[Freelance] True Love [part 1]

Author : Eunhaekyu

Main Cast : Super Junior Lee Donghae, Choi Hye ri, FT Island Choi Jong Hoon,

Support Cast : Super Junior Eunhyuk, Member Super Junior

Rating : All Ages

Genre : Romance (?), Love

Ps : annyeong. Yeni imnida. Hehehehehe sebenarnya ni FF udah lumayan lama bikinnya. Dan ini FF pertamaku. Semoga reader suka yaa. Jangan lupa buat comment atau ninggalin jejak.

True love is sacred flame

That burns eternally,

And none can dim it’s special glow

Or change it’s destiny.

True love speaks in tender tones

And hears with gentle ear

True love give with open heart

And true love conquers fear.

True love make no harsh demands

It neither rules nor binds,

And true love holds with gentle hands

The hearts that it entwines

      “Hye ri~ya. Kita putus saja. Mianhae saat ini aku jatuh cinta dengan yeoja ini”

***

“Donghae~ya. Pulanglah sebentar ke Mokpo. Appa…… appa …… baru saja meninggal dunia”


Author’s POV

Saat itu Hye Ri sedang duduk termenung di tepi pantai Mokpo. Dia  duduk di diatas karang sambil menatap lepas kearah pantai. Tidak banyak yang berlalu lalang disekitar pantai karena hari memang sudah hampir gelap. Jadi tidak akan ada orang yang menyadari bahwa ada seorang yoeja yang sedang menangis.

Hye ri baru satu minggu putus dengan kekasihnya yang sudah dua tahun ini menemaninya. Bukan, bukan putus. Lebih tepatnya dicampakan. Kekasihnya  Choi Jong Hoon, yang sekarang sudah berganti posisi menjadi mantan kekasihnya itu pergi mencampakannya begitu saja dengan yoeja lain. Hye ri yang saat itu meminta penjelasan padanya tidak dihiraukannya sama sekali. Choi Jong Hoon malah berlalu begitu saja padahal Hye ri sudah menangis saat itu. Sampai akhirnya Hye Ri memutuskan untuk pergi ke Mokpo untuk menenangkan diri. Setidaknya dia tidak akan bertemu Choi Jong Hoon disekolah untuk satu minggu.

“HIKS HIKS“ dia masih menangis sesenggukan. Dia sudah berusaha membenci namja itu, namun sepertinya rasa cinta padanya masih begitu kuat.

Hye ri’s POV

Aku mengamati ombak – ombak yang membentur batu – batu karang dipantai. Ombak itu begitu kuat dan besar sehingga menghasilkan percikan – percikan yang sebagian membahasi bajuku. Aku sudah ber jam – jam manangis disini. Namun tetap saja rasa sakit dihatiku belum enyah dan masih betah bersarang dihatiku.

Aku mencoba berdiri dan berjalan ke ujung karang yang lebih agak ketengah laut. Aku berjalan perlahan – lahan karena hari memang sudah gelap jadi aku harus berhati – hati supaya tidak tergelincir dan jatuh ke air. Bisa – bisa tubuhku terbawa arus yang sedang pasang ini. Aku berjalan sambil sedikit terisak. Mungkin aku sudah terlalu lama menangis. Aku sampai capek begini. Tanpa sadar aku berjalanan sempoyongan seperti orang yang habis minum alkohol.

Aku sampai di ujung batu karang ini. Batu karang ini adalah yang terbesar diantara batu karang yang tersebar lainnya. Aku membentangkan tanganku sambil memejamkan kedua mataku untuk merasakan hembusan angin yang menerpaku dan berharap kesedihanku akan hilang ikut terbang terbawa angin. Namun angin yang berhembus semakin kuat. Aku berniat untuk mundur namun tiba – tiba saja ada yang mengagetkanku dan membuatku terpeleset dari karang tersebut.

Donghae’s POV

Aku sedang ingin menyendiri untuk menghilangkan kesedihanku karena telah ditinggal pergi selamanya oleh Appaku. Appaku meninggal dunia satu minggu yang lalu. Dan jujur saja aku masih sedih akan hal itu.

Aku memutuskan untuk menenangkan diri di pantai. Hari sudah gelap jadi pasti sudah tidak ada orang disekitar pantai. Aku bisa menyendiri tanpa harus menyamar dan dikejar – kejar oleh fans – fans ku.

Aku menyusuri setiap pesisir pantai. Air sedang pasang dan ombaknya begitu besar dan kuat. Angin juga berhembus agak kencang. Aku berjalan kearah batu karang terbesar dan hendak menyendiri disana. Awalnya aku tidak menyadari kalau ada seseorang disana. Aku naik ke karang tersebut dan begitu aku menoleh kedepan, aku melihat seorang yoeja berjalan agak sempoyongan menuju ujung batu karang.

“aisshh sedang apa dia. Apa dia tidak tahu kalau dia bisa terpeleset dan jatuh? Apalagi angin sedang kencang begini“ aku berkata sangat pelan yang cukup untuk kudengar sendiri. Namun tiba – tiba terlintas suatu pemikiran di otakku. “apa dia mau bunuh diri? Aku sempat mendengar isak tangis tadi“

Andwae!! Aku harus mencegahnya. Dengan refleks aku berlari dan berteriak padanya.

“yak, BABO. Masalahmu tidak akan selesai dengan bunuh diri“ aku berteriak sangat keras padanya. Dia kaget dan OMO dia terpeleset dan hampir jatuh.

Untung saja aku tepat waktu. Aku menggenggam tangannya dan memegangi pingganggnya. Dia menatap kearahku sambil mendengus kesal. Sepertinya sedang marah. OMO dia cantik sekali. Meskipun gelap tapi aku bisa melihat wajahnya itu dari sinar bulan yang menerpa wajahnya. Aku terpana melihatnya. Sungguh. Matanya sungguh indah meskipun sedikit bengkak mungkin terlalu banyak menangis. Astaga aku seolah – olah terhipnotis oleh kecantikannya itu. Aku seolah tidak bisa melepaskan pandanganku ini sedetikpun darinya.

Hye Ri’s POV

“yak, BABO. Masalahmu tidak akan selesai dengan bunuh diri“ seseorang berteriak kepadaku. Aku kaget sehingga aku terpeleset dan hampir jatuh. Namun aku tidak sampai terjatuh karena ada tangan yang dengan sigap dan tiba – tiba memegangiku dengan kuat dan memegang pula pingganggu supaya aku tidak jatuh.

Aku mendongak kearah orang yang berteriak sekaligus menolongku itu. Astaga dia tampan sekali. Namun sedetik kemudian aku menepis pikiranku itu. Dia sudah mau membuatku mati dengan jatuh dari karang yang tinggi ini jadi aku tidak boleh mengaguminya.

Seketika itu juga raut mukaku berubah menjadi kesal dan marah. Lalu aku menepis tangannya yang memeganggu kemudian menjitaknya dan memarahinya.

’PLEEETAAAKKK’

“yak, siapa kau, hah?! Kau mau membunuhku tahu. Apa salahku sehingga kau berencana mau membunuhku, hah?? Cepat jawab!“ aku berteriak begitu kasar padanya.

“YAK, tidak usah berteriak dan jangan memukulku. siapa yang mau membunuhmu? Aku itu menolongmu. Seharusnya kau berterima kasih padaku karena berkat diriku ini kau tidak jadi meninggal dunia. Aku tahu kau punya masalah, tapi kenapa kau harus bunuh diri segala? Kau tahu dengan bunuh diri kau hanya akan menambah masalah saja tahu!“ ucapnya panjang lebar dengan setengah berteriak dan aku masih belum begitu jelas dengan ucapannya itu.

“YAK, justru kaulah yang mau membunuhku. Siapa yang kau maksud bunuh diri,hah? Aku hanya ingin menikmati angin disini dan ketika aku hendak berbalik kau malah mengagetkanku dan membuat keseimbanganku hilang“ sungutku padany.

“jadi kau tidak bunuh diri?“ ucapnya dengan tampang polosnya itu.

“tentu saja tidak Babo. Kau pikir aku gila?“

Author’s POV

Mereka masih saling berdebat dan bertengkar. Hye ri tidak tahu bahwa namja di depannya adalah seorang member Super Junior. Karena memang dia tidak hobi menonton tv ataupun membaca majalah.

Lee Donghae sesekali melihat ekspresi muka Hye Ri dan dia masih sangat terpana dengan yoeja tersebut. Hatinya bergetar dan berdegup kencang. Sedangkan Hye ri masih saja sibuk menceramahi Donghae tanpa mengetahui bahwa sedari tadi Donghae mengamati dan memperhatikannya secara diam – diam.

Lamunan Donghae terpecah ketika mendengar teriakan seorang yeoja dari arah belakang. Meskipun cukup jauh jaraknya tapi teriakannya masih terdengar jelas ke tempat mereka berdiri sekarang.

“YAK, Choi Hye Ri. Mau sampai kapan kau disana. Cepatlah kembali“ teriak yoeja itu.

“Ne, Yunha~ya. Aku segera kembali. Tanpa permisi Hye Ri pergi meninggalkan Donghae sendirian di pantai. Namun diam – diam dia mengikuti yoeja tersebut sampai di sebuah hotel yang letaknya tak jauh dari pantai itu. Donghae tersenyum senang dan dia memutuskan untuk kembali ke rumah. Saat ini dia sedikit melupakan kesedihannya tentang meninggalnya Appanya.

Donghae’s POV

Pagi sekali aku bangun dan segera keluar kamar. Hyung ku sempat heran melihat kelakuanku ini. Beberapa hari ini aku memang murung, namun semenjak aku bertemu Hye ri, entah mengapa tiba – tiba kesedihanku lenyap. Sepertinya aku benar – benar jatuh cinta padanya. Apa ini yang dinamakan Love at the first sight?

Aku keluar rumah dan kupanaskan mobilku. Aku memang kurang bisa menyetir. Maka dari itu aku bangun pagi sekali supaya aku tidak kesiangan disana nanti. Karena jarak pantai dari rumahku ya lumayan jauh. Aku butuh waktu satu setengah jam kalau mengendarai mobil.

Akhirnya aku mengemudikan mobilku menuju ke hotel tersebut. Aku sampai disana tepat pukul 9 pagi. Aku sengaja menunggunya di restoran hotel karena aku yakin dia pasti akan sarapan disana. Aku menunggu 1 jam, 2 jam sampai pukul 12 siang tapi dia belum keluar juga. Aku juga tidak melihatnya keluar dari hotel.

Aku mengambil hp ku dan memencet nomor telpon hotel ini. Aku tidak mungkin bertanya langsung pada resepeionis kalau penampilanku sudah seperti penjahat ini. Bukannya diberi tahu yang ada aku akan dilaporkan ke polisi. Aku bertnya lewat hp mengenai kamarnya. Aku mengatakan kalau aku saudaranya. Hatiku hancur ketika aku mendapat jawaban bahwa dia sudah cek out dari pukul setengah 9 pagi.

Aku menutup hp ku dan kembali kemobil. Hatiku hancur berkeping – keping. Seandainya dia bisa mengemudikan mobil dengan cepat dia pasti tidak akan terlambat. Setidaknya dia bisa tahu dimana asalnya.

Author’s POV

Dongahe memutuskan untuk kembali ke seoul. Managernya sudah memintanya kembali karena ada jadwal yang tidak bisa dia tinggalkan seperti satu minggu sebelumnya. Donghae harus profesional jadi dia kembali ke seoul setelah managenya menelpon.

2 tahun kemudian, di bandara incheon

Anggota Super Junior M baru kembali dari China setelah menghadiri acara penghargaan tahunan musik Billboard. Lee Donghae dan anggota lainnya tiba di Bandara Incheon ketika hari masih sangat pagi.

Disaat yang sama Hye Ri juga sedang di bandara pagi itu. Dia mengantar kepergian Appa dan Eomma nya ke New York untuk masalah bisnis. Pesawat orangtuanya lepas landas beberapa menit sebelum pesawat yang ditumpangi Donghae dan member lain tiba.

Donghae dan member lain berjalan menuju ke parkir mobil begitu juga Hye ri. Hye ri berlari menuju parkiran dan tanpa sadar menabrak seseorang di depannya. Bukunya jatuh berserakan di lantai.

”mianhae, jeongmal mianhae. Saya terburu – buru” Hye ri meminta maaf sambil merapikan buku – buku nya.

“ah ne, gwenchanayo” balas lelaki yang ditabrak itu.

Setelah bukunya rapi Hye ri kembali meminta maaf kepada orang yang ditabrak tersebut. Sambil membungkuk dan kemudian kembalki berlari ke parkiran tanpa memperhatikan orang yang ditabrak tadi.
Donghae’s POV

“manager Hyung, aku pulang sendiri saja ya. aku ada urusan penting“ pintaku pada manager ku.

“kau mau kemana Hae~ya? Apa kau tidak capek?“ balas managerku. Member lain terlihat capek sehingga mereka langsung saja menuju mobil yang khusus untuk Super Junior

“aku ada urusan penting Hyung. Tapi aku janji aku akan kembali ke Dorm secepatnya. Ah Hyung boleh aku pinjam mobilmu?”

Tanpa bertanya lagi manager Hyung memberikan kunci mobil nya kepadaku. Dia berpesan padaku untuk berhati – hati saat mengendarai. Ah Hyung tidak tahu saja kalau kemampuanku kan sudah meningkat dalam mengendarai mobil.

Aku langsung ke parkiran dan menyusul yoeja yang menabrakku tadi. Ya aku tahu kalau yoeja tadi adalah Hye ri. Aku sempat memperhatikannya sekilas dan sepertinya dia tidak menyadari karena dia terburu – buru. Aku mengikuti mobilnya dari belakang dan saat dia membelokkan mobilnya ke arah sebuah universitas aku menghentikan mobilku.

“ah, ternyata dia di Kyunghae University?” aku tersenyum riang dan kembali ke Dorm. Aku buru – buru pulang supaya aku tidak lagi kehilangan jejaknya. Ya, aku berniat untuk mengikuti nya supaya tahu di rumah nya.

***

“aku pulang. Sapaku pada semua member. Eunhyuk yang pertama kali menyambutku. Dia heran melihatku tersenyum – senyum sendiri dan bertanya padaku“

“ Haee~ya kau kenapa? Apa kau tidak sehat? Kenapa kau tersenyum – senyum seperti itu?“

“aniyo Eunhyuk~ah. Aku hanya akan mendapatkan hatiku kembali itu saja“ aku menjawabnya kemudian berlalu untuk mandi. Selsesai mandi aku langsung mengendarai mobil dan mengarahkan mobilku ke Universitas Kyunghae. Aku memarkirkan mobilku di depan pintu gerbang dan menunggunya keluar.

Hye ri’s POV

“Aisshhh hari ini sungguh sial. Gara – gara aku terlambat aku jadi di hukum oleh Kim Seonsaengnim. Haaaahhh tugasku menumpuk hari ini“ aku menggerutu pada diriku sendiri. Di kampus sudah sangat sepi. Aku di hukum membuat laporan kunjungan di perpustakaan sehingga aku pulang terakhir. Aku menuju ke mobil ferarri merahku dan kemudian mengarahkannya ke rumah. Aku ingin segera sampai rumah dan segera menyelesaikan tugasku yang menumpuk ini.

Aku mengemudikan mobil ku tidak terlalu kencang karena jalanan agak ramai. Aku mampir sebentar ke sebuah restauran jepang untuk membeli makanan karena hari ini aku sedang malas memasak. Beginilah susahnya kalau tinggal sendiri.

Aku kembali mengemudikan mobil ku sampai rumah. Aku turun sebentar untuk membuka pintu gerbang dan kembali ke mobil lalu memarkirnya di garasi samping. Aku langsung masuk ke rumah dan menuju dapur untuk meletakkan sushi yang tadi aku beli.

Aku berlari ke tangga untuk naik ke kamar ku kemudian mandi dan ganti baju. Belum sempat aku naik ke atas bel rumahku sudah berbunyi.

’Ting Tong’ aku berhenti tepat didepan tangga. Dengan sedikit malas aku membalikkan tubuhku.

“nuguseyo?“ Aku berteriak sambil berlari menuju pintu. Bel kembali lagi berbunyi. ’Ting Tong’ Aiissshh tidak sabaran sekali orang ini. Aku membuka pintu rumahku dan aku sungguh terkejut melihat orang yang berdiri di hadapanku.

TBC

Mian kalau FF nya kependekan. Maklum ini FF pertama saya jadi saya belum begitu ahli seperti Author – Author yang lain. Comment ya!!

9 thoughts on “[Freelance] True Love [part 1]

  1. Hyaaa…cinta pada pandangan pertama!! Aigoo… Hae uda 2 tahun g ketemu msih aja inget wajah hyeri… Emang dasaaar hae picisan.. -___-”

    Yeeeyy…lanjut ya thor…. ~(˘▾˘)~

    • bang Hae g picisan ituuu. tapi emang dia udah teranjur cinta mati pada Hye ri
      ahahahahahahahahahahahahaha #PLAAKKK digampar readers

      hehehehehehe gomawo nyuuuuunnn udah baca n comment
      mian kalau kependekan

  2. Hmm, ne itu yg dtg jiga na babyhae nu kasep tea! :)
    Kyunghee univ. laku y dmn2 o_0

    CInta babyhae slalu mmbuat siapapun iri! Mskpn ud lma ga ktmu tp memory dy ttp mlekat! Msh sama…

    Nice story ^^

  3. Hhahaha nemu juga part 1 nya…,
    ciee Bang Donge,impianNya k’kabul ya Bang…
    Cinta pada pandangan pertama,!kekeke
    nice epep ^^

  4. waaaaa donghaeku jatuh cinta pd pandangan pertama ni. Huhuy…
    Jadi pengen ngbayangin diri jadi hyeri. Boleh ya author :).

    Ya ampun uda lewat 2 taunpun, masi diinget juga. Hebatnya donghaeku. Hohoho :o

    lanjut baca ah… ^^,

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s