[Freelance] Little Sweet Carols [part 3]

Author  : Afi

Main Cast : Jang WooYoung {2PM}, Cho Kyuhyun {Super Junior}, Lee Hyuk Jae/ Eunhyuk {Super Junior},Jung Ji Rin {yg kemarin itu loh}, dan Jung Angel

Support Cast : Member 2PM, Member Super Junior, artis dari JYPent dan SMent

Rating  : 15++

Genre  : romance and friendship

Part 3

KyuHyun PoV

Alunan musik terhenti ditelingaku, kubuka mataku perlahan dan melihat Leeteuk hyung yang membanting jaketnya kelantai ruang latihan. Aku membuka headsetku perlahan dan menatap bingung kearah SungMin hyung yang berjalan menutup pintu ruang latihan.  

Inilah yang kami lakukan akhir akhir ini. Menunggu kedatangan seseorang yang selalu terlambat saat latihan. Aku beranjak berdiri dan menghampiri SiWon hyung yang terduduk dipojokan ruangan. Ia menggeleng pelan dan menutup ponselnya. Kini pandanganku pun berpaling kearah Heechul hyung yang menghentakkan kakinya dengan kesal.

Aku berjalan perlahan keluar dari ruang latihan. Kudengar suara seseorang yang sangat kukenal. Aku langsung berbalik dan berlari kearah suara itu. Terlihat seorang pria yang berdiri dipojokan ruang tunggu sambil berbicara dengan ponselnya. Aku menggeleng pelan melihat tingkah pria ini. Eunhyuk Hyung yang malang.

“Hyung, semua sudah menunggu diruang latihan”

“Oh baiklah, ahm Mi Yeonnie sudah dulu ya bye.”Ujarnya dan langsung menutup ponselnya. Ia tersenyum kecil dan mencium foto yang ada ditangannya

“Hyung, Mi yeonnie itu sudah-”

“Ayo cepat. Semua sudah menunggu”ucapnya membuatku menggeleng dan berjalan mengikutinya dari belakang

Lima tahun lamanya kulihat Eunhyuk hyung seperti ini. Tertawa saat bermain piano, bicara dengan foto, termenung di taman saat lari pagi, terlambat saat latihan, sampai… Bertelfon dengan ponsel. Tidak ada orang disebelahnya, tapi seakan ada sesosok wanita yang selalu disampingnya.

Bukan hanya aku yang kasihan melihat Eunhyuk hyung. Hyung yang lain juga merasa kasihan, tapi ini sudah terlalu lama untuk berlarut larut pada kesedihannya. Dia benar benar berubah. Leeteuk hyung sudah sering menasehatinya sampai sampai Heechul hyung juga turun tangan.

Tapi tetap saja. Tidak ada yang berubah sampai sekarang. Alunan musik berhenti. Aku menoleh kearah jam sambil menghapus keringat yang membanjiri tubuhku. Baru jam 3, latihan sekali lagi masih bisa. Brak brak. Aku menoleh kearah suara itu dan melihat Eunhyuk hyung yang sedang berbenah diri.

“Yak hyuk jae kau mau kemana ?” Tanya Heechul hyung yang baru memasukan ponselnya ke tas

“Maaf aku harus bertemu mi yeon. Sampai nanti”

“Tapi nanti kita ada-”

“Arasso. Aku akan langsung ke dorm”jawabnya singkat dan langsung berlari keluar ruangan

“Hyuk Jae ! Kau gila ! Kau GILA !”Bentak Heechul hyung sambil memukul dinding yang ada disebelahnya

“Hyung tidak boleh begini terus”

“Harus ada yang menyadarkannya. Dengan kata kata pedas. Bukan kita lagi yang harus turun tangan” gumam Leeteuk hyung

“Jung Ji Rin” jawabku

“Siapa itu ?”Tanya DongHae hyung yang duduk disebelahku

“Dia sahabat Mi Yeon. Sekaligus musuh besar Eunhyuk hyung. Aku yakin dia bisa membuka mata Hyung”

“Dimana dia sekarang ? Kau harus menemuinya secepatnya”

“Itu dia hyung, dia… Dia menghilang. Aku tidak tahu sekarang dia dimana”

“Hufh…. Itu tidak membantu. Sama sekali tidak membantu” gerutu Donghae hyung dan langsung berbaring lagi

“Yak ! Kalian. Sudah dulu latihannya. Siap siap untuk nanti malam. Stylish akan sampai jam 5 sore. Mana Hyuk Jae ?” Tanya manajer hyung

“Dia akan datang nanti”jawab Leeteuk Hyung singkat

***

Kuhempaskan tubuhku di tempat tidurku. Huam lelahnya. Seharian berada di ruang latihan, itu membuat kepalaku sedikit sakit. Klik. Aku menoleh dan melihat laptopku yang masih menyala. Asik. Downloadanku sudah selesai. Nanti malam bisa main lagi. Aku terkekeh pelan dan menutu laptopku

Tapi sebelumnya. Aku membuka laptopku lagi dan melihat background layar laptopku. Terlihat wajahku dan seorang gadis dengan seragam coklat yang tersenyum kearah kamera. Aku baru ingat sejak kepergian Mi Yeon 5 tahun yang lalu. Saat itu juga, aku terakhir bertemu dengan Ji Rin

Hufh. Dimana ya aku bisa menemukan dia. Kurasa hanya dia yang bisa membuka kedua mata Eunhyuk hyung dengan kata kata pedasnya. Hem. Kemana ya. Lebih dari itu, aku juga merindukan gaya bicara dan sikap mandirinya. Kenapa dia pergi begitu saja ya? Ke..kenapa aku berfikir seperti ini. Tidak mungkin kan aku menyukainya. Anio… Tidak mungkin.

Tuk. Aku menoleh kearah kiriku. Oh… Ini undangan untuk nanti malam. Valentine’s carols. Wow. Hebat juga kami bisa diundang keacara ini. Bukankah yang bekerja sama dengan mereka hanya JYPent ? Aku beranjak menuju laptopku dan mulai memainkan jemariku di laptop.

Ah ini dia pemilik Valentine’s carols. Tapi kenapa fotonya dari samping begini. Aku mengambil mouse dan mencoba memperbesar foto yang ada. Ahm chakeman. Mata itu. Ini kan…. Perasaanku berdebar kencang. Senyumanku merekah lebar diwahaku. Tidak mungkin, ini hebat. Kebetulan yang luar biasa. Aku langsung berlari keluar kamarku dan berdiri didepan Leeteuk hyung dan Donghae Hyung yang sedang bersantaui di sofa

“Aku menemukannya, aku tau dimana kita bisa menemukan Jung Ji Rin ” jelasku membuat Donghae hyung tersenyum dan menepuk bahuku

***

Angel PoV

Aku mengeluarkan semua bajuku dari lemari. Omo~ bagaimana ini, bajuku mini semua. Tanpa lengan. Bagaimana ini ? aku membuka koper besarku dan memastikan semua baju sudah kususun didalam lemariku. Hah~ padahal malam ini onnie akan menghadiri jamuan makan malam yang sangat pentig, aku juga diminta untuk menemaninya. Tapi akau tidak mungkin membuatnya malu dengan semua baju baju ku ini. Habislah kau Angel ah ! habis lah kau.

Kugelengkan kepalaku sebentar dan langsung engambil ponselku yang ada didekat meja. Dengan cepat kutekan nomer telfon Ji Rin Onnie. Ayooo onnie angkat telfonnya. Ash ! tidak diangkat onnie kemana sih. Kutolehkan pandanganku kearah jam, sebentar lagi… aku tidak punya banyak waktu. Lebih baik aku meminjam gaun onnie. Benar juga. onnie pasti dibawakan beberapa sampel dress.

Kakiku langsung melangkah cepat keluar kamar, kuulurkan tanganku dan langsung membuka pintu kamar onnie. Warna mocca langsung menyapa kedua mataku, aku tersenyum kecil dan langsung membuka lemari baju onnie. Pasti bibi sudah merapikan semua baju onnie. Kuhentikan langkahku didepan pintu lemarinya, perlahan ku tolehkan pandanganku kearah meja belajar yang ada dikamar onnie

”ash jinjja, pantas saja. Onnie tidak membawa ponselnya”gerutuku dan langsung mengambil ponsel itu ”aigo bahaya sekali meninggalkan ponsel begitu saja”

”apa yang kau lakukan ?”seru seseorang yang langsung merampas ponsel hitam itu dari tanganku. Aku memperhatikan gadis itu, wajahnya terlihat gugup dan langsung tersenyum kaku padaku ”ada apa ?”

”onnie sudah pulang, anio… aku hanya ingin pinjam gaun. Onnie taukan pakaianku bagaimana. Aku tidak mau onnie malu gara gara aku”

”oh ne… kau tidak perlu khawatir, Manajer Lee sudah membawakan baju untukmu. Sudah ada dibawah, kau bisa mengambilnya”

”jinjja ? warna pink kan onnie ?”tanyaku membuatnya langsung mengangguk, aku langsung berlari keluar kamar onnie dan langsung menuruni tangga hingga keruang tengah.

Aku langsung mengambil gaun yang ada disana. Tapi tiba tiba langkahku terhenti sebelum sempat memasuki kamar. Entah kenapa aku merasa sesuatu yang aneh. Ku buku pintu kamarku perlahan dan menutupnya kembali. Rasanya ada yang aneh dengan Ji Rin onnie, ku baringkan badanku perlahan diatas tempat tidur. Sudah 5 tahun aku mengenal Ji Rin onnie, sudah selama itu pula aku satu kamar dengannya.

Tapi percayalah para pembaca, aku belum pernah membuka ponselnya sama sekali. Bahkan aku tidak pernah membuka laci mejanya. Rasanya seperti ada yang disembunyikan, tapi apa ya ? apa jangan jangan onnie punya lelaki yang disukai ? sejak kuliah onnie tidak pernah memikirkan perasaan pria pria yang menunggu dibelakangnya. Sikap cueknya hanya akan berubah jika sudah berhadapan dengan pekerjaan dan project project baru.

Ha… jangan jangan onnie menyukai laki laki di Seoul. Mungkin dia akan mencarinya selama onnie ada disini ? mungkin hal ini juga yang membuat onnie memaksa kehendaknya untuk membuat anak cabang di korea dari pada di Taiwan. Aku langsung beranjak berdiri dan menggeleng pelan. Apa sih angel ? ini bukan urusanmu ? wajarlah kalau Ji Rin onnie menyukai orang lain. Itu tandanya… dia normal. Omo~ aku berpikiran apa sih, jangan jangan aku sudah ketularan karyawan onnie yang ada di LA.

Ash~ apa sih angel. Aku langsung beranjak berdiri dan berlari menuju kamar mandi. Lebih baik aku bersiap siap untuk pergi menemani onnie. Daripada aku duduk diam di kamar, aku bisa jadi orang gila yang suka bergosip dengan diri sendiri. Memang gila. Ash~ sudahlah. Yang penting sekarang, aku harus selalu membantu onnie dalam karir ataupun cinta. Tidak peduli orang mau bilang apa, aku akan selalu ada dibelakang onnie untuk membantunya

Aku berputar didepan cermin besar yang ada disebeloah lemari pink milikku. Gaun onnie memang bagus, walaupun awalnya elihatan ketinggalan trend. Jika sudah dipakai, semuanya berubah. Jadi lebih lebih lebih keren. Aku beranjak ke meja rias dan mulai merapikan make up dan rambutku. Aku tersenyum didepan cerin sambil bersenandung kecil. Entah kenapa, rasanya aku senang sekali bisa menemani onnie ke acara penting seperti ini.

Ku ulurkan tanganku dan segera memasukkan ponselku kedalam tas. Kakiku dengan cepat melangkah dengan tegas. Sepatu hak tebalku juga tidak berlebihan untuk gaun pink sederhana ini. Baru membuka pintu, kulihat Ji Rin onnie yang terlihat cantik dibalik gaun coklat mudanya. Rambutnya yang terurai menutupi punggung membuatnya terlihat lebih muda, well walaupun onnie memang masih sangat muda untuk seorang pemilik perusahaan besar.

”sudah siap ? ayo”ajaknya membuatku mengangguk dan mengikuti langkahnya yang mulai berjalan lebih dulu keluar dari rumah

Mobil terhenti disebuah gedung mewah yang terbangun kokoh. Pintu mobil sudah terbuka untukku. Baru melangkah turun, terlihat beberapa orang yang sudah siap dengan kamera mereka berdiri didepan pintu pintu masuk. Entah kenapa, degup jantungku jadi lebih cepat sekarang. Aku menghela nafas perlahan, tubuhku setengah gemetar, ku tolehkan pandanganku kearah onnie yang sedang merapikan gaunya sambil tersenyum kecil disebelahku.

”wae ?”tanyanya membuatku merasa sedikit takut

”sepertinya onnie saja yang lewat sini, aku…aku lewat pintu samping saja”

”anio, kau adikku. Kau harus ada disampingku” ujarnya dan langsung menarik tanganku melewati red carpet yang tergelar didepan pintu masuk

Tanganku benar benar terasa dingin sekarang, cahaya flash mulai menyinari setiap langkah kakiku. Aku memasang senyum bingung di setiap langkahku, langkah kaki Ji Rin onnie tidak terhenti hingga memasuki sebuah ball room yang besar. Sebenarnya kami ada dimana sih ? onnie melepaskan tangannya perlahan dan langsung duduk ditempat duduknya. Ruangan ini bukan ballroom, dibelakangku terlihat foto keluarga kami. Dan dimeja tempat Ji Rin onnie duduk juga terdapat beberapa foto.

”onnie ah, kenapa onnie tidak bilang kalau makan malam ini untuk peresmian VC di Korea ? tau gitu, aku berpakaian lebih layak tadi”

”apa ? kau mengejek ?”gerutunya membuatku tersenyum ”baju itu sangat layak kok”

”arasso. Oh ya aku… aku ke toilet sebentar ya”

Aku langsung berjalan cepat menuju toilet, ku rapikan make up di wajahku dan juga rambutku yang sedikit berantakan. Semua baik baik saja. Oh ya, aku lupa menelpon appa. Seharusnya aku menelfonnya, aku kan sudah sampai di Korea sejak tadi siang. Kakiku perlahan berjalan keluar toilet, aku terus merogoh tasku mencari ponsel. Ash~ kemana ponselku. Bruk~ sesuatu menabrakku. Kujatuhkan tasku, hingga semua baran barangku berhambur keluar. Ash~, sial. Aku langsung menunduk dan mengambil semua barang barangku.

”mianhae, aku benar benar tidak sengaja”ujar seorang pria sambil memberikan ponselku yang tadi terjatuh

”kau..kau kan-”ujarku saat mulai mengingat wajah pria yang ada didepanku

”oh..kau kan gadis yang mabuk ditaman itu. Yang di LA”

”ah ne. Kau benar”

”wow ? kau bisa berbicara dalam bahasa korea. Ahm siapa namamu, mianhae aku lupa”

”aku Angel. Syukurlah kau masih mengingatku”

”oh ya Angel shi, Senang bisa bertemu denganmu lagi dinegaraku”

”ah ne, kebetulan sekali bisa bertemu disini, kau ada urusan disini ?”

”ne… kebetulan aku harus hadir karna pekerjaan. Kau sendiri ?”

”aku hanya menemani onnie, oh ya-” baru ingin menanyakan namanya tiba tiba kurasakan getaran diponselku ”ahm chakeman”

”hello ? ah ok, yes i’m coming sist” jawabku dan langsung menutup telfonnya

”onnie mu telfon ?”

”ne, hanya menyuruhku untuk kesana. Ahm iya aku-” lagi lagi ucapanku terhenti saat terdengar suara nyaring dari saku jasnya

”ahm mianhae, aku terima telfon dulu” ujarnya membuatku mengangguk ”ne hyung ? oh arasso. Aku akan segera kesana” jawabnya dan langsung menutup telfonnya

”hyung mu telfon ?”tanyaku membuatnya mengangguk ”sepertinya kita harus kembali ketempat masing masing dulu”

”ne… kalau begitu sampai jumpa. Kapan kapan aku bersedia jadi tour guidemu di korea”jawabnya membuatku mengangguk pelan.

Pria itu langsung menundukkan kepalanya sebentar dan berlari meninggalkanku yang masih mematung didepan toilet. Aku berjalan perlahan dan bersandar ditembok. Aih~ ku hela nafas lega, entah kenapa. Saat melihat wajahnya lagi, degup jantungku benar benar tidak karuan tadi. Perasaan apa ini ? ku tarik tanganku perlahan dan memegang dadaku yang sedikit sesak. Apa aku benar benar menyukainya ? omo~ eottohkeh.

”Angel ah, gwenchanayo ?”seru suara onnie yang sudah berdiri didepanku

”ne… mianhae aku lama ya, sampai sampai onnie menghampiriku kesini”

”anio, gwenchana. Kupikir kau tersesat tadi”

”ah nona Ji Rin … mianhae. Ppalli. Semua orang sudah menunggu kita didepan, pemotongan pita sudah mau dimulai”ujar manajer Lee yang sudah muncul dibelakang onnie

Ji Rin onnie mengangguk pelan dan langsung berjalan disebelah Manajer Lee. Aku juga ikut berjalan disebelahnya. Diluar sudah sangat ramai, semua orang memberikan jalan setapak untuk onnie yang sudah dekat mnuju pintu utama yang ku lewati tadi. Terlihat pita putih terbentang didepan pintu masuk. Manajer Jang langsung memberikan sebuah gunting dengan pita yang sama pada onnie.

Ji Rin onnie menutup kedua matanya dan berdoa didalam hati. Dia selalu melakukan hal ini. Ia membuka matanya dan mulai berbisik perlahan. Aku memperhatikan gerak bibirnya dengan teliti. Appa, Eomma, Angel, Mi Yeon, Wo…siapa yang terakhir ? onnie langsung tersenyum dan memotong pita yang ada dihadapannya. Seketika itu juga, semua orang bertepuk tangan dan langsung bermandikan cahaya flash dari kamera. Aku langsung tersenyum dan menyambut senyuman onnie dengan pelukan hangat. Aku bersyukur memiliki onnie yang hebat sepertimu, bisikku membuatnya mengeratkan pelukannya padaku

***

Ji Rin PoV

”selamat Ji Rin shi, semoga kerja sama kita semakin lancar setelah ini”ujar Park Ji Young sshi yang sudah berdiri disebelahku

”oh ne, aku berharap semuanya akan baik baik saja” jawbaku yang langsung menyambut jabatan tangan Park Ji young sshi ”oh ya perkenalkan, ini adikku. Jung Angel”

”ne.. annyonghaseyo Jung Angel imnida”

”ah ya, senang berkenalan denganmu. Kalau begitu, saya dan yang lain akan menunggu di ruang rapat utama”

”ne… terima kasih. Kami akan segera kesana”jawabku membuat Park Ji Young sshi mengangguk dan langsung berjalan menuju ruang rapat utama

Angel juga mengikuti langkah manajer Jang yang sudah berjalan di belakang Park Ji Young sshi. Aku membuka pintu ruanganku dan segera mengambil tasku. Setelah itu kulangkahkan kakiku menuju ruang utama. Langkahku terhenti saat kedengar langkah kaki yang terhenti dibelakangku, kudengar hela nafas berat yang langsung membuatku berbalik.

Terlihat 5 orang pria berdiri dihadapanku. Aku menatap mereka bingung, kenapa mereka ? seperti melihat hantu saja. Salah satu dari mereka berjalan mendekatiku. Ia mengulurkan tangannya mencoba menyentuh wajahku. Itu membuatku tertawa sekarang, aku langsung menepis tangan pria itu dan mendorong bahunya dengan keras hingga ia terdorong kearah teman temannya

”yak ! Lee JunHo sshi ? kaupikir aku hantu ha ?”seruku membuatnya tertawa dan melipat kedua tangannya didepan dada

”eottohke ! kau benar benar Jung Ji Rin”

”yap, dandanan yang bagus JunHo sshi. Dari atas sampai bawah, kau memakai merek VC kan ?”

”daebak ~ apa kau benar benar Jung Ji Rin ha ?”

”ya ? wae ? kenapa kelihatannya tidak percaya begitu ? apa perlu kutunjukkan tanda pengenalku ? ah jinjja”

”yak ! jangan bersikap tidak sopan pada oppamu”gerutu JunSu sshi membuatku tertawa

”mianhae, tapi sekarang ini posisiku sedikit lebih tinggi dari kalian”jawabku dan langsung berjalan

”mwo ? dia bilang apa tadi ?”tanya Taecyeon sshi membuatku menghentikan langkahku

”just kidding, come on. Time to dinner”ujarku membuat mereka menggeleng pelan dan langsung menyusulku

Suasana sudah sangat ramai, aku berjalan perlahan menuju pojokkan ruangan sambil menikmati segelas orange juice yang ada ditanganku. Aku menoleh kearah Angel yang juga berdiri dipojokan ruangan sama sepertiku. Wajahnya terlihat pucat berbeda dengan sebelumnya, kenapa dia ? apa dia sakit ? aku langsung mengulurkan tanganku dan memegang tubuhnya yang hampir saja jatuh

”Angel kau tidak apa apa ?”

”onnie, kepalaku pusin.aku boleh pulang saja ?”tanyanya membuatku mengangguk

Aku melambaikan tanganku pada Manajer Lee yang berdiri tidak jauh dariku, Angel mencium kedua pipiku dan langsung berjalan bersama manajer Lee keuar dari ruangan yang ramai itu. Aku menghela nafas lega saat pintu sudah tertutup, angel bukanlah orang yang bisa beradaptasi dengan mudah ditempat asing. Walaupun dia sudah mahir dalam berbahasa, dia masih perlu beradaptasi dengan budaya disini

”ahm Ji Rin shi”sapa seseorang membuatku berbalik

”ah ne , Park Ji Young sshi. Ada yang bisa ku bantu ?”

”anio… aku hanya ingin memperkenalkan artisku yang belum sempat kuperkenalkan di LA kemarin”ujarnya membuatku mengangguk ”yak kalian ! kemari”

Aku tertawa kecil saat melihat 6 orang pria berjalan perlahan mendekatiku dan Ji Young sshi. Tak perlu diperkenalkan juga, aku sudah mengenal mereka. 5 tahun yang lalu.

”perkenalkan Ji Rin shi, ini 2PM. Dan anak anak ayo perkenalkan diri kalian masing masing”

”ne, annyong haseyo. Kami 2PM, kita mulai dari pojok kanan. Kim Junsu, Hwang Chansung, aku Ok Taecyeon, NicKhun, Lee JunHo, dan Jang Wooyoung”

”senang berkenalan dengan anda”seru mereka serentak membuatku menahan tawaku
”neee… Jung Ji Rin imnida, senang juga berkenalan dengan kalian”

”kalau begitu, kalian bisa bicara dulu dengan Nona Ji Rin ini. Aku harus menyapa tamu yang disebelah sana terlebih dulu”

”neee” jawab kami serempak, membuat Ji Young sshi beranjak meninggalkan kami

”jadi apa yang sudah membuatmu sehebat ini ? Ms. Jennifer ?” ejek JunSu sshi membuat tertawa sambil mengangkat bahuku

”entahlah, seorang gadis yang dulu dijadikan pembantu. Bisa berdiri ditempat ini sebagai orang yang mensponsori semua baju kami”

”kalian menyindirku ?”gerutu WooYoung sshi yang berdiri disebelahku

”cah, kalau begitu Ji Rin ah. Aku mau tanya padamu, kenapa kau pergi diam diam seperti maling ?”tanya NicKhun sshi tiba tiba

”aku memberikan surat kok untuk Wooyoung sshi. Ya itu untuk kalian semua”

”aku tidak tahu apapun, aku permisi dulu”

”yak~ ke..kenapa dengannya ? apa aku mengatakan sesuatu yang salah ?”tanyaku membuat mereka mengangkat bahu perlahan

“Apa aku mengatakan sesuatu yang salah ?”Tanyaku membuat mereka hanya mengangkat bahu dan menatap kepergian wooyoung sshi dengan tatapan bingung

“Ah, aku kesana dulu. Sepertinya manajer memanggilku” ujar Taecyeon sshi tiba tiba beranjak bersama Junsu dan chansung sshi

“Kita tinggal berdua, mau minum sesuatu lagi?”Tanya JunHo sshi membuatku menggeleng pelan “sejujurnya aku sangat kecewa ketika kau pergi ke LA tanpa memberitahukannya pada kami”

“Mianhae, aku paling tidak suka dengan sebuah..perpisahan. Lagipula aku sangat sangat penasaran, apa benar kalian tidak tahu aku ke LA ? Apa Wooyoung sshi tidak pernah memberitahu kalian ?”

“Anio… Saat itu yang kuingat hanya, sosok WooYoung yang sangat panik tiba tiba beranjak dari ruang latihan setelah membaca secarik kertas. Tapi anehnya sejak saat itu juga aku tidak pernah melihat wajah paniknya lagi, yang ada hanya keseriusan dalam latihan dan segala macam kelucuan dan lelucon di luar itu semua”

“Jadi dia tidak memberitahu kalian tentang kepergianku ?”

“Tidak sama sekali, saat kami bertanya. Ia hanya menjawab, kau sibuk belajar. Tidak ada kata kata LA ataupun impian. Karna itu aku tidak kepikiran kalau bisa saja keluarga Jung pemilik carols itu, adalah keluargamu”

“Ke..kenapa dia seperti ini ?”

“Ya… Pertanyaan yang sama dengan yang ada dipikiranku dan member yang lain. Kenapa dia bisa sampai seperti ini. Aku… sejak debut dan tinggal bersamanya, Aku belum pernah melihat sikapnya yang seperti ini. Boleh aku bertanya padamu ?”

“Apa ? Silahkan saja… Aku akan menjawabnya” ia tersenyum kecil dan membalikkan tubuhku, pandanganku sekarang terpaku pada sosok WooYoung sshi yang berdiri didepanku

“Siapakah Jang WooYoung untuk seorang Jung Ji Rin ?”Tanyanya membuat detak jantungku berdetak sangat sangat kencang. Kurasakan badai mengacak acak pikiranku.

Kenapa ? Perasaan apa ini ? Tubuhku langsung berbalik memunggungi WooYoung sshi. Aku merasa sulit bernafas sekarang. Kepalaku terasa kosong, tidak tahu apa yang terjadi denganku. Aku tidak melihat sosok JunHo lagi disekitarku. Kurasakan sentuhan hangat di pundakku.

Aku berbalik perlahan dan melihat Jang WooYoung sshi yang sudah menatap kedua mataku lekat. Omo jantungku… Omo eottohke ? Gemuruh ini semakin kuat, aku tidak bisa melihat wajahnya. Kutundukkan kepalaku dan mengalihkan pandanganku kearah lain. Apa yang terjadi padaku ? kenapa rasanya aku malu menatap wajahnya

“Kau baik baik saja ?” tanyanya sambil memegang pundakku

”ne… gwenchana. Aku.. aku permisi dulu”jawabku singkat dan langsung beranjak meninggalkan ruangan itu

Kenapa ? apa yang terjadi denganku. Kata kata JunHo sshi tadi benar benar membuatku sangat sangat tidak tenang. Aku merasakan sesuatu yang sama, sesuatu yang kurasakan 6  tahun yang lalu. Sesuatu yang bergemuruh hebat didadaku, dadaku juga terasa sesak sekarang. Kenapa aku ini ? kenapa aku merasakan hal yang sama saat memnadang WooYoung sshi tadi. Hal yang sama seperti saat aku memandang KyuHyun sshi 6 tahun yang lalu

”Ji Rin ah”ujar seseorang membuatku menoleh kearah suara yang rasanya tidak asing untuku ”kau Jung Ji Rin kan ?”

Aku terpaku melihat sosok pria yang berdiri didepanku dengan jas putihnya. Kepalaku semakin pusing sekarang, seperti tidak ada isinya. Aku tidak tahu harus berbicara apa saat melihat wajahnya. Saat usiaku 16 tahun aku jatuh cinta padaku, saat waktu berjalan hingga aku berusia 17 tahun kau menolakku dan aku pun meninggalkanmu. Dan sekarang saat usiaku 22 tahun semua terasa terputar kembali. Kita bertemu kembali.

”Cho KyuHyun sshi”ujarku dengan wajah yang tidak tahu seperti apa, aku tidak tahu harus bicara apa saat ini.

* To Be Continued*

10 thoughts on “[Freelance] Little Sweet Carols [part 3]

  1. Huaaa… Makin seruu… Acara pembukaan VC jd ky reuni hihihi.. Next part ASAP chingu… Ji Rin bwt Kyu aja ya.. Wooyoung sm Angel :D

  2. hwaa…..
    onnie…lama sekali kunanti part 3 ini TTnTT
    So far tatanan bahasanya sudah bagus..
    aku amazed bgt dgn bagian dmna wktu Mi yeonnie meninggal…
    dan gak nyangka Hyuk oppa akan smp sperti itu…hikz..

    Oya,,
    cuma sekedar saran kalau bisa ceritanya jgn terlalu ‘sibuk’ dgn salah paham….bisa-bisa malah membosankan ^^

    Ditunggu terus lanjutannya..
    Jangan lama-lama ya Onnie..*mohon mohon sok imut*
    Soalnya cm ini yg jadiin wooyoung sbg main cast..T-T

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s