[Freelance] Inside My Heart part 3

Inside My Heart part 3

Author: Ewi

Main Cast:

Lee ewi

Kim Heechul

Cho Kyuhyun

 

Support Cast:

Lee Sungmin

Sulli

Eunhyuk

Han Syeolli

Choi Febby

Rating: All Age

Genre: romance, drama

P.S: Ini ff pertamaku, mohon maklum ya kalau belum bagus. Ini terinspirasi dari kisah nyata tentang cerita cinta ku ke kakak kelasku yang baru lulus tahun ini. Karena dia mau pergi jauh untuk ngelanjutin kuliahnya, tiba-tiba muncul inspirasi untuk nulis pengalaman aku ini dalam bentuk fanfic. Enjoy reading guys :D jangan lupa commentnya untuk masukan.

DISCLAIM     : ini semua bener-bener pengalamanku sendiri, no plagiarism at all. I am doing it by my self.

***

Lama sekali sih sampai di tempat huntingnya. Aku sudah tidak sabar untuk mengambil banyak gambar di lokasi. Tiba-tiba ada yang bersandar di bahuku, Heechul oppa tertidur. Ia melepas kacamatanya saat tertidur, wajahnya manis sekali saat sedang tertidur seperti ini. Aku merapikan rambutnya yang jatuh menutupi wajahnya, lalu aku melepas rambutnya yang diikat. Ia terlihat lebih keren dengan rambut dilepas. Aku ingin ini terus berlanjut, ingin waktu rasanya berhenti saat ini juga. Heechul oppa saranghae, sepertinya ini yang benar-benar aku rasakan sekarang.

***

“Oppa, oppa ireona, oppa” ucapku pelan sambil menepuk bahunya. Coba aku nggak perlu bangunin oppa dan dia tetap tidur di bahuku. Rasanya itu semua nggak mungkin sih, hanya saja aku ingin bisa seperti ini terus.

“Aaa mianhae ewi ssi, aku tertidur” ucapnya setelah tersadar kalau iya tertidur di bahuku.

“Gwenchanha oppa, ppalli ireona oppa, kita sudah sampai. Kaukan ketuanya, kita harus kemana sekarang”

“Rencananya sih kita akan hunting bersama dengan Daejin Girl’s High School. Sebentar ya aku hubungi mereka dulu” ucap Heechul oppa lalu dia pergi meninggalkan mereka untuk menghubungi mereka. Aish kenapa dia harus meninggalkanku sih? Akukan tidak kenal siapa-siapa di klub fotografi ini.

“Baiklah, teman-teman sekalian hari ini kita akan mengadakan hunting bersama mereka. Berhubung hari ini anggota dari sekolah kita lebih banyak, makanya kelompok hunting akan dibagi jadi tiga kelompok” terang Heechul oppa, ia kembali bersama siswi-siswi wanita dari Daejin Girl’s High School.

“Kita berkumpul lagi di sini pukul 15.00”jelas Heechul oppa.

Kelompok hunting dipilih dengan menghitung secara berurut dan kami berkumpul dengan nomor yang sama, kecuali aku. Heechul oppa menyuruhku agar aku sekelompok dengannya. Sepertinya dia tahu kalau aku belum terlalu mengenal anak-anak ini.

====================

“Oppa keumanhae, jangan memfotoku terus, akukan bukan modelnya”protesku.

“Siapa yang memfoto dirimu, aku memfoto pemandangan dibelakangmu” jelas Heechul oppa. Aduh aku jadi malu, kenapa aku jadi kepedean begini sih.

“Ewi ssi, berkenalanlah dengan mereka. Masa kau ingin menempel denganku terus” godanya.

“Maunya sih, tapi aku tidak bisa cepat bergabung dengan orang yang baru kenal, oppa aku haus”

“Sepertinya tadi aku lihat ada kedai di depan sana, sekalian kita makan siang saja. Mereka tidak perlu diajak, nanti kau jadi merasa risih lagi. Kau pasti belum sarapankan?”

“Belum”jelaslah aku tidak bisa sarapan, aku terlalu senang karena hari ini akan pergi bersamamu oppa, bagaimana aku bisa kepikiran untuk makan kalau hari ini aku akan pergi bersamamu.

=================

“Ewi-a jangan melamun, makanlah. Apa perlu aku suapi?” Ahhh oppa aku tidak bisa makan, bagaimana aku bisa makan kalau wajahmu ada di depanku seperti berteriak minta dilihat. Karena aku masih memandangnya dan tidak memakan bibimbapku, oppa tiba-tiba menyuapiku.

“Makan yang banyak, aku tidak mau kau sakit. Kau masih dalam masa pertumbuhan Ewi-a” ucapnya seperti seorang ahjumma.

“Oppa, biar aku sendiri saja, aku bukan anak kecil lagi” ucapku pura-pura cemberut.

“Aigo,ekspresimu lucu sekali, seperti minta dibawa pulang” tiba-tiba saja Heechul oppa yang berkata begitu membuatku deg-degan.

=================

Selesai makan ternyata di luar hujan, bagaimana dengan anak-anak yang lain ya? Mereka kehujanan tidak ya? Aduh aku jadi kepikiran mereka terus. Aku dan Heechul oppa berteduh di halte bus tempat kami turun dari bus kami tadi. Di saat seperti ini harusnya aku bisa menikmati hujan, aroma hujankan kesukaanku, ditambah dengan aroma rumput disekitar sini.

“Ewi ssi, kau tidak apa-apa? pakai saja jacketku” ucapnya sambil memakaikan jacketnya. Oh iya aku lupa bercerita ya? Sekarang sedang musim gugur, jadi cuacanya cukup dingin, yang mengherankan kok masih bisa hujan ya? Sudah dingin hujan lagi.

“Gomawo oppa, kau tidak apa-apa?”Tanyaku khawatir.

“Tidak apa-apa yang penting kau dulu yang kuutamakan”

“Gomawo oppa, mian kalau aku jadi merepotakan oppa terus”

“Gwenchanha, nan haengbokeyo. Lebih baik daripada kau harus mendiamiku seperti kau mendiami orang yang tidak aku kenal.

“Oppa, mereka tidak menghubungimu ya? Kok mereka tidak terlihat, ini sudah hamper 15.30”

“Katanya mereka sudah naik bus duluan, busnya ternyata parkir di dekat kita makan tadi. Sekarang mereka sedang menuju ke sini, aku sabar ya”.

“Oppa itu busnya sudah terlihat”

======================

Di sekolah

“Ewi ssi aku pergi duluan ya, terima kasih sudah mau datang hari ini” ia langsung berbicara begitu setelah turun dari bus.

“Oppa mau kemana?”

“Aku harus datang ke tempat les, ini sudah telat. Mian aku tidak bisa menemanimu menunggu oppamu”

“Gwenchanha, annyeong oppa”jawabku kecewa. “Oppa jamkanman!”teriakku tiba-tiba.

“Mwohae?”

“Ehm..ehm” aduh aku bingung mau bicara apa, masa aku bilang kalau aku belum mau ia pergi.

“Jacketnya? Kau bawa pulang saja dulu, jangan samapai kedinginan.”teriaknya sambil menghampiriku kembali, aish sepertinya ia salah paham.

“Oppa, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertanya oppa…oppa… oppa les apa memangnya?” tanyaku ragu.

“Oh aku? Aku les bahasa Jerman, kapan-kapan aku cerita padamu deh. Annyeong Ewi-a” ucapnya lalu ia mengecup keningku.

Aku kaget, tiba-tiba ia mencium keningku. Sikapnya membuatku takut mengetahui perasaanya kepadaku. Apakah ia menganggapku sebagai dongsaengnya atau orang yang special. Aish ewi jangan ngelantur, ia pasti hanya menganggaoku dongsaengnya, tidak lebih. Lagipul aku dan diakan belum lama kenal.

Sungmin oppa hari ini telat menjemputku, aku bilangkan jemput akujam 16.00 tapi ia baru datang jam 17.00 menunggunya terasa lama sekali jika tidak ditemani Heechul oppa.

==================

Paginya di sekolah

“Ewi-a kau sudah tahu belum, kalau president school kita mendekati Febby?” kata Syeolli.

“Jeongmal yo? Kenapa baru cerita sekarang? Memangnya siapa president school kita? ”ucapku kaget.

“Bagaimana aku ingin cerita kalau akhir-akhir ini kau dan Heechul sunbaenim bersama terus. Sebenarnya ada apa sih kau dengannya?” potong Febby.

“Ani, bukankah aku sudah cerita kami hanya berhubungan karena kami satu klub.” Terangku

“Iya sih kau sudah cerita itu, tapi tidak kemana-mana harus berduakan???”goda Syeolli.

“Ahh tidak juga, buktinya aku bersama kalian sekarang. Oh iya kalian belum jawab pertanyaanku, siapa president school kita sih? Donghae oppa ya?”tebakku.

“Donghae oppa ya?”ucap Syeolli meng-imitate gaya bicaraku.

“Syeolli! Aku serius penasaran nih” sergahku sedikit kesal.

“Siwon oppa tahu, Donghae oppakan ketua klub sepak bola bukan our president school ewi-a” jelas Syeolli. Terlihat Febby hanya tersenyum malu sambil menghabiskan bekalnya.

“Febby-a jangan tersipu malu gitu, kalian cocok kok” hiburku, padahal jujur aku tidak tahu Siwon itu yang mana.

“habis ini antar aku ke tempat fotocopy sebenar ya, ada yang perlu diambil di sana”ucapku.

=========

“Ewi-a aku dan Syeolli ke toilet sebentar ya, nanti kami menyusul ke sana” ucap Febby.

“Algesoyo” jawabku

Saat aku ingin menunggu pesananku yang ternyata belum selesai, aku mendengar percakapan antara dua namja yang ada di belakangku sedang duduk-duduk santai.

“Heechul-a bagaimana persiapanmu untuk melanjutkan study kedokteranmu ke Jerman?”ucap namja teman Heechul oppa.

“Hanya tinggal menunggu mendapat sertifikat dari tempat lesku dan mengurus tempat tinggal di sana nanti” jawab Heechul oppa.

“Kau masih belum memberitahu Ewi ya?”

“Belum, aku bingung harus mulai darimana kalau sedang bersamanya. Rasnya aku hanya ingin mndengar ia berbicara saja”.

“Ya imna! Cepat atau lambat kau harus menceritakan semuanya. Kasihan Ewikan kalau harus tahu kepergianmu di saat terakhir. Kalau ia tahu sekarang, ia bisa bersedih sekarang tapi siap melepasmu nanti”

“Lihat nanti saja”

Ada apa ini? Kenapa Heechul oppa tidak cerita, setelah pesananku selesai aku segera pergi meninggalkan temapt itu, aku sudah tidak tahan mendengarnya, aku sudah tidak tahan untuk tidak menangis. Aku pergi ke pojok perpustakaan, di sana aku bisa menangis sepuasnya tanpa disadari orang-orang.

Oppa ara? Sekolah kedokteran itu lama, jerman itu jauh dari sini dan kau masih belum memberiahuku dari sekarang?!aku tidak tahu bagaimana rasanya saat kau harus pergi. Aku tidak bisa membayangkannya.

==============================

“Ewi-a kau kemana? Kami mencarimu ke tempat fotocopy tadi. Heechul oppa mencarimu, sepertinya ada yang ingin dibicarakan”ucap Febby padaku saat aku sampai di kelas setelah menangis sepuasnya.

Oh terima kasih”ucapku datar.

“Neo gwenchanha?mukamu kusut sekali Ewi-a”Tanya Syeolli.

“Anio, hanya tiba-tiba kecapekan lagi. Sepertinya aku masih terlalu lelah sejak hunting waktu itu”jawabku berbohong

====================

“Oppa bantu aku kerjakan pr ini, aku tidak mengerti”ucapku kepada Sungmin oppa.

“Mana? Ini sih gampang, tinggal kau rubah lalu gunakan cara yang ini.”terang Sungmin oppa bahagia, senang sekali wajahnya hari ini.

TING TONG TING TONG

“Oppa ada orang”

“Biar aku yang buka, kau kerjakan saja tugasmu”

Tidak bebrapa lama oppa datang lagi menghampiriku yang sedang sibuk berkonsentrasi.

“Mwohae oppa?”tanyaku heran.

“Heechul mencarimu, sepertinya penting sekali”

“Bilang saja aku sedang tidak enak badan, sedang istirahat”

“Jagi, kamu sedang ada masalah apa dengannya? Bicaralah baik-baik, jangan seperti ini” ceramah Sungmin oppa.’Ah oppa tidak mengerti perasaanku sih, aku terlalu bingung harus bagaimana berhadapan dengannya sekarang setelah tahu kalau ini yang akan terjadi pada hubungan kami. Hubungan yang tidak jelas tapi dicampakkan begitu saja.

“Baiklah akan ku bilang kau sedang sakit”ucap Sungmin oppa, sepertinya ia sudah bingung menghadapi sikapku ini.

======================

Sungmin’s POV

Ada apa lagi dengannya? Tidak mau bercerita padaku, biasanya ia selalu menceritakan semua keluh kesahnya. Semoga bukan masalah besar, aku belum sempat memberitahunya masalah tawaran appa, bagaimana kalau aku beritahu tentang tawaran appa. Jangan-jangan ia tidak mau berbicara denganku juga nanti.

“Heechul ssi, maaf tapi Ewi sedang tidak enak badan. Sudah kubangunkan tapi ia terlihat lemas sekali”kataku berbohong.

“Oh begitukah, aku titip berikan ini saja. Kamsahanmida Sungmin ssi” ucapnya sambil memberi hormat 90˚

“Jagi, kau mendapatkan ini” ucapku sambil memberikan bunga titipan Heechul.

“Gomawo, maaf merepotkanmu oppa”ucapnya lalu memelukku dari belakang. Suarnya terdengar sesenggukkan, ia menangis. Aku berbalik dan melihatnya, matanya sembab.

“Kamu kenapa Ewi-a”tanyaku sambil memeluknya lagi untuk menenangkannya. Ia diam saja tidak berbicara sama sekali, hanya menangis. Setelah beberapa menit menangis akhirnya ia tertidur juga. Sebenarnya apa yang terjadi dengannya?

================

Heechul’s POV

Ada apa dengannya akhir-akhir ini? Ia seperti sengaja menjauhiku. Aku ingin memberitahunya masalah ini, bahwa aku harus melanjutkan sekolahku ke Jerman. Karena aku mendapatkan beasiswa ini dan ini adalah saat-saat yang aku impikan sejak dulu. Aku mau ia menungguku, tapi menemuinya saja susah sekali akhir-akhir ini.

Aku melihatnya terlihat sangat lesu dan matanya seperti habis menagis semalaman. Tumben sekali ia datang ke sekolah pagi sekali, sekarangkan masih jam 06.00 padahal bel masuk baru jam 08.00 mungkin ini saat yang tepat untuk mengatakannya.

=============

Hari ini aku ingin datang lebih pagi, aku butuh udara segar pagi hari yang damai. Aku harus sudah bisa melupakan Heechul oppa cepat atau lambat. Aku melihat ada bunga lili putih kesukaanku di atas meja, hanya bertuliskan ewi di bungkus suratnya. Saat aku ingin mengambilnay tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang.

“Ewi-a kenapa akhir-akhir ini kau susah ditemui”ucapnya lembut.

“Kau tahu, aku bingung saat tidak bisa berbicara denganmu satu hari saja. Aku takut kau tidak mau berbicara denganku lagi.” Oppa, kenapa kau haru sberbicara seperti itu, harusnya aku yang berbicara seperti itu. Aku mau melupakan perasaanku padamu oppa dank au datang berbicara seperti itu membuat perthananku goyah.

“Jangan seperti ini lagi ya, jangan diamkan aku lagi” ucapnya lebih lembut sambil mempererat pelukannya.

Aku sungguh tidak tahan, air mataku sudah tidak tertahan lagi. Aku menagis sejadi-jadinya dipelukannya dan tidak ingin melepas pelukannya itu. Tanpa kusadari, ada yang melihat kami di pintu kelas, dan sepertinya ia langsung berlari meninggalkan kami karena terdengar seperti sebuah kotak jatuh. Tapi aku tidak peduli, aku tidak ingin melepas Heechul oppa saat ini, aku hanya ingin dia sekarang.

TBC

8 thoughts on “[Freelance] Inside My Heart part 3

  1. Knp chulie lg???? d blgn babykyu ajj, gmn sih! *sewot sndr abaikn*

    KSIAN LIAT ewi sdh! =(
    Weeeiish~ umin oppa ud pntr! PR’a aje ampe dblg gampang! *pret~*

  2. iiihh……… si eWi…sudah jatuh cintrong ya yaaa

    CHUllie jadi dokterr………..
    ah mau di periksa sama Chullieeeeeee !!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s