[Freelance] 7 Years Of Love

7 Years Of Love

.

Author: “Cho Ahna . Marcella Cho” on www.sjismine.wordpress.com . “@idell03” on twitter.

Main cast: Cho Kyuhyun, Lee Ahna

Support Cast: Super Junior

Rating: All Ages

Genre: all ages, oneshot, humor, romantic

Ps: FF ini pernah di post di sini à www.sjismine.wordpress.com , http://www.ahnkyuworld.wordpress.com

Tag: Cho Kyuhyun, Super Junior

.

~Ahna’s POV~

“annyeong haseyo…” ucapku begitu memasuki dorm Super Junior lantai 11 bersama Sungran dan Nichan, “IGE MWOYA?!”

Mataku terbelalak melihat dorm Super Junior yang berantakan. Dan Jaejin dan Thomas yang berlari lari di dalam dorm.

“what. Is. This?!” teriakku melihat kekacauan dalam dorm.

Kulihat Hyosang dan Neul Rin sedang kewalahan membereskan ruangan yang terus menerus di acak acak oleh Jaejin dan Thomas.

“selamat datang.” Sambut Hyosang dan Neul Rin dengan suara letih.

“ini… kenapa berantakkan banget?” tanya Sung Ran lirih.

“ini, daritadi Thomas ama Jaejin main sampe berantakkin dorm. Ga bisa diberentiin huhuhu.” Jelas Hyosang dengan wajah meringis.

“aku udah ga kuat lagi Hyo eonnie. Aku mau belajar nih huhuhu.” Neul Rin ambruk ke lantai dan bersender di dinding.

“eonni juga udah capek banget T_T.” Sambung Hyosang.

Jaejin dan Thomas masih terus bermain di dalam dorm. Lempar lempar bantal, entah itu bantal sofa maupun bantal dari kamar kamar.

“onniehyung tanggung jawab huweee! Kayaknya gara gara pengaruh onniehyung deh Jaejin ama Thomas jadi main main lempar bantal T_T” Neul Rin merengut menatapku.

“hehe.” Aku nyengir lalu garuk garuk kepala, “ya tapi kan ga sampe berantakkin rumah juga sih.” Elakku.

“masih aja ngelak.” Sindir Sung Ran.

“hehehe.” Aku nyengir dan menunjukkan huruf ‘v’ dengan jariku.

‘brugh’ sebuah bantal mendarat di kepalaku.

Aku menutup mataku dengan kesal dan menggertakkan gigiku. Aku membalik ke belakang dan menemukan Thomas sedang tertawa senang karena telah melemparku dengan bantal.

Lalu aku? Tertawa? Tentu tidak. Aku menatap Thomas dengan ‘death glare’ dan tidak mengucapkan sepatah kata pun ¬_¬

Tawa Thomas mulai hilang sedikit demi sedikit, cengiran lenyap dari wajahnya.

Aku terus menatapnya dengan ‘death glare’ yang selalu tampak jika aku sedang kesal. Dan, aku memang tidak menyukai anak-anak. Mereka itu nakal, berisik, menyebalkan, merepotkan -_- untung saja aku anak bungsu, tidak punya adik. Kalau punya adik, pasti dia sudah habis di tanganku (?)
“Ahna!” tegur Hyosang eonni.

Aku mengalihkan ‘death glare’ ku kepada Hyosang eonni, “mwo?” tanyaku dengan nada datar.

“jangan begitu! Kau menakuti Thomas!”

“dia harus bertanggung jawab karena telah melemparku dengan bantal. Dia harus dihentikan.” Jawabku datar, lalu mengembalikan ‘death glare’ pada Thomas. Thomas mulai terlihat ingin menangis, dan dia mulai terisak ketakutan, “yah, kurasa itu cukup.” Aku menaikkan bahuku dan duduk di sofa lalu menyalakan tv. Just a little power of Lee Ahna when she is angry. Wonder what is the best power of Lee Ahna when she is angry? It’s incredible (?)

“aigooya, Thomas jangan nangis,” Hyosang eonni berusaha menenangkan Thomas, “makanya jangan bandel ya, jangan lempar lempar bantal lagi yaa.” Setelah Thomas tenang, Hyosang eonni kembali membereskan ruangan.

“yak! Kau ini kenapa sih gitu banget sama anak kecil?” tanya Nichan.

“karena aku ga suka. Sepupu-sepupu ku pun, ga deket ama aku. Mungkin malah takut padaku. berbanding terbalik dengan kakakku yang sangat menyukai anak kecil, dia ingin menggendong anak kecil, tiap ada anak saudara, pasti dia meluk meluk terus gendong gendong. Gue? Maen hape, maen laptop -_-”

“Ahna-ya, aigooo.” Hyosang eonni geleng geleng kepala mendengar ceritaku.

“kalo aku sih, takut sama anak kecil. Gatau kenapa, apalagi kalau mereka nangis. Takut.” Timpal Yeoreum eonni.

“aigoooya, bagaimana kalau nanti kalian punya anak?” tanya Hyo eonni.

“molla.” Jawab  Yeoreum eonni. Aku hanya mengangkat bahu dan tetap menonton tv dengan wajah datar.

“Ahna, gimana kalo kamu dapet anak yang super bandel?” tanya Sung Ran.

“amit-amit ya Allah jangan sampeeeee!!!” aku mengetuk-ngetuk kepala lalu mengetuk-ngetuk kursi untuk mengusir kutukan (?)

“kalo?” tanya Sung Ran lagi.

“ogah gue gamau!”

“ih ditanya juga -_-”

“kami datang.” Suara banyak orang terdengar dari pintu yang membuka. Dan ternyata member Super Junior telah datang. Dan semua menyambut, kecuali aku yang tetap menonton tv.

Sambutan berlebihan dari para pacar dan istri kepada pasangannya membuatku mual -,-

Aku melihat sosok Kyuhyun yang baru saja memasuki ruangan. Aku menghadapkan kepalaku padanya, ketika Kyuhyun juga menatapku, aku terdiam dengan wajah datar, lalu menyapanya, “annyeong.” Aku mengangkat tanganku untuk mendadahinya sekejap dan kembali menonton tv.

“yak! Pacarnya baru dateng disambut ato apa kek! Ini malah cuman nyapa, pake muka datar pula!” protesnya.

“jadi situ protes?” tanyaku datar. Dia hanya mengerucutkan bibirnya, “males amat gue nyambut lo pake meluk meluk, minta cium cium, ngomong gombalan gombalan, kayak yang lain, hih nggak deh ya.”

“gue juga ogah sih. Ya udah deh, lanjutkan!” ucap Kyuhyun dengan mengikuti gaya SBY (?)

“Ahna, mau liat video SS3 Japan ga? Ada nih.” Ucap Sung Ran yang sedang menggunakan laptop nya.

“mau!” aku langsung menghampiri Sung Ran yang sedang memutar video SS3 Japan lagu A Man In Love. Aku memperhatikan dengan seksama, dan ada bagian Eunhyuk menarik bajunya memperlihatkan abs nya, “KYAAAAA!” tanpa sadar aku berteriak.

“yak! Kau kenapa sih?!” tanya Sung Ran kesal sambil mengorek kupingnya yang berdenging karena mendengar teriakanku.

“Eunhyuk hyung!” panggilku pada Eunhyuk yang sedang meminum air putih.

“eung?” sahutnya.

“you are so gorgeous!” kataku sambil mengangkat kedua ibu jari ku, lalu kembali menonton video SS3 itu dengan terpesona.

“ehem.” Neul Rin terbatuk.

“hehehehehe.” Aku hanya nyengir, “lanjut lanjut Don’t Don!”

“iye iye.” Lalu Sung Ran pun memutar video Don’t Don.

“KYAAAAA HEECHUL HYUNG!!!” aku berteriak ketika melihat Heechul memainkan drum.

“ne?” sahut Heechul.

“hyung hebat banget mainin drum nya! Top banget dah!” puji ku.

“oh iya dong.” Ucap Heechul bangga, lalu menaikkan kerah bajunya.

“kenapa hyung naikin kerah baju? Mau berantem di perancis ya hyung?” tanyaku.

“hah? Nggak, ngapain ke perancis?” tanya Heechul dengan tampang cengo.

“perancis, perapatan ciamis. Hahaha.” Aku tertawa sendiri sementara yang lain menatapku ‘apa yang lucu?’ lalu aku langsung diam, “sorry -_-”

“heh! Eunhyuk hyung ama Heechul hyung dipuji, kok aku enggak?!” protes Kyuhyun.

“puji?” tanyaku dengan alis naik, “apa yang mau dipuji dari orang yang cuma numpang lewat pas bagiannya nyanyi terus turun lagi dari panggung?”

“sialan.” Gerutunya.

“lah emang iya kan? Hyung cuma muncul pas bagian nyanyi lewat lubang di panggung (?), terus kalo bagianmu nyanyi hyung turun lagi. Apaan tuh. Huuu.” Kataku menyoraki Kyuhyun.

“bawel lu ah. Udah diem diem diem!” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. Lucu hahaha.

Lalu Sung Ran memutar video SS3 Japan lainnya. Hate U Love U, In My Dream, lalu Rinaldo.

Aku langsung merinding hanya dengan mendengar lagu awalnya. Dan akhirnya aku, Sung Ran, Nichan, Neul Rin, Hyosang eonni dan Yeoreum eonni menangis ketika bagian kesebelas member termasuk Kangin memainkan biola invisible (?) di VCR.

“aku belum pernah bertemu langsung dari dekat dengan Kangin… juga Hangeng dan Kibum.” Kataku sedih.

“hyung! Minum minum yuk!” ajak Kyuhyun pada yang lain.

“what?!” seruku dengan dahi berkerut.

“ga akan banyak banyak kok, soalnya di luar dingin banget sih. Cuma buat ngangetin badan aja.” Ucap Kyuhyun.

“bener ya dikit? Awas aja kalo banyak.” Kataku memperingati.

Eunhyuk pun mengambil soju dari kulkas, dan memberikan kepada member lainnya. Dan beberapa dari mereka mulai meminum soju tersebut.

.

~author’s POV~

30 menit kemudian…

“tambaaah tambaaah, tambah lagi soju nyaaa! Hik!” teriak Kyuhyun, yang sedang mabuk dan cegukan.

“udah Kyu, kau sudah habis 2 botol.” Kata Leeteuk memperingati.

“tambaaah!” pinta Kyuhyun lagi tanpa mempedulikan peringatan Leeteuk, “ya udah aku ambil sendiri…” Kyuhyun bangkit dari duduk dan mengambil sebotol soju di kulkas lagi, membuka tutup botol tersebut dan kembali menenggak minuman itu.

Ahna yang sudah kesal langsung berjalan dengan langkah yang bisa menghancurkan lantai menuju Kyuhyun, “udah aku bilangin jangan banyak banyak!” teriak Ahna dengan kesal yang langsung mengambil botol soju dari tangan Kyuhyun dan langsung menenggak habis soju tersebut, tanpa menyisakan seteguk pun, “soju nya udah abis!” teriak Ahna.

“yak yak yak! Kenapa kau minum itu! Itu soju terakhir! Kau ini masih SMA! Mana boleh minum soju!” bentak Kyuhyun yang mabuk.

“biarin!” teriak Ahna dan langsung membanting botol soju ke tempat sampah.

30 menit kemudian…

“hyuuung, hyuuung,” racau Ahna yang mabuk dan sedang tiduran di sofa, “dasar ahjussi sialaaaaan! Begooo! Jerawataaan! Nyebeliiin! Reseee!”

“kurang ajar.” Gumam Kyuhyun yang duduk di depan sofa yang ditempati Ahna, juga masih mabuk, “diem lu bocah tengik.”

Orang orang di dorm hanya bisa menghela nafas panjang melihat keadaan dua orang aneh bin ajaib itu.

“ahjussi sialaaan, jelek! Eh, ganteng sih. Hik! Ganteng! Hahaha!” racau Ahna lagi.

“he? Baru sekali ini aku dengar kau bilang aku ini ganteng, bocah, he, hehe.” Kyuhyun nyengir nyengir sendiri.

“Kyuhyun oppa, lebih baik Ahna ditiduri di kasur.” Kata Hyosang pada Kyuhyun * ambigu /PLAK* “kasian dia tidur di sofa gitu. Mending di kasur.”

“iyaa iyaaa aku bawa dia ke kamar,” Kyuhyun pun mengangkat Ahna bak pangeran mengangkat seorang putri *reader muntah* dan membawa Ahna ke kamarnya. Kyuhyun membuka pintu kamarnya dengan kakinya, dia menendang sedikit pintu yang memang tidak tertutup. Kyuhyun pun meletakkan Ahna di kasurnya dengan perlahan, dan membetulkan posisi tidur Ahna. Kyuhyun menatap Ahna yang terus menggumam tidak jelas. Kyuhyun berjalan ke pintu dan menutup pintu kamarnya.

.

~Kyuhyun’s POV~

Aku menatap Ahna yang mabuk sedang berada di atas kasurku. Aku berjalan membalik lalu menutup pintu kamar, lalu duduk di tempat tidur Sungmin, memandangi Ahna.

“hyuung, hyuuung, Kyuhyun hyuuung.” Panggilnya, Ahna bangkit dan terduduk di kasur, dan memandangku.

“iya aku ada di sini.” Kataku yang langsung duduk di kasurku, di samping Ahna, “kenapa?”

“hyung… saranghae.” Ahna mengulurkan tangannya dan merangkul leherku. Dari matanya terlihat jelas kalau dia sedang mabuk.

Aku menelan ludahku, “Ahna-ya, kau mabuk. Tidurlah.” Suruhku.

“tidak. Mau.” Tolaknya sambil menggeleng-gelengkan kepala dan memanyunkan bibirnya. Lucu eh… Tampaknya mabuk membuatnya mengeluarkan aegyo. Dia memberhentikan gelengan kepalanya dan menatapku. Aku balas menatap matanya dalam.

“cium aku.” Pintanya sambil menatap lurus ke bibirku, dia merangkul leherku dengan kedua tangannya dengan erat. Aku langsung membulatkan mataku, kaget, aku memegang lengannya untuk menahannya merangkulku lebih erat. Selain membuatnya mengeluarkan aegyo, tampaknya dia menjadi liar ketika mabuk.

“tidak. Sana tidur.” Kataku, aku tidak mau sampai kelepasan, tapi… “lepaskan tanganmu.”

“tidak. Mau.” Dia menggelengkan kepalanya dan memanyunkan bibirnya lagi. Tangan kanannya mulai mengelus rambutku dan menatapku dalam dalam.

Aku ini laki laki normal, siapa yang tidak tergoda kalau diperlakukan seperti ini… dan lagi, aku masih di bawah pengaruh soju, aku masih mabuk. Dan ketika aku mabuk aku sulit mengendalikan diri. Dan tampaknya setan dalam diriku jauh lebih besar pengaruhnya…

Aku memegang wajahnya dengan lembut dan mengelusnya dengan ibu jari, memandang matanya dalam dalam.

“cium~” pintanya lagi dengan suara manja yang belum pernah kudengar selama ini.

Tanpa pikir panjang lagi, aku langsung menciumnya.

.

~author’s POV~

Pintu tertutup, orang orang menatap pintu kamar yang ditempati oleh Kyuhyun dan Sungmin itu.

“apa tidak apa apa mereka berdua di kamar?” tanya Sung Ran ngeri.

“menurutku sih, Kyuhyun tidak akan melakukan apa apa pada Ahna. Paling sebentar lagi dia keluar.” Ucap Siwon  sambil mengeluarkan tasbih (?)

“kita tunggu 10 menit, kalau sampai Kyuhyun tidak keluar kamar, kita harus melihat ke dalam.” Ucap Heechul.

“eh jangan! Biarin aja berdua!” seru Eunhyuk.

“yak! Kalo Ahna hyung kenapa kenapa gimana?! Dasar yadong! Doyan aja ama beginian!” protes Neul Rin. Eunhyuk hanya nyengir memperlihatkan gusinya yang mempesona itu. Gusinya doang (?)

15 menit kemudian…

“yak, udah 15 menit nih. Dia belum juga keluar… ayo liat.” Ajak Yeoreum.

“ayo…” timpal Nichan yang berdiri dan berjalan ke pintu kamar KyuMin diikuti oleh yang lain.

“ayo buka pintunya.” Suruh Eunhyuk semangat, handphone nya sudah siaga untuk mem-foto.

“siapa yang mau buka pintunya?” tanya Nichan.

“ah kamu lama! Sini aku buka pintunya.” Sung Ran memegang kenop pintu, menarik nafas, lalu memutar kenop pintu dengan pelan, sebisa mungkin tidak menimbulkan suara.

Pintu membuka sedikit demi sedikit, dan semua langsung menahan nafas dan membelalakkan matanya ketika melihat Kyuhyun dan Ahna sedang berciuman. Keduanya duduk di kasur. Ahna mengalungkan kedua tangannya di leher Kyuhyun, sedangkan tangan Kyuhyun yang satunya memegang kepala Ahna dan yang satunya lagi memegang pinggang Ahna.

Eunhyuk langsung berjalan pelan pelan ke dekat Kyuhyun dan Ahna dan mem-foto mereka dari dekat. Dari belakang kepala Kyuhyun, sehingga wajah Ahna tidak terlihat.

‘klik’

Blitz yang ditimbulkan membuat Kyuhyun dan Ahna melepaskan ciumannya.

“hyung!” bentak Kyuhyun pada Eunhyuk yang nyengir bahagia, “kenapa difoto?!”

“tidak apa apaaa, kau juga pernah difoto berciuman dengan Haneul kan? aku juga mauuu~ Eunhyuk hyung, makasih yaaa! Hik!” ucap Ahna lalu tertidur begitu saja.

“HOREEE!!!” teriak semua orang.

“AKHIRNYA KALIAN CIUMAN! WOOHOOO!” teriak Heechul sambil tertawa.

Kyuhyun hanya bisa bengong.

“hey, apa Ahna akan ingat soal ciuman tadi?” tanya Shindong.

“mungkin ingat mungkin nggak.” Jawab Sungmin.

“semoga dia ga inget… kalau dia inget…” Kyuhyun bergidik ngeri dengan apa yang akan terjadi jika Ahna ingat kejadian tadi. Kyuhyun mengacak-acak rambutnya sendiri, “kenapa aku sampai menciumnya tadi?! Kenapa dia begitu ingin aku cium?! Dia kan mabuk! Aku juga mabuk! Aaargh!!!” Kyuhyun terlihat seperti orang gila. Meratapi nasibnya (?)

“udah udah, sana kalian cowok cowok pada keluar.” Usir Hyosang.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~Ahna’s POV~

Urgh, kepalaku pusing banget. Pasti gara gara ngabisin soju sebotol. Abisnya kesel sih si ahjussi sialan mabuuuk aja kerjaannya -_-

Aku membuka mataku dan mendapati Hyosang eonni, Yeoreum eonni, Sungran, Nichan dan Neul Rin berada di kamar.

“sudah sadar?” tanya Sung Ran langsung.

“hehehe.” Aku nyengir, “salahin si ahjussi sialan.”

“ish, kamu lagi kenapa malah diminum, bukannya dibuang ke wastafel gitu.” Ucap Nichan.

“iya juga ya! Kenapa ga gue buang ke wastafel aja! Bloon banget.” Aku merutukki diriku sendiri.

“emang.” Gumam Sung Ran datar.

“kurang ajar!” aku langsung melempar bantal pada Sung Ran dan tepat sasaran. Sung Ran pun menggerutu.

“Ahna, inget sesuatu ga?” tanya Hyosang eonni.

“inget apaan?”

“inget pas kamu mabuk ngapain aja?” kali ini Nichan yang bertanya.

“nggak. Emang aku ngapain?”

“oh nggak, nggak ada apa apa kok.” Ucap Hyosang eonni agak kikuk.

“kenapa sih? Aku ngapain emangnya?” tanyaku penasaran dengan mata menyipit.

“ga, hyung ga ngapa-ngapain kok.” Kata Neul Rin berusaha meyakinkan.

“euh. Ran, lagi liat apaan?” tanyaku pada Sung Ran yang sedang memainkan laptop nya.

“ini, video pernikahan William Kate.”

“eh mau liat dong!” seruku dan langsung duduk di sebelah Sung Ran dan melihat video pernikahan yang sangat mewah, “ih sumpah, pengen banget nikah kayak gini. Kate yang rakyat menengah nikah ama pangeran, fairy tale come true.” Ucapku terpesona.

“Eh, hyung mau nikah kira kira umur berapa?” tanya Neul Rin.

Aku berpikir sejenak, “dari kecil, aku pengen nikah umur 23 tahun.” Jawabku jujur. Karena memang aku ingin menikah umur 23.

“kenapa pingin umur 23? Aku ama Nichan maunya 25an loh. Berarti kamu pengen cepet nikah ya? Aaah ngakuuu.” Sung Ran menggodaku.

“biarin wleee. Terus Neul Rin yang nikah umur 14 taun dibilang apaan dong? Hahaha.” Ujarku sambil melirik Neul Rin yang memanyunkan bibirnya, “Emang aku pengennya umur 23, lagipula 23 itu tanggal aku lahir.”

“terus yang jadi suaminya siapa?” tanya Neul Rin penasaran.

“hah? Ya ga tau.” Ucapku salah tingkah dan menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

“Kyuhyun?” tanya Nichan dengan senyum penuh arti.

Aku mengangkat bahuku, “jodoh siapa yang tau kan.”

“kamu berharapnya nikah ama siapa?” tanya Sung Ran lagi.

“eum, Kyuhyun?” kataku malu malu kucing -_-

“hahaha kenapa sama Kyuhyun coba?” tanya Hyosang eonni.

“Aku mau cerita tapi jangan bilang bilang ke Kyu hyung ya. Bisa mati malu gue kalo dia sampe tau.” Desisku sambil menyipitkan mata dan melirik mereka satu persatu.

“emang apaan?” tanya Sung Ran penasaran.

“kan umur aku, ya itunglah 16 tahun nanti bulan agustus, umur Kyu hyung 23 tahun. Perbedaan umurnya 7 tahun kan? lalu, kalau aku menikah umur 23 tahun, itu berarti 7 tahun dari sekarang. Makanya aku suka lagu 7 Years Of Love yang dia nyanyikan. Dan ketika aku umur 23 tahun, umur Kyu hyung 30 taun, ulang tahunnya tanggal 3 kan? aku lahir bulan agustus, bulan ke 8, Kyu hyung lahir tahun 1988, dan 7 tahun dari sekarang itu tahun 2018. Makanya aku suka angka 2, 3, 7 dan 8. Kalau kami sampai menikah, dan kalau menikah pada umur 23 tahun, itu akan jadi 7 Years Of Love kan? aku harap sih begitu…” tanpa sadar aku melamunkan video pernikahan William dan Kate itu berubah  menjadi Kyuhyun dan aku.

Hening untuk beberapa saat. Akhirnya aku sadar dari lamunanku dan melirik Sung Ran, Nichan, Neul Rin, Yeoreum eonni dan Hyosang eonni yang menatapku tidak percaya.

“kenapa? Ada yang aneh?” tanyaku sambil menggaruk pipi.

“ada yang aneh? Jelas aneh! Ahna yang cuek, ga aku kira mikirin sampe se-detail itu…” ucap Sung Ran dengan wajah kaget.

“awas aja kalau kalian cerita ya!”

“oh iya, terus kenapa kamu ga muji Kyuhyun oppa soal video video SS3 Japan itu?” tanya Hyosang eonni.

“ya emang ngapain dipuji?” kataku sambil memanyunkan bibir.

“jangan bohong, kamu emang ga histeris kayak pas ngeliat Heechul oppa atau Eunhyuk oppa, tapi ada yang beda dengan cara memandang Kyuhyun.” Ucap Yeoreum eonni.

“hah? Apa yang beda?” tanyaku heran.

“kamu kalau ngeliat Kyuhyun, terutama kalo lagi nyanyi lagu ballad, contohnya pas liat Hate U Love U ama In My Dream, cara kamu memandang Kyuhyun itu beda. Tatapan lembut yang jarang jarang diperlihatkan seorang Lee Ahna.” Jelas Hyosang eonni.

Aku menggaruk pipiku lagi, “iyakah? Hm  mungkin… menurutku, suaranya adalah suara yang paling so sweet di dunia ini. yang so sweet suaranya doang ya, orangnya sih sama sekali nggak so sweet. Hahaha.” Ucapku blak blakan.

“kurang ajar.” Tiba tiba aku mendengar suara yang sangat kuyakinkan adalah suara Cho Kyuhyun. Dan suara itu berasal dari handphone yang dipegang oleh Hyosang eonni. Aku langsung menyambar handphone Hyosang eonni, Hyosang eonni kelihatan ketakutan. Aku melihat layar handphone dan melihat ternyata, DARI TADI TERSAMBUNG DENGAN NOMOR HANDPHONE CHO KYUHYUN DAN DI LOUDSPEAKER.

Lalu Kyuhyun pun memasuki kamar. Wajahnya terlihat puas. Senyuman puas berkembang di wajahnya. Dan seketika aku merasa wajahku sangat panas.

“KYAAAAAAAAAAAA KALIAN SEMUA JAHAT!!!” teriakku yang langsung bersembunyi di bawah selimut. Menutupi seluruh tubuhku. Dan mengacak-acak rambutku seperti orang gila. Memukul mukul bantal. KYAAAAA RAHASIAKU TERBUKA!!!
“kalian jahat kalian jahat kalian jahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat!!!” teriakku dari bawah selimut.

“sudahlah bocah tengik, terimalah yang sudah terjadi.”

“tidak!!! Tidak!!!” teriakku. Malu setengah mati. Malu seumur hidup. AAAAARGH!!!

“Ahna!” teriak Eunhyuk yang tampaknya masuk ke kamar, “kamu harus liat foto ini!”

“JANGAN!!!” teriak Kyuhyun histeris.

Aku yang penasaran keluar dari bawah selimut dengan takut takut, dan melihat Eunhyuk dan Kyuhyun sedang beradu. Kyuhyun berusaha mengambil handphone dari tangan Eunhyuk. Aku berusaha melihat apakah yang ada di layar handphone Eunhyuk, tapi sulit karena Kyuhyun berusaha menutupnya dan mengambil handphone tersebut dari tangan Eunhyuk. Lalu Heechul masuk dan menarik tangan Kyuhyun dan menahannya. Kyuhyun berusaha berontak namun tenaga Heechul lebih besar.

“liat foto ini!” Eunhyuk yang sudah bebas dari Kyuhyun langsung memperlihatkan layar handphone nya padaku. sebuah foto. Dua orang yang sedang ciuman. Wajahnya tidak terlihat, hanya terlihat belakang kepala si cowok dan sedikit dagu ceweknya. Dan cewek itu mengalungkan tangannya di leher cowok itu. Dan aku yakin cowok itu adalah Kyuhyun dari rambutnya saja.

“KAU CIUMAN SAMA SIAPA HAH?!” teriakku pada Kyuhyun yang terlihat takut.

“itu kau.” Ucap Eunhyuk yang langsung kabur keluar kamar, meninggalkan aku yang sedang berwajah cengo mendengar kata katanya tadi.

“hah? Gue? Gue? GUE? ITU GUE?!” mataku membelalak, mulut terbuka, bayangin aja muka orang bego.

“iya itu kamu, Lee Ahna. Berciuman dengan Cho Kyuhyun. Mari kita rayakan!” ucap Heechul senang.

“jangan salahin aku! Waktu itu aku dan kau mabuk tau! Yang minta cium itu kamu!” kata Kyuhyun membela diri, “’cium aku’” katanya, tampaknya memperagakan aku yang sedang mabuk…

Aku? Aku kayak gitu pas mabuk? Aku ciuman ama Kyuhyun? AKU?! CIUMAN?! HAH?!

“TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK!!!” ciumanku! Ciuman pertamaku! Kenapa harus pas aku lagi mabuk! Dan parahnya lagi, aku ga inget apa apa! Dan lagi, yang minta dicium itu aku! Kyaaa! Ditaruh dimana harga diriku?!

“terima saja yang sudah terjadi. Waktu tidak bisa lagi diputar.” Ucapnya tenang.

“tidaaak! Mana bisa?! Ciuman pertamaku dilakukan ketika aku mabuk dan tidak sadar!” teriakku.

“oh, jadi itu yang kau sesali? Karena tidak ingat?” ucapnya sambil berjalan ke arahku.

.

~Kyuhyun’s POV~

“oh, jadi itu yang kau sesali? Karena tidak ingat?” ucapku sambil berjalan ke arahnya. Aku berdiri di hadapan Ahna yang terduduk di sisi kasur.

Lakukan jangan? Lakuin aja deh.

Aku memegang bahunya dan menciumnya dengan cepat, sehingga dia tidak bisa menolak.

Aku melepaskan bibirku dari bibir Ahna, dan melihat matanya yang membelalak menatapku. Hahaha, lucu sekali.

“sekarang kau ingat kan kalau kita pernah ciuman?” kataku sambil mengedipkan sebelah mata. dan langsung berlari keluar kamar.

“MATI KAU CHO KYUHYUN!!!” teriaknya. Kulihat sekilas sebelum menutup pintu kamar, dia melemparkan bantal, namun aku keburu menutup pintu sehingga bantal mengenai pintu.

Hahaha. Hari ini bahagia sekali. Ternyata bocah tengik itu sangat memikirkanku. Gengsi sekali dia. Hahaha.

~THE END~

9 thoughts on “[Freelance] 7 Years Of Love

  1. ceritanya seru deh ^_^ tapi maaf nih. setau aku cewek ke cowok yang lebih tua manggilnya oppa bukan hyung.

  2. Heuh~ mw itu ajj kudu mkir2 dlu! Lgsg sabet ajj CHU~
    Ini mh pd tt popo! :)
    Syelalu ajj bgtu, ahna ska malu2 ulet de! -_-
    untung ahna mabok msh utuh! *?*

  3. LHO ??!
    Harus.a kan Ahna manggil Kyu Oppa, tp kok jd hyung ya??jd bngung ndiri mikirnya ..

    N to the I to the C to the E !!!
    Nice !!!!!!!!!!!!!

  4. mianne, setau aku, cewe yang lebih muda memanggil cowo yang lebih tua dengan panggilan oppa, cowo yang lebih muda ke cowo yang lebih tua hyung, cewe yang lebih muda manggil cewe yang lebih tua itu onnie, agak bingung jadinya baca ceritanya tadi hehehe :P
    tapi ceritanya bagus ko’, kyu emang evil banget ya kekekeke :P

  5. Kayaknya di setiap ff hyung harus klarifikasi knapa hyung manggil kyuhyun ‘hyung’ (?)
    aku baru ngeh hyung post ff disini. Namaku eksis *eh
    btw salam kenal semua ^^

  6. mau jawab komen readers *karena aye penggemar ni evil couple*
    itutuh ahna emang panggilan sayangnya ‘hyung’ bwt kyu

    @author
    author, daebak XD

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s