[Freelance] Everlasting Love

Title                             : WooKyung Y Everlasting Love

Author                        : Tanayuki

Genre              : Romance, Friendship

Rating             : PG-13

Length             : Oneshot

PS                                : Ini ff udah pernah ku publish di blogku http://myfanfict.wordpress.com/

Annyeonghaseyo~ ini ff buat unnieku, Lim Eunkyung, hehe. Oke, ngetik ff ini penuh perjuangan -_- mungkin karena ceritanya yang terlalu gimanaaa gitu ya (?) jadi susah ngetiknya #curcol. udahlah, dari pada author banyak bacot, silahkan check this out~

 

Ryeowook ‘s POV

Aku sedang berbaring di tempat tidurku sambil mengutak-atik handphoneku. Tiba-tiba aku mendengar Yesung-hyung memanggilku.

“Wookie-ah, ada brownies girl-mu tuh!” mendengar kata ‘brownies girl’  aku langsung meloncat dari tempat tidurku dan langsung berjalan menuju pintu dorm.

“Annyeonghaseyo,oppa.” sapa gadis itu dengan senyum khasnya. Ia tampak manis denga casul dress berwarna soft pink.

“Annyeong, Eunkyung-ah.” Aku mempersilahkan dia masuk. Diapun melangkahkan kakinya masuk  ke dorm.

“Oppa, ini aku buatkan brownies kesukaanmu.” Dia menyodorkan sekotak brownies dengan taburan almond di atasnya. Aku menerimanya sambil tersenyum. Brownies buatannya memang selalu terasa enak menurutku, aku bahkan tidak akan bisamemulai hariku tanpa sepotong brownies buatannya.

“Gomawo, Eunkyung-ah. Aku juga punya sesuatu untuk mu.” Aku mengeluarkan sebuah kalung dengan bandul  perak silver yang membentuk tulisan namanya, Lim Eunkyung.

‘Aku harap dia menyukainya.’batinku.

“Indah sekali..Gomawo,oppa.” Ia tersenyum senang. Aku pun memakaikan kalung itu di leher Eunkyung.

‘Ah, kalung itu sangat cocok untuknya. Membuat dia semakin terlihat manis.” kataku dalam hati sambil memperhatikan gadis itu.

“Ehm, oppa, aku harus pulang sekarang. Gomawo-yo, untuk kalungnya, aku sangat sangat menyukainya.”

“Geuraeyo. Aku senang kau menyukainya. Hati-hati di jalan ya, Eunkyung-ah.”  Aku mengantarnya sampai depan pintu dorm.

“Ne. Annyeong, oppa.”  Dia tersenyum manis sambil melambaikan tangannya padaku. Aku menutup pintu dorm ketika Eunkyung sudah menghilang dari pandanganku.

“Ya! Wookie-ah, sepertinya kau sudah dekat sekali dengan ‘brownies girl’ mu itu. Kapan kau menjadikannya yeojachinggu?” tanya Eunhyuk hyung.

“Tenang saja, hyung. Aku sedang mencari waktu yang tepat.” jawabku sambil tersenyum kecil membayangkan wajah Eunkyung.

“Jangan kelamaan dong. Nanti browniesnya keburu diambil orang.” goda Yesung hyung padaku. Aku hanya terkekeh pelan. Sebenarnya aku memang sudah sangat ingin menjadikan Eunkyung sebagai yeojachingu, tapi,entahlah, aku belum menemukan waktu yang tepat.

 

Keesokan harinya..

Aku sedang menonton TV dengan Yesung hyung. Hari ini kami tidak memiliki jadwal apapun, jadi kami bebas untuk melakukan apapun. Biasanya aku sangat senang kalo sedang tidak ada jadwal seperti sekarang ini. Tapi sekarang aku malah bingung mau melakukan apa. Eunkyung pun tidak bisa datang ke dorm hari ini.

‘Huh, aku rindu Eunkyung..Kalau sudah begini, aku kan jadi mals melakukan apapun.’ batinku.

“Ajak saja ‘brownies girl’ itu makan malam alu kau memang merindukannya. Daripada kau hanya duduk dan terus memikirkannya.” kata Yesung hyung seolah tahu apa yang ada di pikiranku. Aku tersenyum memikirkan kata-kata Yesung hyung. Lalu aku pun mengambil handphone dan menelfonnya.

“Yeoboseyo..” suaranya terdengar lembut di telingaku. Hah, baru sehari saja, ia sudah berhasil membuatku begitu merindukan suaranya.

“ Yeoboseyo, Eunkyung-ah. Bisakah kita bertemu malam ini? Sepertinya aku sudah merindukan.. browniesmu.” Aku menggaruk kepalaku pelan.

‘Aish, kenapa aku malah jadi canggung begini.’ pikirku.

“Geuraeyo, apa perlu aku ke dorm mu sekarang,oppa?”

“Ani..ani. Nanti ku tunggu di taman dekat sungai Han jam 7 malam ya. Annyeong.”

“Arraseo, oppa. Annyeong.” Aku meutup telfonnya sambil tersenyum senang.

 

Malam harinya, aku sudah siap untuk pergi menemui Eunkyung. Aku membawa sebuket bunga lily putih kesukaannya. Akupun melangkahkan kaki keluar mobil dan duduk di kursi taman yang menghadap ke sungai Han. Ternyata cuaca disini sedang tidak brsahabat, udaranya bahkan lebih dingin dari yang ku bayangkan.Udara yang dingin seolah menusuk-nusuk tubuhku yang memang hanya memakai kemeja dengan jaket tipis. Tapi,tak apalah,Eunkyung kan akan datang sebentar lagi.

 

Eunkyung’s POV

Aku sedang berjalan menuju taman dekat sungai Han. Jaraknya memang tidak terlalu jauh dari rumahku. Saat aku sedang berjalan, tiba-tiba salju turun dengan lebatnya.Pikiranku langsung tertuju pada Wookie oppa. Pasti dia kedinginan. Akupun berlari menyeberangi jalan agar lebih cepat sampai d tempat janjian ku dengan Wookie oppa. Tapi saat aku menyeberangi jalan, aku melihat sinar yang sangat menyilaukan dari arah kananku. Tapi aku tak bisa menggerakkan kakiku, kakiku seolah sudah menempel disana. Aku merasa tubuhku di hantam sesuatu dengan sangat keras. Aku tersungkur di tepi jalan. Dan aku merasa ada sesuatu yang berbau anyir mengalir dari pelipisku, badanku pun terasa remuk dan nyeri disana-sini. Mataku seolah tak kuat lagi melihat dunia. Mataku terpejam perlahan, aku tak dapat merasakan apapun lagi. Yang aku ingat ada satu kalimat yang sempat aku ucapkan sebelum mataku terpejam.

“Wookie oppa, mianhaeyo~~”

 

 

Ryeowook’s POV

Tik…Tok…Tik…Tok… 3  jam sudah aku menunggu Eunkyung.

“Kemana dia?” desisku pelan. Mungkin tubuhku sudah membeku sekarang.

Shining star, like a little diamond.

Makes me love..

Handphoneku berdering. Panggilan dari Yesung hyung.

“Yeo..bo..se..yo, hyung.” kataku dengan terputus-putus.

“Ya!Wookie-ah! Odie? Ini sudah jam 10 malam.”

“Aku masih menunggu Eunkyung,hyung.”

“MWO?! Cepat pulang! Dia tidak akan datang.”

“Ta..pi, hyung..”

“Cepat pulang! Besok kita ada jadwal pagi.”

“Aissh, geurae,,geurae.” Aku memutus sambungan telfonku dengan Yesung hyung. Aku berjalan perlahan ke mobilku dengan kaki gemetar karena kedinginan. Aku segera masuk ke mobil setelah sempat menoleh ke arah taman sebentar, berharap dia datang.

‘Apakah dia benar-benar tidak akan datang?Kenapa dia bisa tega membiarkanku menunggu selama ini? Waeyo,Eunkyung-ah?’ batinku sebelum menyalakan mobil dan kembali ke dorm.

 

Author’s POV

Ryeowook masuk ke dalam dorm dengan susah payah. Kakinya tak mampu melangkah dengan tegap, tubuhnya pun menggigil kedinginan.

“Wookie! Ada apa dengamu? Kamu kenapa?” kata Eunhyuk dan Yesung panik melihat dongsaengnya yang terlihat seperti mayat hidup.

“Ya! Hyuk! Cepat telfon Teuki hyung dan suruh dia kemari.” suruh Yesung.Eunhyuk langsug menyambar handphonenya dan menelfon sang leader. Sementara itu, Yesung memapah Wookie ke kamar. Tak lama, Leeteuk dan Heechul muncul di dorm itu.

“Wookie kenapa?” tanya Leeteuk panik karena melihat keadaan Wookie yang sudah sangat pucat dan menggigil. Heechul langsung lari ke dapur, mengambil air hangat untuk mengompres Wookie.

“Dia menunggu gadisnya di taman dekat sungai Han tanpa memakai baju tebal di udara sedingin ini, selama hampir 3 jam.” jawan Yesung.

“Ck, padahalkan besok kita ada jadwal pagi. Hmm,Hyuk, tolong suruh manager hyung menyiapkan mobil. Kita bawa Wookie ke rumah sakit.” suruh Leeteuk.

“Yesung, tolong bantu aku memapah Wookie ke mobil, dan Heechul tolong jaga yang lainnya ya.” titah Leeteuk.

“Baiklah, Teuk. Hati-hati ya.” kata Heechul. Leeteuk dan Yesung pun mulai memapah Wookie ke mobil.

Sesampainya di rumah sakit, Eunhyuk dan Leeteuk langsung membawa Wookie ke praktek dokter jaga.

“Hyung, aku mau ke toilet dulu.” kata Wookie pelan saat Leeteuk, Eunhyuk dan dia baru keluar dari ruang praktek dokter.

“Perlu aku temani?” tanya Leeteuk polos.

“Ya! Aku bukan anak kecil lagi, hyung.” kata Wookie ketus lalu melangkah ke toilet. Kejadian yang dialaminya tadi membuat mood Wookie berantakan. Dan kalau Wookie sudah badmood maka kejutekkannya bisa megalahkan kejutekkan Heechul.

Saat Wookie sedang berjalan kembali ke tempat kedua hyungnya tadi, Wookie berpapasan dengan beberapa perawat yang sedang mendorong sebuah tempat tidur. Dan di atasnya terbaring tubuh seorang gadis dengan hampir seluruh bagian tubuhnya tertutup perban. Wookie memperhatikan gadis itu dengan seksama.

 

Ryeowook’s POV

Aku memperhatikan gadis yang sudah terlihat seperti mumi itu, entah kenapa aku merasa mengenal dan familiar dengan sosok gadis itu. Tunggu, aku melihat sesuatu yang berkilauan bergantung pada leher gadis itu. Kalung itu.. Lim Eunkyung. Gadis yang terluka parah itu adalah.. brownies girl-ku? Aku bahkan tak dapat mempercayai pengelihatanku. Akupun berlari menemui Teuk hyung dan Hyuk hyung untuk memberi tahu hal ini.

“Ya! Wookie kenapa kau berlari-lari seperti itu? Kau kan sedang sakit.” seru Leeteuk hyung tapi aku tak menghiraukannya. Aku mengatur nafasku sebentar.

“Hyung,hyung, Eunkyung ada disini.” kataku.Leeteuk hyung dan Eunhyuk hyung menatapku aneh.

“Apa yang kau bicarakan, Wookie-ah?” tanya Eunhyuk hyung.

“Iya,hyung. Eunkyung ada disini.Dia terluka parah,hyung.” Aku mencoba meyankinkan kedua hyung ku itu.

“Wookie, sudah jangan ngelantur. Mungkin itu hanya ilusimu saja.” kata Leeteuk hyung. Aigo~~ Kenapa susah sekali ya meyakinkan kedua hyungku ini?

“Tapi, aku sungguh melihatnya,hyung.”kataku dengan mimik muka seserius mungkin.Eunhyuk hyung hanya terdiam lalu menempelkan punggung tangannya di dahiku.

“Sepertinya demammu sudah akut. Kau sampai mengigau begini, ckckck.”  kata Eunhyuk  hyung dengan tampang polosnya. Aiish, bodoh sekali hyungku yang satu ini.

“Ayo, kita pulang saja. Sebelum Wookie mengigau semakin parah.” Teuk hyung langsung menarik tanganku.

“Susahnya berbicara dengan orang tua.” gumamku sambil mengerucutkan bibirku. Akhirnya, kami bertiga kembali ke dorm.

Author’s POV

Jam 10 pagi di dorm Super Junior. Semua member sudah siap untuk latihan.

“Super Junior, ayo absen dulu!” kata Leeteuk. Semua member Super Junior langsung berkumpul dan berbaris di hadapan Teukie.

“Satu, Angel Leeteuk here! Dua?”

“Lady HeeHee, disini!”

“Tiga?”

“Ddangkoma’s appa disini!”

“Empat?”

“Shin Donghee here!”

“Pumpkin?”

“Ada!”

“Monkey?”

“In the zoo!” celetuk Kyuhyun.

“Ya! Magnae! Berhenti mengatai hyungmu!” bela Donghae, Kyu hanya cemberut.

“Sudahlah..Eh, Siwon dan Wookie mana?” tanya Leeteuk.

“Siwon sedang keluar sebentar, dan aku belum melihat Wookie dari tadi pagi.” kata Heechul. Leeteuk pun langsung masuk ke kamar Wookie untuk mencarinya.

“KIM RYEOWOOK?!” seru Leeteuk. Leeteuk sedah mencari Wookie ke seluruh dorm, tapi ia tak bisa menemukan Wookie.

“Yesung hyung, kau tak tau dimana Wookie?” tanya Sungmin.

“Aku tak tau, Minnie.”  jawab Yesung.

“Jangan-jangan Wookie ke rumah sakit.” kata Eunhyuk.

“Rumah sakit?” tanya semuanya kecuali Leeteuk yang sedang sibuk menelfon Wookie.

“Ne, katanya Wookie, kemarin dia liat Eungkyung di rumah sakit. Dan katanya Eungkyung terluka parah gitu.” kata Eunhyuk.

“Itu yang Wookie liat beneran atau cuma halusinasi dia?” tanya Shindong.

“Mollaseoyo,hyung.” jawab Eunhyuk.

“Aish, kemana sih magnae itu?” tanya Leeteuk yang sudah hampir putus asa.

“Aku disini,hyung” kata Kyuhyun. Semua member langsung menatap Kyuhyun aneh. Sedangkan Kyu cuma tersenyum innocent.

“Teuk hyung, ayo kita cari Wookie di rumah sakit kemarin!” kata Eunhyuk.

“Ah, iya.Kenapa tak terpikir olehku sejak tadi. Ayo kita kesana,hyuk. Yang lainnya pergi duluan aja ke tempat latian.” kata Leeteuk lalu menarik tangan Eunhyuk.

 

Ryeowook’s POV

Aku memacu mobilku tanpa tujuan yang jelas. Daritadi aku hanya berputar-putar mengelilingi Seoul.Tanpa sadar aku memacu mobil memacu mobilku ke rumah sakit. Aku ingin memastikan apa yang kulihat kemarin benar Eunkyungku atau bukan.

Setelah aku memarkirkan mobilku, aku segera masuk ke dalam rumah sakit. Aku langsung bertanya pada suster disana.

“Annyeonghaseyo, ada yang bisa saya bantu?” sapa suster jaga itu padaku.

“Annyeonghaseyo.Aku mau tanya, apa disini apa disini ada pasien baru yang bernama Lim Eunkyung?” tanyaku.

“Tunggu sebentar..hmm, ada pasien baru bernama Lim Eunkyung yang masuk kesini lewat Unit Gawat Darurat sekitar pukul 7 malam.”

“A,,apa? Unit Gawat Darurat?”

“Iya, menurut saksi, ia tertabrak truk saat sedang menyeberang. Ia terluka sangat parah.” tubuh ku langsung lemas mendengarnya. Betapa bodohnya  kau, Kim Ryeowook.

“Kamarnya dimana?” tanyaku pelan.

“Dilantai 2 kamar 204.” akupun segera berlari menuju kamar Eunkyung. Setelah sampai di depan kamar, aku menarik napas pelan lalu membuka pintu kamarnya. Aku melihat Eunkyung sedang berbicara dengan yeodongsaengnya, Lim Eunjae. Sepertinya Eunjae sedang menulis apa yang Eunkyung katakan.

“Lim Eunkyung.” panggilku pelan. Eunkyung dan Eunjae. terlihat kaget melihatku.

“Annyeong, Wookie oppa. Aku keluar dulu ya.” kata Eunjae. Aku berjalan pelan mendekati tempat tidur Eunkyung sambil menatapnya. Tangan dan kakinya penuh perban sehingga aku tak dapat menggenggam tangannya.Tapi aku bersyukur masih dapat melihat matanya yang indah dan senyumannya yang menenangkan.

“Gwenchana, Eunkyung-ah? Kenapa kau tak mengabariku?” tanyaku pelan. Ia tersenyum manis. Aigo~ aku benar-benar tak ingin jauh darinya.

“Mianhae, oppa.Aku tak sempat,” katanya pelan. Aku memegang pipi Eunkyung lembut,. Rasanya dingin, tidak seperti biasanya.

“Oppa, mianhaeyo,” katanya tiba-tiba. Aku tidak mengerti maksudnya.

“Maksudmu apa, Eunyung-ah?” tanyaku.

“I must go, oppa,” kata Eunkyung. ku lihat matanya menghindari tatapan mataku.

“Tolong bertahanlah untukku, Eunkyung,” kataku lirih.

“Mianhae, oppa. Aku tidak bisa. Lihatlah, tangan dan kakiku patah. Pendarahan dalamku pun tak dapat diatasi lagi. Aku sudah tidak sempurna lagi, oppa,” jelasnya. Airmata mulai menggenang di pelupuknya.

“Kau akan kembali sempurna jika bersamaku! Karena kaulah yang membuatku sempurna. Aku membutuhkanmu, Lim Eunkyung,” aku menahan emosiku.

“Oppa, sungguh, aku tidak kuat lagi,” kata Eunkyung yang membuat hatiku bergetar. Aku hanya terdiam.

“Aku punya satu permintaan,” kata Eunkyung pelan.

“Apa, jagi?” tanyaku lembut. Ia pun bangun dari tidurnya dengan susah payah lalu memelukku. Aku merasa aneh. Pelukannya terasa  dingin dan kaku. Aku pun membalas pelukannya.

“Nyanyikan sebuah lagu untukku, sebelum aku menutup mataku untuk selamanya,” katanya. Suaranya terdengar makin lemah. Aku pun tak dapat menahan airmataku.

Naega saranghaetdeon geu ireum

            Bulleoboyeo nagalsurok neomu meoreojyeotdeon

            Geu ireum ijen jeogonoko na ulmeogyeo ne ane seumgo sipeojeo

            Neol saranghal subakke eobseotdeon

            Geu nareul ijen arajwoyo. Irul su eomneun sarangdo

            Saranghinikka…

Aku merasa pelukannya melonggar. Apa ia sudah pergi? Aku melepaskan pelukanku da menatap wajahnya. Matanya terpejam dalam kedamaian. Aku pun mengecup keningnya perlahan.

“Selamat  jalan, brownies girlku. Semoga tidurmu tenang,” kataku pelan.

“Wookie-ah,” aku mendengar sara Teukie hyung dan Eunhyuk hyung. Aku menghapus airmataku dan berbalik  menghadapnya.

“Gwenchana?”

“Ne. Ayo kita pulang. Dia sudah pergi,” kataku dengan lemas. Eunhyuk hyung menepuk pundakku untuk menyatakan rasa simpatinya. Tapi aku tak butuh itu, aku hanya ingin Eunkyung ku kembali.

 

Author’s POV

Mentari memancarkan sinarnya pagi ini. Cuacanya sangat bagus hari ini. Sementara itu, Ryeowook, Leeteuk, Eunhyuk, dan Yesung sudah siap untuk menghadiri pemakaman Eunkyung.

Di tempat pemakaman

“Wookie oppa, ini dari Eunkyung unnie,” kata Eunjae sambil menyerahkan kotak berwarna coklat pada Wookie, Wookie menerimanya.

“Gomawo, saeng,”kata Wookie sambil tersenyum. Eunjae pun mengangguk dan berjalan pergi. Wookie membuka kotaknya perlahan.

“Apaan isinya?” tanya Yesung penasaran. Ternyata isinya adalah kalung yang dulu Wookie berikan pada Eunkyung dan selembar surat.

“Hyung, bacain,” pinta Wookie pada Eunhyuk sambil menyerahkan selembar surat dari Eunkyung. Eunhyuk pun mengangguk.

“Dear, Ryeowook oppa. Annyeong, oppa. Kalau kau sudah membaca suratku ini, berarti aku sudah pergi. Mianhaeyo, oppa. Sudah saatnya aku pergi. Tapi oppa jangan berpikir kalau aku tidak menyayangimu. Oppa jangan pernah menghapus senyumanmu itu ya. Karena aku akan selalu tersenyum untuk oppa dari atas sini,” Eunhyuk berhenti sejenak dan menghapus air matanya yang jatuh karena terharu.

“Oppa jaga dirimu baik-baik ya. Jangan sampai kau sakit. Karena aku tidak bisa menjengukmu lagi, hehe. Oppa, kalau kau merasa kesepian,yakinlah kalau aku akan selalu hadir di mimpi indahmu. Aku akan selalu ada di setiap helaan nafasmu. Dan aku akan selalu menyertaimu, oppa. Oppa, janji ya jangan pernah sedih lagi. Aku pergi ya..Sampai jumpa lagi di surga. Annyeong Kim Ryeowook oppa. Saranghae, Yeongwonhi.”

Wookie menundukkan kepalanya dan duduk bersimpuh di samping nisan Eunkyung.

“Aku memang namja bodoh kan, Eunkyung? Aku terlalu takut untuk mengungkapkan perasaan ku padamu. Sampai akhirnya… aku terlambat dan harus kehilanganmu untuk  selamanya. Maafkan aku dan segala kebodohan yang telah kuperbuat. Tapi percayalah, kalau perasaan ku ini tidak main-main. Aku sangat mencintaimu, Eungkyung-ah. Dan aku takkan mengubah perasaan ku sampai nanti aku bisa bertemu dengamu di surga. Tunggu aku ya, Eunkyung ku. Dan berjanjilah, kau harus menjadi bidadari pertama yang menyambutku ketika aku tiba di surga nanti. Saranghae,Eunkyung. Semoga kau tenang di sana.” kata Wookie lalu meletakkan sebuket lily putih di makam Eunkyung.

“Ayo kita pulang!” ajak Wookie. Teuki, Eunhyuk, Yesung, dan Wookie pun melangkahkan kakinya pergi dari makam Eunkyung. Sebelum memasuki mobilnya, Wookie menatap langit biru yang indah sambil tersenyum.

“Rest in peace, Eunkyung-ah. Kau kan menjadi alasanku untuk tetap kuat dalam keadaan apapun. Karena aku tau, di surga pun kau pasti masih akan tersenyum padaku, walaupun aku tak bisa melihatnya, tapi aku dapat merasakannya. Saranghae, naui brownies girl,” gumam Wookie sambil tersenyum pada langit yang biru. Entah kenapa Wookie merasa ada yang membalas senyumannya dari atas sana. Senyum yang bisa ia rasakan dengan hatinya. Senyum seorang Lim Eunkyung yang dicintainya.

 

THE END~

Eottokhae? Gaje ya? Aneh? Mohon kritik dan sarannya yaa readers ^^ jangan lupa main ke blogku yaa J Gomawo~

12 thoughts on “[Freelance] Everlasting Love

  1. Nice ff , tp menurut saya feelnya kurang. Oh ya, itu si Kyuppa ya ampun lucu banget. Jadi Tambah CINTA :* SARANGHAE KYUPPA (?)

  2. itu KYU mank aneh…
    sabar ya Wookie…
    sad ending, entahlah kalau boleh jujur aku kurang suka sad, tapi kalau untuk ceritanya aku suka…
    Hwaiting!!

  3. huuaa !!!!!!! *nangis sejenceng-kencengnya ampe ngebangunin raja neptunus(?)*
    cerita terindah yg pernah kubaca!

  4. Hiks……. Pengen nangis…….tapi gengsi ada Umma-ku-_-
    Daebak ffnya, author :’3 hiks, Wookie oppa tabah sekali~
    Kyu yampun-_- songong amat sm si ‘Monyet’ oppa._. *plak* kekeke

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s