[Freelance] Milk For You part 1

Title: Milk for You (Chapter 1)
Author: elfishy
Main cast: Lee Donghae, Irene (Kim Euna)
Support cast: Super Junior members, Serista, Regina, Ahjussi, Ajumma
Rating: PG-13
Genre: Romance
Warning: Ini cerita tentang oppa-dongsaeng. Jadi, perbedaan umur cewek dan cowoknya itu beda jauh banget (10 tahun) dan ceweknya non-korea, meski punya nama korea ^_^
Ps: Aku pernah ngirim cerita ini ke http://kpopfanfic.blogspot.com/  Jadi, kalo kalian nemu ff yang sama, ini MILIKKU. No plagiarism. Oh ya, aku butuh bgt support karena aku sibuk dan susah kalo harus update. hehehe.. Please do comment, but bashing is not allowed^^ Thanks a lot <3

(Irene’s POV)

“Wow!!! Aku suka rumah ini! Apa tadi namanya? Ah! Baeksang Jab! Untunglah kita bisa menyewanya dengan harga murah… beruntung sekali!” seruku senang. Aku menatap rumah itu dengan rasa puas. Rasanya, liburan pertamaku di Seoul akan menyenangkan. Serista, sahabatku dan Regina, sepupuku tampak setuju. Mereka juga terlihat tertarik.
“Wah… teropongnya bagus!” seruku ketika menemukan sebuah teropong di meja makan. Ini sudah hari ketigaku di Seoul. Dan aku sudah menjadi akrab dengan pemilik rumah sewaan ini. Kim Ajumma, Park Ahjussi, dan anak perempuannya yang berusia 6 tahun, Park Jung Hee sangat baik pada kami.
“Itu milikku. Tapi Eonni boleh meminjamnya!” ujar Jung Hee penuh semangat.
“Wah~! Neomu gomapda, Jung Hee yeppeoyo~!” balasku seraya mengelus kepalanya. Ia terkikik malu dan berlari-lari kecil menuju dapur.
Aku mulai iseng memakai teropong itu. Aku menuju jendela dan mengawasi rumah sebelah. Rumah itu bernama Josong Jab dan merupakan rumah sewaan juga. Kudengar dari Kim Ajumma, rumah itu akan disewa sebentar lagi. Tapi, oh! Aku melihat dua orang di dalam rumah itu! Keduanya adalah laki-laki berambut pirang–yang menurutku adalah hasil cat.
Dan tak lama setelahnya, sebuah van hitam berehenti di depan rumah itu. Dua orang pria keluar dari van dan van pun melaju pergi. Yang seorang adalah pria tinggi bertubuh atletis dan yang satunya adalah pria berwajah manis dan mengenakan kaca mata hitam. Keduanya memasuki Josong Jab dan bergabung dengan kedua laki-laki pirang di dalam. Aigo… sebodoh-bodohnya aku (meski aku sebenarnya sama sekali tidak bodoh), aku tak mungkin tidak mengenali mereka! Aku yakin, yang bertubuh atletis itu adalah Siwon, yang berwajah manis adalah Donghae, dan setelah kuperhatikan baik-baik, kedua pria di dalam adalah Leeteuk dan Heechul!!! Apa lagi yang bisa aku lakukan? Mataku terbelalak kaget, jantungku nyaris tak kuat berdetak. Super Junior tinggal di sebelah tempat tinggalku?!?!?!?!
“Eomo! Ada van hitam berhenti di depan rumah sebelah!” seru Serista tiba-tiba.
Aku kembali tersadar. Benar! Sebuah van htam lagi berhenti di depan rumah itu. Lagi, dua orang turun dan van itu pergi.
“EOMO!!!!!!!!! Aku salah lihat atau apa?!?!?!?! Pria tadi mirip sekali dengan Kyupa dan Supa!!!” jerit Serista histeris. Benar! Sekarang Kyuhyun dan Sungmin?
Dan kemudian, dua van putih berhenti di depan rumah itu lagi. Yang keluar kali ini adalah Eunhyuk, Ryeowook, Yesung, dan Shindong, serta dua pria asing yang membantu membawkan barang-barang mereka.
“Eo? Mataku tampaknya rusak…” ujar Regina yang sudah berdiri di sampingku. “Aku seperti melihat Shindong Super Junior…” ia tertawa hambar.
“Itu memang dia!” balasku dan Serista bersamaan.
“Yang benar saja?!” tanya Regina, berusaha meyakinkan.
“ITU MEMANG DIA!” seru kami lagi.
“Jinjja???? Aigo… bagaimana mungkin mereka tinggal d rumah sewaan biasa seperti Josong Jab? Mereka kan punya apartemen…”
“Entahlah… Tapi sungguh… ingin teriak rasanya… Mereka benar-benar di sini! Di samping rumah ini! Aigo… mimpi apa, aku semalam?” ujarku. Aku terlalu gembira sampai tak kuat menjerit. Tubuhku benar-benar lemas dan… jantungku hampir meledak. Untung saja, sejak setengah tahun lalu, aku melakukan diet yang cukup disiplin. Jantungku lebih sehat sekarang, dan aku tidak akan mati karena terlalu gembira. Sungguh, penantian bertahun-tahun agar bisa melihat Super Junior, terutama Donghae yang amat kusukai… akhirnya berbuah manis :)
“Andai saja aku bisa bertemu mereka secara langsung…” gumam Serista.
“Eonni baru saja melihatnya tadi!” balas Regina.
“Memang… tapi…”
Aku tak sempat mendengar ocehan Serista, karena aku sudah melesat menuju dapur, membuka kulkas, dan mengambil sesuatu dari dalam kulkas. “Kim Ajumma! Bolehkah aku mengambil ini?” tanyaku pada Kim Ajumma yang tengah memasak.
Ia menoleh dan tersenyum kemudian mengangguk yakin.
“A~ jeongmal gomawo, Ajumma! Saranghae~!!!” seruku gembira. Aku meletakan kembali benda tersebut ke kulkas. Besok pagi saja aku melancarkan niatku. Tuhan… semoga aku bisa berbicara dengan mereka…

(Donghae’s POV)

“Selamat tidur, semua! Sleep tight!” seru Leeteuk hyung sebeum ia mematikan lampu kamar.
“Ne…” jawab kami serempak. Jarang sekali kami bersepuluh tidur di kamar yang sama. Untunglah ada satu kamar super luas di rumah sewaan ini. Aku sungguh lelah memikirkan kejadian yang sudah lalu itu. Untuk pertama kalinya apartemen kami diserang. Para penjaga dan kamera pengawas bisa dilewati dengan baik. Dasar penjahat pintar!
“Donghae-ya! Kau pasti masih memikirkan kejadian itu, kan? Lupakan saja untuk sesaat. Kita tidur sekarang!” bisik Eunhyuk.
Aku mengangguk dalam gelap, berharap ada hal lebih baik esok.
~~~
“Ileonayo!!! Namja-deul!!! Ileonayo!!!” seru Leeteuk hyung membangunkan kami.
“Gurae…” jawabku lemas. Mataku masih buram. Terbayang kembali wajah seorang gadis yang tadi kuimpikan.
Sial! Mimpi ini lagi! Sudah lama aku tak memimpikan gadis itu. Gadis berambut ikal dan bermata bulat. Senyumnya manis dan suara tawanya renyah, penuh semangat. Tapi sungguh, aku tak mengenal gadis itu. Mirip seseorang yang kukenal pun tidak.
“Donghae-ya! Karena kau yang pertama bangun, ambillah korang di luar. Jung Ahjussi, pemilik rumah ini sedang sibuk membantu isterinya menyiapkan sarapan! Balli, balli!” seru Leeteuk lagi.
Entah mengapa, aku merasa bodoh. Aku hanya mengangguk dan bangkit berdiri. Setelah merenggangkan diri sesaat dan menegak segelas air putih, akulangsung berjalan menuruni tangga, menuju pintu keluar. Kutatap jam dinding di dekat pintu. Astaga, baru jam 6. Rajin sekali tukang koran itu, mengantar koran sepagi ini. Aku membuka pintu dan menemukan sebuah koran di depan pintu. Hebat! Tukang koran itu harusnya menjadi pemain bola saja. Lemparannya jitu; tepat di depan pintu. Ah bodoh… koran itu tak perlu dilempar. Rumah ini kan, tak berpagar. Aish.. jeongmal babo-ya!
Aku berniat kembali masuk ketika sudut mataku menemukan sebuah benda lain di dekat pintu. Letaknya menempel ke tembok sehingga tidak langsung terlihat ketika membuka pintu. Aku tercenung sesaat menatap benda itu.
..

….
Sebotol susu?
Benar-benar susu! Botolnya terbuat dari bahan kaca dan terisi penuh dengan susu segar. Mulut botolnya masih disegel rapi dan susunya… agak dingin. Kurasa susunya sempat dimasukan ke kulkas atau… yah, tak tahu lah. Dan aku menemukan benda lain. secarik kertas kecil berwarna kuning. Terdapat pesan yang ditulis dengan rapi dan menggunakan……. bahasa Inggris???


A bottle of fresh milk every day.
Providing health and spirit.
Have a nice day!
(^_^)

Aku menatap kembali kertas itu. Ake memang tidak ahli berbahasa Inggris. Tapi aku masih cukup mengerti kalimat-kalimat itu. Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil susu dan pesan itu. “Hyung!!!!” pangggilku. “Jung Ahjussi!”
Semua orang datang menghampiriku. “Waeyo??? Suaramu kencang sekali! Ada masalah apa?” tanya Leeteuk.
“Aniyo… geunyang…” aku menjuurkan susu itu pada Leeteuk hyung. “Aku menemukan ini. Apa Jung Ahjussi berlangganan susu?”
Jung Ahjussi menggeleng, “Tidak. Kami jarang minum susu, maka kami jarang berlangganan. Ah! Tapi aku kenal botol susu itu. Itu susu yang biasa diedarkan bagi pelanggan sekitar sini. Pemiliknya pasti ada di dekat sini,” jawabnya.
“Eo… beracun tidak?” tanya Heechul dengan tatapan menggoda. Ia kadang bisa jadi sedikit aneh dan pikirannya nyaris selalu mengherankan.
Jung Ahjussi tersenyum. Ia mengambil gelas dan membuka segel susu itu, menuangkan sedikit ke gelas dan meminumnya. Tak ada reaksi. “Aku yakin ini sehat. Rasanya pun segar. Cocok sekali dengan panekuk untuk makan pagi kita!”
“Wuah… baguslah! Kira-kira, untuk siapa ya, susu ini ditujukan?” ujar Yesung.
“Siapa yang paling suka susu?” tanya Nam Ajumma.
Semua langsung memandangku. “Donghae,” jawab Eunhyuk yakin.
“Kalau begitu, anggap saja ini untukmu!” balas Nam Ajumma.
“Whee~ Donghae punya penggemar rahasia!!!” seru Eunhyuk dengan wajah isengnya.
“Semoga pengirimnya wanita cantik…” tambah Yesung.
Yang lain tertawa. Tapi tetap saja…
Siapa orang itu?
Mengapa susu?
Apa benar untukku?

Apa ia mengenalku?

Bagaimana tindakanku selanjutnya?
Aishhh…

11 thoughts on “[Freelance] Milk For You part 1

  1. jadi ingat mv shinee ring ding dong,pas taemint minum susu hehe.. (malah nomongin taemint,addicted banget wkwkwk). btw a nice ff chingu, ditunggu part selanjutnya,semoga lebih “menggigit” konfliknya

  2. cingu post juga ya di kpop fanfict ? waktu itu aku udah pernah coba di chat box tapi di kacangin *malang*
    btw ff nya seru. lanjut cingu ! aku elfishy juga >_<

  3. Aku pnulis cerita ini…
    Wuah… pengen nangis deh, jadinya… makasih chingu-deul…
    kalian baik banget ^_^ aku akan post update-nya secepat mungkin~!^_^ @haninapo: maaf, maaf.. aku gaptek, jadi ga ngerti cara chatting >.< hehehe

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s