[Freelance] The Story Of Lee Donghae

The Story about Lee Donghae

.

Author: “Cho Ahna . Marcella Cho” on www.sjismine.wordpress.com . “@idell03” on twitter.

Main cast: Lee Donghae

Support Cast: Super Junior

Rating: All Ages

Genre: all ages, oneshot, friend

Ps: FF ini pernah di post di sini à www.sjismine.wordpress.com , http://www.ahnkyuworld.wordpress.com

Tag: Lee Donghae, Super Junior

.

Tahun 1998

“appa, nanti kalau aku sudah besar, aku ingin jadi seorang atlet!” seru seorang anak dengan antusias kepada ayahnya setelah melihat kompetisi olahraga bersama ayahnya. Anak itu umurnya sekitar 11-12 tahun.

“hmm? Kenapa kau ingin jadi atlet?” tanya ayah dari anak itu.

“soalnya mereka terlihat hebat sekali! Sangat gagah di lapangan!” wajah anak itu terlihat sangat berseri-seri ketika membicarakan cita citanya yang ingin menjadi seorang atlet. “waktu appa kecil, apa cita cita ayah?”

“cita cita ayah? Cita cita appa dulu waktu kecil, ingin jadi penyanyi.” Jawab appa-nya sambil tersenyum mengingat masa kecilnya.

“penyanyi? Kenapa appa ingin jadi penyanyi?” tanya anaknya penasaran.

“soalnya appa hobi menyanyi, kata banyak orang suara appa bagus lho.” Kata ayahnya sambil cengar cengir.

“iih jadi ayah pede banget sih wlee hahaha.” Anak itu tertawa lepas sekali, lalu appa-nya mencubit hidung anaknya pelan sambil tersenyum. “lalu kenapa sekarang ayah tidak jadi penyanyi?”

“soalnya dulu kakekmu tidak mengizinkan appa jadi penyanyi, ya sudah appa turuti saja karena appa tidak mau melanggar aturan kakekmu, karena appa sangat sayang pada kakekmu itu.”

“hmm? Terus kalau aku jadi atlet gimana?” tanya anak itu.

“ya itu terserah padamu, tapi appa ingin anak appa jadi penyanyi, menggantikan cita cita appa waktu masih kecil dulu hehehe.” Kata appa-nya sambil mengelus rambut anak nya itu.

“kalau aku jadi penyanyi bagaimana?” tanya anak itu lagi.

“kalau kamu jadi penyanyi? Pastinya appa akan sangat bangga pada anak appa ini.” Appa-nya tersenyum lebar ketika mengatakan hal itu pada anaknya.

“benarkah appa akan sangat bangga? Kalau begitu aku ingin jadi penyanyi, aku ingin jadi anak yang membanggakan buat appa!” kata anak itu tersenyum senang.

“aigoo, Donghae anak appa memang baik!”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tahun 1999

“appa! Lihat ini!” Donghae menghampiri appa-nya yang sedang membaca koran.

“ada apa Hae?” tanya appa-nya.

“ini, ada audisi untuk menjadi penyanyi, ada formulir pendaftarannya di album ini! Yang diterima akan dilatih kemudian dijadikan artis setelah dinilai cukup bagus!” wajah Donghae terlihat berseri seri membicarakan hal itu.

“hmm, kamu mau mengikutinya?” tanya ayahnya lagi, memandang wajah Donghae yang terlihat sangat senang.

“aku ingin menjadi penyanyi, aku ingin menggantikan cita cita ayah dulu yang tidak sampai karena dilarang oleh kakek, dan aku hobi menyanyi. Appa kan pernah bilang suaraku bagus.” Donghae nyengir mengingat appa-nya pernah memuji suaranya.

“apa kamu benar benar ingin menjadi penyanyi? Appa sih tentu sangat setuju dengan apa jalan yang kamu pilih. Tapi kamu tidak  merasa terbebani dengan cita cita appa itu kan?” appa nya terlihat sedikit khawatir karena memang menjadi artis itu sulit, banyak rintangan yang harus dihadapi.

Donghae menggelengkan kepalanya, “tidak appa, memang ini yang aku inginkan. Aku sama sekali tidak merasa terbebani karena cita cita ayah tersebut”

“ya sudah jika itu memang itu yang kamu inginkan, appa mendukungmu seratus persen!” appa-nya tersenyum lebar kemudian mengacak acak rambut Donghae.

“appa! Jangan diacak acak dong! Aku baru saja keramas! Sudah rapi padahal” Donghae cemberut karena rambutnya yang berantakkan gara gara appa-nya.

“aigoo, anak appa narsis sekali hahaha.” Appa-nya tertawa puas sekali melihat Donghae yang cemberut. Sungguh keluarga yang bahagia sekali…

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

-bandara di Mokkpo-

“omma, appa, aku pergi dulu ya ke Seoul. Doakan aku diterima untuk masuk pelatihan artis ya.” Donghae meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi mengikuti audisi yang diadakan di SM yang berlokasi di Seoul.

“hati hati ya Hae, jaga dirimu baik baik disana. Jangan melakukan hal hal yang aneh ya disana.” Appa Donghae mengelus rambut anaknya lembut.

“iya Hae janji ga akan ngelakuin hal hal yang aneh.” Janji Donghae pada ayahnya.

“maaf ya kamu harus pergi sendiri, soalnya appa ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda.” Appa-nya terlihat sangat menyesal tidak bisa menemani anaknya untuk menggapai cita citanya.

“gwenchanhayo appa.” Donghae tersenyum pada appa-nya.

“nanti Dae Na, dongsaeng appa yang tinggal di Seoul akan menjemputmu di Incheon Airport. Dan kamu akan tinggal di rumahnya untuk sementara.”

“ne appa.” Jawab Donghae. “Donghwa hyung, aku pergi ya, doakan aku hyung.”

“tentu saja, aku selalu mendoakanmu dongsaengku sayang.” Jawab Donghwa sambil tersenyum.

“ah Hae, ini.” Omma nya mengulurkan tangannya.

“ne? ige-i mwoya, omma?” tanya Donghae melihat sebuah barang di tangan omma-nya.

“ini, gelang berwarna silver, omma membelikan untukmu, kelihatannya cocok sekali untukmu.” Jawab omma-nya sambil memakaikan gelang tersebut pada Donghae.

“ah~ gomawo-yo omma, akan aku pakai setiap saat, aku janji tidak akan aku lepas.” Donghae memeluk omma-nya. “ah aku harus berangkat sekarang, sebentar lagi pesawat ke Seoul akan lepas landas.”

“semoga berhasil Hae.” Omma-nya melambai pada Donghae, hampir menangis.

“semoga berhasil ya Donghae.” Appa-nya juga melambai pada Donghae. Kemudian Donghae tersenyum dan balas melambai dari kejauhan.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

-Incheon airport-

“mana ya Dae Na ahjumma, katanya disuruh tunggu di pintu kedatangan.” Donghae sibuk mencari cari ahjumma nya itu.

“Donghae!” Donghae mencari darimana asal suara tersebut, kemudian menemukan sosok ahjumma nya itu. “dari tadi dicari cari, bagaimana kabarmu?”

“annyeong Dae Na ahjumma,” Donghae membungkuk sedikit, “nan gwenchanhayo, kabar ahjumma bagaimana?”

“aduuuh jangan dipanggil ahjumma dong! Serasa jadi tua nih! Umurku baru 29 tahun! Panggil saja noona bagaimana? Hehehe.” Dae Na nyengir.

“ne,  Dae Na ah-jum-ma.” Donghae nyengir lebar kepada Dae Na.

“iiih bandeeel!” Dae Na mencubit hidung Donghae.

“iya iya noona ampuuun.” Donghae pura pura kesakitan  gara gara cubitan Dae Na.

“nah gitu dong, hehe, oh iya, ini suami noona, namanya Cho Minhyun.” Dae Na kemudian merangkul suaminya dengan mesra.

“annyeong Minhyun hyung.” Donghae membungkukan badannya lagi.

“annyeong Donghae.” Jawab Minhyun tersenyum.

“ayo kita pulang sekarang ke rumah noona.” Ajak Dae Na.

“ne ahjumma, eh noona.” Donghae langsung menghindar dari cubitan Dae Na.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

-rumah Dae Na ahjumma-

“Donghae, kamarmu ada di tingkat 2 ya.” Dae Na memberi tau Donghae dimana kamar untuk Donghae.

“oh ne noona.” Donghae langsung naik tangga sambil membawa kopernya ke tingkat 2. Kemudian memasuki kamarnya yang berada di sebelah kamar mandi.

“Donghae, ayo makan malam dulu.” Teriak Dae Na dari tingkat bawah memanggil Donghae.

“neee.” Donghae menjawab. Setelah makan malam, Donghae langsung pergi tidur, karena tidak ingin terlalu lelah untuk mengikuti audisi di gedung SM besok. “ya tuhan, semoga besok bisa menggapai cita citaku untuk bisa membanggakan appa.”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“aduuuh kenapa aku bangun telat?! Padahal hari ini kan ada audisi! Sekarang sudah jam setengah 9 pagi, sedangkan audisinya mulai jam 9! Aisssh belum lagi antri untuk dapat nomer pesertanya! Aisshh untuk apa aku masang alarm di handphone kalau ternyata habis baterai?!” Donghae langsung buru buru bersiap untuk pergi ke gedung SM untuk di audisi.

“Donghae! Maaf aku ketiduran, jadi aku juga lupa membangunkanmu!” Dae Na yang juga bangun kesiangan seperti Donghae, langsung bersiap untuk mengantarkan Donghae ke gedung SM menggunakan mobil.

Untung saja masih sempat, Donghae dan Dae Na sampai di gedung SM pukul 10 kurang 15 menit. Donghae langsung memberikan formulir pendaftarannya ke panitianya di pintu masuk dan mendapatkan nomer urut ke 516.

“aigoo, tempat audisinya penuh sekali, banyak yang ikut audisi ini rupanya. Apa aku bisa terpilih nanti?” kata Donghae melihat tempat audisi yang akan diikutinya. Ya, audisi untuk menjadi trainee sebuah management bernama SM Entertainment. Donghae sedang mengantri untuk mendapat giliran di audisi. Audisi tersebut akan dilakukan di sebuah ruangan. Audisi dilakukan perorang. Setiap peserta akan menampilkan bakatnya di depan para juri, dan yang dinilai bagus akan diterima dan dilatih menjadi artis atau sebut saja trainee. Peserta akan dibagikan nomor urut untuk di audisi sesuai dengan kedatangan para peserta.

“Donghae, maaf noona tidak bisa menemanimu, noona harus kerja.” Dae Na meminta maaf pada Donghae karena tidak bisa menemani dan memberi dukungan pada Donghae.

“ne noona, gwenchanhayo, noona kerja saja, aku tidak apa apa kok. Gomawo sudah mengantar sampai sini.” Donghae tersenyum.

“noona janji akan menjemputmu nanti sore, sekitar jam 4 kan?” tanya Dae Na.

“ne noona, giliranku sekitar jam 3 lebih.”jawab Donghae.

“iya nanti noona jemput kalau noona bisa, noona pergi ya, hwaiting!” Dae Na memeluk Donghae lalu pergi.

“aissh, sekarang masih jam 10, giliranku masih sekitar jam 4! Eotteohke? Aigoo, nan jeongmal bae go pa, aku beli makanan dulu deh di minimarket yang berada di sebelah gedung SM. Donghae hanya membeli mie gelas, di minimarket itu menyediakan air panas, jadi Donghae bisa langsung memakannya disana, kemudian kembali lagi ke gedung SM.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sekarang sudah jam setengah 4, tibalah giliran Donghae. Donghae terlihat gugup.

“Lee Donghae.” Suara salah seorang juri memanggil nama Donghae, Donghae pun memasuki ruangan audisi. Tampak keringat bercucuran di kening Donghae.

“ya, Lee Donghae?” tanya seorang juri.

“ne, Lee Donghae imnida.” Donghae membungkukan tubuhnya sedikit.

“silakan dimulai.” Juri menyuruh Donghae untuk mulai.

Donghae menarik nafas untuk menenangkan diri. Donghae pun mulai bernyanyi. Donghae memiliki suara yang indah, juri terlihat terkesima mendengar suara Donghae. Donghae selesai menyanyikan lagu dengan baik.

“ya, selain bernyanyi, apa adik punya kemampuan lain?” tanya juri.

“ng, saya bisa sedikit dance dan sedang mencoba untuk nge-rap.” Jawab Donghae.

“bisa adik tunjukkan pada kami seperti apa kemampuan dance yang adik miliki?” tanya juri lagi.

“ah ne, algesseumnida.” Donghae pun mulai dance, Donghae cukup mahir melakukan dance, hanya tinggal dilatih sedikit lagi saja, dia akan menjadi dancer yang hebat.

“ya cukup. Tadi adik bilang bisa nge-rap? Tolong tunjukkan pada kami.” Kata juri. Donghae mulai nge-rap, rap-nya cukup bagus untuk ukuran anak SMP.

“ya cukup, terima kasih. Hasilnya akan kami umumkan  lusa. Pengumuman dapat diambil di ruang depan gedung SM ini. Terima kasih sudah mengikuti audisi ini.” Juri mempersilakan Donghae untuk meninggalkan ruangan audisi.

“kamsahamnida.” Donghae berkata pada para juri kemudian keluar dari ruang audisi. Di luar ruang audisi, Dae Na sudah menunggu Donghae.

“Hae! Bagaimana audisinya?” tanya Dae Na.

“syukurlah berjalan lancar.” Jawab Donghae.

“tadi kamu disuruh apa saja?” tanya Dae Na lagi dengan penasaran.

“tadi aku bernyanyi, dance, dan nge-rap.” Jawabnya lagi.

“ne?? kau bisa dance dan nge-rap? Aigoo, ponakan noona memang hebat!” Dae Na memeluk Donghae dengan bangga. “kita belanja yuk, untuk makan malam nanti.”

“ne noona, noona mau masak apa?” tanya Donghae.

“aku mau masak Jajjangmyun spesial, eotthae?” tanya Dae Na.

“mauuu! Ayo belanja kajja kajja!”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Donghae, ayo berangkat sekarang, hari ini pengumuman audisi SM kan?” Dae Na mengajak Donghae untuk pergi ke gedung SM untuk mengambil pengumuman audisi.

“ne noona, sebentar aku lagi ganti baju.” Jawab Donghae.

Lalu Dae Na dan Donghae berangkat menggunakan mobil.

“sudah sampai, hahaha wajahmu terlihat tegang sekali Hae!” Dae Na tertawa melihat wajah Donghae yang terlihat tegang.

“noona, aku kan takut tidak diterima.” Jawab Donghae sambil meremas tangannya sendiri.

“tenanglah, apapun yang terjadi harus kita terima. Kalaupun tidak diterima, masih banyak kesempatan untukmu diluar sana oke?” Dae Na menyemangati Donghae, “hwaiting!”

“gomawo noona.” Donghae terlihat tidak terlalu tegang seperti sebelumnya, lalu tersenyum pada noona nya itu.

“ayo turun, cepat ambil kertas pengumumannya. Ada berapa orang yang diterima?” tanya Dae Na.

“kurang dari 30 orang kalau tidak salah. Dan peserta yang mengikuti audisi tersebut ada sekitar 600 kurang.” Jawab Donghae sedikit muram.

“aigoo banyak sekali pesertanya, berdoa saja kau masuk, Hae. Lagi pula noona akan sangat bingung kalau kamu sampai tidak diterima. Soalnya suaramu bagus, kamu juga bisa dance dan nge-rap.” Puji Dae Na.

“ah noona bisa saja hehe.” Wajah Donghae memerah karena dipuji. Dae Na dan Donghae memasuki gedung SM.

“sepertinya tempat untuk mengambil pengumumannya disana.” Kata Dae Na sambil menunjuk ke arah meja yang penuh dengan antrian. “ayo Hae, ambil pengumumannya. Hwaiting!”

Donghae berjalan menuju meja pengumuman. Mengantri sedikit, kemudian mendapat sebuah map. Donghae berjalan kembali menuju Dae Na. “noona, ini map nya.”

“kenapa kau berikan padaku? ayo dong buka sendiri.” Dae Na menyodorkan map itu ke Donghae.

Donghae membuka map itu, kemudian melihat tulisan besar yang berbunyikan “TIDAK DITERIMA”. Wajah Donghae pucat seketika.

“Donghae, jangan sedih, masih banyak tempat lain yang membuka audisi untuk menjadi artis. Kesempatan untukmu sangat banyak di luar sana oke?” Dae Na mencoba untuk menenangkan Donghae yang tampak seperti ingin menangis. Tiba tiba ada suara dari speaker pengumuman di gedung SM.

“selamat siang, untuk saudara Lee Donghae, dimohon untuk segera menuju ke ruang informasi. Sekali lagi, untuk saudara Lee Donghae, dimohon untuk segera menuju ke ruang informasi. Terima kasih.”

“Hae, itu kamu kan? Ayo kita cepat ke ruang informasi.” Dae Na langsung menarik tangan Donghae yang sedang bingung kenapa dirinya dipanggil ke ruang informasi.

“adik bernama Lee Donghae?” tanya seorang pria di ruang informasi, Donghae hanya mengangguk karena masih bingung. “bisa ikut ke ruangan saya sebentar?”

“ne.” jawab Donghae kemudian mengikuti pria itu dengan Dae Na.

“Donghae, apa kamu mengenalnya?” bisik Dae Na pada  Donghae.

“aniya, nan mollayo.” Jawab Donghae yang sama penasarannya dengan Dae Na.

“silakan masuk.” Kata pria tersebut, membukakan pintu ruang yang sepertinya adalah ruang miliknya. “silakan duduk.”

“ne.” jawab Donghae dan Dae Na. Donghae dan Dae Na pun duduk di sofa yang berada di ruangan itu.

“perkenalkan, Lee Soo Man imnida, saya adalah direktur SM.” Lee Soo Man akhirnya memperkenalkan dirinya.

“a-ah, L-Lee Dae Na imnida, s-saya adik dari ayah Donghae.” Dae Na kaget mengetahui pria di depannya ini adalah direktur SM.

“Dae Na-ssi, saya ingin membicarakan tentang pengumuman audisi tempo hari, kami memohon maaf kertas pengumuman milik Lee Donghae salah cetak dan tertukar dengan milik orang lain.” Ucap Lee Soo Man.

“ja-jadi..?” Dae Na membulatkan matanya.

“jadi, Lee Donghae diterima menjadi trainee di SM, surat pengumuman audisi yang diterimanya salah cetak.” Jelas Lee Soo Man.

“jeongmalyo?” tanya Donghae kegirangan.

“ne, kau diterima nak.” Jawab Lee Soo Man tersenyum.

“Donghae! Kau berhasil! Kau diterima!” Dae Na memeluk Donghae erat sampai Donghae sesak napas.

“noo-noona! Se-sesaaak!” keluh Donghae yang kehabisan napas gara gara pelukan erat Dae Na.

“mian~ noona terlalu senang~!” Dae Na melepas pelukannya pada Donghae lalu mencium pipi Donghae berkali kali sampai lipstiknya membekas di pipi Donghae.

“noona! Liat tuh lipstiknya jadi nempel di muka aku!” Donghae  melepaskan diri dari Dae Na supaya tidak kena cium lagi, lalu Donghae menggosok gosokkan tangannya ke pipi untuk menghilangkan bekas lipstik.

“hehehe mian noona terlalu senang.” Dae Na nyengir.

“Donghae, mulai minggu depan, kamu akan mulai mengikuti trainee.” Potong Lee Soo Man.

“oh ne Soo-Man ahjussi, kamsahamnida.” Donghae membungkukan badannya.

“disini isi data diri kamu, yang menyetujui untuk menjadi trainee SM.” Lee Soo Man menyodorkan map berisikan kertas untuk menuliskan data diri.

“ne ahjussi, trainee itu minimal berapa lama?” tanya Donghae.

“biasanya 5 tahun atau lebih.” Jawab Lee Soo Man, “dan sebelum selesai menjadi trainee, tidak diperbolehkan untuk pulang ke rumah.”

“sama sekali?” tanya Donghae khawatir, walaupun Donghae sudah tau tapi tetap saja itu membuatnya sedikit resah karena tidak bisa bertemu orang tuanya dan hyungnya.

“ne, memang itu kan yang tertulis di formulir audisi.” Jawab Lee Soo Man.

“arasseo.” Jawab Donghae sedikit muram.

“data diri untuk menjadi trainee SM itu tolong ditanda tangani oleh orang tua ya.” Jelas Lee Soo Man.

“ne.”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

-Bandara di Mokpo-

“Appa! Omma! Hyung!” Donghae langsung berteriak memanggil ketika melihat appa, omma dan hyungnya di bandara, dan langsung berlari menuju mereka.

“Donghae-ah!” balas appa, omma, dan hyungnya serempak. Donghae langsung menghambur dalam pelukkan appa-nya.

“aigoo, anak appa memang hebat bisa diterima jadi trainee di management sebesar SM!” appa Donghae memeluk anaknya dengan bangga.

“ini berkat doa appa, omma, dan hyung!” jawab Donghae senang.

“Donghae-ah, chukkae.” Kata omma-nya, kemudian Donghae melepas pelukan appa-nya lalu memeluk omma-nya.

“gomawo omma.” Kata Donghae lembut pada omma-nya.

“ya! Mana terima kasih untukku?” kata Donghwa.

“ne hyung, gomawo.” Lalu Donghae memeluk Donghwa. Donghae memang senang sekali dipeluk dan memeluk orang.

“cheonmaneyo saeng-ah.” Kata Donghwa.

“ayo pulang, kajja.”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“appa, ini tolong tanda tangani data calon trainee.” Pinta Donghae pada appa-nya.

“iya sini appa tanda tangani, hmm, appa bangga sekali padamu Hae.” Appa Donghae mengelus rambut Donghae lembut. Donghae tersenyum.

“appa, aku tidak akan bisa bertemu dengan appa sekitar 5 tahun, atau malah bisa lebih.” Kata Donghae muram.

“memang itulah beratnya menjadi seorang artis, untuk menggapai cita cita memang ga gampang kan? Harus melalui berbagai rintangan, jangan khawatir, appa yakin kau akan baik baik saja, kan?” appa Donghae menasihati.

“ne appa, Hae akan berusaha menjadi artis yang bagus demi appa!”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

-bandara di Mokpo-

“Donghae-ah, jaga  diri ya, hati hati, kami selalu mendoakanmu.” Kata omma Donghae, sambil menangis karena akan merindukan anaknya.

“Donghae-ah, appa selalu mendukungmu.” Appa Donghae berkata sambil memeluk Donghae.

“Hae! Hwaiting!” kata Donghwa menyemangati Donghae. Donghae memeluk seluruh keluarganya.

“gomawo appa, omma, hyung.” Donghae memeluk mereka satu persatu, “Donghae pergi dulu ya.”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tahun 2000

“lakukan dance dengan gerakan yang benar!” kata pelatih dance SM. Donghae sudah memulai hari harinya menjadi trainee SM. Donghae sedang berlatih dance dengan trainee SM lainnya.

“ne hyung.”  Jawab Donghae dan yang lainnya bersamaan.

“gerakan kalian harus sesuai dengan tempo lagu, dan suara harus stabil ketika menyanyi sambil dance.” Jelas pelatihnya.

Sudah setahun tapi Donghae masih belum mempunyai sahabat di SM, karena Donghae tidak menemukan teman yang berasal dari Mokpo, paling hanya berteman biasa.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“mulai hari ini, akan ada trainee baru yang akan bergabung dengan kita, namanya Yunho, mulai hari ini juga dia akan ikut kita mengikuti latihan.” Jelas pelatih.

Donghae merasa senang mengetahui ada trainee lain yang berasal dari Mokpo. “annyeong Yunho-ssi.” Donghae langsung menyapanya ketika Yunho berjalan di dekat Donghae.

“annyeong.” Jawab Yunho sambil tersenyum.

“nan Lee Donghae imnida, 13 tahun.” Donghae memperkenalkan dirinya pada Yunho.

“Jung Yunho imnida, 13 tahun, kita seumur.” Yunho tersenyum mengetahui Donghae seumuran dengannya.

“kau berasal dari Mokpo?” tanya Donghae.

“ne, waeyo?” tanya Yunho.

“kebetulan sekali! Aku juga berasal dari Mokpo!” kata Donghae girang.

“jeongmalyo? Semoga kita bisa menjadi teman baik ya Donghae-ssi.” Kata Yunho senang mengetahui ada teman yang mempunyai kampung halaman yang sama.

“panggil saja Donghae.” Kata Donghae.

“kalau begitu, panggil aku Yunho saja ya, bangapseumnida Donghae.”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tahun 2001

Donghae dan Yunho semakin dekat, mereka adalah sahabat. Selama trainee, Donghae, Yunho dan Heechul tinggal bersama. Mereka bertiga dijuluki ‘The Ddabong Brothers’ karena mereka sangat dekat.

Donghae juga dekat dengan Hyukjae dan Junsu. Donghae, Yunho, Hyukjae dan Junsu lahir di tahun yang sama, yaitu tahun 1986.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“hey Junsu! Bagaimana kalau kita jailin Donghae?” Hyukjae membisikkan ke telinga Junsu.

“hahaha ide bagus!” jawab Junsu sambil tertawa jahil, “apa rencananya?”

“begini……………………..”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Donghae! Kamu berubah! Kamu udah melupakan aku dan Junsu!” tuduh Hyukjae di koridor gedung trainee SM.

“m-mwoya?” jantung Donghae berdetak kencang mendengar kedua temannya ini mengatakan bahwa dirinya sudah berubah dan melupakan temannya.

“benar! Kamu jadi berubah sejak kamu juara satu di 3rd SM Youth Best Selection Best Outward Appearance!” Junsu ikut membenarkan Hyukjae. Ya, ini rencana Hyukjae dan Junsu untuk menjahili Donghae.

“a-aku…” Donghae tergagap.

“kamu jadi sombong!” potong Hyukjae.

Tiba tiba Donghae berlari, Hyukjae dan Junsu yang bingung langsung mengejar Donghae. Donghae memasuki kamar mandi.

“Donghae? Donghae? Kamu tidak apa apa?” tanya Hyukjae khawatir.

“Donghae?” panggil Junsu. Tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi. Hyukjae memegang kenop pintu kamar mandi tersebut dan ternyata tidak terkunci. Hyukjae membuka pintu kamar mandi perlahan, “Donghae.”. Sebelum pintu terbuka, Donghae membanting pintu dari dalam dan berteriak.

“AKU TIDAK AKAN BERUBAH! AKU JANJI! MAAFKAN AKU!” ternyata Donghae menangis di dalam kamar mandi.

“HAHAHAHAHAHAHA.” Seketika tawa Hyukjae dan Junsu meledak.

“w-wae?” tanya Donghae bingung sambil sesenggukan.

“HAHAHA AKU DAN JUNSU ITU CUMA BERCANDA DASAR DONGHAE BABO HAHAHA.” Hyukjae dan Junsu sampai terjatuh ke lantai gara gara tertawa.

“MWO?! Jadi? A-aku, ga berubah kan?” tanya Donghae.

“ya nggak lah dasar Donghae babo! Hahahahaha!” kata Junsu sambil melanjutkan tawanya bersama Hyukjae. Donghae malah menangis lagi.

“a-aku kira itu sungguhan… huhuhu syukurlah.” Kata Donghae masih menangis. Hyukjae dan Junsu berusaha menahan tawanya lalu memeluk Donghae.

“cup cup itu cuma bohongan kok.” Kata Hyukjae menenangkan Donghae.

“hahaha kamu lagi main percaya aja sama kita. Dan anehnya kamu ga marah setelah tau kita Cuma bohongan dan malah bersyukur hahaha.” Junsu tertawa.

“Donghae memang terlalu baik ya Junsu hahaha.” Kata Hyukjae.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“ne?! boyband yang anggotanya 12 orang?!” Hyukjae kaget mendengar jumlah anggota boyband yang akan akan dibentuk termasuk Hyukjae berjumlah sebanyak 12 orang. Karena biasanya boyband hanya berjumlah 5 orang.

“ne, anggotanya adalah Jungsoo, Heechul, Hangeng, Jongwoon, Youngwoon, Shindong, Sungmin, kau, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum. Ya, kalian ber-12 yang saya panggil kesini untuk memberi tau anggota anggota boyband yang akan dibentuk.” Jelas Lee Soo Man.

“lalu, nama boyband nya apa?” tanya Jungsoo.

“sampai saat ini kami belum memutuskan, mungkin akan bernama ‘O.V.E.R’, singkatan dari ‘Obey the Voice for Each Rhythm’, bagaimana menurut kalian?” tanya Lee Soo Man.

“hah? Kedengarannya aneh.” Kata Heechul.

“itu belum benar benar kami putuskan, nanti kami akan rapat lagi mengenai nama boyband yang akan kalian pakai.” Jelas Lee Soo Man.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“kami sudah memutuskan nama yang akan kalian pakai sebagai boyband, hasilnya adalah ‘Super Junior 05’, nama tersebut kami ambil karena anggotanya yang masih sangat muda ketika mengikuti trainee, dan 05 dari angka tahun ini sebagai awal debut kalian, bagaimana? Setuju?” tanya Lee Soo Man.

“Super Junior… bagus juga, aku suka.” Kata Youngwoon, “menurut kalian bagaimana?”

“ya bagus.” “aku suka.” Semua mengangguk setuju dan mengiyakan.

“kalau begitu sudah diputuskan, nama boyband kalian adalah ‘Super Junior 05’”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Akhirnya terbentuklah sebuah boyband beraggotakan 12 orang, paling banyak pada saat itu. Anggotanya adalah Jungsoo, Heechul, Hangeng, Jongwoon, Youngwoon, Shindong, Sungmin, Hyukjae, Donghae, Siwon, Ryeowook dan Kibum. Mereka ber-12 sedang menyiapkan lagu untuk debut pertama sebagai boyband.

Jungsoo, Jongwoon, Youngwoon dan Hyukjae diberi nama panggung. Jungsoo mendapat nama ‘Leeteuk’, teuk artinya spesial, Jungsoo spesial karena dia adalah leader dari Super Junior. Jongwoon mendapat nama ‘Yesung’ yang berarti ‘work art of vocal’ karena Jongwoon adalah main vocal di Super Junior. Youngwoon mendapat nama ‘Kangin’, kang berarti kuat karena memang Youngwoon kuat sekali. Dan Hyukjae mendapat nama ‘Eunhyuk’, eun yang berarti perak, karena Hyukjae disebut perak Super Junior karena kemampuan dance nya yang luar biasa.

Akhirnya tibalah performance pertama mereka, mereka akan membawakan lagu berjudul ‘Twins (Knock Out)’ sebagai debut pertama mereka pada tanggal 6 November 2005. Mereka mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat. Kemudian pada tanggal 8 November 2005, lagu ‘Twins (Knock Out)’ release untuk di download. Dan pada tanggal 5 Desember 2005, mereka mengeluarkan full album yang termasuk lagu ‘Twins (Knock Out)’, yang hanya dalam waktu sebulan, pembelian album ‘Twins (Knock Out)’ pada bulan Desember mencapai 28,536 copy.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“yoboseyo? Appa? Ini Donghae”

“ne yoboseyo, Donghae-ah, bogoshipeoyo.”

“na ddo bogoshipeoyo appa.”

“Donghae-ah, appa sangat bangga padamu, appa lihat di berita, albumnya terjual banyak ya?”

“ne appa, ini semua berkat doa dan dukungan dari appa, omma, dan hyung.”

“ini juga berkat kerja kerasmu Donghae-ah. Donghae-ah…”

“hm? Ne appa?”

“terima kasih telah mewujudkan mimpi appa menjadi seorang penyanyi.”

“sama sama appa, ini juga impianku, aku senang bisa menjadi penyanyi.”

“syukurlah kalau kau bahagia. Hm, Donghae-ah, appa harus memberitahumu sesuatu.”

“apa itu appa?”

“tapi kau harus janji kau tidak boleh menangis.”

“hah? Memangnya ada apa sih appa?”

“appa… mengidap penyakit kanker akut.”

“MWOYA? Kanker?! Akut?! Eottokhae?! Eottokhae appa?!! Appa sedang berbohong kan?!”

“appa tidak berbohong, appa serius. Kau tidak boleh menangis. Inilah yang diberikan oleh Tuhan, apapun itu, menyenangkan atau menyakitkan harus kita terima dengan lapang dada.”

“tapi appa…”

“ssh Donghae anak appa, Donghae tidak boleh cengeng!”

“a-arasseo appa. Appa, aku tidak akan menangis sekarang, aku pasti tidak akan menangis. Appa melihat fansku? Baik kan? Di dunia ini, orang yang paling aku cinta adalah appa, dan warna favoritku adalah sapphire blue.”

“terima kasih Donghae-ah, appa menyayangimu.”

 

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Pada bulan Mei 2006, anggota Super Junior bertambah satu menjadi 13 orang. Anggota tersebut telah ditetapkan menjadi anggota terakhir Super Junior. Nama anggota baru tersebut adalah Cho Kyuhyun, yang diumumkan telah menjadi anggota baru Super Junior pada tanggal 23 Mei 2006. Dan nama ‘Super Junior 05’ diubah menjadi ‘Super Junior’ saja.

Pada bulan yang sama dengan bergabungnya Kyuhyun, Super Junior come back dengan 13 member. Super Junior melakukan performance lagu baru mereka yang berjudul ‘U’. Super Junior mendapat tanggapan yang sangat bagus dari masyarakat, hanya dalam 5 jam, lagu ‘U’ tersebut mencapai lebih dari 400.000 download. Performance pertama lagu ‘U’ dilakukan pada tanggal 25 Mei 2006.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

25 Juni 2006

“Eva, Anya, kita mau performance sebentar lagi. Kalian lihat ya performance kami di bangku penonton di luar. Doakan kami menang award.” Kata Leeteuk. Eva dan Anya adalah orang yang datang ke Korea untuk mempelajari Korea, dan Super Junior lah yang membantu Eva dan Anya di Korea yang sekaligus dijadikan sebagai variety show bernama ‘Super Junior Full House’. Eva dan Anya sudah fasih berbahasa Korea.

“hyung, aku deg-degan, hari ini ada award untuk band terbaik kan?” tanya Donghae.

“ne, berdoa saja. Walaupun tidak menang, masih banyak kesempatan lain kan?” kata Leeteuk.

“ne hyung, kita sudah dipanggil, ayo ke stage.”

“mari kita sambut~ lagu ‘U’ oleh~ SUPER JUNIOR!” panggil MC menandakan sudah waktunya Super Junior melakukan performance mereka.

 

Cause I can’t stop
No I can’t stop
Neoreul cheom boge dwe-eosseo
Neol weonhaji anko gyeondilsuga isseulkka
Geureoke chyeoda bojima
Neowa-ui game eul ajik shijak anhaesseo
Na-egeseo tarojeomeul bwa
Neo-ui isanghyeong chaja bwajulteni
Geu namjaga naega dwege haejulteni
Cause I can’t stop thinking about u girl
Neol naekkeoro mandeulgeoya
No I can’t stop thinking about a girl
Nae uri-ane gadugo shipeo
ooo oo howowowo
Ppoyateon uyubit pibu
Ginmeori kkeute nama inneun hyanggiwa
Najimakhan mokssoriro
Nal gonggyeokhani nal igilsun eopseo
Neo-ege boyeojun magic
Ppalgan jangmi soge sumgyeodun banjireul julge
Geu ju-ini niga dwege haejulteni
Cause I can’t stop thinking about u girl
Neowa hamkke itkko shipeo
No I can’t stop thinking about you girl
Nal yeogi dugo gabeorijima
Cause I can’t stop thinking about u girl
Neol naekkeoro mandeulgeoya
No I can’t stop thinking about you girl
Nae uri ane gadugoshipeo
Neo-ui natsseon hyanggi-eseo chu-eogeul tteo-ollyeo
Baraboneun geudae nunbichi nae shimjangeul ullyeo
Ji-uryeo haedo soyongeopshi kkeuttto-eopshi
Neoreul hyanghae dallyeo naega geudaereul gatkkesseo
Neoreul gatkki wihaeseo mweodeungeol da geolgo
Jeonbu ilke dwendahaedo
Imi ge-imeun shijakttwaenneungeol jal aradweo
Ije neo-ui namjaneun baro narangeol
Nal weonhago andarage mandeulteni (can’t stop)
Cause I can’t stop thinking a girl
Neowa hamkke itkko shipeo
No I can’t stop thinking about you girl
Nal yeogi dugo gabeorijima
Cause I can’t stop thinking about u girl
Neol naekkeoro mandeulgeoya
No I can’t stop thinking about you girl
Nae uri-ane gadugo shipeo
Cause I can’t stop
No I can’t stop
Cause I can’t stop

 

Lagu pun berakhir.

“walaupun kalau kita tidak mendapat award, kita sudah senang karena sudah berusaha semaksimal mungkin kan? Dan masih banyak kesempatan bagi kita untuk mendapat award, jalan kita masih panjang.” Kata Leeteuk menyemangati member Super Junior yang tegang karena sebentar lagi pemenang award akan diumumkan. Semua member tersenyum dan merasa lebih semangat karena perkataan Leeteuk.

“sudah waktunya untuk mengumumkan pemenang award!” MC langsung berbicara setelah seluruh artis melakukan performance. Seluruh artis merasa tegang, termasuk Super Junior.

“pemenangnya adalah~~~~~” seluruh anggota Super Junior dan artis lainnya terlihat menutup mata mereka karena saking tegangnya.

“SUPER JUNIOR! Chukkae!!”

“HYUNG KITA MENANG!”

“HYUNG! TEUK HYUNG!”

Seluruh anggota Super Junior langsung saling berpelukan begitu mendengar nama Super Junior disebut. Anggota Super Junior pun tidak dapat menahan tangis terharu karena ini adalah award pertama untuk mereka. MC memberikan mereka penghargaan atas menangnya Super Junior. Setiap anggota diperbolehkan berbicara menggunakan mic. Semua anggota Super Junior mengucapkan terima kasih pada anggota keluarganya dan orang orang yang telah membantu Super Junior sampai bisa mendapat penghargaan tersebut. Tibalah mic tersebut pada Donghae.

“appa, aku harap appa sehat…”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Tuhan, kumohon jangan Kau ambil dulu appa.”

“Aku menyayanginya ya Tuhan.”

“Beliau-lah yang telah membesarkanku dengan penuh kasih sayang.”

“Tuhan aku memohon padamu dengan sangat.”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“yoboseyo? Appa, ini Donghae.” Donghae menelepon appa-nya segera setelah menerima award pertama Super Junior.

“yoboseyo Donghae-ah! Appa, appa sangat bangga padamu Donghae, appa harap appa bisa berada disana menyaksikan langsung anak appa mendapat award. Appa menyaksikan lewat televisi. Appa langsung menangis begitu nama Super Junior disebut mendapat penghargaan. Donghae-ah, appa sangat bangga padamu.” Kata suara di ujung telepon yang adalah appa Donghae.

“ini berkat dukungan dan doa dari appa, juga omma dan hyung.” Donghae menangis karena merasa sangat berterima kasih pada appa-nya, “appa, bagaimana kabar appa? Bogoshipeoyo appa.”

“hari ini appa merasa sangat sehat karena anak appa baru saja memenangkan award, Donghae-ah, appa juga rindu padamu.” Kata appa-nya di telepon.

“Donghae ingin sekali ke Mokpo untuk bertemu appa, tapi maaf appa, jadwalku penuh sekali.” Kata Donghae menyesal.

“jangan memaksakan diri untuk bertemu appa kalau jadwalmu penuh Hae, appa justru mengkhawatirkan kesehatanmu, apa kau makan dan tidur dengan teratur gara gara jadwalmu yang penuh itu?” tanya appa Donghae khawatir.

“jangan khawatir appa, aku tidur cukup teratur, dan makan selalu diatur oleh manager supaya tidak lupa.” Jawab Donghae menenangkan appa-nya.

“jeongmal? Baguslah kalau begitu appa tenang.” Appa Donghae menghela nafas lega.

“di bulan Agustus, kami akan diberi libur selama seminggu, Donghae janji akan ke Mokpo menemui  appa omma dan hyung.” Kata Donghae senang.

“appa akan sangat senang kau kesini Donghae-ah, appa menunggumu.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Tuhan aku ingin cepat cepat bertemu dengan appa.”

“Tuhan sembuhkanlah appa.”

“Tuhan, aku ingin appa sehat.”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“terima kasih atas kerja keras kalian selama ini, dan selamat atas penghargaan penghargaan yang telah kalian dapatkan. Mulai besok selama seminggu kalian akan mendapat hari libur.” Kata manager mereka.

“akhirnya tiba juga libur untuk kita.” Kata Eunyuk senang.

“benar, aku capek sekali dengan jadwal kita yang penuh, tapi menyenangkan melakukannya bersama kalian semua.” Kata Heechul.

“kerja keras kita selama ini dan latihan selama bertahun tahun tidak sia sia.” Kata Sungmin.

“ini berkat Tuhan mengabulkan doa kita semua.” Kata Siwon, yang sangat taat dalam beragama.

“hahaha benar.” Timpal Yesung.

“Donghae hyung, liburan ini mau kemana?” tanya Kyuhyun.

“aku mau menemui orang tua dan hyung-ku di Mokpo.” Jawab Donghae.

“menemui orang tua? Bolehkah aku ikut? Bagaimana keadaan ahjussi?” tanya Leeteuk.

“hyung mau ikut? Boleh saja, appa pasti sangat senang. Kata omma, penyakit kanker appa semakin parah. appa tidak mau rawat inap, jadi appa dirawat di rumah.” Kata Donghae sedih.

“penyakit ahjussi semakin parah? Semoga ahjussi sembuh ya Hae.” Kata Shindong.

“gomawo Shindong hyung.” Donghae tersenyum lemah.

“Leeteuk hyung mau ikut Donghae ke Mokpo? Kalau begitu kami juga ikut!” kata Hangeng, “kalian mau ke rumah Donghae ga?”

“mau~.” Jawab semuanya serempak.

“kalian~ gomawo, appa pasti sangat senang.”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Tuhan aku memohon padamu dengan sangat.”

“aku sangat menyayangi appa.”

“kumohon.”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

8 Agustus 2006…

-bandara di Mokpo-

“kajja! Appa pasti sudah menunggu!” kata Donghae bersemangat. Karena hari ini seluruh anggota Super Junior telah tiba di Mokpo untuk bertemu dengan keluarga Donghae sekalian berlibur.

“ne Donghae, itu ada taksi kosong.” Kata Leeteuk.

“kita ada ber-13, jadi, 4 taksi ya?” tanya Kibum.

“berarti ada yang 1 taksi ber-4 dong?” tanya Ryeowook.

“hahaha kita suit! Yang kalah harus naik taksi berempat!” kata Leeteuk.

Lalu mereka melakukan suit, dan ternyata yang kalah adalah Leeteuk, Eunhyuk, Siwon, dan Ryeowook.

“hahaha Leeteuk hyung kena batunya! Padahal hyung yang mengusulkan tapi malah hyung yang kalah hahaha.” Kibum tertawa sangat puas.

“diam kamu! Huh! Kenapa aku sampai kalah tadi-_-.” Kata Leeteuk pura pura cemberut.

Akhirnya berangkatlah mereka ke rumah Donghae dengan taksi. Dan setengah jam kemudian sampailah mereka di rumah Donghae.

“omma~ appa~ hyung~.” Panggil Donghae dari luar rumah.

“Donghae-ah!” omma Donghae langsung memeluk Donghae begitu keluar rumah, “bogoshipeoyo Donghae-ah.” Yang pertama Donghae perhatikan dari omma-nya adalah, lingkaran hitam di mata omma-nya, tampaknya omma-nya banyak menangis…

“na ddo bogoshipeoyo omma. Omma gomawo, berkat doa dan dukungan dari omma, aku bisa menjadi seperti sekarang.” Donghae mencium kening omma-nya.

“cheonmanneyo Donghae-ah, appa dan Donghwa ada di kamar.”

“ne omma, oha iya ini, sahabat sahabatku omma, teman teman seperjuangan Donghae, Super Junior, mereka semua sangat ingin bertemu dengan appa, omma dan Donghwa hyung.” Kata Donghae menunjuk anggota anggota Super Junior.

“aigoo, anggota Super Junior tampan semua!” kata Donghae omma terkejut sehingga membuat semua anggota Super Junior tersipu malu.

“omma, ini Jungsoo hyung atau dipanggil Leeteuk hyung, yang tertua sekaligus leader. Ini Heechul hyung, ini Hangeng hyung, ini Jongwoon hyung atau biasanya dipanggil Yesung hyung, yang ini Youngwoon hyung yah dipanggil Kangin hyung,  ini Shindong hyung, ini Sungmin hyung, lalu Hyukjae atau dipanggil Eunhyuk, Siwon, Ryeowook, Kibum, dan yang terakhir si magnae Kyuhyun. Ini semua anggota Super Junior.” Kata Donghae memperkenalkan seluruh anggota Super Junior pada omma-nya.

“ne~ ne~ Leeteuk Heechul Hangeng Yesung Kangin Shindong Sungmin Eunhyuk Siwon Ryeowook Kibum dan Kyuhyun. Salam kenal, saya omma-nya Donghae.” Kata omma Donghae senang.

“annyeong ahjumma.” Kata semuanya serempak.

“silakan masuk.” Kata omma Donghae mempersilakan semuanya masuk ke dalam rumah. “ah Donghae, tunggu sebentar.”

“ada apa omma?” tanya Donghae.

“Donghae-ah, dokter bilang, umur appa tidak akan lama lagi…” tangisan omma-nya langsung pecah.

“o-omma, jeo-jeongmal-jeongmalyo? Omma tidak berbohong kan?” Donghae langsung menahan tangisan karena dia sudah berjanji pada appa-nya untuk tidak menangis.

“kemarin dokter memberitahu omma setelah memeriksa appa… omma janji pada appa untuk tidak menangis tapi, hhh apa yang Tuhan berikan harus kita terima, omma tidak boleh menangis lagi.” Omma-nya berkata pada dirinya sendiri untuk tidak menangis.

“ne omma, ini memang berat.” Kata Donghae.

“cepat temui appa, appa rindu sekali padamu.” Suruh omma-nya.

“ne, ayo ke kamar, appa pasti sangat senang melihat seluruh anggota Super Junior datang.” Ajak Donghae langsung pada anggota Super Junior, “appa, annyeong.” Donghae yang memasuki kamar terlebih dahulu.

“Donghae-ah, annyeong, akhirnya kau datang, appa menunggumu, appa rindu sekali padamu.” Jawab appa Donghae dengan suara yang terdengar lemah. Donghae merasa sangat sedih melihat keadaan appa-nya yang terbaring lemah di kasur seperti itu dengan peralatan medis di tubuh appa-nya. Rambut appa-nya semakin menipis dari terakhir Donghae bertemu dengannya.

“appa, coba lihat siapa yang datang, tada~.” Donghae menyuruh anggota Super Junior untuk masuk ke kamar appa-nya. “appa, mereka semua datang, katanya ingin bertemu dengan appa, omma dan Donghwa hyung.”

“aigoo~ appa senang sekali semuanya datang kesini! Annyeong!.” Wajah appa Donghae terlihat sangat senang dengan kedatangan seluruh anggota Super Junior.

“annyeong ahjussi.” Semuanya memberi salam pada appa Donghae.

“aduh banyak sekali, ada 13 ya? Kursinya ga mungkin muat dong untuk semuanya? Hahaha.” Kata appa Donghae tertawa.

“appa, appa sehat kah?” tanya Donghae khawatir dengan keadaan appa-nya yang terlihat semakin tidak baik.

“appa akan terima saja apa yang Tuhan berikan, Donghae.” Kata appa Donghae tersenyum.

“appa…” Donghae merasa sesak mendengar kalimat itu dari appa-nya.

“ah iya, yang mana leadernya? Mana yang namanya Park Jungsoo atau Leeteuk itu?” tanya appa Donghae.

“saya Park Jungsoo, ada apa ahjussi?” tanya Leeteuk.

“leader ya? Kudengar dari Donghae, kamu leader dan hyung terbaik ya?” tanya appa Donghae.

“tidak juga ahjussi terlalu melebih lebihkan.” Kata Leeteuk tersipu mendengarnya.

“hahaha, selama ini kamu sudah menjaga Donghae dengan baik, bisa aku minta tolong sesuatu?” tanya appa Donghae.

“minta tolong apa, ahjussi?” tanya Leeteuk.

“aku ingin minta tolong untuk menjaga Donghae, setelah aku mati, aku ingin ada yang menggantikan posisi ku menjaga Donghae.” Pinta appa Donghae. Membuat seluruh orang di dalam kamar itu menahan napas setelah mendengar kalimat ‘setelah aku mati’.

“ahjussi, ahjussi pasti sembuh, ahjussi ga boleh ngomong seperti itu.” Kata Leeteuk cemas.

“Leeteuk-ah, tidak ada manusia yang tau kapan ajal akan menjemput, hanya Tuhan yang tau. Mungkin bisa detik ini juga, atau mungkin nanti, tidak ada yang tau. Kumohon, jagalah Donghae.” Pinta appa Donghae lagi.

“ne ahjussi. Saya berjanji.”  Kata Leeteuk tersenyum pada appa Donghae.

“Donghae-ah, kemari, mendekat pada appa.”

“ne appa, ada apa?”

“appa ingin menyanyikan lagu untuk appa.” Pintanya pada Donghae.

“hm boleh, lagu my everything ya…”

 

You are my everything.

Nothing your love won’t bring.

My life is yours alone.

The only love i’ve ever known.

Your spirit pulls me trough.

When nothing else will do.

Every night I pray.

On bended knee.

That you will always be.

My everything.

Oh my everything…

 

Ketika Donghae selesai menyanyikan lagu, Donghae melihat mata appa-nya tertutup dan tersenyum…

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Setahun kemudian…

“tidak terasa sudah setahun…” kata Donghae menyimpan sebuah buket bunga di atas sebuah kuburan.

“ne, sudah setahun sepeninggalan appa.” Kata omma Donghae, “Donghae-ah, ini, ada surat yang appa tulis sebelum meninggal. Appa menulis ini untukmu. appa meminta omma untuk menyerahkan surat ini padamu setahun setelah kepergiannya.”

“surat apa ini omma?” tanya Donghae.

“omma tidak tau, bukalah.” Lalu Donghae membuka surat itu.

 

 

Donghae-ah, anakku, Donghae-ah. Anakku yang kucintai, Donghae-ah, appa sangat bahagia karena kau adalah anakku, dan juga karena kau sudah menjadi seorang penyanyi, appa ku sangat bahagia. Kau selalu menelepon appa. “Apa kabar appa? Appa pasti sehat.” Aku minta maaf, kau begitu menyayangiku. Donghae-ah, ketika appa menyaksikanmu di televisi, appa selalu merasa sangat emosional. Mungkin karena appa sangat menyayangimu? Donghae-ah, bagi ayah, kau tau kalau menjadi penyanyi adalah impianku juga. tapi karena larangan kakekmu, appa tidak punya pilihan selain menyerah pada impian untuk menjadi penyanyi di Seoul. Aku membawa omma-mu kembali ke Mokpo dan lalu, hyungmu Donghwa lahir, lalu 2 tahun setelahnya, kau pun lahir. Appa sangat senang. Donghwa dan kau benar benar anakku. Appa sangat berterima kasih pada Tuhan. Ketika kau berada di secondary school, aku bertanya kalau ‘kau ingin menjadi penyanyi atau tidak?’ pada waktu itu kau mengatakan bahwa kau ingin belajar dan bermain. Tapi setelah beberapa tahun, kau mengatakan bahwa kau ingin menjadi penyanyi. Ketika kau mengatakan bahwa kau ingin menjadi penyanyi, semua perasaan lama dan harapanku kembali muncul dalam pikiranku. Appa memberikanmu uang dan melepaskanmu pergi ke Seoul sekali sebelum kembali. Setelah kau pergi ke Seoul, omma-mu dan appa selalu berdoa untukmu. penuh air mata, penuh emosi, anakku, Donghae, Donghaeku pasti akan sukses. Bahkan jika Donghae-ku gagal, kau tidak boleh meninggalkan luka di hatimu. Hanya terus berdoa, berdoa, dan terus berdoa. Lalu, kau mengatakan  bahwa kau telah lolos audisi. Aku merasa sangat bahagia saat itu. Bagi appa, kau sangat membuat appa bangga. Dan pada saat yang sama, Donghae-ku melanjutkan untuk tinggal di Seoul. Di satu sisi appa sangat bahagia, dan di sisi lain appa merasa sedih. Tapi aku tetap mempercayai anakku, Donghae, kau pasti bisa.  Apa yang appa bisa berikan hanya keberanian. Setelah beberapa tahun, akhirnya kau berhasil menjadi seorang penyanyi. Pertama kali ketika appa menerima ini, Donghae mengkhawatirkan kesehatan appa dan berharap appa hidup sehat. Ini adalah apa yang kau katakan ketika kau menelepon appa pada hari itu.

“Appa, aku tidak akan menangis sekarang, aku pasti tidak akan menangis. Appa melihat fansku? Baik kan? Di dunia ini, orang yang paling aku cinta adalah appa, dan warna favoritku adalah sapphire blue.”

 

Ketika appa melihatmu di televisi, appa teringat mimpi appa ketika appa masih muda. Anakku tersayang, Donghae. appa tidak dapat melihat anak appa menerima penghargaan sebagai artis baru. dan appa juga tidak bisa bertemu dengan menantu appa dan cucu yang lucu. Appa sangat menyesalinya. Tetapi Donghae-ku harus selalu ingat, appa akan selalu menjagamu dari surga, appa akan selalu mendukungmu. Juga, Donghae-ku adalah yang tertampan di dunia ini setelah appa.


Anakku, Donghae
.

Appa menyayangimu.

Appa menyayangimu..

Dari,
Appa dari anak yang paling tampan di dunia, Donghae.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

10 thoughts on “[Freelance] The Story Of Lee Donghae

  1. Tiap baca tentang donghae pasti langsung banjir T____T tp hae skrg hebat kan !!! Hwaiting Lee Donghae !!!

  2. ommmoo~~~…hikzz..hikzzz*nyedot ingus*

    jadi seperti ini certa’a haeppa sama appa’a…
    sedih banget….
    aku sungguh terharu….

    daebak!!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s