[Freelance] What If That Man…

Title: What If That Man…

Author: Rahma Kyuhae a.k.a Cho Eunhye

Cast:      Lee Donghae (Main Cast)

Lee Hyukjae

Cho Eunhye

Rating: All Ages

Genre: Love/Friends, Angst

Ps. Ini FF pertama aq,,jd mianhae klo kata-katanya masih kacau..

Slamat membaca

~Eunhye POV~

“sudahlah Eunhye, lupakan saja semua itu, bukankah kau juga tahu kalau memang ini kenyataan yang ada?” Hanya kalimat itu  yang sekarang bisa ku sugestikan berkali-kali  ke dalam kepalaku saat melihatnya di halaman café.

Malam  ini aku sedang duduk-duduk bersama teman-teman SMP ku di sebuah café yang suasananya sangat nyaman untuk berkumpul dan mengobrol. Aku dan teman-teman SMP ku sedang reuni, berkumpul setelah 7 tahun berpisah setelah kelulusan kami. Sebenarnya kami tidak sepenuhnya berpisah semua, karena sebagian besar dari kami tinggal berdekatan dan melanjutkan sekolah ke SMA yang sama, jadi beberapa dari kami masih saling bertemu dan menjaga hubungan, hanya beberapa saja yang benar-benar tidak ada kabarnya sampai sebelum reuni ini dilaksanakan.

Aku mungkin termasuk salah satu yang tidak terlalu menjaga hubungan dengan mereka. Bukan karena aku tidak mau atau tidak suka berhubungan dengan mereka, tapi karena sistem sekolah ku yang sedikit berbeda mengharuskan aku menjalani jam pelajaran yang lebih banyak daripada siswa SMA di sekolah lain. Hal inilah yang menyebabkan aku tidak berhubungan dengan mereka semua. Tapi, mungkin tidak dengan mereka semua, karena ada satu orang yang sering berhubungan denganku. Ya, hanya satu orang, satu orang itu adalah namja yang sejak tadi diam-diam sesekali kuamati.

~end POV~

=Flashback=

~Author POV~

Uriga mannage doen narul chugboghanun i bamun
hanuren dari pyoigo byoldurun misojijyo

Eunhye membaca sms yang baru saja masuk ke ponsel flipnya dan sejenak kemudian ia tersenyum.

Bgmn ujian kimia organik lanjut td? lncar?

Apakah sms smangt dariku td pagi bguna? ^_^

Ah, ujianku lncar, y tnyata sms darimu ckp bguna jg,hehe..

Tak lama berselang, sms balasan pun masuk.

Sukurlah klau bgitu, brarti kau memang btuh smangat dariku

utk mpermudah ujianmu Hye-ya. Dulu, ujian organik 1 mu kacau kan tnpa smangat dariku?

apalagi dgn nasib organik 2, hahaha

 

Eunhye pun mengerucutkan bibirnya membaca isi pesan itu, karena nasib organik 2 memang berakhir tragis, dia dinyatakan tidak lulus alias harus mengulang. Tapi sejenak kemudian ia tersenyum saat membalas sms itu.

Anniyo, hsl ujian organik 1 dan 2 ku bkn kacau krn itu, tp krn malam sbelum ujian itu kau slalu mgangguku dgn mngajakku sms-an wlwpun kau tahu aku besokny ujian, smpai-smpai aku tdk fokus blajar

~end of POV~

=end flashback=

~Eunhye POV~

Ya, aku tetap menjaga kontak dengan namja itu. Bukan hanya sejak aku kuliah, tapi sejak tahun kedua kami di SMA, aku dan dia beda SMA. Ketika itu tiba-tiba namja itu mengirim sms kepadaku, awalnya hanya sekedar menanyakan kabarku dan kegiatanku saat itu, tapi lama kelamaan dia semakin sering mengirimiku sms bahkan sesekali menelponku hanya untuk sekedar mengobrol, saling bercerita tentang kegiatan yang dilakukan hari itu atau memberi semangat saat salah satu dari kami sedang tidak baik kondisinya. Hal ini terus berlangsung sampai kuliah, bahkan akhir-akhir ini. Salah satu contohnya adalah tadi sebelum aku pergi dari rumah. Dia mengirimiku sms, menanyakan apakah aku hadir ke acara ini, karena dia malas hadir kalau aku juga memilih tidak hadir. Entah apa maksud sms-nya itu karena jelas dia tahu bahwa aku panitia reuni ini jadi tidak mungkin aku tidak hadir.

Kini, aku mengamatinya dari dalam ruangan. Aku tidak melihat wajahnya, hanya mengamati punggungnya karena dia berdiri membelakangiku, tapi aku tahu pasti kalau dia sedang tersenyum karena sesekali tubuhnya bergetar karena tawanya. Dia sekarang sedang mengobrol dengan Hyukjae teman sekelas kami, sahabatnya ketika SMP, selain Hyukjae tampak disampingnya seorang yeoja yang ikut asik dalam obrolan mereka. Sesekali tampak yeoja itu tersenyum pada namja itu dengan tatapan yang berbeda, ketika tersenyum mata wanita itu sangat berbinar dan hanya fokus kepadanya, seperti tidak perduli tantang apa yang ada di sekitar mereka, bahkan Hyukjae sekalipun.

Melihat pemandangan itu aku semakin merasa sesak dan semakin kuat mensugesti diriku sendiri dengan kalimat tadi.

“Lucu ya,, bagaimana mungkin mereka baru jadian akhir-akhir ini setelah selama sekolah dulu mereka sekelas?”

Pertanyaan Min ra seketika menyadarkanku dan sepertinya dia sadar bahwa tadi aku mengamati namja itu, walaupun mungkin tidak sadar bahwa memang itulah yang kulakukan sejak awal.

“ne? ah, iya mereka itu memang bodoh,, kemana saja mereka dulu sampai-sampai baru sadar sekarang?” jawabku. Min ra memang tidak tahu tentang apa yang kurasakan dan bagaimana hubunganku dengan namja yang kami bicarakan.

“aku baru tahu kalau mereka sudah menjalin hubungan sejak setahun yang lalu” lanjut Min ra.

“oh, bahkan aku baru tahu saat rapat perdana acara reuni ini” jawabku

Ya, aku baru tahu sebulan lalu saat rapat perdana reuni. Saat itu Min ra menanyakan pada Hyukjae ttg kebenaran berita itu. Pasti terdengar aneh, aku yang selama ini sering berhubungan dengan namja itu tidak tahu sama sekali tentang wanita yang kini berada disampingnya itu. Entahlah, selama ini namja itu tidak pernah menyinggung apapun tentang hal ini, dan hal ini membuatku cukup kaget.

“wah, berarti tidak ada lagi eunhae couple ya?Eunhye-a kau tidak kecewa kan?” tanya Min ra menggodaku

“Min ra-ah, jangan kau sebut-sebut lagi hal itu, kalau Jang mi mendengar dan cemburu mereka bisa bertengkar, nanti bisa jadi aku diminta pertanggungjawaban” sahutku dengan nada bercanda pada Min ra untuk menutupi hal yang sebenarnya kurasakan.

“ah, benar juga, baiklah aku akan tutup mulutku,haha”

Aku hanya tersenyum pahit menanggapi perkataan Min ra, karena memang aku ingin Min ra menutup mulutnya dan tidak menyebut hal itu lagi, karena itu hanyalah masa lalu dan mengungkitnya kini  hanya membuatku  semakin sulit bernapas dngan benar.

~end POV~

=flashback=

~author POV~

“wuaaaa, eunhae couple.. kalian datang bersama? Hae, jadi kau tidak mau berangkat ke sekolah denganku karena mau menjemput Eunhye?” teriak Hyukjae ketika melihat sahabatnya Donghae masuk kelas beriringan dengan Eunhye, suaranya sangat keras sampai –sampai semua orang di kelas menoleh memperhatikan Donghae dan Eunhye bahkan beberapa ikut menggoda pasangan itu.

“aish, Hyukie-a bicara apa kau?” Sahut Eunhye sambil  memperlihatkan tangannya yang mengepal pada temannya yang memang jahil itu.

“aigoo, Hae-ya pasanganmu itu walaupun seorang putri sekolah tapi tetap saja jiwa tae kwon do-nya yang lebih dominan, tidak tampak feminin sama sekali” Eunhye memang pernah memenangkan lomba putri sekolah tapi selain itu dia aktif di kelas bela diri.

Mendengar Hyukjae, Donghae hanya tersenyum dan menarik Hyukjae ke mejanya untuk menaruh tas sekolahnya. Memang Donghae tidak pernah menyangkal ejekan-ejekan eunhae couple dari Hyukjae atau teman-teman sekelas mereka.

“aigoo,jadi uri Eunhye sudah resmi dengan Hae?”

“Ya! Lee Min Ra, sudah bosan hidup kau? Bagaimana kalau aku memberitahu Hyukjae tentang perasaanmu padanya, hmm?” sahut Eunhye sambil tersenyum jahil.

“aaah, Eunhye-a jangaaaan, kau ini benar-benar tidak bisa diajak bercanda apa?

“becandamu tidak menarik. Eh, aku lihat tugas fisika dong, aku tidak bisa mengerjakan yang  no. 13” lanjut Eunhye mengalihkan pembicaraan.

“ne? memangnya kita ada tugas?” Min ra berpikir sejenak kemudian menepuk dahinya.

“omoo,aku lupa. Huaaa ottoke? Eunhye-a aku lihat punya mu ya?”

“Mwo? Shireo, aku tidak rela”

“aaaah, kau kejam sekali Eunhye”

“biar saja. Rasakan! Itu akibatnya karena pagi-pagi  kau sudah menggodaku, haha”

=end flashback=

***

~Eunhye POV~

Uriga mannage doen narul chugboghanun i bamun
hanuren dari pyoigo byoldurun misojijyo

Sepertinya ada sms masuk, ah sudahlah nanti saja aku masih ingin berendam, lagipula airnya kan masih hangat. Tubuhku ingin istirahat sejenak, setelah akhir-akhir ini aku cukup tertekan karena menyiapkan acara reuni tadi ditambah dengan masalah perasaanku dengan namja itu. Untuk sekarang aku ingin menikmati ketenangan sejenak.

Tadi, setelah mengobrol dengan beberapa temanku, aku pamit pulang duluan pada yang lain, aku beralasan bahwa aku perlu memulihkan tenagaku agar besok aku bisa meneruskan tugas-tugasku  yang cukup tertunda karena persiapan reuni ini. Sejujurnya deadline tugasku itu masih jauh dan aku tidak perlu benar-benar mulai menulisnya besok, ini hanya alasanku saja agar aku bisa cepat-cepat pergi dari tempat itu agar tidak melihat pemandangan yang tak ingin ku lihat secara terus-menerus.

Ketika aku pamit Donghae ada di antara teman-temanku itu, Donghae tidak berkomentar apapun saat itu tentu saat itu ada Jang mi, wanita yang dari tadi bersamanya. Saat pamit aku sadari dia hanya memperhatikan aku yang pamit pulang duluan. Memang sejak awal acara sampai pulang aku tidak mengobrol dengan Donghae, saat bertemu kami hanya menyapa dengan senyuman. Entahlah, saat ada teman-temanku yang lain aku tidak bisa bersikap seperti biasa kami di sms atau telepon kepadanya, begitu juga dengan dirinya. Teman-temanku yang lain tidak heran melihat sikap kami, karena memang mereka tahunya saat sekolah aku tidak benar-benar dekat dengan Donghae, ya kami hanya sekedar sering dijodoh-jodohkan oleh mereka.

Selesai berendam aku mengeringkan tubuhku dan berganti pakaian ke piyama yang biasa kugunakan untuk tidur, kemudian ku cari ponselku dan kubaca sms yang masuk tadi sambil merebahkan tubuhku di ranjang.

Kau sdh tidur? Pasti lelah y stelah menyiapkan reuni tadi?

Istrahatlh agar bsk sdh segar kembali. Jaljayo..

Oia,tadi kau tmpak cantik^_^

 

Huft, aku hanya bisa menghela nafas membaca sms itu. Kenapa Donghae terus bersikap seperti ini, aku semakin bingung dengan sikapnya dan perasaan yang kualami sekarang.

 

~author POV~

Eunhye hanya bisa mencoba memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa lelah,walaupun hatinya lebih lelah daripada matanya sekarang, sebelum terlelap beberapa kenangan tentang apa yang terjadi antara dirinya dan Donghae selama ini masuk ke kepalanya. Sejak SMA Donghae sering sms dan menelpon, untuk mengobrol atau sekedar mengucapkan selamat pagi atau selamat tidur seperti tadi. Saat ulang tahun Eunhye, Donghae pun mengirim sms tepat tengah malam. Namun, sama seperti sekarang saat SMA pun Donghae tidak pernah mengatakan pada Eunhye bahwa dia sudah punya kekasih, Hyunra, kekasihnya sebelum Jang mi. Saat itu Eunhye mengetahuinya dari temannya yang satu SMA dengan Donghae, ketika mengetahui hal itu awalnya Eunhye merasa kaget dan kecewa, namun Eunhye menepis perasaan kecewa itu. Sejujurnya dia tidak paham rasa kecewa apakah itu, apakah karena kini Donghae sudah punya kekasih, entahlah dia masa bodoh dengan hal itu. Akhirnya dia hanya berpikir bahwa mungkin dia kecewa karena dia baru tahu hal tersebut setelah sekian lama dia dekat dengan Donghae. Ketika Donghae putus dengan kekasihnya itu pun mereka tidak pernah membicarakan hal itu dan tetap berhubungan seperti biasa.

***

6 bulan kemudian…

Uriga mannage doen narul chugboghanun i bamun
hanuren dari pyoigo byoldurun misojijyo

Annyeong Hye-ya, bgmn kbarmu, lama tak mdengar kbarmu..

Eunhye membaca sms itu, tidak ada namanya di phone book ponselnya, hanya tampak nomornya saja. Tapi melihat sebutan namanya di sms itu, Eunhye tahu bahwa sms itu dari Donghae, karena hanya Donghae yang memanggilnya dengan nama itu.

Annyeong, kbarku baik. Kbar mu sdiri bgmn?

Ah,rasanya blm lama kok,bknkah saat kau lulus

masuk perusahaan 1bln yg lalu qt sms-an smpe malam?

Kabarku jg baik,,

Ah,iya saat itu kau ttidur meninggalkan aku yg menunggu balasn sms drmu kan?!

Hehe,aku kan wktu tu sdh ngantuk

Ya, sejak terakhir mereka bertemu di acara reuni itu, hubungan mereka tetap berjalan seperti biasa. Donghae tetap berhubungan dengan Jang mi, namun tetap sering sms dan menelpon Eunhye. Eunhye pun tetap menerima Donghae seperti biasa. Sejujurnya Eunhye sadar bahwa Donghae telah menjadi milik Jang mi, tapi dia berpendapat bahwa hubungannya dengan Donghae masih wajar, lagipula dia merasa eksistensi Donghae melalui sms ataupun teleponnya sering membuatnya senang. Hal ini membuatnya tidak dapat menjauhi Donghae ataupun menolak perhatian yang diberikan oleh Donghae. Selain itu, Eunhye pun meyakini bahwa dia sudah bisa mengenyahkan rasa bingung dan pemikirannya tentang perasaan suka yang mungkin dia rasakan terhadap Donghae, karena sejak beberapa bulan lalu dia tertarik pada teman kuliahnya, walaupun rasa tertarik itu sesungguhnya mungkin hanya rasa kagum terhadap prestasinya, tapi Eunhye meyakinkan dirinya bahwa dia memang menyukai temannya itu.

Donghae,kau ganti nomor lg? knp kau hobi skli ganti nomor hah?

Oh,iya benar jg aku gnti nomor,aku lupa mberi tahumu

Lalu,bgmn kau bs tahu ini aku?

Ah,aku tahu krn hany kau yg mmanggilku Hye-ya

Jd aku lgsng tahu

^_^ aku memang lbh sk mmanggilmu dgn nama itu

Dulu kau jg lbh sk mmanggilku dgn Hae-ya, knp skrg tdk prnah?

Ah iya jg,entahlah…

tentu ada alasan knp aku tak pernah memanggilmu seperti itu Hae-ya, batin Eunhye

Kegiatan ber-sms-an itu pun terus berlanjut, mereka terus membicarakan banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Bahkan Eunhye pun menceritakan pada Donghae bahwa dirinya sedang patah hati, karena teman sekelas yang dia sukai akhirnya punya kekasih.

Oh ya?wah berarti nasib qt sm,,

Maksudmu?

Aku jg sedang patah hati,,

Krn qt snasib bgmn klau aku dgnmu sj,,

Membaca sms yang terakhir itu, Eunhye sekali lagi merasakan kembali kebingungan yang sudah dia lupakan dan buang jauh-jauh.

Ah,kenapa dia harus kembali bersikap seperti ini, tidak bisakah dia bersikap biasa saja? Untuk hal seperti ini aku tidak mengerti apakah dia bercanda atau tidak, karena dia sering bercanda dengan kalimat-kalimatnya di sms atau telepon. Ottoke? Ah, mungkin sebaiknya aku menjawabnya dengan bercanda juga saja, pikir Eunhye.

Akhirnya Eunhye menjawab dengan kalimat yang santai dan nada bercanda, seperti dia juga tertarik dengan tawaran Donghae itu, tapi hanya sekedar bercanda, hingga akhirnya topik sms pun berubah dengan sendirinya dan berakhir tidak mengungkit hal itu lagi.

Beberapa minggu kemudian, ternyata Eunhye harus dihempaskan lagi oleh fakta bahwa Donghae sudah punya kekasih yang baru lagi. Aah, ternyata benar saat itu Donghae memang hanya bercanda saja kepadaku, batin Eunhye saat mengetahui hal tersebut. Dia menguatkan hatinya menerima fakta ini dan terus bersikap seolah-olah dirinya tidak terpengaruh oleh berita itu, dan berpikir bahwa perhatian Donghae padanya hanyalah perhatian seorang teman saja. Bahkan dia tetap berhubungan dengan Donghae seperti biasanya.

***

~Eunhye POV~

“aaah, kenapa hari ini aku sama sekali tidak bernafsu untuk mendengarkan kuliah?” teriakku frustasi

“Ya! Cho Eunhye ada apa denganmu? Teriak-teriak seperti itu, tidak sadar apa orang lain melihat mu dengan tatapan aneh tau!” sahut Jira teman kuliahku

“ah, masa bodoh mereka mau melihat ku seperti apa. Yang penting bagaimana caranya agar semangatku timbul. Setelah ini aku masih ada 2 kelas lagi, kuliah kimia organik 2 dan ujian kimia fisik 3. Kuliah organik ini tidak bisa santai-santai aku harus baca bahannya dulu dan aku blm membacanya sama sekali, sedangkan ujian kimia fisik 3 ini aku blm mempelajarinya lagi sejak seminggu yang lalu ujiannya diundur. aaah ottokeee??”

“hah, nasibmu tampaknya buruk sekali Eunhye-a. Ah, dan sebaiknya aku jalan duluan ya, daripada orang lain menyangka aku sama anehnya dengan kau karena jalan bersama mu yang dari tadi kerjanya teriak-teriak terus”

“aaaah,kenapa kau hanya berkomentar seperti itu Jira-ya? Hei,,hei,, Kang Jira jangan tinggalkan aku”

Huft,akhirnya aku hanya bisa mengatur posisi dudukku saat kuliah organik ini, sehingga aku tidak terlalu tampak oleh Park Seosangnim. Tapi, kapan dia akan menyelesaikan kuliah ini, sebentar lagi ujian kimia fisik 3 mau dimulai, aah sepertinya aku akan terlambat kalau begini jadinya.

***

Uriga mannage doen narul chugboghanun i bamun
hanuren dari pyoigo byoldurun misojijyo

Eunhye-a kau dimana?apa kau sudah pulang?kenapa kau meninggalkan aku?

Bagaimana ujian tadi?

Saat ini aku sudah duduk di bis yang akan mengantarku pulang. Membaca sms dari Jira aku tidak ada niatan sama sekali untuk membalasnya. Mood-ku benar-benar jatuh bebas, setelah kuliah pertama yang kulalui dengan tak berminat, kuliah organik 2 tadi hanya sukses membuat kepalaku tambah pening karena mendengarkan materi yang blm ku mengerti sama sekali karena belum membacanya. Terakhir, jelas karena ujian kimia fisik 3 yang tadi, soal yang diberikan hanya 6 tapi tidak ada satupun yang bisa ku jawab dengan mantap semuanya hanya tebak-tebakanku saja. Dan seperti masih kurang buruk, sekarang bis yang kunaiki berjalan sangat lambat karena macet parah. Semua itu membuatku stres sampai mau menangis,ya menangis di bis umum ini. Sial.

Apa yang harus kulakukan agar aku lebih baik, tentu saja aku tidak mau menangis di tempat umum. Entah kenapa ide yang muncul di kepalaku saat ini berbeda dari biasanya. Ah, masa bodoh yang penting keadaanku dapat lebih baik, daripada harus menangis di tempat umum.

Donghae-ya bgmn kbrmu? Kau sedang apa skrg?

Lama kutunggu sms balasan dari Donghae tapi tak muncul juga sms darinya. Hal ini justru malah membuat keadaanku semakin buruk. Untungnya macetnya sebentar lagi terlewati, ternyata macet ini disebabkan oleh truk besar yang mogok dan mempersempit jalan. Ayo Eunhye kuatkan dirimu jangan menangis disini.

Saat sampai di rumah aku langsung membersihkan diriku dan merebahkan diriku di ranjang. Mungkin dengan istirahat mood-ku akan lebih baik.

Uriga mannage doen narul chugboghanun i bamun
hanuren dari pyoigo byoldurun misojijyo

Hye-ya maap aku br bc sms mu, td aku tidur

Kabarku baik, kau sendiri?

Aaah senangnya dpt sms darimu^^

Membaca sms itu perasaanku bukan menjadi baik, entah mengapa aku malah jadi ingin mengeluarkan tangis yang dari tadi aku tahan.

Kabarku tdk tlalu baik, aku sedang bad mood

Aah,sudahlah lupakan,maaf krn skaliny aku yg mhubungi tnyata bgini

Loh? Hei, kau knp? Crita sj klau kau mau..

Apakah krn tugas kuliahmu? Skripsimu?

Ah,sudahlah lupakan sj,, Maaf mengganggumu

Tidak mganggu,, ayo crita sj,,

Aku jd khawatir mbaca sms-mu ini,,apa perlu aku telpon?

Jangan, nnti yg ada aku hanya menangis di telp

Menangis? Apa seburuk itu?

Tidak apa,klau mnangis bs mbuat prasaanmu lbh baik

Ya mnangis sj..

Aku tidak membalas sms Donghae yang terakhir itu, sehingga akhirnya dia menelponku dan tumpah sudah air mata ku saat mendengar suaranya yang berbicara dengan nada yang khawatir. Malam itu, untuk pertama kalinya aku menceritakan segala penyebab stres yang kualami akhir-akhir ini sambil menangis kepada seorang namja, padahal tidak biasanya aku begini. Donghae sejak awal hanya mendengarkan dan memberikan sedikit nasihat dan kalimat-kalimat penyemangat kepada ku, hingga aku tenang, tidak menangis lagi dan akhirnya tertidur karena lelah.

***

Esok paginya aku bangun dengan mata yang sembab karena menangis semalaman dan mendapati ada 2 sms di ponselku, keduanya dari Donghae yang pertama

Sepertiny kau sdh tidur, baguslah lbh baik kau istirht. Bsk psti prasaanmu sdh lbh baik

Yang kedua

Smangat pagi^^ bgmn prasaanmu? Ayo tsenyum. Jgn lupa bhwa aku akn slalu mendukungmu. Hwaiting^^

Membaca sms itu, seketika membuatku tersenyum namun jg getir karena walaupun tekanan yang kualami terasa lebih ringan karena menangis semalam. Namun, sikap Donghae yang menelponku langsung dengan nada khawatir membuatku merasakan kebingungan itu lagi.

Hae-ya, kalau kau bersikap begini terus apa yang harus kulakukan?sikap pedulimu kepadaku seolah-olah kau memiliki rasa yang lebih terhadapku, bahkan kata-katamu saat itu seperti mempertegasnya.

=flashback=

Hye-ya boleh aku btanya ssuatu pdmu?

Boleh,tanyakn sj.. mau btanya sj kok minta ijin =P

Ah,sdhlh lupakan..

Loh,knp tdk jd?mmang mw tany apa sih?ayolah,jgn bwt aku pnasaran..

Benar tdk apa-apa?

Iya,tidak apa-apa. Ayo apa yg mw kau tany?

Hye-ya, apa kau merindukanku?apa kau ingin bertemu denganku?

Knp tiba-tiba kau mnanyakan hal itu?

Ah,kan kau tidak mau mjwb ptanyaanku,,sdhlh lupakn

Bkn aku tdk mau mjawab ptanyaanmu Donghae-a, tp apa kau sadar ptanyaanmu itu bs mmbuat seseorang marah?

Hmm, jujur sj aku sbenarny ingin orang yg kau mksud itu kau?

Maksudmu?

Mksdku, kau bermaksud mengatakan kalau seorang yeoja  akan marah jika aku bertanya “apakah kau merindukanku” pada yeoja lain kan?

Iya,yeoja yang marah itu tak lain ya kekasihmu.. lalu?

Aku ingin orang yg marah itu adalah kau

=end flashback=

Hae-ya bolehkah aku menunggumu hingga suatu saat nanti kau bisa berpaling padaku? Walaupun aku tahu entah sampai kapan aku harus menunggu dan sadar rasa ini hanya akan semakin banyak dan semakin menekanku hingga membuatku tak bisa bernapas dengan benar.

 

What if
It seems like you’re going to love me
Because it seems like you’re going to come to me if I wait just a little
With these anticipations
I can’t leave you
Even though I know that as time accumulates
It becomes pain

Super Junior KRY + Sungmin – What If

 

Sekian, FF dari aq,,gmn?gmn?aneh ya?

Gomawo buat yg baca smpe akhir, ditunggu komen n kritiknya jg^^

21 thoughts on “[Freelance] What If That Man…

  1. bagus kok thor…..
    sumpah,kaget aku bacanya… soalnya kok ceritanya sama banget kayak hidup aku *curhat nggakada yang nyuruh*
    makanya aku suka banget…
    bikin afstor nya sih.. penasaran gimana jadinya hae sma hye…

  2. Sm banget kaya keadaan aku sekarang T_T saran sedikit ya author. Menurutku kalo ada text sms gue dikasi tulisan from: gitu soalnya td aku baca bingung hhe itu aja saranku, nice FF author aku tunggu karya selanjutnya yaaaa :D

  3. Ya aloh babyhae playboy cap ikan buntet?! =0
    LANJUUUUTTT~ msh gantung ending’a!!

    Iya tuh,, text sms’a ksih detail’a dr siapa & bwt siapa!!

    Byk bgt nih yg kaia gni yg mnimpa qt skrg! :[

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s