[Freelance] Someone From The Past part 3

 

Title                    : Someone From The Past Chapter 3 (the end)

Author                : @ haninapo

Main Cast            : –   Choi hyunra (Fiction)

–      Kang minhyuk

Support Cast        : –   Kim taeyeon as minhyuk omma (anggep aja si taeyeon namanya kang taeyeon ^_^)

–      Choi sooyoung

–      Kim seorim as hyunra cingu

Rating                 : AG

Genre                  : Love/Friends

Ps                       : Please give me comment ^_^ baik buruknya aku terima apa adanya (?)

 

*~~~~~~~~*

“kang minhyuk-ssi !!!”

 

Namja yang tadi aku panggil pun menoleh

 

“kau ? sedang apa kau disini ?” tanyanya dingin

 

“kemarin kau menjatuhkan ini” kataku sambil menyerahkan kertasnya yang kemarin jatuh di bus.

 

“buang saja”

 

“wae…?”

 

“aku tidak membutuhkannya, kalau kau mau kau bisa ambil” katanya dingin

 

“untuk apa aku menyimpannya ?”

 

“kau kan suka mengoleksi barang tak berguna”

 

“yaa apa maksudmu ? aku suka mengoleksi komik dan novel, jadi komik dan novel itu tidak berguna ?”

 

“lalu apa guna semua itu ? kau dulu selalu membuang buang uangmu untuk itu, lalu saat kau bosan kau memberikannya ke teman-teman ke panti asuhan dengan Cuma-cuma”

 

Aku terdiam sejenak, benar juga aku sangat senang mengoleksi buku, tapi itu tidak berhubungan dengan pelajaran. Tapi …. bagaimana dia tau semua itu ? baru saja aku ingin bertanya namja itu sudah hilang lagi. Apa dia hantu ? kenapa suka sekali tiba-tiba menghilang.

MINHYUK POV

 

Aku baru saja turun dari panggung, hari ini aku sedang mengikuti kontes drum tahap eliminasi. Aku sangat buruk tadi. Pikiranku melayang-layang ke hyun ra, aku sudah memutuskan akan bersifat biasa kepada dia, tapi apa aku bisa ?

 

“kang minhyuk-ssi…” panggil seorang yeoja.

 

Saat aku menoleh, hyun ra ? sedang apa dia kesini ?

 

“kau ? sedang apa kau disini ?” balasku

 

“kemarin kau menjatuhkan ini” jawabnya

 

Pantas saja tadi malam aku tidak menemukannya dimana pun

 

“aku tidak membutuhkannya, kalau kau mau kau bisa ambil” jawabku berusaha bersikap biasa tapi sepertinya aku terdengar terlalu dingin.

 

“untuk apa aku menyimpannya ?” jawabnya ketus, tuh kan ! dia pasti kesal karena aku terlalu dingin tadi, kemana bakat actingku selama ini ? semua ini membuat ku gila

 

“kau kan suka mengoleksi barang tak berguna”

 

“yaa apa maksudmu ? aku suka mengoleksi komik dan novel, jadi komik dan novel itu tidak berguna ?” jawabnya sambil mengeraskan suaranya

 

“lalu apa guna semua itu ? kau dulu selalu membuang buang uangmu untuk itu, lalu saat kau bosan kau menyumbangkannya ke panti asuhan” tandasku, ya ampun, aku keceplosan…., pasti hyun ra menyadari itu. Sebaiknya aku langsung pergi saja sebelum hyun ra menanyakan sesuatu.

 

Aku berjalan cepat ke lift, aku menekan tombol ke bawah, aku harus cepat mengambil mobil di basement dan meninggalkan mall ini. Saat lift terbuka hanya ada 1 yeoja di dalam, aku tidak melihatnya dan langsung menekan tombol.

 

“minhyuk-aah ??” kata yeoja tadi

 

Aku menengok dan melihat yeoja tadi, aaaaaaaiiiissh kenapa ada sun hee disini ?

 

“minhyuk-aah sedang apa kau disini ?” tanya sun hee sambil merangkul tanganku

 

“aaah sun hee-ah aku baru saja ikut kontes drum” kataku sambil terseyum dan mencoba melepaskan tangannya dari lenganku

 

“jeongmal ? aah bagaimana bisa aku melewatkannya tadi ? mianne minhyuk-aah” katanya sambil mempererat rangkulannya pada tanganku. Aiissh kenapa dia tidak pernah berubah ? sun hee adalah teman SMA ku dulu, waktu tahun pertama ia menyatakan perasaannya padaku, tapi waktu itu aku benar-benar tidak ada ketertarikan kesana jadi ku tolak saja dia.

 

“minhyuk-aah kau belum makan siang kan ? ayo aku traktir” dia langsung menarikku ke cafe di seberang mall

 

“sun hee aku sudah makan, sungguh, kalau begitu aku pamit dulu yaa , anneyong ..”

 

“yaa  !! apa kau menghindariku ?”

 

*tentu saja sebagai wanita kau ini sungguh menyeramkan*

 

“tentu saja tidak, hanya saja… itu dia !!” kata ku sambil menunjuk seorang yeoja yang sedang berjalan cepat ke arah halte, tunggu itu kan hyun ra

 

“dia ?? dia siapa ??” tanyanya

 

“eeh…. itu cingu ku, dia pasti marah karena aku terlalu lama meninggalkannya, Anneyong sun hee-ah” ucapku cepat dan langsung berlari ke arah hyun ra, kenapa jalannya cepat sekali dia ?

 

HYUN RA POV

 

Aku sedang berada di sebuah mall, tadi aku sempat melihat permainan drum minhyuk saat babak eliminasi, pantas saja ia bisa masuk sampai tahap ini, ia benar-benar berkarisma saat bermain drum. Setelah berbicara dengan minhyuk aku memutuskan untuk membeli freeze chocolate di salah satu cafe di mall ini. Aku duduk di bangku dekat kaca. Darisini aku bisa melihat keluar mall, sekilas aku melihat minhyuk sedang berjalan keluar mall ini, ia tidak sendiri ia bersama yeoja disampingnya, yeoja itu memegang salah satu tangan minhyuk. Tiba-tiba aku merasa sesak melihat semua itu, aku merasa benci melihat yeoja itu, aku tidak mengerti mengapa, tapi bagaimana bisa aku iri dengan yeoja yang merangkul namja yang aku benci ? aku tidak ingin terus melihat ini, aku langsung keluar dari cafe dan pergi ke halte, aku ingin secepatnya pergi dari sini. Saat sedang menyebrang jalan dengan bodohnya aku tidak melihat kanan kiri terlebih dahulu, saat aku baru sadar sebuah tangan sudah menarikku kembali ke ruas jalan.

 

“apa kau gila ?”

 

Minhyuk ! sedang apa dia disini ? di mana yeoja tadi ?

 

“kalau kau mau mati janganlah di depanku ?”

 

Aku masih terdiam, aku bingung dengan apa yang terjadi dengan diriku, tiba-tiba kepalaku sangat pusing, semuanya terlihat berputar dan gelap  …..

*~~~~~~~~*

 

FLASBACK

 

“minhyuk-ah aku ke toilet sebentar yaa” kataku pada namja cingu-ku ini

 

“yaa ! kau tega meninggalkan namja cingu mu sendirian” kata minhyuk sambil menggunakan ekspresi imut andalannya

 

“tenang saja jelek……. aku hanya ke toilet, aku malah khawatir kau di bunuh tante-tante yang histeris karena ada namja di dalam toilet yeoja hihihihi” kataku sambil mencubit kedua pipi minhyuk dan langsung meninggalkannya yang masih kesakitan karena cubitanku.

 

Aku dan minhyuk adalah teman semasa kecil, kami melewati masa-masa kecil di panti asuhan, saat aku berumur 12 tahun aku bertemu dengan orangtua kandungku dan tinggal bersama dengan mereka, sedangkan minhyuk di adopsi oleh keluarga yang cukup berada. Kami bertemu kembali saat SMP, kami kembali akrab dan akhirnya kami jadian.

 

Aku hendak keluar dari toiet ketika ringtone hp ku berdering

 

“yoboseo…”

 

“hyun ra….”

 

“oppa…! ada apa ?”

 

“hyun ra…”

 

“oppa ! gwencana ?”

 

“omma-mu mengalami kecelakaan”

 

DEGH…….

 

“hyun ra -aah ini salah appa-mu, omma terserempet mobil saat pergi membelikan juice untuk appa, mianne hyun ra -aah …….. joengmal mianne…” ucap appa sambil menangis

 

Aku masih tidak dapat berfikir jernih, apa yang harus aku lakukan sekarang ? minhyuk ! dia pasti tau ! dengan sedikit gontai aku ke tempat terakhir kali aku melihat minhyuk tapi minhyuk tidak ada disana, aku melihat ke sekitar, dan aku melihat minhyuk sedang berdiri agak jauh darinya, ia bersama yeoja, seo rim…

 

Bagaimana seo rim ada disana, mereka berbicara, seo rim menangis dan minhyuk memegang pundaknya dan……. memeluknya, jantungku terasa tersusuk, bagaimana bisa seo rim begitu ? bagaimana dia bisa mengkhianati temannya sendiri ? aku mencoba berpegang pada tiang di dekatku tapi……..

 

FLASBACK END

*~~~~~~~~*

 

HYUN RA POV

 

Aku mencoba membuka mataku tapi rasanya sangat sakit , aku melihat sedikit berkas cahaya tapi itu sangat menyilaukan jadi ku urungkan niat untuk membuka mata. Aku sudah ingat semua, kapan terakhir aku bertemu dengan minhyuk dan appaku. Aku mendengar pembicaraan, aku yakin itu suara minhyuk dan omma, pemilik panti asuhanku dulu yang mengaku omma ku.

 

“minhyuk-aah sebenarnya apa yang terjadi 5 tahun yang lalu ? kenapa kau pergi meninggalkan hyun ra ?” tanya omma

 

“ahjumma aku mohon jangan membenciku setelah kau mendengar ini” kata minhyuk

 

FLASBACK

 

Aku melihat hyun ra terjatuh, segera aku lepaskan pelukan ku pada seo rim yang sedang menangis. Aku segera menghampiri hyun ra, dia pingsan tanpa mempedulika seo rim aku langsung menggendong Hyun ra dan membawanya ke rumah sakit.

 

Saat di rumah sakit aku menceritakan apa yang terjadi pada ahjussi, hyun ra appa. tapi ia hanya diam dan langsung masuk ke kamar perawatan.

 

“apa yang terjadi ?” tanyaku pada appanya hyun ra setelah mereka keluar kamar

 

“lebih baik kau tidak lagi menemuinya” kata ahjussi

 

“ahjussi……” kataku

 

 “dia akan baik-baik saja tanpamu” kata ahjussi

 

“mianne….. katakan itu padanya… katakan bahwa aku sungguh menyesal” kataku sebelum aku pergi

 

FLASHBACK END

 

“ahjumma aku memeluk seo rim karena waktu itu dia baru saja di khianati namja cingunya, aku sungguh mencintai hyun ra, aku tidak mungkin mengkhianatinya” ucap minhyuk lirih

 

“lebih baik kau katakan itu setelah hyun ra pulih” ucap ahjumma

 

“lalu bagaimana dengan hyun ra” tanya minhyuk

 

HYUN RA POV

 

“aku mengerti sekarang, aku sudah ingat semuanya” ucapku sambil mengangkat badanku untuk duduk di kasur, mereka berdua yang menyadari aku mendengar percakapan mereka langsung menghampiriku sambil menatapku tidak percaya

 

“hyun ra-ah” panggil minhyuk

 

“tak apa, aku sudah tau alasanmu, aku tidak akan marah” ucapku sambil terseyum, tidak ku sangka minhyuk dengan cepat memelukku dengan hangat dan berbisik lembut di telingaku

 

“saranghae hyun ra………”

 

“nee.. saranghae minhyuk-aah” ucapku, sambil sambil mempererat pelukannya, kurasakan hangatnya tubuh namjacingu yang sangat kucintai ini, rasanya aku ingin menangis bahagia

 

*KREECK

 

Terdengar suara pintu tertutup, *seo rim….* dengan cepat aku turun dari kasur ku dan berlari mengejar seo rim.

 

“hyun ra. . . ada apa ?” tanya minhyuk

 

“hyun ra . . . kau mau kemana ?” tanya ahjumma

 

Aku tidak menggubris keduanya, dengan cepat aku berlari keluar, kulihat sekilas banyangan seo rim berlari ke dalam lift, dengan cepat aku menyusulnya tetapi pintu lift sudah tertutup, tidak lama kemudian pintu lift yang ke-dua terbuka segera aku masuk dan turun ke bawah.

 

Pintu lift terbuka dan ku lihat seo rim sedang berjalan keluar gedung ini sambil menunduk kebawah, aku langsung berlari menghampirinya, tetapi seketika langkahku terhenti ketika berada di dekatnya, aku putuskan hanya untuk membututinya, akhirnya dia berhenti di taman di samping rumah sakit, dia duduk di salah satu bangku taman, aku berdiri tidak jauh dari situ.

 

kenapa kau lakukan ini padaku seo rim-ah ? kenapa kau bilang kau tidak mengenal minhyuk, aku tau kau tidak bermaksud begitu dan itu kah mengapa kau ikut pergi ke seoul bersama ku ?untuk menjagaku. .” lirihku dalam hati

 

Akhirnya kuberanikan diri untuk menghampirinya, aku berdiri depannya saat ini, kulihat dia menangis sambil menunduk, saat menyadari keberadaanku dia dengan cepat mengapus air matanya dan berdiri

 

“hyun ra-ah…” ucapnya

 

Aku hanya diam aku tidak tahu akan bicara apa

 

“mianne. . .  kau boleh membenciku, aku bisa mengerti, anneyeong hyun ra, jaga dirimu baik baik” ucapnya sambil meninggalkan ku

 

Dengan cepat aku menariknya dan memeluknya

 

“terima kasih seo rim-ah, terima kasih telah menjagaku selama ini, you are my best friend i’ve ever met” ucapku sambil melepas pelukanku, aku terseyum bahagia, kulihat wajah cingu ku yang telah menemaniku selama ini, ku hapus air matanya yang mengalir dan dia pun terseyum. Dan kami pun tertawa

 

“yaa seo rim ! ! sudah ku sangka itu kau, kenapa kau melarikan diri waktu itu  ha ?” ucap minhyuk berpura-pura marah, aku dan seo rim hanya bisa tertawa melihat namjacingu ku yang kelakuannya agak aneh ini.

 

Tiba tiba sooyoung ahjumma  dangan seorang namja yang sangat kukenali, namja yang menggunakan kemeja putih bersih di dalam jasnya yang hitam legam, namja yang sangat ku sayangi melebihi cintaku pada minhyuk tentu saja, dia terseyum padaku, segera aku peluk dia, ku tumpahkan semua air mataku yang tak bisa kubendung lagi, ku peluk erat keluarga ku satu-satunya yang tersisa di dunia ini, appa ku. . .

 

“mianne telah meninggalkanmu hyun ra, aku sungguh tidak berdaya melihatmu tersiksa dan aku tak bisa membantumu, jeongmal mianne”

 

Aku hanya bisa mengangguk nganggukan kepalaku yang ku benamkan di dadanya. Kalau ada yang menanyakan siapa manusia paling bahagia saat ini, sudah pasti aku lah jawabannya J

 

*~~~~~~~~*

“mianne minhyuk-ah tadi cingu ku ada yang menanyakan sesuatu tentang pelajaran, tidak ku sangka akan selama ini” ucapku pada minhyuk yang sedang duduk diatas motor sportnya. Orang yang di ajak ngomong malah diam saja, minhyuk malah memajukan bibirnya dan membuat mukanya terlihat lucu sekali, hihihi aku menahan ketawa melihatnya tingkahnya yang kaya anak kecil seperti ini.

 

“aku tau” jawabnya singkat

 

“kau tahu ? tadi kau ke kelas ku ? kenapa tidak menyapa ?”

 

“aku ingin menyapa tapi kau sedang mengobrol ria bersama cingu cingu mu yang sok tampan itu tadi, aku juga melihat tadi kau senang berada di sekitar mereka, jadi aku pergi aja”

 

“lagi cemburu toooh ! bilang dong daritadi ! aku pulang deh” ucapku sambil meninggalkan nya

 

“kau mau kemana?” tanya minhyuk sambil menarik tangan ku

 

“pulang” ucapku ketus

 

“enak aja ! kalau gitu ngapain aku daritadi nunggu kamu,cepet naik” ucap minhyuk sambil menyodorkan helmnya padaku. Pancinganku berhasil, segera aku naik ke motornya dan memakai helmnya.

 

Selama diperjalanan minhyuk tidak bicara sama sekali, Ia bahkan tidak membawaku pulang, dia mengendarakan motornya ke tempat lain, saat aku tanya dia hanya diam. Aku percaya pada minhyuk, jadi aku tidak terlalu khawatir mau dibawa kemana, ternyata dia membawaku ke pinggir pantai, kami turun dari motornya dan duduk di pasir, hari ini cukup sepi.

 

5 menit. . . 10 menit . . .15 menit. . .  kemudian

 

Diantara kami tidak ada yang bicara, aku sudah tidak tahan akhirnya aku beranikan diri untuk bicara

 

“masih marah ?”

 

Dia hanya menghela napas

 

Aku menyerah, aku peluk kedua lututku yang ku tekuk, aku tumpukan kepalaku disana. Tiba- tiba dia melirik kearahku, dan tertawa pelan.

 

“wae ?” tanyaku

 

“tidak apa” ucapnya sambil menyembunyikan seyumannya

 

Sedang iseng toh ternyata, dengan cepat aku bangun dengan berpura pura marah

 

“hyun ra-aaah, kau mau kemana ? aku hanya sedang bosan tadi, mianne” ucapnya sambil mengikutiku dibelakang

 

Lalu aku mulai berlari, kudengar dia pun berlari juga di belakangku, aku mempercepat langkahku tetapi minhyuk sudah mencapai tanganku, dan membuat kita berdua terjatuh, aku sontak tertawa

 

“kenapa kau tertawa ? tadi kau tiba-tiba lari, sekarang  tertawa”

 

“mangkanya jangan iseng, memang kamu doang yang bisa iseng ?”

 

“aiiisssh yeojacinguku ternyata isengnya ? kalau begitu, rasakan ini !” ucap minhyuk sambil menggelitiku

 

“minhyuk-ah cukup ! kau membuat perut ku sakit, minhyuk-aah . . ” teriakku

 

Tetapi ucapan ku dihiraukan olehnya, akhirnya ku cubit tangannya dengan memasang muka sekesal mungkin

 

“aauuuuwww jagi ! sakit tau !” katanya

 

aku makin kesal, tanpa sadar aku memanyunkan bibirku seperti yang sering dilakukan minhyuk

 

tiba tiba minhyuk tertawa “aiissssh kyeopta” katanya sambil mencubit kedua pipiku, segera aku pukul lengannya, tetapi dia menghindar dan. . .

 

*CHUP*

 

Dia mencium pipi ku, dan seketika mukaku panas, aku yakin pasti mukaku sangat merah, ku lihat dia sedang terseyum melihat mukaku yang masih shock, tiba-tiba dia merong ke arahku dan mulai berlari kearah laut. Segera aku kejar dia, akhirnya kita malah main air, kita menciprat-cipratkan air kemana-mana. minhyuk berhasil menggendongku dan membawaku ke daerah yang dalam. Dan melemparkan badanku ke bawah, basahlah semua baju ku ini. Tiba tiba dia menghilang dan memeluk ku dari belakang

 

“tadi itu pertengkaran kita yang pertama ya ?” ucap ku sambil membalikan badan menhadap namjacinguku

 

“hehehehe aku tidak sabar menunggu pertengkaran kita selanjutnya, sekarang ayo kita lomba, yang pertama mencapai  pohon kelapa disana yang menang”

 

“oke ! 1. . . 2..”

 

Belum selesai aku menghitung, minhyuk sudah lari mendahuluiku, dasar curang ! tetapi aku senang melihatnya tersenyum, aku menikmati semua yang kulakukan bila dekat dengannya, aku suka semua yang dia lakukan, aku harap selamanya aku bisa seperti ini bersamanya.

THE END

Gimana endingnya ? memuaskan kan kah ? miaan banget ya kalau ternyata endingnya tidak seperti yang diharapkan. Thanks for reading J

 

 

 

 

 

 

*~~~~~~~*

 

7 thoughts on “[Freelance] Someone From The Past part 3

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s