[Freelance] What Will I Do? part 2

Tittle                     : What will I do ?(part 2)

Author                  : Cheonna

Main Cast            :

©      Kim Cheon Na

©      Cho KyuHyun

©      Lee Hyuk Jae (EunHyuk)

Support Cast       :

©      Kang Chae Rin

Rating                  : All ages

Genre                   : Romance, Love/Friend

 

 

Aku mengikutinya. Tidak perlu menunggu beberapa menit Aku sudah berada di belakangnya. Ia tidak mengetahui keberadaanku. Tapi, kenapa Ia sekarang ke Cafe ? Bukankah Ia tidak akan makan siang ? Siapa Yeoja itu ? Dan…what ?

Itu Chae Rin ! Sahabatku. Hah Sial ! Mereka Cipika Cipiki, pegangan tangan dan… berpelukan !! denganku saja Ia tidak seperti itu !

Huh ! Awas Kau Kang Chae Rin !

Aku berlari sejauh yang Aku bisa. Merogoh tasku lalu mengambil kunci mobil dan meninggalkan kampus. Aku tak tahu kemana lagi Aku akan mengadu. Appa dan Eomma pasti tidak mempercayai kejadian apa yang sedang terjadi.

EunHyuk ? Baru saja nama itu terlintas di otakku.

“ EunHyuk-ah !” teriakku ketika ponselku telah terhubung.

“ Ya. Kau kenapa Cheon Na ?”

“ Apa Kau bisa ke taman sekarang ?”

“ Ya..Ya..Ya.. Baiklah,”

 

Tak terlalu lama bagi EunHyuk menjangkau taman ini. Kebetulan sekali taman ini tidak terlalu jauh dari rumahnya.

Aku masih terdiam ketika EunHyuk berada di hadapanku. Air mataku perlahan-lahan turun membasahi pipiku. Aku tidak bisa menerima Apa yang baru saja terjadi.

Kejadian ini sama dengan mimpiku waktu itu. Chae Rin dan Cho KyuHyun saling berpelukan. Hah ! Menyebalkan !!

EunHyuk mengusap air mataku. “ Kenapa Kau menangis ?”

“ KyuHyun,,KyuHyun sepertinya tidak mencintaiku lagi,”

“ Apa ? KyuHyun tidak mencintaimu lagi ?” tanyanya penasaran.

Aku mengangguk tanpa suara.

“ Apa yang Ia lakukan terhadapmu ?”

“ KyuHyun berpelukan dengan wanita lain,”

EunHyuk mendesah. “ Hah ! Apa salahnya Ia berpelukan dengan wanita lain ? Kau ini benar-benar pecemburu,”

“ Tidak EunHyuk. Masalahnya Ia tidak melakukan itu padaku. Coba Kau bayangkan. Pacarnya sendiri tidak pernah memeluknya. Dan wanita itu, bukan siapa-siapa malah memeluknya,”

“ Ah ? Maksudmu KyuHyun selingkuh ?”

“ Menurutku begitu,”

EunHyuk berjalan mondar mandir memikirkan perkataannya tadi. Ia tidak habis pikir kalau KyuHyun akan berselingkuh dengan wanita lain. Sungguh mustahil.

“ Apa matamu tidak salah lihat ?”

“ Tentu tidak EunHyuk-ah ! Tidak mungkin Aku salah lihat,”

“ Sial,” geram EunHyuk. “ Ayo kita kembali ke Kampus !”

“ Aa ? Apa-apan Kau ini.  Aku tidak akan kembali ke Kampus,”

EunHyuk menyeret tanganku. Namun dengan kemampuan seadaanya Aku tetap bertahan. “ Apa Kau akan tetap seperti ini ? Atau ingin kembali padanya ?”

Aku melepaskan cengkraman EunHyuk. “ Untuk saat ini Aku tidak ingin ingin kembali padanya !! Atau lebih baik, belum!”

“ Dengar Cheon Na, Kau tidak bisa hidup tanpa Pria itu,”

“ Apa Kau yakin ?”

Ia mendengus“ Yaa,”

“ Kau salah. Aku akan baik-baik jika tidak bertemu dengannya. Mungkin akan Lebih baik lagi jika Ia tidak ada,”

“ Pegang keras kepalamu itu Cheon Na,”

“ EunHyuk, Apa Kau mau mengujiku ?”

“ Menguji ?”

“Ya.”

“ Baik, deal,”

Setelah persetujuan itu. EunHyuk mengujiku untuk tidak bertemu dengan KyuHyun dalam kurun waktu satu minggu. Aku akan menginap di rumahnya. Perlengkapan-perlengkapan yang berhubungan dengan KyuHyun ku singkirkan. Termasuk ponsel. Aku tidak akan mencari jalan untuk dapat berhubungan dengannya.

Semua perlengkapan sudah ku masukkan ke dalam koper. Semuanya sudah ku pak-pak mulai dari perlengkapan mandi, aksesoris serta baju  tidurku.

Eomma yang merasa aneh melihat tingkahku dengan ekspresi bingung lalu buka suara. “ Apa yang akan Kau lakukan dengan barang-barang ini ? Apa Kau akan mengungsi ?”

Aku menghempaskan tubhku ke kasur. “ Tidak. Aku akan menginap di rumah temanku,”

“ Rumah temanmu ? Siapa ? Chae Rin ?”

Chae Rin ? Cuih, Seumur-umur  Aku tidak akan pernah lagi menginap di  rumahnya. Dasar pengkhianat. “ B…Bu…Kan,”

“ Lalu ?”

“ Di rumah EunHyuk ?”

“ Mwo ? Kau akan menginap di rumah dia ? Tidak. Aku tidak akan mengizinkan Kau pergi,”

“ Eomma,, Biarkan Aku menginap di rumahnya ! Kau tahukan  dia anak yang baik.,”

Eomma mencengkram bahuku kuat. “ Dengar Cheon Na, Kau tak sepatutnya menginap di rumah laki-laki. Dan kalau  Appa dan Eomma KyuHyun sampai tahu.  Habis kita !”

Aku melepaskan cengkraman Eomma. “ Kau tak mengerti Eomma. Kalau saja KyuHyun tak melakukan hal itu padaku. Aku pasti tidak akan kabur seperti ini,”

Eomma duduk di sebelahku. “ Maksudmu jika KyuHyun tidak melakukan itu ?”

“ Sudahlah Eomma, pasti Kau tidak akan mempercayai maksudku.”

***

“ Huh ! EunHyuk, ini barang-barangku.Tolong bantu Aku mengangkatnya,”

EunHyuk terkejut  . “ Kau ini akan pindah atau mengungsi sih ?”

“ Kedua-duanya. Oh ya EunHyuk Aku akan membuat makan malam dulu. Sampai jumpa nanti malam,” Aku nyelonong masuk rumahnya.

“ Eits, memangnya Kau mau kemana ?”

“ Dapur,” jawabku polos.

“ Bukan lewat sana. Ayo kemari, akan Aku tunjukkan dapurnya,”

“ Huh,” geramku.

Seperempat menit sudah Aku berada di dapur yang sangat tidak bersih ini. Peralatan dapurnya juga tidak terbuat dari barang-barang aluminium yang begitu jelek. Beberapa diantaranya memiliki kelas yang sama dengan peralatan dapur rumahku.

Aku menyendok-nyendok makanan berkuah dan membauinya. Mmm,, sepertinya enak.

“ EunHyuk, tolong ambilkan Aku mangkuk. Makanannya sudah siap,”

“ Ya,”

Klentang !! Bunyi –bunyi aluminium saling berhamburan. EunHyuk membawanya sambil memukul-mukulnya.  Aku mendesah pelan. Aish~ Apa Ia tidak bisa membawanya baik-baik ?

EunHyuk sudah berada di dekatku dan menyerahkan mangkuk-mangkuk itu padaku. “ Ini,”

Aku memelototkan mataku padanya.

EunHyuk terkejut lalu menjauhkan tubuhnya dariku. “ Kau kenapa ?”

Aku mengambil mangkuk yang ada di tangannya lalu memukulnya. “ Kau ini sangat menyebalkan. Bisa tidak Kau diam ? Bukankah Appamu masih tidur ?”

“ Hei, Kau kenapa sih ? Appa tidak akan bangun. Kalau Ia sedang tertidur Ia itu seperti mayat,”

“ Ish, Kau ini ! Ayo, bersihkan meja. Aku tidak akan selera kalau meja makan tidak bersih,”

“ Ne Ahjumma,”

Argh!!

Aku menyendok makanan dan memasukkannya ke dalam mangkuk dengan kecepatan stabil. Aku menoleh menatap EunHyuk yang masih serius membersihkan meja. “ EunHyuk, Ayo bangunkan Appamu. Makanan sudah siap,”

“ Kau ini senang sekali menyuruhku,” desah EunHyuk. Sepertinya Ia tidak mau menolongku. Namun, akhirnya Ia mengikuti.

EunHyuk masuk sambil membopong Appanya. Appanya tertunduk sehingganya Aku tidak dapat melihat wajahnya. Sejak siang tadi Aku memang belum bertemu.

Aku meletakkan mangkuk diatas meja. Pertama kali Aku meletakkannya di depan Appa EunHyuk. Ia menengadah dan tersenyum.

Aku tertunduk God !! Aku mengenal Namja ini. Namja yang waktu itu tidak sempat Aku bantu. Aish~Aku sangat merasa bersalah.

“ Kau kenapa ?” sela  EunHyuk prihatin.

“ Anio,,Anio,” Aku menggeleng.”Ayo lanjutkan makanmu,”

“ Huuk,,Huuk,,” EunHyuk terbatuk ketika makanan sudah berada di mulutnya.

“ Apa Kau baik-baik saja ?” tanyaku cemas. Dengan sekali gerakan Aku sudah bisa mengambil segelas air putih dan memberikannya.

“ Gwaencahana.  CheonNa, Apa sebelumnya Kau sudah mencicipi makanan yang Kau buat ?”

“ Memangnya kenapa dengan makananku ?”

“ Kau coba saja,”

Aku mulai menyendok makanan yang berada di  hadapanku dan memasukkannya ke dalam mulutku.

Ketika sendok pertama sudah mulai memasuki rongga mulutku. Aku mengeluarkannya. “ Huueek,,rasanya tidak enak,”

“ Memang tidak enak. Kau sendirikan yang membuatnya. Apa Kau benar-benar tidak bisa memasak. Dan Kau memasak seakan-akan Kau mampu membuatku terkesima. Begitu maksudmu ?”

“ Jangan berfikiran negatif dulu. Aku bukan tipe seperti itu,”

“ Kalau bukan tipe seperti itu, kenapa Kau memasak tidak enak seperti ini Ha ?”

Aku tertunduk.“ Entahlah. Kalau begitu Aku cari makan di luar dulu ya,”

Aku  melepaskan celemek yang menggantung di bahuku. Meletakkannya di tempatnya semula lalu berlari kearah luar.

EunHyuk memegang pergelangan tanganku. Dengan spontan Aku menghentikan langkahku. Aku menatapnya. “ Aku akan menemanimu,”

“ Mmm,,” jawabku mengangguk.

***

Disepanjang perjalanan EunHyuk tak berhenti berceloteh. Ia ingin menghiburku. Tapi, menurutku Aku tidak akan terhibur olehnya. Perasaanku gundah. Masih teringat akan kejadian pilu siang tadi. Aku tak pernah membayangkan jika saja KyuHyun tak berada di sisiku. Sekarang saja perasaanku tidak enak seperti ini.

“ Cheon-ah! Aku akan membeli sesuatu disana. Jangan kemana-mana,”

EunHyuk pergi.

Aku berjalan-jalan di sepanjang pasar yang tidak terlalu ramai. Tidak ada yang mengenalku sebagai tungangan Cho KyuHyun, penerus Cho Corp.Baguslah ! Aku merasa lega.

Hiruk pikuk pasar sedikit menggangguku. Aku merasa lelah berjalan, Aku celingukan mencari tempat untuk ku duduki sementara. Hah ! Disana, pikirku.

Aku menempati bangku yang kosong. Seorang Yeoja yang sudah agak tua tersenyum kepadaku.

“ Ahjumma, apa boleh Aku menampati bangku ini ?”

Ahjumma mengangguk. “ Silahkan, Oh ya, Bukankah Kau Kim Cheon Na, tunangan Cho KyuHyun itu ya ?” tanyanya hati-hati.

“ Anio Ahjumma,” ucapku tertunduk malu.

Ahjumma itu menghilang. Tak lama setelah itu Ia kembali sambil membawa semangkok ramen. “ Ayo makan,” tawar Ahjumma itu.

“ Tidak perlu Ahjumma. Lebih baik Kau saja yang makan. Kau sepertinya lebih membutuhkan,”

“ Tidak Agashi, Kau yang lebih membutuhkan. Sejak tadi suara perutmu sangat mengganggu pendengaranku,” ucapnya sambil menirukan suara perutku. Kedengarannya bukan mengejek.

Aku mengambil semangkok ramen itu dari tangannya. Aku tertunduk malu“ Gomawo,”

Setelah Aku menghabiskan satu mangkok ramen, perutku sudah mulai merasa kenyang. Tanpaku sadari EunHyuk sudah berada di hadapanku. Ia membawa barang bawaannya dengan kedua tangannya. Namun, setelah menatap wajahku Ia menjatuhkan barang bawaannya pelan lalu merogoh kantong celananya sambil memberikan sehelai sapu tangan.“ Ayo lap mulutmu itu,”

Aku mengambilnya. “ Apa wajahku belepotan ya ?”

“ Sangat,” Tawa kami menggema.

EunHyuk berhenti tertawa. Ia menatapku serius sambil menyipitkan matanya. “ Kau memang tidak bertanggung jawab,”

Aku mengeryitkan keningku. “ Soal apa ?”

“ Setelah apa yang Kau lakukan. Sekarang Kau enak-enakan makan disini,”

Aku mendesah. “ Awalnya Aku juga tidak menginginkannya. Tapi, seorang Ahjumma yang baik memberiku ramen,”

“ Kenapa Kau tidak menolaknya ?” sela EunHyuk sebelum Aku melanjutkan kata-kataku.

“ Aish~Aku kan belum selesai bercerita kenapa Kau sudah memotong pembicaraanku ?”

“ Baik-baik. Lanjutkan ceritamu,”

Aku menceritakan padanya tentang Ahjumma yang memberiku ramen tadi. Ia mengangguk mengerti maksudku. Tak lebih tak kurang Aku menceritakannya. Termasuk Ahjumma itu mengira Aku tunangan KyuHyun.

“ Kenapa Kau tidak mengaku saja,”

“ Kau ini babo Atau apa sih ? Bukannya Aku dan Kau sudah berjanji untuk tidak membahas masalah ini selama beberapa hari ke depan !”

Alasanku sedikit tidak masuk akal. Tapi, dengan kebohongan ini Aku ingin untuk tidak mengingat KyuHyun dulu sebelum Aku sudah bisa mengatasinya.

Otakku kembali memutar-mutar kaset yang memilukan itu. KyuHyun dan Chae Rin berpelukan. Aku menggelng.Tidak ! Aku pasti bisa  mengatasinya.

Aku melirik EunHyuk. EunHyuk mengangkat dua plastik barang belanjaannya dengan nafas terengah-engah.

“ Cheonna, Apa Kau bisa membantuku ?”

“ Membantu apa ?” tanyaku seolah-olah tidak melihatnya.

“ Mengangkat salah satu plastik ini. Aku tidak kuat mengangkatnya,”

Aku tertawa. “ Tidak kuat ya ? Kau ini Namja atau Yeoja sih ?” geramku.

“ Aku bisa berlaku seperti kedua-duanya,”

Tawa girang kembali keluar dari bibirku dan EunHyuk. Dengan senang hati  Aku mengangkat plastik bawaan EunHyuk. Aw ! Memang terasa berat sedikit sih.

Kami berjalan melintasi jalan. Tak ada bus yang lewat malam-malam begini. Jadi, Aku dan EunHyuk memutuskan untuk berjalan saja.

Sebuah mobil metalik hitam terparkir indah di bawah nauangan lampu. Seolah-olah tak ingin di usik oleh siapa pun yang lewat.

Bayangan hitam pekat terpantul dari kaca mobil. Sepasang Yeoja dan Namja sedang  tertawa girang di dalamnya. Namja itu menatap Yeoja dengan mesra lalu beralih kearahku, Ia terkejut. Seketika itu pun  Aku terhenyak. Ternyata, Namja itu Cho KyuHyun.

Aku menjatuhkan barang bawaannku dengan selamat ke jalanan.

EunHyuk menatapku cemas. “ Kau tidak apa-apakan Kim Cheon Na ?”

Bibirku kaku. Aku tak dapat menggerakan bibirku. Seketika itu pun waktu berhenti.Detak jantungku semakin cepat. Aneh !! Aku mengambil lagi barang bawaanku dengan tatapan kosong. Namja yang berada di dalam mobil memaksa keluar. Tapi, dengan puppy eyes wanita itu, Ia mengurungkan niatnya.

Aku memegang tangan EunHyuk kuat. Hingga Ia menggeram pelan.

Aku berlari menjauhinya. Berharap sesuatu yang terjadi tak mungkin akan  terjadi.

EunHyuk berpapasan denganku berlari menjauhinya. Dengan tatapan cemas Ia kembali melirik ke belakang menuju puncak masalah yang terjadi.

Aku kembali mendesah. Desahan yang terdengar begitu sangat menyakitkan.Detak jantungku kembali berpacu. Seolah-olah tidak ingin melewatkan sesuatu yang penting.

Dengan sekali loncatan Aku menembus genangan air hujan tanpa ku sadari sebelumnya. Hujan deras.Aku dan EunHyuk mencari perlindungan agar kami tidak kehujanan.

Halte kosong samar-samar dapat ku rasakan. Tangan EunHyuk yang masih panas ku pegang erat. Mengajaknya mengikuti perintahku.

Aku mengibaskan jaket yang menyelubungi tubuhku. Kini jaket yang Aku kenakkan basah. Membuatku harus menggantinya dengan yang lain. Tapi dalam waktu seperti ini Aku tidak mungkin menggantinya dengan yang lain.

EunHyuk melepaskan jaket yang menutupinya dan memasangkannya padaku. “ Ini akan membuat Kau jadi lebih hangat,”

Aku menggeleng dan memberi isyarat agar Ia tidak melepaskan jaketnya.

Tapi, EunHyuk memaksa. Denga sangat terpaksa Aku mengenakkan jaketnya. “ Gomawo,”

Kini EunHyuk tertawa. Aish~kenapa dengannya ? Apa sekarang Ia sudah gila ? “ Ucapanmu ternyata benar !”

Aku mengeryitkan kening. “ Soal apa ?”

“Kau akan terpaksa melakukan jika di paksakan ?”

Ya. Itulah salah satu kelemahanku jika berhadapan dengan seseorang yang tampangnya cukup memprihatinkan. “ Jadi, Kau menghubungkan cerita saat ini dengan cerita di pasar tadi ?”

“ Ya,” ucapnya mengangguk.

Aku dan EunHyuk sama-sama duduk di bangku kosong di halte terlindung itu. Aku bersenandung kecil sambil menggoyang-goyangkan kedua kakiku.

Tiba-tiba air mataku menggenang di kedua pipiku. Merasakan sakit yang sama saat Aku melihat KyuHyun bersama wanita lain.

EunHyuk mengusap airmataku. Ia berlutut di hadapanku. “ Tenanglah, CheonnA. Kau akan baik-baik saja di dekatku, Percayalah !”

Aku mengangguk. Dan saat itu juga Aku merangkul bahunya agar Ia bisa berdiri lagi dan berada di sampingku. Menyandarkan kepalaku di bahunya. Hangat. EunHyuk mengusap-usap kepalaku. Seperti anak kecil saja.

Aku menengadah. EunHyuk terlalu tinggi bagiku. “ Eunnyuk,,,” sapaku manja.

“ Apa lagi?”

“ Aku lapar,”

EunHyuk ternganga. “ Bukankah Kau sudah makan satu porsi ramen ?”

“ A…ku…Ma…sih…Lapppar !”

“ Heh ? Ya sudah. Aku ambilkan dulu,”ucapnya mengalah. Ia berjongkok di depanku sambil membuka kantong plastik yang Ia beli tadi saat Ia meninggalkanku.

Baunya. Sedap. Membuatku semakin lapar. Tapi, perasaan itu kembali lagi. Menyakitkan.

Jjajangmyeon. Makanan favorite KyuHyun. Aku masih ingat itu. Aku menatap kearah jalan dengan tatapan kosong. Kembali dengan tatapan kosong.

Klakson mobil membuyarkan lamunanku. Aku mendekati EunHyuk. Takut seseorang yang tidak di kehendaki hadir di  saat yang tidak tepat ini.

Aku besembunyi di belakang punggung EunHyuk.  Dan menatap seorang wanita di sela-sela lengan EunHyuk yang terbuka.

“ Jangan bersembunyi Kau Kim CheonnA !” gertak wanita itu.

“ Apa-apaan Kau ini. Jangan seenaknya saja Kau dengan CheonnA. Kalau Kau ingin CheonnA. Hadapi Aku !”

Wanita itu tertawa. Jelas sekali itu  tertawa mengejek. “ Kau ini yang apa-apaan ? Ayo minggir !”

Wanita itu mengangkat lengan EunHyuk. Dengan sigap EunHyuk menurunkannya lagi.

Wanita itu menggeram dan menampar bagian terdekat darinya. Pipiku. Aw ! Sakit.

Aku mengelus-elus pipiku. Kesakitan luar biasa yang tidak dapat di bandingkan dengan peristiwa tadi. Tepatnya beberapa jam yang lalu.

Awalnya EunHyuk terdiam. Namun dengan kesakitan yang ku alami Ia membalas tamparan wanita itu.

“ Dasar ! Sialan Kau ! Ayo, Kemari Kau kalau berani,” tantangnya padaku.

Aku berusaha berdiri. Dengan segenap kemarahan yang ku alami. Akhirnya, Aku bisa bertahan tanpa bantuan EunHyuk.

Chaerin menamparku lagi. Rasa yang sama tidak lagi kurasakan. Aku menamparnya. Adilkan ?

ChaeRin mendesah. “ Kau tahu Kim Cheonna ? KyuHyun tidak mencintaimu lagi. Ia lebih mencintaiku. Percuma saja waktu itu Kau membuatku cemburu.” Ia tertawa. “ Aku tidak akan cemburu, dan itu tidak akan pernah terjadi. Karena KyuHyun telah menjadi milikku,”

“ Diam Kau wanita bodoh ! Aku tidak akan segan-segan memanggilmu maling dan semuaakan keluar menghajarmu. Ayo, menyingkir dari hadapanku !” Aku melempar Semangkuk Jjajangmyeon ke bajunya.

Ia mendesah.

“ Dan ingat Kang Chae Rin yang terhormat ! Aku tidak akan melepaskan KyuHyun untukmu.Itu tidak akan terjadi. Camkan itu ! Karena Aku akan selalu mencintainya. Aku akan memberi cinta yang tulus padanya. Bukan seperti Kau yang akan mengancam perusahaan KyuHyun !”

Chaerin terdiam. Dan sesaat Ia mulai menghidupkan mobilnya dan menyetir mobilnyha kencang kearah Selatan.

***

 

13 thoughts on “[Freelance] What Will I Do? part 2

  1. Uyeeee aku loncat baca
    hahaha hey kyu! awas klo berani selingkuh….
    author, ini DAEBAK
    next part ditunggu^^

  2. kau chaerin aws kalo brani^^ ambil kyu oppa dr chaena ..
    * ngancem .
    .Bkin esmosi nie ff .
    lnjtanny jngn lma^^ ya chingu .

  3. Balikin tuh prusahaan hyukiepa jd jaya lg! Ppali ~_~
    LANJUUUUUTT~

    aq mw’a babykyu ama cheonna! HARUS! :9

    Singkirkan chaerin! :P
    nyebelin bgt sih ikh~ preeett~

    AWAS KAU BABOKYU KU ULEK KAU!! *murka*

  4. Aduuh… si chaerin ngeselin bgt sih!
    Mudah2an Kyu dibuka mata hatinya biar gak salah pilih, hehe :)
    Ceritanya bagus author, penasaran.
    Ditunggu lanjutannya yah?

  5. ish,, chaerin kau menyebalkaaaaann!!

    tp author keren bs meningkatkan emosi pembaca. hehehe..

    next part asap y thor..

  6. ih chaerin dateng2 main nampar aja -_-”
    aaaa Unyuk temen yg baik :3
    ak suka ceritanya ^^// *gaadaygnanya

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s