[Freelance] Two Flavours In One part 1

Tittle: Two Flavours In One

Author: Zara Syahvina

Rating: PG―13

Length: Chaptered.

Disclaimer: ini cerita asli punya saya. Asli dari otak saya, dan imajinasi saya. Dan ini aman untuk dikonsumsi *?* (~^˛^~).

p.s: Ini sedikit dari ceritanya, dan ini pertengahan chap. 1 nya. Comment like karbohidrat (?). hehehe, cara penulisannya masih salah, jadi harap maklum. Happy reading. Dikomen ya, kalau emang tertarik atau suka dengan ff-ku ini^^

“Haaah, snaaack kau dimana ? hanya kau satu-satunya belanjaan yang belum aku beli. tolonglaaah, jebaal, tunjukkan pesonamu. aku ingin makan bubu. lapar snack. kasihanilah aku snack.” ujar Yoonji lemas, sembari terus mencari snack favorit ummanya itu. Saat  sedang seru bermain petak umpet dengan si snack(?) akhirnya dia menemukan snack itu. Senyumpun terukir dan terkembang di wajahnya itu*caah fenomenal bet bahasanya(=w=)b*. yahahaha~ akhirnya dewi fortuna berpihak padanya, dia bergegas mengejar snack itu. Karna itu adalah snack yang kesekian dan terakhir~ XD.

Yap! Yoonji mendpatkan snack itu, hahaha. akhirnya dia bisa makan jugaa~ XD

“ya! lepaskan, ini snack punyaku” ucap seseorang yang juga memegang snack yang Yoonji pegang tadi. ‘ah kalau begini kapan aku bisa makannya? b(=3=)’ pikir Yoonji. dia memasang tampang setenang mungkin.

“maaf tuan yang saya hormati. snack ini saya yang mendapatkannya duluan. jadi saya mohon lepaskan snack ini, sekarang juga!” pinta Yoonji masih menahan emosi sembari menarik snack yang tadi dipegangnya itu. tetapi sayang, orang yang berkelamin namja ini tidak mau melepaskan snack tersebut . Yoonji menatap ganas pada namja itu seolah-olah berkata LEPASKAN-SNACK-INI-SEKARANG-JUGA-! . namja itu dengan polosnya menggelengkan kepalanya

“ya ! lepaskan snack ini . Ini punyaku walaupun aku belum membayarnya , tetapi ini aku yang mendapatkannya duluan . Jadi kumohon lepaskan snack ini!” ujar Yoonji sembari menarik snack itu

“shiro ! aku tidak mau . aku yang mendapatkannya duluan . aku yang menyentuh snack ini duluan , lepaskan snack ini ! ini punyaku ”

“aniyo ! ini punyaku . lepaskan sekarang juga , ini punyaku . pu-nya-ku . ara ? punyaku!”

“bukan . ini punyaku , sudah kubilang aku yang mendapatkannya duluan!”

“aku!”

“aku !”

“aku ! sudahlah mengalah saja , ladies first . sini !” ujar Yoonji sembari menarik snack itu

“aku tidak akan mengalah . tidak peduli mau ladies firstlah apalah , inilah , itulah atau apa saja . sini ! ini punyaku ! milikku ! jiwaku !” ucap namja itu tidak jelas . Jujur saja Yoonji mengira namja ini autis (=A=).

“jebal~ ummaku …. Ini snack untuk ummaku , snack ini favorit ummaku . kumohon . kalau aku tidak mmbawa snack ini , aku akan dimarahi . Jebal” ujar Yoonji memelas

“shiro ! ini untuk halmeoniku , dia akan sekarat kalau tidak memakan snack ini . siapa yang lebih parah ?!”Tanya namja itu . Yoonji menganga horror . ini diluar perkiraan Yoonji ! masa seorang halmeoni akan sekarat kalau tidak memakan sebungkus … snack?! . Sekarang dia yakin kalau namja itu bukan autis lagi , tetapi gila !

“ohya ? kau jangan mengada-ngada !”

“aku tidak mengada-ngada . that’s real!” sahut namja itu . Sudah banyak orang yang menonton gratis perkelahian mereka , dan pemilik supermarket ini sudah berdiri di depan mereka sedari tadi mereka mulai tarik-tarikan snack .

“Ehem! Permisi nona-tuan . Jika anda ingin membuat supermarket saya rusuh , anda-anda dapat keluar dari supermarket ini sekarang juga .” ucap pemilik supermarket esmoni tingkat dewa (?)

Yoonji pun berpikir , mengalah dengan namja ini apa pulang dgn tangan kosong ? kalau ia pulang dengan tangan kosong kan dia akan dimarahi umma habis-habisan . Honestly , kalau umma memarahi Yoonji , satu hari dimarahi itu rasanya seperti 2500 tahun lamanya (=M=)v . dan dia pun melepaskan snack itu , dan memberikannya pada namja gila itu . orang-orang yang sedari tadinya melihat pun akhirnya bubar . Namja itu hanya tersenyum pada Yoonji . Yoonji dan namja itu bergegas ke kasir untuk membayar belanjaan .

“mianhamnida ahjussi , aku tidak bermaksut untuk membuat supermaretmu ricuh , rusuh  atau apapun itu . tapi karena namja ini ! dia yang memulainya duluan!” ucap Yoonji sembari menunjuk namja yang di sebelahnya itu yang disebutnya ‘namja gila’ .

“mwo ?! ya ! kau bilang aku gila ! kau yang memulainya duluan ! kenapa jadinya aku!” sahut namja itu tidak terima dengan suara pelan.

“semuanya 25.000 won , nona” ucap sang pemilik kasir yang tak lain adalah pemilik toko . Tetapi , Yoonji tidak menggubris sang pemilik toko. Ia terlanjur emosi dengan namja yang satu ini. Pemilik toko kembali emosi (?).

“ne, aku bilang kau gila. kau tidak suka ? memang kau gila’kan ? masa nenekmu sekarat jika tidak memakan snack itu ? kalau obat tidak apa juga . ini.. snack~?”

“memang iya kok!”

“terserah apa katamu namja gila!”

“yeoja idiot!”

“kau juga idiot!”

“kau saja yang idiot!”

“aku masih waras . tidak sepertimu !”

“kau benar-benar gila !”

“kau lebih gila dibanding aku !”

“kau..” / “kau..”

“EHEM !” dehem sang pemilik supermarket

“mianhamnida ahjussi … berapa tadi ahjussi ? hehehe (^^’)v” Tanya Yoonji tak tau malu .

“25.000 won (=±=)” jawab ahjussi itu dengan malas tingkat apartemen

Yoonji pun memberikan uangnya , dan ahjussi itu memberi kembalian uang pada Yoonji. Lalu disusul oleh namja itu, namja itu pun membayar snack yang diperebutkan. Yoonji sudah keluar dari supermarket itu, tapi disusul lagi oleh namja itu .

“hahaha~, kau benar-benar yeoja babo yang pernah kutemui! XD” ucap namja itu mendadak

Yoonji mengernyitkan dahinya  dia tidak mengerti apa yang dimaksut oleh namja itu*caiillaaah , bahasanya Formal bet !*“maksutmu ?” Tanya Yoonji tak mengerti .

“hahaha, sebetulnya snack itu buat anjingku, bukan untuk halmeoniku. Kukira kau tidak akan percaya , ternyata …… kau MEMPERCAYAINNYAAAA~~~ , hahahahaha . sampai jumpa besok yeoja babo!” ucap namja itu sembari lari dan tertawa terbahak-bahak edan , sableng , gila , crazy , babo  bergabung menjadi satu(?)

Yoonji hanya menganga komedi tak percaya , jadi dia ditipu ?! tenaganya habis untuk merebutkan snack . dan akhir-akhirnya dia … DITIPU?

―――――――――

Yap beginilah, sebagian ceritanya^^ hehe. Dikomen yah. Kritik dan saran sangat diharapkan..^^.

Follow my twit: @_11535

5 thoughts on “[Freelance] Two Flavours In One part 1

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s