[Freelance] The Model and The Singer part 3

The Model and The Singer Part 3

Author                        : Mi-Cha

Main Cast       : Cho Kyuhyun, Emily Sung, Onew / Lee Jinki

Support Cast  : Super Junior, SHINee

Rating             : G

Genre              : Romance, Comedy, Friendship

Disclaimer       : I own nothing except the story and Cho Kyuhyun also Onew and Sungmin

Annyeong, aku balik lagii *disambit* sorry for long update. Dan sebelumnya, ff ini udah dipublish di sini juga di sini. Oke, silahkan membaca…

…………………..

Kyuhyun POV

Sungmin hyung mendecakkan lidahnya “Ck. Kau bagaimana sih? Apa kau tak memperhatikan pakaian Emily hari ini?”

“He? Pakaian? Apa maksudmu hyung?”

…………………..

Sungmin hyung kembali memasang tampang serius “Pakaiannya sih biasa saja, tidak ada apa-apanya”

Kutoyor saja kepala Sungmin hyung, peduli amat sopan atau tidak, lagipula sudah biasa “Hyung! Aku ini serius! Kau ini!”

Sambil cemberut dan mengusap-usap kepalanya, Sungmin hyung melanjutkan “Ish, aku cuma bercanda agar kau tidak terlalu serius! Sebenarnya ada kalung yang menyembul dari bajunya. Aku melihatnya saat ia memungut kalung kucingnya itu”

Aku masih tidak mengerti “Kalung apaan? Aku tak melihat apapun tuh”.

Pletak. Sungmin hyung melayangkan jitakannya tepat dijidatku -,- “Makanya, mata jangan dipakai hanya untuk melihat kelayar PSPmu. Kalung silver dengan liontin berbentuk ‘kyu’!”

Silver?! Berliontinkan ‘kyu’?! tanpa berkata sepatah katapun  aku segera menyerbu laci mejaku mencari kotak tempat aku menyimpan kalung darinya.

Bingo! Itu dia disudut belakang. Segera saja kubuka kotaknya dan kukeluarkan kalungnya. Ya, dari Nappeun Mi-Cha, silver dengan liontin ‘mi’.

Kutengok Sungmin hyung, ia terlihat tenang-tenang saja. Ia menepuk bahuku pelan “Itu memang dia kyu. Emily adalah Nappeun Mi-Cha mu, yang selama ini kau tunggu”

Sungmin hyung menghela napas berat dan melanjutkan “Tapi sepertinya penantianmu sia-sia, karena ia tidak ingat dirimu juga…”

Kutatap tajam Sungmin hyung. Apa maksudnya menggantungkan kalimatnya?! “Juga apa hyung? Jangan katakan ada hal buruk!!”

Sungmin hyung tampak gugup dan menelan ludahnya. “juga..juga..kurasa, ia menyukai Onew, begitu pula Onew, ia juga menyukai Emily sepertinya. Dari tindak tanduk mereka tadi siang”

Aku menjambak rambutku frustasi “Jadi maksudmu perasaanku bertepuk sebelah tangan begitu?! Penantianku bertahun-tahun sia-sia?! Dan aku hanya akan terpuruk memandanginya bersama Onew?!”

“mmm…molla, mungkin iya. Tapi kan mereka belum berhubungan dengan serius… kau masih punya kesempatan untuk mendapatkan Emily”

Ya, Sungmin hyung benar, aku masih punya kesempatan. Lihat saja Emily, kau akan jadi milikku. Takkan kubiarkan seseorang merebutmu, akan kutahan kau disisiku. Karena Emily Sung hanya untuk seorang Cho Kyuhyun. Hanya ada Nappeun Mi-Cha dan Kyu Pabo. Tak ada yeoja yang bisa menolak pesonaku.

Kyuhyun POV End

…………………..

The Next Day

Emily POV

Hoamm… kureanggangkan otot-ototku sebangun tidur. Rasanya semalam aku tidur nyenyak sekali. Malas sekali rasanya untuk bangun. Kulangkahkan kakiku dangan malas menuju meja kerjaku dan meraih ipad yang sengaja kuletakkan disitu.

Hemmm… baru pukul 07.30 KST rupanya. Dan schedule hari ini :

–        Pemotretan + wawancara untuk Elle Girl – 14.00 KST s.d. 18.00 KST

–        Gala Dinner (Penyambutan promotor kebudayaan dari pemerintah) – 19.30 KST s.d selesai

Aku menatap datar tulisan yang terpampang dilayar ipadku. Baru juga sampai, kerjaan sudah menghampiri, sigh…

Ngomon-ngomong, bagaimana dengan persiapan pembukaan Crystal cabang Seoul ya? Ah, telepon managerku sajalah, Hellen.

“Klek. Hello..”. akhirnya tersambung juga teleponku, kedengarannya ia sangat mengantuk . “Hei Hellen, ini aku, Emily

Emily…” kenapa nada bicaranya jadi menyeramkan ya? “Ne? Wae Hellen?”. “Sebelumnya, jangan pakai bahasa koreamu padaku karena aku tak paham, percuma saja. Jadi intinya…”

Intinya? Apa maksud intinya? Kemudian pertanyaan konyol itu terjawab dengan teriakan Hellen “KAU INI BODOH ATAU BAGAIMANA SIH?! JANGAN SAMAKAN WAKTU SEOUL DENGAN LONDON! AKU BARU TIDUR 15 MENIT! KAU LUPA DI LONDON SEKARANG JAM BERAPA?!”

Aku menepuk jidatku,matilah aku! Ini di London baru pukul 00.30 GMT, dan Hellen paling marah kalau tidurnya diganggu. Meski bukan marah yang benar-benar… Tapi sebenarnya disana untuk ukuran orang dewasa sih, belum larut.

ai, sorry Hellen, aku lupa, kekeke. Lagipula belum terlalu larut kan? Toh baru pukul 00.30” aku berusaha untuk sedikit menenangkannya meski presentase keberhasilannya hanya 0,1 %

“baru?! Memang iya, TAPI AKU BARU SELESAI MENGURUS ADMINISTRASI UNTUK CRYSTAL CABANG SEOUL. AKU BEKERJA SEJAK PUKUL 05.00 PAGI HARI INI!”

Betul bukan perkiraanku? Dasar Hellen “Jeez, sudahlah, jangan teriak-teriak terus, kalau kau membiarkanku berbicara, ini takkan memakan waktu yang lama, maka kau bisa segera tidur lagi.”

“Oh, God! Baiklah. Cepat katakan!”

“ Jadi, bagaimana administrasi untuk pembukaan Crystal cabang Seoul? Sudah selesai? Persiapan lainnya juga bagaimana? Dan kapan bisa mulai beroperasi?”

“Ya, baru selesai satu jam yang lalu. Kau tinggal tanda tangani berkasnya, nanti kukirim lewat fax.Gedungnya baru bisa kita pakai paling lambat 5 hari kedepan. barang akan dikirim lusa, sekarang dalam proses pengecekan.Dan nantinya barang akan dikirim berkala, dua minggu sekali. Itu juga limited, kau sendiri yang menentukan, Crystal itu limited. Hei, sebentar aku minum dulu, juga sekalian mengambil notesku”

“…nah, kulanjutkan lagi. Hem..calon  pegawai barunya sudah ada, Rodd sudah mengaturnya, besok kau akan bertemu mereka untuk wawancara.”

Besok?! Sepertinya besok aku sudah ada schedule penuh seharian. “Hei!kau tak ingat apa, besok scheduleku penuh seharian.lusa juga, aku ada kelas. Bisakah kau memajukannya hari ini sebelum lunch? C’mon Hellen, mumpung hari ini belum penuh”

Kudengar Hellen mendesah disana “Baiklah, akan kupaksa Rodd menyuruh mereka bertemu denganmu hari ini. Oh iya, ada 5 calon. Kau bisa memilih 3. Dan terakhir, diperkirakan Crystal bisa mulai beroperasi.. sekitar dua minggu dari sekarang asal semuanya bergerak cepat. Brosur sudah dibuat undangan pembukaan sedang dalam proses. Kau sudah mengatur itu semua bukan? Satu lagi…”

“Ish, kau ini senang sekali menggantungkan bicaramu.apa itu? Cepat katakan!”

“kau akan menetap di Seoul selama 6 bulan.”

“Ige mwoya?! 6 bulan?! Bagaimana bisa?! Dan visaku juga..?? tadinya kan kau bilang hanya 2 bulan!”

“Yang ini aku tahu artinya. Perpanjangan visamu akan kuproses sebulan lagi. Hei, disana banyak tawaran, dan disana kau itu sudah masuk model kelas eksklusif karena kau sudah terkenal di Eropa, sainganmu takkan terlalu berat seperti disini, kau itu disana sudah terjamin 95% laku keras. Apalagi background keluargamu. Di Seoul jauh lebih menguntungkan. Dan lagipula, kudengar di Seoul banyak pria tampan. Kau bisa memilih satu. Kekekek, bye!”

“tuuutt..tuuut..tuutt..” Telepon ditutup. Hellen, kau takkan selamat nanti, seenaknya begitu dan apa-apaan dia, sudah berbicara berentetan menutup telepon sekenanya pula.

Tapi perkataannya ada benarnya juga sepertinya, jika aku disini, sainganku takkan terlalu berat, apalagi background keluargaku seperti kata Hellen. Seorang keturunan kerajaan yang berkarir didunia entertainment, bagus juga kedengarannya.

Dan pria tampan? Aku menyeringai membayangkannya, Onew oppa. Kekeke, selain Onew oppa banyak juga yang tampan sih, SJ oppadeul juga banyak yang tampan >w<

Entah kenapa aku tak terlalu berselera dengan pria barat, mungkin karena darah korea yang mengalir ditubuhku ini sehingga aku lebih cenderung menyukai pria timur.

Hem, kutambahkan sebaris kalimat lagi di scheduleku pagi ini, ‘menemui calon pegawai baru, sebelum makan siang (sebelum 12.30 KST)

Sepertinya lebih baik jika pagi saja. Sekitar pukul 10.00 KST. Ya, kutelepon Rodd saja, menyuruh para calon datang ke restoran , sehingga jika sudah selesai aku bisa langsung makan siang.

…………………..

Fiuh, untung Rodd berhasil menghubungi para calon meski tadi marah-marah juga seperti Hellen saat kutelepon. Akhirnya diputuskan kami akan bertemu di restaurant dekat lokasi pemotretan pukul 10.15 KST.

Ngomong-ngomong sekarang jam berapa ya? Mwo?! Sudah jam 08.15 KST! Aku harus cepat-cepat karena aku bahkan belum mandi. Sekarang mandi dulu, baru sarapan…

Akhirnya aku bisa sarapan juga, Bibimbap, bulgogi, susu dan salad buah. Seperti anak-anak saja, 4 sehat 5 sempurna Hohoho. Apa kalian berpikir porsiku banyak dan terlalu berat apalagi untuk sarapan seperti ini?

Kalian mungkin heran, bagaimana bisa seorang model sepertiku bisa makan sebanyak ini namun tetap langsing? Entahlah, aku juga tak tahu.

Katanya sih aku seperti Eunhyuk oppa, makan banyak tapi tetap kurus. Hei, apa aku sudah bilang salah satu hobiku adalah wisata kuliner?

Lupakan semua, yang terpenting kini aku bisa makan, fufufu.

Emily POV End

…………………..

Restaurant – 10.15 KST

Author POV

Saat ini ada 4 yeoja yang sedang duduk berdampingan disebuah ruangan yang telah dibooking atas nama Emily.

“Krek” pintu ruangan tersebut terbuka, dan refleks keempat yeoja itu menengok. Kini mereka melihat seorang yeoja dengan pandangan…err kagum atau heran? Tak bisa ditafsirkan

Yeoja yang baru datang itu mendengus “Oh, ayolah, jangan pikir pakaian ini tak sesuai dengan umur atau imageku. C’mon aku baru 21, sah-sah saja kan aku berpakaian seperti ini.”

Adakah yang salah dengan yeoja itu, ah, Emily tepatnya. Diumurnya yang 21 tahun ia mengenakan kaus putih dengan gambar bunga yang biasa saja dilapisi jaket wol motif loreng berwarna coklat muda.

Dengan bawahan hot pants dan stocking hitam. Rambut disanggul tinggi dan tas cokelat. Ada yang salah?

Salah seorang dari 4 yeoja tadi menanggapi pernyataan Emily “Ah, maaf nona Emily. Kami sedikit terperangah saja, melihat nona yang biasanya berimage dewasa dalam pemotretan diluar stylenya seperti ini”

Emily melambaikan tangannya “Yah..aku tahu. Beginilah styleku, diluar aku akan memakai apapun yang aku inginkan. Mau mereka bilang aku tak punya ciri khas, terserah, hei, ini ciriku, berpakaian bebas. Dan kalau rambutku yang hampir setiap saat dibeginikan sepertinya juga masuk hitungan…”

“tok..tok..tok..” pintu diketuk seseorang, membuat Emily mengehentikan ocehannya, berdecak sebal Emily berkata “Ya, masuk saja, siapapun kau”

Dan kemudian masuklah seorang yeoja berwajah seperti barbie, kelihatannya seumuran dengan Emily, tubuhnya yang ramping dibalut tanktop hitam putih ditutupi blazer kotak-kotak merah-hitam yang tak dikancing.

diteruskan jeans hitam ketat membentuk kaki jenjangnya sementara rambutnya disanggul tinggi, sama seperti Emily.

Yeoja itu membunguk kearah Emily dalam-dalam “Ah, tolong maafkan keterlambatanku, tadi macet dijalan” Emily mengerutkan kening karena aksen yeoja tersebut agak aneh

“Tak apa, sudahlah, duduk disebelah yang lain dan kita segera mulai saja, waktuku tidak terlalu banyak, sekarang saja sudah pukul 10.30 KST.”

Yeoja itu bangkit dan segera duduk di tempat yang tersisa di sofa sementara Emily duduk mengambil tempat dihadapan kelima yeoja itu.

“Baiklah, namaku Emily dan umurku 21 tahun, kutegaskan jangan bersikap formal padaku, anggap saja kita teman lama. Yang merasa lebih tua dariku boleh memanggilku saeng atau apapun terserah kalian dan yang lebih muda panggil aku onnie, kalau sebaya cukup panggil namaku. Sekarang perkenalkan diri kalian masing-masing, dimulai dari kanan, ya, kau yang tadi terlambat. Duduk saja memperkenalkannya”

Yeoja yang tadi ditunjuk Emily memperkenalkan dirinya “Hei Emily, aku Chelsea Jung 21 tahun internasional, panggil saja Chelsea. Em, saat ini aku kuliah di Seoul University jurusan fashion *anggep aja jurusan ini dan jurusan-jurusan selanjutnya ada #plakk*”

Emily tampak agak tertarik dengan Chelsea “Oh, kenapa kau memakai nama western? Aksenmu juga tidak seperti orang korea kebanyakan”

“aku American-Korean. Baru 3 tahun aku tinggal di Seoul. Jadi maklumilah aksenku agak aneh. Dan sejujurnya aku sangat menyukai Crystal juga kau, makanya aku langsung mendaftar saat mengetahui kau akan membuka Crystal cabang Seoul dan membutuhkan pegawai”

Emily tertawa ringan “Kau fansku ternyata, hahaha. Baguslah kalau begitu, selera fashionmu lumayan juga oke lanjut berikutnya!”

Kini gadis disebelah Chelsea yang berbicara “Annyeong, Han Hyun Soo imnida, 23 tahun. Lulusan Kyunghee University jurusan bisnis.” Emily menilai sekilas yeoja yang 2 tahun lebih tua darinya itu, terkesan cuek dan, adidas maniac eh? Kelihatannya cukup pandai.

“Annyeong onnie, terima kasih kedatangannya. Langsung saja selanjutnya”

Seorang yeoja memakai  kemeja putih, cardigan ungu muda serta rok pink pastel, mencerminkan seorang yang feminim dan lembut mulai berbicara.

“Annyeong, Seo Minhae imnida, 22 tahun, saat ini aku kuliah di Seoul University jurusan Art and Design. Sama seperti Chelsea, aku mengikuti ini karena aku suka Crystal. Kau benar-benar hebat Emily ^^”

“Ah onnie, jangan memujiku begitu, kekeke. Baiklah selanjutnya”

“Annyeong, Lee Hyo Kyung imnida, 22 tahun, saat ini aku bekerja sebagai asisten manajer di perusahaan keluargaku. Aku bosan sehingga mencoba mencari sesuatu yang baru” tutur seorang yeoja berwajah bulat berambut sebahu dengan pakaian serba coklat dan hitam.

“Hmm…kau suka hal-hal yang baru kelihatannya. Oke terakhir!”

“Halo, aku Akemi Hachirobei. Lulusan Tokyo University jurusan bisnis. Aku sedang berusaha mencari pekerjaan di Seoul ini, oh iya umurku 23 tahun, dan mohon maklumi juga bahasa koreaku yang amburadul ini, haha”

Mata Emily membulat menatap yeoja berkacamata dihadapannya “Tokyo? Jepang? Oh, tahukah kau aku ini pecinta manga! Kau suka manga juga onnie?”

Akemi mengangguk antusias, yeoja yang mengenakan sweater biru dan jeans hitam itu juga tampak semangat seperti Emily.

“Ya! Aku mengoleksi cukup banyak dan sewaktu high school juga pernah belajar menggambar manga, tapi sayang, hasilnya jelek, hahaha. Jangan pernah tanyakan soal menggamabar padaku, karena aku benar-benar blank soal itu”

Tawa ringan pun menghiasi ruangan itu, dan kemudian mereka terus berbincang-bincang. Mulai dari diri masing-masing, bertukar nomor ponsel,membicarakan pendidikan masing-masing, sampai mencoba berpura-pura membuat strategi bisnis.

Hal itu membuat kelima yeoja tersebut heran, kapan wawancaranya dimulai. Dan Emily pun masih telihat cuek-cuek saja.

Pertanyaan itu terjawab saat pukul 11.45 KST. Emily yang baru saja mengecek jam itu menatap serius kelima yeoja tersebut. Sadar akan Emily yang hendak mengumumkan hasilnya, mereka berdoa dalam hati masing-masing.

“Ya, setelah kalian kuajak berbicara berputar-putar tadi, aku sudah menentukan hasilnya, dan ingat, hanya 3 yang dipilih”

Mereka menahan nafas saat Emily hendak melanjutkan, “Oke, yang pertama Chelsea” Chelsea yang merasa namanya disebut sedikit shock, tapi kemudian digantikan dengan rasa bahagia, karena akhirnya keinginannya untuk bekerja di Crystal tercapai.

“Kuharap kalian jangan berpikir karena aku lebih suka Chelsea, atau karena kami sama-sama blasteran karena apapun yang negatif juga konyol. Aku memilihnya karena ia benar-benar mempunyai pengetahuan yang luas tentang fashion, dan yang terpenting ia pasti sanggup membantu pembeli yang keebingungan untuk memilih dengan memberi saran”

Chelsea merasa senang karena dipuji idolanya sendiri, menggengggam erat tangan Emily ia berujar semi serius(?) “Aku takkan mengecewakanmu Emily, I’m promise!”

Sementara Emily hanya mengangguk seperti boneka yang kepalanya bergoyang-goyang yang biasanya ditaruh diatas dashboard mobil.

“Oke, kedua Minhae onnie, ia bisa mengatur desain butik nantinya, penempatan barang, dekorasi dan lain sebagainya. Kulihat ia juga lumayan cakap membuat strategi bisnis”

Minhae hanya tersenyum. Tapi kemudian ia membuka mulutnya “Ah, gomawo Emily. Kau takkan kubuat kecewa dengan pekerjaanku nantinya”

Dan tanpa disangka, Emily ada pkiran lain juga :

Minhae onnie sangat polos. Sepertinya gampang kukerjai. Meski ia sangat baik dan skillnya juga bagus, kupikir ia juga perlu dinodai, namun tak perlu banyak-banyak! Kekeke, mian onnie, kau sangat polos sih terlihatnya”

Kembali, ke keadaan nyata sekarang.  3 orang yang tersisa sedang harap-harap cemas menunggu pilihan terakhir Emily.

“Terakhir. Yang, kupilih adalah, Akemi, mian Hyun Soo onnie, sebenarnya kalian hanya beda sedikit saja. Namun pembawaan Akemi lebih menunjang. Mohon maaf ah. Hyo Kyung onnie juga, terpaut sedikit juga dari Minhae, namun lagi-lagi, pembawaan Minhae lebih menunjang”

Hyun Soo tersenyum dan menepuk-nepuk lengan Emily “Gwaenchana~ aku masih bisa cari pekerjaan lainnya kok. Lagipula aku juga baru sekali ini mencari pekerjaan. Nah, aku ada acara sekarang, aku pamit dulu ya”

Emily mengangguk, dan kemudian ia menatap Hyo Kyung, dan Hyo Kyung balas menatap Emily “Gwaenchana saengi, tak apa. Toh aku sudah punya pekerjaan, kekeke”

Emily tersenyum pada Hyo Kyung. Kemudian ponsel Hyo Kyungg bergetar dan ia mengabarkan bahwa ia harus menjamu serombongan relasi dari luar kota.

Begitulah hingga tersisa 4 orang diruangan itu. “Hei,ini sudah hampir jam makan sian. Bagaimana kalau kita makan sekarang saja? Ayolah, aku traktir”

Akemi yang tadi tampak tenang wajahnya langsung berubah sumringah “Makan?! Tentu saja! Aku benar-benar lapar, tadi sebelum kesini aku belum sempat makan”

Semuanya tertawa mendengar penuturan Akemi yang benar-benar blak-blakan.

“Aigoo onnie, kau ini. Jujur sekali, hahaha. Pantas dari tadi ada bunyi krukk..kruuk(?) begitu”

Dan Akemi pura-pura pasang tampang cemberut “Ya Chelsea! Kurang ajar sekali kau!”

“Peace onnie! Hahahaha”

Chelsea terkaget karena Emily tiba-tiba menepuk pundaknya, dilihatnya Emily sedang memandangnya dengan pandangan ‘aku-menemukan-teman-satu-spesies-lagi’

“Kau sepertinya sama-sama evil sepertiku. Kalau iya, kita harus bekerja sama menyebarkan virus evil(?)!”

Kini Akemi dan Minhae sedang memandang aneh akan sikap Emily, yah childish, tidak sesuai dengan image-nya. Namun, lain halnya dengan Chelsea, ia tampak sangat senang.

“Ne! kita harus bekerja sama untuk menyebarkan virus evil! Hahahaha”

Tak lama kemudian pelayan datang untuk mencatat pesanan masing-masing dan tak lama kemudian makanan yang dipesan datang

Chelsea : Kimchi fried rice, bulgogi, apple juice

Minhae : Chogyetang, kimchi, green tea

Akemi : Mineojjim, kimchi, tempura, strawberry juice

Emily : kimchi fried rice, Samgyetang, doenjang-jjigae, bueberry mint mousse, apple juice

Emily langsung asyik(?) dengan pesanannya yang segunung namun tidak dengan tiga yeoja yang duduk dihadapannya. Mereka malah memandang Emily dengan pandangan aneh? Heran? Shock?!

“Err… kau takkan memakan semua yang kau pesan sekarang ini bukan Emily?”

“Hem…? tentu saja langsung kuhabiskan. Wae?”

“pukul berapa kau sarapan hari ini? Dan apa menunya?”

“kalau tidak salah sih… 08.30 KST. Aku sarapan dengan Bibimbap, bulgogi, susu dan salad buah”

Ucapan Emily membuat ketiga yeoja yang baru mulai makan itu tersedak, Oh My God! Seorang yeoja, bagaimana bisa ia terlihat sangat umm.. rakus? Ah, terlalu kasar, perut karet lebih baik.

Akemi, Chelsea, dan Minhae berturut-turut membuka mulut mengungkapkan pikiran mereka(?)

“Whadd??!!! 08.30 dengan bibimbap, susu dan salad buah dan sekarang 12.10 makan siang dengan fried rice, Samgyetang, doenjang-jjigae, bueberry mint mousse, apple juice!”

“Itu kurang dari 4 jam yang lalu dan sekarang…??!!”

“Kau benar-benar perut karet ternyata”

“Aiya! Sudahlah! Lebih baik kalian makan saja. Pukul 13.00 nanti aku harus pergi melakukan pemotretan!”

Ketiga yeoja itu kompak mengucapkan “Arasso”

30 minutes later

“Hemm…aku harus pergi sekarang. Besok managerku akan menemui kalian. Dan kalian bisa mulai kerja lusa. Oh, aku harus cepat cepat. Bye semua!”

Sepeninggal Emily, Chelsea, Akemi , dan Minhae masih tinggal sebentar untuk beristirahat.

“Hua, kenyangnya. Apa Emily tidak kenyang ya, makan sebegitu banyaknya?”

“Entahlah. Tapi aku bersyukur karena ia friendly. Aku benar-benar tak ingin menjadi pegawai seorang yang terkena star syndrome”

“Ne, benar-benar menyenangkan. Kurasa nantinya a juga takkan mengekang kita kerja sangat keras”

“Aku setuju denganmu Chelsea, Ia benar-benar yeoja yang menyenangkan”

Author POV End

…………………..

Seoul JW Marriott Hotel – 19.20 KST

Emily POV

Rasanya badanku hampir remuk. Mana lapar lagi T.T dan tadi Hellen meneleponku ia akan mendarat di Seoul besok siang juga sekaligus menceramahiku dengan menekankan aku tak boleh makan banyak-banyak malam ini.

Huwaaa, eomma!! Dia jahat sekali! Padahal aku lapar, apalagi melihat sebegitu banyaknya makanan disini : Samgyetang, Bulgogi, Kimchi, Bibimbap, Kimbap, Tteokboki, Ramyeon, Chogyetang

Masih banyak lagi! Benar-benar menggoda imanku >.< Tapi setidaknya kapan acaranya dimulai sehingga aku bisa cepat-cepat makan.

10 menit lagi baru dimulai. Huh, kuputuskan untuk mengecek kembali dandananku, top to toe = Crystal. Gaun model ballerina berwarna pastel dengan sentuhan pita dibawah dada, pundakku yang tadinya terbuka kututup dengan bolero putih dari wol. Sepatu putih dengan pita dan tas tangan putih.

Ditambah rambutku yang bergelombang digerai, sempurna. Begitu kata mereka. Yah, kedengarannya mereka agak berlebihan menyebutku sempurna. Hei, yeoja yang sempurna itu tidak evil, kekeke

“tok..tok..tok..” siapa yang mengetuk pintu ya?

“Masuk saja, tidak dikunci kok!”

“Kriek” pintu terbuka, dan aku melihat siapa yang masuk lewat cermin riasku, Cho Kyuhyun.  Dia tampan juga memakai jas seperti ni. Eh? Kenapa dia? Memandangiku lekat-lekat begitu? Seakan-akan melihat bidadari dihadapannya. Eh, aku memang bidadari yang cantik sebenarnya.

Hush! Emily paboya! Sempat-sempatnya kau narsis begini! Aku berbalik dan menatap Kyuhyun. “Wae? Apakah kau terpesona padaku?! Mengaku sajalah!” nah, Cho Kyuhyun mengakulah, eh itu ucapanku  sudah kubonusi dengan evil, ah ani angel smile-ku lho, hohoho.

“Cish! Pede sekali kau Emily Sung. Aku heran sekali, setiap orang yang bernama Mi-Cha yang kukenal selalu pede luar biasa?”

“Molla, tapi memang kenyataan kan bahwa aku cantik.”

“Berbicara dengan yeoja sepertimu membuat otakku ingin meledak saja”

“Silahkan, ledakkan saja. Ngoong-ngomong, bisa bantu aku melepaskan kalung ini. Susah sekali melepasnya”

Aku menunjuk kalung dengan liontin kyu yang biasa kupakai. Kenapa nampaknya ia sangat shock begitu? Apa karena namanya kyu juga seperti liontin kalungku

“Hei, leherku memang bagus, jangan dilihat terus begitu. Ayolah, cepat. Jika aku keluar tetap memakai kalung ini, akan mencurigakan”

Dia mendengus tapi tetap menurut, duh, geli sekali tangannya menyentuh leherku. Sesekali kudengar ia bergumam seperti “susah sekali dilepas sih” atau “kalung menyebalkan”

Satu menit kemudian ia baru berhasil melepas kalungnya. Kudengar ia bergumam “Hah! Kalung menyebalkan. Seharusnya dulu aku tak membeli kalung ini”

Meski ia bergumam, pendengaranku ini masih bagus “Ne? kau bilang apa tadi? Beli kalung ini? Apasih maksudmu?!”

Ia tampak kaget dengan perkataanku “Ani! Lupakan saja. Kau ini, cepatlah! Aku kesini untuk menjemputmu! Kita disuruh berkumpul dengan memberdeul.”

“Ne, ne! sabarlah. Nah, ayo berangkat.”

Aku melewatinyadan kemudian terbelalak melihat siapa yang bersender di pintu. Kelihatannya ia melihat percakapan kami daritadi. Wajar sih aku tak melihatnya, tubuh Kyu kan lebih tinggi dariku.

Ia kelihatan, eh, marah?! Gawat!

TBC

Begitulah, akhir part gaje bin ancur ini. Mian, disini aku Cuma fokus ama fashion dan makanan, kekeke. Sekian, mind to leave comment or like? Thanks :DD

7 thoughts on “[Freelance] The Model and The Singer part 3

  1. siapa yang marah?
    onew ya?
    pokoknya emily harus sama kyuhyun ! *maksa
    aigo. . .ga bisa aku bayangin keturunan kerajaan bisa evil,rakus,cerewet. . kekeke aigo
    lanjut. . .keren banget. .

  2. aaahh… kyu udh psti dpt c emily. kan dy Bkl ngelakuin apapun demi mndptkan cnta pertama’a.
    #halah bhs gw brt bgd

    lnjutan’a jgn lma” yoo.. ^^

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s