[Freelance] Inside My Heart part 4

Inside My Heart part 4

Author: Ewi

Main Cast:

Lee ewi

Kim Heechul

Cho Kyuhyun

 

Support Cast:

Lee Sungmin

Sulli

Sohee

Han Syeolli

Choi Febby

 

Rating: All Age

Genre: romance, drama

 

P.S: Ini ff pertamaku, mohon maklum ya kalau belum bagus. Ini terinspirasi dari kisah nyata tentang cerita cinta ku ke kakak kelasku yang baru lulus tahun ini. Karena dia mau pergi jauh untuk ngelanjutin kuliahnya, tiba-tiba muncul inspirasi untuk nulis pengalaman aku ini dalam bentuk fanfic. Enjoy reading guys :D jangan lupa commentnya untuk masukan.

 

DISCLAIM     : ini semua bener-bener pengalamanku sendiri, no plagiarism at all. I am doing it by my self.

***

“Jangan seperti ini lagi ya, jangan diamkan aku lagi” ucapnya lebih lembut sambil mempererat pelukannya.

Aku sungguh tidak tahan, air mataku sudah tidak tertahan lagi. Aku menagis sejadi-jadinya dipelukannya dan tidak ingin melepas pelukannya itu. Tanpa kusadari, ada yang melihat kami di pintu kelas, dan sepertinya ia langsung berlari meninggalkan kami karena terdengar seperti sebuah kotak jatuh. Tapi aku tidak peduli, aku tidak ingin melepas Heechul oppa saat ini, aku hanya ingin dia sekarang.

***

Kyuhyun’s POV

 

Apa sih yang dilakukan mereka? Pagi-pagi sudah bermesraan di kelas kosong seperti itu. Dia lihat bunganya tidak ya? Apa Ewi suka bunganya ya? Kulihat akhir-akhir ini ia terlihat sangat lesu sekali. Kupikir ia butuh sedikit hadiah untuk mengurangi rasa sedihnya tu.

Tahukah kau Ewi-a, aku menyukaimu, aku menyukaimu jauh sebelum kau sadari bahwa aku ada di dekatmu. Tapi kenapa kau tidak menyadari itu semua. Aku sungguh berharap kau menyukaiku, tapi kau malah menyukai Heechul hyung.

Atap sekolah ini, satu-satunya tempat aku bisa melihatmu dengan bebas saat istirahat. Kau pasti selalu berlari-larian dengan temanmu di lapangan. Terlihat jelas dari sini, terlihat jelas wajahmu yang sangat bahagia. Tapi sekarang senyummu hilang entah kemana.

“Kyu…” teriak Ewi kepadaku. Sedang apa ia ke atap sekolah? Tumben sekali ia kesini.

“Kau kenapa? Heran melihatku di sini?” Tanya Ewi padaku, seakan ia bisa membaca pikiranku.

“Ani, ada apa kesini?” tanyaku datar.

“Aku hanya sedang merasa senang. Kau tahu Kyu, aku dan Heechul oppa akhirnya jadian” ceritanya, ekspresinya terlihat sangat senang. Heechul hyungkah satu-satunya orang yang bisa membuatmu seperti ini Ewi-a?

“Baguslah kalau begitu, soalnya aku lama-lama sebal melihat wajahmu yang kusut terus setiap hari. Seperti tidak aja hiburan lain saja untukku, selalu saja wajahmu yang jelek itu yang terlihat” ucapku bohong.

“ahh kau bisa saja. Gomawoyo Kyu, kau memang paling sabar menghadapiku” ucapnya berterima kasih sambil memelukku sebentar dan melepaskannya.

====================

“Ewi-a, hari ini kita pulang bersama ya?” Tanya Kyuhyun padaku.

“Hhmm, baiklah. Kau kenapa? Sakit?”tanyaku heran sambil menyentuh keningnya untuk memastikan ia tidak kenapa-kenapa.

“Aku tidak apa-apa, hanya ingin pulang denganmu saja” jawabnya datar.

“Kita sudah berteman cukup lama tapi aku belum tahu rumahmu dimana” jelasnya.

“Baiklah Kyu, tunggu aku di pintu gerbang ya nanti” jawabku.

=====================

“Oppa, kau tidak perlu menjemputku, aku pulang dengan teman” ucapku pada Sungmin oppa di telepon.

“Yasudah, kau hati-hati ya. Jangan terlalu malam”jawab oppa.

Hari ini Kyuhyun mengajakku pulang bersama, entah angin apa yang membuatnya seperti ini. Oh iya tadi pagi Heechul oppa bilang ia menyukaiku dan memintaku menjadi yeojachingunya. Senangnya aku dan dia akhirnya mempunyai hubungan yang jelas sekarang. Harusnya aku bisa pulang dengan Heechul oppa sekarang, tapi ia harus ke tempat lesnya hari ini, ada tes katanya.

Yap benar sekali, Heechul oppa harus mempersiapkan diri untuk melanjutkan studinya ke Jerman. Ia memang belum menceritakan itu padaku, tapi aku akan menunggunya dengan sabar, sampai ia siap untuk memberitahuku. Aku ingin mendengar penjelasan darinya secara langsung agar tidak terjadi salah paham antara kami.

“Ewi-a, kau benar-benar yakin dengan perasaanmu terhadap Heechul hyung” tanya Kyuhyun membuka percakapan.

“Ne, I am sure, Waeyo? Kau cemburu ya” tanyaku menggoda Kyuhyun.

“Ne, I am jealous” jawaban Kyuhyun membuatku kaget , maksudnya apa? maksudku bertanya tadikan hanya bercanda. Aku jadi diam dan tidak berani menatapnya.

“Bercanda kok, gwenchanha aku tidak mungkin mengambil wanitanya hyung” jawab Kyuhyun cepat, sepertinya ia sadar jawabannya mengagetkanku.

“Sampai di sini aja Kyu” ucapku, suasananya semakin complicated antara aku dan dia jadi kuputuskan aku pulang sendiri saja. Walaupun ia sudah bilang hanya bercanda aku tetap merasa aneh.

“Rumahmu memang sudah dekat? Yasudah hati-hati ya” ucapnya

Aish jinjja, tadi rasanya aneh sekali. Tiba-tiba berbicara seperti itu. Ehm Heechul oppa sedang apa ya? Sudah selesai les belum ya? Belum sehari tidak bertemu rasanya sudah kangen sekali. Ingin sekali menghubunginya, tapi jangan Ewi-a diakan sedang ujian. Kalau dia sudah selesai pasti ia menghubungiku.

Ketika hampir sampai rumah, ada segerombolan wanita yang berseragam sepertiku dan berdiri mengelilingiku. Kalau tidak salah ia Soheekan? Kakak kelasku di sekolah, ada apa ini?

“Heh! Kau yeojachingunya Heechul ya?! Berani sekali kau berhubungan dengannya. Kau pikir kau siapa hah!” teriak Sohee padaku dan ia mendorongku sehingga aku terjatuh ditengah-tengah mereka.

“Yaa sunbae! Maksudnya apa? memang kau siapanya? Yeojachingunya juga?! Hah?!” teriakku berbalik padanya tidak terima, sambil berusaha kembali berdiri.

“Yaa! Jangan kurang ajar kau. Masih anak baru saja seperti ini. Aku memang yeojachingunya. Kau yang bukaan siapa-siapanya, seharusnya kau mengerti. Jangan dekati dia lagi!!” teriaknya sekali lagi padaku.

“Tidak pernah ada bukti yang menunjukkn kau yeojachingunya! Kalo kau memang suka Heechul oppa bilang saja, tidak perlu mengaku-ngaku” sergahku tidak mau kalah. Yeoja itu menamparku hingga aku jatuh. Apakah seperti ini pengorbanan yang harus aku lakukan untuk bisa bersama Heechul oppa. Aish jinjja, kepalaku jadi pusing sekali.

“Ya!! Apa yang kalian lakukan!” teriak seorang namja dari kejauhan kearah kami. Para yeoja itupun segera melarikan diri.

“Nugunda? Heechul oppa?” tanyaku lirih, kepalaku pusing sekali rasanya.

=================

Kyuhyun’s POV

Dia terlihat shock sekali, ujung bibirnya berdarah. Apa-apaan para yeoja itu, mereka terlalu kasar.

“Nugunda? Heechul oppa?” tanyanya lemah padaku, ia terlihat sangat kesakitan.

“Ewi-a? Na-ya, Kyunhyun”jawabku segera menggendongnya ke punggungku.

“Bertahanlah sebentar, kita harus segera ke rumah sakit. Untuk aku mengikutimu tadi, kau sih pake bilang ingin pulang sendiri.” terangku padanya yang terlihat sudah tidak sadarkan diri.

 

Di rumah sakit

“Ewi-a, neo gwenchanha? Semoga lukamu tidak terlalu parah” ucapku padanya yang sedang tertidur di ranjang rumah sakit ini. Lukanya sudah dibersihkan.

“Kasihan sekali dirimu, kalau kau bersamaku pasti aku akan selalu menjagamu. Tidak akan membiarkanmu seperti ini” ucapku lembut sambil membelai pelan kepalanya. Rasanya tenang sekali melihatnya tertidur seperti ini, rasanya kau ini seperti milikku seutuhnya sekarang. Pelan-pelan aku mendekatkan wajahku dengan wajahnya, wajahnya yang damai menggodaku untuk mencium bibir mungilnya, tapi..

 

~ 같은 사람 없어 주위를 둘러봐도 그저 그렇던   어디서 찾니~~~

“Yeoboseyo” jawabku mengangkat handphone Ewi.

“Jagi?! Ini siapa? Ewi eodinde?”tanya namja diseberang sana.

“Ini Kyuhyun, temannya Ewi. Kami sedang di rumah sakit, saat jalan pulang tadi Ewi diganggu segerombolan anak nakal” terangku

“Ewi tidak apa-apakan? Kau di rumah sakit mana sekarang?” tanyanya.

“Rumah sakit dekat stasiun universitas kyunghee. Ewi di ruang UGD bersamaku”jawabku.

“Baiklah tunggu aku di sana” jawabnya lalu menutup teleponnya kasar.

=====================

Sungmin’s POV

“Mana Ewi?” tanyaku pada namja yang sepertinya bernama Kyuhyun itu.

“Dia ada di dalam, sedang beristirahat, maaf hyung aku tidak menjaganya. Aku melihatnya dikelilingi gerombolan kakak kelas saat kami berpisah tadi. Untung aku mengikutinya dari belakang” jelas namja itu.

“Iya tidak apa-apa, terima kasih karena sudah menolongnya. Kau bisa pulang sekarang. Terima kasih sudah mengantarnya ke sini”. Ucapku padanya lalu namja tersebut pergi.

“Ewi-a kau kenapa lagi jangan sakit, jangan melukai dirimu, dan jangan berbuat aneh-aneh lagi. Aku tidak mau kehilanganmu Jagi.” Ucapku lembut lalu mengecup kening dongsaengku ini.

 

Pagi harinya

“Kau sudah bangun?”tanyaku padanya.

“Hari ini kau tidak perlu sekolah, aku sudah meminta ijin ke sekolah. Istirahat saja dulu. Siang nanti kau sudah bisa pulang” jelasku padanya.

“Oppa, mianhae. Aku selalu saja membuatmu khawatir. Tidak tahu apa jadinya aku tanpamu oppa” ucapnya padaku lirih seperti menahan tangis.

“Gwenchanha jagi” ucapku menghampirinya lalu memeluknya untuk menenangkannya.

“Jagi, ada yang inginku beritahu padamu” ucapku masih sambil memeluknya yang sesenggukkan.

“Mwoeyo oppa?” tanyanya melepaskan pelukkanku pelan.

“Appa menawariku untuk membantu perusahaannya di Jepang, untuk 6 bulan kedepan dan paling lama 1 tahun. Apa tidak apa-apa jika aku meninggalkanmu selama itu?” tanyaku padanya.

“Gwenchanha oppa, appakan membutuhkanmu juga bukan aku saja yang membutuhkan dirimu. Aku ada Heechul oppa kok di sini” jawabnya sedikit membuatku lega.

“Kuraeyo? Baguslah kalau begitu, tapi appa belum memberitahuku kapan aku harus segera kesana. Kau tahu? aku sudah khawatir kau akan bagaimana kalau tanpaku. Kau mau makan apa? aku belikan bubur ya di bawah. Kau siap-siap saja, jam 12 kita sudah harus pulang, aku tidak mau kau berlama-lama di rumah sakit” ucapku lalu meninggalkannya untuk pergi membeli makanan.

===================

Ewi’s POV

Saat aku dan Sungmin oppa sudah sampai di rumah, ternyata Heechul oppa menunggu di depan rumah. Sungmin oppa membiarkanku dengannya berbicara di teras depan. Wajahnya terlihat lesu sekali, apakah ia tidur terlalu larut kemarin malam? Kasihan sekali namjaku ini.

“Ewi-a, kau tidak apa-apakan?” tanya Heechul oppa sambil langsung mendekapku erat.

“Gwenchanhayo oppa, maaf membuatmu khawatir” jawabku tidak ingin membuatnya khawatir.

“Tapi bibirmu? Berdarah seperti ini? Apa yang mereka lakukan padamu?” tanyanya beruntut, sambil menyentuh pelan bibirku yang terluka.

“Oppa tahu dari siapa? Gwenchanha oppa, tidak terlalu parah kok” tanyaku heran, tahu darimana ia soal kejadian kemarin? Akukan belum cerita padanya.

“Kyuhyun, mian Ewi-a, gara-gara aku kau jadi seperti ini. Aku sudah menolak yeoja itu berkali-kali, tapi dia selalu saja menganggapnya berbeda. Apa perlu aku membalas mereka?”jelas Heechul oppa lalu memelukku kembali lebih erat.

“Gwenchanha oppa, asal oppa bersamaku terus tidak apa-apa kok. Itu artinya oppaku banyak pengge…” belum selesai aku berbicara, oppa mencium bibirku lembut. Aku hanya bisa diam menghadapi ciumannya, karena senang ini merupakan first kiss ku tapi aku masih segan untuk membalas ciumannya, aku canggung apa yang harus aku lakukan..

Oppa melepaskan ciumannya dan memeluk pinggangku “Lain kali jangan jauh-jauh dariku ya. Kemanapun aku atau kemanapun kamu, kita tidak boleh jauh-jauh. Aku tidak mau kau kenapa-kenapa lagi Ewi-a” jelas oppa kepadaku.

Dia mengecup keningku lembut “Aku pulang ya” ucapnya.

“Yaahhh oppa, padahal aku masih ingin berlama-lama” ucapku sambil menarik tangannya kembali yang sudah  berjalan menjauh.

“Kau harus istirahatkan, apa kau mau aku menginap di sini? Nanti oppamu cemburu ada namja lain dirumahnya yang menarik perhatian dongsaeng tercintanya ini”ucapnya lalu mencium pipiku  lembut.

“Besok aku jemput ya, jadi jangan kangen padaku. Mimpikan aku ya.. jagi” ucapnya pelan.

“Apa? aku tidak dengar?” ucapku menggodanya, tidak menyangka ia akan memanggilku jagi.

“Ah molla, aku pergi ya” jawabnya cemberut.

“Ne, jalka oppa” ehm aku juga ingin membalasnya. “Oppa!!” teriakku lagi ketika dia sudah mulai cukup jauh. “YEOBO SARANGHHAE” teriakku sambil membuat love sign. Ia tersenyum, manis sekali dan ia membalas love signku.

Senang sekali rasanya hari ini, hubungan kami berkembang terlalu cepat. Aku senang first kissku untuknya.

===============

“Jagi ppalli, Heechul sudah menunggumu di depan” teriak Sungmin oppa padaku.

“Ne oppa, jjamkamanyo” aduh aku bingung harus pakai apa. pakai bando atau diikat ekor kuda saja ya rambutku? Ahh ikat ekor kuda saja. Aku resah, ini pertama kalinya kami pergi ke sekolah bersama dengannya.

“Oppa, mian lama menunggu, kau sudah makan?” tanyaku pada Heechul oppa.

“Sudah, kau sudah siap belum?”tanyanya balik.

“Sudah kok, Oppa aku pergi ya” teriakku pada Sungmin oppa.

“Iya, hati-hati jagi” jawab Sungmin oppa.

 

Di jalan menuju sekolah Heechul oppa mengajakku untuk berbicara serius. Sepertinya ia ingin membicarakan masalah kepergiannya untuk kuliah ke Jerman. Aku jadi gugup untuk membicarakan hal itu.

“Waeyo oppa?” tanyaku memancing.

“Aku, ingin melanjutkan studiku ke Jerman” jawabnya berat.

Mungkin karena aku sudah meluapkan rasa sedihku dari kemarin-kemarin, sekarang setelah ia menjelaskan semuanya aku jadi lebih bisa menerimanya.

“*sigh* Kuraeyo oppa? Baguslah, belajar yang benar ya, aku akan menunggumu di sini. Kalau perlu, aku yang akan menyusulmu ke sana” ucapku, sambil menepuk-nepuk kepalanya sedih.

Heechul oppa berhenti berjalan dan aku masih tetap berjalan untuk menghindari emosiku yang naik turun saat membicarakan topik ini. Tuhan, apa benar aku akan kuat ditinggal dia? Tiba-tiba Heecul oppa memelukku dari belakang. Memeluk erat bahuku dan berkata lembut “Mian Ewi-a, padahal aku yang sudah berjanji akan menemanimu terus, akan bersama terus, dan tidak akan membiarkanmu jauh dariku. Tapi malah akau yang mengingkarinya” ucapnya terlihat kecewa.

“Sudah oppa, tidak apa-apa. Jangan membuatku tambah sedih ah. Sungmin oppa juga akan meninggalkanku selama setengah tahun atau lebih nanti, untuk membantu appa di Jepang tapi ia tidak membahas itu terus-terusan kok dan itu membuatku jadi tidak terlalu memikirkan kepergiannya. Jadi oppa juga jangan diungkit terus, agar aku bisa belajar dari sekarang untuk merelakanmu pergi bersekolah”ucapku padanya lalu aku mengecup pipinya.

“Sudah ya oppa, aku tidak mau kita telat ke sekolah. Kajja”ajakku.

===================

Heechul’s POV

Sudah hampir setahun aku dan Ewi berpacaran. Tidak terasa sebentar lagi aku harus meninggalkannya ke Jerman. Mungkin dia sudah bisa merelakanku, tapi aku yang belum rela meninggalkannya sekarang. Tiba-tiba handphoneku berbunyi. Sungmin ssi?

“Yoboseyo, Sungmin ssi?” jawabku.

“Heechul, kau sedang bersama ewi tidak? Aku sekarang sudah di bandara menuju ke Jepang. Tiba-tiba appa menghubungiku untuk segera ke Jepang. Aku ingin kau menjaga Ewi untuk 1 tahun kedepan. Jebal, aku tahu ini sangat dadakan. Aku juga tidak menyangka abeoji akan menyuruhku ke Jepang saat ini juga.” ucapnya padaku. Bagaimana ini? Akukan juga harus ke Jerman.

“Kau bisakan kutitipkan ewi? Heechul ssi?”tanya Sungmin lagi.

“Baiklah, aku akan menjaganya”lalu ia menutup teleponnya.

 

Aku segera menuju kelas Ewi untuk memberitahunya ini.

“Ewi-a, oppamu menelpon katanya hari ini ia akan pergi ke Jepang” jelasku padanya.

“Jinjja?? Kenapa ia tidak bilang langsung padaku oppa? Kenapa tiba-tiba sekali?”ucapnya lemah padaku.

“Bersabarlah ya, 1 tahun tidak terlalu lama kok”ucapku menenangkannya. Ia menangis dalam pelukanku. Entah sudah berapa kali ia menangis dipelukanku.

==================

Sudah 4 Bulan berlalu, apakah sebegitu sibuknya Sungmin oppa sampai tidak bisa mengabariku sekali saja. Bulan Depan sudah graduation dan berarti Heechul oppa juga akan segera pergi ke Jerman.

Entah disengaja atau tidak, aku diminta untuk membantu menjadi salah satu panitia graduationnya Heechul oppa. Apa mereka tidak mengerti, ditinggal Heechul oppa saja aku sudah sangat sedih apalagi harus mengurus graduation namjachinguku.

Pagi ini aku harus berangkat ke sekolah sendiri, Sungmin oppa sedang di Jepang dan Heechul oppa sedang sibuk mengurus persiapan kuliahnya. Sesampainnya di sekolah, di atas mejaku terdapat sesuatu, apa ini? Siapa yang melakukan ini?

TBC

7 thoughts on “[Freelance] Inside My Heart part 4

  1. Yaahhh,, ewi koq d tinggal trs?! Umin! Chulie! =(

    lu kira setaon bntr hah? Lama babo! :P

    So sweet bgt de mreka ^^

  2. aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhkkk…….
    itu pasti dari KYU…
    Kyyaaaa” ….Kyuu…………
    jangan cari cari kesempatann ya…

    “Ewiiiiiiiiiii…. jangan mendua hati ya……
    liat aja………. kalau mendua hati…….

    akuuu bawa balikkk ke rumah CHULLIE nyaaaa…

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s