[Freelance] Someone From The Past part 2

Title                 : Someone From The Past Chapter 2

Author              : @ haninapo

Main Cast          : –   Choi hyunra (Fiction)

–      Kang minhyuk

Support Cast      : –   Kim taeyeon as minhyuk omma (anggep aja si taeyeon namanya kang taeyeon ^_^)

–      Choi sooyoung

–      Kim seorim as hyunra cingu

Rating              : AG

Genre               : Love/Friends

Ps                    : Please give me comment ^_^ baik buruknya aku terima apa adanya (?) FF ini pernah aku post di blog pribadi aku

 

 

*~~~~~~~~*

HYUN RA POV

 

Yaa sial sekali aku hari ini, kuliah ku tidak menarik, baru saja menemani Seo rim ke toilet ke gedung sebelah dengan sesekali di liat dengan pandangan aneh oleh mahasiswa di sana, setelah ke toilet seo rim langsung meninggalkanku karena namja-cingunya sudah menunggunya di tempat parkir untuk mengantarnya pulang. Namja cingunya seo rim itu namanya kim jong woon, tapi teman temannya memanggil dia yesung, entah dapat darimana dapat kata yesung itu. Yesung oppa setingkat di atasku dan seo rim, tahun depan dia akan lulus.

 

Oh iya tentang tatapan aneh seo rim ke namja tampan tadi aku masih penasaran dengan itu

 

Seo rim-ah apa kau mengenalnya ?” tanyaku tidak jauh dari tempat tadi aku dan Seo rim berdiri

 

“nugu ? kau ini berbicara tentang siapa ?”

 

“namja yang tadi kau lihat itu ?”

 

“namja ? yang mana ya ?”

 

“yaaa ! Seo rim ! sejak kapan kau jadi pelupa ? namja yang tadi kau lihat tanpa kedip itu bagaimana kau bisa lupa ?”

 

“hyun ra ! aku ini sudah punya namja cingu ! aku tidak melihat namja lain ! apalagi tanpa mengedipkan mata seperti tadi” katanya sambil sedikit kesal tapi aku menyadari ada sedikit nada marah saat dia mengatakannya. Mendengar itu aku langsung menutup mulutku. Siapa pun tidak ada yang mau di dekatnya saat dia sedang marah.

*~~~~~~~~*

 

 

Aku menyusuri jalan ke rumah dengan kepala tertunduk, saat sedang sendiri begini aku benar benar tidak tahu mau apa. Kalau sedang kesal gini aku ingin menikmati ice cream di taman dekat apartemenku. Tanpa berpikir lagi aku segera menuju cafe kecil di dekat halte dekat apartemenku, setelah membeli ice cream vanila dengan wafer aku langsung menuju taman. Keadaan taman sore ini cukup sepi, aku suka keadaan seperti ini. Aku menikmati setiap detik di taman ini melihat bunga bunga, hijau dedaunan, dan…… bukankah itu omma ?

 

 

*~~~~~~~~*

 

Aku membuka sepatuku dan menaruhnya di rak sepatu di dekat pintu, tadi aku melihat omma di taman walaupun tidak menggunakan kacamata aku sebagai anak tentu saja bisa  mengenali ommaku sendiri,

 

aku melihat dia sedang berdiri membelakangiku, saat aku melihat omma aku baru teringat dengan janjiku pada omma, aku sudah terlambat sangat lama, aku ingin menghampirinya dan minta maaf tapi tiba-tiba aku baru sadar omma sedang berbicara dengan seorang namja, aku tidak menggunakan kacamataku dan tidak dapat melihat dengan jelas siapa namja itu, dia kah orang yang akan ku temui itu ? kalau begitu lebih baik aku langsung menghampiri mereka tapi…… omma menangis, aku tau omma menangis… ya dia menangis.. tapi kenapa ? apakah namja itu mengatakan sesuatu yang membuat omma menangis ? namja itu pergi meninggal kan omma yang sedang menangis. Tiba-tiba omma melangkah sedikit dan terjatuh bertumpu pada kedua lututnya dan kedua telapaknya di tanah.

 

“BIARKAN DIA SEMBUH, lalu ……… katakanlah semuanya, bukan sekarang waktunya

 

Namja itu berhenti sebentar saat omma mengatakan kalimat yang terakhir, lalu dia berjalan lagi tanpa menoleh dan mengatakan satu kata pun. Aku pun tak dapat mencerna apa yang di katakan omma. Apa yang di maksud dengan sembuh ? aku tidak sakit apapun ? atau aku mempunyai penyakit yang tidak kuketahui ? mana mungkin. Dan apa maksudnya katakanlah semuanya ? apa omma menyembunyikan sesuatu dariku ? aku bingung, marah dan tidak mengerti apa-apa. Aku batalkan niatku menghampiri omma dan berlari ke apartemenku, ice cream yang tadi kunikmati ku lempar ke tempat sampah. Aku sungguh tidak menginginkannya sekarang ini.

*~~~~~~~~*

 

 

Aku baru saja selesai mandi dan mendengar ada suara seseorang datang *pasti omma*. Aku sudah memutuskan untuk tetap diam sampai omma yang menceritakan semuanya sendiri. Aku menuju ke ruang tamu dan melihat omma duduk bersandar pada sofa, raut wajahnya sangat lelah dan terlihat sedikit depresi.

 

“omma….. mianne ! aku sungguh lupa dengan janjiku tadi malam, terlalu banyak yang ku pikiran saat  kuliah  hari ini, aku sampai lupa, mianne…..”

 

“janji ? tadi malam ? yaaa kau ini ! Kenapa kau tidak mengingatkanku ?”

 

*Bukankah omma baru saja pergi memenuhi janji itu ?*

 

“lalu ? omma darimana ?”

 

“omma ? ngggg jalan-jalan ! aku sangat bosan di sini, kau tidak kunjung pulang, jadi aku keluar saja dan mencari udara segar” kata omma

 

*aku tahu kau bohong omma*

 

“kalau begitu bagaimana dengan janji kita ?” kataku

 

“tentu saja harus kita tepati ! cepat ganti pakaianmu ! kita akan bertemu dengan seseorang  kerabat malam ini”

 

“ne….”

*~~~~~~~~*

 

“apa omma tidak salah alamat ?”

 

“tidak tentu saja ! ini tempat yang benar”

 

“tapi kita sudah terlambat sekali, ini bukan jam makan siang lagi”

 

“dia tidak mengatakan harus datang kapan, jadi tenanglah”

 

Kami sedang berada di sebuah cafe yang cukup besar. Tidak hanya besar, cafe ini elegan dan ramai pengunjung. Mayoritas pengunjungnya adalah kawanan muda. Apakah namja yang tadi siang itu pemilik cafe ini

 

“sooyoung-ah  lama tak jumpa”

 

Aku melihat ke arah suara itu berasal, sooyoung adalah nama omma ku. Dia memeluk omma ku dan mencium pipi kanan dan kiri omma ku.

 

“ini kah anak mu ?”

 

“ne…..” kata omma, aku hanya tersenyum

 

“anneyong hyun ra, Namaku taeyeon, aku adalah teman lama ibu mu”

 

“anneyong….” balasku

 

“hyun ra, dia teman kuliah omma dulu, karena omma tidak bisa sering-sering menengokmu, kau bisa sering-sering kesini” kata omma

 

“main lah kesini sering sering, di cafe ku ada menu kesukaan mu looh,  freeze cocholate dengan shaved ice, bukan kah itu favoritemu dulu ?” kata ahjumma

 

“nee….. tapi bagaimana ahjumma bisa tau ?” tanyaku

 

“mmmm ….. begini….” kata ahjumma

 

“aku yang memberitahuinya, mulai sekarang anggaplah dia omma mu juga” kata omma

 

“ooh baiklah” kataku sambil terseyum, tapi aku menangkap hal aneh sekarang, mereka seperti menyembunyikan sesuatu. Yeoja ini jelas bukan orang yang tadi siang, tapi apakah begitu banyak rahasia yang di sembunyikan dariku ?

*~~~~~~~~*

 

MINHYUK POV

 

“omma !!! kau bilang siapa tadi yang datang ?”

 

“hyun ra…. ya dia datang dengan omma-nya”

 

“kenapa kau tidak bilang ? aiiish”

 

“ini..”

 

“apa ini ?”

 

“syal ! itu milik hyun ra, ia pasti akan kembali sebentar lagi”

 

HYUN RA POV

 

“ommoooo !!!!” pekikku

 

“wae ???” tanya omma

 

“aku meninggalkan syalku di cafe tadi?”

 

“yaaa ! kau ini ! teledor sekali, aku akan menunggu disini”

 

“neee…….”  kataku

 

aku segera berlari kembali ke cafe tadi, saat aku masuk ke cafe aku sudah tak melihat ahjumma tadi, meja yang tadi aku duduki pun sudah terisi orang lain, dimana syalku ya ? aku mencari cari karyawan cafe ini, mungkin saja dia tau

 

“ini milikmu ?”

 

Aku melihat ke arah suara tadi, namja tampan yang waktu itu ! kenapa dia ada disini ?

 

“bukan ya ? ada yang bisa di bantu ?” tanyanya lagi sambil terseyum ragu

 

“eehhh nee.. itu punya ku”

 

“oh,  ini” katanya sambil menyodorkan syal coklat itu, dia seperti berpikir sebentar dan lalu pergi begitu saja

 

“tunggu….” dia berhenti dan menengok kembali

 

“eh…. kamsahamnida”kataku

 

“oh… ne..” balasnya singkat

 

“nugu ya ?” tanyaku

 

“mmm ?” kata namja itu dengan raut wajah kaget

 

“siapa nama mu ?” kataku lagi

 

“apa ?” kata namja itu dengan nada sedikit marah

 

“aku bertanya siapa namamu ! tidak boleh kah ?” aku mulai kesal dengan namja ini, sombong sekali sih !

 

“yaa ! kau cari tau saja sendiri !” jawabnya dan langsung pergi masuk ke dalam ruangan di cafe ini

 

APA ?  namja itu ! aiish ! aku menyesal memanggilnya namja tampan, mulai sekarang aku akan memanggil dia namja menyebalkan ! sudah dingin, jutek lagi !

 

MINHYUK POV

 

“omma !!!!! ada apa dengan hyun ra ? aku tau ada kesalahpahaman antara kita dulu, tapi kenapa dia melakukan itu padaku?” ucapku pada omma setelah meninggalkan hyun ra

 

“melakukan apa ?”

 

“ia memperlakukanku seperti orang asing ! bukankah aku sudah minta maaf padanya  ?”

 

“minhyuk-aah…. sebenarnya…..”

 

omma mulai menangis

 

“omma……..ceritakan padaku ! sebenarnya apa yang terjadi ?” tanyaku

 

“hyun ra-ah amnesia” jawab omma ku singkat

 

DEGH……

 

“saat dia pingsan, kepalanya sempat terbentur tiang, itulah mengapa aku melarang kau bertemu dengannya, appanya tidak kuat melihat hyun ra lagi, ia selalu merasa bersalah atas apa yang dialami hyun ra, maka dari itu hyun ra di serahkan pada ibu yayasan di panti asuhan kalian dulu”

 

“mwo ??? memangnya kemana ommanya ?”

 

“sebenarnya  yang membuat dia pingsan waktu itu bukan hanya kau, sebelum itu ia mendapat telpon dari appanya bahwa ommanya telah meninggal karena kecelakaan”

 

Meninggal ? jadi waktu itu bukan hanya kesalahpahamannya padaku tapi juga ibunya ? bagaimana bisa dia kehilangan omma dan merasa di khianati namja cingunya pada saat yang bersamaan. Aku merasa namja yang paling bodoh di dunia sekarang, aku marah pada diriku sendiri, bagaimana bisa aku meninggalkan yeoja yang aku cintai begitu saja ?

 

“tetaplah tenang…. lakukan seperti tidak ada yang terjadi…. biarkan dia mengingat semua sendirinya..” kata omma ku sambil memelukku

 

*~~~~~~~~*

 

aku sedang mendengarkan lagu dari ipodku di bus dalam perjalanan pulang.  Saat tiba-tiba seseorang menginjak kaki ku yang hanya memakai flat shoes tipis.

 

“mian” kata orang itu

 

Errggghh orang itu ! sudah salah, minta maaf nya tidak sungguh-sungguh lagi ! tunggu …. bukankah itu namja menyebalkan itu ? dia berdiri menghadap jendela, tatapan matanya kosong. Aku merasa ada yang aneh dengan wajahnya lagi. Sama seperti pertama kali saat aku bertemu dengannya. Tapi apa ya ? Wajahnya !! terlihat …….  baby face dan ramah ! benar ! itulah yang aneh, wajahnya sangat mencerminkan wajah ramah dan manis. Tapi kenapa kelakuannya sangat dingin dan jutek ? ada yang aneh dengan namja ini, tiba-tiba dia turun, halte yang di turuni hanya beda 1 halte dengan halte dekat apartemenku. Hei ! dia meninggalkan sesuatu, segera saja aku pungut kertas itu. Ucapan selamat ? kompetisi musik ? apakah dia musisi ? dia akan masuk babak eliminasi besok, mmm sepertinya aku tau tempat ini. Tunggu ! jadi nama dia…

*~~~~~~~~*

Thanks for reading ^_^

Don’t forget to comment

6 thoughts on “[Freelance] Someone From The Past part 2

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s