[Freelance] I Love You Endlessly part 1

I Love You Endlessly Part 1

Tittle : I Love You Endlessly -1-

Author : Gameri / Flying fish  

Rating : All ages

Backsound :Coagulation(super junior the 4th album)

Cast : Kim Kangin,Zhoumi,Choi Siwon,Henry,Cho Kyuhyun,Lee Donghae ,Kim Hyeri,Hyeonnie,Hyunwon

Support Cast: Member Super Junior,Park Sunghyo

Genre : Romance

Desclaim : FF 100% is mine and don’t be plagiator 

Type: continue

Ps: Annyeong, chingudeul…!!  Ini fanfic pertama author lho hehe Jeongmal mianhae kalo banyak banget salah2 kata dalam penulisan ini hehe.yaudah selamat membaca ya

Selama aku masih bisa melihatmu,itu sudah sangat cukup walaupun aku tidak bisa memilikmu.But you must know chagi”I LOVE YOU ENDLESSLY”

-Author Pov-

Kangin mengencangkan dasi yang melekat di kerah bajunya. Ia berdiri di kerumunan orang yang sedang serius memperhatikan upacara pernikahan yang sedang berlangsung. Dentingan piano membuat suasana haru dan bahagia bercampur menjadi satu. Kangin merasakan mukanya memanas, matanya mulai membasah, namun buru-buru ia menyeka air mata yang sudah hampir jatuh ke pipinya. Dilihatnya seorang pria dan wanita yang tengah berdiri berdampingan sedang memasangkan cincin ke masing masing pasangannya. hatinya semakin sesak ketika melihat pasangan yang berbahagia itu tengah tersenyum senang. Kangin hanya dapat berdoa, mendoakan kebahagiaan sang mempelai wanita. Selama aku masih bisa melihatmu,itu sudah sangat cukup walaupun aku tidak bisa memilikimu.But you must know chagi”I LOVE YOU ENDLESSLY”ucap Kangin dalam hati

Disebelahnya berdiri seorang wanita cantik yang memakai gaun yang sangat anggun, merangkulkan tangannya ke lengan kangin yang gagah. Wanita itu tengah tersenyum memperhatikan berlangsungnya upacara pernikahan yang sakral itu. wanita itu menyandarkan kepalanya ke pundak kangin yang bidang. Kangin melirik wanita itu, sambil menyembunyikan batinnya yang sedang terluka.

“kangin-ah, kita harus segera menyusul Zoumi dan Hyonnie” kata wanita itu pelan, pandangannya tetap tertuju pada pasangan pengantin di depan. Kangin tersenyum lirih

“ne Hyunwon-ah… kita akan menyusul mereka” jawab kangin sambil berusaha terlihat wajar. Wanita itu mendongakkan kepalanya dan memperhatikan wajah kangin yang tersenyum. Wanita itu ikut tersenyum, dan kembali menyandarkan kepalanya ke pundak kangin.

-5 years later-

Kangin tersenyum memperhatikan anaknya yang baru berusia empat tahun sudah sagat bersemangat, anaknya itu bergerak kesana dan kemari, sesekali kepala anaknya membentur lemari atau tembok lalu menangis. Saat itu terjadi kangin langsung menghampirinya dan menggendongnya. Lalu setelah anaknya diam, kangin kembali membiarkan anaknya bermain.

“jagiya…” sapa kangin ketika melihat istrinya berjalan menuruni tangga yang di rumahnya yang luas. Wanita itu menoleh kearah kangin dan berjalan mendekatinya.

“dimana Kyuhyun kita?” tanya Kangin. Matanya tetap mengawasi anak pertamanya yang sangat aktif.

“dia sedang tidur… kenapa mata Donghae sembab?” tanya istri kangin saat menyadari mata anak pertamanya merah dan sembab.

“dia menangis karena membentur lemari” jawab kangin enteng, istrinya lantas mendekati Donghae dan menggendongnya dengan penuh kasih sanyang.

***

-Zoumi’s House-

Zoumi merapikan jasnya dan berjalan keluar kamarnya yang luas, lantai lantai marmer yang terpasang di rumahnya berdecit akibat gesekan sepatu. Siwon putra pertama Zoumi sudah menunggu kedatangan ayahnya di ruang tamu, hari ini adalah hari pertama Siwon masuk ke taman kanak kanak, Zoumi akan mengantarkan Siwon, sedangkan Hyonnie istrinya akan tinggal di rumah untuk menjaga putra mereka yang masih kecil”henry”

“Siwon-ah, kau sudah siap?” tanya Zoumi begitu sudah sampai di hadapan Siwon yang duduk dengan manis, sambil mengenakan jas hitam dan celana bahan yang sangat resmi. Meskipun umurnya masih empat tahun, Siwon sudah diajarkan tata krama yang formal dan kaku. Semua itu dilakukan untuk menjaga nama baik keluarganya dan nama baik perusahaan Hyundai yang dikelola oleh Zoumi.

Siwon mengangguk sambil berdiri, ia menempatkan posisi di samping Zoumi dan mereka pun jalan berdampingan. Mereka mengendarai limosin putih dan dikawal beberapa mobil di depan dan belakang mobil mereka. Setelah mengantarkan Siwon ke taman kanak-kanak dan menyematkan bunga di jasnya. Mereka mengikuti upacara penyambutan murid baru. Sepanjang acara Zoumi tidak melepaskan pandangannya dari layar PDA yang terus menyala sejak tadi. Dilihantnya kurva-kurva saham perusahaannya yang mulai menurun. Sedangkan angka kesuksesan perusahaan Kangin, saingannya sejak dulu malah melonjak naik.

Zoumi mersakan mukanya panas, jantungnya berdebar cepat, tangannya gatal, rasa marah dan kesal telah memuncak, Siwon melihat ayah angkatnya itu dengan tatapan datar. Ia sudah sering melihat hal seperti itu. setelah semua acara selesai mereka kembali kerumah.

***

Hyonie memperhatikan foto yang terbingkai figura unik dengan sangat hati hati, terkadang ia tersenyum melihat foto itu, di sana terpampang wajah Kangin, dan Suaminya sedang tersenyum lebar, tangan mereka berdua merangkul dirinya yang juga tersenyum senang. Di belakangnya daun daun berguguran, ia masih ingat betul kapan foto itu diambil. Bagaimana suasana saat foto itu diambil, semua senang tidak ada dendam, dengki, dan persaingan yang ada hanyalah canda, tawa, dan dukungan.

Hyonie membanting foto yang membuatnya kembali kemasa lalu itu dengan cepat. Ia terlonjat kaget saat mendapati suaminya telah berada di depan pintu kamarnya yang terkunci rapat. Tangan satunya menyender ke kusen pintu, dan yang satunya lagi memegang gelas berisi minuman akohol berdosis tinggi. Kerah bajunya sudah tidak lagi dikancing, kemeja yang tadinya rapih, telah keluar dan membentuk poisis yang berantakan, lengan bajunya dilipat setengah, matanya memerah senyumannya menyeramkan. Hyonie terbelalak kaget mendapati suaminya pulang dengan keadaan berantakan. Ia langsung teringat pada Siwon yang tadi bersamanya.

“mana Siwon?! Kenapa kau begitu!” tanya Hyonie kencang, Zoumi yang mendapati istrinya sedang memandang foto lama mereka-pun malah tertawa terbahak bahak. Hyonie tau suaminya sedang mabuk berat. Mabuk di siang hari? Apa-apaan dia?

“aku tanya mana Siwon!” hyonie mempertegas pertanyaannya tadi.

“dia sudah sikamar. Kau tidak sadar aku sudah pulang setengah jam lalu?” jawab Zoumi tidak jelas, sambil berjalan oleng mendekati Hyonie. Hyonie menggeserkan kakinya.

“cih! Kau masih melihat ini? MASIH RINDU DENGAN INI? MASIH RINDU DENGAN KANGIN???!!!” triak Zoumi memecah suasana hening rumah. Saat itu terdengar suara tangisan si kecil henry dari arah luar.

“ZOUMI!!! Atur suaramu!” Hyonie berusaha mengendalikan Zoumi yang tidak terkendali. Soumi tersenyum sinis. di bantingnya gelas yang sedari tadi ia genggam, suara pecahan kaca membuat Siwon penasaran dan akhirnya berdiri di depan kamar orang tua asuhnya itu, matanya terbelalak namun ia hanya memperhatikan dalam diam.

Zoumi menarik senapan yang selalu terpasang rapih di ikat pinggangnya, ia kembali tersenyum dan mengarahkan senapan ke arah foto yang terjatuh di lantai itu.

“lihat ini! lihat ini!! aku akan membunuh kenangan ini. akan kubunuh kenangan busuk ini!!” Zoumi kembali berteriak. Hyonie melihatnya dengan panik. Ia melihat Siwon sedang memperhatikan mereka di depan pintu. bukan. Ini bukanlah hal yang seharusnya dilihat oleh anak sekecil Siwon. Zoumi menarik pelatuk senapannya. Hyonie berlari berusaha mencegah Zoumi melakukan tembakan sementara Siwon sedang memperhatikan mereka. Zoumi tetap fokus pada sasarannya, sedangkan Hyonie berusaha menahan Zoumi dengan cara memegang badan senapan itu. Zoumi tetap berusaha mengarahkan ujung senapannya kearah foto itu.

“jangan lakukan!!” kata Hyonie sambil mengatur nada suaranya, ia tidak mau terlihat marah di depan Siwon. Emosi Zoumi semakin memuncak.

“kenapa apa kau masih mau mengenangnya lagi? HAH?!” Teriak Zoumi, tidak peduli dengan Hyonie yang sudah hampir kehabisan tenaganya.

“aniya! Bukan begitu tapi….” DOOR, tanpa sengaja Zoumi menembak tangan Hyonie yang sedang berusaha merebut senapan dari tangan. Hati Zoumi terguncang melihat istrinya tersungkur di atas lantai sambil memegangi tangannya yang mulai bercucuran darah. Siwon berlari menghampiri Hyonie yang terdiam. Zoumi semakin panik melihat Siwon yang datang dan Hyonie menahan sakit tanpa berteriak, tanpa menagis, dan hanya terdiam sambil memegangi tangannya.

“ommaaa!! Gwaenchana??” Siwon memeluk Hyonie sambil menangis, tangan mungilnya berusaha memegang tanga Hyonie yang terluka. Hyonie menyibakkan rambut yang menutupi wajahnya, keringat bercucuran dari keningnya. Ia menatap tajam kearah Zoumi yang hanya terdiam masih dengan senapannya. Hyonie melirik kearah Siwon yang menangis ketakutan. Suara tangisan henry terdengar lebih kencang dari sebelumnya.

“Zoumi… ini adalah yang terakhir. Kita… berpisah!!” ucap Hyonie dengan napas tersengal sengal. Mata Siwon membulat melihat Hyonie yang seperti ini. airmatanya sudah tidak dapat keluar lagi. Hatinya berdegup kencang, rasa takutnya memuncak. Diliriknya tangan mungilnya yang sedari tadi memegangi tangan Hyonie kini ikut berlumuran darah.

“Aku akan membawa siwon dan henry!aku tidak akan membiarkan mereka berada di dekatmu!suara Hyonie semakin parau

“Oh baiklah kalau itu maumu!kau lebih memilih pria itu!pria yang pernah kau caintai,oh lebih tepatnya masih kau cintai!jika itu membuatmu bahagia,pergilah!Tapi jangan harap kau bisa membawa anak kita!”teriak Zoumi sambil menarik siwon dari dekapan Hyonie dan pergi meninggalkan Hyonie yang sudah hampir kehabisan darah.

“Eomma…”teriak siwon dan terus menangis sambil memukul pundak Zoumi

“Diamlah Siwon!Dia tidak pantas kau panggil ibu!Dia tidak pernah menyayangimu maupun Henry!”Tegas Zoumi pada siwon yang masih terus menangis.

“Hyuk,cepat bawa ambulance untuk Hyonie sekarang,lalu suruh Eteuk siapakan perceraianku dan siapkan mobil sekarang juga!Teriak Zoumi pada Hyuk(anak buah Zoumi) sambil membawa siwon dan henry pergi dari rumah

***

-Kangin’s House-

Mobil audi A4 putih sudah terparkir rapih di rumahnya yang megah, berbagai macam perlengkapan piknik telah tersusun rapih di bagasi mobilnya. Hyunwon menggedong Kyuhyun di punggungnya sambi berjalah beriringan dengan kangin yang menggandeng Donghae di sampingya. Cerahnya suasana pagi ini begitu terasa hangat di tengah tengah keluarga yang bahagia ini.  Hyunwon dan Kangin saling bertatapan dan tersenyum. Donghae berjalan sambil menggendong boneka ikan kesayangannya. Sedangkan Kyuhyun yang di gendong oleh Hyunwon sibuk mengigiti jam tangan karet yang melekat di tangannya.

“selamat jalan, tuan dan nyonya… semoga perjalanan kalian menyenangkan” Ryowook kepala pengasuh di rumah Kangin membukakan pintu mobil untuk keluarga kecil ini.

“jaga rumah yang wook, kami tidak akan pulang malam” pesan Kangin sembari masuk kedalam mobil. Ryowook mengangguk dan tersenyum mengantarkan keberangkatan mereka.

Hari ini, kangin merasa dirinya adalah lelaki paling beruntung didunia. Ia merasakan puncak kebahagiaanya melihat anak anaknya tumbuh dengan sehat, istrinya yang selalu dapat diandalkan dan kondisi perusahaanya yang semakin hari semakin membaik. Sama sekali tidak ada di benaknya masa masa suram saat ia harus bersaing dengan Zoumi untuk merebutkan seorang wanita. Masa-masa kelam itu telah berlalu, berganti dengan masa indah. Masa yang membuatnya ingin menghentikan waktu.

Suasana pinggir sungai Han yang indah membuat hati Kangin tenang, semilir angin menyambut kedatangannya, wangi rumput dan udara yang sejuk menyapanya. Membuatnya ingin membaringkan badannya. Tikar yang sudah ia gelar sebelumnya menjadi alas, di sampingnya terlihat Hyunwon sedang membereskan beberapa bekal, Kyuhyun yang mulai sudah bisa merangkak. Merangkakkan kakinya ke arah kangin yang terbaring di tikar biru itu. disentuhnya perut Kangin dan dinaikinya, Kangin yang menyadari Kyuhyun yang sudah terduduk polos di atas perutnya hanya tertawa geli. Sedangkan Hyunwon yang juga melihatnya ikut tertawa.

Donghae sibuk bermain di pinggir sungai dengan boneka ikannya. Ia memasuk keluarkan boneka kesayangannya itu kedalam air dengan polos. Donghae memperhatikan aliran sungai yang bening dan jernih di hadapannya itu.

“eomaa! Ikan bica belenang kan?” tanya Donghae dengan logat polosnya. Hyunwon menatap Donghae kecil dan mengangguk sambil tersenyum. Donghae berpikir sejenak, pikiran polosnya melayang kemana-mana. Dengan hitungan ketiga di jatuhkannya boneka ikan kesayangan miliknya. Berharap boneka itu akan berenang seperti yang ikan ikan lainnya.

“eomma! Ikanku tidak berenang hueee!” rengek Donghae sambil mulai menangis kencang. Hyunwon yang melihat anaknya menangis langsung menghampirinya. Kangin juga ikut di belakang Hyunwon sambil menggendong Kyuhyun yang juga memperhatikan kedua orang tuanya itu.

“kenapa Hae?” tanya Hyunwon sambil mensejajarkan tingginya dengan tubuh mungil donghae.

“ikanku tidak bisa berenang eomma. Ia tenggelam!! hueee” donghae masih merengek. Hyunwon memperhatikan anaknya dengan lirih. Diliriknya kangin yang berdiri di belakangnya.

“aku mau mengambilnya” kata Donghae sambil berjalan menuju sungai yang luas itu. Hyunwon langsung mengangkat tubuh Donghae dan menjauhkannya dari pinggir sungai.

“tunggu disini!” kata Hyunwon, lalu berjalan dan mencari ranting yang panjang. Ia mencari kesana kemari hingga ditemukannya ranting yang menurutnya cukup panjang. Diambilnya ranting itu lalu ia melangkah mendekati pinggir sungai.

“apa yang kau lakukan?” tanya kangin sedikit berteriak karena jarak mereka cukup jauh.

“aku akan mengambilkan boneka itu, tenang saja!” jawab Hyunwon juga sedikit berteriak.

“aku saja!!” teriak kangin lagi. Ia merasa khawatir terhadap istrinya itu. Donghae menatap Hyunwon denga cemas juga, Kyuhyun juga merengek rengek tidak jelas.

“kau jaga saja si Kyuhyun kita. Aku bisa melakukan ini” dengan sigap Hyunwon membungkukan badannya dan mulai memasukan ranting itu kedalam sungai. Diputar-putarkannya ranting itu. setelah ranting itu menabrak sesuatu yang cukup besar, Hyunwon terseyum kearah keluarga yang ia sayangi dengan senang. Kangin, Donghae, dan Kyuhyun ikut tersenyum melihat keberhasilan Hyunwon yang mereka sayangi. Dengan sekali gerakan boneka ikan kesayangan Donghae sudah kembali ke tanah dalam keadaan basah.

“aku hebat kan?” tanya Hyunwon bangga, sambil mengelap keringat yang membasahi dahinya. Kangi bertepuk tangan, begitu juga Donghae yang tertawa girang.

Hyunwon sedang melangkahkan kakinya untuk mendatangi keluarga yang ia sayangi itu, saat ia merasa keseimbangannya goyah. Licinnya tanah pinggir sungai membuatnya kehilangan keseimbangan. Dilangkahkannya kakinya berkali kali ketanah untuk mendapatkan keseimbangannya lagi, namun itu sangat sulit. Hyunwon mulai panik dan memandang Kangin yang memperhatikannya cemas. Kangin yang melihat istrinya sudah hampir jatuh, berlari untuk menggenggam tanga istrinya tersebut. Di rentangkannya tanganya dan mencoba meraih tangan Hyunwon. Hyunwon juga berusaha meraih tangan kangin yang semakin mendekat. Sambil tetap menggendong Kyuhyun, Kangin terus berlari dan hampir sampai. Tepat beberapa cm lagi tangan kangin menggapai tangan Hyunwon. Hyunwon telah terpeleset dan jatuh kedalam sungai yang cukup dalam.

Mata kangin membulat, lidahnya kaku, lututnya lemas. Sesaat ia merasa jantungnya sudah tak lagi berdetak. Ia menyaksikan istrinya sendiri jatuh kedalam sungai yang cukup dalam. Donghae terduduk lemas dari jauh, ia sudah tidak dapat menangis lagi. Jiwanya terlalu terpukul, dunia mereka seakan runtuh seketika.

-To Be Continue

Notes: Kyaa akhirnya part 1 nya udah selesai aaa jeongmal mianhae ya chingu kalo ceritanya ngga nyambung dan aneh,maaf juga kalo kepanjangan hehe.Author sebenernya udah siapin part 2nya tapi pengen liat comment2 dari chingu dulu hehe.Oiya jangan lupa dicomment,kalo bagus dirate ya hehe.Kalo banyak yang suka pasti bakal aku kirim lanjutannya.hehe GOMAWO ^^v

 

10 thoughts on “[Freelance] I Love You Endlessly part 1

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s