[Freelance] Love Challenge part 4

Kyuhyun’s POV

Aku tersenyum puas sembari menatap bintang yang bertaburan di langit dari taman belakang rumahku. Ingin sekali tertawa melihat mata besarnya yang hampir saja keluar ketika eomma mengatakan masalah pertunangan kami tadi. Hah tidak sia-sia aku mengeluarkan jurus lidah tajamku pada eomma tadi siang. Aku sengaja memanfaatkan sifat eomma yang sangat tidak suka jika ada orang lain yang berpandangan buruk terhadap keluarga kami, dan hal ini yang kugunakan untuk membuat iblis betina itu tidak bisa lepas dari tanganku. Aku meminta eomma untuk segera mengadakan pesta pertunanganku dan Hyena dengan alasan untuk menghindari pandangan buruk orang lain terhadap keluargaku, karena membiarkan seorang gadis yang tak memiliki hubungan darah sedikitpun dengan keluarga Cho untuk tinggal di rumah ini dan seperti yang selalu aku katakan, semuanya akan selalu berjalan sesuai dengan keinginanku.

“Ya!!!” geram seseorang. Tanpa melihat wajahnya pun aku sudah tau siapa yang berdiri di belakangku saat ini. “Michyeseo??” Hardiknya lagi kemudian menghentak-hentakan kakinya kasar sembari berjalan mendekatiku. Dia berdiri di hadapanku dan berkacak pinggang.

”Aku tidak gila dan keluargaku juga belum pernah memiliki riwayat penyakit jiwa seperti itu,” jawabku asal. Senang sekali melihatnya melotot padaku, membuat mata besarnya itu terlihat lebih indah dan tentu saja itu berarti dia bisa melihat wajah tampanku ini dengan jelas.

”Untuk apa kau menyetujui ide gila eomma-mu itu??

Ide gila eomma?? Cih~ jika kau tau itu ide gilaku, apa yang akan kau lakukan??

”Sudahlah, ikuti saja apa yang dikatakan eomma. Itu juga tidak ada ruginya bagimu,” lagi-lagi jawabku dengan nada enteng.

”Yak tentu saja itu sangat merugikan!!! Kau sudah mengatakan akan memberikanku waktu satu bulan untuk mendekati Jino, lalu kenapa kau menyetujui pertunangan itu??”

”Ini kan hanya pertunangan, untuk apa kau ribut seperti ini??” balasku. Gadis ini selalu saja membuatku kesal karena Jino. ”Aku juga tidak menyangka ide itu akan muncul begitu saja di kepala eomma. Memangnya sekarang kau berani mengatakan tidak pada eomma dan mengatakan terus terang bahwa kau mengincar calon adik ipar-mu sendiri??” tantangku.

”Jino bukan adik iparku!!!!” ucapnya keras kepala.

Aku mengepalkan tanganku berusaha menahan emosi. Kenapa susah sekali untuk membuatmu mengerti bahwa Cho Kyuhyun adalah takdirmu, Na~ya, Bukan Cho Jino??

”Jika kau bersikeras menolaknya, katakan saja langsung pada eomma dan appa. Aku tidak akan menolongmu. Tidak ada dalam perjanjian kita, bahwa aku akan membantumu untuk mendapatkan Jino dalam satu bulan ini.”

”Tapi kau… Yak!!! Aku belum selesai bicara!!!” teriaknya ketika aku tak menghiraukannya dan berjalan memunggunginya begitu saja.

Aku tidak pernah peduli dengan penolakanmu. Siapa pun tak akan bisa menghentikanku untuk menjadikanmu sebagai milikku, Na~ya.

*****

”Mwo??? Bertunangan???” teriak para member.

Aku tak menggubris teriakan kaget mereka ketika mendengar magnae tampan ini akan segera bertunangan dan terus berfokus pada PSP yang ada di tanganku. Tentu saja mereka akan terkejut atau lebih tepatnya tidak rela jika aku mendahului mereka.

”Bagaimana mungkin secepat ini??” protes Teukie hyung.

Lagi-lagi aku tak mempedulikan protes itu yang akhirnya membuat pria tua cerewet itu merebut paksa PSP dari tanganku.

”Aku sedang bertanya padamu, kenapa tidak menjawabku??”

”Memangnya aku harus menjawab apa?? Aku kan sudah mengatakan minggu depan aku akan bertunangan, lagi pula appa sudah berbicara pada perusahaan,” balasku sembari merebut kembali PSP-ku. ”Aisss, kau lihat Teukie, kau membuatku kalah,” geramku dan sialnya kenapa malah dirinya yang menjitak kepalaku.

”Dan kau benar-benar membuat sembilan member lainnya terlihat seperti pria yang tidak laku!!!” ucap Heechul Hyung.

”Ah, sepertinya hanya delapan member, kalian lupa aku sudah memiliki Nari??”

”Aissss kalian berdua benar-benar menyebalkan!!!”

”Jangan salahkan diriku jika kalian tidak laku. Semua orang sudah memiliki takdirnya di dunia ini, dan aku tidak akan pernah melepaskan takdirku yang sudah berada di dalam genggamanku.”

”Sebenarnya kau ini sedang berbicara apa??” desis Heechul Hyung.

”Kau akan mengerti jika sudah menemukan takdirmu, Hyung. Dan satu hal lagi, beritahu pesta pertunanganku pada adikmu itu, aku ingin dia datang, jika dia tidak datang maka semuanya tidak akan menyenangkan.”

”MWO????”

*****

Hyena’s POV

Aku membanting tasku tepat di atas meja Chaerin yang membuatnya mengerutkan alis, menatapku bingung. Aisss aku benci sekali dengan sifat pengecutku ini jika sudah berhadapan dengan Cho ahjumma. Kenapa jika sudah berhadapan dengannya lidahku tiba-tiba menjadi kaku?? Tadi, ketika sarapan aku sudah berusaha untuk mencoba bicara pada Cho ahjumma untuk membatalkan pertunangan itu, tapi ketika dia menatap lurus ke dalam mataku, nyaliku menjadi ciut dan lidahku malah tak berfungsi sama sekali.

”Ya, waeyo???”

”Minggu depan aku akan bertunangan,” jawabku tanpa basa basi.

”Wahhhhh chukae…..”

Sontak aku langsung melemparkan tatapan tajamku ke arahnya. Untung saja saat ini kelas masih kosong, jadi tak ada yang mendengarkan suara cemprengnya itu.

”Chukae???” ucapku miris. ”Kau tau?? Saat ini aku benar-benar ingin menghabisi nyawa seseorang, jadi kau jangan memancing jiwa setanku, Chaerin~a,” desisku.

”Aigoooo~ kau benar-benar menakutkan, Hye-Na~ya,” balasnya.

Aku menghembuskan napasku pelan kemudian merebahkan kepalaku di atas meja dengan lemah. Semangatku benar-benar hilang karena pertunangan itu. Kenapa orang-orang disekitarku tak memberikan kesempatan sedikitpun untukku memikat Jino. Waktuku hanya tinggal 3 minggu lagi, tapi bahkan aku tak pernah memiliki waktu untuk berdua saja dengan Jino.

”Aku tidak mau, Chaerin~a. Dan sialnya setan peliharaan keluarga Cho itu tidak mau membantuku untuk berbicara pada eomma-nya. Ne, setan selamanya tak akan pernah berubah menjadi malaikat dan Cho Kyuhyun benar-benar menjadi setan besar dalam hidupku.”

”Astaga kenapa kau tidak mau?? Bukankah raja setan memang harus didampingi oleh ratu iblis seperti dirimu??”

Aku hampir saja melempar bukuku ke wajahnya jika dia tidak mendahuluiku untuk mengambil buku itu dari tanganku. Aissss gadis ini malah membuat suasana hatiku semakin buruk.

”Ya, Han Hyena, seharusnya kau beruntung bisa bertunangan apa lagi bisa menjadi istrinya. Begitu banyak gadis yang bermimpi untuk mendapatkan posisi itu, dan hanya kau yang memiliki kesempatan terbesar untuk mendapatkannya.”

”Beruntung??? cih~” cibirku. Bagaimana mungkin kau akan beruntung, jika raja setan sudah menguasai hidupmu???

*****

Aisss sudah semalam ini kenapa raja setan itu belum juga pulang. Sejak tadi pagi aku tidak bertemu dengannya, sepertinya dia sengaja menghindariku karena tidak mau menolongku untuk membatalkan pertunangan itu. Pria itu sungguh menyebalkan.

Aku  berjalan menuju dapur kemudian mengambil segelas air putih dan menelannya hingga habis. Aku benar-benar tidak mempunyai ide untuk membatalkan pertunangan itu. Aku tidak mungkin berbicara langsung pada Cho ahjumma dan ahjusshi. Satu-satunya harapanku saat ini hanyalah raja setan itu.

Tiba-tiba aku mendengar suara mobil yang berhenti di garasi rumah. Apa dia sudah pulang??? Aku lagsung melangkahkan kakiku menuju ruang santai rumah ini dan benar saja kulihat Kyuhyun yang berjalan menaiki setiap anak tangga menuju kamarnya.

”Kyuhyun~a!!!” panggilku yang membuatnya menoleh, tapi sedetik kemudian dia kembali memunggungiku dan berlari menjauhiku.

Aisss jadi dia benar-benar ingin menghindariku???

Aku berlari mengejarnya dan tepat sebelum dia menutup pintu kamarnya aku berhasil menahannya dengan kakiku.

”Ya!!! Mau apa kau??” hardiknya sembari terus mendorong pintu kamarnya. ”Aku lelah. Aku ingin istirahat.”

”Aisss aku ingin bicara padamu!!!”

”Aku sedang tidak ingin mendengar suara jelekmu itu!!!”

Aku terus berusaha menahan pintu itu, hingga akhirnya aku bisa menyodorkan kepalaku di antara sela pintu yang terbuka.

Hahaha meskipun kau setan tapi aku yakin kau tak mungkin berani menyakiti fisikku… dan benar saja Kyuhyun mengalah dan membiarkan aku masuk ke kamarnya.

”Cepat katakan!!”

”Bantu aku bicara pada eomma dan appa-mu,” ucapku to the point.

”Cih~bahkan dalam mimpi pun aku tidak akan menolongmu,” cibirnya.

”Ya!!! Kenapa kau bernafsu sekali bertunangan denganku?? Kau pasti sudah jatuh cinta padaku. Aigoo kau tidak boleh jatuh cinta padaku, karena hatiku hanya untuk Jino.”

Pletakkkk..

Berani sekali pria menyebalkan ini menjitak kepalaku. Aku menggembungkan pipiku kesal dan menatapnya garang.

”Cih~benar-benar menggelikan. Bagaimana bisa ada wanita yang begitu percaya diri dan besar kepala seperti dirimu?? Memangnya apa yang bisa kau andalkan dari fisik standarmu itu untuk membuatku jatuh cinta padamu???”

Astaga mulut pria ini benar-benar beracun. Chaerin~a jika kau mendengarnya, apakah kau masih akan mengatakan sungguh beruntung gadis yang menjadi istrinya?? Aku benar-benar sudah gila jika menyetujui perjodohan ini.

”Standar katamu??” Kutendang kakinya tepat pada tulang keringnya dan berhasil membuatnya mengerang kesakitan. Tak ada yang bisa merendahkanku seperti itu.

”Yak!!! Babo!!!!!” geramnya.

”Wae??? Ingin membalasku??” tantangku.

”Neo… keluar dari kamarku sekarang juga!!!”

”Shireo!!” balasku keras kepala. ”Aku tidak akan keluar sebelum kau membantuku untuk berbicara pada eomma-mu.”

”Yak… Kenapa kau begitu menyebalkan!!!”

Aku tidak menggubris ucapannya dan berjalan menuju sofa panjang yang ada di sudut kamarnya. Aku duduk di sana dan melipat kedua tanganku di depan dada, tak mempedulikan dirinya yang menatapku gusar.

Tak lama kemudian dia berjalan mendekatiku kemudian duduk di sampingku dan menyodorkan PSPnya padaku. Aku menatap PSP itu sejenak lalu memandang wajahnya. Astaga ini bukan pertama kalinya aku berada sedekat ini dengan dirinya, tapi kenapa wajahnya, bukan, tapi aroma tubuhnya selalu mengacaukan saraf otakku.

”Jika kau menang, aku tidak akan memaksa eomma untuk membatalkan pertunangan itu, tapi aku akan berusaha membuat eomma mengundurnya,” ucapnya.

”Cih~aku tidak percaya dengan ucapanmu. Kau lupa, saat itu kau juga mengucapkan hal itu tapi ternyata kau berbuat curang,” balasku.

”Ya!!! Sudah aku katakan aku tidak pernah berbuat curang!!!”

”Jinchayo??” cibirku.

”Jika kau tidak mau, lebih baik kau keluar sekarang.”

Aisss tak ada pilihan lain. Tapi, apakah pria setan ini bisa dipercaya?? Sedetik kemudian aku langsung menyambar PSP itu dari tangannya, kemudian menggeser tubuhku hingga duduk di pinggir sofa. Aku bisa melihat matanya yang sedikit terbelalak ketika aku lebih memilih menjauh darinya. Yah, ini lebih baik, setidaknya akan sulit untuknya berbuat curang seperti kemarin dan pastinya agar aroma tubuhnya tidak  mengacaukan konsentrasiku.

*****

Kyuhyun’s POV

Gemuruh tepuk tangan membanjiri halaman belakang rumahku, ketika cincin itu berhasil kusematkan di jari manisnya dan dia juga membalas menyematkan cincin di jariku. Tanpa harus berbuat curang, Hyena tetap tak bisa kabur dari sisiku. Ya, waktu itu tiba-tiba saja Jino masuk ke kamarku dan sukses membuat Hyena terkejut hingga menjatuhkan PSP itu dari tangannya. Hahaha Tuhan selalu  berpihak padaku.

”Ya, apa kau ingin semua orang tau pertunangan ini hanyalah kekonyolan?? Tersenyum lah sedikit,” bisikku.

Yah, aku memang mengatakan anggap saja pertunangan ini adalah sebuah lelucon yang sedang kami mainkan, padanya ketika malam kekalahannya waktu itu. Tapi bagiku, tinggal selangkah lagi kau benar-benar menjadi milikku, Na~ya.

Dia menoleh malas ke arahku, kemudian menyunggingkan senyum kakunya padaku. ”Kau puas??” ucapnya datar. ”Menyebalkan sekali,” gerutunya lagi.

”Hye-Na~ya, kau cantik sekali,” ucap Chaerin.

Benar. Hye-Na ku terlihat semakin cantik dengan gaun hitam selutut yang membalut tubuh sempurnanya. Sempurna di mataku.

”Chukae,” sambung Chaerin lagi sedangkan Hyena hanya membalasnya dengan mendengus kesal. Gadis ini kenapa susah sekali untuk berpura-pura??

”Noona,” panggil seseorang dan aissss aku benci sekali melihat ekspresinya yang langsung berubah menjadi sumringah seperti itu.

”Aigooo kau cantik sekali noona.”

Cih~ bocah ini benar-benar ingin membuat hyungnya gila. Berani sekali dia memuji calon kakak iparnya di depan hyungnya sendiri, dan gadis menyebalkan ini untuk apa menunjukkan ekspresi sesenang itu. Benar-benar membangkitkan jiwa setanku.

”Gomawo, Jino~ya. Kau juga terlihat tampan.”

Aisssss..

”Ah Hyung,” panggilku ketika melihat para member yang berjalan mendekati kami. Aku langsung melirik gadis yang berdiri di samping Heechul hyung, dan seketika itu juga senyumku tersungging di bibirku. Ini yang sudah kutunggu sejak tadi.

”Yak chukae!!! Ini yang bernama Hyena??” tanya Heechul Hyung. Aku melirik sejenak ke arah iblis betina itu yang masih saja betah berdiri di samping Jino sembari memandangi para member satu per satu. Sebenarnya siapa yang menjadi tunangannya???

”Wahhh neomu yeopo…” ucap Eunhyuk hyung.

”Ne, sama seperti yang dikatakan Kyuhyun.. Sangat menarik,” sambung Donghae Hyung.

Mwo??? Astaga kapan aku pernah berkata seperti itu pada mereka?? Baiklah sudah kuakui dia adalah satu-satunya gadis yang sangat menarik di mataku, tapi bukan berarti mereka bisa menjatuhkan harga diriku seperti ini.

*****

Hyena’s POV

”Ne, sama seperti yang dikatakan Kyuhyun.. Sangat menarik.”

Sontak aku langsung menolehkan kepalaku ke arahnya tapi pria setan ini berpura-pura tak mempedulikanku.

”Mwo??? Kapan aku bicara seperti itu?? Kata-kata menjijikkan seperti itu tak mungkin keluar dari mulutku,” sambarnya langsung.

Cih~ kurasa dia tidak perlu mempermalukanku seperti itu. Jika tidak ada orang lain di sini, kupastikan semua gigimu akan rontok, Cho Kyuhyun.

Aku mengalihkan pandnaganku dari wajahnya. Tiba-tiba mataku melebar ketika menangkap sosok seseorang yang tersenyum manis padaku. Senyum ini.. Aigoo bukankah pria ini adalah pria yang tersenyum padaku saat di restoran beberapa hari yang lalu?? Jadi dia..

”Neo..??” ucapku kaget.

”Sungmin hyung juga member Super Junior, Noona, sama seperti Kyuhyun hyung,” bisik Jino di telingaku. Mataku membulat mendengarnya. Super Junior?? Aigoo gadis gila itu pasti…

Aku langsung menoleh ke belakang dan benar saja Chaerin hanya diam terpaku sembari memandang dengan tatapan tak percaya pada mereka.

Lagi-lagi pria itu memamerkan senyumnya padaku. ”Annyeong Hyena~ya, kita bertemu lagi.”

”Kalian pernah bertemu??” sambung pria, ah aku tidak tau siapa tapi lesung pipinya cukup menawan.

”Ne, aku pernah bertemu di tempat kerjanya.”

”Wahhhh Gaeul~ah, kau datang juga,” ucap pria setan setengah berteriak pada seorang gadis yang berdiri di samping pria berwajah cantik itu. Cih~ apa gadis itu memiliki masalah pendengaran hingga pria bodoh ini berteriak seperti itu?? Chakkaman, tapi sepertinya Kyuhyun sempat melirik ke arahku. Apa maksudnya??

”Tentu saja, oppa. Aku masih sayang dengan nyawaku. Jika aku tidak datang, pasti kau akan menghajarku habis-habisan,” jawab gadis itu.

”Hahaha baguslah jika kau mengerti.”

Kenapa dia bisa tertawa seperti ini?? Siapa gadis ini???

”Ah, Jino~ya, ini Gaeul, adik angkat Heechul hyung. Kau ingatkan dengan foto yang pernah kutunjukkan padamu dulu dan saat itu kau bilang Gaeul sangat cantik.”

Mwo????
”De??” sahut Jino.

”Aisss jangan katakan kau lupa. Beberapa minggu yang lalu aku pernah menunjukkan foto pesta ulang tahun Heechul hyung tahun lalu, dan kau seharian merengek padaku untuk dikenalkan pada Gaeul, tapi sayang akhir-akhir Gaeul tidak pernah main ke dorm karena sibuk dengan skripsinya.”

”Ah, ne,” jawab Jino.

”Gaeul~ah, dia Jino, adikku. Terakhir saat kita berbicara di telepon kau mengatakan saat mengagumi suara Jino. Jino~ya, Gaeul adalah fansmu.”

”Ahh jincha?? Gomawo, noona,” jawab Jino kaku.

”Emmm ne, suaramu bagus sekali,” balas gadis itu.

Astaga aku susah untuk menahan emosiku saat ini. Apa lagi ketika melihat wajah gadis itu dan jino yang sedikit memerah. Dan aku benci sekali dengan mulut raja setan ini. Kenapa sejak tadi dia terus berbicara mengenai dua orang ini??

Aku berdehem pelan untuk mengalihkan pembicaraan ini, tapi sialnya kenapa gadis itu yang memandang ke arahku, membuatku salah tingkah saja.

”Chukae, Hye-Na~ssi,” ucapnya sembari tersenyum ramah padaku.

”N.. ne..” jawabku kaku. Aissss menyebalkan. ”A.. aku haus, aku ambil minuman dulu.”

”Aku juga, noona ingin minum apa?? biar aku yang mengambilkan.”

Yessss…..

”Ah annie, biar aku ambil sendiri. Kita pergi bersama saja,” ajakku.

”Ouh, baiklah.”

”Jino~ya, sebaiknya ajak Gaeul. Sejak tadi kulihat Gaeul tak menyentuh minuman apa pun.”

Ingin sekali rasanya aku melempar wajah setannya itu dengan high heelsnya sialan yang kupakai saat ini. Astaga kenapa aku merasa pria ini sedang merencanakan sesuatu??

”A.. Annieyo. Aku tidak haus,” tolak gadis itu. Hahhhh aku sedikit bernapas lega. Jarang sekali bisa memiliki waktu berdua dengan malaikatku, meskipun hanya sebentar aku tidak akan menyia-nyiakannya.

”Aissss kau harus mencicipi semua hidangan yang ada di sini dan Jino akan mengantarkanmu,” ucap Kyuhyun lagi.

Aku benar-benar ingin mencakarnya.

”Tapi oppa..”

Kyuhyun tak menghiraukan penolakan gadis itu dan malah mendorong gadis itu hingga berdiri di samping Jino. Aisssss kau menyebalkan!!!!!!!!!!!!

*****

Kyuhyun’s POV

Hahahaha Aku puas. Puas sekali melihat ekspresi sebalnya ketika melihat Jino bersama Gaeul. Bagaimana?? Ini sangat mengasyikkan bukan, Na~ya?? Yah sangat mengasyikkan.

Aku terus memperhatikan mereka bertiga yang berdiri di depan meja minuman. Kulihat Hyena terus mengerucutkan bibirnya sembari memutar-mutar gelas minuman yang ada di tangannya dengan malas, sedangkan Gaeul dan Jino sedang mengobrol, meskipun terlihat sangat canggung. Hahhhh rencanaku malam ini berhasil. Ah mianhae Gaeul~a, aku menggunakanmu untuk memikat Jino..

Aku mengedarkan pandanganku dan saat itu mataku tertuju pada seorang gadis yang masih berdiri di tempatnya semula sembari menatap sekumpulan pria yang tengah asyik bercengkerama tanpa berkedip sedetikpun.

Aku memukul bahunya pelan yang sukses membuatnya terkejut dan menatapku shock.

”Kau sedang melihat apa??” tanyaku basa basi.

”Ah, oppa, benarkah itu member super junior??”

Aku terkekeh pelan mendengarnya kemudian kembali memandangnya yang masih fokus memperhatikan hyung-hyungku.

”Apa kau bisa membantuku??”

”De??” tanyanya kaget dan membuatnya menoleh ke arahku.

”Aku bisa membuatmu dekat dengan mereka, bahkan mendapatkan nomor ponsel mereka.”

Matanya sedikit melebar ketika mendengar ucapanku.

”M.. mwo?? Benarkah??”

Aku tersenyum padanya dan menganggukkan kepalaku mantap.

”Memangnya aku harus membantumu apa??” tanyanya penasaran.

”Apa pun untuk membuat Hyena mencintaiku.”

”Mwo??”

”Jika kau setuju, kau akan mendapatkan apa pun yang kau inginkan.”

Chaerin memutarkan bola matanya. Aku yakin dia sedang berpikir tentang penawaran menarikku ini.

”Tapi oppa…”

”Aku tidak akan memintamu untuk melakukan hal yang mencelakakan Hyena.”

”Tapi kenapa kau ingin aku membantumu??” tanyanya lagi.

”Karena aku menginginkan Hyena di dalam hidupku.”

Dia terdiam tapi sedetik kemudian dia tersenyum padaku. Apa ini berarti??

”Aigoo~ kau keren sekali oppa. Baiklah aku akan mendukungmu!!” ucapnya kemudian berlari menuju Hyena.

Aku hanya tersenyum melihatnya. Kau lihat Na~ya, bahkan sahabatmu pun mendukungku.

Aku membalikkan tubuhku, dan tiba-tiba saja Donghae Hyung sudah berdiri di hadapanku dengan tatapan gusarnya. Aigoo ada apa dengan ikan ini??

”Cho Kyunyun,” ucapnya pelan tapi tajam. ”Apa kau benar-benar ingin mati??”

”Mwo??” sahutku.

”Untuk apa kau mencoba mendekatkan Gaeul pada Jino??” geramnya.

Aku mengerutkan alisku, kemudian menoleh ke arah Gaeul dan Jino yang terlihat mulai santai dengan obrolan mereka.

”Memangnya kenapa Hyung?? Bukankah Gaeul sangat mengagumi Jino?? Lagi pula mereka terlihat cukup serasi,” jawabku.

”Yak!!!” ucapnya setengah berteriak yang membuatku terperangah. Sedetik kemudian dia mulai melangkahkan kakinya kasar ke arah Jino dan Gaeul. Aisss apa ikan itu keracunan??

*****

Hyena’s POV

Aku terus memutar-mtar gelas minumanku untuk menghalau rasa kesal di hatiku. Sebenarnya apa yang ada di pikiran raja setan itu?? Apa dia bermaksud mendekatkan Jino dengan gadis itu. Aissss itu tidak bisa terjadi. Hatiku semakin kesal saja melihat mereka berdua yang tertawa di sela-sela obrolan mereka.

”Aigoo Malam ini Kyuhyun oppa terlihat tampan sekali dengan jas hitamnya, benar tidak?? Menurutmu bagaimana??” Ucap Chaerin yang ntah sejak kapan sudah berdiri di sampingku.

Aku hanya melotot ke arahnya yang sukses membuatnya menunduk takut.

”Gaeul~a, sudah malam. Heechul Hyung menyuruhku untuk mengantarmu pulang,” ucap seseorang.

”Tapi kita belum lama berada di sini oppa,” jawab gadis itu.

”Sudah malam. Tidak baik untuk seorang gadis berada di luar rumah malam-malam begini,” balasnya datar kemudian tanpa memberikan kesempatan pada gadis it untuk membuka mulut lagi, pria itu langsung menggenggam tangan gadis itu dan membuat gadis itu mengikuti langkahnya.

Ige mwoya?? Dasar Kyuhyun babo. Rencanamu gagal Cho kyuhyun. ^_^

*****

Author’s POV

Donghae terus menarik tangan Gaeul, hingga akhirnya berdiri tepat di depan member lainnya. Kyuhyun masih menatap heran pada hyungnya yang satu itu sedangkan Gaeul menatap gusar pada Heechul, kakak angkatnya.

”Oppa, untuk apa kau mengajakku ke sini jika sekarang kau malah menyuruhku pulang?? Aisss ini sama saja membuang waktuku, bahkan kita belum sampai 30 menit berada di sini,” gerutunya.

”Pulang??” ucap Heechul tidak mengerti.

”N…”

”Biar aku yang mengantarnya pulang,” potong Donghae kemudian kembali menarik tangan Gaeul.

”Sebenarnya ada apa dengan ikan satu itu??” tanya Kyuhyun bingung sembari menatap punggung kedua orang itu menjauh.

”Dasar bodoh, tentu saja Donghae akan marah jika kau berusaha membuat Jino dan Gaeul dekat seperti tadi,” jawab Eunhyuk hyung.

”De?? Memangnya kenapa??”

”Yak!!! Sudah lama Donghae mengejar Gaeul dan kau malah ingin mengacaukannya, tentu saja di tidak akan terima!!”

”Maksudmu Donghae Hyung…”

’Aisss kupikir rencanaku akan berjalan mulus malam ini, tapi ternyata ikan itu tak terima dengan rencana ini. Cih~ kau beruntung malam ini Na~ya’ geram Kyuhyun dalam hati.

*****

Hyena’s POV

Aku membereskan bukuku yang masih berserakan di atas mejaku. Chaerin sudah pergi meninggalkanku sejak tadi. Hari ini dia bekerja lebih awal di restoran.

Aku segera melangkahkan kakiku ke halte bus. Masih 2 jam lagi sampai jadwal kerjaku tiba, jadi aku tidak perlu tergesa-gesa.

Tiiiittttttttttttt…

Suara klakson mobil itu sontak membuatku sedikit terkejut, tapi yang membuatku lebih terkejut ketika melihat mobil itu berhenti di sampingku. Tak lama kemudian seorang pria menampakkan wajahnya dan tersenyum padaku. Aigooo~ Jino??

”Jino~ya??”

”Noona,” balasnya. ”Kenapa hanya sendiri?? Mana Chaerin noona??”

”Chaerin bekerja lebih awal hari ini, jadi dia sudah pergi sejak tadi. Kenapa kau bisa ada di sini??”

”Tadi aku ke rumah temanku yang tak jauh dari sini. Kalau begitu naiklah, biarku antar.”

Aku berjalan memutari mobilnya kemudian membuka pintu mobil dan duduk di sampingnya.

”Jika kita makan siang dulu, apa noona akan terlambat??”

Makan siang?? Berdua?? Aigoo~ ini yang sudah lama kutunggu Jino~ya. Setidaknya bisa menyegarkan sedikit hatiku yang keriput karena pertunangan dua hari yang lalu.

Kulirik cincin yang melingkar di jari manisku, hahhh dari kemarin aku ingin melepas cincin ini tapi sialnya kenapa cincin ini sempit sekali di jariku. Aku yakin raja setan itu sengaja memilih cincin yang lebih kecil dari tanganku. Sedangkan dia dengan bebasnya melepas cincin itu dari jarinya. Aisss tidak apa-apa yang penting hari ini Jino ada di sampingku.

”Tentu saja tidak.”

*****

”Noona, aku ke toilet sebentar,” ucap Jino.

Aku menganggukkan kepalaku pelan kemudian kembali menyesap minumanku sembari memandang punggungnya yang semakin menjauh. Ini hari yang paling bahagia untukku. Ah, tak kusangka Jino akan mengajakku makan siang bersama. Aigoo ini seperti mimpi saja.

Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru restoran ini. tiba-tiba mataku tertuju pada beberapa pria tua yang sedang berjabat tangan di sudut restoran ini. Setelah itu, dua orang dari pria itu berjalan menuju pintu keluar. Aku menyipitkan mataku, mencoba menajamkan pandanganku pada punggung pria itu. Aneh, aku merasa sangat mengenalnya, tapi…

Sedetik kemudian napasku langsung tercekat ketika mataku bisa menangkap sosoknya dengan jelas. Dia??? Andwae!! Tidak mungkin, tapi..

Sontak aku langsung berdiri mengejar dua orang pria itu yang sedang berdiri di depan mobil mewah, dan aku sangat mengenali mobil itu. Dua orang itu masuk ke dalam mobil dan tak lama kemudian mobil itu mulai melaju dengan pelan, menjauh dari arena parkir restoran ini.

”Appa!!!!” teriakku tapi mobil itu tetap saja melaju tanpa menghiraukanku yang terus mengejar mereka.

Aku tak peduli dengan kakiku yang mulai terasa sakit, aku terus memacu kakiku untuk mengejar mobil appa yang terus melaju dengan cepat. Aku tau, aku tidak mungkin sanggup mengejarnya, tapi aku ingin appa melihatku.

Andwae!! Appa tak boleh meninggalkanku seperti ini. Appa harus menjelaskan semuanya.

Dadaku mulai terasa sesak seiring dengan air mata yang mengalir di pipiku. Melihat semua ini, sungguh membuat hatiku sakit. Appa masih berada di Seoul, dan tak terlihat seperti kekurangan sedikit pun. Lalu kenapa dia membuangku seperti ini??

”Appa!!! Appa!!!”

”APPAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Tiiiiiitttttttttttttttttttttt…

”Akhhhhhh..”

”NOONA!!!!!!!!!!!!!”

*****

Kyuhyun’s POV

Aku tak peduli dengan semua mata yang menatap wajahku atau meneriakkan namaku. Aku terus saja berlari menyusuri lorong rumah sakit. Saat ini yang kupedulikan hanya satu, aku ingin melihat wajahnya, aku ingin memastikan bahwa dia tidak apa-apa, aku ingin memastikan bahwa Hyena tetap hidup di dunia Kyuhyun. Aku benar-benar seperti kehilangan oksigenku ketika Jino meneleponku dan mengatakan Hyena mengalami kecelakaan.

”Hyung!!!”

Mendengar teriakan itu aku langsung menolehkan kepalaku dan kudapati Jino dan Chaerin yang tengah berdiri di depan sebuah kamar. Aku segera menghampiri mereka dan menarik tangan Jino dengan kasar.

”Kenapa kau bisa bersama Hyena?? Kenapa kau bisa membiarkan mobil itu menghantam tubuhnya??” ucapku tajam.

”A.. Aku hanya mengajak noona makan siang. Hyung, aku juga tidak tau, saat itu aku sedang ke toilet, dan ketika kembali aku sudah melihat noona berlari ke pintu keluar kemudian mengejar sebuah mobil.  Semuanya terlalu cepat, aku tidak bisa berbuat apa-apa.”

”Neo.. Jika terjadi sesuatu padanya, apa yang bisa kau lakukan??” hardikku.

”Oppa, sudahlah. Hyena juga tidak apa-apa, dia hanya mengalami luka ringan. Sekarang dia juga sudah sadar dan hanya membutuhkan istirahat,” ucap Chaerin berusaha melepaskan cengkeramanku pada lengan Jino.

Aku mengepal tangan kiriku yang bebas, berusaha menahan emosiku. Baru kali ini aku benar-benar ingin memukul wajahnya.

Dengan kasar kulepaskan cengkeramanku di lengannya kemudian masuk ke kamar Hyena. Aku sedikit tersentak ketika melihatnya berdiri di depan jendela, memunggungi diriku dengan tiang infus yang berdiri tegak di sampingnya.

Aku menghembuskan napasku lega melihat Hyena~ku masih berdiri di hadapanku. Masih berada di duniaku.

”Yak!!! Michyeoseo?? Apa kau benar-benar ingin mati hingga mengejar bahaya seperti itu??” hardikku tapi dia tetap tak menggubrisku dan kulihat kepalanya tetap saja tertunduk. Aku ingin sekali memeluknya, tapi kenapa malah kata-kata ini yang keluar dari mulutku. ”Apa karena bertunangan denganku hingga membuatmu ingin bunuh diri seperti itu??” ucapku lagi.

”Yak ba..”

Aku langsung menghentikan ucapanku ketika sayup-sayup kudengar suara isakan tangis. Aku juga bisa melihat bahunya yang sedikit bergetar. Menangis?? Apa dia menangis??

Aku langsung melangkahkan kakiku mendekatinya. Aku berdiri di sampingnya dan kulihat wajahnya yang masih tertunduk, memerah dengan air mata yang terus membanjiri wajah sempurnanya itu.

”N..neo.. ka.. kau menangis??”

Tak ada jawaban apa pun yang keluar dari mulutnya. Bahkan dia tak memandangku sama sekali dan tetap saja tertunduk, menyembunyikan wajah basahnya itu.

”Ya…” panggilku lagi.

”Kenapa semua orang hanya bisa berjanji tanpa bisa menepatinya??”

”De??” tanyaku kaget.

”Dulu eomma berjanji tak akan meninggalkanku. Eomma berjanji akan selalu menemaniku. Eomma berjanji akan terus hidup untukku, tapi ternyata eomma pergi meninggalkanku dan appa. Appa sudah berjanji tidak akan meninggalkanku seperti eomma, tapi nyatanya appa juga meninggalkanku begitu saja. Appa membuangku begitu saja.”

Aku hanya terpaku mendengar semua kalimat yang keluar dari mulutnya itu. Apakah dia semenderita itu??

Tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dan menatap lurus ke manik mataku dengan tatapan sayunya. Air mata itu semakin deras membasahi wajahnya.

”Dan dia..”

Deg… tubuhku menegang mendengarnya.

”Dia juga tak pernah menepati janjinya. Dia tak pernah datang untuk menemuiku. Bahkan sampai detik ini aku tidak pernah melihatnya berdiri di hadapanku. Kenapa semua orang mengingkariku?? Kenapa semuanya membuangku?? Kenapa semua orang yang kusayangiku tak ada yang menginginkanku??” ucapnya dengan nada putus asa. Kepalanya kembali tertunduk dan kulihat dia menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan isak tangisnya.

Jantungku terasa berhenti berdetak. Sakit. Aku sakit melihatnya seperti ini. Aku mengulurkan tanganku, merangkul bahunya kemudian menariknya ke dalam pelukanku, membiarkan dirinya menumpahkan air matanya di bajuku. Aku bisa merasakan tubuhnya bergetar di dalam pelukanku karena isak tangisnya.

Mianhae…. Jeongmal Mianhae Na~ya.

To Be Continue…

Oke saiia tau ini hancur banget. Saiia sendiri aj stress bcnya.. saiia jg gak tw, knpa tulisan saiia jd begini. Saiia udh gak tau lagi, cm bs bilang mianhae… astaga nie tulisan parah…. saiia GILA….!!!!

& sorry y author numpang eksis, ngaku2 jadi adk angkatnya Chullie pl….. hahaha…

By : dongHAEGAeul

Tags : Kyuhyun, Jino

21 thoughts on “[Freelance] Love Challenge part 4

  1. Hah? Part 3 nya mnah?! (=_=)’ *garuk2 pala*
    Kasian nara, psti dy kangen sama umma’a! :( Appa’a jaat y?! :P

    Tw ga tw ga tw ga? Aq kra pas bca part awan itu “Aku tersenyum puas sembari menatap binatang yang bertaburan di langit dari taman belakang rumahku”. Aq kra kyupa abis bnuh binatang! Huft~ syukur slh bca! *efek bgun tdr*

    Lanjuutttt~
    part 3’a aq blum bca nih :)

  2. Akhirnya selesai jg baca nie ff *elap jidat*
    Chukkae hye-na, akhirny tunangan jg ama kyu *cekikikan*
    Ah kyu, akhirny tunangan jg ama hye-na #apadech
    Eeeerrrr ce to the men dech si kyu, msa minta bantuan seh, cm mau naklukin hye-na doang, eeerrr malu kyu malu, usaha sndr dunkz ah…

    (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) sedih nie part, ikut nangis gr2 hye-na nangis, kasian bgt nasibnya dy, appanya uuuuuuaaaaaaa (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

    *nongol2 lgsg baca part 4, kekekeke~~~
    Part2 sebelumnya udh baca di blog sebelah*

  3. Yak! KEBANYAKAN KATA (HAIYA) yg versi bhs korea aku g suka Apaantuh Aiya! aiya! hapuss donnkkkkk

    nih ff emg daebak n thebest tp kebanyakn kata Aiya! Aiya! HAIYA(cina vers)

  4. apakah salah ketik jadi part 4?
    ‘dia’ di sini siapa si chingu?yang ga pnah nemuin hyena tu lo. . .appanya kah?
    huwah. . .kyu manis banget. . .dia cinta banget ya?
    saya sangaaaaaaat suka
    aku tunggu part selanjutnya. .

  5. dr awal aq udh suka bgt sm ni FF..
    dan trnyata ampk part 4 aq mkn suka aj..
    jalan cerita’ny bagus..
    menarik bwt trz..trz..trz..ngbaca
    gk sabar bwt nunggu PART slnjt’ny..

  6. huaaaa… cerita’a seruuuuu!!!
    next part’a jgn lma” ya thor..
    klo bs skr dah dpost. haha.. *reader maksa^^

  7. ini pertama aku coment loh…
    hehe
    tp sumpah aku seneng bgt sma ni ff…
    di tunggu y lanjutannya chingu….

  8. hhhehehehehehehehheeheheee
    mantttaaabbbb
    daebaaaakkkk
    aq uda baca yg part 5;a dblog author lo,
    phi ne baca ge dsni, n ttep jaaa saya sukkeeeeee

  9. sumpah…ceritax keren….
    aq suka bgt…..apalg klo cwox bukn kyu tp donghae hehehehehehe(mklum aq suka donghae sih…)
    chingu dtunggu klnjutnx nih…jd g sbr….

  10. authooorrr ini slh satu ff yg aq suka… Udh brkali2 ni bcanya, lnjtannya mana thooorrr….

    Aq akan menunggu, jgn lama2 ya…
    Fighting!

Comment please? ( ื▿ ืʃƪ)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s