My Destiny part 3 End

Title: My Destiny
author:Min
Disclaimer: Tokoh yang ada dalam FF ini adalah diri mereka sendiri . Cerita ini hanya khayalan, tak ada maksud apapun dalam FF ini.FF ini,asli buatan saya, yuuri66 © 2011.

Sebelumnya ff ini pernah saya publish di blog pribadi saya :)

My Destiny part 1

My Destiny part 2

###

“Ya!!Tunggu!!Aku ikut denganmu!!”

Seketika langkahku terhenti.Perlahan kubalikan tubuhku.Tampak Donghae yang tengah menatapku tajam.Dapat ku tangkap keseriusan dari kata – katanya itu.

“Heh?Kau serius?”

My Destiny part 3 Ending

“Aku serius!!!”jawab Donghae mantap.

Aku menghela napas singkat.Ku tatap penuh Donghae.Dapat kulihat sorot keseriusan yang tak memudar dari kedua bola matanya.

“Kajha!!” kataku akhirnya.

Entah kenapa aku tak dapat menolaknya?Padahal bisa saja kan,Donghae akan menghancurkan pengintaianku terhadap Sarang? Tapi aku tak dapat membantah tatapan kuat matanya. Sulit rasanya tuk menolak permintaannya.

#

Donghae hanya banyak diam. Ia bahkan tak mengajakku mengobrol sama sekali.Ia juga tak menanyakan tentang kekuatanku yang bisa melihat benang merah jodoh.Sepertinya ia percaya saja dengan penjelasan yang kuberikan padanya.Dan ia hanya terfokus pada Sarang,kakaknya.Apa benar perhatian yang diberikan pada Sarang hanya sebatas rasa sayang pada kakaknya?Atau ia memang sister complek?Kepalaku terasa penat bila memikirkan hal itu.

“Aishhh kemana lagi pria itu membawa nunna?”

Donghae kini tengah berputar mencari keberadaan Sarang dan Jungsoo.Yah kami kehilangan mereka.Aku terlalu fokus dengan Donghae.Bahkan aku melupakan tugas utamaku ‘melihat ikatan benang merah’ antara Sarang dan Jungsoo. Ada apa denganku? Kenapa hanya Donghae yang menjadi pusat perhatianku saat ini?

“Ya!!Kau lihat tidak mereka pergi kemana?”

Aku sedikit berjengit kaget mendengar teriakan Donghae.Dengan cepat kulipat kedua tanganku didepan dada.Kupandang Donghae sinis. “Ya!!!Mana aku tahu!!!Kau itu daritadi menghalangi pemandanganku tahu!!!Makanya jangan berjalan didepanku!!Aku jadi tak bisa melihat Sarang dan Jungsoo!!!” ujarku dengan intonasi yang agak tinggi.Tapi cukup membuat Donghae terdiam.

Donghae mencibir. “Aishh aku hanya bertanya!!Kenapa jawabanmu panjang dan ketus sekali sih??”

Aku terdiam.Entah kenapa setiap perkataan yang keluar dari mulut Donghae membuat emosiku meningkat.Padahal ia hanya bertanya padaku.Ada sedikit penyeselan dihatiku,setelah berkata keras padanya.

Donghae menghela napas singkat. “Sudahlah,percuma kita berdebat.Lebih baik kita mencari mereka berdua.”ujarnya,melunak. Sepertinya ia mencoba bersabar dengan sikapku.

“Ne,kau benar.” ujarku,akhirnya.

Kuputar wajahku.Mencari keberadaan Sarang dan Jungsoo.Sebenarnya mereka berdua kemana sih?Akhh kenapa aku begitu bodoh,membiarkan Donghae ikut bersamaku?Pria itu hanya menghambat tugasku saja!!

Pencarian ku terhenti.Kulihat Sarang tengah berjalan kearah kami bersama Jungsoo. Tunggu.Sarang dan Jungso berjalan kearah kami?Apa kami ketahuan mengintai mereka?Atau ini hanya perasaan ku saja?

Dapat kurasakan tarikan keras di pergelangan tanganku.Detik berikutnya kurasakan sesuatu menyentuh bibirku lembut.Mataku terbelalak. Napasku tercekat.Tubuhku seakan membeku .Kepalaku tak dapat berpikir jernih.Dapat kurasakan rangkulan di bahuku.Apa yang terjadi sebenarnya?

#

“Mian,aku terpaksa melakukannya.”

Aku terpanga menatap Donghae.Dengan mudahnya kalimat itu meluncur dari mulutnya. Maaf.Setelah ia menciumku didepan umum?Aishh saking lucunya aku tak bisa tertawa mendengar kalimat itu.

“Ya!!!Kau tau,sikapmu sungguh tidak bermoral!!Untuk apa kau lakukan hal itu hah??Aishh dasar pria yang menyebalkan!!”teriakku.Melampiaskan semua kemarahan ku padanya.Donghae menutup kedua telinganya dengan tangan mendengar teriakanku didepannya.

Donghae menghela napas kuat. “Ya!!Kan sudah aku bilang terpaksa!!Kau tak lihat,nunna ku berjalan kearah kita??Kalau aku tak melakukan itu,mungkin ia akan menghampiri kita!!Dan ia akan tahu kalau kita membuntutinya dengan pria itu!!!”

Aku terdiam.Perkataan Donghae membuatku tak berkutik.Mataku berputar mencari Sarang dan Jungsoo.Yah mereka sudah tidak ada.Tapi tak perlu kan ia menciumku?Ciumannya nyaris membuat jantungku berhenti berdetak. Kenapa ciuman pertamaku harus direbut oleh Donghae?Rupanya benar,aku akan sial kalau bersamanya.

“Ya!!Sampai kapan kau akan bengong seperti itu?Kita harus kembali mencari nunna ku!!!”

Aku berjengit kaget mendengar teriakan Donghae tepat diwajahku.Aishhh dia sungguh menyebalkan!!

“Tak perlu berteriak didepanku seperti itu!!!Aku tidak tuli!!!” balasku,tak kalah keras dengan suaranya tadi.

Donghae mendengus.Menatapku sekilas kemudian berjalan meninggalkanku. Rasanya menyebalkan melihat sikapnya itu.Kenapa aku sial sekali sih??

Dengan malas kulangkahkan kakiku cepat mengikutinya.Langkahku terhenti saat tubuhku terantuk sesuatu. “Ya!!Kenapa kau tiba – tiba berhenti???”

Tak ada jawaban dari Donghae.Ia tetap diam.Matanya memandang lurus kedepan.Tak teralihkan.Sebanarnya apa yang ia lihat?Kenapa ia sampai terpaku seperti itu?Ku ikuti arah pandangnya.Mulutku terkatup menyaksikan pemandangan didepanku.Sarang dan Jungsoo tengah berciuman.Bukankah ini artinya,aku tak perlu lagi melihat ikatan benang merah diantara mereka? Adegan didepan,sudah menjelaskan semuanya.Tapi tak ada salahnya kan aku lihat ikatan jodoh diantara mereka?

Kuhirup napasku dalam.Kututup mataku perlahan.Kupusatkan semua konsetrasi pada panca indra ku.Kubuka mataku perlahan.Kupandang Sarang dan Jungsoo.Perlahan mulai tampak sehelai benang yang saling mengait dijari kelingking Sarang dan Jungsoo.Mereka berjodoh.Tugasku selesai.

“Mereka berjodoh.Sarang dan Jungsoo berjodoh!!Ada benang jodoh dijari mereka.”ujarku senang.Tugasku selesai.Aku bisa lepas dari jeratan pria menyebalkan bernama Donghae.

“Tidak!!Mereka tak berjodoh!!!”

Kutolehkan wajahku cepat.Kutatap Donghae.Ia tengah terpekur dalam.Ia tampak begitu terpuruk.Apa benar ia patah hati melihat Sarang dan Jungsoo?Sarang kan kakak kandungnya.Mestinya ia ikut senang melihat Sarang menemukan jodohnya.Tapi kenapa malah sebaliknya?Apa benar ia memang sister complek?

Kutepuk bahu Donghae singkat. “Gwachana?”

Donghae menepis tanganku.Kemudian ia berbalik pergi meninggalkanku. Sepertinya ia terpukul mengetahui kenyataan yang ada.Tapi apa perduli ku?Yang jelas tugasku selesai dan aku tak perlu bertemu dengan Donghae lagi.Ya aku tak akan bertemu dengannya lagi.

Kutatap siluet tubuh Donghae yang perlahan menghilang diantara kerumunan pengunjung.Hatiku terasa ngilu melihat kepergiannya.Ada apa denganku?

#

“Bagaimana hasilnya?Apa kau sudah melihat ikatan jodoh antara Sarang dan Jungsoo?”

Aku sedikit berjengit.Kutolehkan wajahku cepat. “Ne, unnie kau bilang apa?”

Dapatku tangkap air wajah Hyura unnie meremang.Aku hanya tersenyum kecut membalas perubahan raut wajahnya.

“Kau belum cerita tentang pengintaian pada Sarang hari ini padaku.Apa kau telah menyelesaikan tugasmu?”

“Akhh aku sudah menyelesaikan tugasku unnie.Kau tenang saja mereka berjodoh kok.”

Hyura unnie menghela napas panjang. “Lalu apalagi?Sepertinya masih ada beberapa kejadian yang belum kau ceritakan padaku?”

Aku tercekat.Apa maksud Hyura unnie?Senyum tipis terlukis dibibirnya. Memang kejadian apa yang belum kuceritakan padanya?

“Apa maksud unnie?Aku sudah menceritakan semuanya.”jawabku cepat.

Hyura unnie kembali tersenyum.Ia beranjak dari duduknya.Kutatap kepergiannya.Aku sedikit tercekat saat Hyura unnie menghentikan langkahnya dan menoleh kearahku. ‘Dasar Hyura unnie aneh.’

Dapat kulihat senyum kembali mengembang dibibirnya. “Bagaimana rasanya ciuman pertama?”Hyura unnie terkekeh geli.Dengan cepat ia berlari masuk kekamarnya.

Aku terpanga mendengar pertanyaannya.Apa Hyura unnie tahu kalau aku tadi- “Kyaaaaaaaaaaaaaa!!!!!Unnie!!!!!Tidak seperti itu!!!!” teriakku.Dapat kurasakan pipiku memanas. Kembali kilasan memory saat Donghae menciumku bergulir.

“Dasar pria menyebalkan!!Ini semua salahmu!!!” teriakku kencang.

Entah kenapa jantungku berdegup kuat mengingat kejadian itu.Saat Donghae menciumku. Kenapa hatiku menjadi tak tentu seperti ini mengingat hal itu??

#

Tugasku tuk melihat ikatan jodoh Sarang dan Jungsoo telah selesai.Tinggal masalah Minhae yang mengharapkan berjodoh dengan Donghae.Bagaimana aku mengatakan pada Minhae kalau jodohnya bukan Donghae?melainkan Kyuhyun!!

Kutelungkupkan wajahku di meja.Kepalaku terasa penat memikirkan perkataan yang tepat pada Minhae.

“Akhhh apa yang harus ku katakan padanya!!!”ujarku setengah berteriak.

“Gongra,gwachana?”

Kuangkat kepalaku cepat.Aku berjengit mendapati Minhae sudah berdiri didepan mejaku. “Akh Minhae~”

“Ada apa?Apa kau sakit Gongra?” diletakan tangannya di keningku.Dengan cepat aku beranjak dari dudukku. “Aku mau ke toilet dulu!!!” ujarku cepat,seraya bergegas meninggalkan Minhae.

‘Bruk’

Aku sedikit terdorong kebelakang saat seseorang menabrak tubuhku kencang. Padahal aku sedang buru – buru.Kuangkat kepalaku cepat.Aku terpaku sejenak.

“Cho Kyuhyun!!!” pekikku.

“Kau baik – baik saja Gongra?” Kyuhyun mengulurkan tangannya kearahku.

Aku beranjak bangun.Dengan cepat aku berlari meninggalkannya.Kenapa harus bertemu dengan Kyuhyun juga?Apa yang harus aku lakukan saat ini?Aku tak mungkin bilang, kalau Minhae dan Kyuhyun berjodoh!!Bagaimana dengan perasaan Minhae pada Donghae?Dan kenapa aku masih harus berhubungan dengan pria menyebalkan itu??

#

Aku hanya terpaku didepan laptop menatap mail masuk dari Minhae tentang masalah percintaannya. Ia meminta penjelasan kapan bisa melakukan tindakan lebih lanjut terhadap perasaannya pada Donghae.

“Akhhh kenapa jadi seperti ini sih???”

Kupandang lekat mail kiriman Minhae.

From:mywordisdifferent@life.com

To:OnlyLove@cupid.com

‘Apa yang harus aku lakukan untuk mengatahui ia mencintaiku atau tidak?Aku ingin segera tahu perasaannya padaku.Apa yang harus kulakukan?’

Aku menghela napas tuk ke sekian kali.Apa yang harus kulakukan?Aku tak mungkin langsung bilang kalau Minhae tidak berjodoh dengan Donghae?

Dengan cepat keketik balasan tuk Minhae.

From:OnlyLove@cupid.com

To:mywordisddifferent@life.com

‘Kau akan tahu perasaannya padamu,kalau kau mengatakan padanya.Tapi yang mesti kau tahu,cinta tak bisa dipaksa.Cinta hanya dapat dirasakan. Dengan kekuatanmu,kau akan menggapai cinta itu.Hwaiting \(^o^)/’

Ku klik ‘sent’.Aku hanya dapat berharap semua berjalan dengan baik dan tak ada yang tersakiti. Aku ingin semua klien ku bahagia termasuk Minhae.Aku berharap malaikat cinta akan mempertemukan Minhae pada cinta sejatinya.

#

Jantungku berdegup halus.Kulirik arloji dipergelangan kiri tanganku.Pukul 07.30.Minhae belum datang.Bagaimana ini?Entah kenapa hatiku cemas memikirkan Minhae.Apa ia sudah menyatakan perasaannya pada Donghae? Apakah Minhae diterima?Pikiranku seakan penuh dengan pertanyaan yang membuatku merasa penat.

Aku tersenyum kecil mendapati Minhae yang masuk kedalam kelas.Dari air wajahnya dapat kuterka ia sedang tak bersemangat.Dengan cepat kulangkahkan kakiku kearahnya.

“Minhae,gwachana?”

Minhae hanya tersenyum kecil menanggapi pertanyaanku.Wajahnya tampak memilukan. Perlahan cairan jernih meluncur mulus dipipinya.Keadaan Minhae sudah menjawab semuanya.Kupeluk dirinya.

“Kau kuat Minhae.”

#

“Katakan apa yang terjadi padamu?”

Minhae menghirup napas dalam.Ia menahan gejolak hatinya yang terus mengobrak – abrik perasaannya.Aku hanya bisa menjadi penonton yang berpura – pura tak tahu nasib temanku sendiri. Walaupun aku lah sang sutradara dibalik nasib temanku itu.

“Kalau kau tak bisa menceritakannya.Kau tak perlu bercerita padaku.”ujarku akhirnya.

Dapatku lihat bahu Minhae bergetar.Ia kembali menangis dalam diamnya. Rasanya memilukan melihatnya seperti itu.Sedangkan aku tak tahu apa yang harus ku perbuat untuk menenangkannya.

“Aku patah hati Gongra.Aku…aku- patah hati.”ujar Minhae lirih,nyaris seperti berbisik.

Aku terdiam.Mulutku kelu,tak mampu mengeluarkan kata – kata penyemangat untuknya.Teman macam apa aku ini?Kurangkul tubuhnya.Mencoba menenangkannya yang semakin keras terisak.

“Dia bilang-”Isak tangis terus keluar dari bibirnya. “Dia bilang..kalau-ia hanya mengangapku adiknya.”

Aku terus mendengarkannya.Tanpa bisa mengatakan apapun.Bodohnya aku.Aku beranjak dari duduk ku. “Akan ku belikan minum untukmu.Kau tunggu disini ya.”ujarku akhirnya.Hatiku tak kuat melihat Minhae yang terpuruk seperti itu.Hatiku menangis.Aku tak mampu melakukan apapun untuknya.

‘Minhae,maafkan aku.’

#

Kutatap mesin penjual minuman otomatis.Kutekan tombol untuk orange juice,Minhae sangat suka minuman itu.Aku harap minuman itu akan sedikit menenangkan hatinya.

“Aku baru tahu kau suka orange juice,Gongra.”

Aku terlonjak.Kuputar tubuhku cepat.Tampak Kyuhyun yang kini sudah berdiri disampingku.Ia tampak memencet mesin minuman untuk moccacinno.

“Aishhh Kyuhyun!!Kau membuatku kaget!!!”ujarku cepat seraya mengelus dadaku.

Bibirnya menyunggingkan senyum.”Kau yang tak sadar kehadiranku.”ujarnya,membela diri.

Terbersit ide gila dipikiranku melihat Kyuhyun.Mungkin ide gila ku ini,akan membuat suatu perubahan yang baik pada Minhae.Yah aku harap begitu.Kusunggingkan senyum tipis. “Kyuhyun,bisakah aku minta tolong sesuatu padamu?”

Kyuhyun berjengit bingung.”Minta tolong apa?”

Senyumku semakin mengembang. “Mau kah kau memberikan minuman ini untuk Minhae?”seraya menyodorkan kaleng orange juice padanya.

Raut wajah Kyuhyuun berubah saat ku kumandangkan nama Minhae.Dari awal aku yakin kalau Kyuhyun memang menyukai Minhae.Lagipula bukankah Kyuhyun adalah jodoh Minhae?Aku melihat ikatan jodoh benang merah diantara mereka waktu itu.Mungkin inilah saatnya ikatan benang itu ku pererat.

“Minhae ditaman belakang sekolah.Aku tak bisa kesana karena aku tiba – tiba di panggil songsaenim. Mau kah kau mengantarkannya?” tanganku tetap terjulur,menanti Kyuhyun tuk meraih kalang orange juice dari tanganku.

“Tapi aku-“

“Ayolah!!Minhae akan senang,kalau kau yang memberikan ini padanya.”paksaku.Kuletakan kaleng orange juice itu ditangannya.

“Sampaikan pada Minhae ya!!!”ujarku cepat seraya bergegas pergi meninggalkan Kyuhyun.

“Ya!!Gongra!!!Tunggu!!!”

Aku terus berlari meninggalkan Kyuhyun.Mungkin dengan keberadaan Kyuhyun akan membuat Minhae bahagia.Setidaknya hal ini akan mengurangi rasa sedihnya atas penolakan yang dilakukan Donghae.

#

Kubuka pintu kamarku cepat.Kurebahkan tubuhku diranjang,meregangkan syaraf – syaraf ku yang kaku. Hari ini cukup melelahkan tapi aku cukup bahagia .Tadi saat pulang sekolah,Minhae dan Kyuhyun pulang bersama.Walaupun Minhae masih bersedih tapi sepertinya Kyuhyun bisa mengurangi rasa sedihnya itu.

Ku ambil ponselku ditas.Kukirim mail tuk Minhae.

From:OnlyLove@cupid.com

To:mywordisdifferent@life.com

‘Maaf.Mungkin itu kalimat yang paling tepat untuk menyampaikan permohonan maaf ku pada anda. Aku tahu,anda sedang kecewa saaat ini.Tapi yakinlah,walaupun hal itu tak sesuai harapan anda.Walaupun ia tak memiliki perasaan cinta pada anda.Anda masih memiliki orang yang perduli pada anda. Cinta itu tak bisa ditebak.Cinta itu datang dan pergi tanpa bisa dicegah.Aku harap anda kan menemukan pria yang akan menjadi jodoh anda,walaupun pria itu bukan yang anda cintai saat ini.’

Aku tersenyum kecil memandang mail yang ku kirim untuk Minhae. “Kau pantas bahagia Minhae.Pria menyebalkan seperti Donghae memang tak cocok untukmu.Kau pantas menerima pria yang lebih baik dari Donghae.”

“Aku bahagia Minhae.Karena kau tak berjodoh dengan pria menyebalkan itu.”

“Kau bahagia karena Minhae tak berjodoh dengan pria itu atau karena pria itu tak berjodoh dengan Minhae??”

Aku beranjak bangun.Tampak Hyura unnie berdiri diambang pintu kamarku.Sejak kapan Hyura unnie berada disana?

“Aku sudah ada disini sejak tadi,kau saja yang tak sadar.”

Hyura unnie selalu bisa membaca pikiranku.Padahal aku belum menanyakannya.Hyura unnie berjalan menghampiriku dan mengambil posisi duduk disampingku.

“Kau tak ingin mencari pria yang memiliki ikatan benang merah denganmu Gongra?”

Aku terdiam.Kenapa Hyura unnie tiba – tiba menanyakan hal seperti itu?

“Jodohmu itu didekatmu Gongra.Apa kau tak sadar?Padahal banyak sekali kejadian yang membuatmu semakin dekat dengan jodohmu.Tapi kenapa kau tak pernah sadar?”

Alisku terpaut.Aku benar – benar tak mengerti dengan perkataan Hyura unnie.Hyura unnie jauh lebih aneh dari biasanya.Terlebih perkataan yang tak jelas jundrungannya itu.Tentang pria yang ditakdirkan sebagai benang merahku.

Hyura unnie tersenyum. “Akan lebih banyak lagi kejadian yang akan mempertemukanmu dengan pria benang merahmu Gongra.Walaupun kau akan menentangnya.Tapi takdir benang merahmu akan tetap membawamu pada pria itu.Jadi bersiaplah,karena kau akan menemukan kebahagianmu sendiri.”

Aku terpaku mendengar perkataan Hyura unnie.Apa ia meramalku lagi?Apa kepalanya teratuk sesuatu sampai mengeluarkan perkataan aneh seperti itu?Aku tak mau ambil pusing dengan perkataanya.Yang jelas,aku berharap pria yang ditakdirkan untukku adalah pria yang dapat mengerti diriku dan membuatku merasa nyaman saat bersamanya.Harus ku cari kemana pria seperti itu?

#

Sudah tiga bulan sejak aku menangangi masalah cinta Minhae dan Sarang.Minhae pun kini sudah jauh lebih akrab dengan Kyuhyun.Aku rasa mereka mungkin akan menjadi sepasang kekasih sebentar lagi.Hanya tinggal menunggu waktu saja tuk mewujudkan pikiranku itu.Lalu bagaimana dengan Sarang?Bagaimana kisah cinta Sarang dan Jungsoo?Sarang mengirimi ku mail,ia bilang:ia mengundangku untuk datang ke pernikahannya dan Jungsoo.Sebagai cupid cinta mereka tentu aku merasa senang akan hal itu.

Kupandang diriku yang tengah mematut diri didepan cermin.Sempurna.Aku terlihat cantik dengan gaun putih yang membalut tubuhku.Kusematkan kalung mutiara kecil.Membuatku makin terlihat cantik.itulah kenyataannya,kalau aku memang gadis yang cantik.Tapi kenapa sampai sekarang aku belum memiliki kekasih ya?Padahal aku selalu membantu para klien ku tuk menemukan cinta sejatinya.Tapi kenapa aku sendiri belum menemukan takdir cintaku?Bukankah ini aneh?

“Kau sudah cantik Gongra.Berhentilah bercermin.Kau tak ingin terlambat ke pesta pernikahan Sarang dan Jungsoo kan?” Hyura unnie mulai tak sabar melihatku.

Kuambil tas tanganku diatas meja rias dan bergegas berjalan menghapiri Hyura unnie yang menunggu diambang pintu kamarku. “Ne,unnie.Aku pergi dulu.” Pamitku padanya.

#

Aku tak henti menatap kagum interior pernikahan Sarang dan Jungsoo.Nuansa putih dan gold mengiasi tempat pesta pernikahan mereka.Bunga mawar putih mendominasi ruang pesta itu.Sungguh manis.Aku ingin pesta pernikahan ku kelak seperti ini.Tapi kapan itu akan terjadi?

“Kau datang Gongra.”

Aku sedikit berjengit.Kutolehkan kepalaku kearah asal suara itu.Tampak Sungmin yang tengah tersenyum menebarkan pesonanya.Sudah lama aku tak melihat pria itu.Terakhir kali melihatnya saat ia mengatarku pulang dari pesta penyambutan Joongwon oppa.

“Annyeong Sungmin.” Ku ukir senyum untuknya.

“Aku tak menyangka kau bisa ada dipesta pernikahan nunna ku.Apa kau mengenal nunna ku?”

Hampir aku melupakannya.Sungmin adalah adiknya Sarang.Tentu ia pasti heran melihat kehadiranku di pesta pernikahan kakaknya yang notabennya aku tak mengenal Sarang secara dekat.

“Akhhh aku-.”

“Rupanya kau juga diundang oleh nunna ya.”

Suara itu.Suara Donghae.Kupicingkan mataku,rasanya sebal melihat kehadiran Donghae.Kenapa aku bisa sampai melupakan Donghae yang juga adiknya Sarang?Aku sedikit menyesal datang ke acara pernikahan Sarang kalau ada pria menyebalkan itu.Rasanya aku ingin pulang kalau begini.

“Itu tidak ada hubungannya denganmu!!” ujarku,ketus.

“Sungmin,aku permisi.Aku malas melihat wajah adikmu yang menyebalkan ini!!” mataku mendelik kearah Donghae.Kemudian bergegas pergi meninggalkan Sungmin yang terpanga dengan perubahan sikapku.

“Aishhh tetap ketus dan kasar seperti biasanya.”

Kuhentikan langkahku.Kubalikan tubuhku cepat. “Ya!!Lee Donghae!!Mulutmu tetap tak sopan seperti biasanya!!” balasku tak mau kalah.Sungguh menyebalkan mendengar perkataannya itu.Pria macam apa yang bisa mengeluarkan perkataan seperti itu untuk seorang gadis?

“Apa kau bilang??Katakan sekali lagi kalau kau berani!!!”tantangnya.Ia berjalan cepat kearahku. Wajahnya mendongak angkuh.Membuatku naik pitam melihatnya.

“Kau pria yang paling congkak dan menyebalkan yang pernah kutemui!!!”

“Kau gadis yang urakan dan tak punya sopan!!!”balasnya.

Tanganku mengepal kuat,menahan amarah yang bergemuruh kuat didada. “Aishh kau itu pria yang tak tahu adat!!!!!!!!”

“Aishh kau itu gadis yang lebih tak tahu adat dariku!!!”

“Ya!!Lee Donghae!!Kau-“

“Sudah!!Aku tak tahu ada masalah apa diantara kalian.Tapi bisakah kalian berdua tak adu mulut disini!!!” ujar Sungmin menengahi.Gara – gara Donghae aku telah mempermalukan diriku sendiri didepan para tamu undangan.Sungguh menyebalkan!

“Donghae,lebih baik kau minta maaf pada Gongra atas perkataanmu padanya.”

“Tapi Hyung,gadis menyebalkan ini duluan yang memulainya.”

“Aku juga tak butuh kata maafmu!!!”

“Kau sudah dengar sendiri kan hyung.Ia sadar kalau ia yang salah!!!”

Aku mencibir. “Aish apa kau bilang???”

Donghae berkacak pinggang kemudian dengan acuh meninggalkanku dengan Sungmin.Dasar pria menyebalkan.Sungguh malang gadis yang akan menjadi jodohmu.

#

Senyum bahagia tak henti menghias wajahku,melihat Sarang dan Jungsoo yang tengah mengikrarkan janji sehidup semati.Kapan kira – kira aku akan mengatakan ikrar suci itu dengan pria takdirku?Kapan akan ku temui pria yang akan menjadi jodoh benang merahku?Aku harap,aku akan segera menemukan pria itu.

“Aku tak rela kau dengan pria itu nunna.Aku tak rela.”

Suara itu.Pasti suaranya.Kubalikan tubuhku.Donghae tengah terpekur dalam.Kalimat itu terus bergumam dari bibirnya. Sepertinya ia memang sister complek.Mana ada adik kandung yang berkata seperti itu dipernikahan kakaknya?Aku menghela napas panjang melihat sikapnya.Memilukan.Dua kali aku melihatnya bersikap seperti itu.Padahal biasanya kalimat kasar dan makian yang keluar dari bibirnya.Apa ia tak bisa mengendalikan dirinya tuk menerima kenyataan kalau Sarang sudah menjadi milik Jungsoo?Dasar sister complek.Kutarik ia dari tempat itu.Aneh tak ada perlawanan darinya. Sepertinya Donghae benar – benar patah hati.

“Ya!!Sampai kapan kau akan merasa sedih seperti itu?Kau tak malu apa dilihat para tamu undangan?Bisa – bisa kau disangka  tak setuju dengan pernikahan kakakmu sendiri.”

“Memang kenyataannya aku tak setuju dengan pria itu.”

Aku menghela napas panjang.”Aish dasar sister complek!!”

“Apa salahnya mencintai?Walau aku mencintai nunnaku sendiri.Bukankah cinta itu tak bisa diprediksi? Aku sendiri tak mau mencintai nunnaku!!Tapi cinta itu terlalu kuat merayu ku. Apa aku salah?Apa cintaku ini salah??”

Aku terdiam.Tak ada yang salah dalam cinta.Memang benar cinta tak bisa dicegah.Cinta hanya dapat dirasakan.Termasuk perasaan Donghae pada Sarang,kakaknya.Tak ada yang salah dalam cinta itu.

“Tidak,cinta tak pernah salah.Yang salah adalah saat kau tak kuat melawan rayuan cinta itu.Saat kau tak bisa menahan cinta yang ada dihatimu.Kau salah saat menempatkan cinta pada gadis yang tak tepat untukmu.Tapi kau benar, kalau kau tahu cinta itu tak bisa dipaksakan dan tak mesti harus  dimiliki.Kau akan lebih benar lagi,kalau kau bisa mengiklaskan cintamu pergi tuk kebahagiaan cintamu.”

“Cinta bukan nafsu.Cinta adalah suatu karunia yang harus dirasakan oleh hati dan dipikir oleh akal.Kau berhak mencintai siapapun tapi kau tak berhak memaksa orang itu tuk mencintaimu juga.”

“Gadis menyebalkan,bolehkah aku meminjam bahumu tuk bersandar?”

“Silahkan,kalau kau merasa hal itu dapat membuat hatimu tenang.”Entah kenapa jawaban itu yang keluar dari mulutku?Padahal,kalau aku yang biasa,tak akan mengizinkan Donghae bersandar dibahuku seperti sekarang.Mengingat ia pria yang sangat menyebalkan dan selalu membuatku sial setiap bertemu dengannya.

Dapatku rasakan bahuku basah.Sepertinya ia menangis.Ada rasa tak percaya mengetahui seorang Lee Donghae bisa menangis dibahuku saat ini,melepas gadis yang ia cintai.Padahal waktu aku patah hati dengan Jongwon oppa,Donghae malah membuatku ribut dengannya.

“Lampiaskanlah duka lara mu sampai kau puas Lee Donghae.”

#

Sejak insiden Donghae menangis dibahuku waktu itu,aku jadi sering bertemu dengannya.Bukan kami ingin sengaja bertemu,tapi entah kenapa selalu ada hal yang mempertemukan aku dengannya.Ini aneh bukan?Lebih anehnya lagi,kami sudah tak pernah ribut setiap kali kami bertemu.

Seperti hari ini,aku tak sengaja bertemu dengannya di toko cd.Saat aku ingin membeli cd boyband kesayanganku,Super Junior.Aku bertemu dengannya.

Tanganku terjulur tuk mengambil cd album Super Junior yang tinggal satu dirak album.Tangan ku nyaris menggapai cd itu,saat tangan lain berhasil terlebih dulu mendapat kan cd album itu.Dengan cepat kutolehkan wajahku,tuk melihat siapa gerangan yang mendahuluiku mendapatkan cd album itu.

Aku terpanga melihat sosok itu. “Donghae?Kau??”

Dapat ku tangkap raut keterkejutan diwajahnya melihatku. “Gongra?Sedang apa kau disini?”

Aku mendengus. “Tentu saja untuk membeli cd.Tak mungkin kan aku membeli makanan ditoko cd!.”

Donghae tertawa renyah mendengar jawabanku. “Hahahhaahha ya tentunya untuk membeli cd.Kau mau membeli cd apa?”

Ku tunjuk cd Super Junior ditangannya.Tampaknya ia mengerti dengan maksudku. “Akh ini.Untukmu saja kalau begitu.”ujarnya seraya menaruh cd itu dalam tanganku.

“Gomawo.”ujarku senang.Bisa nangis darah aku kalau tak mendapatkan cd itu.Itu cd terakhir yang berhasil kutemukan setelah mencari dibeberapa toko.Dengan cepat aku berlalu dari hadapannya tuk segera membayar cd itu.

“Setelah ini,apa kau ada acara Gongra?”

Aku berbalik cepat.Donghae tengah menatap ku. “Tidak ada.Memang ada apa?”

Donghae tersenyum. “Mau menemaniku makan siang?”tawarnya.

Aku berpikir sejenak.Kemudian mengangguk setuju. “Tentu,kebetulan cacing diperutku sudah minta diisi.”

Alhasil, disini lah aku sekarang.Makan siang bersama Donghae disalah satu restoran tokpogi.

Aku hanya terdiam memperhatikan Donghae yang tengah menyantap tokpoginya.Ia tampak menikmati makanannya.Rasanya masih janggal,makan siang bersama dengan Donghae dan tak ada keributan diantara kami.Ada perasaan rindu bertengkar dengannya.

“Kenapa kau hanya melihatku saja?Apa kau terkesima dengan ketampanan ku?”

Aku menyerngit mendengar perkataannya. “Aishhh PD sekali kau!!” ujarku cepat sambil melahap tokpogi .

“Hahhahahahah jangan sampai kau jadi jatuh cinta padaku ya.” Sambil mengedipkan matanya.

Seketika pipi ku memanas.”Itu tak akan terjadi!”

Seperti mimpi jika mengingat pertengkaran kami dulu.Donghae kini jauh lebih bersahabat denganku sejak kejadian itu.Sepertinya,aku telah salah sangka padanya.Ia ternyata tak seburuk yang ku pikir.Kini aku mengerti kenapa Minhae dulu bisa jatuh cinta pada Donghae.Dan kini,cinta itu terjadi padaku.

#

“Jodohmu semakin dekat rupanya.”

Aku tersedak mendengar perkataan Hyura unnie.Air yang ku minum,keluar semua dari mulutku. “Aishh unnie!!Kau ini bicara apa?”

Hyura unnie mendelik menatapku.Senyum nakal terlukis dibibirnya. “Kau masih tak sadar?Atau kau pura – pura tak sadar?”

Rona kemerahan menyembul dikedua pipiku. Aku sadar tapi aku tak yakin.Aku tak mau terlalu berharap.Dan aku tak mau berspekulasi tuk menentukan apa yang akan terjadi.Aku sudah menyadari ada sesuatu yang tak beres dengan hatiku.Sesuatu tentang karunia tuhan yang kini berada dihatiku.Ini tentang cinta.Entahlah aku tak tahu,cinta itu kapan mulai hadir dalam relung hatiku.Tiba – tiba terasa ada yang berbeda,terlebih saat aku menyadarinya.

“Aku tak yakin akan cinta dan takdir ini unnie.Karena aku tak bisa melihat ikatan takdir benang merahku sendiri.”

“Jadi itu yang membuatmu tak yakin?Dasar adik yang bodoh!!!”

“Mwoe??Unnie bilang aku bodoh??Aishhh unnie!!Adikmu ini pintar sekali tahu!!”

Hyura unnie menghela napas panjang. “Kau tahu tapi kau tidak tahu.Itu lah dirimu Gongra!Makanya kau bodoh!”

“Tak perlu ada ikatan benar merah takdir Gongra.Yang penting,saat kau mencintai seseorang.Kau harus yakin akan cinta mu itu.Bukankah kau pernah bilang pada seseorang, kalau cinta adalah karunia dari tuhan yang hanya dapat dirasakan oleh hati dan dipikir oleh akal?Lalu kenapa kau harus terpatok dengan benang merah takdir?Kalau kau sendiri tahu,cinta itu sebagai karunia.”

“Aku yang bisa meramal masa depan tapi aku sendiri tak percaya dengan apa yang aku ramalkan.Jadi rasakanlah cinta itu dan perjuangkan lah.Jangan bergantung dengan hal – hal seperti itu.”

Aku terus mendengar perkataan Hyura unnie.

“Bukankah dulu kau pernah berpikir kalau pria itu tak mungkin menjadi jodohmu.Bahkan kau dulu sering bertengkar dengannya tapi karena cinta datang tiba – tiba kau sepertinya sudah tak memikirkan hal yang pernah terjadi dulu.Jadi untuk apa kembali kau pusingkan masalah itu.Jalani saja apa yang ada didepanmu,urusan akhirnya itu belakangan.”

Aku hanya terdiam.Perkataan Hyura unnie ada benarnya.Tak selamanya harus berpatok pada benang merah takdir.Cukup mempercayai diri dan tuhan akan karunia terindah yang telah ia berikan di hatiku ini.Aku harus menghadapi apa yang ada didepanku saat ini,bukan apa yang akan terjadi diakhir.

#

Aku harus mengambil tindakan tuk diriku sendiri.Tuk kebahagianku.Tuk takdirku.Akan ku katakan kalimat cinta itu padanya.Urusan aku berjodoh dengannya atau tidak,itu urusan akhir.Yang penting aku perjuangkan cinta ini terlebih dahulu.Terlalu cepatkah untuk menyatakan cinta?Aku rasa tidak,karena cinta itu tak mengenal waktu.Kapan saja cinta bisa hadir dan tak bisa dicegah.Aku gila jatuh cinta padanya.Aku akui itu.Kali ini,aku bukan memperjuangkan cinta klienku tapi cintaku sendiri.Tak perduli apa jawabannya nanti.

Jujur,aku merasa gugup saat ini.Bulir keringat tak henti mengalir dipelipis menunggu kedatangannya.

“Apa yang ingin kau sampaikan padaku?”

Suara itu membuyarkan lamunanku.Kusunggingkan senyum melihat kehadiran pria itu,Donghae.Aku gila karena mencintai pria yang aku anggap menyebalkan ini.

Kuteguk liurku sendiri.Siap tak siap,akan tetap ku katakan. “Mungkin kau akan merasa aneh mendengar perkataanku nanti.Mengingat pertemuan pertama kita yang tak menyenangkan,rasanya masih membuatku sebal denganmu jika mengingatnya.”

“Hhahahah ya,kalau aku ingat rasanya masih sedikit menyebalkan.”

“Dulu aku merasa kasihan dengan gadis yang akan menjadi jodohmu.Karena kau dimataku sebagai pria yang amat sangat menyebalkan.Tentu gadis yang menyukaimu akan sangat sial.”

Donghae tampak gusar dengan perkataanku. “Aishhh jadi kau pernah berpikir seperti itu??Aishhh kau ini!!!”

“Dan kini,aku yang mengasihani diriku sendiri.Apa kau tahu kenapa?”

Donghae terdiam.sepertinya ia mulai mengerti dengan arah pembicaraanku. “Kenapa?”tanyanya lirih.Nyaris seperti berbisik.

Kutatap lurus retinanya.Kuhirup napasku dalam,aku yakin ia akan terkejut bahkan mungkin tak akan suka dengan perkataanku ini. “Karena aku menyukai pria menyebalkan seperti dirimu.”ujarku mantap.

Air wajahnya tetap tenang.Ia tak kaget dengan perkataanku. Sepertinya ini tanda ia menolakku.Ku hembuskan napas kuat. “Aku hanya ingin menyampaikan perasaanku padamu.Kau tak perlu menjawabnya.”

“HAHHAHAHAHAHAHAH kau bercanda?Kau tidak seriuskan??” Donghae tertawa kencang.Yah ia tertawa.Rasanya menyebalkan.Sepertinya pernyataanku hanya dianggap sebuah lelucon olehnya.

“Aishhhh Lee Donghae aku serius!!!Aku telah menyukai pria yang menyebalkan sepertimu!!!Aku juga tak tahu sejak kapan,tapi aku yakin yang kurasakan ini adalah cinta!!”

Donghae semakin kencang tertawa,membuatku makin sebal melihatnya.Aku sudah memprediksi reaksi seperti ini yang akan ia tunjukkan tapi aku tak menyangka kalau reaksinya ini akan mencabik hatiku.

“Tertawalah terus!!Terus saja tertawa sampai kau mati!!!” Dapatku rasakan cairan bening yang kutahan,mulai jatuh perlahan.Rasanya menyakitkan.

Donghae terdiam.Detik berikutnya,dapat kurasakan sesuatu merangkul tubuhku erat.

“Aku tak pernah menyangka akan seperti ini.Waktu pertama kali aku mengenalmu,kau gadis yang sangat menyebalkan dan aneh.Aku pernah  bersumpah tak akan pernah menyukaimu Gongra.”

Aku terdiam dalam pelukannya.Perkataan terakhirnya merajam hatiku.Air mataku semakin deras mengalir.Sungguh sakit mendengar perkataannya.

“Tapi-.”Donghae melepaskan pelukannya.Ia menatapku penuh. “tak dapat ku pungkiri saat cinta itu datang padaku.Dan aku tak menyangka bisa menempatkan dirimu sebagai gadis yang kucintai setelah Sarang nunna.”

Aku termangu.Jadi maksudnya?Ia memiliki perasaan yang sama denganku? “Kau menyukai gadis menyebalkan sepertiku?”

Donghae terkekeh geli mendengar pertanyaanku. “Menurutmu?Aku suka tau tidak??”

Aku berpikir sejenak. “Kau juga suka padaku.”

Donghae semakin terkekeh geli. “Ya,begitulah.”

“Aishhhh jangan bercanda seperti itu!!!!!”ujarku dengan intonasi yang agak tinggi.

Donghae tertawa terbahak “HAHHAHAHhhaahhah maaf,aku jadi tak tahan tuk menggodamu.”

“Aishhh Lee Donghae!!Kau memang pria yang menyebalkan dan tak bisa serius!!!!”teriakku kesal.

“Kau ingin aku serius?”

“Tentu saja,aku-“

Perkataanku tertahan.Mataku terbelalak.Donghae kini tengah menciumku.Semakin lama,ia semakin memperdalam ciumannya.Membutaku terhanyut dalam ciuman yang memabukan ini.Ia kembali merangkul tubuhku dalam pelukannya.Semakin dalam ciumannya,membuatku terbuai.

Perlahan ia melepaskan ciumannya.Dapat kurasakan pipiku memanas saat ia menatapku dalam. “Aku mencintai gadis menyebalkan sepertimu Gongra.”

“Ne,aku juga mencintai pria menyebalkan sepertimu Lee Donghae.”

Donghae kembali tertawa.Detik berikutnya,ia kembali menenggelamkanku dalam pelukan hangatnya.

Cinta itu karunia yang diberikan oleh tuhan yang hanya bisa dirasakan oleh hati dan dipikir oleh akal.Tak perlu ikatan takdir benang merah tuk menentukan berjodoh atau tidak.Karena cinta adalah sesuatu yang patut dipertahankan dan diperjuangkan.Agar cinta itu bisa mencapai bahagia.Takdir bisa diubah kalau kita sendiri yang mau mengubahnya. Dan takdir cinta ini akan ku jaga didalam relung hatiku selamanya.

End

thanks for read :)

dont be silent reader ok?

20 thoughts on “My Destiny part 3 End

  1. Akhirnya mereka berjodoh,,,suka bgt jalan ceritanyaa,,,lain dr yg lain,,,,minhae bakalan sama kyu kan??keren ffnyaa,,,, great job chingu :)

  2. wah endingnya aku deh yang sakit hati. kenapa harus diperdalam ciumannya? -,-
    tapi bagus kok. itu cuma perasaan pribadi aku aja (?) :D

  3. So sweet endingnya… Hwaaa.. Jd senyam senyum sndri.. >,<
    Nice FF chingu..
    Iya sayang part1 nya ga bs d buka..

  4. hmmm akhirnya, mereka bisa ngutarain isi hati mereka. N mereka saling suka.
    Tapi kayanya kurang panjang deh. Tapi its:ke dah, yang penting mereka bahagia :).
    Chukkae ya buat donghae n gongra. Hwaiting!!! ^^,

  5. Daebak….endingnya bikin iri tingkat dewa plus kata-katanya juga menghanyutkan, request dong main castnya dari boyfriend, muchii…

  6. Endingnya bikin senyum-senyum sendiri, n bisa meningkatkan prosentase keinginan untuk menggantikan posisi Gongra. Apalagi kissing diperdalam, jadi iri kuadrat…buat Author kata-katanya membuatku terbuai Dan kuereennn banget. Lanjut….

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s