[Freelance] You’re Too Far part 2

Super Junior Fanfiction

 

AUTHOR : ACHIE AMAR

CAST : SOJIE, SUPER JUNIOR, etc.

GENRE : ROMANCE

 

=====================================================

 

 

Sojie POV

 

Aku tau ini nyata. Aku bahkan tidak konsentrasi meminum air madu darinya. Aku duduk di meja makan dan dia duduk di depanku, sibuk dengan hapenya.

Aku bahkan tidak pernah menyangka dia akan duduk didepanku sekarang. Henry tau aku sangat menyukai Kyu oppa, apa dia sengaja?

 

“Oppa, apa kau benar benar akan menjadi tour guide ku?” tanyaku pada Kyu oppa. Mataku tak beralih sedetikpun darinya. Dia melirik padaku, lalu kembali fokus pada hapenya.

“Kenapa kau mau?” tanyaku ragu ragu.

“Aku punya hutang dengan Henry” katanya acuh. Oh jadi begitu. Kyu oppa mau menjadi tour guideku karena dia punya hutang dengan Henry.

“Hutang apa? Bukankah kau punya banyak uang?”

“kenapa kau banyak tanya?” katanya sinis dan melihatku dengan tatapan evilnya. Aku tersenyum sendiri melihatnya.

“Ya! kenapa kau malah senyum senyum?!”

“Hm, aniyo oppa” kataku sambil menahan tawa. Aku sangat mengimpikan melihat tatapannya itu. Evil.

“Stranger, kau lebih baik tidak memanggilku oppa” katanya

“Wae?!” tanyaku bingung.

“Kita kan baru kenal” katanya sambil mengutak atik hapenya.

“Ah… Ne…” kataku memelas. Ah aku sangat ingin memanggilnya oppa. Aku melihat air maduku yang mulai mendingin. Aku larut dalam pikiranku sendiri.

“Ah sudahlah, kau tidak apa apa memanggilku oppa. Jangan pasang wajah seperti itu lagi” katanya dengan nada kesal. Aku mendongakkan wajahku dengan mungkin, ekspresi yang sangat senang sekali? Ah aku tidak dapat melihat wajahku sendiri.

“Aish…” desahnya lalu berdiri.

“Odigayo oppa?” tanyaku bingung.

“Kau… kalau ada perlu hubungi aku. Aku harus bertemu dengan temanku” katanya

“IKUT OPPA IKUT!” kataku dan langsung berdiri. Ah aku terlalu semangat sepertinya. Jujur saja, aku tidak bisa menyembunyikan perasaan excitedku.

“Mwo?!”

“Ah aku akan menunggumu diluar, sampai kau selesai juga tidak apa apa. Kau lama juga tidak apa apa. Yang penting aku ikut pergi denganmu. Aku mau keluar dari sini dan melihat kota ini”

“Ah terserah kau” katanya kesal lalu keluar dari apartemenku. Ah aku sadar bahwa aku masih mengenakan celana tidur! Ottokhae?! Ah sudah tidak sempat! Aku langsung mengambil sweeterku dan menyusul Kyu oppa.

 

 

****

Aku melihat ke luar jendela. Melihat suasana kota Seoul di sore hari. Hm, sebenarnya akan kemana aku?

 

“ya, kau, kenapa masih pakai celana itu?” Tanya Kyu oppa membuat perhatianku kembali padanya.

“Ah, ini? Haha. Kau tadi berjalan keluar terlalu cepat, tidak akan sempat kalau aku mengganti pakaian dulu. Jadi ya… beginilah” kataku sambil memainkan kakiku yang juga masih mengenakan sandal tidur bentuk boneka monyet yang memang aku bawa dari Jakarta.

Kyu oppa hanya diam mendengar penjelasanku. Aku diam lagi dan melihat ke luar jendela. Mobil masuk ke sebuah taman kecil.

“Kau turun” katanya

“Wae? Ini dimana oppa?” tanyaku bingung sambil melihat ke sekitar. Sangat sepi. Hanya ada kedai kecil di pinggir jalan sana. Apa Kyu oppa akan kesana?

“Aku mau ke sana. Kau tunggu di sini. Kalau ada apa apa kau boleh kesana. Tapi kalau tidak ada apa apa, jangan ke sana” katanya. Aku hanya diam. Ah mungkin aku memang tidak boleh mengganggunya.

Akupun turun dengan perasaan ragu. Tepat saat aku menutup pintu, mobil langsung pergi meninggalkanku. Aku duduk di salah satu bangku dan melihat mobil Kyu oppa parkir di depan kedai itu. Apa yang Kyu oppa lakukan di sana ya?

 

Untuk membunuh waktu, aku mulai menyanyi nyanyi seperti orang gila. Benar benar tidak ada siapa siapa di sini. Dan aku lupa membawa handphoneku dan juga dompetku. Perutku mulai berbunyi, tapi aku mengabaikannya. Ini kan masih… ah pantas! Aku lupa makan siang tadi. Ottokhae? Ah, kwaenchana. Aku akan menunggu sampai Kyu oppa datang.

 

1 jam…

2 jam…

 

Dan Kyu oppa tidak datang datang. Langit mulai gelap dan lampu kedai sudah mulai di nyalakan. 10 menit kemudian lampu taman di nyalakan. Aku mulai ngeri sendiri di sini. Dari sini aku bisa melihat orang yang sepertinya Kyu oppa bersama dengan temannya.

 

Tiba tiba aku merasa ada air yang menetes. Ah, gerimis?! Apa aku harus kesana? Ya. kata Kyu oppa, kalau ada apa apa, aku boleh kesana! Haha, akhirnya ada juga kesempatan aku menariknya pergi. Lagipula kan seharusnya dia menemaniku pergi hari ini, bukannya aku yang menunggunya begini

 

Saat aku sampai di depan kedai itu, aku bisa melihat dengan jelas Kyu oppa. Dan seorang yeoja yang duduk di depannya. Perempuan cantik dengan kacamata. Rambutnya diikat asal dan mereka sedang duduk bersebelahan, tertawa tawa melihat sesuatu di laptop. Ah, aku langsung lemas saat itu juga.

 

Aku tidak apa apa. Aku tidak apa apa. Ini kan cuma gerimis, jadi aku tidak apa apa. Aku tidak pernah melihat apa apa. Aku menggelengkan kepalaku dan berjalan cepat kembali ke tempatku tadi. Ya, aku tidak pernah melihat apa apa.

 

 

 

Kyuhyun POV

 

Aku tertawa tawa sendiri saat menonton video yang ditunjukkan oleh Gaemi. Entah itu apa yang jelas itu sangat lucu. Perempuan ini memang penghibur sekali. Ah, maksudku, dia sangat lucu. Dia adalah Park Gae Mi. Salah satu koreografer handal yang akan bekerja sama denganku dalam pekerjaanku yang baru.

 

“Ah, haruskah kita menelfon cangmin?” Tanya Gaemi tiba tiba.

“Wah, ide yang bagus. Video call! Pakai hapeku saja” kataku semangat. Telfon diangkat.

“CHANGMINAAAA!”Teriak Gaemi membuatku menutup kuping kiriku.

“Ya! apa yang kalian lakukan? Apa kalian sedang kencan?!” teriak changmin yang sepertinya sedang di rumah.

“Kami hanya bertemu untuk membicarakan bisnis kami. Jangan berfikir macam macam” kataku

“Dimana kalian? Berisik sekali” ah berisik? Disini kan hanya ada… Astaga! Di luar hujan sangat deras!

“Kami di…” Gaemi menjawab tapi aku langsung memutus telfon dan berdiri.

“Maaf aku ingat aku ada janji” kataku dan langsung pergi meninggalkan Gaemi yang bengong melihat tingkahku.

 

Bagaimana aku bisa lupa kalau Sojie sedang menungguku?!

 

 

Sojie POV

 

 

Kwaenchana Sojie…

Kwaenchana…

Tidak dingin…

Kau tidak melihat apa apa…

Kalaupun kau melihat, dia bukan siapa siapa…

Kyu oppa hanya lupa kalau ia sedang ditunggu olehku…

Ya…

 

Bisikku pada diriku sendiri. Air mulai membasahi sekujur tubuhku saat tiba tiba sebuah mobil menderu kencang dan berhenti tepat didepanku. Aku diam saat Kyu oppa keluar membawa payung.

 

“APA KAU GILA?!” teriaknya mengalahkan suara hujan yang sangat deras. Ia merapatkan tubuhnya padaku yang masih duduk diam di kursi agar payungnya ikut menutupiku.

“Aniyo oppa. Kwaenchana”

“Ah neo, noumu babo! Kajja!” katanya sambil menarikku. Aku naik ke dalam mobil. Kyu oppa menutup pintu dan aku hanya diam. Ah, aku bilang aku tidak apa apa. Ini benar benar tidak apa apa.

 

“Kau ini, kenapa tidak menghampiriku? Aku bisa dibunuh Henry” katanya. Ah, jadi dia datang dengan panik karena takut henry membunuhnya? Hm, arayo.

“Aku tidak apa apa, aku lihat kau sedang bersenang senang dengan wanita itu. Aku tidak mau mengganggu” kataku lemas.

“Hah? Oh… Hahaha” Kyu oppa malah tertawa. Ia lalu mengambil sebuah coat dari kursi belakang dan memberikannya padaku.

“Pakai saja supaya kau tidak demam” katanya. Lalu Kyu oppa menjalankan mobilnya.

 

 

****

Aku masuk ke dalam rumah. Sendirian. Ya, Kyu oppa yang sangat tidak bertanggung jawab itu langsung pulang saja tanpa mengatakan apapun. Mungkin dia sudah merasa sangat care karena sudah memberikan coatnya untuk menghangatkanku.

Sangat tidak sesuai dengan khayalanku dan mungkin, semua wanita yang baru saja kehujanan karena menunggu seorang namja.

 

Aku mengerti keadaan ini. Aku, di sini hanyalah teman Henry. Teman? Aku juga mengenal Henry karena aku menitipkan sebuah cincin untuk Kyu oppa. Dan Kyu oppa menemaniku hanya karena hutangnya pada Henry. Aku mengerti kalau dia merasa aku hanya pengganggu. Apalagi aku adalah fansnya, pasti dia risih.

Dan mungkin, bukan hanya aku wanita yang pernah hujan hujanan menunggunya. Mungkin, wanita di kedai tadi bahkan pernah hampir mati beku tertumpuk salju menunggu Kyu oppa. Ya kan? Kita kan tidak tau kehidupan asli idola kita. Dan itulah yang akan terus membuatku bertahan. Aku kesini, karena ingin dicintainya, maka aku harus pulang ke Jakarta dengan keberhasilanku.

 

Aku memutuskan untuk mandi. Mandi dengan air hangat sangatlah enak dalam keadaan yang sangat dingin begini. Aku mencopot coat Kyu oppa, aku melihatnya sebentar. Aku mencium wanginya. Apa seperti ini wangi Kyu oppa? Aku tidak pernah berdekatan dengannya, tapi aku sangat familiar dengan wangi ini. Ah, mungkin ini wangi mobilnya.

 

 

Aku keluar dari kamar mandi, dan betapa shocknya aku saat mendapati Kyu oppa ada di meja makan. Aku yang hanya mengenakan kimono, hanya bisa diam ditempat dengan wajah shock.

 

“Ya, oppa… kau… kenapa bisa masuk?” tanyaku tergagap.

“Tidak dikunci” katanya sambil mengaduk aduk sesuatu di mangkuk. Aku yakin aku tadi menguncinya! Ah, sudahlah, aku harus lari sebelum Kyu oppa menengok dan mendapatiku dengan kostum begini! Yang ada dia akan menyangka aku berniat menggodanya!

 

 

Aku duduk didepan Kyu oppa di meja makan. “Makan ini” Kyu oppa menyodorkan semangkuk sup rumput laut.

“Aku tidak mau kau sakit dan merepotkanku lebih jauh” katanya. Aku hanya diam. Aku merasa jantungku berdegup cepat. Bukan karena aku terlalu tegang. Tapi karena hatiku yang terjatuh saat aku mulai terbang. Apa aku tidak akan merasa melambung tinggi, kalau Kyu oppa menyuruhku makan begitu? Tapi sedetik kemudian dia bilang, dia tak mau aku repoti. Hah. Sudahlah Sojie, kau tidak apa apa.

Aku tersenyum pada Kyu oppa. “Gomawoyo oppa!” kataku semangat lalu menyantap sup rumput laut itu. Supnya sangat banyak dan sanggup membuatku kenyang sekali.

“Karena kau sudah terlihat lebih segar, aku pulang” kata Kyu oppa tepat saat aku menyuap suapan terkahirku. Kyu oppa pergi saja berlalu tanpa membiarkanku bicara sepatah katapun.

Aku hanya bisa mengemut sendokku. Memang aku tidak apa apa, tapi ini berarti aku harus berjuang lebih keras lagi untuk mendekatinya. Ya, hanya mendekatinya. Aku benar benar mencintainya. Jadi, aku hanya akan mendekatinya, tanpa berharap memilikinya…

 

 

****

“Karena kemarin aku tidak menemanimu pergi, hari ini aku akan menemanimu” kata Kyu oppa padaku di depan pintu. Aku baru saja membuka pintu dan belum sempat menyadari bahwa Kyu oppa yang ada di depanku, tapi dia dengan cepat sudah menyelesaikan kalimat sapaannya.

“Ne?” tanyaku bingung.

“Aku tunggu kau di lobby” katanya. Saat itu aku sadar. AH! AKU AKAN PERGI DENGAN KYU OPPA!

 

Aku dengan cepat mandi dan mengganti pakaianku. Aku sempat bingung akan memakai apa sampai aku sadar bahwa semua yang kupakai, akan memperlihatkanku seperti aku yang biasanya. Jadi aku hanya memakai celana jins, boot dan sweeter abu abu gombrong yang sangat hangat. Aku mengambil tasku dan berjalan ke lobby dengan detak jantung yang tak beraturan. Hah, apa yang harus ku lakukan?

 

 

****

Ternyata sampailah aku dengan Kyu oppa di sebuah restoran dengan makanan khas korea. Aku memesan sangat banyak makanan dan memakannya. Aku memakan semuanya walaupun tidak sampai habis.

 

“Ya, kau! Kau ini membuat makanan terbuang buang percuma” kata Kyu oppa. Aku hanya tertawa

“Makanya bantu aku menghabiskan. Toh kan aku yang bayar” kataku sambil tetap mengunyah makananku.

“Apa seenak itu?” tanyanya. Aku hanya tertawa dan mengambil beberapa sayur yang aku tidak tau namanya itu.

 

“Ah, oppa! Ayo kita foto!” kataku sambil mengeluarkan polaroidku.

“Mwo? Shiro” kata Kyu oppa. Aku bodo amat dan langsung duduk di sebelah Kyu oppa. Tempat yang di design secara tertutup membuatku lebih nyaman mengambil foto dengan Kyu oppa. Karena masih saja banyak yang suka heboh saat melihat Kyu oppa, padahal dia sudah sangat senior dan sudah tua. Ah mengesalkan.

 

“Ya, aku bilang aku tidak…”

“Senyum oppa” kataku lalu memencet tombol capture. “Cekrek!”

Aku tertawa saat melihat hasilnya. Aku tersenyum senang dan Kyu oppa dengan wajah datar. Ah dia sangat berbeda dengan Kyu oppa yang ku tau. Dia lebih membuatku ingin membunuhnya dan memeluknya secara bersamaan. Sayangnya tidak bisa dua duanya ku wujudkan. Huh…

 

 

 

Henry POV

 

 

Aku menginjakkan kakiku lagi di Seoul. Yah, aku merelakan mengacaukan rencana liburanku dengan keluargaku karena Sojie yang datang secara dadakan. Aku bahkan datang 2 hari lebih cepat dari seharusnya. Aku memutuskan untuk menelfon Kyuhyun hyung.

 

“Hyung, where are you?” kami memang lebih sering bicara dalam bahasa inggris ketimbang korea atau mandarin.

“Aku sedang mengantar temanmu jalan jalan” katanya. Aku hanya tertawa mendengar nada bicaranya.

“Hyung, namanya Sojie”

“Yes I know” katanya

“Apa dia sangat semangat saat bersamamu?” tanyaku penasaran

“Berlebihan. Kapan kau datang?” aku tertawa mendengar jawaban Kyu hyung. Ah sudah pasti.

“Aku sudah di apartemenku” kataku sambil melirik ke pintu apartemen Sojie. Lalu membuka pintu apartemenku. Ya, apartemenku sebenarnya berada di tempat dan lantai yang sama dengan Sojie.

“Mwo?!”

“Cepatlah pulang. I can’t wait to see her. Cepat bawa dia kembali padaku!” kataku seolah olah Kyu hyung membawa lari kekasihku.

“Ah… I’ll be late” lalu telpon terputus. What?! What the hell is he doing with Sojie?! Kyu hyung yang aneh.

 

 

Kyuhyun POV

 

 

“Oppa, henry akan datang 2 hari lagi ya?” pertanyaan yang sangat pas saat ini. Aku hanya diam saat dia bertanya seperti itu.

“Ah aku sangat tidak sabar bertemu dengannya. Mochikuuuu!” teriaknya dengan nada gemas. Apa apaan dia?!

“Ya! bukannya kau fansku?”

“Ya, memang kenapa oppa?”

“kau tidak boleh menyukai Henry juga!” kataku kesal

“Mwo?! Wae?!” Tanya Sojie bingung. Ah aku juga bingung.

“Turun kau!” tanpa sadar aku sudah berteriak dan mengerem mobilku. Sojie terlihat kaget. Beginilah aku saat keadaan mendesak, kadang emosi yang mengendalikanku.

Tapi tiba tiba dia turun dari mobilku. Apa?! Dia benar benar turun?! Ah jinjja! Perempuan ini! Bisanya membuatku kesal saja! Aku langsung menjalankan mobilku dengan kecepatan tinggi tanpa tujuan. Ah, Kyuhyun, kau aneh.

 

 

****

Sekarang siapa yang bodoh? Aku. Ya aku. Aku duduk di dalam mobilku dan hanya melihat ke arah pintu lobby apartemen. Sudah jam 9 malam dan Sojie belum pulang juga. Kemana dia?! Apa dia bersama Henry? Aku memutuskan untuk turun dari mobil dan naik ke atas.

 

Saat aku sampai di depan pintu apartemen Sojie, aku tanpa ragu langsung mengambil kunci serep yang memang selalu kusimpan. Saat membukanya, kosong. Ah, pasti dia sudah bersama Henry.

 

“Henry!” teriakku sambil menggedor pintu apartemen Henry.

“Mwo mwo?!” teriak Henry bingung

“Sojie… Kau bersamanya kan?” Tanyaku sedikit panik.

“Sojie? Hah? Aku bahkan belum bertemu dia setelah 2 tahun!” teriak Henry kesal dan mulai bingung. Ia mulai mencium gelagat anehku. Aku reflek memukul tembok dengan sangat keras dan berlari ke arah lift.

 

Pintu lift terbuka. Dari belakang aku sadar Henry terus menatapku heran dan kesal. Aku tidak peduli. Yang harus kulakukan sekarang adalah mencari gadis bodoh itu.

 

Bodohnya aku! Mana bisa dia sampai di sini, dia kan baru 3 hari di sini!

 

 

-TBC

17 thoughts on “[Freelance] You’re Too Far part 2

  1. first kah daku?? haha..

    wuaaa… aq kok sesek napas y bc yg part ujn”an itu. sakit hatiiiii…
    *syp jg yg nny =.=

    bca ff ni bkin w makin menghayal utk brtmu kyuppa.. *serasa dtrbangkan klangit ktujuh tp lsg dhempaskn kbumi (caelah bhs’a brt) keke~

    lanjuuuuut lah thor,, ga sbr nggu klnjutan’a..
    *author; ky ngajak ribut ni ank
    aqu; kga thor, cm trlalu b’smangat nih. hehe.. ^^

  2. aaahahhaha baru liat kyu yg bgni hahaha
    sbnernya dh bnyak tp henry yg kya gni kyanya bru deh..hahahaha
    soalny ak kbnykan bca ff eunkyuhae jd gk smpet ngliat henry hahahahaa
    ttep pairing ma kyu ja yaaaa hahahahahahahaha^^
    lanjut thor..^^

  3. Astajim,, babykyu hrs tanggungjawab! Tega bgt ninggalin sojie gtu ajj d jalan! (~_~)
    Cemburu sih cemburu,, tp ga usah sebangkrut itu! *membara mksd’a*
    Tp ttp kyu ama sojie,, hahahaha…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s