Lets Get Married, What Should I Call You?

            {Kyura Moment} Let’s Get Married, What Should I Call You?

 

Author : syipoh and elftodie
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hyora, Lee Donghae, Eun Hyuk
Rate : PG13
Genre : comedy, romance, marriedlife, sedikit geje ama mesum #plaakkk

Ini adalah edisi bagaimana dua orang pasangan gila game dan babo itu memanggil masing-masing pasangannya. Semoga kalian tidak bosan dengan mereka ini. Keke.

********

Author P.O.V
Tampak seorang namja berjalan ke luar kelas setelah selesai ujian nampaknya. Ujian kalkulus tepatnya. ‘Soalnya tidak begitu susah’, gumam namja itu.
‘Hanya beberapa yang membuatnya berpikir sampai lima menit. Sisanya, yah seperti kalian tahu. Aku kan jenius matematika,. Jadi, soal seperti itu sudah biasa untukku’, gumam namja itu lagi. Kruyukk..
“Urgh. Lapar sekali aku. Enaknya makan apa, ya?” tanya namja itu kepada dirinya sendiri.
“Jajangmyeon!!” tiba-tiba namja itu berteriak. Namja itu segera berjalan ke parkiran mobil, menyetir ke arah kedai jajangmyeon.
Dia menyetir sambil mengumandangkan lagu yang sedang diputar di mobil. Namja itu pun segera membuka pintu mobil, tak lupa sebelumnya dikunci.
“Ajuhssi, beli jajangmyeon nya satu! Dibungkus ya?”ucap namja riang.
“Ah, Kyuhyun~ah! Lama sekali kau tidak kemari? Sedang sibuk, huh?”tanya ajuhssi penjual jajangmyeon ini. Ya, aku memang suka membeli jajangmyeon di sini. Selain harganya murah, rasanya pun enak.
“Yah, begitulah Paman. Aku sedang sibuk sekarang. Banyak tugas.”jawabku pelan sambil menarik kursi untuk kududuki.
“Ckck. Dasar kau ini. Hey, selama kau membeli jajangmyeon di tempatku kenapa kau tidak pernah membawa seorang gadis pun?”ucap ajuhssi itu sambil menaikkan kedua alisnya bergantian. Pengunjung yang kebanyakan gadis SMA yang memang mengincar Kyuhyun sejak lama pun langsung menajamkan telinga mereka, ingin tahu apa yang akan dikatakan Kyuhyun selanjutnya.
“Aish! Ajuhssi ini. Aku belum tertarik dengan hal yang begituan!”ucapnya tegas.
“Ck. Tak bisakah kau melihat yeoja-yeoja yang sedari tadi duduk di sekitarmu? Mereka selalu datang ke sini hanya untuk melihatmu. Kau kan bisa memilih salah satu dari mereka?”
“Ah, tidak. Mereka membosankan.” ucapnya yang seraya membuat yeoja-yeoja itu melengus sedih.
“Yah, Kyuhyun~ah. Jangan berkata seperti itu.”tegur Ajuhssi itu.
“Paman, sih. Sudah tahu aku gak suka ngomongin masalah ini. Malah diajak ngomong begini.” Ucap Kyuhyun sedikit menyesal.
“Ne ne ne.. Tapi, kalau kau sudah menemukan gadis yang bisa mengikat hatimu yang dingin itu bawa dia kemari. Paman ingin melihat gadis itu. Ah, ini sudah jadi.” Ucap Paman itu sambil menyerahkan bungkusan berisi jajangmyeon milik Kyuhyun.
“Arasseo. Aku akan membawa gadis itu saat kencan pertama? Paman puas? Ah, ini uangnya.” ucap Kyuhyun cepat sambil memberikan uang. Ia segera berlari ke arah mobilnya dan menyalakan mesin. Setelah itu, ia melesat pergi.
End of Author P.O.V

Kyuhyun’s P.O.V

Ah, senangnya.. Akhirnya, setelah satu minggu tak makan makanan kesukaanku aku bisa memakannya. Aku segera memacu mobilku ke apartemenku. Ckit! Ah, lampu merah sialan. Aku sudah lapar, kenapa malah lampu merah? Aku pun mendecak sebal karena harus menunggu 3 menit sampai lampu merah itu berubah warna menjadi hijau.
Aku putuskan menyanyi saja. Suaraku nggak jelek-jelek amat, bahkan bisa kubilang sangat bagus. Keke. Saat menyanyi, aku melihat ke arah tangan kananku. Ada cincin di jari manisku. Sejak kapan aku hobi memakai barang beginian? Tiba-tiba aku tersadar, aku sudah menikah! Astaga, aku lupa! Lagipula ini bukan jalan ke arah apartemenku yang baru, tapi ini jalan ke apartemenku yang lama. Ck. Harus putar balik kalau begini ceritanya.

Ah, annyeong sebelumnya. Namaku Cho Kyuhyun. Aku adalah mahasiswa Seoul University jurusan teknik arsitek. Keren, kan? Umurku 23 tahun, dan yah seperti kalian tahu. Aku sudah menikah. Bagaimana bisa? Kalian bisa membaca kisahku di cerita sebelumnya. Keke. Yah, aku memang sudah menikah. Kadang aku masih belum percaya akan hal ini. Tapi, pada kenyataannya hal ini benar-benar terjadi. Aku sudah menikah. Hmm.. Hari ini sudah tepat satu minggu aku menikah dengan yeoja itu, Lee Hyora. Dia adalah lawan mainku dalam bermain game. Dia cukup menyenangkan, meskipun dia itu sangat lemot. =_=

Aku sendiri heran, bagaimana bisa dengan kelemotannya dia bisa mengalahkanku bermain game berkali-kali? Ck. Memikirkannya saja sudah membuatku pusing. Tapi, yang paling menyenangkan dari yeoja itu adalah karena dia bisa memasak. Perlu kalian tahu kemampuan memasakku sama saja kalau kalian menyuruhku untuk terjun bebas dari lantai 10. Sangat buruk. Kalau tidak gosong ya tidak ada rasanya. Tapi, laki-laki kan tidak perlu pintar memasak. Benar kan?

“Ah, sampai!”ucapku setelah akhirnya sampai di parkiran gedung apartemenku. Apartemen ini merupakan hadiah dari kedua orang tuaku karena aku menikah. Sedangkan apartemen lamaku sudah kujual. Aku segera berlari menuju lift sambil menenteng tas plastik berisi jajangmyeon. Langsung saja kutekan angka 10 dan menunggu tak sabar. Ting! Akhirnya, sampai juga. Segera kubuka pintu apartemen setelah kumasukkan kode pengaman. Piip! Pintu terbuka.
“Aku pulang!”ucapku sambil melepas sepatu dan segera berjalan ke arah dapur untuk minum. Setelah puas menghabiskan satu gelas penuh air, aku segera duduk di sofa yang ada di ruang tengah. Tasku kutaruh sembarangan.
“Hemm.”Hyora menjawab pelan. Kulihat dia sedang asyik bermain game di laptopnya. Kubuka tas plastik berisi jajangmyeon tadi. Hemm.. Wanginya benar-benar menggugah selera. Langsung saja kusiapkan ‘alat tempurku’, sumpit tentu saja.
End Of Kyuhyun’s P.O.V

Hyora’s P.O.V
“Aku pulang!” Ah, namja itu sudah pulang. Aku masih asyik bermain dengan game di laptopku. Jadi, hanya kujawab sekedarnya.
“Hemm.”Hyora menjawab pelan. Setelah melemparkan tasnya sembarangan, kurasa. Dia membuka tas plastik yang dibawanya. Hemm.. Wangi sekali. Dia bawa apa ya? Aku menghentikan permainanku. Ku tekan tombol ‘pause’. Woah!! Jajangmyeon! Aku sangat suka sekali! Dia mulai memakan jajangmyeon itu lahap sekali. Aku menelan ludah. Ingin sekali rasanya meminta jajangmyeon itu darinya. Tapi, aku malu. Lagian gengsi dong kalau aku minta makan dari namja menyebalkan ini. Aku terus melihatnya. Semakin lama sepertinya nafsu makanku tak terhindarkan lagi. Akhirnya, dengan sangat terpaksa aku memohon kepadanya.
“Kyuhyun~sshi..”
“Hemm..”ucapnya dengan mulut belepotan penuh jajangmyeon. Aku hanya memberikan tatapan ‘puppy eyes ku’ padanya. Biasanya, Donghae oppa dan appa akan segera menuruti permintaanku jika aku menunjukkan puppy eyes ku. Tapi, nampaknya jurus itu tidak berlaku untuk namja setan ini. Dia tetap saja memakan makanannya tanpa memperdulikanku yang melihatnya dengan tatapan memelas.
“Aku boleh meminta jajangmyeon mu?”ucapku selembut mungkin.
“Wae? Kau kan bisa beli di luar?”balasnya sambil mengambil air minum lalu meneguknya.
“Aku maunya sekarang. Lagipula, aku hanya mau minta satu suap saja. Ya ya?”bujukku.
“Shireo! Aku nggak mau membagi makananku denganmu!”
Ugh.. Namja menyebalkan. Huftt!! sepertinya aku harus berakting supaya dia memberiku satu suap jajangmyeon yang enak itu.
End Of Hyora’s P.O.V

Kyuhyun’s P.O.V
“Hiks.. hiks.. Kyuhyun jahat!” tiba-tiba dia terisak. Aku meliriknya sekilas. Ah, masa bodoh. Aku terus melanjutkan makananku.
“Huwa!! Kyuhyun jahat! Kyuhyun pelit! Aku benci!”teriaknya makin keras. Air matanya mengalir deras.
“Ya ya ya! Kenapa kau menangis? Aish, jinjja. Tenanglah!”ucapku menghentikan makananku. Aku mulai panik. Aku paling tidak tahan melihat orang menangis. Aish, jinjja.
“Kau hiks ja hiks hat hiks.”
“Lalu apa maumu?”tanyaku kesal. Dia hanya menunjuk jajangmyeon yang ada di depannya. Aku mendecak kesal.
“Huwa!! Kyuhyun jahat!”tangisnya mulai pecah lagi.
“Ara! Ara! Ini makanlah!”ucapku kesal. Wajahnya pun berubah senang. Dasar menyebalkan! Ah, tapi dia terlihat lucu saat wajahnya berubah tadi. Tunggu, apa yang barusan aku katakan! Aish! Sudah gila aku rupanya.
“Ya ya ya! Kau bilang hanya satu suap? Kenapa ini lebih dari satu suap?” teriakku sambil mencoba mengambil sumpit yang dia pegang. Dia menatapku tajam. Bulir air mata siap jatuh dari matanya.
“Ne ne ne. Baiklah. Habiskan saja!”ucapku kesal. Yeoja ini benar-benar membuatku kesal. Akhirnya, aku hanya bisa pasrah menatap jajangmyeon kesayanganku yang masuk ke dalam mulut yeoja itu. Mulutnya kini belepotan penuh saus. Dia terlihat sangat menikmati makanan yang kubeli ini. Dia melap bibir merah kecilnya yang terlihat eh begitu menggo… Astaga! Apa yang aku pikirkan? Ada apa lagi sekarang dengan otakku? Apa karena kuis kalkulus tadi? Aish. Aku mengacak rambutku gusar.
“Kyuhyun~sshi. Dimana kau membeli jajangmyeon ini. Rasanya enak sekali.”
“Emm. Di kedai kecil dekat mini market fakultas seni. Yang dekat SMA Paran.”jelasku singkat.
“Oh.. Teman-temanku pernah bilang kalau di situ enak. Tapi aku belum pernah mencobanya. Ternyata memang enak sekali.”ucapnya riang. Deg! Jantungku tiba-tiba berdetak kencang. Aish, aku sudah gila rupanya sekarang. Aku pun mengambil psp yang ada di tasku, namun belum ada sepersekian detik aku sudah bosan karena game yang ada di psp ku ini sudah kumainkan semua. Aku mendengus kesal.
“Hei, kenapa kau masih memanggilku Kyuhyun~sshi?”tanyaku tiba-tiba. Aish, kenapa aku jadi memikirkan hal seperti ini?
“Memangnya kau mau kupanggil apa? Ajuhssi?”
“Ya! Kau pikir umurku berapa, hah? Aku kan hanya beda beberapa bulan darimu.”ucapku kesal. Yeoja ini. Benar-benar deh.
“Yeobo?”tanyanya.
“Yaiks. Jangan sampai kau memanggilku dengan kata-kata menjijikkan seperti itu.”ucapku seraya memperagakan ‘gerakan-ingin-muntah-ku’.
End of Kyuhyun’s P.O.V

Hyora P.O.V
“Yeobo?”tanyaku.
“Yaiks. Jangan sampai kau memanggilku dengan kata-kata menjijikkan seperti itu.”ucapnya seraya memperagakan ‘gerakan-ingin-muntah’.
“Tsk. Untuk apa kau memusingkan hal seperti itu?” Betul juga. Untuk apa aku memusingkan hal ini. Aneh sekali.
“Anggap saja untuk latihan kalau nanti orang lain menanyakan panggilan kita masing-masing. Dan jangan berharap aku akan memanggilmu chagiya, honey, baby, atau panggilan menjijikkan lainnya.”jelasku panjang lebar.
“Emm. Benar juga. Lalu kau mau kupanggil apa?”
“Bagaimana kalau suamiku yang tampan? Kyuhyun tampan?”ucapnya antusias. Cih. Yang benar saja. Kenapa semua nama panggilannya diakhiri dengan kata-kata tampan. =_=
“Ya! Yang benar saja? Kenapa tidak Kyuhyun gila? Namja gila? Pria sinting?” Oke. Sekarang malah aku yang banyak menggunakan kata gila dalam kata-kataku. Yah, yang sinting tidak termasuk. Tapi kan, itu sama saja.
“Yang benar saja? Masa namja tampan sepertiku dipanggil seperti itu? Dan apa itu? Memanggil nama suami sendiri dengan panggilan seperti itu. Sungguh istri yang tak tahu sopan santun.” ucapnya kesal.
“Baiklah, kita pikirkan yang lain.”ucapku sambil menghentikan makananku. Kami pun terdiam. Saling memikirkan nama panggilan yang cocok. Sebenarnya, buat apa sih repot-repot?
“Ah! Bagaimana kalau aku memanggilmu Myeonjang?”ucapnya tiba-tiba.
End Of Hyora’s P.O.V

Kyuhyun’s P.O.V
“Ah! Bagaimana kalau aku memanggilmu Myeonjang?”ucapku tanpa sadar.
“Myeonjang? Apa artinya?” tanyanya bingung.
“Emm.. Aku hanya teringat id chatmu. Myeonjajang. Kalau itu kan kepanjangan. Jadi, disingkat saja jadi Myeonjang.” Dia hanya mengangguk-angguk. Entah mengerti atau tidak.
“Lalu aku harus memanggilmu apa?”tanyanya.
“Hemm.. Apa ya?”
“Ah, bagaimana kalau jangmyeon saja?”
“Jangmyeon?”
“Emm, karena kau suka jajangmyeon sama sepertiku jadi panggil itu saja. Lagian myeonjajang itu sebenarnya hanya kata jajangmyeon yang kubolak-balik saja. Bagaimana?”
“Tidak buruk juga. Baiklah, mulai sekarang kau kupanggil Myeonjang~”ucapku lalu tersenyum.
“Baiklah, Jangmyeon~” Hyora membalas senyumanku. Deg! Kenapa lagi jantungku ini. Selalu saja suka berhenti tiba-tiba. Apa sekarang kinerja jantungku sudah menjadi buruk? Aku melihat Hyora yang akan memasukkan suapan terakhir ke mulutnya. Ahaha. Tiba-tiba muncul ide setan di kepalaku. Ketika tangannya hendak memasukkan jajangmyeon itu ke dalam mulutnya, aku segera menarik tangannya dan tada! Jajangmyeon itu sudah berada di mulutku dan segera ku kunyah lalu ku telan.
“Ah.. Enaknya~”ucapku senang lalu beranjak dari sofa. Aku melirik sekilas ke arah Hyora. Yeoja itu terdiam, sepertinya dia shock. Tapi kenapa dia diam saja? Biasanya dia akan langsung berteriak atau memukulku. Aku pun berbalik mendekatinya dan duduk di sofa lagi. Menatap wajahnya dari samping, ah dia ternyata terlihat cantik juga dari samping. Aigoo. Apa yang aku pikirkan?
“Myeonjang~ Gwaenchana?” Dia membalikkan wajahnya. Mendelik kesal ke arahku. Ingin rasanya aku tertawa, tapi kutahan. Aku memegang perutku dan mulutku berusaha menahan tawa. Tapi, sepertinya tidak bisa. Tawaku pun meledak.
“Huahahaha.. Huahaha..”
“……..”
“Huahahaha.. Huahaha..”
“……..”
“Yah.. Myeon..jang… hahaha. Ke..haha.. napa dengan wa…hahaha jahmu?”ucapku yang masih tertawa tanpa henti.
“Jahat! Kyuhyun jahat! Jangmyeon jahat!”teriaknya tiba-tiba. Dia memukul dadaku dengan kedua tangannya. Wajahnya menunduk.
“Yah! Kenapa kau memukulku?” Aku menghentikan tawaku dan sekarang wajahnya pun tertarik ke atas. Astaga! Dia menangis lagi.
“Mian.”ucapku pelan. Dia menghentikan aksi memukulnya dan kulepaskan tanganku yang memegang tangannya yang dari tadi terus memukulku.
“Ja.. hiks..Ja..hat..”isaknya. Aduh, apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa menyogoknya dengan jajangmyeon lagi karena sudah habis. Dan aku tidak tahu apa barang kesukaannya karena kami kan baru menikah seminggu yang lalu.
“Ne, mianhae~. Baiklah, aku akan membelikan jajangmyeon lagi untukmu. Kau jangan menangis lagi ya?”pintaku. Semoga saja ini berhasil. Dia langsung menghentikan tangisannya dan menatapku lekat.
“Jinjja?” Aku hanya mengangguk. Wajahnya yang tadinya sedih tiba-tiba berubah menjadi ceria. Seperti anak kecil yang mendapatkan permen setelah dibujuk ibunya agar tidak menangis. Huuh. Benar-benar bocah. =.=
“Gomawo, Kyuhyun ah ani Jangmyeon~!”teriaknya. Lalu, hal berikutnya yang dilakukan yeoja ini nyaris membuat jantungku berhenti. Dia memelukku. Tuhan! Dia memelukku! Aneh. Aneh sekali. Aku yang tidak terbiasa memeluk seorang yeoja menjadi sangat nyaman saat dipeluk yeoja ini. Dan yang terparah adalah jantungku. Kenapa lagi sekarang? Tadi jantungku berhenti mendadak. Sekarang jadi berdetak kencang. Aku yang bingung mau melakukan apa akhirnya hanya membalas pelukannya dan menepuk pelan kepalanya. Aish.. Ini benar-benar membingungkan. Sepertinya… Sepertinya… Sepertinya aku harus segera pergi ke dokter spesialis jantung untuk memeriksa jantungku yang bermasalah ini.

*****

Well, mungkin agak membosankan di part ini. Soalnya, perasaan di antara mereka berdua belum muncul, jadi agak susah buat kami para author tercinta untuk menggambarkan perasaan mereka. Jadi, jangan protes ya? Jangan lupa buat RCL yo?

 

 

32 thoughts on “Lets Get Married, What Should I Call You?

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s