[Freelance] This Birthday

This Birthday

Author: Tiwie

Cast:      –      Jay Park

–        Kim Rin Ah (OC)

–        2PM’s Member

Genre: Friendship, Sad

Length: Drabble? Yang jelas kalo Oneshoot kependekan

Rating: G

Note: Sebenernya ff ini dibikin buat ulang tahunnya Jay oppa. Tapi, entah kenapa, baru bisa dipublish sekarang….Walaupun udah sangat telat…tapi aku tetap pengen bilang “saengil chukka uri leader ^^”

Happy Reading ^^

-Author POV-

“Yang benar itu kal-syum,bukan ka-al-syum,”

               “Jaebum hyung tertarik pada Narsha noona dan GaIn noona,”

               “Biarkan aku yang menyetir,”

               “Taec,berhenti bersikap sok imut,”

               Taecyeon yang selalu bersikap sok imut, Nickhun si Thai Prince yang sering dijahili oleh yang lain. Si Kembar autis Wooyoung dan Junho, Old Maknae Chansung. Si kalem Junsu. Semua itu memenuhi benak Jay. Sudah 2 tahun ini dia jalani tanpa kehadiran mereka di sekelilingnya. Hari-harinya dilalui tanpa adanya candaan-candaan dari orang-orang yang sudah dianggapnya saudaranya sendiri.

Terkadang dia merasa kesepian. Merindukan semua hal yang dia tinggalkan. Menyesal akan keputusan yang dulu pernah diambilnya. Keputusan yang membuatnya harus meninggalkan orang-orang yang menyayanginya. Membuat ratusan bahkan ribuan fans mereka menangis pedih.

Dia tahu para fans menginginkan dia kembali. Dia tahu mereka menginginkannya kembali. Mereka yang sudah menganggapnya sebagai kepala keluarga. Keluarga kecil mereka. Bahkan dia tahu ada salah satu anggota keluarga mereka yang tak sadarkan diri saat mengetahui dia tak akan kembali ke sisi mereka.

Dia ingat persis kenangan-kenangan mereka. Bagaimana keadaan mereka saat debut, menjadi pengisi program stasiun TV. Semua itu mereka jalani dengan sepenuh hati. Karena menjadi seorang bintang merupakan impian mereka bersama. Dia ingat bagaiman Junsu bernyanyi dengan suaranya yang indah, Wooyoung yang selalu menarikan semua gerakan dengan sempurna, Junho yang seolah-olah tak pernah mendapat kesempatan.

Dia juga tak akan lupa bagaimana produser acara itu sangat menyukai Nichkun, membuat yang lain merasa tersisihkan. Bagaimana usaha Taec untuk menyanyi yang pasti akan digagalkan oleh mereka semua. Chansung yang sepertinya menguasai semua hal. Dia tak akan pernah lupa akan hal itu. Dia akan selalu mengingat mereka pernah melakukan itu semua bersama. Sebagai satu keluarga.

-Jay POV-

“Oppa, kau kenapa?” pertanyaan Rin Ah membuatku tersadar dari lamunanku. Aku menatap lurus ke depan. Melihat orang yang berlalu lalang di depan kafe ini.”Tidak,aku tak apa-apa,” jawabku. Dia mendengus tak percaya,”Kau melamunkan 2PM lagi,”. Aku tersentak. Bagaimana gadis ini tahu?.”Aku selalu memperhatikanmu oppa. Jika ada orang yang membicarakan 2PM, tanpa sadar oppa akan tersenyum,”.

Benarkah? Aku saja tak menyadari hal itu.”Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan oppa?” tanyanya. Aku menatap gadis di hadapanku ini. Dia sudah kuanggap sebagai adikku sendiri. Sama seperti mereka. Apalagi sifatnya tak jauh beda dengan Wooyoung dan Junho. Dia juga mirip dengan Nichkun.

“Oppa,kau menangis?” katanya sambil menyodorkan sehelai tisu. Aku langsung mengusap air mataku.”Tidak,aku hanya kelilipan,” elakku. Dia menatapku sadis lagi.”Baik,aku mengaku. Aku merindukan mereka,” jawabku pasrah.

“Rasanya baru kemarin kami mengerjai Junsu saat dia ulang tahun di Idol Army. Rasanya baru kemarin aku melihat Wooyoung dan Nichkun berciuman untuk memindahkan kertas itu,” aku ercekat. Air mataku hampir mengalir.”Menangislah oppa, keluarkan semua yang kau tahan,”.”Rin Ah, kenapa dulu aku bisa sebodoh itu? Kenapa aku bisa menulis hal semacam itu? Kenapa aku tidak memikirkan konsekuensinya?”.

-Rin Ah POV-

Aku menepuk bahu Jay oppa pelan.”Kau tidak sepenuhnya bersalah oppa. Mungkin kau berisah dari mereka merupakan yang terbaik bagimu dan juga mereka,” kataku menghiburnya. Jay oppa masih terisak.”Tapi,kenapa rasanya bisa sesakit ini? Melihat mereka dari jauh, padahal sebelumnya aku berada di sisi mereka. Berada di tengah-tengah mereka. Memimpin mereka. Kenapa bisa sesakit ini Rin Ah?”

Aku terlonjak. Jadi selama ini Jay oppa selalu menyimpan semua rasa sakitnya sendiri. Selalu menahan  rasa rindu itu sendiri.”Kenapa kau idak menemui mereka oppa?” tanyaku. Dia tersenyum getir.”Andaikan aku bisa, Rin Ah. Tapi,kau tahu mereka kan?”. Aku terdiam.

“Jika kau bisa bertemu mereka,apa yang akan kau lakukan, oppa?” tanyaku pelan. Percakapan ini membuatku ingin melakukan sesuatu untuk Jay oppa.”Pertama,aku akan meminta maaf,” jawab Jay oppa.”Lalu?”.”Entahlah,aku tak tahu apa yang akan aku lakukan,” lanjutnya.

-Author POV-

Hari demi hari berganti. Tak terasa seminggu telah berlalu. Semenjak percakapan itu terjadi,entah kenapa Jay menjadi semakin murung. Rin Ah pun tak berani menanyainya lagi. Tapi,di dalam lubuk hatinya, dia berjanji akan membuat Jay kembali tersenyum.

Everyday I’m shock…

“Yoboseyo?” Rin Ah mengangkat teleponnya. Seketika wajahnya berubah menjadi cerah.”Jinjjayo? Kau mau membantuku?” tanyanya pada seseorang.”Baiklah. Nanti sekitar jam….dua?” tanyanya lagi. Senyum Rin Ah merekah seketika.”Gamsahamnida, oppa,”.

“Nugu?” tanya Jay. Rin Ah menatapnya bahagia.”Bukan siapa-siapa. Cepat selesaikan pemotretanmu dulu,oppa,” suruh Rin Ah.”Aku akan mempersiapkan kejutan untukmu,” desisnya pelan.

-Jay POV-

“Oppa,tutup matamu,” pinta Rin Ah.”Eh??” responku. Dia menatapku sadis.”Baiklah,” jawabku malas lalu menutup mataku. Bisa kurasakan Rin Ah sedang sibuk meletakkan sesuatu di atas meja.”Baik, sudah siap. Sekarang buka matamu,” pintanya lagi. Aku membuka mataku dan melihat ada sebuah kue coklat dengan lilin berbentuk angka 25 diatasnya.

“Saengil Chukkaehamnida!” teriaknya. Aku masih kaget dengan apa yang kulihat. Ini hari ulang tahunku?.”Maaf,aku tak bisa memberimu kado. Aku tak punya waktu untuk mencarinya,” sesalnya.”Taka pa-apa, ada yang mengingat ulang tahunku saja sudah cukup,” kataku. Dia menyodorkan kue coklat itu padaku,”Buat permintaan dan tiup lilinnya,”.

Aku memejamkan mataku dan membuat permintaan. Semoga saja permintaanku ini dikabulkan.”Nah, oppa, aku masih punya satu kejutan lagi untukmu. Tutup matamu lagi,” pintanya. Aku menuruti permintaannya lagi. Lalu kudengar ada suara dari laptopku.”Apa yang kau lakukan dengan laptopku?” tanyaku.”Kalian boleh menyanyikannya saat dia sudah membuka matanya. Oppa, buka matamu sekarang,” kata Rin Ah.

Aku membuka mataku perlahan.”Saengil chukkaehamnida…saengil chukkaehamnida…saranghaneun uri leader…saengil chukkaehamnida,” lagu itu menyambutku seiring aku membuka mataku. Aku tak percaya dengan apa yang kulihat.”Kalau kau sudah selesai, aku ada di sana oppa,” kata Rin Ah sambil menunjuk sebuah meja di pojok.”Kalian…,” gumamku pelan.

-Rin Ah POV-

Aku tersenyum melihat Jay oppa. Bisa dilihat dia tersenyum  bahagia. Terkadang dia mengusap matanya. Aku tahu dia menangis karena bahagia. Bahagia bisa melihat keluarganya yang dulu lagi. Kalian tahu? Ini semua rencanaku. Ah..tidak. Rencanaku dengan Minjae oppa. Dia sebenarnya juga merindukan Jay oppa. Semua member 2PM merindukannya. Bahkan JYP juga merindukannya.

Aku melihat jam tanganku. Jam 14.55. Lima menit lagi, pikirku. Segera kuhampiri Jay oppa.”Oppa, waktumu sudah habis. Kalian bisa melanjutkannya lain waktu,” kataku. Sebenarnya aku tak tega melakukan ini. Tapi, apa boleh buat. 2PM sedang sibuk dengan schedule-nya. Dan hanya mempunyai waktu 1 jam.”Tunggu sebentar, Rin Ah,” kata Jay oppa.

“Aku tahu ini berat bagi kita semua. Aku tahu kalian menginginkan aku kembali. Aku sebenarnya juga ingin kembali ke sisi kalian. Memimpin kalian memperkenalkan diri di setiap acara. Menjalani semuanya bersama kalian,” kata Jay oppa. Aku menahan air mataku agar tidak tumpah.

“Tapi, kalian tahu? Semua itu tak akan terjadi. Aku tak akan kembali ke sisi kalian. Aku tak bisa menjadi pemimpin kalian lagi,” Jay oppa mengatakan itu dengan suara bergetar.”Aku meminta maaf pada kalian semua. Aku tak bisa menjadi pemimpin yang baik selama aku disana. Sekali lagi aku minta maaf,” Jay oppa sampai membungkukkan badannya.

“Tak apa-apa hyung. Tak ada yang perlu dimaafkan,” Junsu oppa menjawab dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca. Kulihat member yang lain sudah meneteskan air mata. Bahkan Taecyeon oppa.”Semoga kita bisa bertemu lagi,” kata Jay oppa sebelum aku memutuskan hubungan internetnya.

-Jay POV-

Aku memeluk Rin Ah dari belakang.”Gomawo,” bisikku. Dia menoleh.”Sama-sama oppa. Ada kabar baru dari mereka?” tanyanya. Aku melepaskan pelukanku lalu berdiri di samping Rin Ah.”Wooyoung-ie sedang jatuh cinta….,” aku terkekeh pelan.”Hanya itu?”.”Hanya itu yang kuingat,” jawabku.

“Aku akan menceritakan semua saat aku mengingatnya,” kataku. Dia tersenyum manis sekali.”Kau tahu? Aku akan mempersiapkan kejutan lain untukmu, oppa,” katanya. Aku tersenyum,”Benarkah? Apa itu?” tanyaku.”Tunggu tanggal mainnya,” jawabnya.

Dddiiinnn…..ddiiinn…..

“Rin Ah, kau sudah dijemput tuh,” kataku sambil menunjuk mobil hitam di seberang jalan. Rin Ah langsung membereskan barang-barangnya.”Jangan membuat Key menunggu,” godaku. Dengan suara agak keras tentunya.”Oppa! Sampai jumpa,” sempat-sempatnya dia memukulku dengan tasnya.

Gomawo, Rin Ah. Sahabatku yang paling mengerti aku..

THE END

A/N: Buat yang nunggu lanjutannya ‘What If I Falling in Love With My Oppa’s hyung’,  mohon sabar ya… FF-nya lagi dalam proses pembuatannya..Mana kadang idenya mampet…*author lagi stress*. Jadi, buat yang nunggu…sabar ya…. *hug reader *deep bow

4 thoughts on “[Freelance] This Birthday

  1. nangis deh, huaaa kangen jay sebagai 2pm’s jaebum :(
    eh tapi junsu aslinya cerewet kan?justru wooyoung yg aslinya diem..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s