[Freelance] Fate part 2

FATE Part 2

Author : Wellkyu a.k.a Wella

Sebelumnya uda di post : http://ourfanfictionhouse.wordpress.com/

Tags : Kyuhyun, Siwon Super Junior
Rating : T
Categories : Romace, Angst

Cast :
~ Cho Kyuhyun
~ Choi Siwon
~ Lee Cheonsa
~ Choi In Hyeong

~ Cheonsa P.O.V ~

“Biarkan aku membantumu sekali, Lee Cheonsa”

“Kau…..” aku terdiam, bagaimana bisa dia tau namaku? Aku bahkan tidak mengenalnya! Ini pasti tidak betul

“Masuklah…” namja aneh itu membuka pintu mobilnya dan memaksaku masuk

“Kau tidak mengerti bahasa manusia?! Aku bilang tidak!” entah kenapa aku meneriakinya begitu saja, aku sudah kesal daritadi dibuatnya

“Kali ini dengarkan aku, aku hanya mau membantumu, itu saja” entah kenapa juga aku pasrah diseretnya begitu saja, aku malah duduk dalam mobilnya

“Pasang sabuk pengamanmu” lagi-lagi dia tersenyum, kapan dia tidak tersenyum genit seperti itu?!

“Jelaskan dulu kenapa kau bisa mengetahui siapaku” aku menatapnya sengit, awas saja kalau alasannya aneh-aneh, dia pasti bohong!

“Kau tidak ingat aku sama sekali? Haish seharusnya kau ingat betul mukaku ini, kita setia hari bertemu!” namja aneh itu malah bersikap seakan kami sudah mengenal sangat lama

“Tunggu! Sepertinya kau tidak asing, tapi aku lupa kita bertemu dimana” sial kenapa aku bisa lupa!

“Baiklah, aku buka kartu. Perkenalkan aku Choi Siwon, pelanggan setia restoran tempat kau bekerja yang biasanya aku berteriak ‘Jus Orange 1’ atau ‘Bisa ambilkan lap?’ ingat?” namja itu tetawa sekarang, aku ingat sekarang, dia itu si buat onar!

“Kau! Kau si tukang merepotkan! Kau yang selalu membuatku sibuk! Aku ingat sekarang, si pelanggan berdasi yang pasti datang jam 8! Aku ingat” aku tertawa kecil, ah namja yang itu ternyata, dia selalu membuatku repot kalau datang!

“Hahaha, ingat? Maaf sudah membuatmu kaget dan takut, aku hanya ingin membantumu saja” bisa kulihat ketulusan dari matanya

“Arasso, mian tadi aku sudah kasar, kalau saja tadi kau bilang lebih cepat aku pasti tidak meneriakimu seperti tadi” aku agak menundukkan kepalaku, sumpah aku malu sekali

“Tidak apa-apa kok, marah pun aku tetap suka” he? Maksudnya?

“MWO?” aku membulatkan mataku, apa-apaan ini?

“Oh ani, aku salah ucap, maksudku kalau pun di restoranmu itu ada waitress sepertimu aku tetap suka makan disana” pria berkulit sawo matang itu langsung mengemudikan mobilnya, sepertinya dia salah tingkah! Tapi apa iya??

==

“Mau kuantar kemana?” Siwon melambatkan laju mobilnya

“Emh… ke restoran saja” aku tidak mau dia mengantrku pulang, apa jadinya kalau eomma lihat aku diantar seorang namja? Entah kenapa eomma terobsesi sekali untuk melihatku mendapatkan namja kaya, waktu itu saja aku diantar Kyuhyun oppa karena hujan dengan motornya eomma langsung menginterogasinya, aku tidak mau hal serupa terulang lagi!

“Arasso” dia kembali tersenyum, ah bagaimana pun dia tidak bisa dibandingkan dengan pangeran hatiku

“Sudah sampai nona” Siwon melambatkan mobilnya dan berhenti tepat di restoran tempatku bekerja

“Khamsamida Siwon-sshi” aku keluar dan membungkukkan badanku

“Tunggu kedatanganku besok!” ia membuka setengah kaca jendelanya dan berpura-pura bergaya sok

“Arasso! Pasti kutunggu” aku tertawa pelan, dia baik sekali

“Annyeong…” kami melambaikan tangan dan dia melaju pergi dari pandanganku

Aku berjalan masuk ke restoran, meskipun aku sudah izin hari ini tapi rasanya aku tetap ingin bekerja, sehari tidak kerja saja aku merasa rindu, ini adalah tempat kerja paling hebat yang pernah ada.

Tapi begitu aku melangkah masuk, aku melihat manusia itu, orang yang begitu kupuja, orang yang mengalihkan duniaku, orang yang membutku mabuk, dia….

~ Kyuhyun P.O.V ~

2 jam mengajar gadis manja itu seperti 2 tahun! Aku najis dengan manusia itu, gayanya sangat berlebihan dan dia sangat cengeng. Begitu selesai jam mengajarku aku langsung pergi, mungkin kalau dia tidak memanggilku kembali untuk membayarku aku akan pergi begitu saja. Dan dia memintaku datang besok lagi, Tidak! Tentu saja aku menolaknya mentah-mentah, beribu alasan kukeluarkan, meski dia merengek dan menangis aku tetap pada pendirianku, TIDAK!

Begitu keluar dari rumahnya aku merasa sangat lega, kalau saja aku punya saudara seperti dia pasti aku sudah kabur dari rumah . Aku bersyukur punya adik laki-laki, bukan adik perempuan manja sepertinya. Aku sangat bangga dengan adikku yang satu itu walaupun dia hanya beda 4 tahun diriku tapi dia sangat mandiri, dia sudah bisa bekerja sambilan disela sekolahnya, aku bangga padanya, Cho Jin Ho. Tapi karena ku terbiasa menyingkat namanya jadi aku memanggilnya Jino.

Aku bingung harus kemana, aku malas pulang siang bolong begini, kalau saja ada jadwal mengajar Cheonsa seperti biasa….

Ah akhirnya kuputuskan ke restoran tempat Cheonsa bekerja, setidaknya ku bisa berandai-andai kalau Cheonsa ada disana karena di tempat itulah aku merasa dekat dengan Cheonsa, tidak salah ibunya memberi nama Cheonsa, dia memang malaikat.

Aku memesan secangkir Hot Coffe seperti biasanya, hari ini benar-benar sepi. Tidak ada gadis itu semuanya terasa hampa, tidak bisa kubayangkan kalau Cheonsa tidak ada, hidupku hanya akan seperti masakan tanpa bumbu, hambar….

Aku menatap jalanan Seoul dari kaca transparan restoran, tidak terhitung lagi berapa banyak mobil yang hilir mudik didepanku, semuanya lewat begitu saja tanpa menarik perhatianku. Sampai sebuah mobil mewah berhenti didepan restoran, pasti pelanggan elit lagi.

Tapi yang keluar itu….

Kenapa malah Cheonsa? Kenapa dia bisa naik mobil semewah itu?

Kejadian berikutnya membuat hatiku sesak, hatiku sakit sekali, gadis yang kucintai ternyata tidak sekalipun menggaggapku, dia sudah punya pujangga hati ternyata.

Aku melihat dengan jelas Cheonsa membungkukkan badannya sedikit dan tertawa, dan ketika kaca mobil itu dibuka setengah aku bisa melihat namja didalam sana, sempurna. Pantas saja Cheonsa mau bersama namja itu, dia tidak hanya kaya tapi juga tampan, bisa kulihat betapa pandangan namja itu, pandangan yang sama denganku, pandangan yang mengisyaratkan kalau tidak ingin melepas Cheonsa, betapa beruntungnya namja itu.

Seketika nyaliku menciut, aku merasa seperti orang bodoh sekarang. Selama ini aku berharap Cheonsa melihatku dan suatu saat nanti aku bisa memilikinya, tidak tanggung-tanggung aku sudah memikirkan kalau dialah yang kelak akan menjadi pendamping hidupku, tapi sekarang?

Semuanya telah terlihat jelas, aku tidak berarti apa-apa untuknya, aku hanya guru privatnya, hanya sekedar hubungan guru-murid, hanya itu.

Tentu saja Cheonsa akan memilih namja itu, dia kaya, taman, punya kedudukan, dia bisa membahagiakan Cheonsa. Sedangkan aku? Aku hanya seorang pengajar gitar amatir, yang ku-punya hanya gitar kuno dan sebuah sepeda motor yang menemaniku, aku tidak akan bisa disamakan dengan namja itu, dia terlalu sempurna.

Aku menundukkan kepalaku, nafasku terasa sengal, tidak ada harapan lagi sekarang, aku harus mengubur semuanya dalam-dalam, mimpi indahku sudah tidak akan terwujud lagi, selamat tinggal Cheonsa, malaikatku.

“Oppa!” suara itu mengagetkanku, suara terindah itu, dia memanggilku

Aku menegakkan kepalaku, dia datang menghampiriku, senyum yang selalu sama itu menghiasi wajah sempurnanya, dari jarak beberapa meter saja bisa kuhirup harum badannya, wangi favoritku.

“Sendiri?” dia duduk tepat didepanku masih dengan senyumnya

“Ne” aku membalas senyumnya dan menyeruput pesananku tanpa melihat kearahnya lagi

“Hari yang cerah” Cheonsa menatap keluar, tentu saja indah untukmu, tapi untukku?!

Aku tetap diam, entah aku harus membalas apa, tidak ada semangat lagi aku untuk melakukan apapun.

“Sudah lama?” Cheonsa lagi-lagi memandangku

“Baru” aku mengalihkan perhatianku kearah lain

“Oppa kenapa? Apa aku mengganggumu? Aku pergi saja ya” baru dia akan beranjak refleks tanganku memegang tangannya

“Siapa namja itu?” aku tidak bisa menyembunyikan rasa tidak suka-ku, entah akan seperti apa air wajahku sekarang

“Eh? Siapa? Yang tadi mengantarku datang itu?” terlihat jelas sekali kerutan didahinya

Aku hanya menjawab dengan anggukan kecil yang dibalas cekikikan kecil darinya

“Dia pelanggan tetap restoran, tadi bertemu dijalan dan dia berbaik hati mengantarku kesini, kasihan” Cheonsa tersenyum lagi, entah kenapa aku rasanya akan berteriak saking girangnya, jadi aku masih bisa berharap mendapatkannya, kan?

“Benarkah? Kau tidak bohong?” bibirku merekah begitu saja, senyum itu terbentuk begitu saja

“Bohong? Untuk apa aku bohong? Memangnya kenapa?” Cheonsa menatapku bingung

“Ah, tidak, hanya penasaran saja” aku mencengkram tangannya semakin erat, tapi dia tidak melepas tanganku sama sekali, hangat sekali….

Aku menatap gadis itu lekat-lekat, sungguh tidak ada cacat diwajah sempurnanya, benar-benar perfeksionis. Dan dia tersenyum padaku masih dengan tanganku yang menggenggam tangannya erat, entah berapa lama aku menggenggam tangannya, aku tidak melepasnya sama sekali malah aku semakin mengeratkan pegangan kami.

Anehnya Cheonsa tidak mencoba melepas, dia hanya diam dan menerima tangannya kupegangi, apa dia juga punya perasaan yang sama? Apa itu mungkin?

“Erh, aku ke dapur dulu ya” Cheonsa melepas tangannya pelan-pelan dan menunjuk dapur restoran

“Owh, silahkan” kujauhkan tanganku darinya, gadis itu berlari kedalam dengan cepat, apa aku masih tersenyum? Sepertinya mukaku seperti om-om mesum, Haish!!

~ Cheonsa P.O.V ~

Apa mukaku masih merah? Haish memalukan!

Sudah lewat 5 menit tapi jantungku masih saja meloncat-loncat, padahal hanya bersentuhan begitu saja bisa berdampak besar padaku, aku bisa gila sekarang.

Aku sudah menenangkan hatiku 5 menit lamanya, tapi dia tidak mau berkompromi dan tetap berdebar seperti habis melihat hantu.

Aku ingin menemuinya, tapi aku bisa hilang kendali kalau dia memperlakukanku seperti tadi itu, ottokhe?

Hanya dia yang bisa melakukan ini semua, hanya seorang Cho Kyuhyun. Dia yang bisa membuatku menggila seperti ini, hanya dia. Hanya dia yang mampu mengalihkan pandanganku dari namja manapun, hanya dia yang bisa memenuhi otakku, bukankah dia sangat hebat?

Aku tidak pernah melirik namja lain selain dirinya, untuk apa melirik namja lain kalau sudah ada seorang namja yang begitu sempurna dihadapanku? Tidak akan ada namja manapun yang menyamainya, tidak ada namja manapun yang menyamai ketampanan, pesona, kharisma, semuanya! Tidak ada.

Dia terlalu sempurna untuk gadis sepertiku, dia teramat sempurna. Tapi apa mungkin dia juga membalas perasaanku? Awalnya aku menutup hatiku rapat-rapat untuknya karena aku tidak mau patah hati kelak, tapi akhirnya aku menyerah dan mulai memanggilnya oppa. Aku mulai membuka hatiku dan berharap dia juga memiliki perasaan yang persis sepertiku.

Memang agak sulit untuk membayangkan seorang Kyuhyun membalas cinta gadis bodoh sepertiku tapi namanya didunia ini tidak ada yang mustahil bukan? Setidaknya sebelum dia memiliki yeoja aku masih punya kesempatan dan harapan untuk memenangkan hatinya.

Semakin hari aku semakin gila karena dia, aku hanya menggilainya, aku bahkan kadang memimpikannya, aku mimpi dia melamarku dan menikah setelah itu kami hidup bahagia, sangat muluk! Tapi setiap aku mengingat mimpi itu aku jadi senyum sendiri, aku ingin itu jadi kenyataan.

Lagipula eomma juga senang dengan Kyuhyun, waktu dia mengantarku pulang saja eomma menginterogasinya panjang lebar seakan dia itu pacarku, untung saja eomma masih memperbolehkannya pulang. Dia itu tidak kaya tapi dia juga bukan orang tidak mampu, aku tau kok privat gitarnya itu mahal, dia mengajar setiap hari, namun hanya padaku dia berbaik hati dan member kelonggaran, aku ditoleransi dengan tidak membayarnya alias GRATIS!

Aneh bukan? Dia tidak menyuruhku bayar, dia juga tidak pernah mengeluh kalau kuhubungi, dia pasti langsung datang ke restoran, dia terlampau baik. Kadang aku berpikir dia ada perasaan padaku, bagaiman mungkin dia mengajar Cuma-cuma tanpa alasan? Tapi akhir-akhir ini aku mulai berpikir lagi, dia pasti hanya merasa kasihan pada gadis pelayan sepertiku.

Aku itu sebenarnya sangat tidak tau diri dan tidak tau untung, bagaimana bisa aku membiarkan orang yang mengajar gratisan kesal? Aku sengaja tidak bisa memainkan gitar dengan benar dihadapannya, sebenarnya aku sudah mahir dari lama hanya saja aku pura-pura supaya dia mengajar semakin lama, kalau dia tau aku sudah mahir pasti ida tidak mau mengajarku lagi! Dia pasti sudah muak mengajarku yang super bodoh ini. Kuakui dia itu sangat sabar, dia tidak pernah mengeluh, dia hanya senyum kalau aku melakukan kesalahan seperti biasanya.

Andai saja dia melihat kearahku, andai saja…..

Aduh, jantungku berdebar lebih cepat lagi, sial!

Setiap memikirkannya kau pasti getar-getir, dia selalu berhasil membuatku menggila, dasar Cho Kyuhyun!

~ Author P.O.V ~

Kyuhyun mulai gelisah, Cheonsa tidak kunjung datang kehadapannya, dudah 10 menit sejak gadis itu menghilang dari pandangannya, entah kenapa ada yang salah pada perasaannya, tidak melihat gadis itu sebentar saja rasanya ada yang hilang, dia merasa takut, takut kehilangan gadis itu.

Dimainkannya cangkir bekas minumnya pelan, tangannya tidak bisa berhenti, itulah kebiasaannya ia selalu memainkan apa saja yang ada dihadapannya kalau sedang gelisah maupun cemas. Dan kali ini ia sangat cemas bukan, gundah tepatnya. Bagaimana kalau ternyata gadis pujannya itu ternyata berbohong? Dan sekarang gadis itu sedang asyik bertelpon ria dengan namja yang tadi? Apa yang harus dilakukannya?

Apa memang harus ia mengunggkapkan perasaannya? Tapi dalam hatinya juga ia takut kalau gadis itu akan meolaknya mentah-mentah. Lebih baik ia berandai-andai kalau gadis itu menyukainya daripada ia mendapat kenyataan kalau Cheonsa menolaknya, apalagi kalau nanti Cheonsa mulai perlahan-lahan meninggalkannya karena ia tau gadis manapun akan takut dengan namja yang terus mengejar dan menggilainya, ia tidak mau hal itu terjadi padanya.

Tapi bagaimana kalau nanti ia terlambat selangkah dan Cheonsa telah menjadi milik orang lain? Ia tidak akan sanggup melihat gadis itu berpegangan tangan dengan namja lain apalagi kelak Cheonsa akan menjalani hubungan serius dengan namja lain, dia tidak akan sanggup menerima ini semua.

Bukankah ini semua sangat membingungkan? Ini sangat mengacaukan syaraf otak Kyuhyun, setiap gadis itu mampir diotaknya ia tidak akan mampu memikirkan apapun selain gadis itu, hanya dia. Gadis itu sudah mengacaukan system kerja otaknya sejak pertama mereka bertemu, sejak awal gadis itu sudah mampu membuatnya pontang-panting karena menggilainya.

Hanya saja gadis itu tidak pernah menunjukkan tanda ketertarikannya pada Kyuhyun, baru akhir-akhir ini hubungan mereka ada kemajuan dengan dipanggilnya Kyuhyun dengan sebutan oppa, ini merupakan kenajuan yang pesat untuk kemajuan mereka. Selama mereka kenal tidak pernah mereka sedekat ini, bahkan berpegangan tangan saja baru tadi, ini adalah suatu keajaiban karena Cheonsa tidak menolak untuk digenggam tangannya.

Bukankah seharusnya namja yang duduk termenung itu senang?

Nyatanya tidak, ia semakin frustasi. Ia semakin takut kehilangan gadis itu, ia tidak bisa berhenti memikirkan langkah apa yang harus diambilnya, otaknya meminta untuk menahan dirinya agar tidak ceroboh dalam mengambil langkah namun hatinya tidak lagi mengenal logika dan rasional, yang ada dalam hatinya adalah mendapatkan seorang gadis bernama Lee Cheonsa.

Hatinya meminta untuk secepatnya menyatakan perasaan menyesakkan ini secepat ia bisa, dan ia berjanji pada dirinya untuk tidak melepas Cheonsa jika gadis itu telah menerima hatinya, tidak akan pernah! Cukup satu cinta dalam hidupnya, cukup satu gadis yang ada dalam hatinya, cukup satu cinta sampai seumur hidup.

Namun kali ini otaknyalah yang menang, ia tidak mau mengambil resiko besar, cukup ini dulu.

Namun hati Kyuhyun tidak puas, hatinya masih memberontak namun untuk kali ini Kyuhyun masih bisa mengendalikan hatinya, masih bisa.

Namun semuanya gagal begitu saja ketika gadis itu menampakkan dirinya didepan mata Kyuhyun, seluruh kerja otaknya hancur berantakan, seluruh system dalam tubuhnya memberontak, bahkan mulutnya sudah meminta untuk mengucapkan kata indah itu.

Pengendalian maksimal telah dikerahkan Kyuhyun namun sulit untuknya berhasil menang dari perang besar ini

“Oppa mian lama” suara gadis itu semakin membuatnya gila, suara Kyuhyun bahkan sudah hilang sekarang, suara gadis itu telah menenggelamkan seluruh suaranya

Namja itu hanya mampu tersenyum simpul, dengan susah payah disembunyikannya senyum mesumnya, ia tidak bisa berhenti menunjukkan sisi ingin memilikinya didepan gadis tersebut. Ia takut jika mulut membuka suara maka kata tersebut yang akan terbuka, ia takut.

“Sendirian? Mau menemaniku?” dan kali ini gadis pujaannya sudah keterlaluan, ia mengeluarkan senyum mautnya pada Kyuhyun, ia keterlaluan.

“Sempurna….” Tanpa sadar kata itu terucap begitu saja dari mulut Kyuhyun

“Eh? Maksudnya?” Cheonsa menatap namja dihadapannya kaget

“Kau…..” Kyuhyun menahan suaranya, ia tidak mau mengatakan hal yang lebih lagi, ia belum siap

“Waeyo? Katakana saja” Cheonsa membulatkan matanya yang membuat wajahnya semakin terlihat imut

“Kau keterlaluan……..”

TBC

7 thoughts on “[Freelance] Fate part 2

  1. Huahahaha lucu bgt suka tp gamau ngaku. Tp kayanya cheonsa nya cocokan sm siwon deh hhe author FF nya bagus2 deh :) ditunggu part selanjutnya yaaaa

  2. YES YES YEAH~ ahir’a ada jg part 2’a :)

    Waah, cheonsa daebak memporak porandakan babykyu! Ampe dt gtu… *ssh jelasin’a*

    Hadudududduh,, cinta sedarah ini smakin seru! Daebak!

    Good Job! LANJUT~

  3. Eummm . . .jino ???
    Apa jino akan jdi pasangan nya in hyeong . ? Trus siwon ma kyuhyun . . ? . .a . Siwon ma aq aja , ,ckckck

  4. Huahhaha kyu kyu
    klo emg suka yaudah ngomong aja
    nanti keburu siwon menang lagi hahaha

    authornya…. ini seru haha
    lanjutnnya ditungguuuuu

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s