[Ficlet] Love Is…

Poster : Click Here!

Love is always bestowed as a gift freely, willingly and without expectation.

We don’t love tobe love, we love to love.

 

Jonghyun mengepakkan sayapnya ke Utara. Merasa kesal dengan keputusan Aiden –pemimpin clan-nya- yang memutuskan untuk memperpendek waktunya. Seharusnya waktunya masih ada satu minggu lagi. Tapi, Aiden malah memperpendeknya menjadi 3 hari lagi. Hanya karena dia jatuh cinta pada wanita yang menjadi takdirnya. Jatuh cinta pada seorang wanita yang sudah menjadi takdir kita, tidak dilarang ‘kan?

Tapi, itu tidak berlaku di dunia Jonghyun. Di dunia yang baru dihuninya selama tiga minggu itu. Dunia para malaikat pencabut nyawa. Dia dikirim ka dunia ini karena sudah merubah tadir yang seharusnya tak dirubah. Dia punya waktu satu bulan untuk menemukan seorang yeoja yang mau menyerahkan jiwanya dengan tulus, sebelum sayapnya berwarna hitam pekat, dan sebelum dia dirubah menjadi malaikat pencabut nyawa yang sesungguhnya.

 

oOo

Love is like playing the piano. First you must learn to play by the rules, then you must

forget the rules and play from your heart.

“Oppa, bagaimana?” tanya Na Young.

“Tidak, untuk apa kalau aku hidup tapi, kau tak hidup di dunia yang sama denganku?!” Jonghyun tetap bersikeras.

“Tapi, bagaimana dengan oppa?”

“Sepertinya aku sudah mulai terbiasa hidup dan tinggal disana. Aku akan baik-baik saja..” Jonghyun berusaha meyakinkan yeoja yang dicintainya ini.

“Baik-baik saja? Bersama dengan malaikat yang tak punya hati itu?”

“Akiu sudah menjadi bagian dari mereka Youngie-ah. Biarpun aku belum mati seutuhnya, aku juga tidak punya hati, bahkan jantungku tak berdetak..”

“Ani, oppa masih punnya hati. Oppa, tak mau mengambil jiwaku karena oppa mencintaiku, itu artinya oppa masih punya hati..” sifat keras kepala Na Young mulai muncul.

Jonghyun terdiam. Dia tidak tahu lagi harus bicara apa lagi untuk meyakinkan Na Young agar tak memberikan jiwanya. Tiba-tiba Joghyun mendengar suara Aiden yang pastinya hanya bisa didengar olehnya.

 

‘Gotcha! Aku benar ‘kan? Kau memang mencintainya, hahahaha’

Aiden tertawa mengejek.

‘Ingatlah, waktumu tinggal 3 hari lagi!!’

 

Jonghyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Mengusir suara tawa mengejek Aiden yang terus berputar didalam pikirannya.

“Youngie, aku harus pergi..” Jonghyun bersiap mengepakkan sayapnya. Tapi, Na Young menahannya.

“Temui aku di Namsan tower 3 hari lagi. Aku ingin mendengar keputusan pasti, oppa. Pikiran baik-baik. Aku tidak mau oppa hidup abadi bersama makhluk-makhluk mengerikan itu..” mata Na Youngi mulai berkaca-kaca.

 

‘Ouh, 3 hari lagi. Apa dia sudah tahu kalau waktumu tinggal 3 hari lagi? Haahaha’

Lagi-lagi suara Aiden terdengar.

 

Jonghyun kembali menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

‘Dia menjebakmu, dia sangat menginginkan kau untuk mnegambil jiwanya. Jangan sia-sia ‘kan kesempatan itu..’

 

Aiden memanas-manasi Jonghyun. Jonghyun berusaha menahan semua keinginannya untuk mencium bibir merah muda Na Young. Dia melepasakan pegangan Na Young dan langsung terbang dengan cepat. Belum saatnya.

 

oOo

Love is a canvas furnished by Nature and embroidered by imagination

Jonghyun menelan salivanya susah payah. Haruskah dia datang menemui Na Young? Pikirannya masih sibuk beradu argumen. Jonghyun mengacak rambutnya frustasi, lalu melihat sayapnya yang hampir berwarna hitam sempurna. Nanti malam, sudah saatnya. Dia memang ingin kembali menajdi manusia. Tapi, dia juga tidak ingin menyakiti Na Young.

Lalu, apa yang harus dia lakukan?

 

oOo

Love the heart that hurts you, but never hurt the heart that loves you.

 

Na Young mengeratkan pelukannya pada Jonghyun, sambil sesekali melirik kearah jam tangan kesayangannya.

“Oppa, 5 menit lagi kumohon..”

“Aniyo. Jangan paksa aku..”

“Oppa, kau percaya takdir dan reinkarnasi?”

“Ne?”

“Kalau kita memang ditakdirkan bersama, kita akan bertemu di kehidupan kita yang selanjutnya..”

“Tapi, itu tidak akan sama..” Na Young melepaskan pelukannya, menangkupkan wajah Jonghyun dengan kedua tangannya.

“Kau mencintaiku?”

“Eh? Aku..”

Tiba-tiba Na Young mecium bibir Jonghyun pelan. Jonghyun membelalakkan matanya. Merasa sangat kaget dengan tindakkan yang dilakukan Na Young. Na Young melepaskan ciumannya.

“Kau bodoh..” air mata Jonghyun mulai turun satu persatu. Bagitu pula Na Young.
“Kau sangat amat bodoh..”

“Saranghaeyo yeongwonhi..” itulah kata-kata terakhir Na Young. Sebelum dirinya hilang bersama hembusan angin malam. Jonghyunjatuh terduduk. Menyesali segala yang terjadi. Menyesali keterlambatannya untuk mencegah Na Young menciumnya. Mencegah Na Young pergi.

Sayap Jonghyun perlahan menghilag. Bunyi detak jantungnya, perlahan kembali terdengar. Jonghyun merasakan kantuk yang luar biasa menyerangnya. Lama kelamaan matanya mulai tertutup sempurna. Dia sudah menjadi manusia.

“Na ddo saranghae yeongwonhi..” balas Jonghyun sebelum benar-benar masuk kedalam alam bawah sadarnya.

 

Love is missing someone whenever you’re apart,

But somehow feeling warm inside because you’re close in heart.

 

 

END

6 thoughts on “[Ficlet] Love Is…

  1. @Agitaraka : lanjutannya? pikir-pikir dulu deh ^^ tunggu dapet ide dulu, kekekekeke. maklum otak suka error ==’

    @Onewfay schifer: Jonghyun itu cerita’a manusia yang dikutuk karena udah ngerubah takdir yang gak seharusnya dirubah. Dia dia harus nemuin seorang yeoja yang mau ngorbanin jiwa’a ke dia, biar dia bisa balik jadi manusia lagi. Kalo gak dia bakal dijadiin malaikat pencabut nyawa sama Aiden..

    udah aku jelasin kan diatas?

  2. Love is like playing the piano. First you must learn to play by the rules, then you must forget the rules and play from your heart.

    Suka sama kata-kata diatas *tunjuk-tunjuk*
    Ficletnya bagus…
    jadi sedih T_T

    Aiden-nya kok jahat ye? ckckck

    Si Nayoung-nya menghilang gitu aja ya? yah.. semoga saat Jonghyun-nya sadar ternyata semuanya adalah mimpi -.-

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s