[Freelance] Agasshi, Gwaenchanayo? part 1

Title                : Agasshi, Gwaenchanayo? (Part 1 of 2)

Author            : Nurhudayah Manjani

Cast                : Lee Donghae, Park Hani

Support Cast  : Cho Kyuhyun, Park Jungsoo

Rating             : All Age

Genre                         : Romance

Ps                    : Karakter Donghae, Kyu, sama Leeteuk di sini murni imajinasi pengarang, gak ada maksud menjelek-jelekkan pihak tertentu. Sekali lagi, just fiction. Kalo ada kesamaan latar dan kejadian dengan cerita lain, ini cuma kebetulan yang tidak disengaja. SO, NO BASHING, PLEASE^^

Hani POV

Aku berlari meninggalkan apartemen di lantai 16 itu dengan hati yang hancur. Sekuat tenaga aku berusaha menahan air mataku agar tidak mengalir di depannya. Perlahan suara yang sedari tadi memanggil namaku menjadi tak terdengar lagi. Ya, dia pasti tahu tidak ada gunanya mengejarku. Bisa apa dia? Menenangkanku dan berkata bahwa percakapan yang tak sengaja kudengar tadi hanya sebuah kesalahpahaman? Aku sudah bertindak bodoh dengan mempercayai semua rayuannya. Dan tidak akan kubiarkan diriku melakukan kebodohan lain dengan mendengar penjelasannya

Kuambil handphone dari dalam tas lalu mulai mengetik pesan.

To: EvilKyu

Selamat untuk taruhan yang baru saja kau menangkan. Kupikir sekarang aku sudah tidak ada gunanya lagi untukmu, jadi lebih baik kita putus.

Setelah pesan itu terkirim, kubuka penutup belakang handphoneku. Kukeluarkan sim card dari tempatnya, kupatahkan, dan akhirnya benda tipis mungil itu berakhir di lantai. Selamat tinggal, Cho Kyuhyun.

* * *

Jam di tanganku menunjukkan  pukul 09.30 malam waktu Seoul. Seharusnya aku sudah berada di rumah 30 menit yang lalu. Jungsoo oppa pasti sangat cemas memikirkan keberadaanku. Apalagi sekarang handphoneku tidak bisa dihubungi setelah tadi sim card-nya menjadi sasaran pelampiasan emosiku.

Tadi sepulang dari apartemen Kyuhyun, aku berjalan tak tentu arah sampai akhirnya aku menemukan tempat ini. Sebuah danau di taman yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat tinggal namja sialan itu. Suasana di sini cukup temang, sangat cocok untuk orang yang sedang patah hati sepertiku.

Yah, biarpun aku tidak begitu mencintai Kyuhyun, tapi mengetahui kenyataan bahwa sikap manisnya selama ini hanya demi memenangkan taruhan dengan teman-temannya tetap saja  membuat hatiku sakit. Apalagi aku sudah berjanji pada diriku untuk belajar mencintainya. Tak kusangka usahaku sia-sia saja. Babo! Babo! Babo!

“Cho Kyuhyun, aku membencimu!”

Tanpa sadar aku berteriak. Detik selanjutnya air mata yang sedari tadi kutahan akhirnya tumpah juga. Malah air mataku mengalir jauh lebih banyak dari yang kubayangkan sebelumnya.

“Agasshi, gwaenchanayo?” kata seorang namja yang tiba-tiba menyentuh bahuku dengan lembut.

Aku mendongakkan kepala untuk melihat pemilik suara bariton itu dan… ommona~

* * *

Donghae POV

Sejak 3 jam yang lalu aku terus menatap laptop, mengetik sesuatu, kemudian menghapusnya. Temanku bilang membuat tulisan di alam terbuka akan lebih ampuh untuk memunculkan sisi romantismu. Sayangnya hal itu tidak berlaku buatku.

Kalau sudah begini mau tak mau aku menyesali keputusanku mengambil alih kolom remaja yang dulu ditangani salah satu sunbae di majalah tempatku bekerja. Awalnya kupikir pekerjaan ini jauh lebih mudah dibandingkan menulis artikel kesehatan seperti yang bisaa kulakukan, ternyata aku salah besar.

Pemimpin redaksi kami memintaku membuat sebuah cerita fiksi romantis. Katanya cerita jenis ini banyak digemari remaja sekarang. Hah, alasan yang aneh! Bukankah dari dulu remaja memang suka dibuai dengan cerita fiksi romantis? Dan kenapa juga aku baru menyadari hal ini sehari sebelum tulisanku harus diserahkan?

“Babo! Babo! Babo!” sebuah suara terdengar di dekatku.

Siapa itu? Perkataannya barusan benar-benar mewakili isi hatiku.

Kuedarkan pandangan untuk mencari sumber suara itu, dan pencarianku berakhir pada seorang yeoja berambut lurus sebahu yang duduk tidak jauh dariku. Dia hanya seorang diri. Pandangannya nyaris kosong, seperti ada sesuatu yang sedang dipikirkannya. Dari tempatku duduk sangat jelas terlihat matanya yang berkaca-kaca.

“Cho Kyuhyun, aku membencimu!”

Yeoja itu berteriak lantang kemudian menenggelamkan kepalanya diantara kedua lututnya. Dia menangis. Itu sudah pasti.

Tanpa berpikir panjang aku segera meletakkan laptopku ke tanah, berjalan menghampirinya, dan memegang pundaknya sehati-hati mungkin agar dia tidak kaget.

“Agasshi, gwaenchanayo?” tanyaku.

Aish, pertanyaan macam apa itu, Lee Donghae? Sudah jelas dia menangis, berarti dia tidak dalam keadaan baik-baik saja.

Mendengar suaraku, yeoja itu menengadahkan kepalanya dan menatapku cukup lama. Sekarang aku bisa melihat jelas wajahnya. Dia tidak begitu cantik, bahkan terlihat menyeramkan karena tangisannya barusan membuat maskaranya luntur. Tapi dia sangat manis, apalagi dengan tatapan melongo seperti itu.

“Agasshi, gwaenchanayo?” aku mengulang pertanyaanku tadi.

“Apa aku mengenalmu?” dia bertanya tanpa menjawab pertanyaanku terlebih dulu.

“Ah, aku baru tahu kalau ternyata bisa membuat seseorang lupa tata karma berbicara. Kau bahkan belum menjawab pertanyaanku, malah bertanya balik. Kita memang belum saling mengenal, tapi asal kau tahu saja, teriakanmu tadi sudah membuyarkan konsentrasiku menulis,” ujarku, sedikit berlebihan sebenarnya.

“Jincha? Ah, mianhe… Aku juga tidak menyangka teriakanku bisa sampai sekeras itu. Dan tentang pertanyaanmu tadi, yah, aku baik-baik saja. Terima kasih sudah bertanya,” dia menjawab sambil menatap danau di depan kami.

“Kalau boleh kutebak, kau pasti baru saja putus dengan pacarmu, kan?”

Pertanyaanku itu berhasil membuat dia kembali menoleh ke arahku. Dia tidak berkata apa-apa, hanya menatapku dengan pandangan yang tidak bisa kuartikan.

“Kalau kau butuh teman untuk bicara, kau bisa bicara padaku. Mungkin dengan begitu perasaanmu akan sedikit lebih lega,” kataku lagi.

* * *

Hani POV

Tidak kusangka aku akan menceritakan kisah cinta memalukanku dengan kyuhyun kepada orang yang baru saja kutemui. Aku bahkan tidak tahu namanya. Tapi seperti yang dikatakannya tadi, setelah menceritakan ini perasaanku menjadi lebih lega.

“Maafkan kalau aku lancing, hanya saja aku piker tangisanmu tadi sangat sia-sia,” kata namja itu.

“Mwo?”

“Bukankah kau sendiri yang bilang kalau dia bahkan tidak berusaha mengejarmu untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya? Kalau aku jadi dia, biarpun niatku mendekatimu memang hanya untuk menjadikanmu objek taruhan, setidaknya aku akan berusaha mengejarmu untuk minta maaf. Tapi dia sama sekali tidak menunjukkan itikad baik padamu. Jadi untuk apa kau menangis?”

Ucapan namja ini sungguh keterlaluan untuk ukuran orang baru kenal, cenderung menyakitkan malah. Meskipun yah, kuakui dia benar.

“Wajar saja sebenarnya kalau kau sakit hati. Kalau aku jadi kau, aku pasti akan merasakan hal yang sama. Bedanya, aku tidak akan sebodoh kau menyia-nyiakan air mata demi orang yang belum tentu memikirkanmu,” lanjutnya.

Aku masih diam, tidak tahu apa yang harus kulakukan.

“Sudahlah, tidak usah kau ambil hati perkataanku barusan. Hari semakin malam, kau harus pulang,” katanya lagi.

“Aku rasa semua perkataanmu benar. Terima kasih kau mau mendengarkan ceritaku. Itu sangat membantu. Aku akan pulang sekarang. Oppaku pasti sangat pusing mencariku,” ujarku sambil berdiri, bersiap pulang.

“Kau mau aku antar? Pulang dengan taksi di saat seperti ini sangat tidak aman, apalagi kau ini seorang yeoja.”

“Bukankah pulang dengan orang tidak dikenal juga sama tidak amannya?” Kataku yang berhasil membuat dia garuk-garuk kepala.

“Aku kan cuma menawarkan bantuan. Kalau kau tidak mau, ya sudah…”

Omo… Dia marah? Mukanya itu kenapa jadi makin tampan?

“Hhahaha… Mukamu itu lucu sekali. Ayo, kita berangkat.”

“Hey agasshi, kau ini aneh sekali. Bukannya kau sendiri yang bilang kalau pulang dengan orang tidak dikenal itu berbahaya? Kenapa sekarang malah mengajakku pulang?” Tanyanya dengan muka yang masih sama menggemaskannya dengan tadi.

“Setidaknya kau tampan, jadi walaupun kau menculikku aku tidak akan merasa rugi.”

Ucapanku barusan sukses membuat tawanya meledak. Dia yang tadinya sedang duduk sekarang sudah berguling-guling tidak jelas di tanah.

“Ya! Apa yang salah dengan ucapanku?”

“Selain aneh, ternyata kau juga sangat lucu, Agasshi. Asal kau tahu, aku tidak akan mau menghabiskan waktu menculik yeoja sepertimu. Maskaramu yang luntur itu sungguh menyeramkan. Aku saja masih ragu kau ini manusia atau hantu penasaran. Tapi yah, kuucapkan terima kasih karena sudah memujiku,” ujarnya masih sambil tertawa.

Ah, namja ini! Kenapa dia begitu heboh menanggapi ucapanku? Aku jadi menyesal sudah memujinya.

Tunggu dulu! Dia bilang apa tadi? Maskaraku luntur? Oh no! Park Hani babo!

Refleks aku mengambil cermin untuk memastikan ucapannya.

Bumi… kumohon telan aku sekarang juga. Wajahku sudah cukup memprihatinkan karena air mata sialan dan maskara luntur ini. Kenapa penderitaanku harus bertambah dengan muka yang tiba-tiba memerah? Apa bedanya aku dengan kepiting saus tiram? Sungguh mengerikan.

“Hey agasshi, kau melamunkan apa? Kajja!” Kata namja itu yang entah sejak kapan sudah berada di atas sebuah sepeda motor.

Segera aku menghampirinya dan membungkuk.

“Maafkan aku, tapi aku tidak bisa pulang denganmu,” ujarku dengan nada yang aku sendiri tidak bisa mengartikannya.

Tanpa menunggunya berbicara lagi, aku langsung berlari sekuat tenaga meninggalkan dia dan motornya, kemudian bersembunyi di balik pohon dan merutuki nasibku hari ini. Putus dengan namja yang belum lama berpacaran denganku, apalagi alasannya karena dia cuma menjadikanku bahan taruhan. Kemudian bertemu namja tampan yang sangat mempesona, tapi kesan yang kuberikan sangat buruk. Ditambah lagi saat aku pulang nanti, Jungsoo oppa pasti akan memarahiku habis-habisan. Ugh, sungguh sial!

TBC

17 thoughts on “[Freelance] Agasshi, Gwaenchanayo? part 1

  1. Aigoo?wkwkwk
    maskara luntur??(jd inget drama kim sam soon wktu sam soon nya nagis d dlem toilet n maskaranya luntur smw…wkwkwk..tw gak?*gapen*)
    keren thor…..crrtanya nyenengin…ah…part slanjutnya bolehkah q brharap scpatnya d publish?*wink…wink*

  2. Aish~ babykyu jaat bgt sih! Jd brandalan de maen taroan sgala! ~_~

    Buahahahahaha~ kebayang dah itu maskara luntur! (o_0)
    babyhae jd author jg y?! :)

    Eh eh eh,, jng diem d bwh poon, ntr ada yg nyambet! hiii~
    tnag babyteuk baek koq ga ak mrh! Tnang ajj ^^

    LANJUUTT~

  3. hyaaaa~
    pendek nyaa :(
    *pdahal buatan ff aku sndiri pendek jga*
    hahah

    aku suka !
    Lee donghae , saranghae *dsiram lahar merapi ama bini nya yg laen*
    xD

    lanjuuutt ^^
    tp jngan lama2 yaa ..
    penasaran nih :)
    #cerewet

  4. wait,,, chakaman,, setau aku bukannya donghae itu jenis suaranya tenor ya??? walaupun ga se-high tenor wookie,, yg baritone itu yesung, kangin n siwon aja kan??
    hehe,, *abaikan ini*

    ommmooo,,, maskara luntur dan baru bialng pas mau nganter pulang??
    sungguh terlalu hae,,,
    hehe,,,
    tumben oppa jadi seorang penulis,,, biasanya tukang gombal cap ikan mokpo,,,
    hahaha,,

  5. wah, senengnya.. Ternyata ff ini ada juga yang suka *guling2 bareng hae

    Makasih bgt ya buat yang udah ngasih pembenaran ttg jenis suara itu. Aku ga terlalu paham soalnya, jd asal2an aja nulisnya :)

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s