[Freelance] Two Flavours In One part 1

Author: Zara Syahvina

Tittle: Two Flavours In One part.1―full part

Rating: PG―13

Length: Chaptered

Genre: Comedy, Romance

Main cast: Jung Yoonji, Kim Kibum.

Support cast: Kim Jonghyun, Kim Ryeowook, Jun, Yoonji umma,

Disclaimer: ini cerita asli punya saya. Asli dari otak saya, dan imajinasi saya. Dan ini aman untuk dikonsumsi *?* (~^˛^~). Semoga suka.^^

 

Two flavours In One part.1(hee ? ige mwoyaa?!)

21:09 KST @bus

 

Dia terus memperhatikan  yeoja itu . yeoja yang membuatnya tidak menentu

‘pssst!’ pintu bus terbuka . Dia melepaskan jaketnya, dan lalu meletakkannya di badan yeoja yang diperhatikannya sedari tadi. Karna saat ini Seoul sedang musim salju, dan yeoja itu tidak memakai pakaian hangatnya . Setelah kembali merapikan letak jaketnya , orang itu tersenyum dan kemudian turun dari bus tersebut .

****

“Nona, nona hey! Ireona! Ini sudah sampai ditempat tujuanmu!”

“Hh~ .. hoam…. Gomawo” ucap orang yang dipanggil ‘nona’ itu

“Ya. Jun! Ini jaket milik siapa ?” Tanya yeoja tadi

“Mollayo. Aku tidak mempehatikannya” jawab Jun

“Oh yasudahlah … annyeonghasimnikka Jun! Sampai jumpa esok !” . orang yang bernama Jun hanya tersenyum

 

“Siapa pemilik jaket ini?” Tanya yeoja itu sembari melihat jaket yang dipegangnya. Dia merasa familiar dengan jaket ini.

“Hoaaaaaaam… aku belum puas tidur.. (=o=).” Gerutu yeoja itu, kemudian masuk kedalam rumahnya .

 

****

 

Paginya …

“Yoonji-aaaaaa~ !!” panggil nyonya Jung dari luar kamar Yoonji

“Ne amm…zzzz.” Jawab Yoonji yang masih telungkup di tempat tidurnya.

Nyonya Jung yang sudah emosi pun membuka pintu kamar Yoonji yang tak terkunci sembari memegang ember

“Yoonji-aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~! Ireona ! Jangan kira walaupun hari ini, hari Minggu . Kau bisa malas-malasan, tidur-tiduran ya. Bantu umma sekarang! Yoonji! Ireona!.” Pekik nyonya Jung sambil menggoncang goncangkan tubuh Yoonji.

“Ne umma, 2 menit lagi. Aku bangun..sss.” Jawab Yoonji yang kembali kealam tidurnya (?).

“2 menit..? tadi kau minta 10 menit. Oke umma turuti, sekarang kau minta 2 menit lagi?? Aish! Tidak ada menit-menitan! Bangun sekarang juga atau umma beri kau…. Igeo!”

Yoonji pun menaikkan kepalanya sembari melihat benda apa yang ummanya maksud.

“Huh? Hanya ember? Haaaah.. umma jebal… aku tidak akan bangun hanya dengan ember…” sahut Yoonji kembali menidurkan kepalanya .

“Bukan hanya itu Yoonji sayang.. tapi di dalamnya ada sesuatu…” jawab ummanya sembari tersenyum super duper amat manis (?)

“Mwo? Air? Haah itu juga tidak akan membangunkan ku umma sayang.” Ujar Yoonji membelakangi ummanya.

“Bukan.. tapi ini!.” Yoonji melihat apa yang ingin ummanya pamerkan .nyonya Jung pun memamerkan isi ember itu , isi ember itu , air dan..

KODOK !!” pekik Yoonji nyaris jantungnya keluar dari hidung(?)

“Hahaha. Sekarang…… Neo~! Bangun sekarang juga! Ada daftar belanjaan yang harus kau beli hari ini . kalau kau tidak bangkit dari tempat tidur sekarang juga . umma akan berikan kodok ini . Arayo?!” sembari mendekatkan diri ke tempat tidur Yoonji

“Yayayayayaya! Umma! Menjauh dariku! Jebaal~. Baiklah aku bangun. Menjauh dariku sekarang juga!.” Ucap Yoonji memelas

Umma Yoonji tersenyum puas, kemudian keluar dari kamar. Yoonji mengikat rambutnya. Lalu entah mengapa dia menjadi merinding tidak jelas. Mungkin karena melihat kodok tadi. Dia tidak membayangkan kalau seandainya kodok itu nemplok ditempat tidurnya.

“Hiiii~” ucapnya sembari merinding disko.

Kemudian dilihatnya jaket yang semalam.

“Ya.. siapa pemilikmu? Pemilikmu sungguh baik kepadaku. Ya! Apa aku gila? Aku berbicara dengan jaket? Aish jinjja!.” Ucapnya gaje sambil mengambil handuk dan kemudian masuk kedalam kamar mandi.

 

****

“Apa saja yang harus aku beli umma ?” Tanya Yoonji ketika sudah selesai mandi.

“Igeo.. tidak terlalu banyak..” Jawab nyonya Jung sembari memberikan daftar belanjaan dan uangnya.

“Baiklah umma. Aku pergi dulu..” Ucap Yoonji sembari keluar dari rumah.

 

Yoonji mulai membaca pesanan ummanya hari ini

“Susu, ikan salmon, tomat, snack favorit, bumbu tom yum, pasta gig, sabun, pembersih wajah, teh celup, keju, kol. Uang kembalian untuk mu membeli bubur.. haaaah? Segini sedikit? Kata umma ini sedikit? Sedikit begini banyak gimana??” Tanya Yoonji yang heran dengan ummanya yang tersayang itu.

“Yoonji annyeong!”

“Ah, annyeong Jonghyun-ah. ada apa?”

“Tidak ada apa-apa. Kebetulan aku lewat dan melihatmu.”

“ohh.. mm, kau mau kemana?.” Tanya Yoonji pada namja yang bernama Jonghyun itu.

“Aku mau ke toko buku, kau sendiri?”

“Aku mau ke supermarket. Yasudahlah kalau begitu. Sampai jumpa besok Jonghyun-ah. Annyeong^^.”

Mereka pun berpisah.. Yoonji ini adalah siswa SMA Gangnam, tingkat pertama. 1 minggu yang lalu dia baru saja selesai menjalani masa orientasi siswa atau MOS di SMA Gangnam. naah Jonghyun atau lengkapnya Kim Jonghyun tadi sahabat dan juga teman seangkatan di SMA-nya dan juga tetangga Yoonji, mereka sudah bersahabat sejak SD, dia baru mengenal Jonghyun saat SD karena, dia sangat jarang keluar rumah. Dan baru dipertemukan saat SD . Yoonji juga mempunyai sahabat yang bernama Ryeowook, Kim Ryeowook. kalau yang ini adalah teman seperjuangan Yoonji dari SMP sampai SMA saat ini. tidak heran mereka satu SMA juga, karena mereka mempunyai sekolah favorit yang sama. Naah kalau Jun itu sahabatnya Yoonji juga, mereka berkenalan di saat Yoonji mulai bepergian sekolah dengan bus. Jun dengan Yoonji memiliki tanggal lahir yang sama, tapi hanya berbeda waktunya saja :D. Sesungguhnya Jun itu adalah cinta pertamanya Yoonji saat dia kelas 2 SMP pertengahan semester 2. tapi hubungan mereka kandas*azze bahasooo!* karena Jun menyuruh Yoonji untuk fokus belajar terlebih dahulu. Mungkin aneh berpacaran dengan—yang mungkin bisa disebut— kenek bus, tapi bagi Yoonji itu tidak masalah.. sebenarnya orang tua Jun mapan, malah sangat mapan, tapi karena katanya dia ingin mandiri—yang Yoonji rasa sangat berlebihan— dia ingin menjadi kenek bus .benar-benar aneh (=o=)a, dan akhirnya mereka memutuskan untuk bersahabat saja.

 

“Haaah, snaaack kau dimana? Hanya kau satu-satunya belanjaan yang belum aku beli. Tolonglaaah, jebaal, tunjukkan pesonamu. Aku ingin makan bubur. Aku lapar snack. kasihanilah aku snack.” Ujar Yoonji lemas, sembari terus mencari snack favorit ummanya itu. Saat sedang seru bermain petak umpet dengan si snack(?) akhirnya dia menemukan snack itu. Senyumpun terukir dan terkembang di wajahnya itu*caah fenomenal bet bahasanya(=w=)b*. Yahahaha~ akhirnya dewi fortuna berpihak padanya, dia bergegas mengejar snack itu. Karna itu adalah snack yang kesekian dan terakhir~ XD.

Yap! Yoonji mendpatkan snack itu, hahaha. Akhirnya dia bisa makan jugaa~ XD.*author senang*

“Ya! Lepaskan, ini snack punyaku.” Ucap seseorang yang juga memegang snack yang Yoonji pegang tadi. Ah kalau begini kapan aku bisa makannya? b(=3=), pikir Yoonji. Dia memasang tampang setenang mungkin.

“Maaf tuan yang saya hormati. Snack ini, saya yang mendapatkannya duluan. Jadi saya mohon lepaskan snack ini, sekarang juga!” pinta Yoonji menahan emosi sembari menarik snack yang tadi dipegangnya itu. Tetapi sayang, orang yang berkelamin namja ini tidak mau melepaskan snack tersebut. Yoonji menatap ganas pada namja itu seolah-olah berkata LEPASKAN-SNACK-INI-SEKARANG-JUGA-!. Namja itu dengan polosnya menggelengkan kepalanya.

“Ya! Lepaskan snack ini. Ini punyaku walaupun aku belum membayarnya, tetapi ini aku yang mendapatkannya duluan. Jadi kumohon lepaskan snack ini!” Ujar Yoonji sembari menarik snack itu.

“Sirho! Aku tidak mau. Aku yang mendapatkannya duluan. Aku yang menyentuh snack ini duluan, lepaskan snack ini! ini punyaku.”

“Anio! Ini punyaku. Lepaskan sekarang juga, ini punyaku. Pu-nya-ku. Ara? Punyaku!”

“Bukan. ini punyaku, sudah kubilang aku yang mendapatkannya duluan!”

“Aku!”

“Aku!”

“Aku! Sudahlah mengalah saja, ladies first. Sini!” Ujar Yoonji sembari menarik snack itu.

“Aku tidak akan mengalah. Tidak peduli mau ladies firstlah apalah, inilah, itulah atau apasaja. Sini! Ini punyaku! Milikku ! Jiwaku !” Ucap namja itu tidak jelas. Jujur saja Yoonji megira namja ini autis (=A=).

“Jebal~ ummaku…. Ini snack untuk ummaku, snack ini favorit ummaku. Kumohon. Kalau aku tidak membawa snack ini, aku akan dimarahi. Jebal.” Ujar Yoonji memelas.

“Sirho! Ini untuk halmeoniku, dia akan sekarat kalau tidak memakan snack ini. Siapa yang lebih parah?!” Tanya namja itu. Yoonji menganga horror. Ini diluar perkiraan Yoonji! Masa seorang halmeoni akan sekarat kalau tidak memakan sebungkus… snack?! . Sekarang dia yakin kalau namja itu bukan autis lagi, tetapi gila!

“Ohya? Kau jangan mengada-ngada!”

“Aku tidak mengada-ngada. that’s real!” Sahut namja itu. Sudah banyak orang yang menonton gratis perkelahian mereka, dan pemilik supermarket ini sudah berdiri di depan mereka sedari tadi mereka mulai tarik-tarikan snack. Dan mereka belum sadar-sadar juga. (=3=)

“Ehem! Permisi nona-tuan. Jika anda ingin membuat supermarket saya rusuh, anda-anda dapat keluar dari supermarket ini sekarang juga.” Ucap pemilik supermarket esmoni tingkat dewa (?).

Yoonji pun berpikir, mengalah dengan namja ini apa pulang dgn tangan kosong? Kalau ia pulang dengan tangan kosong kan dia akan dimarahi umma habis-habisan. Honestly, kalau umma memarahi Yoonji, satu hari dimarahi itu rasanya seperti 2500 tahun lamanya (=M=)v. dan dia pun melepaskan snack itu, dan memberikannya pada namja gila itu. Orang-orang yang sedari tadinya melihat pun akhirnya bubar. Namja itu hanya tersenyum pada Yoonji. Yoonji dan namja itu bergegas ke kasir untuk membayar belanjaan.

“Mianhamnida ahjussi, aku tidak bermaksut untuk membuat supermaretmu ricuh, rusuh  atau apapun itu. Tapi karena namja ini! Dia yang memulainya duluan!” ucap Yoonji sembari menunjuk namja yang di sebelahnya itu yang disebutnya ‘namja gila’ .

“Mwo?! Ya! Kau bilang aku gila?! Kau yang memulainya duluan! Kenapa jadinya aku!” sahut namja itu tidak terima dengan suara pelan.

“Semuanya 25.000 won, nona.” Ucap sang pemilik kasir yang tak lain adalah pemilik toko. Tetapi, Yoonji tidak menggubris sang pemilik toko. Ia terlanjur emosi dengan namja yang satu ini. Pemilik toko kembali emosi (?).

“Ne, aku bilang kau gila. Kau tidak suka? Memang kau gila ’kan? Masa nenekmu sekarat jika tidak memakan snack itu? Kalau obat tidak apa juga. Ini.. snack~?”

“Memang iya kok!”

“Terserah apa katamu namja gila!”

“Yeoja idiot!”

“Kau juga idiot!”

“Kau saja yang idiot!”

“Aku masih waras. Tidak sepertimu!”

“Kau benar-benar gila!”

“Kau lebih gila dibanding aku!”

“Kau..” / “Kau..”

“EHEM !” dehem sang pemilik supermarket.

“mianhamnida ahjussi… berapa tadi ahjussi? Hehehe (^^’)v.” Tanya Yoonji tak tau malu .

“25.000 won (=±=)” jawab ahjussi itu dengan malas tingkat apartemen

Yoonji pun memberikan uangnya, dan ahjussi itu memberi kembalian uang pada Yoonji. Lalu disusul oleh namja itu, namja itu pun membayar snack yang diperebutkan. Yoonji sudah keluar dari supermarket itu, tapi disusul lagi oleh namja itu .

“Hahaha~, kau benar-benar yeoja babo yang pernah kutemui! XD.” ucap namja itu mendadak

Yoonji mengernyitkan dahinya dia tidak mengerti apa yang dimaksut oleh namja itu*caiillaaah, “Maksudmu?” Tanya Yoonji tak mengerti.

“Hahaha, sebetulnya snack itu buat anjingku, bukan untuk halmeoniku. Kukira kau tidak akan percaya, ternyata…… kau MEMPERCAYAINNYAAAA~~~, hahahahaha. Sampai jumpa besok yeoja babo!” ucap namja itu sembari lari dan tertawa terbahak-bahak edan, sableng, gila, crazy, babo  bergabung menjadi satu(?).

Yoonji hanya menganga komedi tak percaya, jadi dia ditipu?! Tenaganya habis untuk merebutkan snack. Dan akhir-akhirnya dia… DITIPU?!. Ah entah apa yang dirasakannya saat . Ia ingin menjambak rambut coklat namja itu hingga botak, tetapi rasa emosinya dikalahkan dengan rasa laparnya yang sudah ditunda-tunda 45 menit yang lalu. Sekarang perutnya sudah membagong buta minta diisi (?).

“Aaa~ umma, sabarlah perut, kau akan kuisi. Yaksok.” Ucap Yoonji sembari melihat jam di hapenya.

“MWOYA?! 10.40?! Andwae ! Kedai buburnya akan tutup!” Ucap Yoonji sembari berlalri menuju tempat bubur yang dimaksudnya.

****

Yoonji terus berlari ke tempat bubur yang di maksutnya.

Omma, aku harus sampai tepat waktu, kalau tidak, yang sampai dirumah hanya jasadku, gumam Yoonji yang masih berlari.

“Omoooo~~, ajhumma! Tunggu, jangan tutup dulu.. haaah.. haah..”  Ucap Yoonji ngos-ngosan.

“Yoonji-a, kau darimana? Kenapa lari-lari begitu? Aku belum mau tutup kok!” Ucap ajhumma yang tak lain adalah pemilik toko bubur langganan Yoonji.

“Huh? Belum?” Lalu dilihatnya jam yang ada didinding kedai bubur dan menyamakannya dengan jam hape-nya. Di jam dinding itu terpampang jam 9.05

“AISH JINJJA! IGE MWOYA?! JAM HAPE-KU CEPAT 1JAM!”rutuknya. Padahal dia sudah capek-capek lari-larian menuju tempat bubur ini dan ternyata jamnya kecepatan =.= .

“Hahaha. Kau pesan apa Yoonji-a?” Tanya ajhumma itu ramah

“Bubur dan air putih hangat, ajhumma.” Jawabnya sembari mengipas-ngipas lehernya dengan tangannya. Ajhumma itu hanya tersenyum dan mengambil pesanan Yoonji. Yoonji mengingat kesialan yang menimpa dirinya hari ini. Haah rasanya lelah sekali.. semoga saja ummanya tidak memarahinya jika pulang agak terlambat.

“Ini Yoonji-a. Selamat menikmati!^^.” Yoonji hanya tersenyum dan mengangguk, dengan sigap diambilnya langsung bubur dan air putih sesuai dengan yang ia pesan tadinya. Orang-orang berlalu lalang melewati kedai bubur itu, hanya dia sendiri yang makan disitu. Tidak biasanya, pikir Yoonji.

“Chogiyo. Ajhumma, issoyo??” Tanya seseorang tiba-tiba. Orang itu langsung duduk di samping Yoonji. Yoonji terus saja melahap buburnya, mungkin dia sangat lapar,-

“Ne, anak muda.” Jawab ajhumma

“Aku pesan satu jumma.” Ajhumma hanya mengangguk dan mengambilkan pesanan namja itu

“Ya! Kau lagi… kenapa aku bertemu denganmu lagi?! Jinjjayo.” Ucap namja itu. Yoonji membelalakkan matanya. Diminumnya air putih yang tadi dia pesan. Dia mengenal suara itu. Jangan pertemukan aku dengannya lagi, pikir Yoonji. Dengan perlahan dia menoleh kearah pemilk suara itu.

“Ppprrppph!!” Yoonji menyemburkan air yang tadi dia ingin telan, tetapi ketika melihat namja ini tenggorokan Yoonji rasanya dilanda oleh amandel yang sangat besar. Sehingga dia tidak bisa menelan air dengan baik. Namja yang di depannya ini hanya menganga komedi.

“Ya! Kau! Kenapa kau.. kau mengikutiku ha?!” Tanya Yoonji dengan mimik muka tidak percaya.

“Kau.. kk.. kau! Kau malah memarahiku?! Setelah kau menyemburkan air ke wajahku kau tidak minta maaf?!”

“Ya! Untuk apa aku minta maaf? Kau saja tidak ada minta maaf setelah mengerjaiku di supermarket tadi! Huh!” ucap Yoonji sembari melipat kedua tangannya di depan dada.

“Ya !”

“Waeyo?! Waeyo ?! Kau sekarang mengikutiku! Untuk apa ha?!” Tanya Yoonji percaya diri

“Aku tidak mengikutimu! Kau yang mengikutiku!”

“Naega? Mengikuti mu? Haha jangan bodoh! Sudah jelas aku yang datang ke tempat ini duluan!”

“ya.. aku―”

“Sudahlah! Aku lelah terus bertemu denganmu!” ucap Yoonji ngambek, dia mengambil selembaran uang dan meletakkannya di meja tadi, “Ajhumma, aku pulang dulu. Ini uangnya.. uangnya pas. Annyeong.” ucap Yoonji malas

Namja tadi hanya mendengus senang (?)

 

****

 

“Ummaa~ aku pulang …(=w=)” ucap Yoonji

“Ah ye. Kenapa lama Yoonji-a?”Tanya umma

“Mianhamnida umma tadi ada sedikit masalah, aku ke atas dulu ya umma.” Ucap Yoonji, kemudian melangkah menuju kamarnya. Selama dia menuju kamar dia hanya mendengus kesal. Entah kenapa.

“Aaahhh …” desah Yoonji sembari menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidurnya. kemudian dilihatnya jaket yang tergantung di kursi belajarnya. Ditatapnya jaket itu ..

“Siapa pemilik jaket itu…?” Lalu diambilnya jaket itu, ditatapnya kembali jaket itu lekat-lekat(gimana sih bahasanya ? ‘jaket itu kembali ditatap lekat-lekat’ atau ‘kembali melihat jaket itu lekat-lekat’ ? au ah tengkurep =o=a)

“Ya, jaket. Pemilikmu pasti keren seperti bentukmu… ya ‘kan? Siapa kira-kira pemilikmu ini? Apa kau bisa memberi tahuku siapa pemilik jaket ini?” ucap Yoonji mulai kehilangan kesadaran(memasuki tahap gila maksutnya#plakk).

“Apa pemilikmu ini adalah pangeran ku? Ya ! Yoonji, kau gila! Kau berbicara dengan benda mati T^T.” Lanjut Yoonji kembali ke dunia aslinya (?). Dia kembali menidurkan badannya. dia tersenyum dan kemudian tertidur ..

 

****

Hari ini, siswa SMA Gangnam kembali ke sekolah. Hari ini juga hari yang Yoonji tidak sukai, karna, sesuai mata pelajaran yang diberikan kemarin setelah MOS ternyata jam pelajaran pertama adalah, geografi pelajaran yang tidak disukainya, selama 3 jam pula! Pelajaran itu benar-benar membosankan baginya.

“Yoonji-a himnaae~^^.” Ucap teman sebangku Yoonji. Kim Ryeowook  .

“Hmm… aku tidak bisa. Ya, Kim Ryeowook kau suka pelajaran ini ya?” Tanya Yoonji malas . Wookie hanya mengangguk semangat .

“Waeyo ?”

“Han senim, mirip dengan umma-ku..” Jawabnya berbinar-binar.

Yoonji : (jomplang ke belakang)

Yoonji hanya tersenyum pasrah dengan sahabatnya yang satu ini. Terlalu innocent, tapi kadang-kadang innocent-nya itu membuat Yoonji tertawa dan kadang juga emosi.

“Ya, Kim Ryeowook. Lusa lalu aku tertidur di bus, malam hari. Saat aku bangun, dibadanku sudah ada jaket seseorang. Aku sudah menanyakannya pada Jun, tapi dia tidak tahu… =o=”

“Lalu? Kau ingin mengembalikan jaket itu?”

“*tabok Wookie*tentu saja iyaa babo.. kalau pemilik itu punya jaket satu, trus tiba-tiba saja ada badai salju, bagaimana dengan nasibnya?!”

“Ah ara~”

“Aku sangat penasaran siapa pemilik jaket itu. Karena.. baru sekali ini ada orang yang mungkin tidak kukenal begitu baik atau memperhatikanku..”ucapnya dengan pandangan menerawang.

“Jung Yoonji, Kim Ryeowook ! perhatikan saya sedang menjelaskan !” ucap Han senim jutek , Yoonji langsung menatap Ryeowook seoal-olah bertanya apa-ummamu-jutek-begitu-?, Ryeowook tersenyum penuh arti sembari menatap Yoonji seolah menjawab begitulahh-umma-saranghaeyo~-! . Yoonji hanya tertawa kecil

****

 

Dikantin, saat pelajaran pertama telah usai.

“Kyaaaaaaaaaaaaa~~, dia disini! Aaaaaaa~” Ucap yeoja-yeoja yang ada di kantin, Yoonji menengok ke arah yeoja-yeoja tadi dengan bingung. Ada artis ya?, tanyanya dalam hati.

“Ya, Kim Ryeowook, Kim Jonghyun, bawa apa?” Tanya Yoonji sembari membuka tempat bekalnya.

“Aku bawa jajangmyeon, kau mau?” tawar Jonghyun.

“Bulgogi, kau mau?” tawar Ryeowook kemudian

Yoonji hanya menggeleng pelan kemudian memakan bekalnya .

“Ya, ada apa dengan yeoja-yeoja tadi? Disekolah kita ada seleb ya?” Tanya Yoonji polos.

Jonghyun dan Ryeowook hanya menahan tawa melihat tampang mengenaskan Yoonji.

“Kau tidak tau ya Yoonji? Yeoja-yeoja itu sedang mengincar seseorang.” Jelas Jonghyun

“Betul itu Yoonji-ah. Masa kau tidak tau? Saat MOS dia namja yang paling sering dibicarakan” tambah Wookie

“Hm?. Nuguga ? Aku sudah lupa…(=A=)v”Tanya Yoonji sembari minum

“Kim Kibum, tau? Yang biasa dipanggil Key.” jawab Jjong

“Key? Ah! Yang itu! Yang… aku lupa.. ah~~” Ucap Yoonji.

“Ck! Yoonji-ah. Kau ini benar-benar tidak peka terhadap sekitar…” ucap Jjong lemas. Wookie hanya mengangguk-ngangguk. Yoonji hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian nyengir sendiri.

“Pekalah dengan sekitar Yoon-ah.” Ucap Wookie.

“Akan aku coba. Hehe(^w^”)”

 

****

 

Yoonji bersenandung pelan, saat ini dia berada di lorong sekolah menuju WC. Ya pasti sudah tau.. dia ingin membuang zat sisa hahaha

“Ya. Kau yeoja kemarin?” Tanya seseorang dibelakang Yoonji. Yoonji menghentikan langkahnya, kemudian dilihatnya sekelilingnya. dia memastikan bahwa orang yang dibelakangnya itu berbicara dengannya

“Hmmm? Chogiyo… kamu siapa ya? Kemarin apa?” Tanya Yoonji sesopan mungkin.

“Ya! Kau amnesia?” Tanya namja ini.

“Ye? Maksudnya? Amnesia? Naega? Haha aniyo..”

“Ya. Kau jangan pura-pura babo!” Yoonji mengernyitkan dahi.

“Supermarket,” lanjut namja itu. Yoonji membelalakkan matanya. Ini… Pria gila yang ada di supermarket!, pekiknya dalam hati

“Kk…ka..kau! Namja gila kemarin? Omo. Kenapa kau mengikutiku?!”

“Namja gila? Ya! Kenapa kau masih menyebutku namja gila?”

“Ya karna kau memang gila.”

“Yeoja idiot!”

“Ya! Kau juga idiot!”

“Hah? maaf kau saja yang idiot jangan mengajakku…”

“Yang mengajakmu siapa?! Dasar kau yeoja idiot”

“Ah ribut!”

“Kau yang ribut!”

“Kenapa jadi aku?!”

“Karna kau ribut!”

“Ada apa ini?! berkelahi di jam pelajaran? kalian mengusik jam pelajaran saya!” omo, itu suara guru di SMA Gangnam. Yoonji dan namja itu ingin melarikan diri. Tapi apa daya. Kerah jaket seragam mereka berdua telah di pegang oleh sonsaengnim yang dia tidak ketahui siapa namanya.

“Seniiimm~, ampuni aku. Aku tidak bersalah.. aku tidak berkelahi dengannya .. lepaskan aku senim” ucap Yoonji dan namja itu yang berusaha melepaskan cengkraman  senim yang tidak tau siapa namanya.

“Seniiim, aku belum sempat buang air~, lepaskan kerah bajuku. Jebalyo, senim~” ucap Yoonji.

“Kalian ikut saya ke kantor!”

Yoonji dan namja itu hanya pasrah mengikuti senim dengan cara diseret badan mereka membelakangi senim. Ckckckck…

****

Di ruang BK

“Kalian kenapa bertengkar disaat jam pelajaran berlalu?”Tanya senim menyelidik

“Dia yang memulai duluan!”ucap mereka serempak, sambil menunjuk satu sama lain.

Senim : mengerutkan jidatsssssssss*?*

“Mana mungkin aku yang memulainya duluan!” ucap mereka serempak lagi

“Siapa yang memulainya duluan? Kau atau kau?” tanya senim

“Sudahku bilang bukan aku!” serempak lagi.

“Aku tidak mungkin memulainya senim. Begini, awalnya aku pergi ke WC, lalu dia datang, dia memancing emosiku. Dan aku tidak jadi buang air senim. See? Aku tidak salah ‘kan? Berarti aku boleh pergi ‘kan?” Tanya Yoonji langsung. Belum sempat senim tersebut menjawab, namja itu langsung mengeluarkan suara.

“Ya! Kenapa jadinya aku?” Tanyanya tak setuju.

“Kan memang kau penyebabnya,–”

“Kau yang penyebabnya!”

“Kau!”

“Kau!”

“Kau! gara-gara kau, aku tidak jadi pipis. Kau tau?!”

“Kau! Gara-gara kau juga aku jadi dipanggil guru BK!”

“Kalian berdua saya hukum!” sahut senim berapi-api*?*

“We-we..waeyooooooooooo?!!!!!!!!!” Tanya Yoonji tidak terima.

“Kalian berdua, cabuti rumput yang ada dihalaman sekolah. Saya masih ada urusan yang lain, selamat beraktifitas.” ucap senim dingin dan keluar dari ruangan BK.

Yoonji dan namja itu hanya berjalan menuju halaman sekolah, Yoonji hanya merengut dari tadi, tampangnya bagaikan baju yang tidak pernah digosok selama 24 jam *penting gitu?*.

“Haduuh~, pengen pipis~~”

“Sudah, pergi sana ke WC. Nanti kau malah sakit.” Ucap namja itu. Yoonji menatap namja itu.

“Nanti kau kabur.”

“Tidaaak. Aku akan menunggumu. Aku orang yang bertanggung jawab kok!” kilahnya, Yoonji pun percaya dan kemudian mereka ke WC.

 

――――――

 

Yoonji menarik rumput-rumput dengan sadis, dia masih murka dengan namja yang dengan sedang senang-senang menyabuti rumput. Ini hobinya?!, Tanya Yoonji dalam hati.

“Kenapa kau tidak mengaku saja kalau kau itu salah? Kan pasti tidak seperti ini jadinya” Ucap Yoonji yang masih mencabut rumput dengan murkanya.

“Aku tidak bersalah”.

“Kau bersalah!”.

“Kenapa dari tadi kau memojokkanku sih?!”

“Karna kau memang pantas disalahkan!!”

“Ya! Kenapa jadinya marah-marah?!”

“Siapa yang marah?!”

“Kau yang marah-marah!”

“Aku tidak marah-marah kok! hah! Menjauh dariku! sana sana sanasana!!” ucap Yoonji plus mendorong namja itu agar menjauh darinya.

“Siapa yang mau dekatan dengan yeoja gila sepertimu..”

“Ya kau! Kau ini laki-laki tetapi sifatnya seperti ajhumma-ajhumma!,-  aku meragukan dirimu, kau ini laki-laki apa wanita yang sedang menyamar menjadi laki-laki (=o=). ” Ucap Yoonji gak berperasaan.

“Yak kau! Kau ini perempuan tetapi sifat kau sepertih arabeoji ku. Aku juga meragukan dirimu huh,-” Jawab itu namja… berperasaan sih sebetulnya, gak sadis kaya Yoonji—.—

“Oh ya? Siapa kali ini yang jadi harabeojimu? kucingmu, huh?” ledek Yoonji.

“Yak! aish jinjja!”

“Diam sajalah kau itu… kalau kau mengajakku kelai terus pekerjaan ini tidak akan selesai. Ara?!”

“Kenapa kau mengaturku?!”

“Kenapa kau jadi marah-marah?”

“Siapa yang marah-marah?!”

“Kau yang marah-marah!”

“Aku tidak marah!”

“Kau lagi PMS ya?”

“Ya! Kau gila! Aku namja asli! Bukan sepertimu yeoja tidak jelas. Sudah tidak jelas , idiot pula..”

“Ya ya ya ya ya! Apa kau bilang?”

“Kau yeoja tidak jelas, idiot pula ;p”

“Apa kau bilang?! Aku idiot! kaaaaaaaaaaaaaaaau! blablablabblablabla.” Pertengkaranpun berlanjut tapi di skip karna terlalu panjang. Pertengkaran semakin riuh, sanking lamanya mereka berkelahi, jam pulang sekolah pun sudah berbunyi. murid-murid yang sudah keluar dari kelasnya masing-masingpun menonton aksi gratis itu dan tidak di skip*jadi bagi  yang ingin tau yang kaga di skipnya , tanyain aje ame siswa Gangnam yang nonton. Hehe*gedebug*dilempar bakso daging sapi gelonggongan.

“Yayaya! Ada apa lagi ini?!” ucap senim yang tadi menghukum Yoonji dan namja itu.

Yoonji dan namja itu menoleh. (menoleh kearah Senim tersebut secara slow motion).

Namja itu langsung memegang tangan Yoonji kemudian berkata secara slow motion juga “LAAAARRRIIIIIII!!!!!” mereka berdua lari menerobos murid-murid yang menonton ‘duel seru’ mereka, Yoonji mengikuti namja itu, mereka lewat belakang sekolah menuju kelas masing-masing. Ternyata kelas mereka bersebelahan.

“Hueh! Parah! Tenagamu sebesar apa sih?! Segituya mencengkram tanganku! sakit buk!”omel Yoonji sembari memegang pergelangan tangannya yang memerah.

Namja itu hanya tersenyum icut eh salah maksud saya tersenyum kecut . kemudian masuk kedalam kelasnya.

Yoonji masuk kedalam kelasnya dan mengambil tasnya kemudian dilihatnya HP-nya. di HPnya tertera ‘2pesan’ yang berasal dari Ryeowook dan Jonghyun. mereka berdua menanyakan keberadaan Yoonji yang hilang begitu lama bagaikan tisu yang dihanyutkan di sungai ._.

Yoonji tersenyum kemudian ia keluar dari kelasnya.

Namja tadi tersenyum melihat Yoonji yang keluar dari kelas dengan riang , seolah tidak ada masalah yang dilaluinya sama sekali hari ini

 

****

 

“Jonghyun, Wookie-ah !!” ujar Yoonji sembari berlari kearah Jjong dan Wookie . Mereka berdua hanya menoleh dan memberhentikan langkahnya

“Hah! Maaf. Kalian menunggukukan? :D. Apa sudah lama menungguku? Mianhae..” Tanya Yoonji segan

“Tidak. Ayo pulang!” jawab Wookie

“Kau dari mana Yoonji-ah? Tadi kau tidak masuk pelajaran 3 sampai terakhir. Kau menghilang begitu saja. Trus saat sudah pulang, aku melihatmu lari-larian sama Key…. Ada apa ini??” tanya Wookie tersenyum jail yang diikuti dngan Jjong

“Ya ! Ya ! Kenapa kalian tersenyum mesum begitu?” Tanya Yoonji sembari melihat Jjong dan Wookie

“Ya ! Jung Yoonji ! aku mana bisa senyum mesum… akukan hanya bisa tersenyum amat sangat maniss(~^˛^~)” Ujar Wookie yang PD-nya bukan sulap sihir(?)

Yoonji dan Jjong menatap Ryeowook dengan pandangan Jijik , walaupun dalam hatinya mereka mengiyakan perkataan Ryeowook ._.

“Jangan salah sangka dulu. Tadi itu aku tidak masuk jam pelajaran karena dihukum, aku tidak memulainya duluan. Tapi namja itu yang memulai duluan, sehingga terjadilah perkelahian antara aku dan dia*d’masiv mode : idup*. Lalu datanglah senim yang tidak aku ketahui namanya, melihatku dengan namja itu berkelahi. Dan membilang kalau aku dan namja itu mengusik jam pelajaran dia. Padahal kelas dia itu jauh bagaikan ngesot dari Seoul ke Mokppo dari tempat aku dan namja itu berkelahi. (=o=). Dan akhirnya aku dan namja itu dihukum. Jadi namanya Key? Yang Kibum itu? . tampangnya sangat sesuai dengan sifatnya” jelas Yoonji panjang lebay

“Terus lari-larian pegangan tangan tadi ngapain cobaa??” Tanya Jjong

“Memang kenapa tampangnya?” Tanya Wookie juga

“Tadi dia menyelamatkanku ah.. aniyo . Tadi kami menyelamatkan diri dari senim yang menghukum kami tadi, yang mungkin berniat menghukum kami lagi.. lalu ya begitu… tampangnya itu sangat sesuai dengan karakternya… tampang gila,-” ucap Yoonji ketus . kedua temannya hanya tertawa medengar cerita Yoonji .

“Wookie, kami duluan ya!” ucap Jjong-Yoon serempak saat sudah berada didekat rumah mereka. Merekakan tetanggaan. Wookie hanya mengangguk dan tersenyum kemudian melambaikan tangannya kepada kedua sahabatnya itu. Dan dia melanjutkan jalannya menuju rumahnya yang tidak terlalu jauh dari rumah Jjong-Yoon .

“Wookie-ah !” teriak seorang namja dari belakang Wookie , Wookie menoleh ke pemilik suara itu. dan tersenyum lebar

“Kau .. ?” Wookie berlari kecil kearah namja itu yang tidak jauh dari tempat dia berdiri

To be continued…

Chap selanjutnya..

“Kau sahabatnya Yoonji ‘kan?”

“Mulai saat ini, kita berdamai”

“Aku membencinya.”

“Boleh aku meminta nomornya?”

“Aku pemilik jaket itu.”

“Hati-hati saja, benci bisa menjadi cinta.”

“Aku suka dia.”

“Wookie, Jjongie~. Aku menemukan siapa pemilik jaket itu~ ^^”

“MWOOOOOOOOO?!”

“Lepaskan tanganmu.”

“Ya tuhan, maafkan aku.

“Mawar?”

 

Follow my twitt: @_11535

 

2 thoughts on “[Freelance] Two Flavours In One part 1

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s