaha~

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s