[Freelance] When Love Is Growing

When Love is Growing

Author : hyunjialmighty95

Main Cast:

–        Choi  Hyerin a.k.a  Achiing

Gadis berusia 16 tahun, bersekolah di Seoul Senior high school. , gadis polos dan ceria sangat mendambakan punya seorang  pacar yang keren, ia juga mempercayai mitos – mitos cinta

–        Lee taemin

Teman sekelas Hyerin. Berusia 16 tahun. Memiliki sifat pemalu dan agak tertutup dan terkadang terkesan penakut.

–        Lee hyuk jae

Berumur 17 tahun. Merupaka ketua osis di seoul senior high school. Sikapnya yang ramah dan tergolong  supel membuatnya menjadi salah satu idola di sekolahnya

–        Hyunji

Eonni hyerin yang berusia 18 tahun. Kelas XII seoul senior high school. Mempunyai sikap yang berbeda dengan Hyerin. Sifatnya yang sedikit dingin dan cuek membuatnya kurang peduli dengan keadaan sekitarnya.tapi ia sangat patuh pada peraturan yang ada makanya ia menjadi ketua laboratorium sejak kelas 1 SMA hingga sekarang.

–        Kim kibum

Teman masa kecilnya Hyunji. Sekelas dengan Hyunji dan juga menjadi wakil ketua laboratorium. Sifatnya yang jail terkadang membuat Hyunji makan hati dibuatnya.sangat dekat dengan Hyerin bahkan ia telah menganggap Hyerin adalah dongsaengnya sendiri.

Other Cast: Jihee

Genre : romance

Rating : PG-13

Length:  Chapter

Ps : nih ff keduaku yang aku post di blog ini, jadi maklum aja kalau aku blom mahir buat ff nya.

-It’s TaeRin time-

Ada banyak  mitos cinta di Seoul Senior High School. Hyerin, gadis polos dan ceria sangat mendambakan punya seorang  pacar yang keren, ia juga mempercayai mitos – mitos cinta karena ulah eonninya, Hyunji yang bisa menikah dengan seorang namja yang sangat dicintainya karena mitos cinta itu. Tapi disaat ia ingin melakukan setiap mitos cinta itu, ada seorang namja yang selalu mengganggu kosentrasinya.

Biarpun Hyerin sering mencari masalah dengan namja itu. namja itu selalu saja diam dan terkesan sedikit pemalui, tapi saat Hyerin merasa cemas dan ketakutan , namja itu selalu saja ada disisinya. Biarpun namja itu selalu mengunci bibirnya rapat,dan selalu menundukkan kepalanya , seakan menutup dirinya. Hal itulah yang membuat Hyerin tertarik untuk mencari tahu tentang pribadi namja itu.

Akhirnya Hyerin jatuh cinta pada namja itu. Walau terkadang Hyerin belum bisa memahami diri namja itu sepenuhnya. Sikapnya yang bisa berubah dan terlebih sikap pemalunya yang membuat hyerin kesal dan mulai ragu dengan cintanya itu. Usahanya untuk merebut hati namja itu pun terasa semakin berat. Disaat Hyerin mulai menggapai cintanya, ia bertubrukan dengan ketua OSIS yang terkenal dengan sikapnya yang easygoing dan ketampanannya, sosok Sang ketua osis itu sangat cocok dengan namja yang amat diidam-idamkannya.Saat mereka bertubrukan  Sang ketua OSIS disaat itulah sang ketua osis mulai masuk kedalam kehidupan Hyerin.dan menawarkan cintanya kepada Hyerin.

Bagaimana hubungan Hyerin dengan namja menyebalkan itu dan apakah ia akan berpaling kepada Sang ketua OSIS yang tak kalah tampan dan keren  itu…? Atau malah tidak memilih kedua namja itu

Bagaimana kelanjutan dari mitos cinta yang dipercayai Hyerin?.  Apakah mitos yang dialami Hyunji, eonninya  juga berlaku untuknya?

Sebelum ngebuat cerita Hyerin dan nampyon – nampyonnya, aku mau  cerita tentang kisah Hyunji dulu. Seperti yang aku ceritakan  tadi, hyunji tuh adalah eonninya hyerin. Mereka berdua tuh, kakak beadik yang ga ada mirip- miripnya, sifatnya aja bertolak belakang. Hehehe bingung jg kok mereka bisa saudaraan. Hyunji memiliki seorang teman kecil yang kalau mau dibilag mereka tuh sering bertengkar walau didalam lubuk hati mereka mereka tak menyadari kalau mereka tuh saling menyayangi dan saling melindungi satu sama lain. Ini bakal ada hubungannya dengan TaeRin couple.

-It’s JiBum ^^ time-

Bel istirahat pelajaran berbunyi. dilorong sekolah seoul senior high school, tampak ramai siswa – siswi yang berlalu lalang, ada yang sedang menogbrol bahkan ada yang masih bermain kejar – kejaran. Seorang yeoja berkacamata berjalan lurus tanpa memperhatikan keadaan sekitarnya.Rambut sebahunya dikuncir satu dan sebuah jepit hijau menghiasi rambutnya menambah kesan manis pada dirinya.

Hyunji pov

“hyunji sunbae !!!!” teriak beberapa yeoja berlari kecil kearahku.

“ne, waeyo?” aku membalikkan badanku menatap heran mereka.

“Kami ingin meminjam kunci laboratorium, kami ingin melakukan percobaan untuk tugas kami.”

“mianhe, tapi aku tak bisa meminjamkannya, bukannya kalian sudah  tahu peraturan laboratorium, lagian di labor banyak alat – alat yang gampang pecah dan berbahaya.Bukannya  selain jam yang telah ditentukan, murid – murid tidak boleh memasuki  ruang laboratorium.”

“tapi tugas itu harus dikumpul besok, eonni.”  Pinta seorang gadis berpostur agak tinggi dibandingkan teman – temannya yang lain.

“tidak bisa, setiap peraturan itu harus di jalani dan diterapkan dengan baik,lagian salah kalian sendiri mengapa tidak meneyelesaikan tugas itu saat jam laboratorium dibuka. Ada masalah  lagi ? kalau gak ada aku mau ke kelas dulu .”

“ada apa sih ???” seorang namja datang menhampiri kami dengan santainya .

“aishh appu, kenapa kau mencubit ku?” sungutku pada namja yang mencubit pipiku itu, bukannya minta maaf dia malah masang muka gak berdosa. Dasar !!!

“maafkan anak ini ya, dia memang seperti ajuhma- ajuhma yang taat sekali dengan peraturan. Kalian boleh kok meminjam kunci perpustakaan.”

“aishh, apa katamu kim kibum, ajuhma??? Dasar kau yang seperti ajuhma.sejak kapan kau boleh meminjamkan kunci itu tanpa persetujuanku hah??? “

“apa kau lupa aku adalah wakilmu, jadi aku berhak untuk meminjamkannya.” Ujarnya sambil memeletkan lidahnya

“waaa kau memang sangat baik kibum sunbae.” Ujar para gadis itu dengan mata  berbinar. Aishhh  aku muak melihat sikap mereka.

“sebenarnya mau apa kalian ke laboratorium jam segini?”

“apa kau tak pernah mendengar mitos tentang laboratorium  disekolah kita ini, percuma saja kalian menjadi ketua dan wakil laboratorium selama 3 tahun ini.”

“memangnya apa mitosnya, aku tak pernah dengar tuh.” Ujar Kibum sambil berkacak pinggang.

“ siapa yang berciuman di ruang perpustakaan akan menjadi pasangan yang abadi slamanya.apalagi mala mini malam bulan purnama, pasti akan  romantic .” ujar gadis manis  yang sejak tadi diam itu dengan mata yang berbinar sambil menyelami dunia khayalannya.

“sudah kuduga kalian pasti memiliki tujuan yang lain. Kuncinya tak akan kuberikan.dasar , zaman sekarang mana ada mitos begituan” Ujarku ketus pada mereka.

“ya, apa kibum  dan hyunji sunbae tak mau mencoba mitos itu? Apa kalian tahu, kalian berdua itu sangat cocok apalagi kudengar kalian berteman sejak kecil.”

“aishh kenapa kalian malah berkata seperti itu, siapa yang ingin mencoba mitos konyol seperti itu.aku mau kekelas dulu.” Aku pun melangkahkan kakiku dengan jarak yang besar agar segera menjauh dari mereka. Entah mengapa mendengar ucapan gadis- gadis tadi , jantungku  berdetak kencang dan aku tidak ingin mereka melihat mukaku yang memerah.

Hyunji pov end

Sepulang sekolah di rumah Hyunji- Hyerin….

“aish menyebalkan dasar kibum menyebalkan.” Teriak hyunji saat memasuki rumahnya.ia  menaiki tangga menuju lantai atas dan berjalan menuju kamarnya yang berada di pojok ruangan.

“anyyong, kenapa kau baru sampai dirumah jam segini?”ujar seorang namja yang sedang berbaring diatas tempat tidur.

“yaa!!! Siapa yang mengijinkanmu berbaring dikasurku.”

“hyunji-a, bukannya kita berteman sejak kecil dan ini bukan pertama kalinya aku masuk kekamarmu.”

“aishhh neo!!!!  Jinjaa kau menyebalkan sekali. Mau apa kau kesini ?”

“apa eomamu tak memberitahumu, kalau aku akan menginap disini selama 2 hari. Ajuhma dan ajushii akan ke jeju, ada urusan bisnis katanya.”

“jinjja megapa hari ini aku sial sekali harus tinggal bersama namja aneh sepertimu.”

“siapa yang aneh ???”

“kalau bukan kau, siapa lagi yang ada di kamar ini selain aku?”

“enak aja kalau yang aneh dasar yeoja aneh sudah baik aku mau menginap di rumahmu.” Ujar kibum  dengan nada kesal, tanpa piker panjang lagi, ia mengambil bantal yang ada didekatnya dan melemparkan bantal itu kea rah Hyunji. Alhasil bantal itu tepat mengenai eajah yeoja itu. Perang bantal pun dimulai. Persaingannya sangat sengit terjadi adegan pukul memukul , karena tak hati – hati akhirnya hyunji kehilangan keseimbangan.

“yaaa…aish ini semua karena kau kim kibum. Tunggu dulu kenapa aku ga merasa sakit ya?” ujar hyunji dengan muka polosnya.

“tentu saja pabo, lihat posisimu sekarang . kau menindihku, aishh kau berat sekali…” belum siap kibum menyelesaikan kata- katanya terdengar suara pintu kamar yang terbuka.

“mianhe oppa, eonni aku tak bermadsud mengganggu kalian, aku permisi dulu.” Ucap  hyerin dengan wajah polosnya hendak menutup pintu kembali.

“hyerin-a, kau salah paham tadi aku hanya kepeleset dan tak sengaja menimpahnya. “ ujar hyunji yang langsung beranjak dari posisinya tadi.

“kau tak perlu panic begitu eonni, lagian ku setuju kalau kalian bersama.” Ucap hyerin sambil tersenyum nakal menatap hyunji dan kibum.

Ya, hyerin-a apa kau sudah tak  waras, mana mau aku memiliki yeojachingu seperti dirinya , asal kau tahu dia buka tipeku.” Kibum yang sedari tadi diam mulai angkat bicara dan menatap hyunji dengan tampang menyebalkan.

“kau pikir aku mau dengan namja seperti dirimu.” Ucap hyunji tak kalah sengitnya.

“aishh kalian berdua ini selalu saja bertengkar, aku pusing mendengarnya. Aku mau mengerjakan tugasku dulu.”

“hyerin-a biar oppa bantu kau mengerakannya,lama – lama  berduaan dengan nenek sihir inibisa- bisa aku kena penyakit darah tinggi stadium akhir.” Kibum keluar mengikuti hyerin .

Besok pagi di sekolah….

Kibum pov

Ring ding dong…. Ring ding dong….

“Aishh dasar alarm sialan, gak tau apa oang masih ngantuk.” Dengan kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul aku pun melempar alarm itu ke sembarangan tempat dan dengan sukses, benda bodoh itu berhenti bicara **emang manusia apa???*

“yaaa… kibum-a dasar namja pemalas , jam berapa sekarang? Cepat bangun dan segeralah mandi.” Ujar seorang yeoja bersuara cempreng dan kalian pasti tahu siapa yeoja itu.

“5 menit lagi, 5 menit lagi aku akan bangun.” Ujarku padanya, lalu menarik selimutku yang sempat ditariknya saat ia masuk kekamarku.

“anni, kau harus bangun sekarang.” Ujarnya sambil mengguncang badanku. Akhirnya dengan berat hati kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi dan kulihat ia tersenyum, senyum penuh kemenangan. Dasar nenek sihir.

15 menit kemudian aku keluar dari kamar mandi. Aku menyisir rambutku dan mengambil tas sekolahku yang berada disamping tempat tidur. Setelah memastikan tak ada barang yang tertinggal , aku melangkah ke ruang makan untuk sarapan. Diruang makan Hyerin dan Hyunji sudah duduk dikursi meraka masing – masing.

“nenk sihir, apa sarapan kita hari ini? Jangankan makanan , susu pun tak ada ?” ujarku pada Hyunji yang dari tadi sibuk membaca novel.

“oppa, kau belum tahu Hyunji eonni tak bisa memasak, jangankan memasak telur dadar merebus air pun ia tak bisa. Makanya kami menunggumu disini, oppa tolong buatkan aku sarapan.” Pinta Hyerin dengan muka memelas dan tak berani memandang Hyunji karena sejak tadi yeoja itu menatap hyerin dengan tatapan yang sungguh mengerikan.

“yaa, kenapa tak bilang dari tadi, baiklah akan kubuatkan sarapan. Hyunji-a, kau perempuan atau bukan memask air pun kau tak bisa, sungguh menyedihkan.” Aku pun berdiri dan mlangkah menuju dapur.

“yaa… kau kim kibum kalau kau tak mau membuat sarapan tak usah menyindir orang lain, asal kau tahu aku bisa mencari makanan sendiri.” Tampak raut kekesalan diwajahnya.

Kibum pov end

Hyunji pov

“Aishhh menyebalkan!!!! “ teriakku saat sampai dikelas. Untung saja keadaan kelas masih sepi sehingga tak banyak orang yang sakit telinganya karena mendengar teriakanku.

“kau kenapa , bertengkar dengan kibum lagi?” ujar jihee teman sebangkuku.

“siapa lagi kalau bukan “si ajuhma” itu.”

“hyunji-a, kau tak boleh seperti itu, benci dan cinta itu bedanya hanya tipis. Sekarang kau bisa saja membencinya tapi hari esok siapa yang tahu.”

“ya, kenapa kau malah menceramahiku. Iasal kau tahu itu sama sekali tak mungkin terjadi.” Ucapku sambil membaca kembali novel yang  kubaca tadi.

“hyunji-a, kau tak tahu apa yang akan terjadi dalam hidupmu.”aku pura – pura tak mendengar jihee yang sejak tadi masih menceramahiku.

Bel pelajaran berakhir, untunglah satu harian ini aku tak bertemu dengan “ajuhma” itu, aku tak bisa membayangkan bagaimana nasibnya karena telah membuat moodku rusak seharian ini. Aku malangkahkan kakiku kearah laboratorium , kim seongsanim menyuruhku untuk mendata mana alat – alat yang sudah rusak dan yang masih bagus. Saat berada di depan pintu ada yang aneh dengan laboratorium ini, semua lampu menyala terang. Apa ada orang lain didalam? Aku membuka pintu itu secara perlahan. Jujur saat ini aku sangat takut karena sekolah yang sudah mulai sepidan hari yang semakin gelap. Bayangan hantu – hantu yang sering kutonton tia – tiba saja terputar dalam pikiranku. Merinding itu yang kurasa sekarang.

“annyonghaseo.” Ucapku saat menutup kembali pintu laboratorium. Tak ada suara yang menjawab. “annyonghaseo, apa ada orang lain disini? Ucapku lebih keras, tapi tak ada suara yang menyahut. Perasaanku semakin tak enak saja. Aku pun mulai mendata satu per satu alat – alat labor, dimulai dengan alat – alat fisika. Saat sedang asyik mendata, terdengar suara pintu yang terbuka dan seorang namja yang pakaiannya basah kuyup.

“hyunji-a aku mencarimu sejak tadi.” Ucapnya tersengal – sengal.

“kibum-a kau mau membuat aku mati mendadak karena serangan jantung, kenapa bajumu basah kuyup seperti itu?” Tanya ku dengan nada ketus pada namja yang ada didepanku. Wajahnya tampak pucat sekali dan bibirnya bergetar tanda ia sedang kedinginan.

“kau tak dengar suara hujan dasar pabo, aku begini juga karena dirimu. Dasar anak yang tak tau diuntung” aissh anak ini dalam keadaan seperti ini saja ia masih bisa membuatku kesal. Aku mengambil handuk kecil dari dalam tasku dan melemparkannya ke arahnya.

“pakai itu untuk mengeringkan tubuhmu. Kau bisa sakit nanti.”ujarku padanya. Aku pun mulai melanjutkan pekerjaanku, aku tak mau kim seongsanim memarahiku karena pekerjaanku yang tak selesai.Sesekali aku melirik kearahnya, tampaknya ia mulai tertidur karena lama menungguku. omo wajahnya pucat sekali. Aku menghampirinya dan meletakkan tanganku didahinya, suhu badannya menaik, aish sial dia demam. Otthokae aku tak tahu harus bagaimana sekarang.

Kuputuskan untuk mencari bantuan, mungkin masih ada murid atau guru yang belum pulang. Saat ingin membuka pintu laboratorium, pintunya tak dapat terbuka. Yaa.. pintunya macet. Bagaimana ini, aku tak mau mati dilaboratorium ini. Mengapa hari ini begitu sial, padahal hari ini bukan hari ulang tahunku.

Aku berlari kearah kibum yang masih tertidur, mungkin pingsan lebih tepatnya. Kuusap wajahnya yang penuh dengan keringat. Kutatap wajahnya setiap inchinya. Omo, betapa bodohnya aku sudah lama aku berteman dengannya tapi kenapa baru sekarang aku menyadari kalau dirinya keren juga. Hyunji-a apa yang kau pikirkan sekarang, aishh dasar pabo, rutukku pada diriku sendiri. Aku membuka bajunya yang basah Karen hujan tadi dan kurasakan mukaku langsung memrah seperti kepiting rebus saat melihat pemandangan didepan mataku sekarang. Aku mencari baju ganti yang biasanya kuletakkan didalam tasku , karena biasanya aku sering membawanya untuk jaga – jaga. Kupakaikan bajuku itu padanya, untung saja ukuran badannya tidak terlalu berbeda denganku. Lucu juga melihatnya mengenakan pakaian wanita, tapi kurasa itu cocok untuknya.

Sebuah ide gila melintas  dikepalaku, aku mengambil handphone dan mengarahkannya ke kibum. Klik…. Yes dapat mati kau kim kibum, kartumu ada ditanganku sekarang.tiba – tiba sebuah tangan mencengkram lenganku dan menarikku kearahnya. Apa yang dilakukan namja bodoh ini, sekarang aku berada dipelukannya. Aku berusaha untuk menjauh darinya, tapi tenaganya terlalu kuat untuk kutandingi, padahal diakan sedang sakit ==’. Dan hadphoneku aku tak tahu bagaimana nasibnya sekarang, mungkin koma atau sudah berpulang T.T kim kibum kau harus menggantinya dengan handphone yang terbaru nanti, kalau tidak aku tak jamin kalau  nama kim kibum sudah terukir dibatu nisan .

“kibum-a lepaskan aku, kau mau membunuhku. Aku sesak napas, kibum-a.” teriakku padanya jujur saja jantungku berdetak cepat dari tad, entah mengapa rasanya seperti mau meledak. Jarakku dan jaraknyanya sekarang sangat dekat aku dapat merasakan deru napasnya. Ya “ajuhma” ini kenapa membuatku gila sepert ini. Awas saja kalau dia sudah sadar akan kuhabisi dia, bahkan saat mengigau pun dia mencari masalah.

“andwee, biarkan tetap begini. Hyunji-a mianheyo…” suaranya terdengar serak dan lemah tapi aku masih bisa mendengarnya. Apa aku tak salah dengar???

“hyunji-a sarangheyo, jeongmal sarangheyo… mian aku selalu membuatmu kesal.” Ujarnya pelan.

“kibum-a Apa kau  sedang bercanda sekarang, asal kau tahu itu tak lucu.” Ujarku padanya, kulihat keringat yang membasahi wajahnya. Aku takut kalau dia akan semakin parah. Tapi apa madsud perkataannya barusan apa dia sedang bercanda? Aku tak tahu, tapi aku merasakan rasa senang menjalar ke sluruh tubuhku.aku tak mungkin menyukainya, hyunji-a ingat itu. Kurasakan badannya agak sedikit bergeser dari posisinya. Kutatap mukanya yang mulai terlihat segar, kuletakkan tanganku didahinya. Syukurlah panasnya mulai menurun tapi bagaimana kami bisa keluar dari tempat ini.

“kibum-a…ireona kibum-a” ucapku sambil menepuk pipinya. Aishh anak ini, panasnya sudah mulai menurun tapi kenapa ia tak bangun – bangun. Eomma…. Otthokae….

“5 menit lagi.. 5 menit lagi aku akan bangun.” Ya mengigaunya semakin parah aishh anak ini membuat kesalku sampai ke ubun- ubun dibuatnya. Entah kenapa aku mulai merasa ngantuk, dan dengan perlahan aku memasuki dunia mimpiku.

Entah sudah berapa lama aku tertidur, badanku sakit semua karena posisi tidurku tak menguntungkan. Perlahan kubuka mataku sambil mengumpulkan kesadaranku. Kurasakan deru napas seseorang menerpa wajahku. Aku merasa rasa hangat yang belum pernah kurasakan saat bibir orang itu menyapu bibirku, manis itu yang kurasakan sekarang. Omo, apa yang kurasakan tadi??? Omo, bibirku …first kissku…, aku langsung membuka mataku.

“kibum-a apa yang kau lakukan, kau merebut first kissku. Kau mau mati ya.”ku tatap dia dengan tatapan garang dan mulai mengejarnya dengan pukulan bertubu –tubi/

“itu hukumanmu karena telah melihat tubuhku dan mengganti pakainanku dengan pakaian wanita.”ujarnya sambil berusaha menghindar dari seranganku.

“jinja kau benar- benar manusia yang menyebalkan.”

“ya berhenti memukuliku, appu… mianhe jeomal mianhe”

“ya apa kau tahu bagi wanita first kiss itu hanya untuk namja yang ia cintai dan sekarang kau telah merebut first kissku.” Sungutku padanya

“ya, apa kau tak pernah melihatku sebagai seorang namja,apa bagimu aku hanya namja yang menyebalkan. Apa menurutmu aku ini adalah namja yang brengsek, asal kau tahu tadi itu juga first kissku. Asal kau tahu sejak lama aku memendam perasaan ini. Sarangheyo hyunji-a jeongmal sarangheyo.” ia menarik diriku kedalam pelukannya. Hangat itu yang kurasa, tapi aku masih terlalu syok dengan kejadian tadi.

“omo!!! Mitos itu…” dengan cepat kulepas pelukannya

“hyunji-a apa kau percaya dengan mitos itu, bukannya kemarin kau tak mempercayainya??”

“anni, tapi….”

“hyunji-a apa kau mau jadi yeojachinguku?” ujarnya sambil berlutut dan menggengam tanganku lemut. Tatapan matanya menusuk ke manic mataku.

“kibum-a aku….”

Hello hello nareum daero yonggil naesseoyo….

Terdengar suara dering handphoneku, aku menjauhkan diriku darinya dan mencari letak handphoneku.

“aishh mengganggu saja” ujar kibum frustasi

Tbc

Ps : mian ceritanya agak aneh menurutku. Part berikutnya lanjutan jibum couple ama dimulainya cerita TaeRin couple, jadi jangan lupa coment ya. Ayo tebak Kibum diterima ato ga???

Ghamsahamnida ^^

8 thoughts on “[Freelance] When Love Is Growing

  1. lanjuuttt masih jibum dong thor,lagi seru nih cerita mereka.
    kebetulan aku suka key hahaha :)
    ayo lanjuuttt thoorr

    • ne, jibum masih muncul di part berikutnya, cuma mungkin banyakan taerin ^^
      suka key jg ya???
      hehehehehe ama klw gt :)

  2. keren thor :) hihihi ;D ditunggu secepatnya ya yang Hyerin sama Taeminnya :D secepatnya :)) aku udah gak sabar :P

  3. mian sblum.a cingu
    kyag.a crta.a sma dng ver. komik.a when lve is growing shiumi saki kn ,,
    cingu jga ska m shiumi saki ya ?

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s