[Freelance] I Was Born To Loving You

I WAS BORN TO LOVING YOU ~

Main Cast:

  • Cho Kyuhyun
  • Han Nara

Support Cast:

Kevin (U-KISS), Yoseob (BEAST), Jinyoung (B1A4), Chansung (2PM)

Length: Oneshoot

Genre: Friendship, Romance,

Rate: AG (All Age)

Author: Nana

.

——————

kau menangis aku tak peduli

kau bahagia aku tak peduli

kau berisik aku tak peduli

Kau diam aku tak peduli

.

tapi ketika kau mulai berpaling dariku, kau sukses membuatku hampir gila~

——————–

.

“neol saranghae” ujar seorang yeoja di depanku

“…..” aku diam menatapnya

“would you be my boyfriend??” imbuhnya mantab

“ne~” ujarku singkat, dan membuat senyum riang pada yeoja ini

“gomawo~” ujarnya senang

“kajja~” imbuhnya menggandengku

“……” aku menangkis keras genggaman tangannya namun ia tetap tersenyum sangat ramah padaku

“ah, ne~” lalu kami berjalan beriringan

.

berita hubungan kami sudah menyebar dengan cepat. aku memang sedang tak menyukai siapapun, karena bagiku mereka (para yeoja) semuanya hanya bisa merepotkan dan cerewet ! aku benci sekali itu~

.

“hey, kau menyukainya??” tanya salah seorang sahabatku

“aniyo~” jawabku singkat dan sahabatku yang lain bingung

“hyung~ dia cantik juga lho” ujar juniorku sambil sibuk melihat yeoja yang sudah menjadi yeojachinguku dari atap gedung sekolah

“geurae~ kyeopta~” imbuh yang lainnya

“aku bosan mendengar kalimat itu setiap hari~” ujarku tegas, dan 3 sahabatku mengerti maksud ucapanku, termasuk juniorku

“arasso~” ujar para sahabatku sambil tersenyum

.

KYUHYUN~” panggil yeoja itu sambil melambai dari bawah

“lihat, dia memanggilmu, hyung~” ujar Kevin

“uri Kyuhyun sudah terkenal~” ujar Jinyoung dan Yoseob, sahabatku

“dan di kelilingi perhatian dan kasih sayang yang sangat membuatku iri” imbuh Chansung, sahabatku yang lainnya

“haaah, berisik~” ujarku pada yeoja itu. sekeras dan sesering apapun aku membentaknya, dia tetap tersenyum padaku

“hahaha~” Kevin, Jinyoung, Yoseob dan Chansung tertawa melihatku membentaknya

“kapan kau berhenti membentaknya??” tanya Yoseob dengan wajah imutnya dan itu membuatku muak

“nugu?” tanyaku

Han Nara!! bodoh~” suara Jinyoung langsung naik menyebut nama yeoja menyebalkan itu

“tak tau~” ujarku cepat-cepat

.

“hey, kau kenapa?” tanya chansung pada Kevin yang sedari tadi melihat ke arah bawah

“ha?” jawabnya bingung

“bocah bodoh~ kau kenapa?” tanyaku dengan kalimat sedikit ramah

“ah, aniyo hyung, nae ga gwenchana” jawabnya mantab lalu melihat ke arah bawah lagi

“……” ku lihat Jinyoung memperhatikan Kevin tajam

“hey, ada apa dengan Jinyoung?” bisik yoseob padaku dan chansung, dan chansung mengangkat bahunya

.

menerima yeoja bodoh itu dengan sangat terpaksa~ aku sudah pusing mendengar kalimatnya yang intinya adalah sama!! sahabatku selalu memintaku berpikir ulang saat menolaknya, tapi aku bosan~ bagaimana tidak, kalimatnya membuatku hampir gila !

.

“Kyuhyun! saranghae!!”

“jadi pacarku yaa~”

“i love you, Kyuhyun~”

“niga neomu bogoshipo”

“neol saranghae~”

“saranghanda!!”

.

ia menyatakan perasaannya terus menerus meskipun aku menolaknya. menolaknya mulai dari cara sangat halus (menurutku) sampai cara sangat sangat kasar (menurut mereka). sampai akhirnya aku lelah dan menerimanya. dia sangat baik, dan mendekati sempurna mungkin. hanya saja, aku tak mengerti ia bisa menyukaiku. hanya Kevin yang bisa mengerti jalan pikiran yeoja gila itu~ tak punya otak, dan sama-sama tak berotak mungkin~

.

** 3 weeks later **

“Kyu, neol saranghae~” ujar Nara sambil memberikan cream soup buatannya

“arasso~” jawabku singkat. lalu ia tersenyum, dan terus tersenyum hingga cream soupku habis. terkadang aku berpikir, apa ia tak lelah tersenyum padaku

“waeyo??” tanyaku dengan nada sedikit membentak dan ia kaget, lalu ia tersenyum lagi

“apa kau tak pernah menangis??” tanyaku, lalu ia menggeleng

“waeyo?” tanyaku lagi

“untuk apa?? ada kau di hatiku~” ujar Nara mantab dan tersenyum lagi

“tak pernah sedih??” tanyaku mulai penasaran dengan sikapnya

“…..” ia tak menjawab, hanya menggeleng pelan, dan merapikan tempat makannya

.

“Kyu, boleh aku bertanya??” ujar Nara dengan senyuman ramahnya, dan membuat mataku sedikit silau. aku hanya mengangguk, karena biasanya pertanyaan tidak pernah penting~

“apa kau pernah menyukaiku??” tanyanya tiba-tiba dan aku sangat shock mendengarnya

“mwo!!” seruku

“ah aniyo, maksudku, pernahkah kau berpikir bahwa aku baik??”

“pernahkah kau berpikir aku pantas di sandingkan denganmu?”

“pernah terlintas di pikiranmu untuk menyukaiku?? walaupun sedetik saja??” tanya Nara berentetan, dan semua pertanyaannya sangat amat membuatku shock

“yeoja aneh~” aku bangkit dari bangku taman, dan berdiri tegap

“aku mau kembali ke kelas! kau kembali ke kelas, dan lupakan pertanyaan bodohmu itu!!” ia bangkit dari bangku lalu tersenyum sangat ramah seperti biasa

“ne~ arasso, jalgayo~” ia melambaikan tangannya, dan aku berbalik meninggalkanya. saat aku menengok ia masih melambai dan tersenyum ramah padaku

.

** 3 days later **

Kyuhyun’s Class

di pikiranku masih berkelibat pertanyaan yeoja bodoh itu

“hyuuung~” Kevin tiba-tiba menepuk bahuku dan membuatku kaget

“ada apa??” tanyaku kaget

“kemana Nara noona??” tanya Kevin dengan napas setengah tiang

“kau pikir Kyuhyun penjaganya? hahaha~” sahut chansung

“penjaga? bulldog atau pitbull?” imbuh Jinyoung dengan mimik serius. yoseob tertawa sambil menirukan suara pitbull dan bulldog bersama chansung

“serius, hyung!” tegas Kevin, dan kami semua terdiam menatap Kevin

“memangnya kenapa little nara??” tanya Jinyoung. Jinyoung selalu memanggilnya Little Nara. karena ia kecil mungil dan sangat ramah kepada semua orang

“dia tidak masuk 3 hari lho!” ujar Kevin dan sukses membuatku tersedak dan menatapnya sedikit serius

“mwo?? waeyo!” tanya Yoseob

“molla~” jawab Kevin dengan raut wajah sedih

.

Kevin sangat dekat dengan Nara saat Nara mulai mendekatiku. mereka sering bersama mengerjakan pr, dan aku sering melihat mereka di kedai es krim dekat rumahku. aku saja tak pernah, dan mungkin malas seperti itu

.

“bukankah kau dekat dengannya?” tanyaku datar pada Kevin, dan Jinyoung menjitakku sangat keras

“ya!! sakit~” aku menampik tangannya

“bukankah kau namjanya??” tegas Kevin dan Jinyoung bersamaan

“anak kalian kembar dempet!!” ujar chansung seketika, dan langsung di jitak Jinyoung

“eh, apa itu benar?” tanya Yoseob pada Jinyoung, tapi ia mengabaikannya

“Hyung, apa kau tak mau menengoknya?” tanya Kevin padaku, dan aku benar-benar bingung harus bagaimana

.

“so sick (so sick)~ so sick (so sick)” Yoseob dan Chansung bernyanyi meninggakan kelas dengan Jinyoung

“Hyung? apa yang terjadi?” tanya Kevin memelas, aku hanya diam

.

pertanyaan dari Nara waktu itu sangat menyulitkanku~ sekarang Kevin bertanya mengapa aku seakan-akan tak peduli pada Nara. aku bingung harus bagaimana

.

Nara

aku tersenyum dan tersenyum. di saat aku ingin menangis karena menunggumu, aku tetap tersenyum lebar. bahkan saat kau terus menerus mengabaikanku, aku tetap tersenyum untukmu. tapi ternyata kau bahkan tak sedetikpun berpikir tuk menyukaiku. wajah datarmu seakan-akan benar-benar mengisyaratkan kau menutup hatimu untukku. sampai detik ini aku tidak tahu kapan, bagaimana, dan mengapa aku bisa terlalu menyayangimu, Cho Kyuhyun

.

“ya!! Nara noona~” panggil Kevin dari jauh

“ada apa??” jawabku sambil tersenyum

“kau kemana saja 3 hari tak ada kabar??” tanyanya panik

“he? maksudnya” ujarku berbalik bertanya

“selama 3 hari aku terus ke kelasmu. tapi kau tak ada~” Kevin? terus mencariku?

“niga neomu bogoshipo, noona!” ujarnya mantab dengan senyuman manis seperti biasanya. bahkan ia bisa memperlakukanku jauh jauh lebih baik di bandingkan kekasihku, Kyuhyun

“mian~ aku ada urusan, tak tak bisa memberimu kabar~” jawabku tersenyum. ku rasa hanya dengan Kevin aku bisa benar-benar tersenyum dan tertawa selepas ini. sedangkan saat dengan Kyuhyun, malah aku yang harus selalu tersenyum. aku tak masalah harus tersenyum padanya, hanya saja, ia tak mengerti bagaimana tersenyum

.

“ah, itu Kyuhyun hyung! hyung!! ppalliwa” teriak Kevin memanggil Kyuhyun. aku sangat menyayangi Kyuhyun, tapi mengapa selalu begini

“kau kemana saja?” tanya Kyuhyun. astaga, apakah ia khawatir?

“waeyo?” jawabku dengan tampang sedikit polos

“dongsaeng bodoh ini berisik. bertanya padaku setiap saat dimana noonanya saat ini, dan kemana!!” Kyuhyun menoyor Kevin berkali-kali, dan Kevin tersenyum melihatku

“ku kira kau khawatir padaku~ ternyata perhatian Kevin membuatku utuh” bathinku

“kau kembalilah ke kelas sendiri. kajja Kevin~” perintah Kyuhyun. aku menahan tangan Kevin, dan menariknya

“kevin, antar aku ke kantin ya. aku lapar~” aku menggandeng Kevin dan ia kembali tersenyum

“kau kembali ke kelasmu dulu sendiri, nanti Kevin menyusul. byee~” dan ini kali pertama aku meninggalkannya mematung seperti itu tanpa senyuman

.

Kyuhyun

“kevin, antar aku ke kantin ya. aku lapar~”

“kau kembali ke kelasmu dulu, nanti Kevin menyusul”

.

Nara lebih memilih Kevin di bandingkan aku? dan ia sudah bisa menyuruhku seperti tadi, tanpa senyumnya??

“apa yang yeoja bodoh itu pikirkan?” tanya Jinyoung tiba-tiba dari arah belakang

“ah, astaga! sampai kaget aku~ aku juga tak peduli apa yang ia pikirkan. kajja” aku mengajak Jinyoung kembali ke kelas. dan lagi-lagi aku terus berpikir ulang tentang pertanyaan Nara beberapa hari yang lalu. kalimat itu sangat menganggu~

.

** 4 days later **

“apa kau pernah menyukaiku??”

“ah aniyo, maksudku, pernahkah kau berpikir bahwa aku baik??”

“pernahkah kau berpikir aku pantas di sandingkan denganmu?”

“pernah terlintas di pikiranmu untuk menyukaiku?? walaupun sedetik saja??”

.

pertanyaan itu benar-benar membuatku tak fokus pada setiap hal yang aku kerjakan. di tambah lagi, aku sering melihat Nara tersenyum dan tertawa saat bersama Kevin. saat Kevin menari dan bernyanyi lucu, Nara selalu tertawa dan bertepuk tangan. seperti saat ini. aku melihat mereka di halaman dari dalam kelasku. bahkan ada gosip tentang mereka, dan siswa menyebut mereka “Kyeopta Couple” “Little Couple” dan apalah namanya. bukankah saat ini hubunganku dengan Nara di ketahui semua orang??

.

“kau cemburu?” tanya yoseob padaku dan aku hanya menatapnya tajam, tapi ia datar memandangku

“haengbokhagil barae~” imbuh chansung dengan bernyanyi seriosa. aku tak peduli apa yg mereka katakan saat ini

“cerna baik-baik kalimat chansung~” ujar Jinyoung dan menepuk bahuku, lalu kedua mataku kembali menatap Kevin dan Nara yang masih saling tertawa di bawah

.

* 4 hours later *

“hyung~ kalian tidak pergi ke acara SHINHWA High School nanti malam?” tanya Kevin pada kami

“kami pergi~” ujar Jinyoung, Yoseob, dan Chansung menjawab bersamaan

“hyung?” tanya Kevin padaku

“aniyo~” jawabku singkat, dan Jinyoung melempar tempat pensil chansung ke wajahku dan berhasil ku tangkis, lalu ku lempar pelan ke arah chansung

“pantas~” ujar kevin

“pantas kenapa?” tanya yoseob

“Nara noona mengajakku kesana~ ia memintaku menemaninya” ujar Kevin dan Chansung langsung tersedak

“uhuuk uhuuk~ yang benaar??” tanya chansung terengah-enggah

“benar, ternyata hyung tidak bisa kesana tuk mengantar noona~” ujar Kevin menatapku sedih, lalu Jinyoung memandangku tajam

“tidak bisa, tidak mau, atau tidak mau tau??” imbuh Yoseob kesal, lalu Kevin pamit kembali ke kelas

.

* after school *

.

“aku tau apa yang kau pikirkan, ‘apa kau pernah menyukaiku? pernahkah kau berpikir bahwa aku baik? pernahkah kau berpikir aku pantas di sandingkan denganmu? pernah terlintas di pikiranmu untuk menyukaiku?? walaupun sedetik saja??’ itukan yang Nara tanyakan padamu beberapa hari yang lalu??” tanya Jinyoung tiba-tiba saat di luar gerbang, dan aku mengangguk

“maaf aku mendengar semuanya~ tapi jika kau tak ada rasa apapun padanya, lepaskan Nara~ karena NARA TERLALU BAIK UNTUKMU!” imbuh Jinyoung dan ia menekan kalimat terakhir. lalu jinyoung menggas motornya, dan pergi meninggalkanku. entah mengapa saat Jinyoung mengatakan ‘lepaskan Nara’ dadaku seperti di hantam sesuatu

.

“aku bahkan tak bisa membuatmu tertawa seperti Kevin membuatmu tertawa” bathinku

.

“nara?” aku melihat Nara di bonceng sepeda oleh Kevin. ia lebih memilih sepeda Kevin di bandingkan motor besar milikku, dan sepertinya suasana hatinya sangat sangat baik

.

“am i was born to hurting you??” bathinku saat melihat mereka tertawa bahagia. senyuman bahagia yang tak pernah ku lihat bahkan saat ia bersamaku

.

@ Kyuhyun’s Houses

2 jam menuju Shinhwa Festival

.

“apa aku harus menelpon Nara?” ujarku pada diri sendiri sambil memainkan LG Lollipopku, aku tertegun melihat hp ini

“aku ingat saat kau datang dan memamerkan hpmu yang kau samakan denganku saat itu, dan saat berphoto seperti orang bodoh~” bathinku sambil tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian itu

.

**flashback**

“kyuhyun!!” teriak Nara hingga satu lorong melihat ke arahnya semua

“apa?” jawabku ketus

“lihat~ headphoneku sama denganmu” ujarnya sambil menunjukkan Hp LG Lollipop Biru

“HANDPHONE~ dasar bodoh!!” bentakku keras lalu menjitaknya, dan ia terus saja tersenyum menatap hp barunya

“mana hpmu?” tanyanya semangat, lalu ku keluarkan hp dari dalam sakuku dan menyerahkan padanya

“lihat~ sama kan !!” ujarnya bangga sambil menyandingkan hp kami

“yaa~ yaa~ yaa~” ujarku datar, dan ia terus saja tersenyum menatap kedua hp itu. Entah mengapa ia selalu tersenyum seperti ini

“ayoo ambil foto” ia menarikku pelan, dan aku menghindar

“satu saja~” pintanya sambil terus tersenyum, dan aku menurut tuk berphoto dengannya

*klik*

“wah, kyeopta~” ujarnya senang

“kajja~” aku meminta lagi hpku dan kami turun menuju taman

** flashback end **

.

“photo?” aku ingat aku pernah photo dengannya sekali

“ada~” setelah mencari, akhirnya ketemu. photo yang di ambil sekitar 1 bulan yang lalu

ternyata, kau adalah senyumku, Han Nara” bathinku saat memandang photo ini

.

disini aku bisa tersenyum ramah bersama Nara. selama ini senyumku di kendalikan olehnya, dan saat ia bahagia dengan Kevin tanpaku, hatiku sudah tak utuh~

.

“lepaskan Nara~ biarkan ia bahagia dengan Kevin” ujar Jinyoung tiba-tiba di belakangku

“andwae~” ujarku pelan sambil menatap photo ini

“kau tau, kau tersenyum dengan sangat baik disitu, Kyu” ujar Jinyoung saat melihat photoku dengan Nara

“sadarkah kau sekarang??” imbuhnya

.

“shit!!!” aku langsung bangkit dari kursi dan memakai jaket

“mau kemana?” tanya Jinyoung menahanku

“ke bagasi, mau ke rumah Nara~” ujarku buru-buru

“GA-RA-SI !! bodoh!!” Jinyoung mendorongku

“ah, iya, mianhae~” aku berlari menuju garasi

.

“kau mau kemana??” tanya Ahra noona dan Chansung bersamaaan

“mengembalikan senyumku~” ujarku pada semua dan Jinyoung memberikan 2 thumbs up padaku

.

“Nara~ kembalikan hati dan senyumku!!”

.

@ Nara House

“aku berharap Nara masih di rumah” bathinku sambil menekan bel rumahnya

.

*ring ding dong*ring ding dong*

.

“nee~ chakkanman” suara namja? ku pikir ia anak tunggal~

.

“hyung?” Kevin yang membuka pintu rumah Nara?

“kau sedang apa?” tanyaku pada Kevin

“kan aku mengantar noona hari ini” jawabnya polos

“apa kau menyukai yeojaku??” bathinku saat Kevin menjawab pertanyaanku

“ah, kau saja yang mengantar, hyung” imbuh Kevin

“mwo” jawabku kaget

“aku memang menyukai noona, bahkan sangat menyayanginya. ia tertawa dan tersenyum bersamaku. tapi hatinya ada padamu, hyung~” jelas kevin dan melewatiku keluar rumah Nara

“oh iya, hyung~ you was born to loving her” imbuh Kevin. namja ini dewasa sekali menghadapi hatinya. sedangkan aku, senyum saja tidak bisa pada Nara

.

“Kevin, kajja!! mwo??” Nara kaget melihatku pertama kali di rumahnya

“waeyo?” tanyaku tegas, lalu ia tersenyum lagi

“mana Kevin, aku harus kesana sekarang” ujar Nara sambil celingukkan mencari Kevin. aku terus menatap Yeoja ini

“aku terlalu bodoh selama ini~ Nara selalu tersenyum untukku namun untuknya ku berikan kesengsaraan” bathinku menatap Nara yang seakan-akan tak peduli ada aku disini, dan ia sibuk mencari Kevin

.

mianhae, Nara~ jeongmal mianhae” aku memeluknya erat, ia tidak menolak namun tidak memelukku balik

kau sudah ku lepaskan, Cho Kyuhyun~ bahagialah” ujarnya dengan senyuman manisnya

“jangan bercanda~” ujarku tak percaya, ia melepasku. ia membelai wajahku. hatiku sakit!!

.

kembalikan senyumku, Han Nara!! kembalikan hatiku, Han Nara!!” bentakku sambil menggenggam kedua tangannya, dan ia berwajah datar menatapku

.

“kau tak tersenyum lagi??” imbuhku, lalu ia tertawa, dan mengacak-acak rambutku

“aku tak pernah mengambil senyum dan hatimu. semuanya utuh, Cho Kyuhyun” ujarnya mantab, lalu berjalan meninggalkanku sendiran dengan hati hancur

.

“sayangnya kau sudah mengambil hati dan senyumku sepenuhnya, Han Nara!” bathinku menatap kepergiannya

.

** 4 days later **

“kau putus?” tanya Jinyoung menatapku sedih

“aniyo~ waktu itu tak ada kesepakatan putus” jawabku lemah

“berarti putus” sela chansung

“andwae!!! maldo andwae” teriakku menatap chansung, dan yoseob tertawa melihat kepanikkanku

“haengbokhagil barae. sudah mengerti??” ujar Jinyoung

“haengbokhagil barae?? ah, astaga~ SEMOGA KAU AKAN TERUS BERBAHAGIA??” bathinku, lalu aku menggebrak meja dan menahan tangis

“kemarin aku bicara pada Nara, ia bilang ia tak pernah mengambil hati dan senyummu, setengah ataupun seluruhnya, semua utuh. ia ingin kau bahagia, Kyuhyun. ku rasa ia sangat mencintaimu, tapi aku kasihan melihatnya mencintamu~” Jinyoung menjelaskan semuanya. dulu aku tak pernah berpikir menyukainya, bahkan saat ia bertanya kalimat keramat itu aku belum bisa memikirkan apapun

“photo ini membuktikan hati dan senyumku sudah ia ambil saat itu, sayangnya aku baru sadar ketika membuka photo ini lagi kemarin, Jinyoung~” sesalku sambil menatap photo kami. kenangan yang indah bukan, Han Nara~

“sudahlah~ lepaskan Nara. saat Nara melepasmu, ku rasa ia belajar sangat amat keras~” ujar Yoseob menatapku iba.

.

ya, mulai sekarang aku harus melepasnya. ah, tidak, belajar untuk melepasnya. semakin ku ingkari, semakin ku mengerti. hidup ini tak lengkap tanpamu~

.

** 1 week later **

1 hari, 2 hari, 3 hari, sampai 7 hari ku lalui tanpa senyuman Nara. rasanya hampa tanpa yeoja bodoh menyusahkan itu

“neoreul saranghago, Han Nara” bathinku saat kembali membuka photo ini di hpku

“sabar hyung~ ” ujar Kevin menepuk bahuku. Kevin benar-benar namja baik hati. ia bisa sesabar itu menghadapi perasaannya. kalau aku jadi dia, pasti ku ambil kesempatan saat Nara renggang dengan kekasihnya

“karena hidup itu kita yang atur~” ujarku mencoba sabar

.

“KYUHYUN!!!” teriak seorang yeoja dari bawah

“suara itu?” aku langsung menengok ke bawah

“annyeong~” sapa yeoja itu dari bawah, dan aku mengerti apa yang harus aku lakukan saat di tegurnya, tersenyum manis. ku tutup mataku dan berharap hidupku terus berlanjut. namun saat ku buka mata, yeoja itu tak ada lagi di bawah

“kau sedang apa melihat ke bawah??” tanya Jinyoung

“hyung, neo gwenchana?” imbuh Kevin panik. ternyata, aku hanya bermimpi. bermimpi melihat senyumnya lagi, senyum ramah seorang Han Nara~

.

“mencari siapa, Cho Kyuhyun” suara itu lagi

“Nara??” Nara muncul di depan kelasku, dan menghampiriku

“aku tak bermimpi?” tanyaku, lalu Jinyoung menjungkitkan bangkuku hingga aku terjatuh

“ah, sakit!!” gerutuku

“berarti kenyataan~” ujar Jinyoung tegas

“Nara-ya, bogoshipo” tanpa say hai, tanpa senyum, aku berlari dan memeluknya erat.

“neo gwenchana??” tanya Nara sambil melepas pelukanku dan membelai wajahku

“aniyo, gwenchana anirago~” Ujarku sambil menatapnya “mianhae, nara. mianhae. jeongmal mianhae~” aku mencium keningnya. Nara tersenyum ramah seperti biasanya

“wah, ternyata benar, oppa~” ujar Nara dan melihat ke chansung. chansung kaget dan langsung menunjuk ke yoseob

“ada apa??” tanyaku mulai penasaran. yoseob menunjuk Jinyoung

“apa?? bukan aku. bocah ini~” jinyoung menggeret Kevin, dan ia tersenyum sangat lebar~

“uri dongsaeng~” nara memeluk Kevin, dan semua tersenyum

“kami hanya mengetesmu” ujar Yoseob

“saat kau pergi ke rumah Nara, aku langsung menelpon Kevin dan menyuruhnya berbicara seperti itu” ujar Jinyoung menjelaskan duduk perkaranya, dan aku mulai paham, dan berkacak pinggang memandang Kevin

.

“kalimat Nara?” imbuhku

“aku yang berpikir sendiri~ mengikuti apa yang ada di pikiranmu” ujar Nara mengambilalih keadaan, dan aku langsung tersenyum

“tuh, kau bisa tersenyum. berarti senyum dan hatimu utuh~” imbuhnya sambil mengacungkan jempolnya

“karena kau sudah kembali~” ujarku memeluknya erat

“tapi aku menyukai noona lho, dan itu benar~” tegas Kevin sambil berkacak pinggang, dam kami semua tertawa. Aku tau itu, tapi maaf aku tak akan menyerahkan Nara kepada siapapun.

“semuanya utuh~” ujarku bahagia

“jelas saja utuh~”

“welcome back Han Nara!!” ujar Jinyoung, Chansung, Yoseob, dan Kevin bersamaan

you know, i was born to loving you, Han Nara

Nobody but you. No other than you ~ It’s You !!

.

ku peluk Nara erat, dan semoga pelukan, senyuman, dan hatiku tetap utuh. utuh untuk yeoja yang sangat aku cintai, Han Nara~

23 thoughts on “[Freelance] I Was Born To Loving You

  1. eghm.. crita’a yg t’akhir2 itu mengharukan (?)
    tapi inti’a crita’a keren.. hehe..
    gak nyangka Kyu yg evil kya gtu bsa kalah ama ‘Princess’ nya hehe..

  2. So sweet~~~
    Sebel bgt pas baca awal ama si Kyu.. Untung sobat2nya pada baik dan menyadarkn si evil magnae itu
    ㅋㅋㅋ

  3. hhhahahahaa kkkyyyaaaaa ngliat tlisan yg terakhir hahahahhhahaaa XD
    wlopun sya bkan org yg gitu ngerti msalah kya gnian..tp mslah suju saya ngerti hahahaa
    saya jga bkan org yg jago b.ing tp kalimat yg trkhir tu bkin melting…ahahahahahhahahaa ni first loh sya ngerespon tlisan kya gtu biss gk tw knpa kyanya keren aja gitu tlisannya hahahahahaha^^

    daeeebbbaaaaakkkkk bkin lg y author crita yg laen hahahahaa^^

  4. kyuny telmi masa bru nyadar pas hmpir ditinggal…
    ckckck~
    untungny nara sbr, klo gk psti dy dh sma kevin. abis kyu galak bgt sh, sangar…(.___.) *dibunuh sparkyu*
    ff ny asyik, aplgi happy end…^^

  5. Aish. .
    Dasar Kyuhyun bodoh! Kalo aku jadi Nara, mending senyumaku buat Kevin aja. Dari pada kau. Galak !
    Hahahahaha XD

    kirain Nara beneran uda lupa ama si Bodoh Kyuhyun. Ckckck~
    akhir yang bahagia.
    wkwkwk :)

    1 kata buat authornya.
    “DAEBAK”

  6. untung cuma dikerjain si kyunyun-nya… coba kalo kenyataan, nyesel dah dirimu Kyu!!!!

    isshs~ baca ini ikutan sakit hati saia…
    ff-nya bagus.. ><

  7. Salut bwt nara yg sbr ngadepin namja babo kaia babykyu! =]

    beruntunglah kau itu cma kidding! ~_~
    maklum babykyu pikun’a ud akut! ^^V
    Kevin’a bwt aq y ^_- *bw kbur kevin*

    itu timing’a berbau 4 y.. 4 hours later, 4 days later..

    ntu nara yg blg saranghae dluan y..ckckckck~
    Daebak! Good Job!

  8. astagaa… ff ini indah sekali. waktu kyuhyun bilang “kembalikan senyumku, Han
    Nara!! kembalikan hatiku,
    Han Nara!! ” sumpah dadaku sakit bgt trus nangis dikit deh. mengharukan bgt chingu. klo ada wkt bikin sequelnya ya author. gomawo.

  9. AKU MELTING !!!

    kembalikan senyumku han nara, kembalikan hatiku han nara. aku jadi ngerasa kalau si han nara itu aku thorr. hahaha :D :D

    sumpah so sweet banget ff ini ^^
    untung gak meninggal lagi ~…..~
    *kissu author*

  10. Big Thanks ya guys :)

    aku buat ff ini sebenernya cuma 2 jam, terus langsung aku kirim deh ke sini :D

    lagi buat ff ‘And I Love You’ tiba-tiba mau buat ff yang tipenya begini ^^

    *author*

  11. huwaaa~ keren banget thor~!!
    saya benar2 terharu.. :’)

    untung kyu sama nara gak bneran putus, tdinya ak kira bakalan sad ending. alhamdulillah nggak..

    nice ff thor!! b^^d

  12. mnrt aq FF ni bagus alur yg d’pke campuran tp gk bkn pusing cz alur maju’ny lbh mndominasi..
    selain thu konflik yg ad ckp beragam gk cm 1 konflik aj..
    dan konflik’ny jg realitis binti logis..
    klimak’ny dpt bgt trz dr antiklimaks ke ending jd OKEY bgt..
    tp klo aq blh jujur dr awal baca FF ni ending’ny rada bs ktebak dech..
    tp scra kseluruhan TOP BGT kq..

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s