[Freelance] You’re Too Far part 3

Super Junior Fanfiction

 

AUTHOR : ACHIE AMAR

CAST : SOJIE, SUPER JUNIOR, etc.

=====================================================

 

 

Sojie POV

 

 

Aku turun dari mobil saat Kyu oppa menyuruhku keluar. Aku sangat kesal diperlakukan seperti itu. Tapi jujur, aku menyesal sekarang.

 

Aku tidak tau jalan pulang, dan ternyata Kyu oppa benar benar tidak mencariku. Aku melihat jam tanganku. Sudah jam 9 malam. Sudah 3 jam lebih aku disini. Hanya duduk di pinggir jalan sepi seperti hantu.

 

Aku memilih untuk berjalan sekarang. Sudah tidak ada gunanya aku menunggu Kyu oppa datang. Dia tidak akan datang. Aku harus mencari jalan balik ke apartemen. Paling tidak, aku harus menemukan taksi, biar aku bayar sampai aku di apartemen. Berhubung tasku tertinggal di dalam mobil Kyu oppa. Ah aku benar benar tidak tau harus kemana, jadi aku hanya berjalan lurus terus mengikuti jalan.

Aku berjalan terus sampai aku mendengar ada suara musik yang menyeramkan. Mungkin kalau di Indonesia seperti suara musik… Musik apa ya? ah tiba tiba bulu kudukku merinding saat aku melihat seseorang bertopeng putih dan menari nari. YA! seperti suara ondel ondel! Saat itu juga kakiku langsung lemas dan rasanya aku ingin menangis. Aku berlari sekuat tenagaku. Tanpa arah tujuan.

 

Dan saat berlari aku sadar, aku tidak seharusnya ada di sini. Untuk apa aku di sini? Mengejar Kyu oppa? Dia sungguh tidak seperti yang aku harapkan. Aku tidak tau kenapa dia begitu tega padaku, meninggalkanku di taman sendirian sampai aku kehujanan, dan sekarang meninggalkanku di tempat antah berantah.

 

Aku terus berlari kencang. Sampai jalanan itu sendiri yang memberhentikanku. Aku tersandung batu dan aku terjatuh. Aku melihat dengkulku, sakit. Celana bahan yang kukenakan menunjukan warna merah, berdarah. Tidak begitu sakit, tapi perasaan hopelessku ini yang menyakitkanku. Perlahan tapi pasti air mataku menetes. Aku tak kuat membendungnya lagi. Hal yang kutakuti terjadi.

Dan pada saat yang sama air menetes ke atas kepalaku. Dan air itu semakin deras. Oh tuhan kumohon, jangan biarkan awan awan itu ikut menangis bersamaku.

 

Tapi aku merasa tertolong dengan suara hujan. Aku bisa menangis sekerasnya dan tidak akan ada yang mendengar. Dan aku mulai terhanyut pada pikiranku sendiri. Aku memeluk kakiku dan menelungkupkan wajahku.

Apa aku salah ke sini? Apa aku salah kenal dengan Henry? Apa aku salah berharap bahwa Henry adalah jalanku menuju Kyu oppa? Apa aku salah mencintai Kyu oppa lebih dari sekedar fans terhadap idolanya? Aku menarik nafas sedalam dalamnya. Untuk menenangkan diriku sendiri.

 

Tiba tiba hujan berhenti. Tapi suaranya tidak berhenti. Aku merasakan sesuatu yang hangat menyentuh tubuhku. Aku reflek mendongakkan kepalaku.

 

Kyu oppa sudah ada di sebelahku, merangkulku dan sebuah coat hitam sudah bertengger di badanku. “Mianhae…” katanya. Suaranya terdengar parau.

“Mianhae Sojie…” untuk pertama kalinya aku mendengar dia menyebut namaku. Aku malah semakin menangis. Aku menelungkupkan kepalaku lagi. Dan Kyu oppa hanya diam di sebelahku sambil memegang payung. Menungguku sampai aku selesai menangis. Ia menarik tanganku dan memegangnya erat. Tangannya sangat hangat, dan itu semua membuat darahku berdesir sangat cepat. Dan jantungku sudah berdetak tak beraturan.

“Kajja Sojie, kalau disini kelamaan, nanti kau malah sakit” katanya. Aku tersenyum dan berdiri. Aku seperti mendapatkan semangat hidupku kembali. Saat aku berdiri aku merasakan dengkulku sangat sakit.

“Ah, appo” kataku reflek.

“Wae?”

“Ah, aniyo oppa, kwaenchana” kataku. Kyu oppa menunduk dan melihat darah di celanaku.

“Aish” katanya, lalu menarikku pelan ke mobilnya. Ia membukakan pintu untukku dan menutupnya.

 

Hujan, dia yang selalu datang saat aku menyerah, dan yang selalu membuat pangeranku datang menjemputku.

 

 

****

Kyu oppa masuk ke apartemenku membawa sebuah koper kecil.

“Kuge mwoya oppa?” tanyaku. Kyu oppa hanya diam, matanya masih hangat seperti tadi. Ah, aku semakin yakin akan perasaanku padanya. Ia membuka kopernya dan mengambil kotak P3K.

 

“Ganti celanamu dengan celana pendek” katanya. Aku hanya mengangguk dan pergi ke toilet terpincang pincang. Aku segera mengganti celanaku dengan celana pendek. Aku membilas darah di celana panjangku dengan air, lalu aku keluar dari kamar mandi. Dan betapa terkejutnya aku saat aku keluar, dan mendapati Kyu oppa tidak memakai baju!

 

AAAAAAAAAAAAAAAAAAA! AKU SALTIIIING! Aku bingung, apa aku harus menutup mata? Ah tidak dia kan laki laki. Ah tapi… Tapiii… mataku langsung tertuju ke dadanya, bukan bukan dada itu! Tapi bekas jahitan yang cukup besar disitu. Dan…

 

OMO! KALUNG ITU?!

 

“Wae?!” Kyu oppa membelalak heran saat aku berjalan terpincang pincang dengan mata melotot ke arahnya. Aku menarik kalungnya. Ia seperti sadar akan itu.

“OMO” teriaknya lalu menarik kalungnya. Aku diam dan lemas. Sebenarnya apa maksudnya?!

 

 

Kyuhyun POV

 

 

Aku sangat kaget saat Sojie keluar, aku takut dia berfikiran aneh aneh saat melihatku tidak mamakai baju. Aku kira dia masih lama, makanya aku berniat mengganti bajuku. Tapi ternyata dia keluar lebih cepat.

 

Tapi aku salah, ia malah memerhatikan dadaku, dan sepertinya ia melihat bekas lukaku. Ah, iya. Aku kan tidak pernah menunjukkannya ke media. Tapi tiba tiba ia melotot dan berjalan sangat cepat ke arahku dengan mata membelalak.

“Wae?!” tanyaku bingung. Ia berhenti tepat didepanku dan memegang kalungku.

“OMO!” aku langsung menarik kalung itu saat aku sadar.

“Oppa… Jadi…”

“Wae?” aku mencoba untuk santai. Ah bodohnya aku.

“Kau tau aku?” tanyanya dengan wajah heran.

“Ya, kau Sojie teman Henry” kataku dengan memasang wajah sok polos. Aku membalikkan badanku dan mengambil kaos dari koper kecilku dan langsung memakainya.

“Haha, gojitmal” katanya tertawa meremehkan. Aku benci situasi ini. Situasi dimana aku terjebak pada suatu situasi yang buruk.

“Kau tidak mungkin tidak tau aku. Di dalam cincin yang ada di bandul kalungmu itu ada namaku” katanya dingin. Aku tidak pernah melihat Sojie seperti ini. Apa dia benar benar kesal?

 

“DAR DAR DAR DAR” suara gedoran pintu yang seperti suara tembakan itu benar benar menolongku. Aku langsung berjalan cepat untuk membuka pintu. Meninggalkan Sojie yang masih bingung.

 

“HYUNG APA KAU SUDAH MENEMUKAN SOJIE?!” teriak seseorang tepat saat aku membuka pintu.

“YA! KAU JANGAN MENGAGETKANKU!” teriakku padanya. Tiba tiba seseorang mendorongku dari belakang.

“Hen… ry?” Sojie terlihat sangat kaget.

“SOJIIIIE!” teriak Henry senang. Henry langsung memeluk Sojie yang masih syok.

“Ya kau kenapa tidak bilang kau sudah di korea?!” teriak Sojie kesal didalam pelukan Henry.

“Ya kalian ini!” aku reflek memisahkan mereka saking kesalnya.

“Hyung…” kata Henry memelas.

“Masuklah” kata Sojie. Moodnya sudah berubah menjadi lebih ceria. Ah baguslah, aku tidak harus menjelaskan soal cincinnya. Semoga dia benar benar lupa.

“Sojie, kenapa kau pincang begitu?” Tanya Henry bingung. Dan merekapun larut dalam obrolan tanpa memedulikanku.

 

Aku tidak tau kenapa, tapi aku benar benar tidak ingin meninggalkan mereka berdua saja di sini. Jadi aku lebih memilih mengganti celanaku dengan celana pendek dan duduk di ruang tv sambil menonton tv, dan membiarkan mereka sibuk sendiri.

 

 

 

Sojie POV

 

 

Aku sangat senang melihat Henry, dan tanpa sadar kami sudah larut dalam obrolan yang sangat panjang sampai aku melupakan Kyu oppa. Dan sekarang sudah sekitar jam setengah 12 malam saat aku dan Henry sudah sama sama lelah menceritakan hal hal aneh beberapa hari ini.

“Ah, lebih baik aku kembali ke apartemenku” kata Henry

“Di mana apartemenmu?” tanyaku

“2 pintu dari sini, sering seringlah mampir” kata Henry sambil tertawa.

“Mwo?! Ah kau serius?” Tanyaku masih tidak percaya

“Ya iyalah, makanya ke situ. Okay? I think you should take a rest. And… Where is Kyuh… Apakah dia tidur?” Henry mengalihkan pandangannya pada Kyu oppa yang ada di ruang tv. Yang sebenarnya hanya berbatasan dengan lemari kecil dengan meja makan ini.

“Ah sepertinya iya…” kataku saat melihatnya tertidur menghadap tv yang menyala.

“Ah, biar dia tidur di tempatku saja” kata Henry sambil berdiri.

“Ah, tidak usah” aku langsung berdiri dan mencegahnya berjalan ke arah Kyu oppa. “Kasian kalo dibangunin. Dia kayanya kecapean” kataku pada Henry.

“oh, yasudah kalau begitu. Kau jangan apa apakan dia ya” kata Henry dengan wajah menggoda.

“Ya! kau!” kataku sambil mendorongnya keluar.

“Hahaha. See you tomorrow baby” katanya sambil keluar dari apartemenku. Aku menutup pintu dan tersenyum pada diriku sendiri. Sepertinya ini tidak terlalu salah, sepertinya kedatanganku ke sini memang takdir.

 

Aku membuat segelas susu coklat hangat karena badanku terasa sangat tidak enak. Lalu aku menghampiri Kyu oppa. Posisi tidurnya terlihat sangat nyaman. Sofa yang lumayan besar membuatku tidak khawatir Kyu oppa akan merasa pegal tidur di situ. Dan ternyata ada gunanya aku selalu menaruh bantal disini.

 

Aku menaruh susuku dan mengambil selimut dari kamarku. Aku menyelimutinya. Dan aku ingat sesuatu. Kalung itu. Aku menarik tali kalung yang terlihat dilehernya sampai bandul kalung itu keluar. Ya benar, ini cincin dariku. Aku sangat bingung. Kenapa Kyu oppa tidak bilang kalau dia mengetahuiku? Aku jadi tersenyum sendiri. Perasaan yang terlalu senang membuatku bahkan tidak bisa berfikir aku akan melakukan apa.

 

Aku melihat wajahnya yang tertidur lelap. Aku tidak mau mengganggunya dan memilih masuk ke kamarku. Dan tertidur nyenyak 30 detik setelah aku meregangkan badanku dikasur.

 

 

Henry POV

 

Aku sempat panik tadi dan mencoba berkali kali menghubungi hape Kyuhyun hyung dan Sojie. Tapi terus tidak di angkat. Akhirnya aku menyerah dan menunggu. Aku bingung mau mencari kemana. Jadi aku lebih baik menunggu kabar dari Kyuhyun hyung.

Sojie, dia terlihat sangat berbeda dari pertama kali aku bertemu dengannya. Ia jauh lebih cantik. Dan ternyata kepribadiannya saat bertemu langsung tidak jauh berbeda dengan dia di direct message. Aku merasa sangat nyaman bicara dengannya, apalagi bahasa inggrisnya sangat lancar. Tidak perlu repot repot mengkhawatirkan masalah bahasa saat bicara dengannya.

 

Aku mencoba memejamkan mataku saat aku tiba tiba teringat Kyuhyun hyung masih ada di apartemen Sojie. Ah kenapa aku merasa tidak tenang meninggalkan mereka berdua ya? Ah tidak apa apa, Sojie toh bukan perempuan gatal yang akan mengganggu Kyuhyun hyung dan Kyuhyun hyung bukan lelaki yang mudah di rayu. Tapi apa malah nanti Kyuhyun hyung yang akan mengganggunya? Ah tidak tidak. Tidak mungkin.

 

Hey, what’s wrong with me? Aku jadi mulai berfikir sendiri, apa sebenarnya motivasiku buru buru kembali ke korea, padahal liburanku masih panjang. Dan bahkan aku meninggalkan Canada dengan sangat semangat? Hanya karena ingin bertemu Sojie? That girl, are you going to make me crazy? I hope no. Ya, aku harap aku tidak menyukainya. Aku sudah lelah menyukai seorang wanita.

 

 

 

 

-TBC

15 thoughts on “[Freelance] You’re Too Far part 3

  1. hah???? apa?? henry udh lelah menyukai wanita???? *mangap mangap gakjelas*
    hahaha. ceritanya makin bagus aja thor…. oiya, itu picture nya ngegambar sndiri ya??

    lanjutannya jgn lamalama ya^^

  2. kalo henry juga suka sama soeji, jadi seru tuh ceritanya!! pst soeji bingung bkl milih siapa.. lanjut onnie

  3. Mochiiiiii, bukan berarti kau suka lekong kan??? #plaakk

    aduh, kyu ganteng2 codetan.. Nama’y brubah dong jd kyu codet?? #plakplak *ditampol sparkyu*

    gpp yeobo, biarpun ada codetnya aku tetep cintaaaaaa *abaikan gadis labil ini* #plakplakplak

  4. Hhhhhhhmmmmm,, henry ud ada rasa lg nih ama sojie.. babykyu must be carepul!
    Pko e sojie kudu musti wajib ama babylyu …

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s