[Freelance] You and Me part 2

Title : You And Me PART 2(2)

Author : Hwang Min Rin

Main Cast : Eunhyuk and OC (Lee Sohee )

Support Cast : Kyuhyun , Lee Sora

Rating : AG (All Age)

Genre : Romance

Ps : Mohon bantuannya kalau banyak typo dan kesalahan yang tidak sengaja, dan maaf kalau alurnya berantakan.

Enjoy, and don’t forget to comment, because your comment is my spirit

Lee Sohee POV

Sudah 2 hari ini aku mengurung diri di dalam kamar, keadaanku sungguh tidak pantas di lihat. Rambutku sudah tak terbentuk lagi, wajahku lusuh karena air mata.

Keadaanku benar-benar parah, sungguh memalukan saat harus mengaki semua ini gara-gara seorang lee Hyukjae.

Apakah seperti ini rasanya sakit hati.

Sesak, hanya untuk menghirup oksigen saja sulit .

Sesak, ruang hatiku ini terlalu penuh olehnya.

Sesak, butiran air mataku tak mau berhenti . Sakit rasanya .

Saat kau tahu orang yang kau sayanggi, bukan milikkmu lagi. Saat dimana ada seseorang yang berada di hatinya, selain kau. Saat kau tahu, kau bukan menjadi seseorang yang memiliki hatinya sepenuhnya. Saat kau harus membagi ruang hatinya untuk orang lain, rasanya menyakitkan.

Dan, dia bukan milikkmu lagi.

Apa aku sanggup mengambil hati ku yang selama ini aku titipkan kepadanya .

Apa aku sanggup melepaskan hati yang selama ini dia titipkan kepadaku, dan menyerahkannya pada orang lain.

Apa aku sanggup untuk membuka hati ini untuk orang lain, padahal tidak ada sejengkalpun ruang di hatiku ini untuk orang lain, kenapa ? Karena seluruh ruang hatiku sudah penuh olehnya.

Dan Apakah aku sanggup menerima kenyataan bahwa ada seseorang yang menitipkan hatinya di ruang hatinya juga.

Apa aku sanggup ?

TIDAK, aku tidak akan pernah sanggup. Untuk berfikir aku menerima kenyataan ini sungguh sulit. Apalagi untuk menerima kenyataannya secara langsung. Tidak akan pernah.

Tapi aku bukan tuhan yang menetapkan sesuatu, aku hanya manusia biasa, yang hanya bisa menerima semua yang telah di tetapkan tuhan, dan pasrah dalam melakukannya.

Aku juga tidak akan berani memaksanya jikalau itu semua benar. Jikalau dia memang mencintai yeoja itu.

Aku bisa berbuat apa, mungkin aku yeoja yang egois. Tapi saat orang yang ku cintai, bahagia bersama orang lain. Apa aku sanggup menghancurkan hatinya hanya untuk menjadi milikku sepenuhnya. Aku yakin aku tidak akan sanggup melakukannya.

Semua ini terlalu rumit, sulit untuk mencari ujung benang dalam benang kusut ini.

~~~

Kukuatkan diriku untuk berdiri, turun dari kasur ini. Ku langgkahkan kakiku keluar kamar. Kamar yang tak pantas disebut kamar, karena keadaannya yang sangat parah.

Seprei kasurku sudah tidak pantas di sebut seprei, kusutnya di mana-mana. Barang-barang kotorku berceceran di lantai kamar, berantakan.

Kuambil segelas air, ku teguk beberapa teguk. Seharusnya rasa air ini segar, tapi entah kenapa rasa hambar yang aku kecap.

Ku dengar suara bel berbunyi, ting tong. Ku langkahkan kakiku dengan malas, menuju pintu.

“ Kyu  “ kataku. Kyu sahabatku datang, pasti untuk menemuiku. Keadaanku sangat kacau sekarang, tak pantas dilihat. Untung hanya Kyu yang datang.

“ Ckckck, lihat dirimu, sangat parah !“ kata Kyu, mengejekku .

“ Terserah “ balasku, sambil duduk di sofa ruang TV sekaligus ruang tamu di apartemenku ini.

Kenapa sekarang aku berada di apartemen, dan bukan di rumah ? Karena aku tidak mau ketahuan menangis selama 2 hari karena patah hati oleh appa. Jadi ku putuskan untuk menginap di apartemen milikku umma. Untunglah aku membawa kunci apartemen ini. Dan untunglah appa percaya pada alasanku untuk tinggal di apartemen saja, karena lokasinya berdekatan dengan kantor appa. Dan yang paling penting, hanya Kyu yang tahu aku menginap di apartemen ini.

Setelah kejadian itu, akhirnya aku tahu bahwa yeoja itu adalah yeojachingu Lee Hyukjae. Namanya Hyoyeon, cantik ? Iya. Dia adalah seornag artis juga, sama dengan Hyukjae.

Dia cemburu denganku, pasti. Setelah Hyukjae berkata bahawa aku bintangnya. Dia langsung memandangku dengan tatapannya, yang tak bisa kuartikan, tajam.

Yeoja itu terus meminta penjelasan dari Hyukjae, tapi dia tetap diam. Dan aku ? Sama dengan Hyukjae aku masih terdiam, masih belum sanggup menerima kenyataan ini.

Akhirnya aku tersadar saat Kyu menyenggol bahuku, mengajakku keluar dari ruanggan ini. Akhirnya aku menurut, itu memang lebih baik. Sebelum keluar ruangan ini, tatapanku bertemu dengannya, Hyukjae. Tatapan matanya lembut, penuh dengan kasih sayang yang tulus. Ku balas dengan tatapan mata yang tak kalah lembut, tulus dari hatiku.

Tatapan matanya seperti mengisyaratkan bahwa dia masih milikku, apakah aku bisa mempercayai tatapan matanya. Seharusnya aku bisa, tapi logikaku selalu mengatakan bahwa itu hanya tatapan mata dan arti dari tatapan mata itu bisa diartikan apa saja.

“ Mandilah ! “ perintah kyu, membuyarkan lamunanku.

Ku turuti perintahnya, melihat keadaanku seperti ini. Mandi memang solusi utama.

Ku langgkahkan kakiku ini menuju kamar mandi. Ku usap wajahku dengan air, rasanya lebih baik. Segar. Ku tatap  pantulan wajahku di kaca westafel. Keadaanku sangat parah, lebih parah dari yang ku pikirkan.

Wajahku sangat lusuh dan pucat. Bibirku pucat pasi. Pipiku penuh dengan bekas air mata. Ku usap wajahku ini lagi. Mencoba menghilangkan bekas air mata ini.

Ku ganti pakaianku ini, baru aku sadar ternyata aku tidak mengganti pakaian selama 2 hari. Pantas aku merasa risih.

Ku langgkahkan kakiku menuju ruang TV, tapi ternyata Kyu tidak ada di sana. Dan ternyata dia sedang duduk di ruang makan. Kuarahakan tatapan mataku ke meja makan. Dan betapa terkejutnya aku, ketika ada beberapa piring yang penuh makanan.

Perutku bergejolak , menandakan bahwa aku harus menggisinya dengan makanan ini. 2 hari ini aku hanya makan beberapa roti, untunglah aku sempat membeli beberapa roti di bandara kemarin.

“ Kau yang memasaknya ? “ tanyaku pada Kyu, seperti tak percaya bahwa dia yang memasaknya. Kyu itu tidak pandai sama sekali dalam bidang memasak.

Apa 8 tahun ini dia belajar memasak, tapi yang ada di otaknya itu hanya game saja.

“ Tenanglah, aku membawanya dari dorm. Ryeowook hyung yang memasaknya “ katanya meyakinkanku. Ryeowook, siapa dia ? Salah satu member boybandnya itu ?

“ Ryeowook hyung itu salah satu member boybandku, dia sangat  pandai memasak “ katanya seolah dia dapat membaca pikirannku.

Kuambil sesendok nasi serta lauknya. Rasanya enak, apa yang dikatakan Kyu benar. Ryeowook memang pandai memasak.

Kuhabiskan makananku, sedangkan Kyu masih asyik bermain game di PSPnya. Dia tetap sama, masih menggilai game rupanya.

“ Kau menanggisi Eunhyuk hyung ? “ tanyanya kepadaku, tapi tatapan matanya tak beralih dari layar PSPnya. Menyebalkan, dia berbicara dengan siapa sih ?

“ Jika benar, kenapa ? “ kataku. Tidak ada yang bisa di tutupi lagi kan ? Semua sudah jelas sekarang.

“ Kau mencintainya ? “ tanyannya lagi, masih tidak menggalihkan pandangganya dari PSPnya.

“ Apa aku masih boleh untuk mencintainya lagi ? “ tanyaku, lebih tepatnya menanyakan pada diriku sendiri.

“ Kenapa tidak ? “ jawab Kyu. Arah pandangganya berubah dari PSPnya ke arahku.

“ Dia bukan milikku lagi Kyu, sudah ada Hyoyeon sekarang. “ jawabku datar. Tapi taukah kau, saat mengucapkan ‘dia bukan milikku lagi ‘, hatiku bergetar, masih tak sanggup menerima kenyataan ini.

“ Dia milikmu Sohee, bukan Hyoyeon unnie “ jawab Kyu, yang sukses membuatku bingung. Yeojachingu Hyukjae itu Hyoyeon, dan mana bisa dia menjadi milikku.

“ Mungkin Hyoyeon unnie memiliki raganya, tapi dia tak mampu memiliki hatinya. Karena hatinya sudah kau milikki Sohee “ kata Kyu. Kata-kata Kyu membuatku terdiam, berfikir cukup lama.

“ Percayalah padaku, aku tidak berbohong. “ katak Kyu, seperti bisa membaca pikiranku.

“Dan… kemaren Eunhyuk hyung memutuskan hubungan mereka “ kata kyu tiba-tiba. Yang sukses membuatku terkejut . Apa ? Dia memutuskan hubungannya dengan Hyoyeon untuk ku, mustahil.

“ Jinja ? Kau tidak berbohong kan ? “ tanyaku antusias. Seakan tidak bisa menutupi rasa gembiraku ini.

“ Iyaa, bahagia sekali kau “ kata Kyu yang di ikuti kekehannya .

Menyebalkan dia menertawakanku, tapi masa bodoh, yang penting sekarang  itu Hyukjae. Dia memutuskan yeojachingunya hanya untukku, ahh aku masih belum bisa percaya. Terlalu mengejutkan , sulit di percayai.

“ Gunakan kesempatan ini Sohee, untuk mendekati Eunhyuk hyung “ saran kyu.

Apa ? Mendekati nya ? Saran yang aneh, seorang yeoja mendekati namja. Tapi boleh juga untuk di coba.

Mungkin kemarin tempat di hati Hyukjae sedikit terbagi karena yeoja itu, dan sekarang aku harus bisa memastikan bahwa seluruh ruang di hatinya hanya untukku seorang, egois ? Apakah itu penting ? Masa bodo dengan hal itu.

“ Baiklah !! “ jawabku mantap penuh semangat.

“ Jinja ? “ tanya Kyu seolah tak percaya, dan di ikuti dengan tatapan anehnya.

“ Iya ! Kau kan yang memberiku saran seperti itu. Harusnya kau mendunkungku, bodoh ! “ jawabku .

“ Haahaha, ku kira harga dirimu cukup kuat untuk tidak melakukannya, aigoo “  katanya mengejekku dan di ikuti dengan tawanya yang menyebalkan.

“ Arghh . Peduli ! “ sergahku .

Ku tinggalkan kyu yang masih menertawakanku, sungguh menyebalkan.

“ Kalau kau mau mendekatinya, dekati dulu keluarganya “ saran kyu tiba-tiba.

He ? Mendekati keluarganya ? Apa maksdunya. Ku hentikan langkahku, berbalik menghadap Kyu. Kyu melihatku dengan tatapan evilnya. Menarik,  sepertinya dia mempunyai ide yang bagus.

“ Maksudmu apa Kyu ? “ tanyaku langsung.

“ Kau dekati dulu nunnanya , kalau kau mendapatkan hati nunnanya. Kau pasti akan lebih mudah untuk mendapatkannya “ saran Kyu. Lumayan menarik , tumben dia pintar.

“ Lumayan, kapan aku bisa bertemu dengan nunnanya ? “ tanyaku.

“ Sebentar lagi, dia sedang dalam perjalanan menuju sini “ kata Kyu yang sukses membuatku terkejut, sebentar lagi nunnanya akan datang, aigoo . Apa yang harus kulakukan ?

“ Apa ? “ kataku kaget.

“ Sudahlah tidak ada waktu lagi untuk kaget, berdandanlah sana. Percantik dirimu, agar nunnanya terpikat “ saran Kyu, yang di ikuti anggukanku.

Sebelum aku menuju kamar, kupeluk Kyu. Dia memang sahabat yang paling baik. Dia ada di saat aku membutuhkan sosoknya. Tanpa aku meminta kehadirannya, dengan senang hati dia menolongku.

“ Gomawo sahabatku, Kyu… “ kataku masih sambil memeluknya.

“ Ne, sekarang lepaskan pelukanmu ini, sesak tau !“ perintah Kyu.

Ku turuti perintah Kyu untuk melepaskan pelukan ini, sudah lama tidak memeluknya, rasanya aneh. Terakhir kali aku memeluknya, sekitar 8 tahun yang lalu, saat aku di bandara untuk bertolak ke Inggris.

“ Jika Eunhyuk hyung tau kau memelukku, pasti aku akan habis di tanggannya “ kata kyu dengan tatapan seolah-olah  dia takut dengan Hyukjae.

“Hahaha “ tawaku pun meledak. Membayangkan dia cemburu dengan Kyu gara-gara aku memeluk  Kyu, membayangkannya saja sudah menyenangkan apalagi jika itu terjadi, aku yakin rasanya 100 kali lipat menyenangkan.

Kutinggalkan Kyu dan PSPnya menuju kamar. Berdandan untuk mempercantik diri.

~~~

Cantik , kataku dalam hati. Memuji diriku sendiri. Rambutku ku gerai bebas. Wajahku ku poles tak terlalu tebal, tipis saja sudah cukup. Aku ingin menampilkan wajah naturalku, itu sudah cukup untuk mempercantik diriku. Ku genakan dress biru laut, dress ini adalah dress favoritku.

Ku langkahkan kakiku  keluar kamar, dan terlihat Kyu masih memainkan PSPnya di sofa tuang TV.

“Sudah selesai ? “ tanyanya, masih menatap PSPnya.

“ Ne “ jawabku singkat.

“ Sebentar lagi nunna Sora akan datang duduklah “ perintahnya, masih menatap PSPnya, menyebalkan. Tapi tadi kyu menyebut Sora, oooo. Ternyata nama nunna Hyukjae itu Sora, pasti nama lengkapnya Lee Sora, batinku.

“ Sora yaa “ gumamku.

“ Kenapa ? Kau baru tahu ? “ tanya kyu seolah tak percaya.

“ Ne, memang kenapa ? “ tanyaku heran.

“ Ku kira kau dan Eunhyuk hyung sudah lama dekat, tapi kenapa kau baru tahu sekarang  “ kata kyu.

“ Memang, tapi aku dan dia jarang sekali menceritakan tentang keluarga kita masing-masing. Mungkin juga dia tidak tahu bahwa appaku bossnya sendiri “ kata ku. Benar juga mungkin dia tidak tahu, bahwa appaku sendiri adalah bossnya.

“ Mungkin “ kata Kyu datar.

Suara bel berbunyi, ting tong. Menandakan ada tamu.

“ Pasti itu nunna Sora, sana bukakan pintu ! “ perintah Kyu dan di ikuti anggukan ku.

Ku langgkahkan kakiku  menuju pintu, rasa gugup tiba-tiba menyerangku. Bertemu dengan nunnanya, entah kenapa aku merasa gugup.

Seharusnya aku tidak usah merasa gugup, tapi dia itu nunna dari namja yang aku sukai. Mana mngkin aku tidak gugup.

‘Apa dia menyukaiku? Apa aku terlihat cantik sekarang ? Bagaimana jika dia tidak merestui hubunganku dengan Hyukjae jika dia tidak menyukai penampilanku, bagaiman ? ‘ pertanyaan bodoh itu muncul begitu saja dalam pikirannku, membuatku merasa gugup.

Ku tarik nafasku, dan menghembuskannya, mencoba menghilangkan kegugupanku. Kutarik kenop pintu ini, dibalik kenop pintu ini ada seorang yeoja, yang aku tebak umurnya tidak jauh dari Hyukjae. Dia cantik, senyumnya tidak lepas dari wajah cerianya.

“ Silahkan “ kataku pada akhirnya. Mencoba menutupi kegugupanku.

Nunna Hyukjae cantik, senyum tulusnya yang manis tidak pernah hilang dari wajahnya. Membuat semua orang pasti tertarik dengannya. Setiap melihat senyum nunnanya aku pasti ingat dengan senyum Hyukjae, sama, batinku.

Keadaan sekarang ini benar-benar kikuk, aku duduk disamping nunnanya, dan Kyu duduk di sofa satunya. Setelah mengambilkan minuman dan beberapa snack tidak ada pembicaraan diantara kami. Kyu, jangan tanya, dia lebih memilih PSPnya dari pada kami.

“ Silahkan coba kuenya.” Kataku akhirnya, mencoba menghilangkan kekikukan ini.

Akhirnya Sora unnie mencoba snacknya, “ Enak “ pujinya singakat, yang diikuti anggukanku.

“ Kau Sohee yang sering dibicarakan Hyukjae-kan ? “ tanyanya. Sering dibicarakan Hyukjae ? Jadi selama ini Hyukjae sering menceritakan tentangku pada nunnanya, aigoo.

“ Ne  “ jawabku dengan tersipu malu.

“ Hyukjae sering bercerita tentangmu, ayolah berceritalah tentang dirimu dengannya, aku sangat penasaran. “ rajuknya, memintaku untuk menceritakan tentang kami.

“ Tentang kami ? “ tanyaku lagi, memastikan apa yang harus kuceritakan padanya.

“ Tentang apapun, pokoknya tentang kalian ” rajuknya lagi, sambil menyenggol bahuku.

“ Ah, kami bertemu di taman “ jawabku malu-malu.

“ Bertemu di taman ya ? Sama dengan yang diceritakan Hyukkie “

“ Ne “ jawabku singkat, dengan menundukkan kepalaku.

“ Emm kapan Hyukkie menyatakan cintannya, kapan ? “ rajuknya lagi, dengan menyenggol-nyenggol bahuku.

“ 8 tahun yang lalu “ jawabku dengan tersipu malu. Menceritakan kisah cintaku dengan orang lain, entah mengapa rasanya malu sekali, aigoo. Dengan Sahabatkku Kyu saja tidak pernah, dan ini dengan nunna orang yang aku cintai.

“ Ahh sudah lama yaa, tapi tenang dia masih mencintaimu. Kau tahu ? Hanya kamu yeoja yang pernah diceritakan Hyukkie kepadaku “ kata Sora unnie, he hanya aku ? Lalu, dengan Hyoyeon bagaimana ?

“ Jinja ? Hanya aku ? Sedangkan Hyoyeon bagaimana unnie  ? “ tanyaku antusias.

“ Iya hanya kamu, dia tidak pernah cerita tentang Hyoyeon, aku bahkan kaget saat tau dia mempunyai kekasih selain kamu “ kata Sora unnie.

Hanya aku ? Benarkah ? Berarti hanya aku yeoja yang diceritakan kepada noonanya, ahh berarti aku yeoja yang special, aigoo.

Sora unnie, sekarang aku harus memanggilnya unnie, dia yang menyuruhku memanggilnya seperti itu, bahkan dia sempat menggodaku untuk memanggilnya dengan sebutan kakak ipar, aigoo. Membuatku malu saja, apalagi Kyu juga ikut-ikut bercerita tentang masa laluku. Tentang aku sering menghumbar senyum setelah aku bertemu dengannya, tentang aku yang sering pulang lebih awal hanya agar lebih cepat bertemu dengannya di taman, tentang aku yang belajar membuat kue, membuat kue untuk Hyukjae, padahal aku ini anti masuk dapur. Tapi setelah kejadian belajar membuat kue palah membuatku jadi senang memasak.

Dan Sora unnie juga bercerita tentang Hyukjae yang rela membelikanku kue, dan rela membuatkanku kalung. Dan saat ini aku baru tahu jika kalung itu dia sendiri yang membuatnya, yang aku tahu dia membeli. Jangan salahkan aku jika aku mengira seperti itu, dia tidak pernah menceritakan apapun padaku. Sora unnie juga bercerita tentang saat Hyukjae menceritakan kisah awal pertemuan kami, saat aku menghampirinya, dan bilang bahawa unnie yakin jika saat itu Hyukjae sedang jatuh cinta, aigoo jadi kami saling jatuh cinta di saat yang sama.

Dan tiba-tiba ada suara bel berbunyi di sela-sela pembicaraan kami.

“ Siapa ya ? “ tanyaku.

“ Mungkin Eunhyuk hyung? “ kata Kyu datar seakan itu bukan hal yang pantas di kejutkan, aigoo. Hyukjae akan datang, dasar kyu pasti dia sengaja tidak memberi tahuku, sialan.

“ Kyu.. “ kataku dan menatap kyu tajam, sialan anak ini.

“ Bukakan pintunya Sohee, ayolah ” perintah Sora unnie yang diikuti kekehan dari Kyu, sial. Jika  Sora unnie yang memerintah mana mungkin aku berani menolak, toh hanya membukakkan pintu saja kan?

“ Ne “ jawabku. Dan kyu menatapku, seolah dia sedang mengejekku, sialan ‘awas kyu akan membalas perbuatanmu’ batinku.

Kulanggkahkan kakiku menuju pintu, entah kenapa semakin dekat dengan pintu palah semakin berat kakiku kulanggkahkan, sial. Tadi aku sanggup mengatakan hanya toh membukakkan pintu, tapi sekarang aku benar-benar takut.

Takut melihat matanya, apalagi aku sudah tahu bahwa dia memutuskan Hyoyeon hanya karenaku, bahwa hanya aku yeoja yang diceritakannya pada nunnanya, bahwa hanya aku yeoja yang dibuatkannya kalung dengan susah payah.

Aku harus membalas tatapan matanya dengan apa ? Aku bingung.

Kutarik nafas sebentar, mencoba membuatku rileks. Tapi sepertinya sia-sia, karena sebelum bertemu dengannya saja jantungku sudah berdegup kencang, apa aku sanggup untuk mengatur degup jantung ini saat nanti berhadapan dengannya ? Sepertinya jawabannya tidak, karena saat ini, saat dia berhadapan denganku, aku benar-benar tidak bisa mengatur degup jantungku ini, kencang sekali.

Kebiasaan burukku saat berhadapan dengannya adalah aku tidak bisa mengatur degup jantungku ini, memalukkan.

Dia berdiri dihadapanku, dia tersenyum dan senyumnya masih sama, masih menawan. Dan sekarang aku memperhatikannya, dia tampan sekarang menggunakan kaus tipis berwarna abu-abu, rupanya dia masih menyukai warna itu. Dipadukan dengan celana jeans, dan sneakers. Terlihat simple tapi tetap tampan.

“ Bolehkah aku masuk ?“ tanyanya, memecah lamunanku.

“ Ne, silahkan“ jawabku sambil menyingkir, memberi jalan padanya.

Kami berdua berjalan beriringan, entah kenapa aku jadi ingat saat dia mengantarkanku pulang, hari terakhir kami bertemu sebelum aku aku bertolak ke Inggris. Saat itu kami  jalan beriringan seperti ini, entah kenapa rasanya nyaman saat kau berjalan di sebelah orang yang kau cintai, bukan di belakangnya maupun di depannya. Tapi di sampingnya untuk melewati kehidupan ini bersama, berdampingan, untuk memecah teka-teki kehidupan bersama.

Karena cinta di ciptakan untuk dua makhluk yang salin mencintai, untuk menyusun teka-teki kehidupan bersama, benarkan ?

“ Hi hyung ! duduklah di situ  “ sapa Kyu pada Hyukjae dan menunjuk sebelah tempat ku, dan baru aku sadar Sora unnie telah berpindah tempat disebalah Kyu, sial. Dasar mereka. Kutatap kyu seolah-olah mengisyaratkan bahwa aku kan membalas semuanya.

Akhirnya Hyukjae menuruti Kyu untuk duduk disampingku, karena memang tidak ada tempat lagi. Suasana menjadi sangat kikuk, aku masih terdiam, masih mencoba mengatur detak jantungku yang bodoh ini.

Sudah lama sekali kami tidak duduk bersebelahan seperti ini, mungkin 8 tahun yang lalu. Biasanya kami akan duduk di bawah pohon di taman, saling menceritakan kisah kami, dan diikuti canda dan tawa, tapi kenapa sekarang aku merasa sangat gugup. Mungkin karena itu sudah lama sekali, dan saat-saat seperti ini sangat aku tunggu-tunggu, aku sangat rindu sekali dengan saat seperti ini, akhirnya ini terjadi juga, batinku.

“ Emm nunna bagaimana jika kita makan siang di luar, aku lapar “ kata kyu tiba-tiba memecah lamunanku. He ? makan diluar bersama unnie, dan meninggalkan kami berdua, dasar kyu. Sekali evil akan selalu evil !

“ Aku akan memasakkan untuk kalian “ kataku tiba-tiba. Aku tidak sanggup hanya di tinggal berdua dengannya, pasti aku akan mati kegugupan jika hanya bersamanya, aku belum sanggup.

“ Ahh jangan kau disini saja dengan Hyukkie, ya Hyuk ! “ tolak Sora unnie.

“ Ne nunna “ jawab Hyukjae dengan menundukkan kepala, pasti dia juga malu sekarang. Sempurna, batinku.

Dan akhirnya mereka berdua meninggalkan kami sendirian, jangan tanya lagi, suasananya sangat kikuk. Aku masih terdiam, dan dia juga.

Dan tiba-tiba pintu apartemenku terbuka, dan terlihat kepala Kyu muncul dari balik pintu.

“ Heh Eunhyuk hyung, berbicaralah sesuatu, Sohee sangat rindu padamu hyung” kata kyu tiba-tiba dan sukses membuatku malu, sial anak itu. Kulempar bantal kecil kearahnya dan sialnya dia lebih cepat bersembunyi dibalik pintu itu, dan diikuti kekehan dari Kyu dan Sora unnie, sial.

“ Pindah ke teras saja yuk “ kataku pada akhirnya, pasti jika aku tetap disini mereka akan menguping. Dan di jawab dengan anggukan oleh Hyukjae.

Dan akhirnya kami berdua duduk di kursi panjang di teras apartemenku, pemandangan perkotaan muncul di hadapan kami, langit siang yang cerah, burung-burung bertebanggan. Angin sepoi-sepoi menyapu wajah kami, menyegarkan kami di teriknya sinar matahari.

“ Bagaimana keadaanmu ? “ tanyanya.

“ Gwenchana, kau ? “ tanyaku balik.

“ Gwenchana “ jawabnya singkat.

“ Kau sekarang sudah menjadi artis terkenal ya ? Chukkae “

“ Ne, gomawo. Ini semua juga berkatmu , terimakasih telah memberiku semangat”

“ Cheonmaneyo, Hyoyeon unnie cantik, dan sepertinya baik “ kataku tiba-tiba, dan dia menatapku seolah-olah dia bersalah.

“ Mianhae, aku tidak mencintai dia, sungguh “ katanya meyakinkanku.

“ Aku hanya menggapnya sebagai seorang adik “ katanya lagi.

“ Tapi dia tidak menggap kau seperti itu, benarkan ? “ . Entahlah tidak bisa dipungkiri ada sedikit rasa sakit saat mengetahui dia bersama yeoja lain, dan rasa sebal saat tau dia bersama yeoja lain, sedangkan aku ? Aku sama sekali tidak sanggup menatap namja lain, tapi dia bahkan mempunyai yeojachingu.

“ Mianhae, dia memang menggapkau lebih dari seorang kakak, dan karena desakkan dari beberapa member dan karena aku juga tidak enak menolaknya terus menurus, akhirnya aku menerimanya.” katanya sambil menatapku memberi keyakinan bahwa yang dikatakannya tulus dari hatinya.

“ Percayalah padaku So-ah “ katanya lagi. Dia memanggilku So-ah, aku benar-benar rindu dengan panggilan itu, biasanya aku akan menolak jika tidak dipanggil dengan nama lengkapku , Sohee. Tapi entah kenapa aku memperbolehkan dia memanggilku seperti itu, dan hanya dia yang ku beri ijin untuk memanggilku seperti itu.

“ Aku percaya “ kataku sambil membalas pandangganya. Memebalas memandangnya dengan pandanggan tulus pula.

Hatiku luluh hanya dengan melihatnya menatapku seperti ini, hanya mendengarnya memanggilku dengan So-ah. Hatiku benar-benar luluh, lagian kenapa sekarang aku harus membahas masalah itu, lagi pula dia juga telah memutuskan hubungannya kan, tapi bagaimana dengan keadaan yeoja itu.

“ Tapi dengan Hyoyeon unnie, bagaimana ? “ tanyaku .

“ Dia baik-baik saja “ jawabnya. Tapi aku yakin semua itu tidak sama dengan hatinya, pasti hatinya hancur sekarang. Aku ini yeoja juga sama dengannya, aku tahu rasanya. Saat kita mencintai seorang namja dan ternyata namja itu tidak membalas cinta kita, pasti menyakitkan.

“ Dia baik-baik saja diluar Hyuk, tapi di hatinya, pasti dia merasa sakit sekarang “ kataku.

“ Aku juga yeoja, aku tahu rasanya “ kataku.

“ Apa kau tahu rasanya menunggu seseorang selama 8 tahun So-ah ? Apa rasanya juga tidak menyakitkan ? “ katanya . Aku hanya bisa terdiam.

“ Menunggumu selama 8 tahun, tanpa harapan. Kau meninggalkanku tiba-tiba, mengejutkan. Kau tahu 1 tahun setelah kau pergi, setiap hari aku datang kerumahmu, datang ke taman, berharap kau duduk di kursi itu sedang menungguku. Berharap semua ini hanya mimpi. Sesering apapun aku meyakinkan diriku sendiri bahwa ini hanya mimpi, tapi itu semua tidak akan berhasil karena ini bukan mimpi ini nyata So-ah.Kau selalu hadir dalam mimpiku, aku selalu memelukmu dalam mimpiku, meyakinkan diriku sendiri bahwa nanti saat aku terbangun, kau ada di sisiku So-ah “

“ Bahkan aku sudah seperti mayat hidup tanpa tujuan, setiap hari aku datang ke taman, menunggumu hingga nunna memaksaku pulang. Seperti itu terus, sampai aku terjatuh sakit, aku tidak mau makan apapun, yang aku mau hanya kau So-ah. Hanya kau !!“ Katanya sambil menundukkan kepala, aku tahu sekarang dia ingin menanggis. Reflek aku memeluknya, dan dia membalas pelukanku.

“ Mianhae Hyuk… , aku memang bersalah “ kataku dan tiba-tiba air mataku menetes. Dan diikuti dengan tetesan air mata yang lain.

“ Kau tidak akan meninggalkanku lagi kan ? “ tanyanya, masih memelukku.

“ Tidak akan “ jawabku lirih.

“ Janji yaa “ katanya lagi.

“ Ne… “ jawabku singkat

“ Jangan menanggis lagi So-ah “ katanya sambil mengelus rambutku. Aku rindu dia mengelus rambutku seperti ini. Lembut. Aku juga rindu saat dia menenagkanku seperti ini, aku rindun dengannya, bahkan sangat rindu.

Setelah aku bisa meredakan tanggisku ini, dia melepaskan pelukan kami. Dia memandanggiku, lama sekali. Membuatku gugup.

“ Hey ! “ kataku dengan menggerak-gerakkan tanganku di mukanya, mencoba mengalihkan pandanggannya.

“ Ne….“ katanya sambil memalinggkan wajahnya, dan semburat merah muncul di pipinya sepertinya dia malu, lucu.

“ Kau tambah cantik “ pujinya tiba-tiba, oke pasti sekarang wajahku sudah semerah kepiting, sial.

“ Aku rindu padamu “ katanya tiba-tiba. Dan tiba-tiba dia menyenderkan kepalanya di pundakku, sial. Aku rindu saat kami saling menyenderkan kepala seperti ini. Aku rindu saat menyenderkan kepalaku di pundakknya, aku rindu bau rambutnya, aku rindu hangat pundaknya, sial aku benar-benar rindu padanya.

Tiba-tiba aku juga menyenderkan kepalaku juga di kepalanya, semua ini seperti tidak ada perintah. Kami saling menyenderkan kepala seperti ini, seperti memang seharusnya seperti ini.

Entah berapa lama kami saling terdiam, masih saling menyenderkan kepala. Aku terlalu nyaman dengan ini hingga rasanya ingin menghentikan waktu. Rasanya ingin seperti ini saja, bersamanya.

“ Aku rindu saat-saat seperti ini “ kataku tiba-tiba.

“ Aku juga “ katanya.

“ Are we couple now ? “ tanyanya tiba-tiba. Aku hanya terdiam.

“ Menurutmu ? “ tanyaku balik. Entah kenapa, hatiku cemas, aku harap dia menjawab iya.

“ Saranghae “ katanya menggengam tanganku tiba-tiba.

Ku balas genggaman tanggannya, dan dengan tegas aku menjawab, “ Nado saranghae “ .

Dia menegakkan kepalanya, dan reflex aku juga menegakkan kepalaku. Dia memandang mataku dengan tulus, menandakkan dia mencintaiku.

“ Aku rindu padamu “ kataku manja, sambil menyenderkan kepalaku. Dia juga menyenderkan kepalanya ke kepalaku.

“ Aku juga… Aku ingin selalu seperti ini, jangan tinggalkan aku lagi yaa “ katanya, sambil menggengam tanganku, ku balas genggamannya.

“ Lihat, burung-burung itu ! “ katanya, sambil menunjuk gerombolan burung-burung yang sedang terbang.

“ Kita akan seperti itu kan “ katanya lagi, sambil menunjuk 2 burung yang saling berdampingan. Sepertinya mereka pasangan.

“ Maukah kau berada di sampingku selalu, kita hadapi masa depan bersama yaa “ katanya, menggenggam tanganku lebih erat.

Ku pejamkan mataku. Tuhan bolehkan aku meminta sesuatu. Aku tidak akan meminta, nanti di masa depan aku tidak akan menemui masalah kecil maupun berat, tapi bolehkan aku meminta. Saat aku menemui masalah itu. Dia tetap berada di sampingku seperti ini, menemaniku menghadapi masalah itu dan menyelesaikannya bersama, bolehkah ?

~ dua orang yang saling mencintai di persatukan oleh cinta, untuk menyusun teka-teki kehidupan bersama- by me~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7 thoughts on “[Freelance] You and Me part 2

  1. wow ff nya bagus bgt… main ya gak comment di part 1 baru baca hari ini soalnya.. salam kenal ya? aku reader baru hehe :)

  2. sebelumnya, author mau minta maaf buat hyoyeon-enhyuk shipper, semua yang ada di cerita itu cuma buat jalan ceritanya aja…
    dan makasi buat admin yang udah mau post :)

  3. Y ampun 8 taun hyukiepa waiting?! (o_0)
    So sweet bgt de mreka!

    Sohee, klau kau msh ign hdup jng prnh kau sruh babykyu masak! Aq ga mw kmu knp2! *kyu murka* hahahaha~

    Tp mskpn gtu dt berjasa ^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s