[Freelance] Secret Love part 1

Tittle: Secret Love [Part 1]

Author : Viehyun♥

Cast : cho kyuhyun, choi hyun soo, eunhyuk

Support Cast: –

Rating :13

Genre : Romance and friendship

Type: continue

 

Annyeong reader!^^, kali ini viehyun♥ kembali dengan cerita baru, sebenarnya ini terinspirasi dari kisah author ma kyuhyun #plakk *berhanyal mode on*, seberna’x ff ini pernah q kirim k slah stu blog tp gg di publis trs,.. jd u coba kirim k sini dech..oke jangan lama-lama .Cekidot chingu..!^^

 

Ku tatap foto yang terpampang di tembok kamarku, ku pandang lekat-lekat dua namja yang ada di foto itu, rasanya foto itu baru saja diambil kemarin. Batinku berkecamuk. Kyuhyun dan eunhyuk adalah sahabat karibku dari dulu, tapi kini kyuhyun sedang ada di jerman karena orang tuanya yang ditugaskan bekerja kesana. Sebenarnya aku sangat menyukai kyuhyun dari dulu tapi sampai saat ini aku belum menyatakan perasaanku padanya, padahal dulu ketika dia akan pergi aku berniat untuk mengatakan perasaan ini tapi aku tidak berani pada saat itu.

Kini daun telah berguguran itu artinya musim semi telah berakhir dan musim gugur yang dingin dan kering mulai menyambut. Kupandang burung-burung yang bertengger di dahan kering di sebrang rumahku. Tapi saat ku pandangi, burung-burung itu berhamburan terbang ketika seorang pria berlari melewati dahan pohon kering itu. Tak lama bel rumahku pun berbunyi. Terdengar suara Omma yang membukakan pintu dan menyuruh tamu itu masuk dari lantai bawah. kini aku pandangi pantulan diriku di cermin dan ku rapihkan tatanan rambutku juga baju yang kupakai.

“Hyun soo-ya… eunhyuk sudah datang!” teriak omma dari lantai bawah.

“ne…!’ jawabku sambil beranjak turun ke lantai bawah menemui sahabatku itu.

“tidak sarapan dulu?” tanya omma padaku, ketika aku menarik eunhyuk keluar rumah.

“anni omma, aku berangkat.” Jawabku sambil menutup pintu rumahku.

“ya.. kenapa kau datang jam segini?” bentakku pada eunhyuk saat kami berdua berlari menuju halte dekat rumahku. Kami berdua memang tetangga sehingga kami sering berangkat ke sekolah bersama..

“aissh.. mianhae aku telat bangun!” jawab eunhyuk  ketika kami sampai di halte.

“basi, alasanmu itu terlalu klasik!” bentakku.

“sumpah, aku telat bangun!’ jawab eunhyuk menyakinkanku.

“sudahlah!” balasku sambil menarik tangannya menaiki bis yang baru saja datang, karena kami benar-benar sudah terlambat.

Pagi kali ini memang melelahkan selain diawali dengan lari-lari mengejar waktu , aku dan eunhyuk pun harus membersihkan toilet sekolah karena kami benar-benar terlambat masuk ke sekolah.

“hah.. akhirnya selesai juga!”

“huh.. olah raga yang menyenangkan!”ucap eunhyuk sambil meregangkan tubuhnya.

“aissh.. neo baboya? Ini bukan olah raga tapi penyiksaan, masa kita harus membersihkan 20 toilet, mana bau lagi!” keluhku pada temanku itu.

“ah.. aku lupa!” teriak eunhyuk di sela-sela relaksasinya.

“mwo?” tanyaku tak mengerti, tapi bukannya menjawabku laki-laki itu malah berlari meninggalkanku.

Aku segera mengejarnya. Ku lihat eunhyuk masuk ke dalam kelas kami, yang ku kira tak ada guru disana. Dan ternyata memang tidak ada guru saat aku sampai di dalam kelas, tapi ada sebuah kerumunan gadis di pojok kelas, eunhyuk segera menyingkirkan gadis-gadis itu agar dia bisa melihat apa yang mereka kerumuni itu. Aku segera mengikuti apa yang eunhyuk lakukan. Saat sampai di gadis terakhir yang menghalangiku. Aku sungguh terkejut ketika aku melihat apa yang ada dihadapanku. Belum pernah aku melihat pria setampan itu, apalagi ketika eunhyuk menyapa pria itu seakan-akan dia sudah kenal dengan pria itu.

“kemana saja kau aku menunggumu dari tadi!” ucap pria itu pada eunhyuk.

“hehe.. tadi aku terlambat dan harus….!” kata-kata eunhyuk tidak ia lanjutkan ketika dia melihat gadis-gadis memperhatikannya. “hah.. lupakan saja!” lanjutnya.

‘em… apa..?” pertanyaan pria itu terhenti ketika seosangnim memasuki kelas. Aku duduk di sebelah pria itu, karena bangku itu memang tampat dudukku.

“mian,kau ini?” tanya pria itu sambil menunjuk bangku yang kududuki.

“ini memang bangkuku!” jawabku singkat tanpa memandangnya sama sekali sebelum pria itu menyelesaikan pertanyaannya.

Bel sekolah pun berdering nyaring ketika jarum jam menunjukan angka 2 menandakan kegiatan di sekolah berakhir. Aku segera membereskan buku ku yang berserakan di atas meja. Selama jam pelajaran aku benar-benar tidak mengobrol dengan pria itu, menanyakan namapun tidak. Ketika aku beranjak pergi, Park Ji Sun gadis tercantik di sekolahku yang kebetulan satu kelas denganku menghampiri tempat duduk ku, tepatnya tempat duduk pria di sebelahku.

“annyeong, choneun Park Ji Sun imnida!” ucap Ji Sun dengan nada sopan dan lembut sambil menjulurkan tangannya mengajak berkenalan.

“hem.. Cho Kyuhyun!” jawab pria itu singkat dengan senyum dipaksakan dan tanpa membalas jabat tangan Jisun dan beranjak pergi meninggalkan gadis itu yang telah mematung. Aku ikut terkejutmendengar nama pria itu,apa aku tidak salah dengar? Tanyaku dalam hati.

Pria itu segera menghampiri eunhyuk dan pergi meninggalankan kelas. Aku cukup kaget dengan kejadian tadi sehingga aku tidak menyadari bahwa eunhyuk pun telah meninggalkanku.

——–

——–

——–

Ku rebahkan tubuhku di atas tempat tidurku setelah aku mengganti baju seragamku. Ku tatap langit-langit kamarku yang putih bersih itu. Fikirankupun melayang pada kejadaian di sekolah tadi, aku sungguh penasarandengan pria itu apa dia cho kyuhyun temanku dulu dengan eunhyuk, tapi dia sangat akrab dengan eunhyuk.

“nuna, ada eunhyuk hyung!’ teriak adikku dari ruang tamu.

Segera aku turun menuju ruang tamu rumahku, rasanya aku benar-benar ingin memarahi pria itu yang telah meninggalkanku di sekolah.

“YA, KENAPA KAU MENINGGALKANKU DI SEKOLAH, TIDAK INGATKAH KAU KETIKA KAU MEMBUATKU HARUS MEMBESIHKAN 20 TOILET DI SEKOLAH TADI, DAN….!” teriakku ketika sampai di ruang tamuku, namun tidak kulanjutkan ocehanku itu ketika cho kyuhyun iada di belakang eunhyuk.

“aissh.. mianhae hyun soo-ya, aku tadi terlalu bersemangat ingin mengobrol dengan temanku ini!” jawab eunhyuk sambil merangkul kyuhyun.

“ah… ada apa kau datang ke rumahku?” tanyaku kaku.

“ayo kita jalan-jalan , kyuhyun ingin melihat-lihat seoul, sudah lamakan kita tidak jalan-jalan bertiga seperti dulu!” jawab eunhyuk bersemangat.

“mian, aku tidak menyapamu tadi di sekolah? Aku hanya tidak yakin kalau kau Choi Hyun soo!” tiba-tiba kyuhyun angkat bicara.

“ah, keunchana… arraso, aku ganti baju dulu!” jawabku sambil beranjak ke kamarku.

Cukup lama aku memilih-milih baju yang akan aku pakai, eunhyuk sedikit kesal dengan tingkahku itu. Tujuan kami kali ini adalah ke daerah myeondong. Di perjalanan eunhyuk hanya sibuk mengobrol dengan teman lamanya itu,cukup wajar memang kalau eunhyuk ingin berbicara pada kyuhyun karena kami sudah berpisah 3 tahun lalu. Sesekali aku memandang ke arah kyuhyun, memandanginya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dia memang berbeda dengan cho kyuhyun kami dulu kini dia menjadi namja yang tampan dan manarik, dan itu pun terbukti dari perlakuan gadis-gadis yang dari tadi melihat kearahnya, termasuk juga aku.

sungguh aneh memang ketika kyuhyun jantungku selalu berdetak tak beraturan. ige sarang ingayo? Tanyaku dalam hati, ini memang pertama kalinya aku merasakan perasaan seperti ini, sungguh berbeda ketika aku memandang kyuhyun dulu.

“ya.. kau mau ice krim apa?” teriak eunhyuk membuyarkan lamunanku. Kini kami sudah ada di sebuah kedai ice krim di myeondong.

“eh.. eu.. coklat!” jawabku kaku.

“ya.. apa kau sakit?” tanya eunhyuk sambil memegangi dahiku.

“aissh.. aku sehat-sehat saja!” jawabku sambil menyingkirkan tangannya paksa.

“oke.. aku yang pesan kalian pilih tempat duduk !” perintah eunhyuk padaku dan kyuhyun.

Aku segera memilih tempat duduk yang ada di pingir jendela kedai yang langsung menghadap jalan. Kyuhyun hanya mengikutiku dari belakang.

“kau sungguh berbeda sekarang?” tanya kyuhyun ketika dia duduk di hadapanku.

“ne!” tanyak bingung .

“apa kau masih ingat saat dulu, kita sering bermain bersama sampai lupa waktu?” tanyanya lagi.

“tentu aku ingat !” jawabkusambil tersenyum lembut.

“hem..rasabya waktu itu kita masih ingusan, tapi sekarang kita sudah sebesar ini!’ jawab kyuhyun saat eunhyuk sudah datang.

Oh my super girl
Ojik naui baby girl
Neoreul molla boneun geureon namjadeuri baboya

tiba-tiba Hp Eunhyuk berdering nyaring.

“ne, omma!” jawab eunhyuk pada orang yang menelfonya.

“ara.. ara.., ne…ne…!” lanjut eunhyuk menanggapi  penelfon itu sambil mengangguk-anggukan kepalanya seperti seekor ayam*plakk di lempar sandal ma jewels*

“em…eu….!” Ucap eunhyuk gagu setelah mengakhiri acara telfonnya.

“ya! Waeyo?” tanya kyuhyun kesal ketika melihat temannya itu gagu.

“hem, jeongmal mianhae kyuhyun-ya, ommaku menyuruhku pulang karena aku lupa jemput kakakku!” jawab eunhyuk sambil sedikit menggaruk kepalanya.

“terus?’ tanya kyuhyun bingung.

“oke, begini saja kau, hyun soo temani kyuhyun jalan-jalan oke!” perintah eunhyuk pada ku sambil menunjuk kearahku.

“MWO!” teriak ku dan kyuhyun bersamaan.

“ya.. kau kan sudah janji padaku untuk memperlihatkan seoul padaku!” jawab kyuhyun kesal.

“aissh, apa bedanya kalau hyun soo yang antar!” balas eunhyuk.

“ya sudahlah!” ucap kyuhyun setelah melihatku sekilas.

“kau maukan?” tanya eunhyuk padaku sambil memperlihatkan puppy eyes-nya.

“arraso!” jawabku tak tega.

“oke kalau begitu aku pergi dulu, selamat bersenang-senang!” teriak eunhyuk sambil meninggalakan kami di dalam kedai ice krim itu.

Kini suasana diantara  aku dan kyuhyun menjadi sedingan ice krim yang aku makan, sejak ke pergian eunhyuk tadi, benar-benar tidak ada percakapan diantara kami. Sungguh kami menjadi sangat berbeda, mungkin karena kami yang sudah tidak bertemu selama 3 tahun.

“aku sudah habis, sekarang kita mau kemana?” tanya kyuhyun dingin, setelah menghabiskan ice krim vanillanya.

“em.. bagaimana kalau ke taman ria, sudah lama kita tidak kesana, apalagi sejak kau pindah ke jerman 3 tahun lalu, pasti menyenangkan kalau kita kesana!”  jawabku mengusulkan.

“oke!” jawabnya singkat.

di perjalanan, kami sungguh tidak berbicara sama sekali. Mungkin orang yang melihat kamipun mengira kami berdua memang tidak saling mengenal. Jujur, sebenarnya di dalam hatiku, terbesit rasa senang karena bisa jalan-jalan berdua dengan kyuhyun. Tapi ku rasa itu hanya perasaan ku saja. Lain dengan kyuhyun yang terlihat jelas bahwa dia tidak nyaman berjalan berdua denganku di taman ria.

“awas!” teriak kyuhyun ketika penjual balon akan menabrakku.

Aku sungguh terkejut, bukan dengan teriakan kyuhyun tapi dengan tangan kyuhyun yang sekarang sedang mengalung di pinggang ku.

“euh.. go-ma-wo!” ucapku ketika dia melepaskan tangannya dari pinggangku.

“ne!” jawab kyuhyun yang kembali dingin.

“arraso, kita main apa sekarang ?” tanya ku kaku padanya.

“em.. bagaimana kalau permainan yang ekstrim dulu !” jawab kyuhyun bersemangat.

“oke!” jawabku menantang kyuhyun. Dia langsung menarik tanganku ke salah satu arena permainan. Jantungku sungguh hampir berhenti berdetak bukan karena permainan yang iya tawarkan tapi karena tangannya yang memegang erat tangatku.

Kami menghabiskan waktu bersama dengan menyenangkan setelah beberapa lama bersama dengannya, kini kyuhyun sudah bersikap wajar padaku. Ternyata persahabat kami belum luntur seperti yang ku kira. Aku cukup nyambung mengobrol dengannya terutama dalam hal music. Sesekali dia juga mengucapkan lelucun yang menurutku garing tapi itu sebuah pembuktian bahwa dia benar-benar kyuhyun yang ku kenal dulu.

“hah.. apa kau belum cape?” tanyaku pada kyuhyun yang sudah ke 3 kali mengajakku menaiki roler koster.

“anni, aku belum puas, lagi pula aku sudah lama tidak ke taman ria !” jawabnya sumeringah.

“fuh..!” aku menghela nafas, karena jantungku yang mungkin sudah tidak ada di tempatnya.

Ketika aku menaiki berbagai macam permainan di taman ria ini, banyak sekali para gadis yang memandang iri padaku. Jujur aku tidak bangga dengan itu, malah aku merasa sebaliknya. Pasti para gadis itu membicarakan betapa tidak cocoknya aku dengan kyuhyun. Ya bisa di bilang seperti beauty and the beast . kyuhyun si beauty dan aku si Beast.

“wah sudah jam 8pm!” ucap kyuhyun ketika kami baru turun dari salah satu permainan.

“apa mau pulang sekarang!” jawabku menatapnya lekat-lekat.

“oke, lagi pula aku takut ibumu marah, kalau kau pulang terlalu larut!” ucapnya sambil membalas tatapanku. Wajahku tiba-tiba panas ketika mata kami saling bertemu pandang.

“oke, kajja!” jawabku sambil memalingkan wajahku, agar dia tidak menyadari keadaan wajahku yang pasti sekarang sudah merah padam.

Kami menaiki bis yang ada di dekan taman ria itu, di dalam bis cukup sepi , hanya ada dua orang ibu-ibu dan 3 orang namja. Aku duduk di dekat jendela dan kyuhyun duduk di sebelahku. Kali ini jantugku sudah bisa aku kendalikan saat di dekat kyuhyun. Aku menatap ke arah jendela yang menampilkan situasi malam jalan di seoul . ketika aku sedang menikmati pemandangan itu, tiba-tiba pundak ku terasa berat. Aku tersentak ketika  aku sadari kyuhyun telah tertidur di pundakku.

“omo.. otteoke?” tanyaku dalam hati, aku perlahan mengangkat kepala kyuhyun agar tidak bersender di pundakku.

“emh….!” Ucap kyuhyun di sela-sela tidurnya yang membuatku kaget dan tidak jadi memindahkan kepalanya. Akhirnya aku hanya bisa diam dan pasrah dengan kondisi ini. Tubuhku menjadi mematung dengan situasi ini. *author : untung kyu oppa gg ngiler #PLAKK*

CEKKKKIITTTTTTTTTTTT…………….

Tiba-tiba bis yang kami naiki berhenti mendadakak dan hal itu membuat kyuhyun bangun dari tidurnya. Tapi aku bersukur dengan rem mendadak ini , jadi kyuhyun tidak tahu kalau dia tadi tidur di pundakku, kalau dia tahu mau aku jawab apa ketika dia bertanya, pasti dia mengiraku cewek gampangan karena aku tidak menolak dengan perlakuan yang dilakukan kyuhyun saat dia tidak sadar.

“aissh.. mianhae!” teriak supir pada penumpang yang ada di dalam bisnya.

“mwoya?” tanya kyuhyun ketika dia terkejut dengan apa yang baru saja kami alami.

“entahlah, mungkin ada kucing lewat!” jawabku asal, karena terlalu.

“hahahaha…kau ini!” jawab kyuhyun sambil mengacak-acak  rambutku. Aku sungguh kaget dengan perlakuannya ku pegangi rambutku yang baru saja di acak-acak tadi.

Aku turun dari bis duluan. Kyuhyun melambaikan tangannya ketika aku sudah ada di luar bis itu. Rumah kyuhyun memang di dekat halte selanjutnya. Aku memegangi lagi rambutku sambil tersenyum sendiri.ku langkahkan kakiku ke arah rumahku yang tak jauh dari halte. Ketika ku lewati taman terdengar seseorang meneriakan namaku.

“hyunsoo-ya!” teriak eunhyuk dari arah taman. Dia segera menghampiriku yang ada di depan taman itu.

“aissh.. kau pulang selarut ini, berarti kau bersenang-senang dengan kyuhyun kan?” lanjutnya sambil menggodaku.

“ya- kau kan yang suruh aku untuk mengajaknya jalan-jalan!” teriak ku padanya.

“tapi aku tidak meyuruhmu jalan-jalan sampai malamkan!” lanjutnya masih menggodaku.

“terserah kau saja aku cape mau pulang!” jawabku sambil meninggalkannya.

“ya-tunggu !” teriak eunhyuk mengikutiku.

——-

——-

——-

Hari ini aku baru kembali lagi ke sekolah karena satu minggu lalu aku harus ke rumah pamanku karena istrinya yang meninggal dunia, rasanya sungguh aneh saat masuk ke kelas dan tidak biasanya eunhyuk dan kyuhyun sungguh cuek padaku. Padahal tinggal beberpa bulan lagi aku ada di sekolah ini. Karena aku harus melanjutkan sekolahku ke perguruan tinggi. Kutatap teman-temanku yang ada di kelas rasanya aku baru saja masuk ke kelas ini, tapi ternyata aku harus segera keluar dari sini. Saat aku menatap temanku satu persatu kulihat sepasang namja dan yeoja sedang berbincang dengan riangnya di pojok kelas. Mereka terlihat sangat serasi. Aku sangat iri melihat mereka berdua, rasanya hatiku cukup teriris ketika mereka tertawa bersama.

“ya.. kenapa kau terus melototin kyuhyun sama Jisun!” teriak eunhyuk membuyarkan lamunanku.

“siapa yang ngeliatin mereka!” jawabku dingin.

“oh, iya hari ini kau pulang sendiri oke! Aku dan kyuhyun mau pergi” ucap eunhyuk.

“arraso!” jawabku tetap dingin.

“ya.. kau kenapa? Dari tadi jawabnya tanpa ekspresi gitu! Kau sakit!” balas eunhyuk sambil memegang keningku.

“annio!’ jawabku melepaskan tangannya dari dahiku, sambil beranjak meninggalkannya keluar kelas.

“ya mau kemana?” teriak eunhyuk yang membuat semua orang di kelas melihat ke arahku.

“ke kantin!” jawabku ketika kusadari kyuhyun dan jisun pun ikut menatap kearahku. Kurasa teriakkan eunhyuk tadi membuat obrolan mereka terhenti. Aku melangkahkan kaki ku menuju kantin, ketika aku melewati koridor yang memajang loker-loker siswa, kulihat ada sesuatu yang menempel di luar lokerku. Aku menghampiri lokerku itu. Aku terkejut ketika aku lihat itu adalah sebuah surat dan lollypop. Ku baca surat itu perlahan.

Pagi ini sungguh dingin, tapi hatiku langsung hangat ketika ku lihat senyummu pagi ini.

From : H

Aku sungguh tersentak ketika ku baca surat itu. Apa ini surat cinta ? benakku berkecamuk. Omo apa ini penggemar rahasiaku. karena  orang yang menulis surat ini tidak menuliskan namanya disini.fikiranku langsung melayang pada orang-orang yang berinisial H , *harun, hasan, husen, #PLAKK author di gampar Hyun soo*

“ya kenapa kau langsung pergi tadi!” tanya eunhyuk sambil menepuk pundakku, aku langsung menyembunyikan surat dan lollypop yang berwarna mencolok itu ke dalam saku rok ku.

“ne, hem…. aku terlalu lapar tadi!” jawabku asal, kulihat kyuhyun dan jisun ada di belakang eunhyuk, mereka sungguh cocok dan hatiku kini makin teriris.

“aissh.. kau ini!”jawab eunhyuk sambil mengacak-acak rambutku, itu memang kebiasaan eunhyuk padaku.

“hyun soo, apa pulang sekolah kau ada acara?” tiba-tiba jisun bertanya padaku, tumbet sekali yeoja ini mengajakku berbicara padahal selama setengah tahun aku sekelas dengannya dia tidak pernah mengajakku ngobrol, ada angin apa ini? Apa selama aku pergi ada angin badai yang menerpa yeoja itu?Tanyaku heran dalam hati.

“ne..?” tanyaku bingung, sebenarnya hanya pura-pura untuk memastikan pendengaranku apa masih normal atau tidak.

“em, kita berempat nanti pulang sekolah mau ke incheon jalan-jalan!” jawab jisun sambil menunjuk ke arah kyuhyun, eunhyuk, rihyun dan dirinya sendiri.

“mwo ? eu.. jeongmal mianhae, pulang sekolah nanti aku ada acara dengan Omma ku!” jawabku berbohong, aku tidak mau melihat kyuhyun dan jisun semakin dekat nanti pasti rasanya menyakitkan kalau aku ikut dengan mereka nanti.

“ya.. sejak kapan kau mau menemani ibumu , biasanya kau malas!’ teriak eunhyuk tak percaya dengan jawabanku tadi.

“aissh.. sampai kapan aku harus jadi anak durhaka sepertimu!” teriakku sekarang pada eunhyuk sambil tertawa ringan dan meninggalkan mereka.

——-

——-

——-

Aku menatap orang-orang yang berlari sore di taman dekat rumahku, ada yang berpasangan dan ada yang berkelompok. Aku sungguh iri pada mereka, karena kini aku hanya duduk sendiri di bangku panjang yang ada di taman itu. Sepulang sekolah aku langsung ke taman ini, untuk menenangkan hatiku. Pasti empat orang itu sekarang sedang bersenang-senang di incheon. Hah… hatiku semakin sakit jika ku ingat empat orang itu.

“ju ri-ya apa kau lihat jisun dan kyuhyun murid baru itu tadi disekolah?” tanya seorang siswi yang ku kira dia adik kelasku yang baru saja duduk di bangku yang aku duduki.

“iya, aku lihat mereka sangat cocok, yang satu tampan dan yang satu cantik!” jawab teman siswi itu histeris.

“iya,mereka sangat cocok  dari pada dengan wanita yang waktu itu kita lihat di taman ria, siapa nama wanita itu?” tanya wanita itu pada temannya, segera ku balikan badanku ketika aku mendengar kata taman ria. Apa mereka melihatku dengan kyuhyun saat di taman ria waktu itu? Tanyaku dalam hati.

“hyun soo, ya nama wanita itu hyunsoo!” jawab temannya ketika sudah mengingat namaku.

“ah, ya hyunsoo, kyu oppa benar-benar tidak cocok dengan wanita yang bernama hyunsoo itu!” balas siswi yang memakai bando pink itu.

“benar, wanita itu seperti itik buruk rupa, gayanya yang seperti laki-laki, kucel, rambut panjangnya yang kusam, kacamata kudanya yang tebal dan gaya berpakaiannya itu loh yang selalu memakai baju kedodoran, sungguh menjijikan!” balas wanita yang satu lagi. Aissh.. aku benar-benar ingin menyumpal mulut mereka itu. Seenaknya mereka menghinaku, seperti diri mereka cantik saja.

Aku segera beranjak dari dudukku dan meningglkan dua wanita yang telah menghinaku tadi. Rasanya aku ingin menendang mereka, tapi aku harus sabar. Kan tidak lucu kalau besok aku keluar di surat kabar sebagai penindas adik kelas karena mereka menghina diriku, padahal apa yang mereka katakana adalah fakta.

Aku menatap pantulan diriku di cermin kamarku. Ku ingat-ingat lagi perkataan dua yeoja adik kelasku itu. Setelah lekat-lekat ku lihat, memang itu adalah gambaran diriku yang sebenarnya.

“nuna-ya, sedang apa?” tanya adik laki-lakiku, choi hyun joo.

“ne, annio!” jawabku sambil duduk di ranjangku.

“aaaa.. aku tau nuna pasti baru menyadari betapa jeleknya wajah nuna!” ceplos hyun joo, yang membuat tanganku langsung menjitak kepalanya.

“aissh.. aku ini kakakmu, kalau aku jelek kau juga, babo!” jawabku balas meledeknya.

“ih..itutuh ada telfon dari eunhyuk hyung!” jawab hyun joo.

Aku langsung turun ke ruang tengah rumahku, menuju telfon rumahku. Aku memang mematikan Hpku sejak pulang sekolah tadi.

“ne, yeobuseyo!” ucapku pada eunhyuk yang ada di sebrang telfon sana.

“ya.. kenapa Hpmu tidak bisa dihubungi?” tanya eunhyuk tiba-tiba.

“mian, aku lupa menyalakannya!” jawabku dingin.”ada apa menelfon?” lanjutku.

“ah, iya besok aku tidak bisa datang ke club!” jawabnya.

“waeyo?” tanyaku.

“aku ada acara dengan appaku , ah sudah dulu yah hyun soo-si!” jawab eunhyuk sambil menutup telfonnya.

Ku simpan kembali telfon rumahku ke tempatnya. Aneh baru kali ini dia tidak mengikuti club dance, pikirku. Aku dan eunhyuk memang sudah lama masuk club dance di seoul setiap hari minggu kami berlatih.

——-

——-

——-

Aku mengambil mantel unguku, dan pergi keluar. Suhu di luar sungguh dingin mungkin sebentar lagi akan musim salju. pagi minggu ini aku pergi ke club dance hanya sendiri, biasanya aku pergi dengan eunhyuk.rasanya memang ada yang hilang, karena biasanya ada orang yang berceloteh konyol di sampingku. Aku segera mengganti pakaianku dan langsung mengikuti latihan dance di clubku. Cukup bermanfaat aku datang kesini, karena aku bisa melupakan dua orang yang sudah membuatku sakit hati. Jam sudah menunju amgka 12 yang menandakan latihan dance kami sudah berakhir, aku mengganti bajuku lagi. Setelah berpamitan dengan teman-temanku di clup aku bergegas pulang.

“hah.. kenapa aku ingat dua orang babo itu lagi!” keluhku di tengah perjalanan.

“aku beli makanan saja dulu!” lanjutku sambil melangkah ke salah satu toko 24jam. Sebelum aku memasuki toko itu, aku melihat empat orang yang berbincang dengan cerianya di sebuah restoran di pinggir toko 24jam itu, yang kurasa aku mengenali mereka. Ku sipitkan mataku untuk memperjelas pandanganku. Dan ternyata aku benar itu adalah Kyuhyun, Eunhyuk, Jisun dan Rihyun. Sedang apa mereka disana? Tanyaku dalam hati, apa mereka sedang double date. Fikirku lagi dalam hati. Kini empat orang itu keluar dari restoran itu dengan cerianya ku balikan tubuhku agar mereka tidak melihatku. Aku sungguh kaget ketika mereka berempat menaiki motor berpasangan. Sejak eunhyuk membeli motor dia tidak pernah mengajakku untuk naik ke motornya, dan sejak kyuhyun pulang ke korea pun dia tidak pernah mengajakku naik motornya, apa mereka malu kalau memboncengku? Tanyaku lagi dalam hati. Yeoja-yeoja itu memeluk erat namja yang ada di depan mereka. Dan itu membuatku tambah kesal.

‘hah, aissh.. chinca, apa ku tinggal satu minggu mereka benar0benar sudah melupakanku!” ucapku ketika mereka sudah tak terlihat setelah belokan di depan jalan sana., aku sungguh kesal dengan apa yang kulihat. Rasanya darahku langsung mengalir keatas kepalaku. Ingin ku datangi mereka dan kumarahi, terutama si unyuk itu kenapa dia berbohong padaku, padahal kalau dia jujur aku juga tidak akan melarangnya, lagi pula apa hakku untuk melakukan itu. Hatiku makin teriris saat melihat kyuhyun tadi, apa kesempatanku sudah lenyap sekarang? Tanyaku pada diri sendiri. Niatku untuk membeli makanan langsung lenyap begitu saja, aku segera pergi dari tempat itu dan menaiki taksi menuju rumahku.

Kini aku sudah menatap diriku sendiri di cermin, mungkin ini yang kesekian kalinya aku melakukan ini. Aku fikirkan lagi kejadian saat di taman waktu itu. Dan ku ingat lagi kejadian yang baru saja ku alami tadi.

“apa aku memang jelek?” tanya ku pada pantulan diriku sendiri.

Aku mengingat lagi kejadian-kejadian yang pernah ku alami dulu, ketika Jieun teman sekelasku mengadakan pesta ulang tahun, eunhyuk sama seklai tidak mengajakku ke pesta dansa itu. Saat aku bercanda untuk mengikuti kontes putri sekolah saat SMP dulu , eunhyuk dan kyuhyun langsung tertawa terbahak-bahak, dan saat pertama kali kyuhyun datang dia sama sekali tidak berbicara padaku dan saat aku duduk di sebelahnya sungguh terlihat jelas di wajah kyuhyun dia sangat tidak nyaman duduk di sebelahku, besoknya dia langsung pindah dan duduk dengan Sungmin. Ketika aku mengingat kejadian-kejadian itu, aku baru sadar betapa malasnya mereka ada di dekatku. Lalu apa artinya persahabat kami ini? Apa mereka sama sekali tidak menganggapku sebagai yeoja.Tak ku sadarai air mataku jatuh.

——-

——-

——-

Hari ini disekolah sungguh sepi, kyuhyun dan eunhyuk tidak masuk sekolah karena mereka harus mengikuti lomba sepak bola di sekolah lain. aku berjalan menuju lokerku. Saat ku buka surat dan lollypop itu ada lagi. Apa benar aku punya penggenar rahasia. Padahal keadaan fisikku seperti ini, atau mungkin hanya kerjaan orang yang ingin meledekku.ku baca surat itu.

Hari ini vukup cerah dan pasti menyenangkan bisa melihat wajahmu, tapi sungguh kevewa kali ini aku tidak bisa melihat wajah ceriamu itu.

From: H

Aku segera memasukkan surat itu kelokerku ketika jisun dan Rihyun menghampiriku.

“hallo, hyun soo-a..!” sapa jisun padaku dengan senyum yang sedikit aneh.

“waeyo?’ tanyaku heran.

“beruntung sekali kau bisa punya sahabat seperti kyuhyun dan eunhyuk!” ucap rihyun tiba-tiba.

“mwo?” tanyaku bingung

“tapi kurasa persahabatmu dengan mereka akan segera berakhir!”sambung jisun.

“aissh.. aku tidak mengerti maksudmu, cepat minggir!’ jawabku sinis.

“ya.. kami sungguh muak melihatmu dengan eunhyuk dan kyuhyun, asal kau tahu kau itu tidak pantas di dekat mereka. Apa kau tidak punya kaca dirumah, lihat tampangmu itu. kyuhyun dan eunhyuk sangat tampan dan kau…!” bentak jisun padaku sambil menatap rendah padaku.

“Asal kau tau juga mereka berdua  sangat muak berteman denganmu, mereka hanya kasihan padamu, arra!” benttak rihyun padaku.

“terus, apa mau kalian?” tanyaku kesal.

“jauhi mereka berdua, sebelum kami yang menjauhkan kau dengan mereka!” lanjut jisun.

“kalau aku terus berteman dengan mereka memangnya ada hubungannya dengan kalian?” tanyaku kesal.

“kau ingin tahu, asal kau tahu kau itu sudah membuat kami berdua susah karena keberadaanmu yang selalu dekat-dekat dengan eunhyuk dan kyuhyun.” Teriak jisun.

“membuat kesal, asal kalian tahu kalian yang sudah membuatku kesal dengan omong kosong seperti ini!” jawabku sambil balas berteriak pada dua yeoja itu dan pergi meninggalkan mereka.

“ya.. kau harus dengarkan perkataanku ini!’ teriak rihyun dari kejauhan.

Ku basuh mukaku saat aku sudah ada di dipan westafel sekolahku. Apa yang dikatan jisun dan rihyun mengenai eunhyuk dan kyuhyun itu benar? Tanyaku dalam hati. Memang akhir-akhir ini kyuhyun dan eunhyuk sering menjauh dariku dan mereka juga sudah sering berbohong padaku, fikirku dalam hati.

Ku telfon saja kyuhyun untuk membicarakan ini.

“anyeong, kyuhyun, apa di situ juga ada eunhyuk?” tanyaku langsung.

“ada, waeyo?” Tanya kyuhyun bingung.

“aku ingain bicara dengan kalian, nanti jam 5 sore kalian pergi ke rumahku apa bisa?” tanyaku pada dua chingu ku itu.

“arraso!” jawab kyuhyun.

“ne, anyeong!” balasku sambil menutup telfon.

——-

——

——

Sudah hampir 1 jam aku duduk di sofa ruang tamu rumahku. Kyuhyun dan eunhyuk belum datang juga.

“aissh.. apa yang mereka lakukan, sudah satu jam aku menunggu seperti ini kenapa belum datang juga?” gerutuku pada dua orang babo itu. Segera saja aku telfon eunhyuk untuk memastikan apa mereka akan datang atau tidak.

“ya, kemana saja aku sudah tunggu dari tadi!” teriakku saat telfonku di angkat.

“ah, hyun soo-shi, mian ini bukan eunhyuk tapi aku rihyun!” jawab yeoja di ujung sana.

“mwo, mana eunhyuk? Tanyaku kesal pada yeoja itu.

“dia sedang di toilet, memang kau ada janji dengan mereka?” Tanya rihyun.

“mwo, mereka? Apa kyuhyun juga ada di situ?’ aku balik bertanya pada rihyun.

“tentu saja dimana ada eunhyuk bukan kah selalu ada kyuhyun!” jawab rihyun mengejek.

“kalau begitu berikan telfonnya pada kyuhyun!” pintaku.

“ah, mian dia sedang mengobrol dengan jieun, aku tidak tega mengganggunya!” jawabnya yang semakin membuatku kesal.

“aissh..!” jawabku kesal.

“selamat dating di prince café!” terdengar teriakan pelayan di ujung telfonku yang menyadarkanku kalau mereka ada di prince café. Aku segera menutup telfon itu dan bergegas pergi ke café itu.

Ternyata memang benar mereka berempat ada di café itu. Aku sungguh ingin marah pada mereka , ini bukan pertamakalinya mereka menipuku tapi ini yang kedua kalinya.aku langkahkan kaki kumenuju meja mereka tapi langkahku terhenti.

“hah.. annio aku jangan mendekati mereka, kalau aku menghampiri mereka , jieun dan rihyun pasti akan menganggapku sudah putus asa ,sampai harus mempermalukan diriku sendiri disini!” ucapku dalam hati.

Aku segera keluar dari café itu dan menaiki taxy dan pergi dari tempat itu.

Kupandangi wajahku yang terpantul di jendela taxy itu. Apa aku sebegitu jelek sekarang sehingga eunhyuk dan kyuhyun tidak ingin berteman denganku, bahkan dekat denganku pun mereka tidak mau? Batinku bertanya.

Segera aku menuju kamarku yang ada di lantai dua. Kurebahkan tubuhku diatas ranjang biruku itu. Tak terasa air mataku mengalir dan saat itu ommaku masuk ke dalam kamarku.

“hyun soo-ya kau kenapa?” tanya omma ketika aku menghapus air mataku.

“omma, apa aku sungguh jelek!” tanyaku sambil terisak.

“aissh.. ya mana mungkin anak omma jelek!” jawab omma sambil mengelus rambut kusutku.

“kau itu tidak jelek, hanya saja kau itu tidak merawat tubuhmu sendiri!” lanjut omma menghiburku.

“itukan menurut omma, karena omma ibuku!” jawabku manyun.

“Yaa……. Apa kau tidak percanya pada ommamu ini, arraso akan omma buktikan kalau kau itu tidak jelek!’ bentak omma padaku.

“caranya?” tanyaku bingung.

“makeover!” jawab omma singkat.” Besok omma akan bawa kau ke salon !” lanjut omma bersemangat.

“ne, besok aku sekolah omma-ya!” jawabku lemas.

“bolos sehari juga tak apa kan!” jawab omma dengan evil smilenya.

-TBC-

AUTHOR : mian klau GJ, hehehe kpn gg GJ yach.. gomawo dah mau baca ff nie, jangan lupa kritik dan sarannya reader…… Juga jangan lupa komen yach^^ ……tunggu lanjutannya… anyeong!^^

24 thoughts on “[Freelance] Secret Love part 1

  1. Wah… ceritanya bagus Chingu!
    Untung aja ada eommanya Hyun Soo, pasti Hyun Soo jadi cantik nanti, hehe
    Lanjutkan yah chingu, jangan lama2… ok! ^^

  2. Keren, chingu . .
    Aku bener bener muak banget ama si Kyu n si Kunyuk!
    Udalah, Hyun Soo~ sahabat kaya mereka uda gag berguna.
    Kekekek kesel sendiri bacanya!
    LANJUTKAN ^^
    aku bakal komen terus kok. . Hehe

  3. Ya ampun kasian bgt ma hyun soo…pnasaran ma secret admire’y hyun soo. Hyun aka kyu hyun pa hyuk jae aka eun hyuk?
    Lanjut’y jngan lma2 ya thor,pnasaran nih.,ff’y seru,

  4. Aseekk, ada lg cast’a KYU vs. HYUK :)
    Hmm,, siapa y secret admire’a soo?! =_=’

    EunKyu evil! baong! :P
    pd kepincut berebut bgus tuh mreka rebutin soo ^_~

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s