[Freelance] You and Me part 1

Title : You And Me PART 1(2)

Author : Hwang Min Rin

Main Cast : Eunhyuk and OC (Lee Sohee )

Support Cast : Member Super Junior , Lee Soman , dan OC

Rating : AG (All Age)

Genre : Romance

Ps : Annyeong haseyo, ini pertama kalinya saya kirim ff di blog ini. Mianhae kalo banyak typo, dan alurnya yang berantakan.

Enjoy , and don’t forget to comment, because your comment is my spirit

^^^

Lee Sohee POV

Yah perkenalkan aku Lee Sohee , appaku Lee Soman.

Kalian pasti kaget, yah appaku adalah pemilik SM Entertainment. Salah satu perusahan agensi artis yang sangat terkenal di Korea bahkan seluruh dunia tau SM Entertaiment.

Appa dan ummaku telah bercerai. Benar sekali, aku sangat tidak setuju dengan keputusan mereka, seenaknya mereka memutuskan hubungan pernikahan tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Terutama aku dan oppaku.  Aku dan oppaku lah yang paling menentang perceraian ini.

Ya karena umma adalah pembisnis dan appa juga bergerak di bidang yang sama, membuat keduannya sulit meluangkan waktu untuk berkomunikasi bahkan untuk dinner bersama, menjadi hal yang sulit terjadi di rumah. Apalagi setelah bisnis parfum umma merambah pasar eropa dan umma harus menetap di Inggris untuk menggelola bisnisnya. Appa lah yang pertama kali menolak keputusan ini, karena, appa pikir, jika umma tinggal di Inggris maka semakin tidak ada komunikasi diantara mereka, jujur aku setuju dengan keputusan appa.

Tapi umma adalah orang yang sangat keras kepala yang pernah aku temui. Halmeoni  juga melarang umma menetap di Inggris saja di tolak keras oleh umma, apalagi appa. Sudah pasti di tolak  mentah-mentah. Appa sempat mengancam untuk menceraikan umma, yah tapi karena umma memang keras kepala, dia menerima perceraian itu  tanpa dosa, tanpa memikirkan perasaan kedua anaknya ini, hell bukan.

Dan parahnya aku dan oppaku, lee Sowoon. Harus ikut dengan umma tinggal di Inggris. Aku sangat tidak senang dengan keputusan umma, tapi harus bagaimana lagi, saat itu umurku 15 tahun dan oppaku 16 tahun. Karena peraturan pemerintah yang mengharuskan anak di bawah umur 17 tahun  hasil perceraian harus mengikuti ummanya atau lebih tepatnya ummaku berhak menerima hak asuh. Dan dengan begitu aku pergi ke Inggris dan menetap di sana.

Aku harus meninggalkan negara kelahirannku, meninggalkan appaku, meninggalkan Kyu sahabatku, dan yang paling penting meninggalkan Hyukjae, cintaku, sepasang  paru-paruku.

Selama ini hanya Kyu yang menemaniku dan oppaku saat umma dan appa sibuk dengan urusan bisnis masing-masing. Setiap pulang sekolah kami bertiga selalu bermain bersama di taman dekat rumah kami. Kyu seumuran dengan kakakku. Dia selalu membuatku tertawa, marah, jengkel, dan membuatku mengerti arti sahabat sesungguhnya.

Kyu.

Dia teman yang baik. Pintar, sangat mungkin dia bahkan lebih pintar dari oppaku. Dia itu cuek sekali tapi sebenarnya dia perhatian, apalagi jika sedang bermain game, dia menjadi orang yang SANGAT CUEK DAN TIDAK PEDULI DENGAN ORANG LAIN, yang di pedulikannya hanya game saja, ckckck.

Mungkin bagi sebagian orang yeoja dan namja  tidak akan pernah bisa bersahabat, tapi itu berbeda dengan kami. Saat aku bersamanya,  tidak ada gejolak cinta, seperti yang kurasakan saat bersama Lee Hyukjae. Dia adalah cinta pertamaku, atau mungkin akan menjadi cinta terakhirku. Kyu mengetahui jika aku menyukai seorang namja, tapi aku tidak pernah memberitahunya siapa namja itu.

Saat kecil dulu aku adalah yeoja yang sombong , aku selalu bilang kepada Kyu, bahwa aku akan menjadi seorang istri seorang pangeran. Dan hingga dewasa  Kyu selalu mengejekku dengan sebutan “istri pangeran “, jadilah aku terpaksa mengikuti permainan Kyu yang aku sendiri ciptakan =___=. Selama bersekolah banyak sekali namja yang menyukaiku, bahkan dengan terang-terangngan manyatakan cintanya  secara langsung. Jadilah aku menggunakan alasan ingin menjadi ‘istri seorang pangeran’ untuk menolak namja itu.

Dan sayangnya aku tidak jatuh cinta kepada pangeran, aku jatuh cinta kepada seorang namja biasa. Namja yang tidak spesial, tidak setampan kyu, tidak sepintar. Tapi dia dengan sukses membuatku terpukau dengan dirinya yang cool, dia membuatku hanya bisa menatapnya.

FLASHBACK

Hari itu aku baru saja pulang sekolah, karena kecapekan aku memutuskan untuk duduk di kursi taman yang rindang. Saat itu adalah musim gugur, daun-daun berguguran.

Ada seorang namja yang aku yakini dia adalah murid SMA, karena seragamnya sama dengan oppaku dan Kyu.

Dia duduk termenung, sendirian, seperti sedang memikirkan sesuatu. Tiba-tiba dia berdiri dan pergi meninggalkanku yang sedari tadi terus memandangginya.

Di hari berikutnya aku datang lagi di taman itu, ada sebersit rasa penasaran yang aneh. Aku ini tidak suka memandangi seseoarang, aku lebih suka di pandanggi. Itu prinsipku.

Tapi itu berbeda saat aku memandangginya, yang hanya termenung. Aku tertarik dengan nya.

Sudah 10 hari aku datang ke taman itu, dan hanya duduk. Mencuri-curi pandang kearahnya, memandangginya.

Dia, tetap sama, hanya termenung. Jujur aku tidak tahan, hanya melihatnya, rasanya aku ingin mendatangginya  menanyakan apa yang dipikirkannya hingga dia tidak memandanggku. Ha ?

Dan puncaknya, hari ini. Hari ke-15 aku duduk di taman ini, lagi. Aku berdiri dari kursi, dan tanpa berfikir panjang aku melangkah ke kursi namja itu.

Aku tau dia sedikit kaget, melihat ada seorang yeoja yang biasanya duduk  di seberang kursinya menghampirinya. Masa bodoh dengan jaim, aku ingin dia tahu aku ada. Hanya itu.

“Annyeong haseyo, ada apa ? “  tanyanya saat posisiku ada di hadapnya, menatapnya. Jujur sekarang jantungku sudah berdebar sangat kencang . Ini sungguh hal gila yang pernah kulakukan. Menghampiri  namja yang tidak kau kenal hanya untuk membuatnya menatapmu.

“ Tidak apa-apa “  jawabku singkat, mulutku tidak dapat bergerak dengan mudah, jantungkulah penyebabnya.

“Gwenchana  ? “ tanyanya  lagi. Mungkin dia dapat melihat kegelisahan di raut wajahku.

Aku bukan gelisah lagi, aku sangat nervous berhadapan denganmu, bodoh. Rasanya ingin lari dari hadapanya, tapi ku urungkan niatku. Itu akan membuat ku semakin terlihat bodoh.

“ Gwenchana “ jawabku, masih gugup.

“Duduklah “ perintahnya, menunjuk kursi di sebelahnya.

Dengan ragu-ragu akhirnya aku turuti  perintahnya untuk duduk.

15 menit kemudian, kami berdua hanya terdiam. Tak ada yang memulai pembicaraan. Aku sibuk dengan pikiran bagaimana lari dari tempat ini. Dan dia sepertinya sibuk  dengan pikiran yang sepertinya masih sama dengan 15 hari ini selalu di pikirkannya.

“ Emm aku pulang dulu “ akhirnya, hanya ini yang mampu aku katakan. Mungkin pergi dari sini adalah jalan satu-satunya, menjauh dari dia.

“ Ehh jangan, temani aku di sini sebentar yaa “ pintanya. Jujur aku sangat kaget . Apa ? Dia memintaku menemaninya. Mimpi apa semalam aku.

Aku tidak mengiyakan ataupun menolak, aku hanya tetap duduk. Tubuhku ini tidak mampu untuk di gerakkan, hanya menundukan kepala tanda setuju pun aku tak sanggup, jantungku ini penyebabnya.

^^^

Setelah kejadian itu aku selalu pergi ke taman, hanya menemaninya. Yaa seorang Lee Sohee  yang tidak pernah, mau menuruti perintah dan keras kepala ini, patuh terhadap namja bernama Lee Hyukjae ini.

Aku selalu duduk disampingnya, di hari itu dia mengajakku berbicara, dia menceritakan masalahnya yang ternyata. Dia di tolak oleh suatu agensi, sedangkan sahabatnya di terima. Jadi ternyata itu penyebabnya dia selalu termenung selama ini. Aku hanya bisa diam dan tersenyum , dan sesekali menjawab ne.

Ya selama 1 bulan aku hanya duduk disampingnya, mendengarkan ceritanya. Keluarganya, teman-temannya,  kegiatannya  menghadapi tes kelulusannya.

Dan pada suatu hari dia menyuruhku bercerita apapun, karena selama ini aku hanya diam saat dia bercerita.

“ Emmm aku…. Lee… Sohee “  kataku terbata-bata.  Aku malu sudah 1 bulan lebih aku berada di samping namja ini, tapi nervousku tidak pernah hilang, payah.

“ Kalo itu aku tau “ jawabnya sambil tertawa. Apa-apaan dia menertawakan aku. Seenaknya.

“ Heh apa yang kau tertawakan ?! “ tanyaku kesal.

“ Hahaha akhirnya kau bicara juga hahaha “ katanya, masih dengan tertawa, apa-apaan dia.

Entah kenapa melihtanya tertawa seperti itu, membuatku tersenyum. Bukan senyum biasa saat umma dan appa memberiku hadiah, yang sangat ku ingginkan. Bukan saat Kyu dan Sowoon oppa mengerjaiku. Bukan,ini berbeda, senyum ini dari hati.

DEG

Apa ? Rasa apa ini ? Seperti ada yang bergejolak.

Jatuh cinta, apakah ini rasanya jatuh cinta ?

Tidak, ini tidak mungkin. Aku jatuh cinta dengan namja ini. tapi aku bahagia melihtanya, entahlah. Perasaan ini  membinggungkan. Persetan dengan rasa itu, aku ….

Akuu…. Yaaa…

I LOVE YOU, LEE HYUKJAE , damn !!

Setelah kejadian itu aku semakin akrab dengan Hyukjae, dia adalah namja yang baik. Dia selalu mendengarkan ceritaku, sekarang semua terbalik. Aku lebih banyak bercerita dan dia mendengarkan. tapi sering sekali aku memancingnya untuk bercerita.

Dia sering sekali menampilkan dancenya di hadapanku, entahlah saat dia menari. Itu semua seperti di tujukan untukku. Kuakui dia punya bakat dance yang sangat baik, bahkan aku sering berfikir, kenapa dia tidak di terima di agensi itu. Pasti juri agensi itu bodoh. Hyukjae itu sangat pandai dalam dance dan dia punya bakat !

Apakah aku siap berpisah dengannya, sudah 1 tahun ini kita selalu bersama. Semua musim sudah kulalui dengannya. Musim gugur dimana kami dipertemukan, dimana benih-benih cintaku padanya mulai tumbuh.

Musim panas, yang entah kenapa saat  bertemu dengannya, aku tidak merasakan panas, melainkan kesejukan hati. Ya sejuk hati, mungkin aku sudah gila. Hampir setiap hari aku tersenyum. Kyu dan Sowoon oppa mengejekku terus karena aku sudah bersikap seperti orang gila. Bagaimana tidak, setiap hari aku tersenyum, aku yang paling malas belajar kimia, menjadi orang yang sangat suka pelajaran menyebalkan itu.

Teman-teman sekelasku juga heran, aku yang pelit menebar senyum, menjadi seseorang yang murah menebar senyum. Appa dan umma bahkan menyuruhku memeriksakan diri.

Cinta memang hebat, bukan ? Aku yang selalu marah-marah menjadi seorang yang ramah.

Aku yang paling benci pelajaran kimia menjadi seorang yang selalu, menunggu kehadiran guru killer itu.

Aku yang selalu benci dengan umma dan appa saat berantem, bahkan masa bodoh dengan mereka.

Dunia ini seperti milik ku dan dia, aku gila ? Aku sangat gila sekarang !! Hahaha

Musin semi kami lalui dengan indah, dia selalu membawakan makanan yang enak. Dia yang pelit mau membeli makanan untuk ku, padahal untuk membeli sepatu dance saja dia rela tidak makan eskrim kesukaanya. Apakah aku berarti baginya, entahlah dia tidak pernah berkata dia cinta aku atau apapun itu. Jujur ini semua membinggungkan. Aku bingung untuk menjadi siapa di sampingnya, kekasihnya atau sahabatnya ?

Musin dingin, dia mengajakku bermain ski, benar-benar menyenangkan. Dia itu pandai sekali bermain ski  dan aku sangat payah. Jadilah dia menjadi pelatihku, memalukan .

Saat itu cuaca dingin sekali, dan bodohnya aku tidak membawa sarung tangan. Pastilah tanganku membiru karena kedinginan. Dia yang mengetahui tanganku yang kedinginan, langsung menggengam tanganku.

Yaa benar dia menggengam tanganku dan memasukkannya di saku jaketnya. Rasanya jantungku hancur, karena telalu cepat berdegup.

Semua terasa tidak nyata, tangan kuatnya ,menggengam tanganku.

Setelah ini aku harus bersyukur karena kebodohannku tidak membawa sarung tangan saat bermain ski.

^^^

Ya, jarak antara kebahagiaan dan kesedihan itu dekat bukan ?

Jarak antara pertemuan dan perpisahaan itu dekat  bukan ?

Seperti  jarak jurang, sempit dan terjal.

Damn,  aku benci semua ini, aku benci dengan keegoisan mereka, aku benci mereka !!!

Seenaknya mereka bercerai, dan aku harus mengikuti kemauan ummaku untuk tinggal di Inggris, hanya untuk keegoisannya !!!

Aku benci ini semua !!

Bagaimana caranya aku menceritakan semua ini padanya, Hyukjae.  Aku menangis.

Menangis karena takut jauh darimu, kehilangganmu, aku bergantung padamu.

Bagaimana aku bisa bernafas dengan sempurna, jikalau pasangan paru-paruku jauh, bagaimana caranya !!

Aku menangisinya, Lee Hyukjae.

Kau ! Sukses membuatku bergantung padamu.

Menggantungkan hati ini, hati ini.

Kau membutakan mataku, kau membuatku terpaku pada mu.

Hanya menatapmu, kau jahat Lee Hyukjae !

Tidak, kau tidak jahat. Aku yang jahat menggangtungkan hati ini padamu.

Tuhan, aku tidak dapat berpisah dengan nya

Dia sepasang  paru-paruku.

Ya lusa aku bertolak ke negeri itu, meninggalkannya.

Ku duduk di kursi taman ini, menunggunya

Daun berguguran, musim gugur. Musim ini aku bertemu dengannya, dan di musim yang sama aku berpisah. Menyakitkan.

“Hey “ sapanya hangat, senyum itu apakah aku masih bisa melihatnya, apakah ini yang terakhir ?

“Hey, senang sekali sepertinya, ada apa ? “ tanyaku, dari tadi dia tersenyum terus, sepertinya ada kabar baik.

“Aku di terima training, Sohee, aku diterima ! “ jawabnya dengan senyum yang sangat sumringah. Dia di terima, cita-citanya untuk menjadi dancer akan terwujud, dan pasti aku menghancurkan suasana hatinya dengan berita buruk ini.

Ini tidak adil, memang apa yang adil di dunia ini ? Sohee? Apa ?

“ Chukkae “ ucapku, dengan seulas senyum yang dipaksakan, aku tidak ingin membuatnya sedih di saat dia baru mendapatkan kabar gembira itu.

“Kau kenapa ? “ tanyanya. Benarkan, aku tidak bisa menyembunyikan semua ini, dia mengetahui semuanya. Dia mengetahuiku tanapa terkecuali.

“ Kau baik-baik saja ?” tanyanya lagi, dan seulas senyum itu berubah menjadi wajah cemas.

“Gwenchana “ jawabku dengan senyum yang dipaksakan.

“ Aku membawa kabar tidak baik “ ucapku akhirnya dengan terbata-bata, takut merubah suasana hatinya.

“Katakanlah “ perintahnya, wajah cemasnya membuatku semakin sedih. Apa aku harus mengatakanya, membuatnya orang yang ku cintai bersedih. Apa aku harus ?

“Orang tuaku akan bercerai “ kataku, aku tidak kuat lagi. Aku tidak kuat lagi menahan air mata ini.

Dia menangkap tubuhku ini di pelukan hangatnya, dia tidak berbicara apa-apa hanya memelukku. Dan sukses membuatku menangis, aku, Lee Sohee  yang tidak pernah menangis di hadapan seseorang. Menangis di hadapan Seorang namja yag bernama Lee Hyukjae.

Sunyi, dia masih memelukku dan aku masih menanggis. Aku tidak sanggup lagi. Aku tidak sanggup mengatakan bahwa aku harus pergi jauh, dan mungkin tidak dapat melihatnya lagi. Aku tidak akan sanggup mengatakan itu, tidak akan.

Akhirnya setelah cukup lama aku menangis, dia menenangkanku dengan membasuh rambutku. Aku suka dengan cara dia menenanggkanku. Dia tidak tanya apapun, kenapa orang tuaku bercerai. Dia tidak mengatakan sabar, seperti kata teman-temanku yang lain. Dia hanya menenanggkanku dengan memelukku.  Dan itu sudah cukup bagiku.

^^^

“Rumahmu ini ? “ tanyanya saat kami sudah sampai di rumahku, dia bersikukuh untuk mengantarkanku, padahal biasanya aku tidak mau diantar oleh orang lain, aku tidak mau tergantung oleh orang lain, aku mandiri. Tapi untuk yang terakhir, mungkin. Aku mengijinkannya.

“Ne “ jawabku.

“Aku pulang dulu ya “ ucapnya, dan diikuti dengan anggukanku. Tapi sebelumnya.

“Jangan pulang dulu, ini ada gelang untukmu “ kuserahkan gelang yang selalu kupakai ini. Ini kenang-kenangnggan ku untuk mu, batinku.

“Maaf itu bukan benda yang baru, tapi itu berarti bagiku “ kataku. Benda itu memang berarti bagiku. Gelang itu dari halmeoni, sebelum dia meninggal.

“Tidak apa-apa, o iya ini ada kalung juga untukmu “ katanya dan menyerahkan kalung yang berliontin bintang.

“Maaf itu bukan benda yang mahal, tapi kau bintang bagiku “ ucapnya tersipu malu. Aku bahkan terkekeh, wajahnya memerah. Lucu.

“Gomawo “ ucapku dengan senyum yang merekah, aku bintangnya. Dia mencintaiku he ?

“Aku pulang dulu “ ucapnya dan meninggalkanku. Sekarang hanya punggungnya yang bisa aku lihat.

Tapi tiba-tiba dia membalikkan badannya dan dengan cepat dia mencium keningku. Semburat merah langsung muncul di pipiku ini. Dia juga, wajahnya langsung memerah. Dan beberapa  saat kami hanya terdiam.

Sibuk dengan pikiran masing-masing. Aku sibuk dengan pikiran dan keterkejutanku, dia menciumku. Itu tanda cinta bukan, dia mencintaiku. Jadi selama ini cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Ahh senangnya.

“Saranghae  Sohee “ ucapnya dengan malu-malu. Semua ini mimpi atau bukan ? Tolong siapa saja jangan banggungkan aku jika ini mimpi. Ini mimpi yang paling indah yang pernah kutemui.

“ Nado saranghae “ ucapku dengan tersipu malu. Tersenyum bahagia.

FLASHBACK END

Selama ini ummaku selalu melarangku untuk berpergian keluar negeri, bahkan di negara aku dilahirkan pun aku juga dilarang. Tapi untunglah appaku selalu menggunjungiku dan oppaku. Hampir setiap 3 bulan sekali appaku bolak-balik korea-inggris, jadi aku tidak begitu kehilangan komunikasi dengan appaku bahkan aku merasa lebih dekat dengannya setelah menetap di Inggris.

Dan dengan Kyuhyun, aku saling berkiriman email. Selama 3 tahun pertama kami sering sekali  berkiriman email, bahkan setiap hari. Tapi lambat laun dengan kesibukan Kyuhyun menjadi training apalagi setelah dia menjadi member di salah satu boy band dan kesibukkanku bersekolah apalagi setelah aku mulai merambah di dunia modeling, membuat komunikasi kami sedikit terhambat, tapi untungnya kami masih sering berkiriman email,  yah walaupun hanya seminggu sekali atau mungkin sebulan sekali.

Sedangkan dengan Lee Hyukjae, tidak ada sama sekali. Akumenghilang darinya, aku tak sanggup melihatnya, walaupun hati ini selalu meronta-ronta ingin menemuinya.

Aku pernah menanyakan tempat tinggalnya, kepada temannya dan ternyata dia sudah pindah rumah dengan orang tuanya.

Terlambat, mau dia menghilang atau tidak aku akan tetap mencintainya, hatiku ini sudah penuh sesak olehnya. Sudah tidak ada lagi tempat yang tersisah untuk pria lain. Entah dengan cara apa dia, menghipnotisku untuk tidak berpaling darinya, selalu menatapnya. Kuakui ini gila atau aneh, selama 8 tahun aku tidak melihatnya, hanya bisa melihat kalung berliontin bintang pemberiannya. Hanya benda mati, tapi entah kenapa aku seperti terhubung dengannya.

Setiap aku sedih, rindu dengannya. Aku hanya dapat memandang kalung  ini, dan hanya bisa menanggisinya.

Seorang Lee Sohee, menangis hanya untuk pria, itu semua menjijikan untuku.

Itu semua mustahil untuk seorang Lee Sohee  yang selalu  kuat, tegar, mandiri.

Bahkan saat orang tuaku bercerai aku tidak menangis, padahal oppaku menangis, pantang untukku menangisi sesuatu bahkan seseorang.

Saat berpisah dengan kyuhyun, aku tidak menangis. Dengan sahabatku sendiri yang kuanggap oppaku, aku tidak menangis.

Tapi apa yang bisa aku lakukan, hatiku ini bergejolak, merintih, hatiku tak kuat membendung semua ini. Kau pelakunya, Lee Hyukjae !! Kau !

^^^

Setelah menyelesaikan  high schoolku  selama 3 tahun, aku melanjutkan sekolah modeling selama 5 tahun, jujur aku mulai menyukai negara pangeran william ini.

Oppaku juga begitu, dia sangat tertarik dengan dunia fotografi dan lebih memilih menetap di Inggris. Aku sering sekali dijadikannya model fotonya, dan di situlah aku mulai merasakan bakatku di dunia modeling ini, apalagi dengan ummaku yang berbisnis di dunia fashion membuatnya mempunyai banyak sekali teman di dunia modeling, apaku juga sangat senang dengan talent ku ini, dan sangat mendukung.

Setelah aku selesai kuliah. Appaku memberi tawaran untuk menjadi model di agensinya. Pertama kali umma menolak dengan keras, mungkin dia tidak ingin jauh dariku. Tapi setelah ku bujuk dan sedikit merengek akhirnya umma mengijinkan. Dengan syarat aku harus sering mengunjunginya atau umma yang akan mengunjunggiku.

Ya setelah umma bercerai, hubunganku dengannya menjadi lebih baik, umma lebih sering berada di rumah denganku dan oppaku.

@AIRPORT

Yahhh aku sudah sampai di negara ginseng ini. Senang sekali rasanya bisa mengginjakkan kaki di negara aku dilahirkan. Hal pertama yang ingin aku adalah menemui Kyuhyun, ya sahabatku. Yang katanya sekarang menjadi artis terkenal itu. Setiap dia menggirimiku email, dia selalu sombong dengan pekerjaannya itu, tapi dia tidak pernah memberi tahu ku apa nama boybandnya itu, menyebalkan bukan.

“ Nanti kamu kaget jika tau seberapa terkenalnya aku ini “ selalu saja dia menyombongkan dirinya jika aku bertanya tentang nama boy bandnya itu.

Karena hal itu lah aku jadi malas menanyakan nama boybandnya itu, jijik sekali,  jika dia mulai menyombongkan diri. Sifatnya itu benar-benar tidak berubah dari kecil, selalu begitu.

“ Hey my daughter ! “ teriak appaku saat dia menyambutku di pintu kedatangan.

“ HI Dad “jawabku sambil memulukknya, tubuh tua ini. Appaku yang selalu aku cintai ini, dan selalu ku rindukan.

“ Wow you are so gorgeous “ puji appaku sambil menillai penampilannku dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Yaa hari ini aku memakai T-Shirt abu-abu warna favoritku dan skirt yang berwarna merah marun, ku padukan dengan high heels yang tidak terlalu tinggi, rambutku ? Ku gerai saja sudah cukup membuatku terlihat sangat cantik. Aku sangat bersyukur dengan rambutku yang indah ini, rambutku sangat bagus turunan umma . Dan aku mempunyai mata yang indah yang sejuk, turunan Halmoeni. Dan tubuhku yang tinggi jenjang, membuat penampilanku menjadi sempurnya.

“ Thank you so much dad, how are you today ? Good, right  ? “ tanyaku sambil meneliti penampilan appaku ini, aku selalu bersyukur karena tuhan selalu memberinya kesehatan bahkan di usia tuanya ini.

“ Pastinya anakku “ jawabnya. Dia selalu begitu, tidak pernah memperlihatkan kesedihannya, kesusahanya. Padahal dengan jelas aku bisa melihat bahwa dia ‘tersiksa’ dengan pekerjaannya itu. Sering aku dengar dari oppaku bahwa appaku sering mempunyai masalah dangan bisnisnya, tapi setiap aku menanyakannya dia selalu menjawab dengan senyuman.

^^^

@SM BUILDING

Sekarang aku sedang berada di SM BUILDING, di mobil ayahku mengatakan bahwa Kyu tergabung di boy band yang bernama SUPER JUNIOR. Oppaku juga memberi tahu bahwa super junior itu boy band yang sangat  terkenal, semakin penasaran seberapa terkenalnya Kyu itu.

Apalagi saat aku  melihat fansnya, namanya ELF. Sedang berkumpul di depan gedung SM. Ternyata fansnya banyak sekali, batinku. Dengan ID Card yang diberikan oppaku, aku masuk gedung itu dengan mudah. Apalagi setelah mengetahui bahwa hanya orang tertentu yang bisa mempunyai ID Card itu.

Setelah masuk, aku langsung menuju meja resepsionis dan langsung menanyakan dimana ruang latihan Super Junior, dengan memperkenalkan diriku sebagai anak dari pemilik SM Entertainment, apalagi dengan ID Cardku yang eksklusif yang hanya dimiliki oleh pemilik atau pemegang saham di SM Entertainment ini.  Aku dapat dengan mudah menetahuinya, padahal kata yeoja yang ada di resepsionis itu. Untuk bertemu dengan Super Junior itu sangat susah.

Setelah hampir 20 menit aku berkeliling gedung ini, akhirnya aku bisa menemukan ruang latihannya.

Sebelum aku masuk, aku berusaha rileks, menemui sahabatku yang sangat aku rindu, rasanya senang sekali dan sedikir nervous.

Ku buka pintu itu, yang ternyata tidak terkunci. Setelah pintu itu terbuka, semua mata tertuju padaku, menatapku, mungkin mereka merasa asing padaku.

Akupun juga merasa asing, melihat 10 namja dan beberapa orang yang aku yakini dancer mereka, namun memang tidak susah untuk mencari namja bodoh itu. Dia sedang bermain dengan PSPnya. Bermain game rupanya, dasar tidak pernah berubah, bantinku. Ku langkahkan kakiku menujunya.

“ Heh KYUU !!” teriakku. Yang sukses membuatnya mengalihkan pandanganya dari PSPnya ke arahku.

Sudah dengan pasti semua orang melihat ku, tapi ada yang aneh aku merasa ada seorang yang memandang ku dengan arti yang lain. Tapi tidak ku pedulikan.

“HAA Sohee , kau ?? Sohee ? “ tanya Kyu dengan terbata-bata. Aku tau pasti dia sangat kaget dengan kedatanganku yang sangat tiba-tiba. Kejutanku berhasil bukan ?

“ Of course haha !“  jawabku dengan sedikit menampilkan aegyoku, pasti sekarang aku terlihat sangat cantik, apalagi dengan para namja yang sedari tadi menatap ku dengan kagum. Kagum dengan kecantikkanku, hahaha.

“Dasar bodoh kenapa kau tidak memberitahuku, jika kau pulang “ kata kyu dengan menyentik kepalaku. Dasar dia masih evil ternyata, ku kira dia sudah tobat. Apalagi mengetahui dia sudah mempunyai kekasih.

“Auuoocchh “ rengekku sambil mengelus ujung kepalaku.

“Sakit bodoh , dasar ! “ sergahku. Menyebalkan sekali, bukanya dia berterimakasih karena kedatangganku palah menyentilku, dasar !

“Siapa dia kyu ?  “ tanya seorang namja, yang aku yakini pasti salah satu anggota member boy band ini.

“ Ohh dia, dia . Sahabatku hyung , yang pernah aku ceritakan. Dia tinggal di Inggris hyung “ jawab Kyu.

“Heh perkenalkan dirimu ! “ perintah Kyu, karena aku tidak mau dibilang tidak sopan akhirnya aku menuruti perintahnya.

“ Annyeong haseyo Lee Sohee ….. “ kataku terputus. Aku tidak dapat melanjutkannya lagi. Mataku tertuju padanya.

Dia yang selama ini kuharap kehadirannya, bukan dimimpiku tapi di kehidupan nyata.

Orang yang ku tanggisi. Karena, ingin sekali bertemu denganya.

Sepasang  paru-paruku.

Sekarang ada di hadapanku.

Nyata, bukan illusi seperti biasanya.

Tatapan mata kami beradu, detik kemudian, jantung ini semakin berdetak. Saat dia melangkahkan kakinya, mendekati ku. Aku tahu semua mata menatap kami, kenapa kami bertatapan sepert ini, apalagi saat dia memelukku. Ya, dia memelukku.

Jantungku,  jangan tanya, dia sudah tidak beraturan lagi bentuknya. Berdegup kencang sekali, lebih kencang dari apapun. Mungkin lebih kencang dari kecepatan roket, mungkin, siapa yang tahu ?

Aku terdiam, masih belum yakin. Apakah ini mimpi atau bukan ? Tolong siapa saja jangan banggungkan aku.

Ini mimpi terindah yang pernah kualami. Akhirnya 8 tahun penantianku.

Aku menghirup oksigen, sepasang paru-paruku telah kembali.

“Bogoshipo So-ah “ dia memanggilku So-ah, masih sama, tidak berubah.

“ Nado Bogoshipo  “ balasku. Membalas pelukannya.

Rasanya dunia ini berputar, waktu bahkan berhenti berdetak. Tapi sialnya jantungku tetap berdegup kencang. Sudah 8 tahun, tapi jantungku tidak bisa berkompromi. Aku yakin sekali dia pasti bisa merasakan degup jantung sialan ini.

“Jantungmu berdegup cepat sekali “ ejeknya tiba-tiba. Lalu melepaskan pelukan ini, sambil memandanggiku dari ujung kepala hingga ujung kaki. Menillaiku he ? Aku tak mau kalah, ku pandanggi dia dari ujung kepala hingga ujung kaki juga. Jadilah kami saling memandanggi.

Dia banyak berubah, Hyukjae yang dulu malu-malu menebar senyumnya, karena malu dengan gusinya. Sekarang palah menebar senyum gusinya itu, tampan batinku.

Dia yang dulu tidak peduli dengan mode rambut, sekarang bahkan memberi warna pada rambutnya. Walaupun hanya warna hitam, tapi terlihat olehku yang memang menyukai fashion dan mode ini.

“Neoumu yeoppo “ katanya singkat dan sukses membuatku tersipu malu, sial. Kapan ya terakhir kali dia mengatakan itu. 8 tahun yang lalu, lama sekali.

“Kalian ini kenapa sih ? “ tanya kyu tiba-tiba, dasar perusak suasana. Yah memang bukan hanya kyu saja yang kaget dan heran, semua.

“Dia bintangku “ jawab Hyukjae. He ? Bintangnya ? Aku ? Mimpi apa aku semalam.

“Jinjjha ? “ tanya seorang yeoja, cantik batinku. Tapi kenapa dia terlihat marah. Apa salahku ?

-TBC-

~Kebahagian dan kesedihan itu jaraknya dekat sekali kan , karena mereka hanya di batasi oleh jurang yang sempit dan terjal . Jika kita berhasil melewatinya . Kita menang dan jika tidak kita kalah . Jatuh terperusuk di jurang itu ~

16 thoughts on “[Freelance] You and Me part 1

  1. yeee!! so hee balik ktemu hyuk :D
    tapi itu terakhirnya kok sperti ada someone somthing gitu??
    ayo ayo lanjut !! ^^

  2. akankah cinta Hyuk si Kunyuk dengan Sohee akan seperti dulu ? saksikan di… tau ahh w lupa judulnya !
    thor lanjutannya apa nihh ??????? kaya gimana ????

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s