One Out of Two, Epilog [CHANGMIN POV!]

PS : sesuai Request dari saudara2 sekalian *haiah

Sebenernya L~ paling nggak bisa bikin FF POV-nya bias sendiri atau baca FF dengan cast bias. Apalagi FF NC. Gak tega ><

Tapi ini demi saudara2 sekalian yang saya sayangi… makadariitu, sayangi juga FF saya ini ya!!! Wkwkwk

GOOD NEWS!!!

L~ BIKIN SEQUEL ‘WHY, BABY?’ !!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Whoooosssshhhhh *ngilang*

 

One Out of Two, Epilog

(Changmin Point of View)

Aku tersenyum datar. “Apa masih pantas aku berada di sini, hyung…”

“Changmin-ah…” tiba-tiba Sojung noona ikut mengeluarkan suara. Sejak kami bertiga duduk bersama di atap sebuah bangunan, dia tidak bersuara sama sekali. Sama seperti Yunho hyung yang hanya diam dan tidak pernah melepaskan genggaman tangannya dari tangan Sojung noona.

Tadi malam Yunho hyung tidak pulang ke dorm. Manajer hyung bilang dia menginap di apartemen Sojung noona. Tentu saja aku tahu itu, meskipun manajer hyung tidak mengatakan padaku. Aku melihat mereka berdua berciuman di apartemen noona. Membuatku menyadari bahwa semua yang kulakukan selama enam bulan ini benar-benar sesuatu yang memalukan. Merebut kekasih hyungku, bermimpi menikahinya.

Dan tadi malam, aku juga sudah memutuskan untuk keluar dari TVXQ!. Aku sudah mengatakannya pada Yunho hyung dan Sojung noona, tetapi belum mengatakannya pada manajer hyung.

“Mianhae, hyung. Aku tidak bermaksud merebut noona darimu. Aku hanya tidak bisa menahan perasaanku padanya.” kataku pelan. “Aku mencintainya, hyung. Dia adalah yoja pertama yang membuatku seperti ini.”

Aku melihat Sojung noona akan berkata sesuatu, tetapi Yunho hyung memintanya untuk tidak mengatakan apa pun.

Aku menarik napas dalam-dalam. “Jika kau ingin memukulku, aku…”

Bug.

Belum sempat aku berhenti berbicara, pukulan Yunho hyung keras mengenai tulang pipiku. Membuatku tersungkur di lantai atap bangunan.

“Oppa!” teriak Sojung noona. Aku melihat noona sedang menghalangi Yunho hyung berjalan ke arahku. Aku tersenyum kecut. Seharusnya dia tidak menghalangi hyung memukulku jika dia tidak mencintaiku, kan?

“Kau memang pantas kupukul, bocah kecil…” kata Yunho hyung. Suaranya bergetar. Dia pasti sedang menahan amarahnya. Yunho hyung memang bukan tipe namja yang pemarah.

“Jagiya, tunggu aku di mobil!”

Sojung noona kini memeluk Yunho hyung. “Shiro!” teriaknya. “Oppa! Jangan memukul Changmin! Jebal!”

Mereka berpelukan di depanku. Ah, lebih tepatnya Sojung noona yang memeluk Yunho hyung. Lagi-lagi aku harus menahan sakit. Bukan hanya di sudut bibirku yang sedikit berdarah, tetapi di hatiku juga.

Yunho hyung melepaskan pelukan Sojung noona kasar. “Tunggu aku di mobil!”

Sojung noona menunduk. Dia berlari menuju tangga tanpa memandangku sama sekali. Aku tahu dia pasti sedang menangis. Tetapi aku tidak tahu mengapa dia menangis. Seharusnya dia tidak mengeluarkan airmatanya untukku, jika dia tidak mencintaiku, kan?

Yunho hyung berjalan ke arahku dengan langkah cepat. Ditariknya kerah bajuku, dan…

Bug.

“Untuk mencium Sojung-ku…” katanya dingin.

Bug.

“Untuk mencintainya…”

Bug.

“Untuk mengatakan kau ingin keluar dari TVXQ!…” katanya lagi. Kali ini suaranya sudah terdengar melunak, tidak sedingin tadi. Dilepaskannya kerah bajuku, dan dia merebahkan tubuhnya di sebelahku yang sedang merintih kesakitan karena pukulan-pukulannya.

“Hyung…” rintihku.

“Bodoh… Mengapa pikiranmu sesempit itu, hah? Aku tidak akan membiarkan kau keluar dari TVXQ!”

Aku masih merintih, menahan sakit di wajahku.

“Changmin-ah, kau ingat ketika kau datang waktu itu? Kau masih sangat polos… Tetapi suaramu benar-benar membuatku iri….”

Benar. Saat itu aku masih polos. Yunho hyung selalu membantuku ketika aku tidak bisa menghapal beberapa gerakan. Dia penari yang andal. Aku sangat menghormatinya. Saat itu aku bahkan tidak berani memandang Yunho hyung karena dia sangat tampan dan keren, meskipun hanya mengenakan seragam sekolah. “Aku ingat, hyung. Aku takut padamu karena ku pikir kau orang yang dingin dan angkuh…”

“Tsk~” Yunho hyung duduk. Diambilnya sebuah sapu tangan di sakunya. Diberikannya sapu tangan itu padaku. “Sekarang kau sudah berani mencintai kekasih orang yang kau takuti… Kau tidak menyadari waktu berjalan begitu cepat? Kita tumbuh bersama, Changmin-ah. Aku tidak akan membiarkan kau pergi begitu saja setelah tumbuh bersama denganku, 10 tahun lebih…”

Tumbuh bersama. Mengalami masa-masa sulit bersama. Berlatih, tertawa, menangis, semua bersama-sama. Berbagi kamar, berbagi makanan, berbagi celana dalam, berbagi kekasih…

Aku mengusap darah yang keluar karena pukulan Yunho hyung menggunakan sapu tangannya secara perlahan. “Aku merasa bersalah padamu, hyung…”

“Karena Sojung-ku?”

Aku mengangguk.

“Aku lebih merasa bersalah denganmu, dengan manajer hyung, dengan fans kita, jika membiarkanmu pergi karena Sojung-ku…” Yunho hyung mengulurkan tangannya padaku, membantuku duduk. “Aku tidak membencimu, Changmin-ah. Aku tidak bisa membencimu karena kau sudah kuanggap dongsaengku sendiri. Lupakan saja masalah antara kita bertiga. Kita bisa menjaga Sojung-ku bersama-sama.”

Aku menyambut uluran tangan Yunho hyung, ikut duduk di sebelahnya. “Aku takut, hyung. Aku takut aku tidak bisa…”

“Aku tahu kau lebih dari dirimu sendiri…” Yunho hyung menepuk pundakku perlahan, menguatkanku. “Tidak ada yang tidak kau bisa, Shim Changmin…”

Apa benar aku bisa? Melihat mereka setiap hari bermesraan di depanku. Semua tidak akan sama seperti dulu ketika ini belum terjadi.

Ketika aku belum mencintai Sojung noona.

“Sampai jumpa di studio nanti malam, bocah kecil…”

***

Aku menuruni tangga perlahan menuju mobilku. Sapu tangan Yunho hyung kupakai untuk menutupi lebam di wajahku agar tidak terlihat orang lain. Aku masih belum menentukan saat ini, apakah masih dengan keputusanku keluar dari TVXQ!, atau tidak.

“Oppa! Apa yang kau lakukan pada Changmin?”

Aku berhenti. Yunho hyung dan Sojung noona sedang berbicara di dekat mobil Yunho hyung. Mata Sojung noona terlihat sedikit bengkak karena habis menangis.

“Aku melakukan tugasku sebagai leader yang melindungi membernya.”

“Apa? Katakan padaku!”

Yunho hyung tersenyum. “Aku mengatakan aku menunggunya di studio…”

Tiba-tiba Sojung noona berjinjit dan memeluk Yunho hyung erat. “Gomawo, oppa…”

Yunho hyung membalas pelukan Sojung noona dengan erat pula. “Saranghae…” lirihnya. “Aku tidak akan melepaskan kalian berdua. Mulai detik ini kita bertiga akan baik-baik saja. Aku berjanji.”

Aku terkejut. Tidak percaya dengan semua perkataan Yunho hyung. “Hyung… Apa kau tidak ingat aku pernah mengencani kekasihmu? Mengapa kau baik sekali kepadaku, hah?”

Mereka melepaskan pelukan masing-masing. Saling pandang sejenak, kemudian mereka berciuman.

Aku menutup mataku, tak kuasa melihat pemandangan manis sepasang kekasih itu. “Changmin-ah… Uljima…” lirihku, kemudian aku membuka mataku lagi.

Aku berharap pemandangan tersebut telah usai, tetapi ternyata tidak. Perlahan tapi pasti, ciuman Yunho hyung semakin dalam di bibir Sojung noona. Tangan Sojung noona mengelus kelapa Yunho hyung lembut, menikmati ciuman tersebut.

Aku menunduk. Tiba-tiba saja airmataku menetes. “Uljima… Sinca…”

Ini kedua kalinya aku melihat mereka berciuman seperti itu.

Ah, tidak. Ini ketiga.

Keempat. Kelima. Keenam. Ketujuh…

Aku tidak tahu sudah berapa kali hatiku sakit melihat mereka berciuman.

Kuusap airmata yang menetes dari mataku. “Hhh…” aku tertawa, menertawakan diriku sendiri. “Changmin-ah, gwaenchana…”

Aku menarik napas dalam-dalam. Kuarahkan pandanganku menuju Yunho hyung dan Sojung noona lagi. Mereka sudah tidak berciuman, tetapi sedang berpelukan sambil tersenyum bahagia.

Meskipun aku merasa sakit hati, tetapi kukuatkan diriku sendiri dan tersenyum pada mereka. “Hyung, noona… Semoga kalian berbahagia… Aku tidak akan mengganggu kalian lagi…” lirihku, kemudian aku berjalan menuju mobilku yang terparkir tak jauh dari tempat tersebut.

***

“Yeobseo?”

Aku tersenyum mendengar jawaban dari seseorang di balik telepon sana. “Jonghyun-ah… Odiya?”

“Oh, hyungnim! Kami dalam perjalanan menuju bandara untuk kembali ke Seoul.”

“Bandara?” tanyaku.

“Oh. Kami baru saja menyelesaikan rekaman untuk album baru di Jepang. Kami akan comeback beberapa hari lagi. Kudengar TVXQ! akan comeback juga?”

Aku terdiam. Comeback TVXQ! beberapa hari lagi… Sedangkan aku memutuskan untuk keluar…

“Yeobseo? Changmin hyung?”

“Oh. Seperti itulah…” jawabku seenaknya. Tidak ada yang boleh tahu masalah ini, Jonghyun sekalipun. Meski Jonghyun dan anggota CN Blue yang lain sudah kuanggap sebagai dongsaeng, tetapi mereka tetap tidak boleh mengetahui masalah ini.

“Mungkin jadwal kita akan sama, hyung.” Kata Jonghyun. Suaranya terdengar bersemangat. Tentu saja! Sudah lama kami tidak bertemu karena kesibukan masing-masing.

“Ya! Ayo makan bersama untuk merayakan comeback TVXQ! dan CN Blue!”

“Tentu, hyung! Aku akan menghubungi hyung lagi sesampainya di Seoul.”

“Arasseo. Sampai jumpa di Seoul!”

Klik.

Kurebahkan kepalaku pada sofa di ruang televisi dorm. Saat ini dorm sedang sepi, tidak ada seorang pun. Manajer hyung sedang mempersiapkan untuk comeback TVXQ!, sedangkan Yunho hyung, kau tahu sendiri dia ada dimana, bersama siapa, dan sedang berbuat apa.

Aku membuka laci tempat koleksi penyimpanan CD di dekat televisi. Kutemukan sebuah CD yang sangat kusukai, kemudian memasukkannya ke CD player.

Oetoriya… Oetoriya… Daridiridara du…

Oetoriya… Oetoriya… Daridiridara du…

Musik khas CN Blue mengalun merdu memenuhi ruangan. Aku tersenyum dan membaringkan tubuhku di sofa ruang televisi. “Oetoriya…” lirihku.

Kupejamkan mataku sejenak, mengingat semua yang terjadi di hidupku selama beberapa tahun terakhir. Apakah aku rela meninggalkan ini semua? Sesuatu yang sudah kurintis dari nol. Sesuatu yang membuatku bisa mengenal Sojung noona. Apakah aku rela meninggalkan semuanya?

Tidak ada yang tidak kau bisa, Shim Changmin…

Kubuka mataku perlahan. Benar. Yunho hyung benar. Tidak ada yang tidak aku bisa. Aku tidak boleh lemah. Semua membutuhkanku, dan aku membutuhkan semuanya. Yunho hyung, Sojung noona, manajer hyung, Jonghyun, fans, semua. Mereka akan membantuku menjadi Shim Changmin yang dulu, ketika aku belum mencintai Sojung noona. Semua akan baik-baik saja mulai detik ini, seperti yang dikatakan Yunho hyung.

Segera kuambil ponselku, mengetik sebuah pesan untuk Yunho hyung.

Hyung, pukul berapa harus rekaman di studio? Changmin~

 

7 malam. Obati dulu lukamu, bocah kecil. Aku tidak ingin dipukul manajer hyung karena membuat bocah kecil kami terluka… Sojung akan datang. Tidak mengapa, kan? Yunho~

 

Tentu saja, hyung! Katakan pada noona, aku ingin makan jjajangmyun buatannya^^ Changmin~

 

Arasseo! Aku akan memintanya membuatkan jjajangmyun untuk kita berdua^^ Yunho~

 

Aku tersenyum. Ini hanya sebuah ujian antara aku, Yunho hyung, dan Sojung noona. Jika kami berhasil, maka kami, persahabatan kami, dan kekuatan kami berada satu tingkat di atas sebelumnya.

Dan hampir saja aku menyerah karena ujian tersebut, sesuatu yang tidak boleh terjadi. Bukankah kita tidak selamanya bisa memiliki cinta?

Satu hal yang membuatku sadar, adalah aku masih mempunyai banyak cinta untuk diberikan kepada orang lain. Orang yang bisa membalas cintaku suatu saat nanti. Orang yang benar-benar akan menjadi milikku selamanya. Tidak merebut milik orang lain, dan tidak menyakiti orang lain.

Kau…

Mau menjadi orang tersebut?

-END-

24 thoughts on “One Out of Two, Epilog [CHANGMIN POV!]

  1. author L menepati janjinya,tgl 20 (dr kmren ngelingkrin tgl 20 d kalender kamar) wkakakakakka :D

    Wah,min POV bener2 menguras rasa persahabatan n cinta,sedih aq lihat min,aplgi pas liat yunho ciuman HOT :D
    Wkakakaka
    yg sabar ya min,aq ga mau jd orng itu,coz kamu artis,takut aq pcran ma artis :D *Sok2an baek :D
    WKAKAKAKA

    Ikh,author L aq suka kata2 trkhr si min :)

    awalnya aq kira nie ff yg kmrenccuma versi min POV,ternyata lanjutannya….vhahahahah
    makin sukalah aq…..

    aq tnggu krya author L yg lainnya…..:)
    daebak yah :D
    Gomawooooo :D *Deep hug thor L :D

  2. Aku mau kok changmiiiiiiin ƪ(♥.♥)ʃ daebak author hhi ada jonghyun jg, aku suka bgt sm dia :D ditunggu FF selanjutnya ya author

  3. Ummmmmmmmm, so sweet bgt! Ahir’a mreka b3 ttp baikan :)
    syukur de sojung ud blik lg ama ho oppa!
    chaminie oppa tnang, ada aq koq ^_- *BLETOK*

    Lanjuut y :)

  4. komen aslinya:
    kenapa ada acara berbagi celana dalem segala siiiih???
    terus itu, itu, itu, yunho dimana-sama siapa-sedang berbuat apa, itu??? ga jelas deeeh… didetilin dooong *yadonger ditakol*

    ah changmin mah nanyanya frontal amat sih? diem2 aja dong, biar ga banyak yg ngedaftar. ih, yeobo ih…
    *digamplong*

  5. Yunho tegas bgthuhuhu..
    Changmin kasian bgt…aku mau jd pacarmu khehehe *diplototin yesung*…

    Nice ff…
    Bkin lg donk ttg changmin tp bkin dia ktemu cwenya dan jadian gitu….kasian changmin sndirian ditengah yunho-soojung…

  6. wah, yunho b’besar hati…
    changmin berusaha ikhlas,,
    daebak!!
    perasaan mereka bener2 luar biasa… :)

  7. Aku mauuuu changmiiin, aku mauuuu!!!
    Gregetan banget baca endingnya.
    Ff nya kereeeen sekeeereeen authornya… :D

  8. hwaaahh,
    kalo tiap hari jadi changmin pasti juga akan sakit T T
    ah, aku mau changmin! :) *ngejawab pertanyaan terakhir changmin*
    changmin yang tabah ya, kamu bakal dapet seseorang yang terbaik buat kamu :)

  9. aaaaaaaaaaaa………..
    banyak banget yang pngen aku omongin…..
    pertama….banyak banget kata2 yang bikin aku ngakak…pngen nangis….dsb… bahasanya bagus bgt chingu…
    kedua…berasa gimaaannaa gtu…baca ff TVXQ tapi gada jaejoong, yoochun ma xiah….=(( jadi agak sedihhhh…
    ketiga….hah…author emang daebakk..bikin ff.y kereenn..

  10. td abis bc crta L terbaru, yg jonghyung ma nara.. Trus ktny series dr why baby? Bru inget trnyta ini toh?? Lupa

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s